Innovatio: Journal for Religious Innovation Studies
Not a member yet
137 research outputs found
Sort by
The Use of Role-Play to Improve Speaking Ability at MTs Samarinda: The Use of Role-Play
Abstract: The preliminary study in teaching speaking at MTs AlMuna Samarinda was not satisfied; the students were reluctant to speak English, were shy and not confident to express ideas orally, and were afraid of being ridiculed by their friends. Their speaking skills' average score was 63.06, and it was below the minimum passing grade, that is, 70. This study tried to improve the students' ability to speak through role-play. The action research was carried out in two stages. The instruments of the study are observation, documentation, and speaking test. The findings of the study show that role-play could improve the students' speaking ability. It was proven by improving their speaking skill, from 63.06 in the preliminary study up to 76.6 in cycle II.
Abstrak: Hasil studi pendahuluan dalam pembelajaran speaking di MTs AlMuna Samarinda tidak memuaskan; siswa enggan berbicara bahasa Inggris, mereka malu-malu dan tidak percaya diri untuk mengungkapkan ide secara lisan, dan mereka takut ditertawakan oleh teman-temannya. Nilai rata-rata keterampilan berbicara siswa adalah 63,06 dan berada di bawah nilai kelulusan minimal yaitu 70. Penelitian ini berusaha untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa melalui permainan peran. Penelitian tindakan ini dilakukan dalam dua siklus. Instrumen penelitian adalah observasi, dokumentasi, dan tes berbicara. Temuan penelitian menunjukkan bahwa permainan peran dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa. Hal itu dibuktikan dengan peningkatan kemampuan berbicara mereka dari 63,06 pada pembelajaran pendahuluan menjadi 76,6 pada siklus II.
Kata-kata kunci: speaking, ELT, bermain pera
The Socio-Historical Criticism Toward Sunnah and Ijma' In Fazlur Rahman Perspective
Sunnah and Ijma' are among the two propositions of Islamic law used by all schools of Sunni, which by Fazlur Rahman as a neo-modernist gives both specific concepts, and he succeeded in answering orientalists’ criticisms regarding the existence and strengths. This study uses a qualitative approach with descriptive analysis, and includes library research type. The analysis technique used is descriptive technique. The results of this study show that Fazlur Rahman recognizes the Sunnah and Ijma’ as the postulates of Islamic law, and he also describes them based on social and historical conditions critically, and refutes all criticisms and doubts of the orientalists, with the arguments can be proven by facts, data, and spectacular. This shows that the Sunnah and Ijma’ in Fazlur Rahman's view are the same as the previous classical scholars, and he is even able to describe them in a socio-historical and historical-critical frame.
Abstrak: Sunnah dan Ijma’ merupakan diantara dua dalil hukum Islam yang digunakan oleh semua mazhab Sunni, yang oleh Fazlur Rahman sebagai seorang neo-modernis memberikan konsep keduanya yang spesifik, dan ia berhasil menjawab kritikan-kritikan para orientalis mengenai eksistensi dan kekuatan keduanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif analisis, dan termasuk jenis penelitian kepustakaan. Teknik analisis yang digunakan adalah Teknik deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Fazlur Rahman mengakui Sunnah dan Ijma sebagai dalil hukum Islam, dan ia juga memaparkan keduanya berdasarkan kondisi sosial dan historis secara kritis, serta membantah semua kritikan dan keraguan para orientalis, dengan argumen-argumen yang dapat dibuktikan dengan fakta, data, dan spektakuler. Hal ini menunjukkan bahwa Sunnah dan Ijma dalam pandangan Fazlur Rahman sama dengan para ulama klasik terdahulu, dan bahkan ia mampu menguraikan keduanya dalam bingkai sosio-historis dan kritik-historis.
