Research Repository of UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan
Not a member yet
966 research outputs found
Sort by
Strategi pengembangan pendidikan agama Islam berbasis multikultural
Keragaman adalah sunnatullah yang tidak bisa diingkari. Allah Swt menciptakan manusia dalam keragaman dan perbedaan, berbeda suku, bangsa, bahasa, warna kulit, agama, keyakinan, dan sebagainya.Bangsa Indonesia dengan berbagai kultur memiliki resistensi yang tinggi terhadap munculnya konflik sebagai konsekuensi dinamika kohesivitas sosial masyarakat. Pengembangan Pendidikan agama Islam berbasis multikultural penting dilakukan untuk mengarahkan peserta didik dalam menyikapi realitas masyarakat yang beragam sehingga memiliki sikap apresiatif terhadap keragaman yang berbeda. Oleh karena itu perlu strategi pengembangan pendidikan agama Islam berbasis multikultural.Strategi pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam berbasis multikultural berorientasi pada materi, siswa, dan sosial. Pengembangan kurikulum meliputi penetapan tujuan, penyusunan silabus dan materi Pendidikan Agama Islam, merumuskan indikator pencapaian kompetensi, sumber yang bermuatan multikultural. Kerangka dasar dalam pengembangan kurikulum pendidikan agama Islam berbasis multikultural adalah Tauhid. Pengembangan Kegiatan Proses Pembelajaran Pendidikan Agama Islam berbasis multikultural, memiliki karakteristik utama yaitu belajar hidup dalam perbedaan, membangun saling percaya, memelihara saling pengertian, menjunjung sikap saling menghargai, dan terbuka dalam berpikir, apresiasi dan interdependensi dan resolusi konflik. Pendidikan multikultural harus diorientasikan pada pembangunan moral (moral building) peserta didik, dan seorang pendidik meski bisa menjadi uswatun hasanah bagi peserta didik.Pendidikan Agama Islam berbasis multikultural diharapkan melahirkan peradaban yang bersifat toleransi, demokrasi, kebaikan, tolong-menolong, tenggang rasa, keadilan, keindahan, keharmonisan, dan nilai-nilai kemanusiaan lainnya
Pemikiran hukum Islam Muhammad Syahrur: teori hudud
Muhammad Syahrur one of figure reformer thought Islamic law controversial. Hers mind be welcome the pros and cons of various parties. Some support becouse that his mind giving big contribution in fiqh enrichment. With the theory of hudud, Muhammad Syahrur has done of deconstruction and reconstruction to methodology ijtihad, especially ayat-ayat muhkamat, so that the teaching of Islam is a relevant to space and time. But not less that gave a negative responses, becouse methodologically in up Syahrur having no bottom of a study Islam been undertaken by clergy. Muhammad Syahrur has done interpretation of the laws different at all with the mufassir and fuqaha conventional and has given birth to legal products that oppsite law already raw so far. Her trends to the philosophy of Marxism and to the using hermenutika philology have provoked many mistakes in producing Islamic law
Batas aurat perempuan dalam pinangan menurut mazhab zhahiri
Khitbah mengandung arti permintaan. Menurut adat adalah
bentuk pernyataan dari satu pihak kepada pihak lain dengan
tujuan untuk mengadakan ikatan pernikahan. Sebagian ulama
berpendapat bahwa melihat perempuan yang akan dipinang
hukumnya sunnah. Hal tersebut sesuai dengan konsepsi
baku yang disabdakan melalui hadits bahwa diperbolehkan
agar mendatangkan kebaikan dalam kehidupan berumah
tangga, kesejahteraan dan kesenangan. Tetapi dalam melihat
pinangan para ulama berbeda pendapat, ulama fiqih
berpendapat bahwa diperbolehkan melihat muka dan kedua
telapak tangan, karena muka dan telapak tangan dapat
mewakili kecantikan dan kesuburan, sedang mazhab Zhahiri
membolehkan melihat seluruh tubuhnya tanpa ada batasan.
