E-Journal Politeknik Negeri Samarinda
Not a member yet
6430 research outputs found
Sort by
Assessment of Guinea-Bissau’s Pandemic Prevention, Preparedness, and Response Capacity
This report represents a
comprehensive assessment of Guinea-Bissau’s PPR
capacity conducted by the World Bank. The report details key
gaps and findings about Guinea-Bissau’s health system and
sets out priority recommendations to strengthen its PPR
capacity and health system resilience. Key findings are
grouped into five areas identified as most critical and in
urgent need of attention to prepare for future threats
IFC and the Netherlands, Partners in Private Sector Development
The Netherlands is amongst IFC’s
largest donors, with over 214 million contribution in the
last four years. The Netherlands is one of the few partners
that contributes to both IFC’s advisory services and IFC’s
blended finance facilities. The blended finance facilities
supported by the Netherlands include the Global SME
Financing Facility, the Private Sector Window of the Global
Agribusiness and Food Security Program, the MENA Private
Sector Development Facility, and the Prospects Partnership.
The Netherlands was one of the few partners who supported
the Global Trade Liquidity Program of IFC during the global
financial crisis. The Netherlands Development Finance
Company (FMO), the country’s entrepreneurial development
bank, is the third largest IFC syndications partner globally
with an active committed exposure of 847 million, mainly
through B-Loans. In 2009, FMO was one of the first three
signatories to the Master Cooperation Agreement and is the
only DFI eligible to participate in IFC’s B-loan program
Penerapan Cleanliness, Health, and Safety Environment (CHSE) Dalam Era New Normal Pada Homestay di Kampung Adat Segunung, Jombang
Pada masa new normal pasca pandemi covid-19, wisatawan cenderung memilih wisata minat khusus seperti wisata edukasi (edutourism) di agrowisata, tempat hiburan dan desa wisata. Desa wisata saat ini digemari oleh kalangan wisatawan dari berbagai usia terutama wisatawan yang menginginkan sesuatu yang baru serta mengubah cara pandang Masyarakat lokal tentang pariwisata khususnya wisata edukasi di Kampung Adat Segunung. Kondisi new normal membuat masyarakat turut serta berkontribusi membangun desa dan kehidupan sosial demi memenuhi kebutuhan hidup salah satu nya adalah mengelola industri homestay serta bagaimana cara nya wisatawan tetap aman dan sehat selama berwisata di desa wisata. CHSE merupakan protokol kesehatan bagi industri pariwisata yang konsep protokol tersebut bertujuan untuk memberikan rasa aman, nyaman dan sehat bagi wisatawan di homestay Kampung Adat Segunung.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan melakukan wawancara dengan tiga pemilik homestay dan satu tokoh desa yang menggunakan Teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa para pemilik/pengelola homestay belum sepenuhnya memahami dan menerapkan protokol CHSE. Dan juga masyarakat belum sepenuhnya memahami penerapan CHSE. Oleh karena itu, diperlukan sosialisasi dan pelatihan yang intensif dan berkelanjutan kepada masyarakat, khususnya para pemilik/pengelola homestay tentang pentingnya pelaksanaan CHSE
Pengaruh Elemen Ekowisata Sebagai Upaya Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan Terhadap Motivasi Berkunjung Di Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda
Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda adalah suatu taman untuk melestarikan flora dan fauna. Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda merupakan salah satu kawasan konservasi. Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda dapat dimanfaatkan sebagai tempat untuk melakukan penelitian maupun pengembangan, sarana pendidikan, ilmu pengetahuan, pariwisata alam dan rekreasi, dan sebagai pelestarian budaya. Ekowisata memiliki berbagai elemen penting menurut Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia, yaitu : 1) Pengalaman dan pendidikan yang diberikan kepada wisatawan untuk meningkatkan apresiasi dan pemahaman kepada destinasi yang dikunjungi; 2) Dampak negatif atas kerusakan karakteristik lingkungan dan kebudayaan menjadi lebih kecil; 3) Melibatkan masyarakat dalam manajemen dan pelaksanaannya 4) Memberikan keuntungan ekonomi, terutama bagi komunitas lokal sehingga kegiatan pariwisata alam harus menghasilkan keuntungan 5) Dapat tetap hidup dan berkelanjutan. Ekowisata memainkan peran penting dalam mendorong perjalanan wisata menjadi pengalaman yang menarik dan bermanfaat. Dalam hal ini, ekowisata dapat mempengaruhi keputusan wisatawan dan tingkat kepuasan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki bagaimana pengaruh Elemen Ekowisata sebagai upaya pengembangan pariwisata berkelanjutan terhadap Motivasi Berkunjung yang dilakukan pada Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda Bandung. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Deskriptif pada pendekatan Kuantitatif. Populasi yang digunakan merupakan wisatawan yang pernah mengunjungi Taman Hutan Raya Ir. H Djuanda dengan jumlah 98 responden. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh elemen ekowisata berpengaruh signifikan terhadap motivasi berkunjung
Potensi Kue Tradisional Bolu Kujo dan Kue Apem Mangkok sebagai Daya Tarik Wisata di Provinsi Bangka Belitung
Penelitian ini bertujuan untuk memperlihatkan potensi kue tradisional asal provinsi Bangka Belitung yaitu bolu kujo dan kue apem sebagai daya tarik wisata di provinsi Bangka Belitung. Jenis penelitian data ini adalah penelitian kualitatif. Hasil dari penelitian yaitu kue tradisional di daerah Provinsi Bangka Belitung banyak sekali, dimana salah satunya adalah bolu kujo dan kue apem. Daya tarik yang dikembangkan pada daerah tersebut adalah tempat wisata dan makanan yang ada pada daerah tersebut. Sehingga, adanya kemungkinan bolu kujo dan kue apem menjadi sebuah daya tarik wisatawan yang berkunjung ke daerah tersebut
Ragam Budaya dan Kekayaan Ekologi sebagai Potensi Pengembangan Wellness Tourism di Kalimantan Timur; Studi Kelembagaan Masyarakat Kutai Adat Lawas Sumping Layang Kedang Ipil Kutai Kartanegara.
Post-pandemic COVID-19 has highlighted wellness tourism as a promising niche in Indonesia, driven by increased health awareness and supported by initiatives like the CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability) Protocols. East Kalimantan, with its unique cultural and natural heritage, offers significant potential for wellness tourism development. This study evaluates the cultural richness, ecological assets, and opportunities for wellness experiences in East Kalimantan, emphasizing the role of community engagement in economic empowerment, cultural preservation, and environmental management.Using a qualitative approach with descriptive analysis, the research includes key informant interviews with cultural leaders of Kutai Adat Lawas Sumping Layang in Kedang Ipil, supplemented by direct observation and secondary data. Thematic analysis and data triangulation ensure validity and provide insights into the role of customary institutions in wellness tourism. The findings identify traditional practices, such as Belian Namang and Nutuk Beham, as unique wellness experiences. The ecological assets, including village and customary forests integral to local livelihoods, present holistic wellness opportunities. Customary community structures are crucial in preserving traditions and supporting wellness tourism as a sustainable product. The integration of cultural and ecological elements positions Kedang Ipil, Kutai Kartanegara, as a strategic site for wellness tourism, fostering sustainable development through cultural heritage and environmenta
PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH BATU BARA (FLY ASH) PADA TANAH LEMPUNG SANGAT LUNAK TERHADAP KUAT GESER TANAH
