Research Repository of UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan
Not a member yet
    966 research outputs found

    Eksistensi tarekat naqsyabandiyah dan peranannya dalam pengembangan Islam di Tapanuli bagian Selatan

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keberadaan tarekat Naqsyabandiyah di Tapanuli Bagian Selatan dan peranannya dalam pengembangan Islam, yang didekati dengan pendekatan deskriptif kualitatif . Fokusnya pada keberadaan dan peranannya dalam pengembangan Islam yang kemudian membentuk berbagai pusat pendidikan dan persulukan dengan ajaran dan praktek yang sebagian sama dan sebagian lainnya berbeda, yang dilihat secara komprehensif sebagai sebuah proses perkembangan tarekat di wilayah ini. Tarekat Naqsyabandiyah, yang berkembang di wilayah Tapanuli Bagian Selatan, umumnya, dikembangkan oleh Syeikh Ismail al-Khalidi al-Minangkabawi, Syeikh Ismail Kumpulan, dan Syeikh Abdul Wahab Rokan, yaitu tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah. Penyebarannya ke wilayah Tapanuli Bagian Selatan berlangsung melalui dua arah, yaitu dari Minangkabau, Sumatera Barat, dan dari Langkat, Sumatera Utara. Adapun pusat-pusat organisasi tarekat, khususnya tarekat Naqsyabandiyah, di wilayah Tapanuli Bagian Selatan, di antaranya adalah Hutapungkut, Kota Nopan, Mandailing Natal; Aek Libung, Sayurmatinggi, Tapanuli Selatan; Nabundong, Sipirok, Tapanuli Selatan; Pudun, Padangsidimpuan Batunadua, Padangsidimpuan; Aek Tuhul, Padangsidimpuan Selatan, Padangsidimpuan; Ujung Padang, Padangsidimpuan Timur, Padangsidimpuan; dan Batu Gajah, Barumun, Padang Lawas. Sekarang Tarekat Naqsyabandiyah masih eksis di beberapa wilayah. Di Mandailing Natal terdapat sejumlah Persulukan Tarekat Naqsyabandiyah, seperti Persulukan Babul Falah Simaninggir Siabu Mandailing Natal, Persulukan Tabuyung, Persulukan Desa Sordang, Persulukan Desa Kampung Melayu, Di Tapanuli Selatan terdapat Persulukan Syeikh Ahmad Basyir dan Parsulukan Al-Hidayah Tolang Jae. Di Padang Lawas Utara terdapat Parsulukan Nabundong, dan Parsulukan Aek Godang. Di Padang Lawas terdapat Persulukan Darul Falah Sibuhuan, Parsulukan Syeikh Sulaiman Nasution Hutaraja Tinggi, Parsulukan Sungai Rodang Selamat Lubuk Barumun, Parsulukan Al-Amin Mompang, dan Parsulukan Syeikh Abdul Manan Subulussalam Ulu Barumun. Tarekat Naqsyabandiyah, mempunyai tidak hanya peranan keagamaan dan sosial saja, tetapi juga peranan politik dalam menghadapi kolonialisme dan mencapai kemerdekaan, selanjutnya mengisi kemerdekaan

    Dinamika penyelenggaraan pendidikan keagamaan Islam etnis Tionghoa muslim di Kota Padangsidimpuan

    Get PDF
    The purpose of this research is to know the condition of Tionghoa Muslim in conducting Islamic Religion Education in Padangsidimpuan town. Tionghoa Muslim community participate in improving Islamic Religion Education in Padangsidimpuan. The reseach method is qualitative, observed instrument of collecting data, interview and documentation. The finding reseach shows that the applying Islam Religion Education grows in several center of religion instruction. The dinamycs of appliying Islam ethnic in Padangsidimpuan town is done in some places and means. The conducting Islam education in done individu and group. Concluded that Tionghoa Muslim ethnic study religion about Aqidah (believe), syariah (law), and akhlak (behavior). Lesson method build communication between instructor and learner come from several science, Islamic and Indonesian ethnic background

    The use of application neuroscience in facing the industrial revolution 4.0 the principals of senior high school over the branch of the education department

    Get PDF
    Industrial revolution produces the changes of mindset, work methods, and patterns of building harmonious relationships between community groups and organizations. The principal as the leader of the organization must be able to face the industrial revolution. Facing the industrial revolution can be done by applying neuroscience in the practice of leadership management education. The neuroscience application creates synergy and engagement with high added value. This study aims to determine the principal's leadership in facing the industrial revolution by applying neuroscience. Research method using a two-stage approach: Qualitative and quantitative. The quantitative design uses the pre-test and post-test. The finding research is the principal applying neuroscience before knowing the theory showed a significant toward industrial revolution 4.0 where the experimental class t counted 15,649> from t table 2.037 in the control class pre-test and post-test that t count 5.131> from t table 2.040. This shows that it is important to apply neuroscience in order to realize good managerial demands according to the industrial revolution 4.0

