E-Journal Politeknik Negeri Samarinda
Not a member yet
    6430 research outputs found

    Register-based Measurements of Poverty and Social Exclusion

    No full text
    The European Union (EU) has consistently acknowledged the critical challenge posed by poverty and social exclusion, formulating comprehensive strategies and dedicating substantial financial resources to address these issues within its member states. At the Porto Social Summit in 2021, EU leaders, institutions and social partners agreed to put social at the heart of EU policies. They reaffirmed their commitment to the European Pillar of Social Rights (EPSR), which, as part of its Action Plan, aims to bring at least 15 million people out of the risk of poverty and social exclusion by 2030. Achieving this goal requires a holistic approach that addresses people’s needs at all stages of life and tackles the root causes of poverty and social exclusion. EU funding is crucial in this strategy, with significant resources made through various channels, including the European Regional Development Fund (ERDF), the European Social Fund Plus (ESF+), the Recovery and Resilience Fund (RRF) and the EU Technical Support Instrument (TSI). The ERDF is dedicated to strengthening economic, social and territorial cohesion. Meanwhile, the ESF+ serves as the EU’s primary instrument for promoting employment and social inclusion. The RRF supports Member States to deal with the aftermath of COVID-19 and Russia’s invasion of Ukraine. The EU TSI assists Member States in designing and implementing reforms across various policy areas to address the Country Specific Recommendations within the European Semester framework and implement the RRP. Together, these funds form the financial backbone for the EU’s effort to create a more inclusive society where all individuals have the opportunity to engage fully in economic, social, and cultural activities. This report is the second in a two-part series with an overarching goal of supporting the Ministry of Labor, Pension System, Family, and Social Policy (MLPSFSP) to develop a methodology to regularly track poverty and social exclusion at the Nomenclature of Territorial Units for Statistics (NUTS) or Local Administrative Units (LAU) level

    ID4D Diagnostic in São Tomé e Principe

    No full text
    The World Bank Group’s Identification for Development (ID4D) Initiative harnesses global and cross sectoral knowledge, World Bank financing instruments, and partnerships to help countries realize the transformational potential of identification (ID) systems, including civil registration (CR). The aim is to enable all people to exercise their rights and access better services and economic opportunities in line with the Sustainable Development Goals. This is especially important as countries transition to digital economies, digital governments, and digital societies, where inclusive and trusted means of verifying identity are essential to ensure accessibility and data protection

    REDESAIN KANTOR DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KOTA SAMARINDA PENEKANAN PADA BANGUNAN PINTAR

    No full text
    Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Samarinda tergolong Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru di lingkungan Pemkot Samarinda. Pembentukan OPD baru ini dilakukan pada awal 2017 lalu, bersamaan dengan diterbitkannya Peraturan Walikota (Perwali) Samarinda nomor 38 Tahun 2016 Tentang tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Diskominfo Kota Samarinda. Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika menggunakan bangunan lama yang telah berdiri dari sekitar tahun 70-an. Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika memiliki berbagai masalah baik interior maupun eksteriornya yang sangat terlihat rusak dibeberapa bagian dikarenakan kurangnya maintenance. Diskominfo Samarinda menjadi salah satu dari 25 daerah se-Indonesia yang ditetapkan sebagai proyek percontohan (pilot project) Smart City. Sebagai (pilot project) smart city, maka Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika ini perlu  memperbaiki gaya bangunan dan tata ruang dalam yang sesuai dengan kaidah arsitektur, sehingga mampu melengkapi segala kekurangan yang ada dan menjadikan fasilitas pelayanan publik yang memadai. Dengan kondisi bangunan saat ini Dinas Komunikasi dan Informatika memerlukan redesain dengan penekanan pada bangunan pintar untuk mendukung terwujudnya smart city. Bangunan pintar adalah sebuah tema yang dapat mengatasi permasalahan secara teknologi dan kecerdasan perancangan bangunan. Sebuah tema yang mendukung fungsi bangunan ataupun memudahkan pencapaian pada bangunan dengan beberapa teknologi yang berupa infrastruktur ataupun pemecahan masalah berupa metode lainnya

    DESAIN SHELTER SEBAGAI PENUNJANG AKTIVITAS BELAJAR BAGI ANAK -ANAK DI KAMPUNG RAWAN GUSUR DENGAN KONSEP PUZZLE : STUDI KASUS KAMPOENG DOLANAN - SURABAYA

