Ejournal STMIK Antar Bangsa
Not a member yet
    431 research outputs found

    MIKROKONTROLER, ARDUINO, RAINDRO PROTOTIPE DETEKSI HUJAN BERBASIS ARDUINO UNO MENGGUNAKAN RAIN DROP SENSOR MODULE

    Get PDF
    Indonesia's climate is mostly hot and humid, with most of the rainfall occurring, less alert to the occurrence of rain when indoors, at home and in the office. To take the necessary action when it rains, we need an alert for the problem. The purpose of this research is to make people aware about rain without realizing it, by making an Arduino-based rain alarm sensor and implementing the fourth industrial revolution in everyday life. The research method is the implementation of using an Arduino-based Raindrop Sensor which is an Arduino standard board based on the ATmega328P microcontroller. The Raindrop Sensor Module works when it rains, when it rains the buzzer vibrates, the buzzer will provide information in the form of sound. The results of the research that the sensor value is more than 500 with the green light indicator Buzzer does not make a sound then the condition is not raining or it can be interpreted as sunny weather, then the sensor value is less than 500 with the buzzer indicator then emits a sound and the red indicator light is on, it indicates it is raining.Iklim Indonesia sebagian besar panas dan lembab, dengan curah sebagian besar terjadi, kurang menyadari terjadinya hujan waktu didalam ruangan, rumah dan kantor. Untuk mengambil tindakan yang diperlukan saat hujan kita membutuhkan peringatan untuk uraian persoalan tersebut. Tujuan dilakukan penelitian ialah untuk menyadarkan masyarakat akan hujan tanpa di ketahui, dengan cara membuat alarm sensor hujan berbasis Arduino dan menerepakan revolusi industri keempat dalam kehidupan sehari-hari. Metode penlitian yaitu implementasi pemanfaatan Raindrop Sensor berbasis arduino yang merupakan  papan  standar  Arduino  didasarkan pada mikrokontroler ATmega328P. Rain Drop Sensor Module bekerja saat terjadi hujan, saat terjadi hujan buzzer getaran listrik menjadi getaran suara nantinya  buzzer akan memberikan informasi berupa suara. Hasil penelitian nilai sensor lebih dari 500 dengan indikator lampu warna hijau menyala Buzzer tidak mengeluarkan suara maka kondisi tidak hujan atau dapat di artikan cuasa sedang cerah, kemudian nilai sensor kurang dari 500 dengan indikator Buzzer on kemudian mengeluarkan suara dan lampu indikator warna red menyala, maka menunjukan kondisi sedang hujan

    Penerapan Sistem Informasi Geografis pada Peta Sebaran Toko Makanan Khas Bogor

    Get PDF
    Abstract — Government policies in the tourism sector as contained in the Bogor City Spatial Plan, run in accordance with the function of the City of Bogor which is a tourist city with a very strategic geographical position and of course, makes the tourism potential for the City of Bogor. However, in this case, the problem faced is that when tourists have limitations on the location of large souvenir shops in the city of Bogor, many tourists only visit shops that they meet when they are on the road because of their strategic location. The research method used in this study is the SDLC (System Development Life Cycle) method. The result of this study is to build a map of the distribution of souvenir shops for typical Bogor foods based on a Geographic Information System (GIS) to make it easier for tourists to find the distribution of souvenir shops in the city of Bogor. Keywords - Bogor, Geographic Information System (GIS), Website. Intisari — Kebijakan Pemerintah pada sektor pariwisata yang tertuang didalam Rencana Tata Ruang Kota Bogor,  berjalan sesuai dengan fungsi Kota Bogor yang merupakan kota wisata dengan posisi geografis yang sangat strategis dan tentunya menjadikan potensi pariwisata bagi Kota Bogor. Namun dalam hal ini masalah yang dihadapi adalah ketika para wisatawan memiliki keterbatasan terhadap letak toko-toko besar penyedia oleh-oleh di Kota Bogor, maka banyak wisatawan yang hanya mengunjungi toko yang mereka temui ketika berada dijalan dikarenakan letaknya yang strategis. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode SDLC (System Development Life Cycle). Hasil dari penelitian ini adalah membangun peta sebaran toko jajanan oleh – oleh makanan khas Bogor berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk memudahkan para wisatawan menemukan penyebaran toko oleh-oleh yang berada di Kota Bogor.  Kata Kunci — Bogor, Sistem Informasi Geografis (SIG), Website.Abstract — Government policies in the tourism sector as contained in the Bogor City Spatial Plan, run in accordance with the function of the City of Bogor which is a tourist city with a very strategic geographical position and of course, makes the tourism potential for the City of Bogor. However, in this case, the problem faced is that when tourists have limitations on the location of large souvenir shops in the city of Bogor, many tourists only visit shops that they meet when they are on the road because of their strategic location. The research method used in this study is the SDLC (System Development Life Cycle) method. The result of this study is to build a map of the distribution of souvenir shops for typical Bogor foods based on a Geographic Information System (GIS) to make it easier for tourists to find the distribution of souvenir shops in the city of Bogor. Keywords - Bogor, Geographic Information System (GIS), Website. Intisari — Kebijakan Pemerintah pada sektor pariwisata yang tertuang didalam Rencana Tata Ruang Kota Bogor,  berjalan sesuai dengan fungsi Kota Bogor yang merupakan kota wisata dengan posisi geografis yang sangat strategis dan tentunya menjadikan potensi pariwisata bagi Kota Bogor. Namun dalam hal ini masalah yang dihadapi adalah ketika para wisatawan memiliki keterbatasan terhadap letak toko-toko besar penyedia oleh-oleh di Kota Bogor, maka banyak wisatawan yang hanya mengunjungi toko yang mereka temui ketika berada dijalan dikarenakan letaknya yang strategis. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode SDLC (System Development Life Cycle). Hasil dari penelitian ini adalah membangun peta sebaran toko jajanan oleh – oleh makanan khas Bogor berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk memudahkan para wisatawan menemukan penyebaran toko oleh-oleh yang berada di Kota Bogor.  Kata Kunci — Bogor, Sistem Informasi Geografis (SIG), Website

