E-Journal Politeknik Negeri Samarinda
Not a member yet
6430 research outputs found
Sort by
Manajemen Pengunjung dan Daya Dukung Pariwisata Pada Situs Petirtaan Jolotundo Mojokerto
Visitor management is a key component of tourism destination management, particularly in ensuring environmental sustainability and cultural preservation at Petirtaan Jolotundo, a heritage site of significant historical value. This qualitative descriptive study examines site managers' efforts to implement visitor management, identifies the challenges encountered and the solutions developed, and determines the site's carrying capacity as a basis for regulating tourist flows. Based on observations, stakeholder interviews, and carrying capacity analysis, the study found that managers have improved various supporting facilities, including rest areas, gazebos, toilets, parking spaces, and food stalls, and have also maintained the heritage structures routinely. A 24-hour operational system has also been adopted to accommodate community rituals that occur at specific times, ensuring that cultural practices continue smoothly. However, several obstacles remain, such as the absence of trained local guides, limited diversification of complementary attractions, and a low level of understanding of sustainable tourism principles among the community and visitors. To reduce pressure on the core heritage zone, the study recommends restricting visitor numbers—especially in the main pool—implementing a zoning concept to separate entry and exit routes, and better regulating visitor movement. Carrying capacity analysis indicates that the physical capacity is 286 visitors per day, the real capacity is 101 visitors per day, and the practical capacity is only 38 visitors per day. These findings highlight the need for more precise and targeted visitor management strategies to ensure the long-term sustainability of Petirtaan Jolotundo as a cultural tourism destination
Pelatihan Kewirausahaan Melalui Pembuatan Empek-Empek Bagi Perempuan Sebagai Pelaku Industri Kreatif
Perempuan merupakan kelompok penggerak ekonomi. Bahkan saat ini banyak diantara mereka menjadi tulang punggung keluarganya. Mereka menjadi sumber keuangan yang mempunyai kewajiban untuk menafkahi keluarganya. Tingkat pendidikan, jumlah anak, dan keterampilan minim adalah permasalahan yang dialami oleh sebagian dari perempuan Indonesia untuk memiliki pekerjaan dan menghasilkan keuntungan finansial. Agar dapat memiliki peran secara ekonomi, perempuan seharusnya memiliki pengetahuan dan pemahaman cara berwirausaha. Tujuan dari kegiatan Pengabdian Masyarakat ini adalah memberikan pelatihan kewirausahaan bagi perempuan khususnya ibu – ibu rumah tangga melalui pembuatan empek – empek, perhitungan biaya produksi, pengemasan empek - empek, dan pemasaran produk. Metode yang digunakan adalah ceramah kemudian mempraktekkan cara membuat empek – empek dan cuko. Pembuatan empek – empek dimulai dengan pemilihan ikan, bahan yang digunakan, teknik pembuatan, teknik perhitungan biaya produk, dan teknik memasarkan produk. Hasil kegiatan pengabdian ini adalah ibu – ibu rumah tangga memahami cara berwirausaha empek – empek, menghitung biaya produksi, hingga teknik memasarkan produk. Terlaksananya pengabdian masyarakat ini diharapkan peserta pelatihan dapat memiliki industri rumah tangga yang dapat menjadi sumber pendapatan mereka.
 
Implementasi Aplikasi Siapik Dalam Menunjang Kegiatan Laporan Keuangan Pada Masjid Al-Ikhlas Perumnas 3 Waena Jayapura
Pengelolaan administrasi dan keuangan yang transparan dan akuntabel merupakan aspek penting dalam tata kelola lembaga keagamaan, termasuk masjid. Aplikasi SIAPIK (Sistem Informasi Administrasi dan Pelaporan Instansi Keagamaan) hadir sebagai solusi digital yang mendukung pengelolaan tersebut secara lebih efisien dan terstruktur. Penelitian/penggunaan ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi aplikasi SIAPIK dalam manajemen administrasi dan keuangan masjid, serta dampaknya terhadap transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi jamaah. Metode yang digunakan meliputi observasi langsung, wawancara dengan pengurus masjid, dan studi dokumentasi penggunaan aplikasi. Hasil menunjukkan bahwa SIAPIK mempermudah pencatatan pemasukan dan pengeluaran, penyusunan laporan keuangan, serta pelaporan kegiatan secara sistematis. Selain itu, aplikasi ini meningkatkan kepercayaan jamaah melalui keterbukaan informasi dan akses data secara real-time. Kendala yang dihadapi antara lain terkait literasi digital pengurus serta ketersediaan perangkat teknologi pendukung. Dengan demikian, SIAPIK merupakan inovasi yang relevan dalam digitalisasi tata kelola masjid, meskipun memerlukan pendampingan teknis untuk optimalisasi penggunaannya
Penguatan Pelayanan Pendidikan Inklusif melalui Kegiatan Komunitas Belajar Program Sekolah Penggerak Jenjang TK/PAUD
