E-Journal Politeknik Negeri Samarinda
Not a member yet
6430 research outputs found
Sort by
PENGARUH KONSENTRASI EKSIPIEN PADA PEMBUATAN TABLET PENYEDAP RASA BERBAHAN BAKU KEPALA UDANG WINDU (Penaeus monodon)
Shrimp heads, which are usually discarded, are a byproduct often produced during shrimp processing. The heads of Panaeus monodon contain glutamic acid, an amino acid with the ability to impart a umami taste. The heads can be made into natural flavoring tablets through a wet granulation process. The aim of this research is to determine the concentration of fillers that affect the physical properties of tablets. To fill the shrimp head powder, amilum manihot and monohydrate lactose were added at concentrations of 5%, 10%, 15%, 20%, and 25%. Gradually, a 5% PVP was added to the mixture and kneaded until smooth. The wet granules are sieved with a 12-mesh sieve, then dried for two hours in an oven at 60 degrees Celsius. The dry granules are sieved with a 16-mesh sieve, and PEG 4000 is added at 2% of the dry granule weight. A tablet press is used to process the mixture. Then a weight uniformity, brittleness, and disintegration time test were conducted. The results show that the flavoring tablets with a 5% concentration of cassava starch as the filler have a weight uniformity of 1.4%, a brittleness of 0.7%, and a disintegration time of 6 seconds. The flavoring tablets with a 25% concentration of monohydrate lactose as the filler have weight uniformity, brittleness, and disintegration time characteristics of 0.3%, 0.2%, and 18 seconds, respectively. Based on the brittleness test results, the flavoring tablets with a 25% concentration of monohydrate lactose as the filler have the best characteristics.
Keywords: excipients, shrimp heads, tablets, umami, wet granulatio
PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK DAUN SUNGKAI (Peronema canescens Jack) TERHADAP KARAKTERISTIK KUE TELUR GABUS IKAN KEMBUNG (Rastrelliger sp.)
Cork eggs include snacks modified with the addition of mackerel and natural ingredients such as sungkai leaf extract. Sungkai leaves have chemical content such as alkaloids, flavonoids, steroids, triterpenoids, phenolics, saponins, chlorophyll as green dyes that have antioxidant effects. This study aims to determine the effect of the addition of sungkai leaf extract (Peronema canescens Jack) on the characteristics of mackerel cork eggs. In this study, sungkai leaves were extracted by infusion with the addition of water solvent heated on a water bath for 15 minutes starting from a temperature of 90 °C. The addition of sungkai leaf extract with concentration variations was 0, 50, 100, 150, and 200 mL. The resulting mackerel cork eggs were tested for their characteristics with test parameters, namely water content, antioxidant activity using DPPH and organoleptic methods. The results showed that the addition of sungkai leaf extract had an effect on the characteristics of mackerel cork eggs. Mackerel snakehead eggs with the addition of sungkai leaf extract as much as 200 mL had the best characteristics with a moisture content of 1.6% and antioxidants of 52.365 mg/L. Organoleptic testing of mackerel snakehead eggs with the addition of sungkai leaf extract as much as 100 mL was the most preferred by the panelists.