    Perancangan Sistem Informasi Geografis Tindak Pengawasan SDM Pada Dinas Perhubungan Republik Indonesia Berbasis Web

    Get PDF
    Abstract—Supervision is a systematic way to align implementation standards with planning objectives, functions to design information systems, compare real activities with standards that have been made previously, determine and measure deviations and take corrective action. In its implementation at the Department of Transportation of the Republic of Indonesia, there is no supervision over the mapping of the assignment where this can hinder if an incident occurs in the field, field information is not documented and the data management process still uses manuals. So in this study a system was designed. The Design of a Geographic Information System. Intisari—PHP, Web, Informasi, Pengawasan, MySql Pengawasan adalah cara yang sistematis untuk mengatur pelaksanaan standar dengan tujuan merencanakan, mengerjakan perancangan sistem informasi, membandingkan kegiatan nyata dengan standar yang dibuat sebelumnya, menentukan dan mengukur penyimpangan serta mengambil tindakan korektif. Dalam pelaksanaannya di Dinas Perhubungan Republik Indonesia belum ada pengawasan terhadap tempat-tempat yang dapat menghambat kejadian di lapangan, informasi lapangan tidak terdokumentasi dan proses pengelolaan data masih menggunakan manual. Sumber Daya Manusia pada Departemen Perhubungan Republik Indonesia Berbasis Web. Menggunakan bahasa pemrograman PHP dan database MYSQL. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan diharapkan mampu mengatasi berbagai kebutuhan dari pengguna dan menghemat proses operasional Kata Kunci—PHP, Web, Information, Monitoring, MySqlAbstract—Supervision is a systematic way to align implementation standards with planning objectives, functions to design information systems, compare real activities with standards that have been made previously, determine and measure deviations and take corrective action. In its implementation at the Department of Transportation of the Republic of Indonesia, there is no supervision over the mapping of the assignment where this can hinder if an incident occurs in the field, field information is not documented and the data management process still uses manuals. So in this study a system was designed. The Design of a Geographic Information System. Intisari—PHP, Web, Informasi, Pengawasan, MySql Pengawasan adalah cara yang sistematis untuk mengatur pelaksanaan standar dengan tujuan merencanakan, mengerjakan perancangan sistem informasi, membandingkan kegiatan nyata dengan standar yang dibuat sebelumnya, menentukan dan mengukur penyimpangan serta mengambil tindakan korektif. Dalam pelaksanaannya di Dinas Perhubungan Republik Indonesia belum ada pengawasan terhadap tempat-tempat yang dapat menghambat kejadian di lapangan, informasi lapangan tidak terdokumentasi dan proses pengelolaan data masih menggunakan manual. Sumber Daya Manusia pada Departemen Perhubungan Republik Indonesia Berbasis Web. Menggunakan bahasa pemrograman PHP dan database MYSQL. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan diharapkan mampu mengatasi berbagai kebutuhan dari pengguna dan menghemat proses operasional Kata Kunci—PHP, Web, Information, Monitoring, MySq

    Rancang Bangun Prototype Object Counter Berbasis Automated System untuk Mengurangi Jumlah Infeksi Covid-19 pada Hotel Siti

