E-Journal Politeknik Negeri Samarinda
Not a member yet
6430 research outputs found
Sort by
Public Investment Quality and Its Implications for Sovereign Risk and Debt Sustainability
This paper introduces a novel index
to measure public investment quality, utilizing the World
Bank’s investment project performance data from 120
countries over 2000–21. After detailing the construction of
the index, the paper examines how public investment quality
influences the relationship between the level of public
investment and sovereign risk. The findings show that high
levels of public investment are linked to lower sovereign
risk in countries with high investment quality and,
conversely, to higher sovereign risk in countries with low
investment quality. This relationship is especially
pronounced in sub-investment grade countries. These results
are corroborated by showing that when public investment
quality is high, scaling up public investment enhances
fiscal sustainability by reducing the ratio of debt to gross
domestic product in the long run: high-quality public
investment is self-financing. However, the opposite is true
when public investment quality is low, where increased
public investment results in a deterioration of fiscal fundamentals
Ecosystem Assessment for Harnessing Digital Agriculture Technologies in Cambodia
Digital agriculture technologies
(DAT) are digital tools and technologies used in agriculture
to increase production, market, sustainability, and
efficiency. Agriculture is a cornerstone of the Cambodian
economy, along with garment production, construction, and
tourism. Despite the sector’s importance, agriculture faces
key challenges like low productivity, inefficiency, and
vulnerability to climate change. Despite enhanced DAT
innovation support, analysis shows Cambodia still faces
hurdles to macro-environmental growth. This report evaluates
Cambodia’s digital agriculture landscape, to identify how it
can be mainstreamed. It uses stakeholder insights to assess
key value chain players, their struggles, and the potential
of technology adoption to overcome these hurdles. This
assessment aids in identifying and prioritizing important
technologies, thus helping investors maximize their impact
by focusing on high-potential opportunities. Once these
enabling factors are understood, digital agriculture in
Cambodia can be mainstreamed and grow
Human Capital Public Expenditure and Institutional Review - An analysis of financing and governace constraints for the delievry of basic education and primary health care in Nigeria
Human capital, the sum of a
population’s health, skills, knowledge, and experience,
constitutes a fundamental pillar in the sustainable
development and economic growth of nations (World Bank
2018). It represents not just the capacity of individuals to
contribute productively to society, but also the potential
for countries to achieve higher levels of economic
development and social well-being. This report focuses on
identifying the constraints to and solutions for improving
human capital outcomes in the Federal Republic of Nigeria, a
country with significant untapped potential in this critical area
EKSPERIMEN PEMANFAATAN LIMBAH INDUSTRI KAYU SEBAGAI ALTERNATIF MATERIAL KAYU
Industri furnitur menghasilkan limbah dalam jumlah yang signifikan, termasuk limbah serbuk dan potongan kayu, yang telah menjadi perhatian utama karena penanganannya yang kurang tepat, sering kali hanya dibuang atau dibakar, menyebabkan dampak lingkungan yang serius. Sampai saat ini, belum ada solusi yang efektif untuk mengatasi masalah ini. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan cara baru dalam memanfaatkan limbah industri kayu sebagai bahan baku yang memiliki nilai dan fungsi yang berarti. Metode penelitian dilakukan melalui serangkaian eksperimen, termasuk pemilihan limbah serbuk dan potongan kayu, penggabungan serbuk kayu, proses pewarnaan dan pengeringan serbuk, serta proses yang sama untuk potongan kayu. Selanjutnya, dilakukan proses pembuatan pola, penggabungan pola, finishing, dan pengeringan bahan. Hasil analisis dari eksperimen ini menjadi landasan untuk mengembangkan material baru yang terbuat dari kombinasi limbah potongan dan serbuk kayu. Dengan demikian, upaya ini diharapkan dapat memberikan solusi yang lebih berkelanjutan dalam memanfaatkan kembali limbah industri furnitur dan mengurangi dampak negatifnya terhadap lingkungan
