Jurnal SADE (Arsitektur, Planologi dan Teknik Sipil)
Not a member yet
50 research outputs found
Sort by
Penerapan Konsep Neo-Vernakular Suku Tengger dalam Redesain Pasar Pasrepan
Neo-Vernacular architecture, as a response to rigid modernism, offered a more holistic approach to building design. This concept integrates traditional, cultural and environmental values into modern design. This research aims to apply the Neo-Vernacular concept of the Tengger Tribe in the redesign of Pasrepan Market.
Pasrepan Market, as the center of economic and social activity for the Tengger community, has great potential to become a unique tourist icon. By adopting the roof shape of a traditional Tengger house combined with modern materials such as light steel, this market design not only respects cultural heritage, but also increases the efficiency and durability of the building. Apart from that, the use of typical Tengger batik ornaments on the building facade further strengthens local identity and creates a distinctive atmosphere.
It is hoped that this research can become a reference in creating buildings that are not only aesthetic, but also environmentally friendly and uphold local cultural values. By combining traditional and modern elements in the redesign of Pasrepan Market, it is hoped that it can become an example for the sustainable development of other traditional markets.
Kata kunci: Neo-Vernacular Architecture, Tengger Tribe, Pasrepan Market, redesign, local culture, cultural heritage, tourism.Pasar Pasrepan, sebagai urat nadi perekonomian lokal di Kabupaten Pasuruan, mengalami kebakaran berulang yang mengharuskan redesain untuk keamanan dan modernisasi. Mengusung konsep Neo-Vernakular Suku Tengger, redesain ini bertujuan mengintegrasikan elemen budaya lokal, seperti bentuk atap rumah adat dan ornamen batik, dengan teknologi modern seperti struktur baja, untuk menciptakan pasar yang ikonik, fungsional, dan berkelanjutan. Melalui analisis mendalam terhadap warisan budaya dan kebutuhan masa kini, desain pasar ini diharapkan tidak hanya meningkatkan perekonomian masyarakat, tetapi juga menjadi destinasi wisata belanja yang menarik, mencerminkan kemajuan dan identitas budaya Kabupaten Pasuruan
Penerapan Prinsip-prinsip Kearifan Lokal terhadap Perencanaan Fasilitas Agroindustri Kelapa di Kota Banjar
Kota Banjar, yang terletak di Provinsi Jawa Barat, memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor agroindustri kelapa karena luasnya lahan perkebunan dan keberagaman varietas kelapa unggulan seperti kelapa deres dan hybrid. Namun, perencanaan fasilitas agroindustri sering menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan efisiensi produksi dengan keberlanjutan lingkungan serta pelestarian nilai-nilai kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan prinsip-prinsip kearifan lokal dalam perencanaan fasilitas agroindustri kelapa di Kota Banjar. Pendekatan ini melibatkan analisis terhadap pola aktivitas masyarakat lokal, material lokal yang digunakan, dan keterkaitan dengan kosmologi Sunda, yang mencakup konsep Buana Nyuncung, Buana Panca Tengah, dan Buana Larang. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif, melibatkan observasi lapangan, dan studi literatur tentang kosmologi tradisi Sunda.Banjar City, located in West Java Province, has great potential in the development of the coconut agro-industry sector due to its vast plantation land and the diversity of superior coconut varieties such as deres and hybrid coconuts. However, planning agro-industry facilities often faces challenges in integrating production efficiency with environmental sustainability and preserving local wisdom values. This study aims to examine the application of local wisdom principles in the planning of coconut agro-industry facilities in Banjar City. This approach involves analyzing local community activity patterns, local materials used, and the relationship with Sundanese cosmology, which includes the concepts of Buana Nyuncung, Buana Panca Tengah, and Buana Larang. The research method used is a qualitative approach with descriptive analysis, involving field observations, and literature studies on Sundanese traditional cosmology.