    Get PDF
    Abstract— Microcontroller is a hardware device in which there is a processor, input and output, RAM, ROM, System Bus, Control Unit, Shift Register and Arithmetic Logic Unit. Microcontroller requires input components such as light sensors (LDR), temperature sensors, proximity sensors (HCSR) as a trigger to the microcontroller to activate output components as indicators such as leds, buzzers, servo motors and others. Currently, the world, especially in Indonesia, is experiencing a COVID-19 virus pandemic from the beginning of 2020 so the government has made several policies to deal with this covid-19 virus, one of which is by limiting the maximum number that must be in the room to 50% in several sectors such as offices. restaurants and others. To support the government's policy, at Hotel Siti Tangerang, an embedded system was created to count the number of objects entering the hotel by using infrared sensors as input. So when the number of objectsat Hotel Siti Tangerang has reached the maximum limit, the hotel door cannot be opened, the buzzer sounds and the LED lights up as an indicator that the room is full. With the creation of this embedded system, it is hoped that this will be a preventive measure in dealing with the Covid-19 virus and the percentage of peopleinfected with the Covid-19 virus in Indonesia will decrease.  Intisari— Mikrokontroller merupakan sebuah perangkat keras yang didalamnya terdapat sebuah processor, input dan output, RAM, ROM, System Bus, Contol Unit, Shift Register dan Aritmatic Logic Unit. Mikrokontroller membutuhkan komponen input seperti sensor cahaya (LDR), sensor suhu, sensor jarak (HCSR) sebagai trigger kepada mikrokontroller untuk mengaktifkan komponen output sebagai indikator seperti led, buzzer, motor servo dan lain- lain. Saat ini, di dunia khususnya di Indonesia sedang mengalami pandemic virus covid-19 dari awal tahun 2020 sehingga pemerintah membuat beberapa kebijakan untuk menangani virus covid-19 ini, salah satunya dengan membatasi jumlah maksimal yang harus berada di ruangan menjadi 50% dibeberapa sektor seperti perkantoran, restoran dan lain-lain. Untuk mendukung kebijakan pemerintah tersebut, maka di Hotel Siti Tangerang dibuat sebuah embedded system untuk menghitung jumlah object yang memasuki hotel dengan memanfaatkan sensor infrared sebagai input. Sehingga ketika jumlah object di Hotel Siti Tangerang sudah mencapai batas maksimum, maka pintu hotel tidak dapat terbuka, buzzer berbunyi dan lampu led menyala sebagai indikator ruangan sudah penuh. Dengan dibuatnya embedded system ini diharapkan sebagai tindakan preventif dalam menangani virus covid-19 dan presentase jumlah orang yang terinfeksi virus covid-19 di Indonesia semakin menurun.  Kata Kunci— Covid-19, Mikrokontroler, Automated System, Physical Distancing.Abstract— Microcontroller is a hardware device in which there is a processor, input and output, RAM, ROM, System Bus, Control Unit, Shift Register and Arithmetic Logic Unit. Microcontroller requires input components such as light sensors (LDR), temperature sensors, proximity sensors (HCSR) as a trigger to the microcontroller to activate output components as indicators such as leds, buzzers, servo motors and others. Currently, the world, especially in Indonesia, is experiencing a COVID-19 virus pandemic from the beginning of 2020 so the government has made several policies to deal with this covid-19 virus, one of which is by limiting the maximum number that must be in the room to 50% in several sectors such as offices. restaurants and others. To support the government's policy, at Hotel Siti Tangerang, an embedded system was created to count the number of objects entering the hotel by using infrared sensors as input. So when the number of objectsat Hotel Siti Tangerang has reached the maximum limit, the hotel door cannot be opened, the buzzer sounds and the LED lights up as an indicator that the room is full. With the creation of this embedded system, it is hoped that this will be a preventive measure in dealing with the Covid-19 virus and the percentage of peopleinfected with the Covid-19 virus in Indonesia will decrease.  Intisari— Mikrokontroller merupakan sebuah perangkat keras yang didalamnya terdapat sebuah processor, input dan output, RAM, ROM, System Bus, Contol Unit, Shift Register dan Aritmatic Logic Unit. Mikrokontroller membutuhkan komponen input seperti sensor cahaya (LDR), sensor suhu, sensor jarak (HCSR) sebagai trigger kepada mikrokontroller untuk mengaktifkan komponen output sebagai indikator seperti led, buzzer, motor servo dan lain- lain. Saat ini, di dunia khususnya di Indonesia sedang mengalami pandemic virus covid-19 dari awal tahun 2020 sehingga pemerintah membuat beberapa kebijakan untuk menangani virus covid-19 ini, salah satunya dengan membatasi jumlah maksimal yang harus berada di ruangan menjadi 50% dibeberapa sektor seperti perkantoran, restoran dan lain-lain. Untuk mendukung kebijakan pemerintah tersebut, maka di Hotel Siti Tangerang dibuat sebuah embedded system untuk menghitung jumlah object yang memasuki hotel dengan memanfaatkan sensor infrared sebagai input. Sehingga ketika jumlah object di Hotel Siti Tangerang sudah mencapai batas maksimum, maka pintu hotel tidak dapat terbuka, buzzer berbunyi dan lampu led menyala sebagai indikator ruangan sudah penuh. Dengan dibuatnya embedded system ini diharapkan sebagai tindakan preventif dalam menangani virus covid-19 dan presentase jumlah orang yang terinfeksi virus covid-19 di Indonesia semakin menurun.  Kata Kunci— Covid-19, Mikrokontroler, Automated System, Physical Distancing

    Penerapan Metode Webqual 4.0 Untuk Evaluasi Kualitas Website KMS E-Learning PT. Pegadaian

