Research Repository of UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan
Not a member yet
966 research outputs found
Sort by
Senses on hot issues
Pemahaman makna atau pengalaman di dunia ini secara alami sangatlah
penting dimiliki oleh setiap orang. Setiap orang mempunyai media sensor
makna atau pengalaman secara alami, yakni dengan sense. Sense juga
disebut sebagai media pemahaman termasuk pengelihatan, pendengaran,
perasa, pencium dan peraba. Proses sense secara umum dimulai dari issu
hangat dan dilanjutkan dengan pemberian kode pada otak. Setelah berada
di otak, pastilah dia merupakan sebuah makna atau pengalaman. Pertama,
makna atau pengalaman akan dipersepsikan sebagai persepsi pribadi, ini
tergantung pada pengetahuan dasar orangnya yang disebut pemahaman
pribadi. Kedua, akan ada tanggapan terhadap issu yang difahami.
Tanggapan itu secara otomatis berbeda kekal dengan orang lain.
Beberapa orang menanggapi sejalan dengan issu dan yang lainnya
menanggapi secara berbeda. Tentunya kedua tangapan itu harus ada.
Tetapi, jika tidak ada tanggapan dari sebuah issu, itu berarti orang
tersebut belum atau tidak berproses dengan issu. Ketiga, dengan
memberikan tanggapan, akan dilanjutkan dengan tindak lanjut. Ini berarti
setiap orang yang sudah memahami akan secara alami menanggapi dan
memberikan tindak lanjut atas apa yang dia fahami khususnya jika itu
berkaitan dengan kehidupannya. Kehidupan maksudnya disini adalah
segala sesuatu yang berkaitan dengannya
Implementing clustering technique to improve students’ ability in writing paragraph at junior high school 4 Sipirok
Penelitian ini membahas tentang implementasi tekhnik clustering untuk
meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis paragraf di SMP Negeri
4 Sipirok. Atas dasar keterbatasan tekhnik guru bahasa inggris, minimnya
kosa kata yang dikuasai siswa, dan faktor motivasi siswa tersebut di SMP
Negeri 4 Sipirok, maka dibutuhkan tekhnik baru untuk meningkat
kemampuan menulis paragraf siswa. Oleh karena itu, tekhnik clustering
merupkan ide baru yang sangat menarik untuk diaplikasikan dikelas
menulis paragraf terutama dalam mengeluarkan ide-ide siswa dalam
menggagas bahasa yang sesuai standar tata bahasa menulis paragraf
Economic value added dan market value added sebagai pelengkap alat ukur kinerja keuangan konvensional
Economic value added (EVA) is a performance measure that attempts to
measure the true economic profit produced by a company. It is frequently
also referred to as "economic profit", and provides a measurement of a
company's economic success (or failure) over a period of time. Economic
profit can be calculated by taking a company's net after-tax operating
profit and subtracting from it the product of the company's invested
capital multiplied by its percentage cost of capital. Market Value Added
(MVA), on the other hand, is simply the difference between the current
total market value of a company and the capital contributed by investors
(including both shareholders and bondholders). MVA is not a performance
metric like EVA, but instead is a wealth metric, measuring the level of
value a company has accumulated over time. As a company performs well
over time, it will retain earnings. This will improve the book value of the
company's shares, and investors will likely bid up the prices of those shares
in expectation of future earnings, causing the company's market value to
rise
Implementasi akuntansi dalam kehidupan menurut perspektif Islam
Akuntansi merupakan domain muamalah dalam kajian Islam.
Artinya diserahkan kepada kemampuan minds manusia untuk
mengembangkannya. Namun karena the importance of the problem ini maka
Allah SWT bahkan memberikannya tempat dalam kitab suci al-Qur'an, al-
Baqarah ayat 282. Ayat ini sebagai symbol of economic yang mempunyai
nature of accounting yang dapat dianalogkan dengan double entry, dan
menggambarkan angka keseimbangan atau neraca. Dengan demikian
pengembangan akuntansi Islam, nilai-nilai kebenaran, kejujuran dan
keadilan harus diaktualisasikan dalam praktik akuntansi
Teori belajar behavioristik dan humanistik dalam perspektif pendidikan Islam
Belajar merupakan suatu aktivitas mental atau psikis yang terjadi dalam interaksi dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan-perubahan, pengetahuan, pemahaman, ketrampilan, dan nilai sikap.
Menurut teori Behavioristik dalam belajar yang penting adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respons. Stimulus adalah apa saja yang diberikan guru kepada siswa, sedangkan respons berupa reaksi atau tanggapan siswa terhadap stimulus yang diberikan oleh guru.
Menurut teori humanistik, proses belajar harus dimulai dan ditujukan untuk kepentingan memanusiakan manusia. Peran guru dalam pembelajaran humanistik adalah menjadi fasilitator dan memberikan motivasi pada siswa.
