Roma Jurnal STKIP PGRI Sumenep
Not a member yet
313 research outputs found
Sort by
THE ROLE OF PANCASILA IN FIGHTING RADICALISM AND SEPARATISM
The phenomenon of the development of radicalism and separatism in society or understanding or ideology shows the potential for the disintegration of Pancasila. Pancasila as the source of values and the basis of the state cannot fully carry out its role in overcoming the problem of radicalism and separatism that is widespread among the people. Internal and external factors play an important role in the emergence of radicalism and separatism which leads to terrorism and the division of society. It is important to find the right way to qualify the criteria and values of Pancasila. The research method uses critical research methods and social phenomenology. The sources of information used in this study come from news, scientific journals and research from several related experts.The results showed that the efforts of the Pancasila method to overcome the problem of radicalism and separatism in Indonesia are very important and necessary for the state and society. Pancasila must be a value system and state system that must be strengthened through the establishment of standard criteria and value propositions that can be recognized at all levels of society
POLA DAN FUNGSI FRASA EKSOSENTRIS DALAM BAHASA INDONESIA
Discussions about exocentric phrases in Indonesian are still rare. This statement proven by based on the little discussion in syntax science, both in the form of books and journals which discuss in detail about exocentric phrases in Indonesian. This study will describe in detail the exocentric phrases based on the conjunction elements, both the conjunction elements in the form of prepositions in directive exocentric phrases, and the conjunction elements in the form of articula in non-directive exocentric phrases. This study will also explain the syntactic function of exocentric phrases. This research is a qualitative descriptive study. The data found in the newspapers Media Indonesia, Republika, and Bisnis Indonesia in 2022 were analyzed and concluded by using inductive techniques. Exocentric phrase patterns in Indonesian are P + FN, P + N, P + V, P + P, FP + Pron, P + Pron, P + Num, Adj + P, N + P, P + Adv, Art + N , Art + FN, Art + Adj, and Art + V. Meanwhile, based on its syntactic function, exocentric phrases can occupy syntactic functions as subjects, objects, complements, adverbs, and conjunctions in a sentence in Indonesian.Pembahasan mengenai frasa eksosentris di dalam bahasa Indonesia masih jarang dilakukan. Hal ini terbukti dari sedikitnya kajian ilmu sintaksis, baik dalam bentuk buku maupun jurnal yang membahas secara detail mengenai frasa eksosentris di dalam bahasa Indonesia. Penelitian ini akan menguraikan secara detail mengenai frasa eksosentris berdasarkan unsur perangkainya, baik unsur perangkai berupa preposisi dalam frasa eksosentris direktif, maupun unsur perangkai berupa artikula dalam frasa eksosentris nondirektif. Penelitian ini juga akan mejelaskan mengenai fungsi sintaksis dari frasa eksosentris. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data yang ditemukan pada surat kabar Media Indonesia, Republika, dan Bisnis Indonesia tahun 2022 dianalisis dan disimpulkan dengan teknik induktif. Pola frasa eksosentris dalam bahasa Indonesia adalah P + FN, P + N, P + V, P + P, FP + Pron, P + Pron, P + Num, Adj + P, N + P, P + Adv, Art + N, Art + FN, Art + Adj, dan Art + V. Sementara itu, jika dilihat berdasarkan fungsi sintaksisnya, frasa eksosentris dapat menduduki fungsi sintaksis sebagai subjek, objek, pelengkap, keterangan, dan konjungsi di dalam sebuah kalimat dalam bahasa Indonesia
PENGGUNAAN MEDIA POSTER DALAM LAYANAN BIMBINGAN KONSELING UNTUK MEMBANTU PESERTA DIDIK MERENCANAKAN KARIR
The purpose of this study is to reach the truth of the research data from the title Use of poster media to help students plan their careers. The method used is descriptive qualitative method sourced from secondary data in the form of literature studies. In this study, the use of website-based poster media to support a counseling guidance teacher helps provide information services to students regarding career choices after graduating from high school. In addition, technological developments can also help students improve career planning and maturity, if used properly. Media itself is one of the learning media that can be a source of learning in instructional activities. One of the media that can be used by the counsellor\u27s guidance teacher for giving lessons is a website-based poster media. The selection of poster media as a career guidance service media here is one of the reasons because posters can attract readers by producing interesting pictures and writings
Efektivitas Pembelajaran Metode Cooperative Script Terhadap Hasil Belajar Matematika
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar manakah yang lebih efektif bagi siswa kelas VII SMPN 3 Ngawi antara pembelajaran menggunakan metode cooperative script atau pembelajaran matematika secara langsung. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain posttest-only control design dan quasi-experimental design. Subyek penelitian adalah siswa kelas VII SMPN 3 Ngawi. Sampel penelitian meliputi 1 kelas eksperimen metode Cooperative Script VII A dengan jumlah 30 siswa dan 1 kelas kontrol VII D dengan jumlah 30 siswa. Teknik pengumpulan data untuk penelitian ini berupa tes. Teknik analisis data dengan komputasi statistik adalah data yang dapat diukur dan dilihat korelasinya. Uji statistik yang digunakan adalah uji-t (Hipotesis t-Test: Two-Sample Assuming Equal Variances). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bawa pembelajaran dengan metode Cooperative Script lebih efektif dari pada menggunakan pembelajaran langsung pada proses pembelajaran matematika. 