    Get PDF
    Abstract — This study contains the selection of the best teachers at SMK PGRI 05 Serpong. Where in the process of selecting the best teachers currently using a manual system that adds up several criteria that are included in the selection. The criteria themselves are still not quite right because the selected criteria are only seen from the teacher's absence and performance. For the data collection process in this study, namely by using observation to analyze the problems that occur, the next process is to conduct interviews with the principal to obtain information about the problems encountered, for the documentation process to find the required documents through Administration, the next process is a questionnaire to obtain data. alternative respondents. The support system has a role thataims to improve a decision through a technology application that is designed based on weighting and. The results of this study were used to select the best teachers at SMK PGRI 05 Serpong, South Tangerang city. Keywords: decision support system, weighted product, waterfall Intisari— Penelitian ini berisi mengenai pemilihan guru terbaik di SMK PGRI 05 Serpong. Dimana pada proses pemilihan guru terbaik saat ini masih menggunakan sistem manual yang menjumlahkan beberapa kriteria yang masuk ke dalam pemilihan. Untuk kriterianya sendiri masih kurang tepat karena kriteria yang dipilih hanya dilihat dari absensi dan kinerja gurunya saja. Untuk proses pengumpulan data pada penelitian ini ialah dengan menggunakan observasi untuk menganalisa permasalahan yang terjadi, proses selanjutnya melakukan interview dengan kepala sekolah untuk mendapatkan informasi mengenai permasalahan yang dihadapi, untuk proses dokumentasi mencari dokumen yang dibutuhkan melalui bagian Tata Usaha, proses selanjutnya yaitu kuisoner untuk mendapatkan data responden alternatif. Sistem penunjang keputusan memiliki peranan yang bertujuan untuk meperbaiki sebuah pengambilan keputusan melalui sebuah aplikasi teknologi yang dirancang berdasarkan pembobotan. Adapun hasil dari penelitian ini digunakan untuk pemilihan guru terbaik di SMK PGRI 05 Serpong kota Tangerang Selatan. Kata Kunci: sistem penunjang keputusan, weighted product, waterfall  Abstract — This study contains the selection of the best teachers at SMK PGRI 05 Serpong. Where in the process of selecting the best teachers currently using a manual system that adds up several criteria that are included in the selection. The criteria themselves are still not quite right because the selected criteria are only seen from the teacher's absence and performance. For the data collection process in this study, namely by using observation to analyze the problems that occur, the next process is to conduct interviews with the principal to obtain information about the problems encountered, for the documentation process to find the required documents through Administration, the next process is a questionnaire to obtain data. alternative respondents. The support system has a role thataims to improve a decision through a technology application that is designed based on weighting and. The results of this study were used to select the best teachers at SMK PGRI 05 Serpong, South Tangerang city. Keywords: decision support system, weighted product, waterfall Intisari— Penelitian ini berisi mengenai pemilihan guru terbaik di SMK PGRI 05 Serpong. Dimana pada proses pemilihan guru terbaik saat ini masih menggunakan sistem manual yang menjumlahkan beberapa kriteria yang masuk ke dalam pemilihan. Untuk kriterianya sendiri masih kurang tepat karena kriteria yang dipilih hanya dilihat dari absensi dan kinerja gurunya saja. Untuk proses pengumpulan data pada penelitian ini ialah dengan menggunakan observasi untuk menganalisa permasalahan yang terjadi, proses selanjutnya melakukan interview dengan kepala sekolah untuk mendapatkan informasi mengenai permasalahan yang dihadapi, untuk proses dokumentasi mencari dokumen yang dibutuhkan melalui bagian Tata Usaha, proses selanjutnya yaitu kuisoner untuk mendapatkan data responden alternatif. Sistem penunjang keputusan memiliki peranan yang bertujuan untuk meperbaiki sebuah pengambilan keputusan melalui sebuah aplikasi teknologi yang dirancang berdasarkan pembobotan. Adapun hasil dari penelitian ini digunakan untuk pemilihan guru terbaik di SMK PGRI 05 Serpong kota Tangerang Selatan. Kata Kunci: sistem penunjang keputusan, weighted product, waterfall

    Evaluasi Pemanfaatan Aplikasi Enterprise Resource (ERP) Dengan Framework Cobit 4.1