Kata-kata kunci: sunnah, ijma’, Fazlur Rahma
Revitalizing Local Wisdom in Committing Radicalism in Aceh
Local wisdom is known as a cultural asset that develops in an area, all policies and customs that play a role in Aceh will become a culture that is respected and appreciated in Aceh. In its development, local wisdom is very influential in protecting people's thoughts, including the seeds of radicalism. The existence of radicalism in Aceh was most evident during the conflict between the Republic of Indonesia and the separatist movement in Aceh. After the peace period of the MOU Helsingki took place, radicalism in Aceh did not occur openly. Only ripples of thought trying to incite from within the disapproval of the current government. You could say, the turmoil arose because of the influence of political color, where the current population of Aceh is quantitatively more inclined to the failed presidential candidate. The problem raised in this study is how to revitalize the values of Aceh's local wisdom which are threatened with fading due to the globalization of foreign cultures. This research design uses qualitative with reference sources based on literature and field studies. The analysis technique is descriptive. The findings of this study are that local wisdom is ideal in countering the existence of radicalism in Aceh through the media meuseumeuraya, tengku authorities, implementing the values of ‘hadih madja’, sub-district da'i programs, and so on. In conclusion, strengthening local wisdom in Aceh is very urgent because the character of the Acehnese people respects traditional values and authority more than the government authority.
Abstrak: Kearifan lokal dikenal sebagai aset budaya yang berkembang di suatu daerah, semua kebijakan dan kebiasaan yang memainkan peran keacehan akan menjadi suatu kultur yang dihormati dan dihargai di Aceh. Pada perkembangannya kearifan lokal sangat berpengaruh dalam memproteksi pemikiran masyarakat termasuk bibit-bibit radikalisme. Eksistensi radikalisme di Aceh paling kentara terjadi pada masa konflik antara NKRI dan gerakan sparatis di Aceh. Setelah masa damai MOU Helsingki terjadi, radikalisme di Aceh tidak terjadi secara terbuka. Hanya riak-riak pemikiran yang mencoba menghasut dari dalam tentang ketidaksetujuan terhadap pemerintahan saat ini. Bisa dibilang, gejolak itu muncul karena pengaruh warna politik yang mana saat ini penduduk Aceh secara kuantitas lebih condong pada calon Presiden yang gagal terpilih. Adapun masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana merevitalisasikan nilai-nilai kearifan lokal Aceh yang terancam pudar akibat serangan globalisasi budaya luar. Design penelitian ini menggunakan kualitatif dengan sumber referensi berbasis kajian pustaka dan lapangan. Teknik analisis berupa deskriptif. Temuan dari penelitian ini adalah kearifan lokal sangat ideal dalam menangkal eksistensi radikalisme di Aceh melalui media meuseumeuraya, otoritas tengku,implementasi nilai hadih madja, program da’i kecamatan dan lain sebagainya. Kesimpulannya, penguatan kearifan lokal di Aceh sangat urgen karena karakter masyarakat Aceh lebih menghormati nilai dan otoritas adat dibanding otoritas pemerintah.
Kata-kata kunci: revitalisasi, kearifan lokal, radikalism
Visionary Leadership in Madrasah's Head Education Quality Development (Study at Madrasah Ibtidaiyah Al-Abrar, Makassar City): Visionary Leadership
Abstract: The goals of this study are to; 1) analyze Madrasah principals' innovative leadership strategies in improving the quality of education at Madrasah Ibtidaiyah Al-Abrar Makassar City and 2) assess the efficacy of Madrasah principals' visionary leadership in developing the quality of education at Madrasah Ibtidaiyah Al-Abrar Makassar City. This type of research is descriptive qualitative research. Sources of research data are the principal, the head of the foundation and the Ibtidaiyah Al-Abrar teachers in Makassar City. Data collection techniques are carried out through observation, interviews, and documentation. The approach taken is phenomenological. The data analysis of this study used qualitative methods, with data analysis carried out by steps, data reduction, data display, and 3) data verification. The data validity test is past due to source triangulation to test the validity of data. The results showed that the visionary leadership strategy of the headmaster of madrasah in developing the quality of education of Madrasah Ibtidaiyah Al-Abrar in Makassar City, includes a) Looking to the future seen in the vision initiated, b) Able to formulate a clear vision, seen in the vision elaboration that refers to the vision madrasah, c) Able to change the vision into action, seen in the formulation of the mission and the exemplary attitude of the principal of the madrasah performance.