Keywords: Cork Eggs, Mackerel, Sungkai Leaf Extra
ANALISIS MESIN PENGGILING KOPI DENGAN KAPASITAS 500 GRAM/PROSES MENGGUNAKAN MOTOR LISTRIK DENGAN DAYA 165 WATT: Analysis Of Coffee Grinding Machine With Capacity 500 Grams/Process Using Electric Motor With Power 165 Watt
Kopi merupakan minuman favorit masyarakat Indonesia, baik dari kalangan atas maupun kalangan bawah, baik pria maupun wanita, dari berbagai daerah di Indonesia mempunyai ciri khas dan cita rasa serta ukuran kopi yang beraneka ragam, Tujuan dari Grinding kopi ialah memperkecil ukuran partikel biji kopi supaya bubuk kopi mudah dilarutkan dalam air. Ukuran partikel bubuk kopi yang sering digunakan yaitu ukuran kasar (coarse), ukuran sedang (medium), dan ukuran halus (fine). Ukuran dari kehalusan bubuk kopi juga berpengaruh terhadap kualitas kopi yang dihasilkan. Pada proses grinding kopi yang baik akan menghasilkan cita rasa, aroma, dan penampilan yang baik. desain mesin penggiling kopi menggunakan software Fusion 360 dengan ukuran yang telah ditentukan perhitungannya. Hasil penelitian menguangkapkan bahwa perencanaan dengan daya 0,165 kw dapat menggiling 500 gram biji kopi dalam sekali proses, kecepatan putaran yang dihasilkan 450 Rpm, Diameter poros mesin penggiling kopi 18 mm, Grinder adjustment 5-20 bubuk kopi halus, grinder adjustment 25-30 tidak terlalu kasar, grinder adjustment 35-60 hasilnya kasar
Analisis Komparatif Kinerja Keuangan Perusahaan Sub Sektor Kosmetik dan Barang Keperluan Rumah Tangga yang Terdaftar di BEI Menggunakan Du Pont System
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan kinerja keuangan pada perusahaan sub sektor kosmetik dan barang keperluan rumah tangga yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2016-2021 dengan menggunakan teknik analisis Du Pont System. Analisis Du Pont System bertujuan untuk memperlihatkan NPM, TATO, ROI dan EM yang saling berkaitan untuk menen-tukan kinerja ROE. Sampel penelitian ini adalah PT Kino Indonesia, Tbk; PT Martina Berto, Tbk; PT Mandom Indonesia, Tbk dan PT Unilever Indonesia, Tbk. Keempat perusahaan ini dipilih karena memiliki fokus produksi pada produk kosmetik. Hasil penelitian menunjukkan keempat perusahaan tersebut memiliki nilai NPM, TATO, ROI dan EM yang berfluktuasi cenderung menurun selama periode penelitian yang menyebabkan nilai ROE ikut menurun. Penurunan ini menggambarkan kinerja keuangan perusahaan kurang baik dikarenakan perusahaan kurang mampu dalam mengefisienkan beban dan mengoptimalkan penggunaan aset yang dimiliki untuk dijadikan penjualan dan laba bersih. Hasil perbandingan kinerja menunjukkan bahwa PT Unilever Indonesia, Tbk memiliki kinerja yang paling baik, PT Kino Indonesia, Tbk dan PT Mandom Indonesia, Tbk memi-liki kinerja cukup baik serta PT Martina Berto, Tbk memiliki kinerja yang paling rendah di antara keempat perusahaa
Analisis Kinerja Keuangan Menggunakan Metode Economic Value Added pada PT Elnusa Tbk Tahun 2018-2022
This study aims to determine the financial performance of PT ELNUSA Tbk based on Economic Value Added (EVA) analysis for the 2018-2022 period. The analytical tool used in this study is Economic Value Added (EVA) which consists of Net Operating Profit After Tax (NOPAT), Invested Capital (IC), Weighted Average Cost of Capital (WACC) and Capital Charges (CC). The type of data used in this research is quantitative data using secondary data. Secondary data obtained in this study can be accessed through the sites www.elnusa.co.id and www.idx.co.id. The results of the analysis from this study stated that the financial performance of PT Elnusa Tbk using the Economic Value Added (EVA) method in 2018 amounting to Rp. 152,143, -, in 2019 amounting to Rp. 153,234, -, in 2020 it was Rp. 159,941, -, in 2021 it was Rp. 122,900, -, and in 2022 it is Rp. 227,624,-. The results of this analysis indicate that the company's financial performance is good and the company has succeeded in creating a positive EVA value