    No full text
    Di Indonesia terdapat berbagai perkampungan. Beberapa perkampungan didirikan diatas lahan rawan gusur, yaitu lahan milik suatu perusahaan. Tak sedikit perkampungan di Indonesia yang didirikan di daerah rawan gusur. Salah satunya adalah Kampoeng Dolanan di Surabaya yang berdiri diatas lahan milik PT. Kereta Api Indonesia. Walau berdiri diatas lahan rawan gusur, warga tetap beraktivitas sama seperti warga perkampungan pada umumnya. Warga yang tinggal di daerah perkampungan identik dengan kerukunan dan solidaritas yang tinggi. Warga di Kampoeng Dolanan juga melakukan aktivitas yang sama seperti warga perkampungan pada umumnya. Namun ada sedikit yang berbeda, karena memiliki komunitas yang mengadakan beragam kegiatan di Kampoeng Dolanan, salah satunya adalah Semesta Belajar yang merupakan kegiatan yang diisi oleh kakak dari Komunitas Dolanan, dengan tujuan mengadakan sekolah kecil-kecilan bagi anak-anak di Kampoeng Dolanan. Semesta Belajar diadakan di area terbuka yang hanya beralaskan terpal saja. Hal ini menyebabkan ketika hujan, tidak ada yang melindungi mereka, sehingga ketika hujan turun, kegiatan Semesta Belajar di tiadakan atau dipindah tempatnya. Oleh karena itu, penulis menggunakan studi kasus diatas sebagai obyek untuk merancang tenda sehingga dapat menunjang kegiatan berkumpul warga perkampungan rawan gusur, yang salah satunya contohnya adalah Semesta Belajar, agar dapat berjalan dengan optimal dalam berbagai keadaan cuaca

    REDESAIN KANTOR IMIGRASI KELAS I TPI SAMARINDA PENEKANAN PADA ORGANISASI RUANG DAN GAYA ARSITEKTUR NEO VERNAKULAR

    No full text
    The Class I Immigration Office of TPI Samarinda is one of the technical implementation units of the regional office of the Ministry of Law and Human Rights of East Kalimantan. It has the duty to carry out some of the main tasks and functions of the Ministry of Law and Human Rights, namely providing travel documents and residence permits for both Indonesian citizens and foreigners, particularly in the areas of Samarinda city, Bontang, Kutai district, and Mahakam Ulu. As a public service office, the Immigration Office faces several challenges, including poorly planned spatial organization, lack of adequate photo studios, separate service areas, and unplanned space additions, all of which hinder the primary activities and functions within the office. The redesign of the Class I Immigration Office of TPI Samarinda emphasizes spatial organization and incorporates the architectural style of Neo Vernacular Dayak Kenyah. This emphasis aims to facilitate both visitors and employees in carrying out activities within the office through the application of a grid spatial organization. The application of the Neo Vernacular Dayak Kenyah architectural style includes the form, facade, and building ornaments. &nbsp

    The Impact of the Tourism Industry on Local Revenue in Langsa City

    No full text
    The tourism sector can increase Regional Original Income, but its contribution has not been fully realized. Therefore, the government needs to play an important role in tourism development. This study aims to determine the tourism sector's contribution to Langsa City's Regional Original Income and the government's efforts related to tourism development. The research method employed a qualitative approach with a descriptive research type. The primary data for this study consisted of interview data, while the secondary data included documentation, tax reports, and Regional Original Income of Langsa City for the period 2018 to 2020. The study revealed that the tourism sector's contribution to the Regional Original Income of Langsa City from 2018 to 2020 was minimal. Specifically, Kota Forest and Mangrove Forest tourism contributed 0.0017%, Mutiara Water Park contributed 0.00004%, Virta Tirta Raya contributed 0.00029%, and Royal Waterboom contributed 0.00029%, resulting in a total contribution of 0.00232%. These figures indicate that the tourism sector's contribution to the city's income is very low. The Langsa City government is making efforts to develop tourism in a way that optimizes Regional Original Income through environmental improvement and structuring, sustainable use of natural resources, support for the local economy, and community involvement in maintaining existing tourist attractions in Langsa City

    Bilingual E-Book: A Platform to Promote Culinary Tourism from Palembang

    No full text
    The culinary industry is one of the leading sectors in creative industries, with pempek from Palembang being a notable example. The increasing number of national and international events held in Palembang underscores the importance of promotion and marketing. In the era of Society 5.0, the use of digital and English-based promotional media is essential. This study employs research and development methods to describe the design and development of a bilingual e-flip book as a promotional tool for culinary tourism. The product is a digital promotional medium accessible via an Instagram link, featuring an attractively designed digital book with a red, black, and white color scheme. Each page includes images of products, prices, brief descriptions, facilities, ordering procedures, and payment methods in both Indonesian and English. The flip book effect simulates the experience of flipping through a real book. The product validation results from language experts (90) and design experts (88.63) yield an average score of 89.32, indicating high suitability. Public response to the bilingual e-flip book is very positive, with 69.2% agreeing it is highly efficient for obtaining information about products and facilities at culinary tourism destinations, 65.4% finding the information very accurate, and 71.8% considering it highly practical for promotional purposes