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengkaji strategi kepemimpinan visioner kepala madrasah dalam mengembangkan mutu pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Al-Abrar Kota Makassar, dan 2) mengetahui efektifitas kepemimpinan visioner kepala madrasah dalam pengembangan mutu pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Al-Abrar Kota Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dekriptif. Sumber data penelitian adalah kepala sekolah, ketua yayasan dan guru Ibtidaiyah Al-Abrar Kota Makassar. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pendekatan yang dilakukan adalah fenomenologis. Analisis data penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan analisis data yang dilakukan dengan langkah-langkah, data reduction (reduksi data), display (penyajian) data, dan 3) verifikasi data. Uji keabsahan data menunggakan triangulasi sumber untuk pengujian keabsahan data penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kepemimpinan visioner kepala madrasah dalam mengembangkan mutu pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Al-Abrar Kota Makassar, meliputi a) Berwawasan ke masa depan tampak pada visi yang digagas, b) Mampu merumuskan visi yang jelas, tampak pada penjabaran visi yang mengacu pada visi madrasah, c) Mampu mengubah visi ke dalam aksi, tampak pada rumusan misi dan sikap keteladanan kinerja kepala madrasah, d) Berani bertindak dalam meraih tujuan tampak pada upaya memecahkan masalah, mendisiplinkan seluruh staf, guru dan peserta didik serta melakukan terobosan-terobosan, e) Mampu menggalang orang lain tampak pada kepala madrasah mengorganisir guru maupun komite madrasah, f) Membangun hubungan secara efektif, tampak pada komunikasi, motivasi, dan transparansi kepala madrasah, g) Berpegang erat kepada nilai-nilai spiritual, tampak pada pegangan berlandaskan pada Al-Qur’an dan perilaku kepala madrasah, dan h) Innovatif dan proaktif tampak pada perbaikan dan penataan infrastruktur madrasah. Efektifitas kepemimpinan visoner kepala madrasah dalam pengembangan mutu pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Al-Abrar Kota Makassar tampak pada, a) pelaksanaan standar proses tercapai, b) standar pendidik dan tenaga kependidikan tercapai, c) standar sarana dan prasarana sudah memadai, dan d) standar pengelolaan berjalan dengan baik dan transparan.
Kata-kata kunci: Kepemimpinan Visioner, Mutu Pendidika
Mediation in Marriage Disputes and Divorce (Analytical Study on the Application of Mediation in the Gorontalo Religious Court)
Abstract: This article discussed mediation as a way of resolving marital disputes. Divorce was one form of marital dispute in the Religious Courts, and in terms of resolving marital disputes, mediation was required. Although the rules of mediation in the judiciary are very clear, the facts show that the disputing parties and the courts have not optimized their use so that the divorce rate every year does not experience a significant decrease; on the contrary, it increases. The theory regarding mediation procedures in the Religious Courts has clearly been stated in the Supreme Court of the Republic of Indonesia (No. 1 of 2016). This article aims to analyze the implementation of the mediation process at the Gorontalo Religious Court. Therefore, it is necessary to conduct more in-depth research on the effectiveness of the Gorontalo Religious Court to resolve marital disputes that lead to divorce, which can be avoided, and the litigants can get back together and foster a ‘sakinah mawaddah wa rahmah’ household. This article used a qualitative with an empirical juridical approach. It could be concluded that the mediation had been carried out at the Gorontalo Religious Court under the Regulation of the Supreme Court of the Republic of Indonesia (No. 1 of 2016). Four factors affect successful and unsuccessful mediation, namely the litigation party factor, the mediator factor, the advocate or lawyer factor, and the representative mediation room factor.