    Get PDF
    Abstract—To facilitate data processing, PT. Metrox Mekanika implements an Enterprise Resource Planning (ERP) application system to improve user performance. With the development of information systems in the business world, every employee of the company needs to adapt and learn, so that the application system can be well received. The existence of an evaluation of the application system is expected to help users of the application system in using the application system. This research is a form of evaluation of the ERP Enterprise Resource Planning (ERP) application system. The research method used in this study is a survey method, namely by taking or collecting data through a questionnaire. Some of these problems can be classified as processes within the Plan and Organize and Monitor and Evaluate domains in the COBIT 4.1 framework. COBIT 4.1 is used to determine the level of IT maturity and also provide recommendations from the evaluation activities carried out. The evaluation results show that in the PO domain the average maturity level is 4.03 or reaches level 4 (Managed and Measureable), while in the ME domain the average maturity level is 4.03 or reaches level 4 (Managed and Measureable). Recommendations are given with the aim that PT. Metrox Mekanika can increase the value of IT maturity level, so that existing IT governance forms can be improved. Intisari— Untuk memudahkan pengolahan data, PT. Metrox Mekanika menerapkan system aplikasi Enterprise Resource Planning (ERP) untuk meningkatkan kinerja user/pengguna. Dengan berkembangnya sistem informasi di dunia perbisnisan, maka setiap karyawan perusahaan perlu beradaptasi dan belajar, agar sistem aplikasi dapat diterima dengan baik. Adanya evaluasi sistem aplikasi di harapkan dapat membantu pemakai sistem aplikasi dalam menggunakan sistem aplikasi tersebut. Penelitian ini merupakan suatu bentuk evaluasi terhadap sistem aplikasi Enterprise Resource Planning (ERP). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey yaitu dengan mengambil atau mengumpulkan data melalui kuesioner. Beberapa permasalahan tersebut dapat digolongkan pada proses di dalam domain Plan and Organise dan Monitor and Evaluate pada kerangka kerja COBIT 4.1. COBIT 4.1 digunakan untuk mengetahui tingkat kematangan TI dan juga memberikan rekomendasi dari kegiatan evaluasi yang dilakukan. Hasil evaluasi menunjukkan, pada domain PO nilai rata-rata tingkat kematangannya sebesar 4.03 atau mencapai level 4 (Managed and Measureable, sedangkan pada domain ME nilai rata-rata tingkat kematangannya sebesar 4,03 atau mencapai level 4 (Managed and Measureable). Rekomendasi diberikan dengan tujuan agar PT. Metrox Mekanika dapat meningkatkan nilai tingkat kematangan TI, sehingga bentuk tata kelola TI yang ada dapat diperbaiki. Kata Kunci— Evaluasi,Cobit, Tingkat Kematangan, ERP.Abstract—To facilitate data processing, PT. Metrox Mekanika implements an Enterprise Resource Planning (ERP) application system to improve user performance. With the development of information systems in the business world, every employee of the company needs to adapt and learn, so that the application system can be well received. The existence of an evaluation of the application system is expected to help users of the application system in using the application system. This research is a form of evaluation of the ERP Enterprise Resource Planning (ERP) application system. The research method used in this study is a survey method, namely by taking or collecting data through a questionnaire. Some of these problems can be classified as processes within the Plan and Organize and Monitor and Evaluate domains in the COBIT 4.1 framework. COBIT 4.1 is used to determine the level of IT maturity and also provide recommendations from the evaluation activities carried out. The evaluation results show that in the PO domain the average maturity level is 4.03 or reaches level 4 (Managed and Measureable), while in the ME domain the average maturity level is 4.03 or reaches level 4 (Managed and Measureable). Recommendations are given with the aim that PT. Metrox Mekanika can increase the value of IT maturity level, so that existing IT governance forms can be improved. Intisari— Untuk memudahkan pengolahan data, PT. Metrox Mekanika menerapkan system aplikasi Enterprise Resource Planning (ERP) untuk meningkatkan kinerja user/pengguna. Dengan berkembangnya sistem informasi di dunia perbisnisan, maka setiap karyawan perusahaan perlu beradaptasi dan belajar, agar sistem aplikasi dapat diterima dengan baik. Adanya evaluasi sistem aplikasi di harapkan dapat membantu pemakai sistem aplikasi dalam menggunakan sistem aplikasi tersebut. Penelitian ini merupakan suatu bentuk evaluasi terhadap sistem aplikasi Enterprise Resource Planning (ERP). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey yaitu dengan mengambil atau mengumpulkan data melalui kuesioner. Beberapa permasalahan tersebut dapat digolongkan pada proses di dalam domain Plan and Organise dan Monitor and Evaluate pada kerangka kerja COBIT 4.1. COBIT 4.1 digunakan untuk mengetahui tingkat kematangan TI dan juga memberikan rekomendasi dari kegiatan evaluasi yang dilakukan. Hasil evaluasi menunjukkan, pada domain PO nilai rata-rata tingkat kematangannya sebesar 4.03 atau mencapai level 4 (Managed and Measureable, sedangkan pada domain ME nilai rata-rata tingkat kematangannya sebesar 4,03 atau mencapai level 4 (Managed and Measureable). Rekomendasi diberikan dengan tujuan agar PT. Metrox Mekanika dapat meningkatkan nilai tingkat kematangan TI, sehingga bentuk tata kelola TI yang ada dapat diperbaiki. Kata Kunci— Evaluasi,Cobit, Tingkat Kematangan, ERP

    Pemanfaatan Alat Pendeteksi Kelembaban Tanah dan Suhu Pohon Mangrove Berbasis IoT