    ANALISIS KUALITAS AIR SUMUR DANGKAL DENGAN FILTRASI SEDERHANA BERDASARKAN PARAMETER DO DAN DHL

    No full text
    Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, masyarakat pada umumnya cenderung menggunakan air tanah, yaitu dengan cara membuat sumur gali. Seperti halnya penduduk daerah Jalan Bantul KM 6,5 Desa Nyemengan Rt 04 Rw 25 Kec. Kasihan,  Bantul, Yogyakarta, sebagaian besar masyarakatnya mendapatkan sumber air dari sumur gali. Keadaan Airnya kurang mengguntungkan karena tidak memenuhi syarat-syarat kesehatan untuk keperluan rumah tangga. Untuk mengasilkan kadar DO dan DHL sesuai dengan syarat-syarat kesehatan dilakukan dengan proses aerasi dan filtrasi  dengan media pasir kwarsa dan pasir zeolit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jarak ketinggian air pada proses filtrasi dan aerasi terhadap analisis kadar DO dan DHL pada air sumur dangkal. Air baku diambil dari sumur dangkal salah seorang penduduk kemudian diuji dan dianalisis di Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan Dan Pemberantasan Penyakit Menular Yogyakarta di Jalan Wiyoro Lor, Baturetno, Banguntapan Bantul, Yogyakarta. Proses aerasi filtrasi dengan menggunakan media pasir kwarsa dan pasir zeolit dan dengan jarak ketinggian air yaitu 10 cm, 20 cm, 30 cm. Secara umum, proses aerasi filtrasi dengan media pasir kwarsa dan pasir zeolit sudah mampu meningkatkan kadar DO dan menurunkan kadar DHL pada jarak ketinggian air 30 cm. Nilai DO (outlet) pasir kwarsa = 4.5 mg/l dan nilai DHL (outlet) pasir kwarsa = 576 µmhos/cm. Nilai DO (outlet) pasir zeolit =5.4 dan nilai DHL (outlet) pasir zeolit = 322 µmhos/cm

    KINERJA TANAH LUNAK STABILISASI FLY ASH DENGAN PERKUATAN SERAT ALAMI SEBAGAI LAPIS PENUTUP LANDFILL

    No full text
    Penggunaan tanah lempung sebagai lapisan penutup pada sistem landfill menjadi pilihan alternatif yang banyak digunakan dihampir seluruh sistem landfill yang ada di Indonesia maupun di dunia.  Selain biaya pengadaan yang relatif murah ketersediaannya hampir  di seluruh wilayah Indonesia. Namun alternatif lapisan penutup landfill yang handal belum banyak dibahas dan diteliti. Telah banyak penelitian eksperimental tentang perkuatan tanah menggunakan serat alami maupun serat  sintetis. Penelitian sebelumnya oleh Azadegan, et.al. menunjukkan bahwa penambahan serat pada tanah tidak memperbaiki potensi pengembangan pada tanah, dimana semakin besar prosentase serat semakin besar terjadi perubahan volume tanah, tetapi penambahan serat dapat mengurangi potensi retakan pada tanah baik secara horisontal maupun vertikal, serta meningkatkan kuat tekan, modulus elastisitas dan regangan batas. Penelitian sebelumnya hanya mengevaluasi efek dari serat sintetis pada perilaku lempung, sehingga diperlukan penelitian mengenai cara meningkatkan kekuatan tanah lempung yang dikuti penurunan hidrolik konduktifitas pada tanah yang distabilisasi dengan serat alami. Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang suatu lapisan penutup yang ideal pada landfill yang distabilisasi dengan fly ash dan perkuatan serat alami (Palm Oil Fiber) . Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja tanah lempung  yang distabilisasi fly ash dan perkuatan serat alami (Palm Oil Fiber)   menunjukkan  terjadi peningkatan  yang besar terhadap nilai kuat tekan undrained (qu) tanah dan peningkatan tingkat kepadatan  tanah

    TUDI PARAMETER DAN PENGARUH PENGGUNAAN TIANG KAYU GALAM PADA TANAH LUNAK

    No full text
    Pelaksanaan konstruksi diatas tanah lunak menimbulkan beberapa masalah, yaitu tanah lunak memiliki daya dukung yang lemah dan memiliki tingkat kompresibilitas yang tinggi yang mengakibatkan penurunan yang besar, baik penurunan total maupun penurunan differensial. Kayu galam (melaleuca cajupati), material yang banyak digunakan sebagai bahan pendukung pelaksanaan konstruksi struktur, banyak digunakan di Kalimantan dan Sumatera. Sisa kayu galam tentu menjadi alternatif ekonomis yang digunakan sebagai bahan pondasi untuk mengatasi permasalahan daya dukung serta penurunan pada tanah lunak.  Studi parameter kayu galam dan tanah lunak dilakukan di Laboratorium untuk mengetahui sifat teknis kayu galam dan tanah lunak. Hasil parameter kayu galam dan tanah lunak, digunakan pada analisis pengaruh penggunaan tiang kayu galam pada tanah lunak.  Analisis menggunakan metode elemen hingga, program PLAXIS. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan tiang kayu galam meningkatkan daya dukung dan mengurangi penurunan secara signifikan

    173

    full texts

    6,430

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal Politeknik Negeri Samarinda
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