Abstrak: Artikel ini membahas mengenai mediasi sebagai salah satu cara penyelesaian sengketa perkawinan. Perceraian merupakan salah satu bentuk sengketa perkawinan di Pengadilan Agama dan dalam hal penyelesiaian sengketa perkawinan tersebut maka diperlukan mediasi. Meski aturan mediasi di peradilan sangat jelas, namun fakta menunjukkan bahwa para pihak yang bersengketa dan pengadilan belum mengoptimalkan penggunaannya, sehingga angka perceraian setiap tahun tidak mengalami penurunan yang siknifikan, bahkan sebaliknya meningkat. Teori mengenai prosedur mediasi di Pengadilan Agama secara jelas telah dituangkan Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia (No. 1 Tahun 2016). Tujuan dari artikel ini adalah untuk menganalisis implementasi proses mediasi di Pengadialan Agama Gorontalo. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian yang lebih mendalam mengenai Efektifitas Pengadilan Agama Gorontalo dalam upaya penyelesaian sengketa perkara perkawinan yang bermuara pada perceraian dapat dihindari, dan para pihak yang berperkara dapat rukun kembali dan membina rumah tangga yang ‘sakinah mawaddah wa rahmah’. Artikel ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris. Dapat disimpulkan bahwa mediasi telah dilakukan di Pengadilan Agama Gorontalo sudah sesuai dengan Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia (No. 1 Tahun 2016). Faktor mediasi berhasil dan tidak berhasil dapat disebabkan oleh 4 (empat) faktor yaitu faktor pihak berperkara, faktor mediator dan faktor advokat atau pengacara dan faktor ruang mediasi yang representatif.
Kata-kata kunci: mediasi, sengketa perkawinan, pengadilan agama Gorontal
Analysis of Metacognition Ability and Critical Thinking Skills of Students in Integrated Islamic Education Institutions: Analysis of Metacognition Ability
Abstract: Metacognition and critical thinking skills are essential elements in creating good quality and competitive humans in the future. Therefore, this study aims to describe students' metacognitive abilities and critical thinking skills in Integrated Islamic Junior High School in Jambi. The writer uses a quantitative approach in this study and survey techniques to collect the data. There are 200 students from various Integrated Islamic Junior High Schools in Jambi involved in this study. After validating the data through validated instruments, the research reveals that: (1) The highest metacognitive ability of students at the Integrated Islamic Junior High School is in Procedural Knowledge (PK), which is an average value of 7.4 in the "good" category. Cognition Management (P) and Management of Information Management (IMS), with an average score of 6.6 and 6.5, respectively, are in a suitable category. The lowest metacognitive ability is the ability of self-evaluation ability (3,1) in the "low" category, while other abilities are in the "medium" category, (2) the critical thinking ability of students at Integrated Islamic Junior High School in Jambi is relatively good. As many as three of the five measured aspects are in the "good" category, and the rest (two aspects) are in the "medium" category. Thus, no aspect is measured to have the ability with the "low" category. In general, it shows that students' critical thinking on average at the Integrated Islamic Junior High School in Jambi have good critical thinking skills.