Mazhab Zhahiri adalah mazhab yang menyatakan bahwa
sumber hukum hanya nash, ulama besar pada mazhab yaitu
Daud Zhahiri dan Ibnu Hazm. Melihat wanita pada saat
peminangan menurut mazhab Zhahiri sebagaimana yang
tertuang dalam kitabnya al-Muhalla karya Ibnu Hazm bahwa
anggota tubuh wanita yang boleh dilihat adalah seluruh
tubuhnya tanpa batasan tertentu, karena dalam hadits
tesebut tidak diterangkan bagian-bagian tubuh mana yang
boleh diperlihatkan dan tidak boleh diperlihatkan kepada
laki-laki yang akan meminangnya. Berdasarkan analisis yang
telah dilakukan penulis, dapat disimpulkan bahwa mazhab
Zhahiri dalam menafsirkan hadits tersebut hanya berdasar
kepada zhahirnya nas, tanpa menggunakan qiyas, ijtihad,
ra’yu, istihsan atau dzara’i maslahat mursalah
Metode dakwah Muhammadiyah di Kabupaten Tapanuli Selatan
Untuk mewujudkan keberhasilan dakwah Muhammadiyah telah merumuskan
berbagai metodologi yang dianggap layak untuk diaplikasikan dalam
kehidupan masyarakat. Pada tahap awal, Muhammadiyah sangat gencar
memberantas masalah takhyul, bid'ah dan khurafat. Dakwah ditujukan untuk
mengembalikan pemahaman dan pengamalan ajaran Islam berdasarkan
petunjuk Alquran dan Sunnah. Keberhasilan dakwah yang ditandai dengan
pengamalan ajaran Islam pada aspek mental dan spritual baru akan dapat
tercapai apabila metodologi yang digunakan dapat diterima masyarakat. Ada
beberapa metode dakwah yang diterapkan muhammadiyah di Tapanuli
Selatan yaitu; metode al hikmah, Al mau’izhatil hasanah, dan mujadalah. Ketiga
metode dakwah tersebut diterapkan dalam bentuk dakwah bil lisan, dakwah bil
kitabah, dakwah bil hal dan dakwah cultural. Walaupun dalam pelaksanaannya
mendapat tantangan yang sangat keras ditengah masyarakat, Muhammadiyah
terus berusaha untuk mengembalikan pemahanan masyarakat pengamalan
ajaran Islam berdasarkan petunjuk Alquran dan Sunnah
Konstruksi hermeneutika dalam studi Islam tentang hadis-hadis misoginis: studi pemikiran Khaled Abou el Fadl
Hukum Islam merupakan hasil konstruksi dua otoritas tertinggi dari ajaran
Islam yaitu Al-Qur’an dan Hadis. Khaled Abou El Fadl menawarkan sebuah
kerangka metodologi dalam hukum Islam dengan pendekatan
Hermeneutika. Ini berawal dari kegelisahan Khaled Abou El Fadl terhadap
fatwa-fatwa yang dikeluarkan Council for Scientific Research and Legal Opinion
(CRLO) di Arab Saudi. Lembaga ini mempuyai kepercayaan untuk
mengeluarkan fatwa-fatwa, dimana mereka menggunakan hadis-hadis
misoginis sebagai otoritas tertinggi untuk melegitimasi keabsahan fatwa
yang mereka keluarkan. Fatwa-fatwa tersebut dinilai bersifat otorian dan
diskriminatif, khususnya terhadap perempuan dan terkesan kaku, tidak bisa
menyesuaikan dengan tuntutan zaman dan kondisi. Fenomena
otoritarianisme ini muncul menurut Khaled Abou El Fadl disebabkan
kesalahan metodologis dalam memahami tek-teks hukum, tidak
menganalisis dan mempertimbangkan secara semestinya sumber-sumber
penting yang menjadi landasan bagi keberwenangan. Hermeutika Khaled
Abou El Fadl disebut sebagai hermeneutika negosiasi, karena analisisnya
negotiating process antara kompetensi teks (text), pengarang (author), dan
pembaca (reader). Hal ini dilakukan dengan lima syarat keberwenanganyaitu kejujuran, kesungguhan, kemenyeluruhan, rasionalitas, dan
pengendalian diri. Ini menjadi paradigma moral dalam menafsirkan
teks-teks suci dan demi menghindari keterjebakan dalam otoritarianisme
penafsiran. Khaled Abou El Fadl berupaya mengkonstruk dan memadukan
dua khazanah pemikiran klasik dan modern, khususnya dalam bidang tafsir
hadis
Penerapan ilmu komunikasi dan psikologi dalam proses dakwah pengaruhnya terhadap pengamalan agama masyarakat di Kecamatan Padangsidimpuan Selatan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar pengaruh penerapan ilmu komunikasi dan psikologi dalam proses dakwah baik secara tersendiri maupun secara simultan (bersama-sama) terhadap pengamalan agama masyarakat. Sebanyak 120 orang masyarakat yang dijadikan sebagai sampel dengan menggunakan teknik Cluster Sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner (angket). Selanjutnya data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial. Dari hasil analisis tersebut diketahui bahwa penerapan ilmu komunikasi pengaruhnya sangat kuat terhadap pengamalan agama yaitu 0.929. Begitu juga dengan penerapan psikologi pengaruhnya sangat kuat terhadap pengamalan agama yaitu 0,880, selanjutnya dilihat dari kedua variabel tersebut secara simultan berpengaruh kuat terhadap pengamalan agama sebesar 0,939. Dari analisis data diperoleh hasil penerapan ilmu komunikasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengamalan agama masyarakat di Kecamatan Padangsidimpuan Selatan yaitu 27,339 > 1,659. Begitu pula penerapan psikologi berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengamalan agama yaitu 20,114 > 1,659. Selanjutnya secara simultan kedua variabel tersebut pengaruh positif dan signifikan terhadap pengamalan agama yaitu 437,897 > 3, 08
Pengaruh promosi dan lokasi usaha terhadap peningkatan jumlah nasabah produk giro wadi’ah di PT. Bank Sumut cabang syariah Padangsidimpuan
Dari judul tulisan ini jelas terlihat bahwa bank perlu memperhatikan
faktor-faktor yang mempengaruhi meningkatnya jumlah nasabah,
hal ini perlu dilakukan dalam rangka menindaklanjuti keberlanjutan
dan keberadaan bank itu sendiri. Masalah dalam penelitian iniadalah dalam rangka memperhatikan seberapa besar pengaruh
promosi dan lokasi terhadap jumlah nasabah produk wadi’ah.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh yang
ditimbulkan oleh promosi dan lokasi keberadaan bank dalam
meningkatkan jumlah nasabah pada produk giro wadi’ah pada PT.