    Get PDF
    Abstract- Each plant has an optimal range of soil that is conducive to supporting good plant growth. Soil moisture is a measure of the health of the soil, the water content present in a given area of the soil. All plants must be within a certain range of soil moisture — most plants thrive in soils with humidity levels ranging between 20% and 60%. Regulating soil moisture is very important because the water content in the soil is a solvent, which means it breaks down the nutrients and minerals that plants need from the soil, allowing plants to absorb these beneficial particles into the plant system itself. the lack of handling in regulating humidity makes the mangrove tree less well-maintained. The research was conducted by first analyzing the problem to determine the appropriate solution. In this case is the manufacture of a tool to measure soil moisture. The development method used is the Research And Development (R&D) method as an approach in order to gather knowledge to create new products or find new ways to improve existing products and services. The application of the soil moisture sensor is expected to help in the care of mangrove plants and can save the water used for watering plants. Keywords: Mangrove, Research And Development, ESP8266   Abstrak - Setiap tanaman memiliki kisaran optimal tanah yang kondusif untuk mendukung pertumbuhan tanaman yang baik. Kelembaban tanah adalah ukuran kesehatan tanah, kandungan air yang ada di area tertentu dari tanah. Semua tanaman harus berada dalam kisaran kelembaban tanah tertentu — sebagian besar tanaman tumbuh subur di tanah dengan tingkat kelembaban yang berkisar antara 20% dan 60%. Mengaur kelembaban tanah sangat penting karena kandungan air dalam tanah adalah pelarut, yang berarti memecah nutrisi dan mineral yang dibutuhkan tanaman dari tanah, memungkinkan tanaman untuk menyerap partikel bermanfaat ini ke dalam system tanaman itu sendiri. kurangnya penanganan dalam pengaturan kelembaban membuat pohon mangrove tersebut menjadi kurang terawat. Penelitian dilakukan dengan terlebih dahulu melakukan Analisa masalah untuk selanjutnya ditentukan solusi yang tepat. Dalah hal ini adalah pembuatan alat untuk mengukur kelembaban tanahl. metode pengembangan yang digunakan adalah metode Research And Development (R&D) sebagai pendekatan dalam rangka mengumpulkan pengetahuan untuk membuat produk baru atau menemukan cara baru untuk meningkatkan produk dan layanan yang sudah ada. Aplikasi dari sensor kelembaban tanah diharapkan dapat membantu perawatan tanaman mangrove dan mampu menghemat air yang digunakan untuk menyiram tanaman. Kata Kunci : Mangrove, Research And Development, ESP8266Abstract- Each plant has an optimal range of soil that is conducive to supporting good plant growth. Soil moisture is a measure of the health of the soil, the water content present in a given area of the soil. All plants must be within a certain range of soil moisture — most plants thrive in soils with humidity levels ranging between 20% and 60%. Regulating soil moisture is very important because the water content in the soil is a solvent, which means it breaks down the nutrients and minerals that plants need from the soil, allowing plants to absorb these beneficial particles into the plant system itself. the lack of handling in regulating humidity makes the mangrove tree less well-maintained. The research was conducted by first analyzing the problem to determine the appropriate solution. In this case is the manufacture of a tool to measure soil moisture. The development method used is the Research And Development (R&D) method as an approach in order to gather knowledge to create new products or find new ways to improve existing products and services. The application of the soil moisture sensor is expected to help in the care of mangrove plants and can save the water used for watering plants. Keywords: Mangrove, Research And Development, ESP8266   Abstrak - Setiap tanaman memiliki kisaran optimal tanah yang kondusif untuk mendukung pertumbuhan tanaman yang baik. Kelembaban tanah adalah ukuran kesehatan tanah, kandungan air yang ada di area tertentu dari tanah. Semua tanaman harus berada dalam kisaran kelembaban tanah tertentu — sebagian besar tanaman tumbuh subur di tanah dengan tingkat kelembaban yang berkisar antara 20% dan 60%. Mengaur kelembaban tanah sangat penting karena kandungan air dalam tanah adalah pelarut, yang berarti memecah nutrisi dan mineral yang dibutuhkan tanaman dari tanah, memungkinkan tanaman untuk menyerap partikel bermanfaat ini ke dalam system tanaman itu sendiri. kurangnya penanganan dalam pengaturan kelembaban membuat pohon mangrove tersebut menjadi kurang terawat. Penelitian dilakukan dengan terlebih dahulu melakukan Analisa masalah untuk selanjutnya ditentukan solusi yang tepat. Dalah hal ini adalah pembuatan alat untuk mengukur kelembaban tanahl. metode pengembangan yang digunakan adalah metode Research And Development (R&D) sebagai pendekatan dalam rangka mengumpulkan pengetahuan untuk membuat produk baru atau menemukan cara baru untuk meningkatkan produk dan layanan yang sudah ada. Aplikasi dari sensor kelembaban tanah diharapkan dapat membantu perawatan tanaman mangrove dan mampu menghemat air yang digunakan untuk menyiram tanaman. Kata Kunci : Mangrove, Research And Development, ESP826

    Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Handphone Gaming Terbaik Tahun 2021 Dengan Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP)

    Get PDF
    Abstract— Mobile is an electronic telecommunication tool that is needed by humans at this time. With the rapid development of technology, there are many kinds of cellphone brands that provide gaming specifications with fairly good prices and specifications, and compete with each other to provide all the advantages of their cellphone brands. It is hoped that this research can add insight to others. In this paper the researchers used four selection criteria, namely: Price, Battery, Processor and Storage Capacity. Based on the results of processing and analysis of respondent data, it was found that Xiaomi has the highest priority weight, namely: 1.473, followed by Asus with the second priority weight, namely: 1.128, then Realme has the third priority weight, namely: 0.945, and the last is Oppo with the lowest priority weight, namely: 0.524. The method that will be used in this research is to use the AHP (Analytical Hierarchy Process) method. Thus it can be concluded that the use of the AHP method in choosing the best Gaming Mobile is effective. Keywords: Gaming Phone, Best Cell Phone, Analytical Hierarchy Process (AHP), Decision Support System. Intisari—Handphone merupakan sebuah alat telekomunikasi elektronik yang sangat dibutuhkan oleh manusia disaat sekarang ini. Dengan berkembangnya teknologi yang semakin pesat banyak macam merek Handphone yang memberikan spesifikasi gaming dengan harga dan spesifikasi yang cukup baik, dan saling bersaing untuk memberikan segala kelebihan-kelebihan dari merek Handphone mereka. Diharapkan dengan adanya penelitian ini dapat menambah wawasan bagi orang lain. Dalam penulisan ini peneliti menggunakan empat kriteria pemilihan yaitu: Harga, Baterai, Processor dan Kapasitas Penyimpanan. Berdasarkan hasil pengolahan dan analisa data responden, diperoleh Xiaomi memiliki bobot prioritas tertinggi yaitu: 1,473, diikuti oleh Asus dengan bobot prioritas kedua yaitu: 1,128, selanjutnya Realme memiliki bobot prioritas ketiga yaitu: 0,945, dan yang terakhir Oppo dengan bobot prioritas rendah yaitu: 0,524. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode AHP (Analytical Hierarchy Process). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode AHP dalam memilih Handphone Gaming terbaik efektif untuk diterapkan. Kata Kunci: Handphone Gaming, Handphone terbaik, Analytical Hierarchy Process (AHP), Sistem Penunjang Keputusan.Abstract— Mobile is an electronic telecommunication tool that is needed by humans at this time. With the rapid development of technology, there are many kinds of cellphone brands that provide gaming specifications with fairly good prices and specifications, and compete with each other to provide all the advantages of their cellphone brands. It is hoped that this research can add insight to others. In this paper the researchers used four selection criteria, namely: Price, Battery, Processor and Storage Capacity. Based on the results of processing and analysis of respondent data, it was found that Xiaomi has the highest priority weight, namely: 1.473, followed by Asus with the second priority weight, namely: 1.128, then Realme has the third priority weight, namely: 0.945, and the last is Oppo with the lowest priority weight, namely: 0.524. The method that will be used in this research is to use the AHP (Analytical Hierarchy Process) method. Thus it can be concluded that the use of the AHP method in choosing the best Gaming Mobile is effective. Keywords: Gaming Phone, Best Cell Phone, Analytical Hierarchy Process (AHP), Decision Support System. Intisari—Handphone merupakan sebuah alat telekomunikasi elektronik yang sangat dibutuhkan oleh manusia disaat sekarang ini. Dengan berkembangnya teknologi yang semakin pesat banyak macam merek Handphone yang memberikan spesifikasi gaming dengan harga dan spesifikasi yang cukup baik, dan saling bersaing untuk memberikan segala kelebihan-kelebihan dari merek Handphone mereka. Diharapkan dengan adanya penelitian ini dapat menambah wawasan bagi orang lain. Dalam penulisan ini peneliti menggunakan empat kriteria pemilihan yaitu: Harga, Baterai, Processor dan Kapasitas Penyimpanan. Berdasarkan hasil pengolahan dan analisa data responden, diperoleh Xiaomi memiliki bobot prioritas tertinggi yaitu: 1,473, diikuti oleh Asus dengan bobot prioritas kedua yaitu: 1,128, selanjutnya Realme memiliki bobot prioritas ketiga yaitu: 0,945, dan yang terakhir Oppo dengan bobot prioritas rendah yaitu: 0,524. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode AHP (Analytical Hierarchy Process). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode AHP dalam memilih Handphone Gaming terbaik efektif untuk diterapkan. Kata Kunci: Handphone Gaming, Handphone terbaik, Analytical Hierarchy Process (AHP), Sistem Penunjang Keputusan