Jenjang TK/PAUD merupakan awal mulanya peserta didik untuk mengenyam pendidikan. Tantangan untuk guru-guru TK/PAUD muncul ketika peserta didik yang masuk sekolah pada jenjang tersebut memiliki latar belakang inklusif. Hal ini dapat diketahui langsung ketika berdiskusi dengan orang tua/wali sembari melihat hasil catatan/riwayat medis maupun konseling dengan psikiater. Ataupun dapat dilakukan pengamatan atau observasi langsung ketika kegiatan belajar-mengajar di kelas dilakukan secara rutin. Guru-guru perlu memiliki pengetahuan dan bekal yang cukup untuk melaksanakan pendidikan inklusif ketika menghadapi perserta didik dengan latar belakang tersebut. Hal ini diperkuat berdasarkan analisis kebutuhan awal ketika melakukan diskusi dengan tim guru-guru yang berasal dari sekolah penggerak. Mereka mengatakan bahwa perlu adanya penguatan dalam pelayanan pendidikan inklusif untuk peserta didik, sehingga harapannya guru-guru menjadi lebih tahu dan dapat melakukan pelayanan pendidikan dengan baik dan benar. Guru-guru yang tergabung dalam sekolah penggerak sering melakukan kegiatan komunitas belajar antar sekolah penggerak sebagai wadah untuk saling sharing dan berdiskusi akan suatu permasalahan ataupun tantangan yang dihadapi termasuk dalam pelayanan pendidikan inklusif ini. Diharapkan dengan adanya penguatan pelayanan pendidikan inklusif ini guru-guru yang tergabung dalam komunitas belajar sekolah pengegrak dapat lebih mudah dan terampil menangani peserta didik dari kalangan inklusi pada saat kegiatan belajar-mengajar di kelas
Implementasi Papan Edukasi Sampah sebagai Strategi Sosialisasi Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat
Permasalahan pengelolaan sampah masih menjadi isu krusial di berbagai wilayah, termasuk di tingkat pedesaan yang memiliki keterbatasan fasilitas. Upaya sosialisasi yang efektif diperlukan agar masyarakat mampu memahami, menginternalisasi, dan mengimplementasikan perilaku pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi papan edukasi sampah sebagai media alternatif dalam strategi sosialisasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Desa Drajat, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro. Metode penelitian yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), yang melibatkan masyarakat secara aktif mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa papan edukasi berperan sebagai sarana informasi visual yang mudah diakses, mampu meningkatkan pengetahuan dasar warga mengenai pemilahan sampah organik dan anorganik, serta mendorong keterlibatan aktif dalam kegiatan pengelolaan sampah kolektif. Selain itu, media ini memperkuat interaksi sosial karena ditempatkan di ruang publik yang strategis. Faktor pendukung keberhasilan meliputi keterlibatan komunitas lokal, dukungan aparat desa, serta keberlanjutan program melalui integrasi dengan kegiatan lingkungan lainnya. Implementasi papan edukasi sampah berbasis PAR di Desa Drajat terbukti efektif sebagai strategi sosialisasi sederhana, murah, dan berdaya guna untuk membangun kesadaran lingkungan serta memperkuat gerakan pengelolaan sampah berbasis masyaraka
Perencanaan Investasi Syariah Bagi Guru dan Murid SMK Negeri 4 Samarinda
Investments can help achieve financial goals, prepare for the future, increase passive income, increase financial value, and can increase financial knowledge. Sharia financial planning and investment are important because they can help someone maintain financial security, reduce financial risks, achieve long-term financial goals, and gain financial blessings. Public understanding of sharia investment is still a challenge. For example, students as the young generation who will be the nation's successors have an important role in developing and implementing sharia investment concepts in the future. However, financial literacy which includes sharia investment has not been the main focus in the formal education curriculum in schools. This community service activity is intended to provide partners with an understanding of the important role of planning sharia investments. It is hoped that after participating in service activities, participants will have a better understanding of sharia investmen
Optimalisasi Layanan Inseminasi Buatan melalui Pembuatan Sistem Informasi Peternakan Berbasis Android pada Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Kerinci
Inseminasi buatan (IB) merupakan teknologi penting dalam upaya peningkatan populasi dan mutu genetik ternak di Indonesia. Namun, implementasi program IB masih menghadapi tantangan serius di tingkat lapangan, terutama dalam pencatatan manual, keterlambatan pelaporan, dan rendahnya akurasi data. Untuk mengatasi persoalan tersebut, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mengembangkan dan mengimplementasikan aplikasi monitoring IB berbasis Android yang mampu mendukung sistem pencatatan, pelaporan, dan pemantauan secara real-time, sekaligus meningkatkan kapasitas digital petugas dan peternak. Pengembangan sistem informasi peternakan berbasis Android untuk: (1) meningkatkan efisiensi pencatatan dan pelaporan IB, (2) mempermudah pemantauan real-time, dan (3) meningkatkan kapasitas petugas melalui