Research Repository of UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan
Not a member yet
966 research outputs found
Sort by
The analysis of students’ stressed syllables mastery at sixth semester of TBI in IAIN Padangsidimpuan
Penelitian ini membahas tentang analisis penguasaan suku kata siswa yang menekankan pada semester enam TBI di IAIN Padangsidimpuan. Para siswa masih mengalami kesulitan dalam penguasaan suku kata yang tertekan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penguasaan suku kata yang menekankan siswa pada semester enam TBI di IAIN Padangsidimpuan, untuk menemukan kesulitan penguasaan suku kata yang menekankan siswa pada semester enam TBI di IAIN Padangsidimpuan, dan menemukan solusi guru untuk mengatasi kesulitan siswa. dalam penguasaan suku kata yang tertekan pada semester enam TBI di IAIN Padangsidimpuan. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan deskriptif. Penelitian dimulai pada bulan Maret 2017 sampai April 2017 di IAIN Padangsidimpuan. Sumber data untuk penelitian ini adalah siswa semester enam di TBI di IAIN Padangsidimpuan sebagai sumber utama dan dosen Pengucapan sebagai sumber sekunder. Ada 2 instrumen dalam mengumpulkan data, ada tes dan wawancara. Data diolah dan dianalisis dengan proses kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menemukan bahwa penguasaan suku kata siswa pada semester enam TBI di IAIN Padangsidimpuan adalah 68,92% dan dapat dikategorikan dengan baik. Kesulitan siswa sulit untuk membedakan onset dan struktur coda, sulit dianalisis kata yang memiliki banyak suku kata, dan sulit di transkrip kata. Alasan masalah siswa dalam penguasaan suku kata yang ditekankan pada semester enam TBI di IAIN Padangsidimpuan adalah bahwa siswa memiliki masalah dalam transkripsi terutama di inti (bunyi vokal), kata-kata tersebut tidak dapat menuliskan sebuah kata karena kurang dalam latihan, motivasi rendah dan Tak peduli kapan guru menjelaskan pokok pembicaraan. Upaya tersebut adalah siswa harus meninjau pelajaran tentang fonem terutama dalam vokal dan konsonan berdasarkan standar bahasa Inggris, sehingga tidak bingung
Agama Kejawen masyarakat Muslim Jawa di Kelurahan Padangmatinggi - Kota padangsidimpuan - SUMUT - Indoensia
Education thought of Ibnu Miskawaih
This study aims to know about education based on Ibnu Miskawaih thought. In its analysis, it uses library research approach, analyzing science sources. In this journal, all data are treated and probed from several books, articles, magazines, as well as data from internet which have a relation with the main analysis. Ibnu Miskawaih believes that ethics education is a prime education for human (anna ṣina’ah al-akhlāq afḍal al- shinā’at kullihā), and it is because someone’s ethics can be said as a human (bi tajdīd af’āl al-insān bi mā huwa insān). Education is a process of an establishment process from human’s character towards a virtue, a correction of badness, and improvement process to be better. As Syauqi Beik said in his wisdom words, “Indeed, the people and the nation is very dependent on morals, if good, then the nation will be strong, if it is damaged it will destroy the nation”. It is a strong reason why Ibnu Miskawaih more emphasizes moral education for human development. Literally, human development is
soul development with virtue (ahsan taqwim), it is comparable with physical
pleasure, wealth, and power. Human’s life is not life of zuhud and rejection, but it is about compromise and canalization, between body and spirit demands. A Wiseman does not put his priority on world pleasure, but relate it into spiritual pleasure with ethics as the guard. So that, based on Ibnu Miskawaih education thought, he states if someone’s education is higher so his character will be better too
Implementasi manajemen perpustakaan berbasis teknologi untuk percepatan pelayanan
oai:repo.uinsyahada.ac.id:11Library is a means of storing a collection of library materials both fiction and non-fiction whose use is aimed at both the public, educational institutions and non-educational institutions. While the library-specific service management is the arrangement of all sources (human and non-human) in the framework of the implementation of services specifically in the work unit in the form of a collection of library materials that are managed and arranged systematically in a certain way to be used by the wearer as a source of information to achieve the goal Institution / school more optimally.