    Visualisasi Data Perhitungan SLA Pengiriman Unit Periode Januari-Desember 2021

    Get PDF
    Abstract— Service Level Agreement (SLA) is a benchmark for the achievement of an activity carried out. one of the quality of service is the completion of work in accordance with the SLA. To be able to meet the needs of customer units in an area, the company cooperates with expedition vendors to be able to send units to destinations with a distance of more than 100 km. Unit deliveries are also carried out internally by the company but with a distance of less than or only up to 100 km. Monitoring needs to be done so that unit deliveries to customers arrive quickly, safely, and on time. Currently the process is done manually, namely the calculation of vendor and internal SLAs that still use Ms. Excel. The methods used in this research are Visual Data Mining (VDM) and Extract, Transfer, Load (ETL). The results of the research are in the form of a data visualization dashboard that can be used as monitoring the achievement of SLA unit delivery. Intisari— Service Level Agreement (SLA) merupakan tolak ukur pencapaian atas suatu aktifitas yang dilakukan. salah satu kualitas pelayanan adalah penyelesaian pekerjaan yang sesuai dengan SLA. Untuk dapat memenuhi kebutuhan unit pelanggan disuatu daerah, perusahaan bekerja sama dengan vendor ekspedisi untuk dapat mengirimkan unit-unit ke tempat tujuan dengan jarak tempuh lebih dari 100 km. Pengiriman unit juga dilakukan oleh internal perusahaan namun dengan jarak tempuh kurang dari atau hanya sampai 100 km. Perlu dilakukan monitoring agar pengiriman unit ke pelanggan tiba dengan cepat, aman, dan tepat waktu. Saat ini proses tersebut dilakukan secara manual, yaitu perhitungan SLA vendor dan internal yang masih menggunakan Ms. Excel. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Visual Data Mining (VDM) dan Extract, Transfer, Load (ETL). Hasil dari penelitian berupa dashboard visualisasi data yang dapat digunakan sebagai monitoring pencapaian SLA pengiriman unit. Kata Kunci— Visualisasi Data, Mining, SLA, MonitoringAbstract— Service Level Agreement (SLA) is a benchmark for the achievement of an activity carried out. one of the quality of service is the completion of work in accordance with the SLA. To be able to meet the needs of customer units in an area, the company cooperates with expedition vendors to be able to send units to destinations with a distance of more than 100 km. Unit deliveries are also carried out internally by the company but with a distance of less than or only up to 100 km. Monitoring needs to be done so that unit deliveries to customers arrive quickly, safely, and on time. Currently the process is done manually, namely the calculation of vendor and internal SLAs that still use Ms. Excel. The methods used in this research are Visual Data Mining (VDM) and Extract, Transfer, Load (ETL). The results of the research are in the form of a data visualization dashboard that can be used as monitoring the achievement of SLA unit delivery. Intisari— Service Level Agreement (SLA) merupakan tolak ukur pencapaian atas suatu aktifitas yang dilakukan. salah satu kualitas pelayanan adalah penyelesaian pekerjaan yang sesuai dengan SLA. Untuk dapat memenuhi kebutuhan unit pelanggan disuatu daerah, perusahaan bekerja sama dengan vendor ekspedisi untuk dapat mengirimkan unit-unit ke tempat tujuan dengan jarak tempuh lebih dari 100 km. Pengiriman unit juga dilakukan oleh internal perusahaan namun dengan jarak tempuh kurang dari atau hanya sampai 100 km. Perlu dilakukan monitoring agar pengiriman unit ke pelanggan tiba dengan cepat, aman, dan tepat waktu. Saat ini proses tersebut dilakukan secara manual, yaitu perhitungan SLA vendor dan internal yang masih menggunakan Ms. Excel. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Visual Data Mining (VDM) dan Extract, Transfer, Load (ETL). Hasil dari penelitian berupa dashboard visualisasi data yang dapat digunakan sebagai monitoring pencapaian SLA pengiriman unit. Kata Kunci— Visualisasi Data, Mining, SLA, Monitorin