Abstrak: Kemampuan metakognisi dan keterampilan berpikir kritis merupakan dua elemen panting dalam menciptakan manusia yang bermutu dan berjiwa kompetitif dimasa depan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan metakognisi dan keterampilan berpikir kritis siswa SMP Islam Terpadu di Jambi. Penelitian ini meggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengambilan data melalui teknik survey. Penelitian ini melibat 200 peserta didik dari berbagai sekolah SMP Islam Terpadu di Jambi. Berdasarkan data yang telah diambil dapat disimpulkan bahwa: (1) Kemampuan metakognisi tertinggi siswa pada sekolah SMP Islam Terpadu adalah pada Pengetahuan Prosedural (PK) yaitu nilai rata-rata 7,4 dengan kategori “baik”. Selanjutnya disusul dengan kemampuan Pengaturan Kognisi (P) dan Manajemen pengelolaan informasi (IMS), yaitu masing-masing memiliki skor rata-rata 6,6 dan 6,5 dengan kategori baik. Adapun kemampuan metakognisi terendah adalah kemampuan Kemampuan evaluasi diri (3,1) dengan kategori “rendah”, sedangkan kemampuan lainnya berkategori “sedang”, (2) kemampuan berpikir kritis siswa pada SMP Islam Terpadu di Jambi, relative sudah baik. Sebanyak tiga dari lima akpek yang diukur berada pada kategori “baik” dan sisanya (dua aspek) berada pada kategori “sedang”. Dengan demikian tidak ada aspek yang diukur memiliki kemampuan dengan kategori “rendah”. Hal itu menunjukkan bahwa secara umum atau rata-rata siswa di SMP Islam Terpadu di Jambi memiliki kemampuan berpikir kritis yang baik. Kemampuan tersebut dapat dilihat dari aspek: kemampuan dalam memberikan penjelasan sederhana,
Kata-kata kunci: Kemampuan metakognisi, keterampilan berpikir kritis, SMP Islam Terpad
Women, Islamic Boarding Schools, and Communications: Interpersonal Approach of Islamic Boarding School Leadership: Women, Islamic Boarding Schools, and Communications
Abstract: The reality of pesantren that is identical with Kyai and masculinity is caused by a gender bias towards women's leadership. Women are deemed incapable of being communication leaders to mobilize Islamic Boarding school activities. Contrary to that, this article aims to prove that women's leadership communication patterns can positively impact pesantren activities, even though a female leader faces several problems at the Islamic boarding school. This article uses a descriptive qualitative method based on the leadership observation of Dra. Tiaman at the Ummul Masakin Islamic Boarding School, Jambi. This study also uses in-depth interview techniques and data documentation related to the themes: 1) Leadership, 2) Communication, and 3) Islamic boarding schools. The article reveals that the leadership of women in Islamic boarding schools can positively impact the development of the students' personality and the activities of the Islamic Boarding School because interpersonal communication patterns dominate the communication patterns that are built. Women have the power of wisdom to drive positive things and minimize negative things, such as conflicts or disharmony problems, especially in Islamic educational institutions such as Islamic boarding schools.
Abstrak: Realitas pesantren yang identik dengan kiyai dan maskulinitas disebabkan oleh bias gender terhadap kepemimpinan perempuan. Perempuan dianggap tidak cakap menjadi communication leader untuk menggerakkan aktifitas kepesantrenan. Bertentangan dengan itu, artikel ini bertujuan untuk membuktikan bahwa pola komunikasi kepemimpinan perempuan mampu memberikan dampak yang positif terhadap aktifitas pesantren, meskipun terdapat berberapa problematika yang dihadapi oleh seorang pemimpin perempuan di pondok pesantren. Artikel ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dari observasi kepemimpinan Dra. Tiaman di pondok pesantren Ummul Masakin, Jambi. Penelitian ini juga menggunakan teknik wawancara mendalam dan dokumentasi data yang berkaitan dengan tema: 1) Kepemimpinan, 2) Komunikasi, dan 3) Pondok pesantren. Artikel menyimpulkan bahwa Kepemimpinan perempuan di pondok pesantren dapat memberikan dampak positif kepada pengembangan kepribadian santri dan aktifitas kepesantrenan karena pola komunikasi yang dibangun yang didominasi oleh pola komunikasi interpersonal. Hal ini disebabkan perempuan memiliki kekuatan wisdom yang mampu menggerakkan hal positif dan meminimalisir hal negative, seperti konflik atau problem disharmoni khususnya pada lembaga pendidikan Islam seperti pesantren.