The library is said to be good and qualified if it can meet several criteria, among others are: (1) qualified and professional human resources, (2) relevant and actual collections, (3) good service system and quality, and (4) supported by Facilities and adequate infrastructure.
Good service quality is user satisfaction serve as a benchmark to create excellent service in a library. Therefore, the strategy should be applied that is understanding the need for service quality improvement, service quality improvement, making alternative solutions problem solving, deeply studied and decided the relevant solutions, studying the results of the solution, then the results will be known and set the standard for the solution pursued. In analyzing the effectiveness of technology-based library services can be done using queuing theory in order to minimize the total cost of a service provided. If the step is done, then the satisfaction of the user will easily be achieved and user loyalty was realized by itself
Nilai-nilai pendidikan Islam dalam kisah Nabi Nuh as
Kisah Nabi Nuh dalam al Qur’an memuat banyak nilai pendidikan. Meskipun cerita ini sudah lama terjadi, namun masih tetap relevan untuk dipelajari oleh pendidik, karena kandungannya memuat nilai yang patut dicontoh terutama untuk dakwah dan pendidikan. Pada sejarah dakwah Nabi Nuh, kita mendapat nilai berharga untuk masa depan dakwah dan pendidikan. Sehingga, apabila kita menemukan tantangan dalam jalan dakwah dan kendala yang menghadang, tidak membuat kita mundur dan malas, namun tetap tegar dan penuh keyakinan. Sedangkan untuk nilai pendidikan yang ditemukan dari dakwah Nabi Nuh, antara lain; 1. Nilai akidah, misalnya mengajak untuk percaya penuh kepada Allah, 2. Nilai moral, misalnya mengajak dengan penuh kelembutan dan kesabaran, 3. Nilai ibadah, misalnya menegakkan amar ma’ruf nahi mungkar, dan mendidik anak dengan baik
Gerakan mulia (muslimah peduli alam): integrasi dakwah bilisan al-haal dan komunikasi lingkungan dalam meminimalkan sampah kantong plastik di kota Padangsidimpuan
Tulisan ini menguraikan tentang aktivitas peduli alam dan lingkungan
yang dilakukan para muslimah yang tergabung dalam gerakan MULIA.
Gerakan ini berbeda dengan aktivitas peduli lingkungan pada umumnya
yang lebih fokus terhadap penyelamatan ekosistem hutan dan sungai
dengan cara menanam pohon atau mencegah penebangan liar. Berbeda
pula dengan aktivitas peduli lingkungan yang hanya fokus pada daur
ulang sampah. Gerakan MULIA lebih fokus terhadap upaya memutus
mata rantai sampah, yaitu kantong plastik bekas belanja. Gerakan ini
mengintegrasikan pendekatan dakwah bil-haal dan komunikasi
lingkungan, yang mana dalam hal ini gerakan dimulai dengan
penumbuhan kesadaran dan tanggung jawab muslimah terhadap alam dan
lingkungan, menjaga kebersihan alam dan lingkungan, membiasakan
hidup hemat dengan cara mengurangi kebiasaan berbelanja, berbagi
dengan orang lain lewat sedekah, serta berdakwah melalui perbuatan (bilhaal)
dan berbagi kebiasaan baik agar menimbulkan keteladanan bagi
orang lain
Penanggulangan perilaku patologi sosial pada remaja
In communities are social facts, whether preferred or not preferred. The
social facts such pathological behavior in teenagers, as behaviors that are
considered disturbing the peace of the community, because he has become
a social disease and very dangerous for a society, because it continues to
grow along with social change. It is necessary mitigation efforts. One
adolescent pathological behavior prevention efforts is through the
missionary movement Islamiyah. Every Muslim has the obligation to make
miyah containing a call to work on Islamic teachings, doing deeds favor
and away from unjust acts / crimes can cope with the development of
pathological behavior of adolescents. Adherence to Islamic teachings
clearly will motivate people to do good and avoid evil deeds / adolescent
pathological behavior
Peranan organisasi wanita dalam membangun perilaku beragama masyarakat desa Huta Tonga Kabupaten Tapanuli Selatan Sumatera Utara
Pembangunan merupakan kewajiban setiap warga negara, tidak pandang
bulu antara pemerintah dengan masyarakat, antara orang kota dengan
masyarakat desa antara orang kaya dengan orang miskin , antara pria
dengan wanita. Namun yang sering terjadi setiap orang merasa kurang
bertanggung jawab dengan pembangunan, sehingga sering dituntut
bahwa pembangunan itu merupakan tanggung jawab pemerintah saja.