Tanah lempung sangat lunak dominan di wilayah Kalimantan Timur. Jenis tanah ini memiliki daya dukung yang rendah serta jangka waktu settlement yang tinggi dan lama. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa fly ash dapat digunakan sebagai stabilizer untuk meningkatkan karakteristik tanah lempung yang sangat lunak. Fokus penelitian ini adalah untuk memahami pengaruh penambahan fly ash terhadap sifat fisik dan mekanik tanah lempung yang sangat lunak. Untuk mencapai tujuan ini, berbagai campuran tanah disiapkan dengan memvariasikan kadar fly ash ditambahkan ke tanah sebagai berikut: 0%, 5%, 10%, 15%, 20% dan 25%. Tes Volumetrik-gravimetri dan geser langsung dilakukan pada campuran tanah tersebut. Hasil dari pengujian tanah asli dapat diklasifikasikan sebagai tanah lempung dengan plastisitas menengah (PI = 14% <17%) berdasarkan AASHTO. Juga, berdasarkan hasil uji geser nilai kohesi dan sudut geser internal 3,0 KPa dan 2,14o. Penambahan 15% dari fly ash dapat meningkatkan nilai kohesi menjadi 5 KPa, tetapi menurunkan nilai sudut geser menjadi 1,6
PERHITUNGAN STRUKTUR BANGUNAN SD MUHAMMADIYAH 1 SAMARINDA KALIMANTAN TIMUR
Tujuan dari penulisan tugas akhir ini adalah untuk menghitung elemen struktur meliputi pelat, balok, dan kolom gedung SD Muhammadiyah 1 Samarinda. Perhitungan struktur beton dimulai dengan menghitung pembebanan lalu dimasukkan ke dalam SAP 2000 v14 dan didapatkan gaya-gaya dalam berupa momen (M), gaya lintang (D) dan gaya normal (N). Kemudian dihitung menggunakan metode SNI 03-2847-2002 dan mengacu pada PPIUG 1983. Dari perhitungan tersebut didapatkan hasil momen kolom terbesar yaitu 49403,24 kg.cm dengan jumlah tulangan 6 Ø12, momen balok sebesar 1506087,32 kg.cm dengan jumlah tulangan lapangan 5 Ø12 dan tumpuan 8 Ø12 dengan jarak tulangan geser pada tumpuan Ø10 - 150 mm dan tulangan geser lapangan lapangan Ø12 - 300 mm. Pada pelat lantai didapat jarak tulangan arah x Ø12 - 150 mm, tulangan arah y Ø12 – 200 mm
PERHITUNGAN KAPASITAS DUKUNG BORED PILE PADA PEMBANGUNAN GEDUNG TEKNOLOGI INFORMASI POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghitung kapasitas dukung dari tiang bor menggunakan data Standart Penetration Test (SPT) dan data tanah dari hasil uji laboratorium. Perhitungan kapasitas dukung dari tiang bor dimulai dari perhitungan struktur atas kemudian menghitung kapasitas dukung dari tanah kepasiran. Metode perhitungan kapasitas dukung tiang bor menggunakan metode O’Neill and Reese dan AASHTO (1998) kemudian dihitung kapasitas dukung tiang kelompoknya. Berdasarkan kedua metode tersebut ternyata diperoleh hasil yang berbeda. Untuk menghitung kapasitas dukung tiang kelompok menggunakan nilai kapasitas tiang bor dari nilai terkritis dari hasil kedua metode tersebut. Berdasarkan metode O’Neill and Reese diperoleh kapasitas dukung tiang bor adalah 69,44 ton yang diperhitungkan sudah cukup aman menahan beban struktur di atasnya
PEMANFAATAN COAL ASH DAN LATERIT SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT HALUS TERHADAP KEKUATAN BETON
Beton merupakan bahan bangunan yang banyak digunakan dalam konstruksi pembangunan gedung dan perkerasan jalan. Salah satu material penyusun beton adalah agregat halus Agregat halus yang digunakan pada penelitian ini yaitu coal ash dan laterit. Dengan memanfaatkan limbah dari pengolahan batubara (coal ash) dan laterit yang telah dihancurkan menggunakan stone crusher sebagai pengganti salah satu material penyusun beton (agregat halus) dengan tujuan penelitian untuk menentukan kuat tekan, kuat tarik belah optimum beton campuran coal ash dan laterit serta membandingkan hasil tersebut terhadap kondisi normal (tanpa penggunaan coal ash dan laterit), beton campuran coal ash dan laterit ini dibuat dengan delapan silinder tiap campuran dengan semen : 5.07 kg , coal ash : 2.37 kg , air : 3.02 kg , pasir laterit : 7.95 kg , batu palu ½ 10.65 kg, dengan perbandingan tersebut, beton campuran coal ash dan laterit mampu mencapai 25.80 MPa pada umur 28 hari dan mampu mencapai kuat tekan yang direncanakan fc’ 25 MPa, maka beton campuran coal ash dan laterit dapat digunakan sebagai bahan pengganti agregat halus dengan persentase agregat kasar batu palu ½ 50% , coal ash 12.5% , dan laterit 37.5%