    Lecturers' participation in applying blended learning in Islamic higher education in Indonesia

    Get PDF
    Digital-based technology has penetrated all aspects of people’s lives, including in the world of education, where a learning method called blended learning emerged. This method allows learning to be done anywhere and anytime using the internet. This study aimed to determine the weaknesses and strengths of blended learning in completing curriculum curriculums and lecture programs, as well as to know whether or not the lecturers have participated in implementing it. The method used was qualitative, with a case-study approach, using instruments in the form of observations, interviews, and notes from individual experiences or behavior. The data sources were the researchers themselves, supported by outside observers. This study found that the lecturers had participated in implementing blended learning based on models

    Redesign pembelajaran Pendidikan Agama Islam menuju revolusi industri 4.0

    Get PDF
    Revolusi Industri 4.0 dengan segudang manfaat dan kecanggihannya menciptakan persaingan global yang semakin kompetititf. Individu dituntut agar semakin kreatif dan inovatif serta menguasai berbagai keahlian. Karenanya, guna menciptakan individu-individu yang berkualitas pendidikan wajib berbenah diri. Salah satunya dengan merancang ulang redesain pembelajaran. Dalam revolusi 4.0 pembelajaran ditempatkan sebagai interaksi antara pendidik dan peserta didik yang saling berkolaborasi melengkapi satu sama lain. Pendidik membimbing, mengarahkan dan membina potensi, bakat dan minat peserta didik. Pendidik dituntut memiliki keahlian dan keterampilan di bidang teknologi serta menguasai pengembangan pembelajaran berbasis digitalisasi. Pendidikan Agama Islam (PAI) khususnya menjadi krusial menciptakan pembelajaran yang mampu mengakomodasi individu di era digital, tanpa mengurangi nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan. Berlandaskan pemikiran tersebut, peran guru Pendidikan Agama Islam di sekolah menjadi sorotan utama dalam buku ini. Penulis menelusuri secara mendalam peranan guru Pendidikan Agama Islam dalam meredesain pembelajaran pendidikan agama Islam guna menghadapi revolusi industry 4.0 di sekolah menengah atas (SMA) Negeri. Redesain pembelajaran dilakukan melalui teknik, taktik, pendekatan, metode, media dan materi pendidikan agama Islam. Buku ini merupakan sebuah respons dalam menyambut era industry digital 4.0 dengan harapan khususnya pendidikan agama Islam terus berbenah diri demi meningkatkan kualitas hidup peserta didik yang beriman, kompeten dan berakhlak mulia

    Pengaruh model pembelajaran accelerated learning cycle terhadap self concept matematis siswa kelas vii MTsN 1 Padangsidimpuan

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh self concept matematis siswa dalam belajar matematika masih belum terbentuk dengan self concept yang positif dan hal ini dipengaruhi banyak faktor, salah satunya adalah faktor guru. Seorang guru harus mampu menciptakan suasana pembelajaran yang bermakna, menyenangkan, kreatif dan dinamis melalui penggunaan model pembelajaran yang tepat salah satunya adalah model pembeljaran Accelerated Learning Cycle merupakan suatu model pembelajaran yang menciptakan sebuah lingkungan proses belajar yang bermakna dan mengedepankan munculnya emosi positif. Rumusan masalahnya adalah Apakah terdapat penagaruh signifikan penerapan model pembelajaran accelerated learning cycle terhadap self concept matematis siswa?. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode Quasi eksperimen, jenis desain eksperimen metode quasi experimental design dengan jenis Pretest-Posttest Control Group Design di dua kelas berbeda yang terbagi menjadi kelas eksperimen dan kelas kontrol.. Populasi penelitian ini adalah kelas VIII MTsN 1 Padangsidimpuan dan sampelnya kelas VII 3 berjumlah 32 siswa dan VII 11 berjumlah 34 siswa. Kemudian instrumen pengumpulan data adalah angket yang diberikan dua kali, yaitu sebelum diberi perlakuan dan sesudah diberi perlakuan. Analisis data yang digunakan adalah rumus statistik deskriptif dan inferensial yaitu uji normalitas dan uji hipotesis dengan uji paired sample t-test. Sesuai dengan pengujian hipotesis yang menggunakan uji Paired Sample t-test diperoleh harga thitung = 37,177 yang lebih besar dari ttabel = 2,03452 maka sesuai dasar pengambilan keputusan dalam Uji t, dapat disimpulkan H0 ditolak dan Ha diterima pada taraf signifikansi 5% (α = 0,05) hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari penerapan model pembelajaran Accelerated Learning Cycle terhadap Self Concept matematis siswa