Analisis Analisis 4A ( Atraksi, Amenitas, Aksesbilitas, Dan Ancilary ) Dalam Objek Wisata Istana Maimun: Analisis 4A ( Atraksi, Amenitas, Aksesbilitas, Dan Ancilary ) Dalam Objek Wisata Istana Maimun
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi Atraksi, Aksesibilitas, Amenitas dan Ancilliary pada Objek Wisata Istana Maimun yang terletak di jln. Brigjend Katamso no 370, Sei Mati, Kec. Medan Maimun, Kota Medan . Penelitian ini adalah penelitian Kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitianini adalah data primer dan sekunder. Data dikumpulkan dengan wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa objek wisata Istana Maimun masih harus memiliki beberapa perbaikan, terutama Accebility, dimana seharusnya dipasang rambu – rambu petunjuk yang memudahkan pengunjung untuk mengakses budaya dan juga keindahan yang ada pada objek wisata Istana Maimun. Selain itu juga perlunya peningkatan dan kesadaran akan pentingnya menjaga dan merawat warisan budaya yang sudah ada sejak dahulu, untuk mengembangkan daya tarik pengunjung untuk memeperkenalkan budaya yang ada di Istana Maimun
PERANCANGAN TURAP BERJANGKAR PADA TEPIAN SUNGAI MAHAKAM DI JALAN KH. MAS MANSYUR LOA BAKUNG SAMARINDA
Pekerjaan pembangunan turap merupakan salah satu kegiatan untuk menangani kelongsoran yang terjadi pada ruas Jl. KH. Mas Mansyur Loa Bakung Samarinda.Tipe longsoran yang terjadi yaitu translasi dan rotasi karena dipengaruhi oleh medan jalan yang sedikit menanjak dan berada di pinggiran Sungai Mahakam. Longsoran tersebut mengakibatkan terjadinya penurunan badan jalankarenagerusan air di bawahnyadan beban lalu lintas yang melebihi kelas jalan. Sheet pile yang digunakan yaitu sheet pile baja dengan metode turap berjangkar ujung bebas, dimana kondisi tanah yang bekerja menggunakan teori Rankine. Dari hasil pengujian sondir dan boring diketahui kedalaman tanah keras 11 m dan jenis tanahnya yaitu tanah kohesif (lempung). Dari hasil perhitungan diperoleh panjang turap 8 m dengan penanamanjangkar diambil 1 m di bawah permukaan tanah. Jangkar yang digunakan jangkar baja (tie rod) Ø1,15” dengan tiang pancang baja diameter 35,56 cm dipasang tiap jarak 1,6 m. Untuk dimensi gording H-Beam 200.200.8.12 mm dan stabilitas lereng menggunakan program XSTABLE (metode Bishop) diperoleh angka aman 1,536. Biaya yang diperlukan sebesar Rp. 4.292.224.000(berdasarkan harga tahun 2014)
Pengaruh Penambahan Abu Cangkang Kelapa Sawit Terhadap Sifat Fisik dan Mekanik Tanah Lempung
Pada umumnya, kerusakan konstruksi sering terjadi karena memiliki daya dukung tanah dasar rendah yang biasa ditemukan pada tanah lempung bersifat sangat kohesif, memiliki kekuatan geser rendah serta proses konsolidasi yang lambat, dari permasalahan tersebut perlu dilakukan stabilisasi tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan abu cangkang kelapa sawit pada tanah lempung terhadap nilai berat jenis (Gs), indeks plastisitas (PI), kekuatan geser dan koefisien konsolidasi (Cv) dengan variasi penambahan sebesar 6%, 8%, 10%, 12% dan 14%. Tanah yang digunakan pada penelitian ini berdasarkan klasifikasi AASHTO termasuk dalam kelompok A-7-5 dengan nilai Gs tanah lempung sebesar 2,61, nilai PI 14,40%, nilai kuat geser 0,7463 kg/cm2 serta nilai Cv pada tekanan 0,5 kg/cm2 sebesar 0,00502 cm2/det, tekanan 1 kg/cm2 0,00315 cm2/det, tekanan 2 kg/cm2 0,00224 cm2/det dan tekanan 4 kg/cm2 0,00127 cm2/det. Pada pengujian Gs dengan penambahan abu cangkang kelapa sawit terjadi penurunan pada setiap variasi dengan penurunan terbesar pada variasi 14% sebesar 2,22 dan dari pengujian PI terjadi peningkatan hingga variasi 8% sebesar 23,53%. Pada pengujian geser langsung nilai kuat geser optimum terjadi pada variasi 8% dengan nilai 0,5364 kg/cm2. Pada pengujian Cv terjadi penurunan pada setiap variasi penambahan dengan penurunan terbesar pada variasi 14% dengan tekanan 0,5 kg/cm2, 1 kg/cm2, 2 kg/cm2 dan 4 kg/cm2 sebesar 0,00326 cm2/det, 0,00261 cm2/det, 0,00205 cm2/det dan 0,00167 cm2/det