Metode pembelajaran yang digunakan dalam pendidikan Islam antara lain; tilawah, ta’lim, tarbiyah, ta’dib, tazkiyah, dan tadrib. Asas ketauhidan merupakan azas utama dalam pelaksanaan pendidikan Islam.
Prinsip Ketauhidan yang membedakan pandangan pendidikan Islam dengan Teori Behavioritik dan Humanistik. Teori Behavioritik dan Humanistik tidak mengkaitkan teorinya dengan nilai-nilai keagamaan
Peranan bahasa verbal dan non verbal dalam komunikasi konseling
The problem faced by a person should be resolved immediately. Counseling is an effort made to help the completion of the client. In the communication skills needs counseling. Counseling conducted by a counselor, either by using the language of verbal and non-verbal language. Verbal language is the primary means to express thoughts, feelings and desires of a person. Verbal language using words represents various aspects of an individual's life. Non-verbal language is a communication process that is not done through the pronunciation of words, but using body movement, posture, intonation tone (high-low tones), eye contact, facial expression, proximity, and touches or communication context. Non-verbal language in communication counseling, among others are shaking hands, a smiling face, the readiness of context, such as setting the decor of the room, the seating arrangement, the distance sitting, counseling room, eye contact, listening to the client, and silence
The correlation between students’ ability in identifying nouns and adjectives to analyzing compound noun and compound adjectives of TBI students IAIN Padangsidimpuan
Penelitian ini dirancang berdasarkan pendekatan kuantitatif dan penelitian korelasional. Dalam penelitian ini , sampel yang diteliti adalah mahasiswa semester ketiga Jurusan Tadris Bahasa Inggris Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Padangsidimpuan. Peserta penelitian adalah TBI - 1 yang berjumlah 30 peserta. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah ujian. Kemudian, tes dianalisis dengan menggunakan rumus product moment untuk menguji hipotesis.
Hail dari product moment yang digunakan untuk mendapatkan koefisien korelasi rxy = 0.53 Tingkat korelasi yang signifikan dilakukan dengan mengunci tabel ( rt ) pada tingkat signifikan 5 % adalah 0,361 dan pada tingkat signifikan 1 % adalah 0,463 . Hipotesis dalam penelitian ini diterima yaitu rcount > rtabel . Ini berarti ada hubungan yang signifikan antara siswa kemampuan dalam mengidentifikasi kata benda dan kata sifat untuk kemampuan siswa dalam menganalisis kata benda majemuk dan kata sifat compou
Pemanfaatan perpustakaan sebagai sumber belajar: refleksi sejarah pada masa kejayaan Islam
The development and renaisanse of the triumph of Islam's spread-in all sectors characterized by the presence of Islamic institutions, which have quality standards, and are capable of giving birth to a Muslim Intellectuals. Darul Hikmah or Darul Ilmi was one the Islamic institutions which has quite a good reputation because it carried significance for the development of science. Impact of Islam that was built by the Abbasid Dynasty – the reign of Harun al-Rashid was the early embryo of what was touted by Darul Hikmah/Darul Ilmi as nimble institution that gave birth to the muslim intellectual
Upaya pondok pesantren dalam pembinaan santri sebagai da’i di Kecamatan Barumun Tengah Kabupaten Padang Lawas
Pembinaan santri yang mengarah pada pembentukan da’i yaitu kurikulum, dan kegiatan ekstrakurikuler. Kurikulum yang dipakai di pesantren ada dua yaitu : kurikulum Nasional dan kurikulum pesantren. Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan yang dilakukan di luar jam formal (sekolah). Pelaksanaan kegiatan didukung oleh dua faktor yaitu faktor pendukung dan faktor penghambat. Faktor pendukung yaitu kerjasama pimpinan pesantren dengan masyarakat sekitar, faktor kebutuhan santri terhadap pembinaan, ketaatan santri terhadap tatatertib, adanya motivasi santri yang memiliki bakat. Faktor penghambat yaitu kurangnya sarana dan fasilitas pesntren, kurangnya tenaga pembinaan yang profesional, faktor pendidikan yang berbeda, banyaknya kegiatan yang diberlakukan di pesantern
Keterkaitan penilaian formatif dengan hasil belajar IPA setelah mengontrol pengetahuan awal siswa
Formative assessment is the evaluation conducted at the end of the
discussion of a subject / topic, and is intended to determine the extent to which the
learning process has been running as planned. In assessing the formative test a
science teacher in the learning process must run in certain situations. Therefore in
the learning process students should have early knowledge base or IPA as a
condition for getting knowledge to a higher level. With prior knowledge of the
students in science teaching and learning process, the teacher can assess the results
of their study. From the results of this evaluation will be obtained picture of anyone
who has been successful and who is considered to have not managed to take
further appropriate actions. Learning outcomes that occur because of changes in
student behavior that can be observed and measured in terms of changes in
knowledge, attitudes and skills. In learning science learning outcomes can be
measured by the ability of the students themselves gain knowledge about the
natural environment, develop skills, insight, and awareness of the technology in
relation to their use for everyday life "