Demikian halnya menyangkut agama sering dianggap orang, hal itu
merupakan tugas ulama. Untuk itu di Desa Huta Tonga Kabupaten
Tapanuli Selatan, para ibu dari Gabungan Organisasi Wanita (GOW)
melaksanakan kegiatan untuk membangun perilaku beragama
masyarakat. Kegiatan yang dilaksanakan oleh para dari Gabungan
Organisasi Wanita adalah pembinaan dan perubahan perilaku
masyarakat yang diupayakan dengan mewujudkan masyarakat Islamis,
mengarahkan kegiatan ibadah dan kemasyarakatan, membantu dan
berjuang di bidang dakwah, membina umat beragama melalui mesjid dan
lembaga pendidikan, memberikan ceramah keagamaan. Pada umumnya
kegiatan ini mendapat sambutan yang baik dari masyarakat desa tersebut,
meskipun demikian masih ada masyarakat yang kurang aktif mengikuti
kegiatan ini
Pemikiran tarekat Syeikh Ali Hasan Ahmad al-Dari (1915 – 1998 m) dalam kitab pedoman thariqat al-‘ulama’
Salah seorang di antara para ulama Nusantara yang telah berjasa dalam pengembangan agama,
bangsa, dan masyarakat adalah Syeikh Ali Hasan Ahmad Al-Dari (1915 -1998 M). Ia telah menulis
sejumlah kitab dalam berbagai bidang keilmuan, di antara karyanya yang t erpenting dalam bidang
tarekat adalah Pedoman Thariqat al-‘Ulama’. Dalam karyanya ini, Syeikh Ali Hasan Ahmad al-Dari,
tampaknya, berusaha memunculkan nama tarekat baru khas organisasi Nahdlatul Ulama, yang sebenarnya
berafiliasi kepada Tarekat Naqsyabandiyah dan Syaziliyah serta tarekat-tarekat muktabarah lainnya.
Tarekat baru ini ia sebut dengan nama Thariqat al-‘Ulama’ (Tarekat Ulama), yang lahir dari
pandangannya tentang ulama, keprihatinannya terhadap kondisi ulama, dan semangat pembaharuan yang
digagas Nahdlatul Ulama. Zikir Tarekat Ulama, sebagai amalan tarekat, terdiri atas 4 (empat) macam,
yaitu: Pertama, Zikir Anfas (Zikr al-Anfas), terdiri atas 2 (dua) bagian: mengikuti keluar-masuknya nafas,
dan menahan nafas dan dikeluarkannya dengan berangsur; Kedua, Zikir Murur (Zikr al-Murur), terdiri
atas 2 (dua) bagian: Zikir Nafy Istbat: La Ilaha Illallah, dan Zikir Itsbat: Allah/Hua; Ketiga, Zikir Jahar
(Zikr al-Jahr), terdiri atas 2 (dua) bagian: Zikir Nafy Istbat: La Ilaha Illallah, dan Zikir Itsbat: Allah; dan
Keempat, Zikir Muraqabah (Zikr al-Muraqabah), terdiri atas 3 (tiga) bagian: Berzikir di pusat, Berzikir
Akhfa yang tempatnya antara susu kanan dan susu kiri, dan Berzikir Qalbi di bawah susu kiri