PERILAKU PEMANFAATAN LIMBAH PLASTIK HDPE (HIGH DENSITY POLYETHYLENE) SEBAGAI BAHAN TAMBAH PADA AGREGAT KASAR TERHADAP KUAT TEKAN BETON
Beton merupakan salah satu bahan konstruksi yang umum digunakan untuk bangunan gedung, struktur jalan, jembatan dan lainnya. Penelitian ini menggunakan limbah botol plastik HDPE (High Density Polyethylene) yang dipotong secara manual sebagai pengganti sebagian agregat kasar (batu pecah 1/2”). Material lain yang digunakan adalah semen Tonasa, pasir Palu dan batu pecah Palu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan limbah plastik HDPE terhadap kuat tekan beton pada mutu beton K-175 dengan variasi penambahan HDPE 0,5%, 1%, 1,5%, dan 2%. Benda uji yang digunakan sebanyak 25 buah sampel dengan masing-masing variasi 5 buah. Botol HDPE dipotong sesuai rencana bentuk p = 50 mm dan l = 2 mm. Pengujian dilakukan 28 hari dengan metode pencampuran beton menggunakan SNI 03-2834-2000. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, nilai kuat tekan beton maksimum terdapat pada variasi penambahan limbah plastik HDPE 0,5% dengan nilai kuat tekan 23,68 MPa dari beton normal. Sedangkan nilai kuat tekan beton minimum terdapat pada variasi penambahan limbah plastik HDPE 2% dengan nilai kuat tekan 15,54 MPa dari beton normal
Analisis Perbandingan Kuat Tekan Beton Dengan Menggunakan Adukan Manual, Semi Dan Ready Mix
Dalam dunia konstruksi sekarang ini pekerjaan beton banyak digunakan dalam pembangunan proyek konstruksi.Sifat beton berubah karena sifat semen, agregat, dan air, maupun perbandingan campurannya. Dalam pelaksanaan pekerjaan beton memiliki berbagai beberapa cara pengadukan seperti pengadukan beton dengan manual, semi (molen) dan ready mix.Penelitian ini dilakukan dengan cara membuat benda uji dengan tiga cara pengadukan yang berbeda dengan kuat tekan beton rencana f’c 20 Mpa.Ketiga pengadukan ini digunakan dalam tergantung dari kondisi pekerjaan beton beserta memiliki kegunaan masing-masing.Berdasarkan hasil pengujian, analisis data, dan pembahasan, maka dapat ditarik kesimpulan, hasil pengujian dengan cara pengadukan Manual, Semi dan Ready Mix dengan kuat tekan rata-rata : 24,63 MPa, 30,58 MPa dan 30,86 MPa. Hasil penelitian menyatakan bahwa penelitian yang dilakukan telah memenuhi target estimasi fc = 20 MPa
Perbandingan Temperatur Engine Menggunakan Water Coolant Dan Air Biasa Pada Engine Daihatsu Taruna EFI 1.6
Mobil yang digunakan untuk menempuh perjalanan yang jauh biasanya dipacu dengan kecepatan yang cukup tinggi dengan putaran mesin berkisar pada rpm 2000 dan dalam jangka waktu yang cukup lama. Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan akibat suhu mesin melebihi suhu normal mesin saat bekerja, maka penelitian ini perlu dilakukan. Pada penelitian ini dilakukan pengujian perbandingan laju pembuangan panas mesin antara pemakaian 100% air dengan campuran 80% air dan 20% radiator coolant dengan metode paired comparison pada rpm 2000. Dari penelitian tersebut diambil data antara lain temperatur masuk dan keluar radiator, dan volume aliran fluida radiator (Q) yang kemudian dilakukan pengolahan data untuk menentukan laju aliran massa (m), panas spesifik fluida (Cp), laju pembuangan panas radiator (q), dan pengolahan data secara statistik. Hasil pengujian terhadap campuran fluida radiator 80% air dan 20% radiator coolant menunjukkan rata – rata selisih temperatur inlet radiator dengan temperatur outlet radiator yang lebih tinggi sebesar 4,725˚C serta rata-rata laju pembuangan panas radiator yang lebih tinggi juga sebesar 8,0378 kJ/s. Kondisi ini menunjukkan pada rpm 2000, campuran 80% air dan 20% radiator coolant memiliki kemampuan penyerapan dan pembuangan panas mesin yang lebih tinggi daripada 100% air