Analisis Penilaian Aset Tetap Berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan (PSAP) No. 07 Tahun 2010 pada Desa Suka Damai Kecamatan Muara Badak
This research aims to find out whether the valuation of fixed assets in Suka Peace Village, Muara Badak District is in accordance with government accounting standard statements. The research uses a comparative descriptive method with a qualitative approach to describe and compare fixed asset assessment implementation activities. Data collection techniques are carried out by observation, namely direct observation in the field, interviews, documentation. Data analysis techniques by collecting data, describing, comparing and concluding. The analytical tool used is PSAP methodology number 07 of 2010 concerning fixed assets. The results of this research show that the recognition of fixed assets in the form of buildings and structures, village office equipment, motorbikes and ambulances has been implemented in accordance with PSAP number 07 concerning fixed assets and the opinions of informants in Suka Peace Village, Muara Badak District. The measurement of fixed assets in the form of buildings and structures, village office equipment, motorbikes and ambulances has been implemented in accordance with PSAP number 07 concerning fixed assets and informant opinions in Suka Peace Village, Muara Badak District. As well as disclosure of fixed assets in the form of buildings, village office equipment, motorbikes and ambulances, it has been implemented in accordance with PSAP number 07 concerning fixed assets and informant opinions in Suka Peace Village, Muara Badak District. However, village office buildings and structures are currently not village property, and are still in the stage of applying for village ownership and ownership rights
Pemanfaatan Lalat Hermetia Illucens, Lalat Pengolah Limbah Organik di Pulau Maratua, Berau Kalimantan Timur
Hermetia illucens (Diptera: Stratiomyidae) atau Black Soldier Fly (BSF) adalah serangga yang dapat mengolah berbagai limbah organik. Pulau Maratua sebagai daerah wisata bahari di Kalimantan Timur dalam waktu dekat dapat mendatangkan banyak wisatawan mancanegara dan dalam negeri. Hal ini dapat meningkatkan jumlah limbah, untuk itu sudah selayaknya dilakukan antisipasi pengelolan limbah, terutama limbah organik. Telah dilakukan pengembang-biakan BSF di pulau Maratua sejak 2021 dengan tujuan untuk mengolah limbah organik. Kandang dewasa BSF dibuat dari kayu dengan insect net dan atap platik UV. Kandang digunakan juga untuk pemeliharaan larva, pupa dan telur BSF, sebagian pupa dimanfaatkan sebagai pakan ayam. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat menjadi peduli terhadap limbah, pengembang-biakan BSF juga masih terus dilaksanakan hingga saat ini. Pada tahun 2022, tim bekerjasama dengan kelompok Maratua Peduli Lingkungan dan Yayasan Penyu Indonesia telah memenangkan kompetisi Internasional Celebrate Island dengan mengusung tema Peningkatan Manajemen Limbah untuk Ekoturisme dan Melindungi Area Feeding Ground Penyu di Pulau Maratua. Pupa BSF juga telah dimanfaatkan oleh para penduduk sebagai pakan ayam kampung. Pemanfaatan BSF di pulau Maratua dapat disimpulkan telah berhasil dikembangkan, walaupun demikian masih diperlukan sosialisasi agar lebih banyak penduduk setempat yang melakukan usaha ini
Pelatihan Training of Trainer (ToT) Guru SMK Bidang Komputer Akuntansi se-Kalimantan Timur Menggunakan Aplikasi Accurate Accounting V.5