    Peran serta perempuan dalam menunjang perekonomian keluarga miskin : Analisis isu gender pada keluarga petani di Kecamatan Padang Bolak Tenggara Kabupaten Padang Lawas Utara

    Get PDF
    Kemiskinan merupakan masalah sosial laten yang senantiasa hadir di tengah masyarakat. Banyak kaum perempuan yang menjadi korban ketidakadilan gender yang berjalan dalam masyarakat miskin. Pembagian kerja yang tidak seimbang, dimana para perempuan selain berperan dalam sektor domestik, juga ikut serta bekerja sebagai petani atau buruh tani untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Demikian juga kondisi perempuan (istri petani) di Kecamatan Padang Bolak Tenggara Kabupaten Padang Lawas Utara, banyak dijumpai ibu-ibu yang menjadi penderes karet milik orang lain, membersihkan kebun, mencangkul, menanam padi di sawah orang lain. Keadaan ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana profil, perannya dalam menunjang ekonomi keluarga, berapa lama waktu yang digunakan untuk bekerja serta masalah gender yang muncul akibat keterlibatan para perempuan dalam mencari nafkah. Penelitian ini menggunakan teori gender tentang pembagian peran antara suami dan istri yaitu teori fungsionalisme dimana diperlukan pembagian kerja berdasarkan kondisi biologis laki-laki dan perempuan, teori feminisme yang tidak menginginkan adanya pembagian tugas dalam membangun rumah tangga dan teori crossed over menyepakati tetap ada pembagian tugas, namun perempuan boleh melakukan pekerjaan laki-laki selama mereka memperoleh izin suami. Penelitian ini merupakan penelitian berspektif gender. Pendekatan yang digunakan yakni pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informan penelitian ini adalah perempuan (istri petani), suami serta anak-anak petani penggarap. Selanjutnya instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah observasi dan wawancara. Data yang telah terkumpul akan dianalisis dengan menggunakan teknik analisis Harvard atau Gender Framework Analysis (GFA). Berdasarkan data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa dilihat dari profilnya, rata-rata istri petani berusia 40 – 50 tahun dengan tingkat pendidikan 65% tamatan Sekolah Menengah pertama (SMP), tanpa memiliki keterampilan. 98% berperan aktif dalam kegiatan usahatani baik sebagai petani maupun buruh tani. Penghasilan keluarga petani bervariasi mulai dari Rp.500.000,- sampai dengan Rp.2.000.000,-. Intensitas waktu yang dipergunakan perempuan (istri petani) untuk bekerja di sawah/ladang baik lahan sendiri maupun bekerja di kebun/sawah orang lain cukup tinggi yaitu sekitar 8 – 10 jam perhari. Masalah-masalah yang terkait dengan isu gender yaitu adanya ketidakadilan dalam pembagian kerja. Masih terdapat diskriminasi terhadap perempuan, dimana keberadaan perempuan masih tidak diperhitungkan dalam pengambilan keputusan

    Analisis hadis-hadis tentang shalat jenazah

    Get PDF
    Mourners came ready to send janazah. Janazah was immediately washed, then placed at home in the position of respect. Excavation of the grave as soon as possible, so as not to be blocked as soon as possible. Janazah prayer can be carried out either at home or at the mosque. Thus eating in janazah will be avoided, unless you are far away from the place. The number of people who were supposed to send him 100 people was later buried. Imam Solat Janazah is the best reading is not a child or close close that is not good reading. The ghoib prayer may be for those who do not have time to go to the janazah place, or have been buried near the janazah tomb. The position of the priest for the male janazah is about the shoulder, the woman is at the center, and the position of the janazah is on the right side of the male or female. All mourners should practice janazah prayer, not dating only to recite Yasin, takhtiman tahlilan and prayer. After the janazah was escorted to the mosque, there was a habit of a part of the community of the women eating together provided by Family Janazah. Then it would be nice to pray for the janazah at home, it is very possible to reach 100 people quickly, rather than at the mosque. The implementation was at 06.30 school children, then teenagers, mothers and fathers and delivered them to the funeral. So the positive is that children and teenagers are able to pray janazah. Because the community has many activities that need to be completed such as the teacher to teach and other activitie

    779

    full texts

    966

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Research Repository of UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