Kata-kata kunci: Pola Komunikasi, Pemimpin Perempuan, Pondok Pesantre
Cosmogony in the Perspective of the Prophet of Muhammad’s Utterances
The study reports on a version of the cosmogonic information amidst the various chronicle stories of the world's great tribes. The Prophet Muhammad's version of cosmogony has dimensions of transcendentalism. The version also contains the actual value of the Islamic faith, rather than just a myth. The study uses qualitative with library research, and the data were sourced from nine standard hadith books, at digital ‘Lidwa Pustaka-I’ Software ‘Kitab 9 Imam Hadith’ (2009). The study applied thematic and chronological methods to describe how the universe has begun, created a shape until the end of its existence. Allah has created the universe from ‘nothing’ into ‘existence’. Based on His mercy, pre-designed was pitch black at the beginning of the world’s creation. Light arose simultaneously with the process of the occurring part of the universe. The findings reveal that the entire contents of the universe designated as facilities for life where the earth is helpful for human life. At one point, nature will shrink because Allah grasps it, the layout of every celestial body changes completely, and its aftermath is unknown to humans.
Abstrak: Kajian ini melaporkan informasi pada sebuah versi kosmogonik di tengah berbagai kisah kronik suku-suku besar dunia. Kosmogoni versi Nabi Muhammad SAW memiliki dimensi transendentalisme. Versi tersebut juga memuat nilai aktual dari akidah Islam, bukan sekedar mitos. Penelitian ini menggunakan kualitatif dengan studi kepustakaan, dan data bersumber dari sembilan kitab hadis standar, pada software digital 'Lidwa Pustaka-I' 'Kitab 9 Imam Hadith' (2009). Kajian ini menerapkan metode tematik dan kronologis untuk menggambarkan bagaimana alam semesta dimulai, diciptakan dan dibentuk hingga akhir keberadaannya. Allah telah menciptakan alam semesta dari 'tidak ada' menjadi 'ada'. Berdasarkan rahmat-Nya, pra-desain dalam keadaan gelap gulita pada awal penciptaan dunia. Cahaya muncul bersamaan dengan proses terjadinya alam semesta. Temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa seluruh isi alam semesta ditetapkan sebagai fasilitas kehidupan dan bumi bermanfaat bagi kehidupan manusia. Pada suatu saat, alam akan menyusut karena Allah menggenggamnya, tata letak setiap benda angkasa berubah total, dan akibatnya tidak diketahui manusia.
Kata-kata kunci: kosmogoni, perspektif, sabda Nab
Stress Management during the Covid 19 Pandemic: Solutions and Settlement Approaches at Madrasah Aliyah Al-Hidayah, Bandung City: Stress Management
Abstract: The Covid-19 pandemic has an impact on all aspects of life. One of the sectors affected is education. Educational activities that were initially carried out regularly, due to the Covid-19 pandemic all educational activities were carried out online. This change raises various kinds of stress in the educational institution organization. This study aims to explore stress management at MA Al-Hidayah during the Covid 19 pandemic by reviewing its form, settlement strategy and impact. This study uses a qualitative approach with descriptive methods. Data obtained through interviews, observation, and documentation study. The results showed that there were three forms of stress experienced by school principals, teachers, students and parents of students at MA Al-Hidayah during the Covid 19 pandemic, namely stress in the form of frustration, pressure and change. Strategies taken to deal with stress include a) eliminating stressors or stressors, b) controlling the consequences of stress, c) changing individual perceptions of stressors, d) providing moral and social support. While the impact of stress refers to six aspects including a) psychological aspects, b) health aspects, c) performance aspects, d) cognitive aspects, e) emotional aspects and f) behavioral aspects.