Perkembangan teknologi akuntansi yang terkomputerisasi membuat software akuntansi pun berkembang. Setiap orang yang berkecimpung dalam bidang akuntansi dituntut untuk mampu menyelenggarakan akuntansi yang terkomputerisasi. Accurate merupakan salah satu aplikasi yang paling sering digunakan oleh banyak perusahaan di Indonesia, hal ini terlihatdari banyaknya lowongan kerja dengan kriteria mampu mengoperasikan aplikasi Accurate. Agar para guru dapat mempersiapkan siswa-siswi dalam memasuki dunia kerja, para guru perlu harus terus memperbaharui pengetahuan yang dimilikinya. Guru perlu mempelajari keterampilan komputerisasi yang dibutuhkan dalam dunia kerja, agar dapat mengajarkan para siswa dan mempersiapkan siswa untuk menjadi sumber daya manusia yang memiliki kompetensi yang dibutuhkan untuk memasuki dunia kerja dan menjawab tantangan industri.. Tujuan Kegiatan ini antara lain: (a) Meningkatkan pemahaman mengenai software akuntansi Accurate V5 dalam proses pencatatan transaksi keuangan untuk menyiapkan laporan keuangan; (b) meningkatkan kompetensi guru SMK dalam pemenuhan kewajiban mata pelajaran dandaya saing siswa setelah lulus sekolah. Pelaksanaan pelatihan diadakan selama 3 (tiga) hari dan pelatihan ini sangat sukses. Kesimpulan dari pemberian pelatihan ini telah menjawab masalah tidak siapnya guru pengampu mata pelajaran komputer akuntansi menggunakan Accurate serta peningkatan mutu kompetensi guru dalam menjalankan aplikasi Accurate Accounting akan berdampak kepada peningkatan kompetensi siswa yang nantinya akan menjadi lulusan SMK yang siap kerja di bidang komputer akuntansi khususnya menggunakan aplikasi Accurate
Pemberdayaan Masyarakat melalui Pelatihan Pembuatan Spray Anti Nyamuk dari Serai Wangi (Cymbopogon Nardus)
Salah satu negara yang beriklim tropis, yaitu Indonesia. Iklim tropis ini mempengaruhi flora, fauna, dan pola hidup penduduknya. Kondisi cuaca yang lebih hangat dapat mendorong perkembangbiakan populasi nyamuk. Nyamuk dapat menyebabkan salah satu penyakit, yaitu Demam Berdarah Dengue (DBD). Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk aedes aegypti. Program KKN Non-Tematik mahasiswa UPN ‘Veteran’ Jawa Timur berinovasi membuat spray anti nyamuk dari tanaman serai wangi. Tanaman serai wangi banyak dijumpai di pasaran sekitar Kecamatan Kemuteran. Serai wangi mengandung dua senyawa kimia berupa geraniol dan citronellal. Kegiatan ini dilakukan di RT 5 Kelurahan Kemuteran, Gresik, Jawa Timur yang dihadiri oleh warga RT 5 dan RT 6. Diawali dengan sosialisasi pembuatan spray anti nyamuk dari serai, lalu dilanjutkan dengan praktik pembuatan produk spray anti nyamuk. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan inovasi bagi masyarakat terkait pemanfaatan bahan alami, yaitu serai wangi sebagai spray anti nyamuk yang lebih aman dan ramah lingkungan. Metode pelatihan yang digunakan adalah dengan penyampaian materi, demonstrasi, dan diskusi. Spray anti nyamuk berhasil dibuat dari serai wangi. Warga yang mengikuti pelatihan memiliki antusias yang tinggi pada saat penyampaian materi dan diskusi
Pembinaan di Bidang Pemasaran dan Permodalan kepada Industri Pengolahan Kulit Ikan di Kabupaten Karawang
The production process in the fish processing industry indeed produces waste, including fish skin. The fish skin waste is then processed by the fish skin processing industry, one of which is in Tegalsari Village, Cilamaya Wetan Subdistrict, Karawang Regency, so the waste can be helpful and has more added value. In practice, this industry experiences several problems in its development, especially marketing and capital problems. Universitas Singaperbangsa Karawang and other universities took the initiative to hold community service activities, such as coaching for the industry actors. The coaching activity aims to obtain solutions for the fish skin processing industry in this village to the two problems. The coaching method is carried out through counseling for the management of the Berkah Mandiri Women's Cooperative as players in the fish skin processing industry in the village. It requires the involvement of all stakeholders and synergy between them so that the industry's problems can be resolved effectively and thoroughly