Keyword: local wisdom 1; agroindustry 2; coconut 3; Banjar City 4; cosmology 5; sundanes
Studi Penerapan Arsitektur Biophilic pada Pengembangan Kawasan Agrowisata Kebun Belimbing Desa Ngringinrejo
Kabupaten Bojonegoro, khususnya Desa Ngringinrejo, memiliki potensi besar dalam bidang agrikultur, terutama dalam budidaya belimbing yang telah dikenal sebagai komoditas unggulan. Kebun belimbing di desa ini tidak hanya menghasilkan buah berkualitas, tetapi juga menawarkan peluang pengembangan agrowisata yang melibatkan edukasi dan rekreasi. Namun, upaya pengembangan kawasan ini dihadapkan pada tantangan terkait fasilitas edukasi, infrastruktur, dan promosi wisata yang belum optimal, yang semakin diperburuk oleh dampak pandemi Covid-19. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan konsep arsitektur biofilik dalam perancangan kawasan agrowisata yang berfungsi ganda, yakni sebagai area pertanian dan wisata. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif, yang memfokuskan pada penerapan prinsip-prinsip arsitektur biofilik yang dapat meningkatkan kualitas pengalaman pengunjung dan mendukung keberlanjutan lingkungan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penerapan desain biofilik, seperti integrasi vegetasi, elemen air, dan pencahayaan alami, dapat menciptakan ruang yang tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga meningkatkan pengalaman edukatif bagi pengunjung. Melalui penggunaan material alami dan desain ruang yang menghubungkan manusia dengan alam, pengembangan kawasan ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik wisata serta memberikan kontribusi positif terhadap keberlanjutan lingkungan dan agrikultur
Evaluasi Kelayakan Perancangan Rusunawa di Kota Madiun berdasarkan Standar Hunian yang Layak
Rusunawa merupakan solusi hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah dengan standar kelayakan tertentu yang harus dipenuhi agar dapat memberikan kenyamanan, keamanan, serta aksesibilitas bagi penghuninya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian perancangan Rusunawa Kota Madiun berdasarkan standar hunian yang layak sesuai dengan PERMEN PUPR Nomor 05/PRT/M/2007 dan SNI 03-1733-2004. Evaluasi dilakukan dengan menganalisis beberapa aspek utama, yaitu tata ruang, ventilasi, pencahayaan, aksesibilitas, dan keamanan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa secara umum, Rusunawa Kota Madiun telah memenuhi sebagian besar standar hunian layak, terutama dalam aspek efisiensi ruang, ventilasi alami, serta pencahayaan yang cukup baik melalui bukaan jendela yang memadai. Selain itu, sistem keamanan dengan CCTV dan proteksi kebakaran seperti deteksi kebaran dan pompa darurat telah diterapkan. Namun, terdapat beberapa kekurangan, seperti ketiadaan lift pada bangunan lima lantai, yang dapat menyulitkan kelompok penghuni tertentu, serta jalur evakuasi yang belum sepenuhnya ramah bagi penyandang disabilitas. Sehingga, meskipun Rusunawa Kota Madiun telah memenuhi sebagian besar standar hunian layak, masih terdapat beberapa aspek yang perlu diperbaiki untuk meningkatkan kenyamanan dan aksesibilitas bagi seluruh penghuni.One of the government's efforts to address housing issues in densely populated urban areas is the development of simple rental apartments (Rusunawa). Rusunawa is an affordable housing option with adequate facilities and good health standards. In the design of simple rental apartments (Rusunawa), the feasibility of the design plays an essential role in ensuring the sustainability of future Rusunawa developments. The evaluation standards in this Rusunawa study are based on livable housing standards in government regulations and national standards
Kriteria Pemilihan Tapak Pada Perancangan Wisata Industri Olahan Hasil Laut di Kabupaten Sidoarjo
Kabupaten Sidoarjo dikenal dengan hasil lautnya yang melimpah, dari hasil laut tersebut dimanfaatkan oleh masyarakat lokal menjadi berbagai produk-produk olahan dan menghasilkan nilai tambah. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya digunakan untuk memperluas jangkauan pasar dan promosi. Pemanfaatan potensi ini dapat dikolaborasikan dengan bidang pariwisata dan juga pemilihan lokasi atau tapak yang mendukung kegiatan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan kriteria pemilihan tapak yang optimal untuk perancangan wisata industri olahan hasil laut di Kabupaten Sidoarjo. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif, dengan melakukan survei lokasi dan studi perbandingan untuk mengetahui keadaan atau kondisi tapak berdasarkan fakta yang ada. Hasil penelitian ini menunjukkan kriteria utama dalam pemilihan tapak meliputi kedekatan dengan sumber bahan baku, kondisi utilitas lingkungan, infrastruktur pendukung, dan keunikan lokasi tapak sebagai daya tarik. Dengan kriteria ini diharapkan menciptakan dampak positif bagi lingkungan dan menciptakan rasa nyaman bagi pengunjung wisata. Penelitian ini diharapkan menjadi dasar bagi perancangan wisata yang strategis dan pemilihan tapak dengan tepat.Sidoarjo Regency is known to have abundant marine products, with abundant marine products being used by the local community into various processed products. However, this potential has not been fully utilized to be better known by the wider community. The utilization of this potential can be integrated with the tourism sector to become an attraction and have its own distinctive value. This study aims to formulate the optimal site selection criteria for the design of marine processed industry tourism in Sidoarjo Regency. The research method used is quantitative research, by conducting location surveys and comparative studies to find out the state or condition of the site based on existing facts. The results of this study show that the main criteria in site selection include proximity to raw material sources, environmental utility conditions, supporting infrastructure, and the uniqueness of the site location as an attraction. With this criterion, it is hoped to create a positive impact on the environment and create a sense of comfort for tourist visitors. This research is expected to be the basis for strategic tourism design and proper site selection
Perumusan Konsep Dasar pada Perancangan Fasilitas Wisata Gastronomi di Kota Malang
Kota Malang merupakan destinasi wisata unggulan di Indonesia dengan potensi besar dalam pengembangan wisata gastronomi. Namun, pengelolaannya masih belum optimal akibat keterbatasan fasilitas serta kurangnya integrasi budaya lokal dalam aspek arsitektur. Penelitian ini bertujuan merumuskan konsep fasilitas wisata gastronomi berbasis budaya lokal melalui pendekatan keberlanjutan dan pengalaman multisensorial. Konsep “Harmoni Ruang dan Rasa” mengintegrasikan arsitektur biophilic dengan pengalaman kuliner autentik khas Malang untuk menciptakan lingkungan yang mendukung interaksi sosial, edukasi kuliner, dan pelestarian budaya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui studi literatur, observasi lapangan, dan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep desain yang dikembangkan menekankan integrasi ruang hijau, penggunaan material lokal, serta elemen sensorik guna meningkatkan daya tarik wisata. Konsep ini diharapkan memperkuat identitas budaya Kota Malang serta berkontribusi pada ekonomi lokal dan keberlanjutan lingkungan.Malang City is one of Indonesia's premier tourist destinations, possessing significant potential to develop its gastronomic tourism sector. However, the management of gastronomic tourism in Malang has not yet reached its full potential, hindered by limited facilities and a lack of integration between local cultural identity and architectural design. This study aims to design a gastronomic tourism facility rooted in local culture with the concept of "Harmony of Space and Taste," combining the aesthetic appeal of architectural spaces with the authentic culinary experiences of Malang. This research employs a qualitative descriptive method through literature review, field observations, and data analysis. The findings indicate that gastronomic tourism has the potential to serve as a driver of the local economy while preserving culinary heritage through the provision of interactive facilities. These facilities are expected to become a flagship tourism destination that enhances the appeal of Malang City, supports the local economy, and preserves the region's unique culinary traditions through a sustainable and multisensory approach
GREEN ARCHITECTURE APPROACH IN THE DESIGN OF YOUTH CREATIVE ART CENTER IN KEK MANDALIKA: Integrating Sustainable Design Principles in the Youth Creative Art Center at KEK Mandalika