Abstrak: Pandemi covid-19 berdampak pada seluruh aspek kehidupan. Salah satu sektor yang terdampak adalah pendidikan. Kegiatan pendidikan yang mulanya dilaksanakan secara tetap muka, karena pandemi covid-19 seluruh kegiatan pendidikan dilaksanakan secara online. Perubahan ini memunculkan berbagai macam stress dalam organisasi lembaga pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplore manajemen stress di MA Al-Hidayah pada masa pandemi covid 19 dengan meninjau bentuk, strategi penyelesaian, dan dampaknya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat tiga bentuk stress yang dialami oleh kepala sekolah, guru, siswa dan orang tua siswa di MA Al-Hidayah pada masa pandemi covid 19 yaitu stress dalam bentuk frustasi, tekanan, dan perubahan. Strategi yang dilakukan untuk mengatasi stress tersebut di antaranya adalah dengan a) menghilangkan stressor atau pemicu stress, b) mengendalikan konsekuensi stress, c) mengubah persepsi individu terhadap stressor, d) memberikan dukungan moral dan sosial. Sedangkan dampak stress mengacu pada enam aspek di antaranya adalah a) aspek psikologis, b) aspek kesehatan, c) aspek kinerja, d) aspek kognitif, e) aspek emosi dan f) aspek perilaku
Kata-kata kunci: Manajemen Stress, Madrasah Aliyah, Pandemi Covid 1
The Perception of MTsN 8 Agam Students on Teaching Competence of Student Teacher from PAI Department of STAI-PIQ West Sumatera 2019-2020
Practical Field Experience (PPL) aims to shape students into prospective professional educational staff. PPL is also a special course for Islamic Religious Education (PAI) study program students who are given in semester VIII to apply the theories they have acquired during lectures and are part of the curriculum that has become a stipulation for Sekolah Tinggi Agama Islam Pengembangan Ilmu Alquran (STAI-PIQ), especially in this study are students of the Islamic Religious Education Study Program at semester VIII of the 2019/2020 Academic Year. The population in this study were students of MTsN 8 Agam Bukittinggi in class VII as many as five locales consisting of VII-1, VII-2, VII-3, VII-4, VII-5, totaling 126 students, taken as many as 95 samples. , the sample is taken randomly. The method used is a quantitative method with percentage descriptive analysis. The conclusion of this study is that the perceptions of MTsN 8 Agam students towards the teaching competence of PPL students of the PAI STAI-PIQ West Sumatra Study Program in 2019/2020 are categorized as good with four competencies, namely pedagogic competence, personal competence, social competence, and professional competence. One of the four competencies, namely personality competence, is in the very good category. Even so, there are still many competency indicators that have not been mastered by PPL students of PAI STA-PIQ West Sumatra Study Program.
Praktek Pengalaman Lapangan bertujuan membentuk mahasiswa menjadi calon tenaga kependidikan yang professional. PPL juga merupakan mata kuliah khusus bagi mahasiswa prodi PAI yang diberikan pada semester VIII untuk mengaplikasikan teori yang telah mereka peroleh selama perkuliahan dan merupakan bagian kurikulum yang sudah menjadi ketetapan bagi STAI-PIQ, yang khususnya dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam di semester VIII Tahun Ajaran 2019/2020. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik MTsN 8 Agam Bukittinggi di kelas VII sebanyak lima local yang terdiri dari VII-1, VII-2, VII-3, VII-4, VII-5 yang berjumlah 126 peserta didik, diambil sampel sebanyak 95 orang, sampel diambil secara random. Metode yang dipakai adalah metode kuantitatif dengan analisis secara deskriptif persentase. Kesimpulan penelitian ini adalah, bahwa persepsi peserta didik MTsN 8 Agam terhadap kompetensi mengajar mahasiswa PPL Prodi PAI STAI-PIQ Sumatera Barat tahun 2019/2020 termasuk dalam ketegori baik dengan empat kompetensi yaitu kompetensi pedagogic, kompetensi kepribadian, kompetensi social, dan kompetensi professional. Satu diantara empat kompetensi yaitu kompetensi kepribadian masuk kategori baik sekali. Meskipun demikian masih banyak indikator-indikator kompetensi yang belum dikuasai mahasiswa PPL Prodi PAI STA-PIQ Sumatera Barat