    Perancangan Program Pencatatan Dan Pengelolaan Kapasitas Inap Kendaraan

    Get PDF
    Abstract - Some large vehicle workshops that has a capacity of tens to hundred usually already computerized in matters relating to billing, item order, and other vital transactions, but not many of them pay attention to the problem of recording their capacity reports which sometimes this trivial thing can hamper their performance. Many workshops only record vehicles come and out without checking their workshops capacity, at same time most of flow system in workshop didn’t expect if vehicle didn’t taken by their owner even though the vehicle has been repaired, while slot at system already empty but in reality it’s still filled which cause pile up when workshop crowded or full. To solve that problem the author designing a program using the waterfall method which has five stages namely Communication, Planning, Modeling, Construction, and Deployment. With this program it’s can make worker easier to record, manage, even make report, also to watch over where the location of vechile rather than when they used note books which make them harder when looking for data or manage if they make mistake in record etc.. Keywords: Program, Management. Intisari - Beberapa bengkel kendaraan besar yang berkapasitas puluhan hingga ratusan biasanya sudah terkomputerisasi dalam hal-hal yang berkaitan dengan billing, pemesanan barang, dan transaksi vital lainnya, namun tidak banyak yang memperhatikan masalah pencatatan laporan kapasitasnya yang terkadang hal sepele ini bisa terjadi. menghambat kinerja mereka. Banyak bengkel hanya mencatat kendaraan yang keluar masuk tanpa memeriksa kapasitas bengkelnya, pada saat yang sama sebagian besar sistem aliran di bengkel tidak menyangka jika kendaraan tidak diambil oleh pemiliknya meskipun kendaraan telah diperbaiki, sementara slot pada sistem sudah kosong namun pada kenyataannya masih terisi yang menyebabkan penumpukan saat bengkel ramai atau penuh. Untuk mengatasi masalah tersebut penulis merancang sebuah program dengan menggunakan metode waterfall yang memiliki lima tahapan yaitu Communication, Planning, Modeling, Construction, dan Deployment. Dengan adanya program ini dapat mempermudah pekerja untuk mencatat, mengelola, bahkan membuat laporan, juga untuk mengawasi dimana letak kendaraan daripada saat menggunakan buku catatan yang mempersulit mereka dalam mencari data atau mengelola jika melakukan kesalahan pencatatan dll. Kata kunci: Program, Manajemen.Abstract - Some large vehicle workshops that has a capacity of tens to hundred usually already computerized in matters relating to billing, item order, and other vital transactions, but not many of them pay attention to the problem of recording their capacity reports which sometimes this trivial thing can hamper their performance. Many workshops only record vehicles come and out without checking their workshops capacity, at same time most of flow system in workshop didn’t expect if vehicle didn’t taken by their owner even though the vehicle has been repaired, while slot at system already empty but in reality it’s still filled which cause pile up when workshop crowded or full. To solve that problem the author designing a program using the waterfall method which has five stages namely Communication, Planning, Modeling, Construction, and Deployment. With this program it’s can make worker easier to record, manage, even make report, also to watch over where the location of vechile rather than when they used note books which make them harder when looking for data or manage if they make mistake in record etc.. Keywords: Program, Management. Intisari - Beberapa bengkel kendaraan besar yang berkapasitas puluhan hingga ratusan biasanya sudah terkomputerisasi dalam hal-hal yang berkaitan dengan billing, pemesanan barang, dan transaksi vital lainnya, namun tidak banyak yang memperhatikan masalah pencatatan laporan kapasitasnya yang terkadang hal sepele ini bisa terjadi. menghambat kinerja mereka. Banyak bengkel hanya mencatat kendaraan yang keluar masuk tanpa memeriksa kapasitas bengkelnya, pada saat yang sama sebagian besar sistem aliran di bengkel tidak menyangka jika kendaraan tidak diambil oleh pemiliknya meskipun kendaraan telah diperbaiki, sementara slot pada sistem sudah kosong namun pada kenyataannya masih terisi yang menyebabkan penumpukan saat bengkel ramai atau penuh. Untuk mengatasi masalah tersebut penulis merancang sebuah program dengan menggunakan metode waterfall yang memiliki lima tahapan yaitu Communication, Planning, Modeling, Construction, dan Deployment. Dengan adanya program ini dapat mempermudah pekerja untuk mencatat, mengelola, bahkan membuat laporan, juga untuk mengawasi dimana letak kendaraan daripada saat menggunakan buku catatan yang mempersulit mereka dalam mencari data atau mengelola jika melakukan kesalahan pencatatan dll. Kata kunci: Program, Manajemen

    369

    full texts

    431

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Ejournal STMIK Antar Bangsa
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