Arsitektur hijau merupakan salah satu konsep yang cenderung memanfaatkan sumber daya alam dibanding sumber daya buatan. Hal ini menjadi acuan bagi pribadi terkait dengan kesadaran jika terus menerus menggunakan sumber energi buatan yang berdampak bagi manusia ataupun bangunan itu sendiri. Konsep arsitektur hijau kuat kaitannya dengan berkelanjutan. Berkelanjutan yang dimaksud yaitu adanya pengurangan pemakaian energi yang tidak dapat diperbarui agar tidak cepat habis pakai. Tujuan dari tulisan ini adalah merumuskan solusi untuk mengurangi dampak negatif pembangunan terhadap lingkungan, mengembangkan dan memajukan generasi pemuda, pegiat seni, serta kebutuhan sarana pariwisata pada KEK Mandalika yang berskala internasional. Metode yang digunakan dalam penyusunan tulisan ini yaitu melakukan identifikasi potensi dan masalah serta melakukan studi literatur dan kajian terkait prinsip arsitektur hijau. Dengan menerapkan prinsip – prinsip arsitektur hijau, bangunan pusat seni Youth Creative Art Center diharapkan akan menjadi fasilitas dan sarana terpusat yang dapat menampung atau mewadahi segala jenis kegiatan kesenian dan budaya, baik di dalam negeri maupun luar negeri.Green architecture is a concept that emphasizes the use of natural resources over artificial ones. This approach highlights the importance of awareness regarding the continuous reliance on non-renewable energy sources, which can have negative impacts on both humans and the buildings themselves. Green architecture is closely linked to sustainability, which involves reducing the use of non-renewable energy to prevent depletion and creating a more positive impact for future generations (Afifah, 2018). The aim of this writing is to formulate solutions to mitigate the negative effects of development on the environment, while also fostering the advancement of youth, artists, and tourism infrastructure in the international Special Economic Zone (SEZ) of Mandalika. The methodology used in this study includes identifying potential issues, conducting literature reviews, and examining the principles of green architecture. By applying these principles, the Youth Creative Art Center is expected to serve as a centralized facility for hosting various artistic and cultural activities, both domestically and internationally.
Keywords: green architecture; art center; sustainable; creative; touris
Analisis Kebutuhan Fasilitas Edukasi Pengelolaan Sampah berdasarkan Demografi Kabupaten Sidoarjo
Waste is the remaining solid waste formed from natural processes and daily human activities. Waste has the potential to disrupt the environment and public health if not managed or handled properly. In solving this waste problem, it needs to be done comprehensively and integrated from upstream to downstream by the entire community through waste banks. The role of waste banks as one of the waste reduction solutions in Sidoarjo Regency is still not maximized, due to the lack of understanding and ability of the community. Based on this, it is necessary to reduce the volume of waste generation in a sustainable manner through a facility to educate the community as well as a forum for waste management. The purpose of this study is to determine the need for facilities needed to solve waste problems based on demographics in Sidoarjo Regency. This research uses a qualitative descriptive method, the types of data used are qualitative and quantitative data. In collecting data, the author uses primary data through interviews with related government, while secondary data is obtained through media publications such as articles and journals. Based on the results of the analysis, the conclusion is that based on the demographic conditions of Sidoarjo Regency, the facilities needed include: Main Waste Bank, TPS 3R, waste information gallery, recycled art gallery, hall, waste practicum room, auditorium.Sampah adalah sisa limbah padat yang terbentuk dari proses alam dan kegiatan manusia sehari-hari. Sampah berpotensi mengganggu lingkungan dan kesehatan masyarakat apabila tidak dikelola atau ditangani dengan tepat. Dalam penyelesaian masalah sampah ini perlu dilakukan secara komperhensif dan terpadu dari hulu ke hilir oleh seluruh masyarakat melalui bank sampah. Peranan bank sampah sebagai salah satu solusi pengurangan sampah di Kabupaten Sidoarjo masih belum maksimal, dikarenakan kurangnya pemahaman dan kemampuan dari masyarakat. Atas dasar hal tersebut, perlu adanya upaya mengurangi volume timbulan sampah secara berkelanjutan melalui sebuah fasilitas untuk mengedukasi masyarakat sekaligus menjadi wadah pengelolaan sampah. Tujuan penelitian ini adalah menentukan kebutuhan fasilitas yang diperlukan untuk menyelesaikan permasalahan sampah berdasarkan demografi di Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, jenis data yang digunakan adalah data kualitatif dan kuantitatif. Dalam pengumpulan data penulis menggunakan data primer melalui wawancara dengan pemerintah terkait, sedangkan data sekunder yang didapat melalui media publikasi seperti artikel dan jurnal. Berdasarkan hasil analisa, kesimpulan yang didapat bahwa berdasarkan kondisi demografi Kabupaten Sidoarjo, fasilitas yang dibutuhkan antara lain: Bank Sampah Induk, TPS 3R, Galeri informasi sampah, Galeri seni daur ulang, Aula, Ruang Praktik Sampah, Auditorium