Bank Sumut Syari’ah Cabang Padangsidimpuan dan untuk
menentukan faktor mana yang lebih dominan diantara dua faktor
tersebut. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah sampel
kuantitatif dengan angket sebagai instrumen penelitiannya. Analisis
data dilakukan dengan menggunakan analisis regresi berganda,
asumsi tes klasik, koefiecient determinan dengan menggunakan SPSS
22.00. hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa lokasi Bank
merupakan variable yang paling signifikan dalam meningkatkan
jumlah nasabah pada produk Giro Wadi’ah di PT. Bank Sumut
Syari’ah cabang Padangsidimpuan. Hasil ini dapat dilihat
berdasarkan nilai uji F yang dilakukan dengan nilai signifikansi 0.000
< 0.05 yang berarti bahwa dari uji yang dilakukan pada kedua
variable ternyata faktor lokasi merupakan faktor yang lebih dominan.
Data ini beristribusi normal, tidak memiliki heterokedastisitas,
multikolinearitas, dan autokorelasi
Eksistensi urf dalam kompilasi hukum Islam
Islam is a religion that regards the society tradition and convention as the
source of Islamic jurisprudential law with improvements and certain limitations.
So that, it is very important for moslemsto know and carry out with devotion one
of the methods of Ushl Fiqh to analyze deeply urf in society life which grow
along with the current developmen
Analisis transmisi kebijakan moneter syariah dalam rangka itf dengan metode VAR
Based on the results of the study concluded that the stationary test result data by
using the ADF was found that the variable INF and LnBMBB stationary without
differentiation. Meanwhile, TBHP stationary with differentiation.While based on
the optimum lag test criteria SC found that the optimal lag length is at lag 2.
Granger causality test found a one-way relationship of LnBMBB to INF, TBHP to
INF, and TBHP to LnBMBB. These findings suggest that changes in the past
BMBB have an influence on the level of inflation at the present time, TBHP
change the past affects the present rate of inflation. TBHP change the past affects
the present rate of inflation. For cointegration test, it was found that the variable
contains cointegration studies, so that the method used for the study is the method
VECM.Based on the VECM estimation, the long-term effect on INF BMBB
significant, whereas no significant effect on INF to TBHP. Meanwhile, for the
short term, the only significant variable TBHP to BMBB.IRF test results
concluded that the turmoil/response of inflation to BMBB positive impact and
volatile and stable from period 13. While INF against d(TBHP) negative and
volatile, stable from period 15.The LnBMBB response to d(TBHP), or otherwise
negatively. Referring to the VD, concluded that the inflation rate is influenced
most by himself in the first period by 100 %, then by LnBMBB at 1:16 % in the
period to 6, and the last is influenced by d ( TBHP ) is very small, in the period to
2 only for 0:47 %
Membangun profesionalisme guru yang humanis dalam menyambut kurikulum nasional
Education is one aspect of human development index (HDI) developed by the United Nations Development Programs (UNDP). For the entire educational potential should be aimed at achieving the level of progress the development of a solid education, both quantitatively and qualitatively. Education, becomes the standard is used in the printing of human resources (HR) will be superior and competitive by building a professional teacher. Teachers who understand all the meaningfulness known as humanist professional teachers.
Humanists professional teachers have a social responsibility, and a sense of togetherness with learners. Humanist professionalism of teachers show the students that the teacher is able to recognize that learners have special missions to develop their potential. Humanists professionalism of teachers provide opportunities for learners in building a profitable learning in order to create learning that reaches the point of togetherness. It is together in achieving the core activities and to examine the material together.
Humanists professional teachers state that the learning approach is seen as a private act to fulfill the potential of learners. Through the professional teachers can succeed in the success of the national curriculum. Teacher is the operator of the educational curriculum. The national curriculum being part made in achieving the national curriculum itself through curriculum-based development, and curriculum specificities/conditions in their respective educational institutions