pelatihan digital. Program ini sejalan dengan target SDGs poin 9 tentang inovasi infrastruktur. Metode pelaksanaan ada tiga tahap: (1) persiapan melalui FGD dan analisis dokumen, (2) pengembangan aplikasi berbasis Agile dengan fitur input data, laporan otomatis, serta (3) pelatihan pengguna aplikasi. Aplikasi dibangun dengan arsitektur tiga lapis (Kotlin, Firebase Realtime Database, dan web dashboard), diuji coba pada petugas IB di Kabupaten Kerinci. Temuan menunjukkan peningkatan signifikan: (1) efisiensi pelaporan naik 58% dengan waktu input berkurang dari 45 menit ke 7 menit per kasus, (2) akurasi data mencapai 98,5% (sebelumnya 68%), dan (3) adopsi teknologi oleh 80% petugas dalam 2 bulan dan waktu pelacakan riwayat IB dari 2 hari menjadi 2 menit. Integrasi teknologi digital melalui aplikasi IB berbasis Android secara signifikan meningkatkan kinerja layanan inseminasi buatan. Model ini direkomendasikan untuk direplikasi di wilayah lain dan dikembangkan lebih lanjut menuju integrasi sistem informasi peternakan nasional yang adaptif dan berbasis data real-time
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGUNGKAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) PADA PERUSAHAAN PERTAMBANGAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2021-2024
This research aims to determine the influence of Company Growth, Company Size, Profitability, Leverage, Independent Commissioner and Audit Committee on Corporate Social Responsibility (CSR) disclosure in Mining companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2021-2024. The type of research used is quantitative. With secondary data obtained from the IDX website and the official website of each company. The data used are audited annual reports and sustainability reports from 2021-2024. The data analysis technique used is multiple linear regression. The result of this study indicate that partially Company size and Profitability have a positive and significant effect on CSR Disclosure, Company Growth and Leverage have a negative and significant effect on CSR Disclosure, Independent Commissioners and Audit Committee have a negative and significant effect on CSR Disclosure
DESAIN PAPAN LABIRIN UNTUK PENGENALAN PANCASILA BAGI ANAK USIA DINI
Pancasila merupakan dasar negara yang menjadi pedoman hidup berbangsa dan bernegara di Indonesia. Pengenalan Pancasila perlu dilakukan sejak dini sebagai dasar pembentukan karakter. Tantangan dalam mengenalkan Pancasila kepada anak anak antara lain minimnya metode edukasi yang inovatif dan relevan dengan perkembangan zaman. Salah satu bentuk media adalah alat peraga edukasi dalam bentuk permainan. Karena sasarannya adalah anak usia dini, yang sebagian besar aktifitasnya diisi dengan bermain. Sehingga sambil bermain, bisa sambil belajar. Permainan yang digunakan dalam bentuk labirin, anak anak akan mencocokkan bunyi sila dan gambar sila dalam jalur labirinnya. Dalam mendesain produk ini menggunakan proses desain dari V-Noed Goel. Dengan langkah langkah dimulai preliminary desain untuk mendata kebutuhan, proses desain berupa langkah langkah dalam mendesain, dan desain akhir berupa wujud hasil akhir yang diwujudkan dalam produk jadi. Hasil dari perancangan ini adalah alat peraga pengenalan Pancasila untuk anak anak dengan sistem labirin. Material menggunakan kayu, dengan sistem sederhana sehingga bisa dproduksi dengan peralatan sederhana yang ada di sekitar kita
REDESAIN SARANA NIAGA PENJUALAN FROZEN FOOD
This study aims to redesign the frozen food sales outlets in Surabaya to improve efficiency, function, and buyer appeal. The problems identified include limited storage space, difficulty in mobility, and unattractive product layout. The research data used in this study used a mix method, which included interviews, questionnaires, documentation, literature data such as journals and websites, field observations on frozen food sales activities by sellers, then the data was analyzed by researchers using needs analysis to find out how sellers need to fulfill their sales processes. Case studies were conducted on two sources, namely Shita Frozen Food and Fressh Frozen in Surabaya, to understand the specific needs in carrying out sales activities. The results of the analysis showed that the current commercial facilities were inadequate in terms of storage capacity, ease of use, and effectiveness of product layout. The proposed redesign includes the use of lightweight but sturdy materials, the application of knockdown and portable systems to facilitate mobility, and a more attractive display design. Based on the analyzed data, it can be concluded that the commercial facilities can carry 4 styrofoam which can accommodate 140 packs of frozen food, 2 baskets, 1 seller chair. And the trading facilities have dimensions of length: 156 cm width: 104 cm height: 200 cm. This design is expected to provide functional and aesthetic solutions that support the operational activities of frozen food traders while improving the consumer shopping experience