Hubungan Kecerdasan Logis dan Literasi Matematis Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa SMPN 2 Arjasa
Tujuan peneilitian mencari tahu ada tidaknya hubungan (1) Literasi Matematis terhadap hasil belajar matematika , (2) Kecerdasan Logis Matematis Terhadap Hasil Belajar matematika, dan (3) Literasi Matematis dan Kecerdasan Logis Matematis Terhadap Hasil Belajar Siswa kelas VIII. Metode: menggunakan pendekatan korelasional jenis asosiatif dengan desain penelitian ex-post facto, populasi kelas VIII A,B, dan C namun Sampel yang terpilih kelas VIII-C karena menggunakan Simple Random Sampling, instrument penelitian menggunakan tes, untuk uji hipotesis menggunkan uji regresi sederhana dan uji korelasi berganda. Hasil didapatkan (1) Ada hubungan yang positif antara Literasi Matemtis Terhadap Hasil Belajar Matematika dengan hubungan (R) sebesar 0,911 . (2) Ada hubungan yang positif antara Kecerdasan Logis Matematis terhadap Hasil Belajar Matematika dengan korelasi/hubungan (R) sebesar 0,876, dan (3) Ada hubungan yang positif antara Literasi Matemtis dan Kecerdasan Logis Matematis terhadap Hasil Belajar Matematika dengan korelasi/hubungan (R) sebesar 0,914
THE CONCEPT OF COUNTRY AND LEADERSHIP IN ISLAMIC POLITICAL PHILOSOPHY OF IBN TAIMIYAH
The caliphate discourse promoted by several groups of Islamic fundamentalist movements is no longer able to fulfill the goals of government in Islam. Ibn Taimiyah finally promised an Islamic political theory which was expected to be able to cover the shortcomings and limitations of the caliphate theory by referring to the classical caliphate theory. Ibn Taimiyah\u27s political theory is contained in one of his works entitled al-Siyasah al-Syar\u27iyah fi islah al-Ra\u27i wa al-Ra\u27iah (Politics Based on Sharia for the Improvement of Returners and Shepherds). The existence of the historical background of the Khulafa al-Rasyidin\u27s caliphate is nothing more than an accident, not an example of political life. Even the life of the Prophet is not seen as a basis for government that needs to be adopted in a particular political system of government, it is nothing more than a sui generis institution, not as a basis for Islamic politics. Ibn Taimiyah\u27s rejection of historical practice as the basis of political philosophy, then Ibn Taimiyah avoided the mistake of assessing existing political power as power that was legalized by the shadow of the caliph, as was found in the characteristics of previous political theories of thought.
PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL UNTUK PEMBELAJARAN
Penelitian ini menemukan bahwa pemanfaatan media sosial pada proses pembelajaran berada dalam pengawasan dan pengarahan dari guru. Apabila sudah di luar jam sekolah, siswa mengalami kesusahan atau siswa menemui kesulitan maka mereka bisa dengan langsung melakukan komunikasi melalui media sosial untuk bertanya atau berdiskusi dengan teman atau dengan gurunya di grub kelas. Pemanfaatan media sosial juga memberikan pengaruh positif pada prestasi belajar siswa. Indikasinya tampak dari kondisi siswa yang menjadi lebih bersemangat dalam belajar karena siswa banyak yang minat dengan media sosial. Dengan cara itu, guru tengah melakukan edukasi kepada siswa untuk menggunakan sosial media secara baik dan bijak. Inilah salah satu bentuk sosialisasi literasi media sosial yang dilakukan guru untuk siswa
PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN BIPA DARING PADA MASA PANDEMI
The covid-19 pandemic makes BIPA learning cannot be done face-to-face as usual. Now BIPA learning is carried out online to facilitate learning and teaching activities so that they can continue during the Covid-19 pandemic as it is now. Such sudden changes often lead to obstacles in BIPA learning, such as the emergence of anxiety in BIPA students. The purpose of writing this research is to describe students\u27 problems in online learning BIPA and find the right learning strategies. The method in this research uses a literature study. The results of this study found that several problems or problems resulted in a decrease in the learning motivation of BIPA students in online learning due to technical obstacles such as internet disturbances, learning methods that tend to be monotonous, and learning that is not done face-to-face and only stares at the laptop screen or computer screen, cell phones make them feel bored
Pada pandemi Covid-19 membuat pembelajaran BIPA tidak bisa dilakukan secara tatap muka seperti biasanya. Kini pembelajaran BIPA dilaksanakan secara daring untuk memudahkan kegiatan belajar dan mengajar agar tetap dapat berlangsung pada masa pandemi Covid-19 seperti sekarang. Perubahan yang begitu tiba-tiba tersebut tak jarang memunculkan kendala-kendala dalam pembelajaran BIPA seperti munculnya kecemasan pada pemelajar BIPA. Tujuan dari Penulisan penelitian ini adalah untuk memaparkan problematika pemelajar dalam pembelajaran daring BIPA dan menemukan strategi pembelajaran yang tepat pada pembelajaran daring. Metode pada penelitian ini dilakukan dengan studi pustaka. Hasil dari penelitian ini adalah ditemukan adanya beberapa problematika yang mengakibatkan penurunan motivasi belajar dari para pemelajar BIPA pada pembelajaran daring yaitu karena adanya kendala teknis seperti gangguan internet, metode pembelajaran yang cenderung monoton serta pembelajaran yang tidak dilakukan secara tatap muka dan hanya menatap layar laptop atau ponsel membuat mereka merasa jenuh.
Pengaruh Metode Hanifida Terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Peserta Didik Pada Pembelajaran Eksponensial
Hal terpenting dalam menunjang keberhasilan pembelajaran ialah dengan adanya inovasi. Inovasi tersebut bisa berasal dari pemilihan metode dalam pembelajaran, salah satunya dengan menggunakan metode hanifida. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode hanifida terhadap kemampuan komunikasi matematis peserta didik pada pembelajaran eksponensial. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif. Sampel penelitian terdiri dari 44 siswa kelas X IPA MA At-Taufiqiyah Aengbajaraja Bluto Sumenep. Teknik pemilihan sampel menggunakan teknik random sampling. Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah berupa hasil pre-test dan post-test yang dianalisis menggunakan uji regresi linear dengan bantuan SPSS. Hasil menunjukkan bahwa nilai maksimum pada test preetest berada dikategori sedang yaitu 69 dengan rata-rata nilai 47,75 sedangkan nilai maksimum pada test posttest berada dikategori tinggi yaitu 87 dan nilai rata-rata 67,77. Metode hanifida ini berpengaruh positif terhadap kemampuan komunikasi matematis peserta didik sebesar 26,3%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kemampuan komunikasi matematis peserta didik yang menggunakan metode hanifida lebih tinggi dibandingkan kemampuan komunikasi matematis peserta didik yang menggunakan metode konvensional
Kajian Konsep, Ekpresi, dan Dampak Hedonisme Remaja pada Web Series “Little Mom” (Kajian Semiotik Saussure)
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan gaya hidup hedonisme pada tokoh-tokoh remaja web series “Little Mom”. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan metode kualitiatif. Teknik pengumpulan data menggunakan studi dokumen. Teknik analisis data dengan menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan simpulan. Teori semiotik Saussure digunakan untuk meneliti gaya hidup hedonisme. Hasil penelitian ini menujukan pada bagaimana gaya hidup hedonisme yang dilakukan tohoh remaja pada web series “Little Mom” hedonisme. Gaya hidup hedonisme pada tokoh-tokoh web series “Little Mom” berperilaku konsumtif yang mengeluarkan uang untuk membeli sesuatu tanpa memikirkan kegunaannya. Gaya hidup hedonisme mengarah pada kerusakan moral, karena mereka sibuk memikirkan kesenangan tanpa memikirkan orang lain.
Kata kunci : Hedonisme, web series, semiotik Saussure
Abstract
This study aims to uncover the lifestyle of hedonism in the teenage characters of the web series “Litte Mom”. This research is a type of descriptive research with qualitative methods. Data collection techniques using document studies. Data analysis techniques used data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Saussures semiotic theory is used to examine hedonism. The results of this study show how the lifestyle hedonisme in teenage characters of the web series “Little Mom”. The lifestyle of hedonisme in the teenage character ncluding consumptive behavior that is to spend money to buy goods without seeing the value of the using. Hedonisme leads to moral damage, because who are too busy pursuing pleasure to make them less sensitive to others,
Kata kunci : Hedonism, web series, Saussure’s semiotic