Research Repository of UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan
Not a member yet
966 research outputs found
Sort by
Model sets untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA di SDN 105 Adianjior
Model SETS menjadikan pembelajaran yang menarik, menyenangkan, dan tidak menoton karena
model SETS membuat siswa lebih aktif dalam belajarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan model SETS pada pembelajaran IPA di SDN 105
Adianjor. Metode penelitian ini menggunakan PTK (Penelitian Tindakan Kelas). Populasi dan sampel pada
penelitian ini adalah siswa kelas V yang terdiri dari 12 laki-laki serta 9 perempuan. Teknik pengumpulan
data menggunakan observasi dan tes. Teknis analisis data berbantuan software dan SPSS. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran science, environment, technology, and society
(SETS) dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA. Berdasarkan dari data persentase
di pra siklus yaitu 14,28%, kemudian meningkat di siklus I pertemuan I menjadi 33,33%. Selanjutnya
meningkat di siklus I pertemuan II menjadi 47,61%. Kemudian meningkat di siklus II pertemuan I menjadi
66,66% dan di siklus II pertemuan II meningkat menjadi 85,71%
Diaspora ulama dan santri Tapanuli
Kami menyadari bahwa ulama dan santri Tapanuli yang mengambil pendidikan ke Haromayn tak terhitung jumlahnya. Namun, ada alasan kenapa para santri dan ulama ini memilih Haromayn sebagai tempat menimba ilmu.
Namun, dalam buku ini hanya akan kami ulas beberapa ulama sebagai awal pelopor diaspora santri dan kontribusinya dalam negeri.
Sebagai penulis kami berharap buku ini dapat memotivasi para santri secara khusus dan pembaca di seluruh belahan dunia secara umum agar tetap menuntut ilmu setinggi mungkin. Kami juga berharap buku ini dapat membawa perubahan positif bagi pembacanya
Character building of cultural perspectives and implementation
Indonesia's national education is currently still facing various problems. The achievement of educational results still does not meet the expected results. Learning in schools has not been able to form a graduate personality that reflects the character of the culture as a whole. The educational process is still focused and focuses on achieving it cognitively. Meanwhile, the affective aspects of students, which are strong provisions for living in society, have not been developed optimally. For this reason, the formation of the character of the cultural perspective is a necessity to support the character building that has been running so far. The research method used is library research with a philosophical-paradigmatic analysis approach. The results of this study at least offer achange, a new paradigm in the formation of the character of cultural perspectives, namely, transformative-enculturative. In addition, the results of this study also found the development of formation strategies, namely, patterns of participation and guidance. At least the results of this study also color the study of character education and bridge the next researcher in building a new epistemological foundation in the development of character education
Merantau in the ethnic tradition of Minangkabau: local custom without sharia basis?
Customary practice in Minangkabau is based on sharia, and sharia is based on the Qur’an (as provisioned in the proverb Adat Bersandi Syarak, Syarak Bersandi Kitabullah-ABS/SBK). As a customary practice, is merantau in the Minangkabau tradition based on sharia? This article explains the relationship between custom and sharia in Minangkabau’s merantautradition. This study is a qualitative research with in-depth interview data collection techniques and literature study. In-depth interviews were conducted with four distinct individuals representing customary figures and religious figures of West Sumatra. The study found that merantau in the Minangkabau tradition emerged out of the matrilineal customary system that has been in place long before Islam was introduced to the Minangkabau community. As a custom, several aspects of merantau in the Minang culture contradict Islamic sharia. This indicates that the relationship between custom and sharia is not hierarchical as stipulated in the ABS/SBK model. The study results may have implications on new relations between customary law, sharia, culture, and religion
Pembinaan keagamaan dan penyuluhan terhadap masyarakat pasca pandemi covid-19 di Desa Sungai Durian Padang Lawas Utara
Pada tahun 2019 wabah virus melanda Negara cina wuhan yakni yang dimana virus tersebut dinamakan virus corona atau virus-19. Dan dinyatakan bahwa penyakit tersebut dikatakan sebagai pandemi.sehingga virus tersebut mulai masuk ke indonesia pada 2 maret 2020 bahkan tidak hanya di Indonesia bahkan seluruh dunia merasakan dampak covid-19 tersebut. Akibat wabah ini banyak yang merasa was-was merasa takut dengan orang-orang sekitar, dan akibat wabah ini banyak orang-orang yang kehilangan pekerjaannya. Dan bahkan akibat covid-19 ini pemerintah menutup semua kegiatan yang diluar ruangan. Dan bahkan apabila keluar ruangan maka harus mematuhi peraturan 3M yaitu memakai masker, cuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak dengan orang-orang. Hal ini dilakukan guna untuk mencegah penyebaran covid-19. Bahkan covid-19 merupakan bencana yang tidak wajar karena disebabkan oleh serangkaian yang tidak wajar yakni yaitu berupa penyakit yang mematikan. Penyebaran covid-19 berdampak pada seluruh kegiatan hari-hari masyarakat contohnya seperti melakukang sholat berjamaah lima waktu dimasjid, karena munculnya penyakit atau virus tersebut masyarakat menghentikan pelaksanaan sholat berjamaah lima waktu dimasjid, dan menganjurkan sholat di rumah masing-masing hal ini disebabkan karena takut akan terpapar covid-19. Bahakan selurus masyarakat setempat melakukan hal tersebut
Manajemen pendidikan islam mengulas esensi dan struktur pendidikan
Pendidikan itu penting, namun manajemen pendidikan jauh lebih penting. Maju mundurnya seebuah lembaga pendidikan akan ditentukan oleh kekuatan sistem manajemen pendidikannya. Semakin baik manajemen pendidikan itu maka konsekwensinya akan bermuara kepada meningkatnya kualitas lembaga pendidikan itu. Sebaliknya, jika manajemen pendidikan amburadul, maka tidak akan mungkin lembaga pendidikan itu bagus sesuai idealnya.
Islam merupakan “Diin at Tarbiyah” yang mengajarkan tentang berbagai aspek disiplin ilmu kependidikan. Islam juga mengarahkan bagaimana mengelola pendidikan melalui al-Qur’an dan al-Hadits. Kedua sumber itu menjadi starting point dan standar dalam manajemen pendidikan. Seiring perkembangan zaman melalui tokoh-tokoh pendidikan Islam, maka manajemen pendidikan mulai dibicarakan sehingga menambah khazanah dan literature pijakan dalam pendidikan.
Buku ini mengetengahkan manajemen pendidikan Islam dengan mewakili sumber-sumber literature yang ada. Setidaknya buku ini menggandengkan sumber Qath’I (al-Qur’an), al-Hadits, ulama Islam klasik dan dibumbui dengan pakar pendidikan modern. Buku ini menjadi lebih penting manakala disandingkan dengan buku-buku manajemen pendidikan umum lainnya sehingga pendidikan akan bertambah baik ke depan
Scientific integration in Islamic religious college in Indonesia: analysis of application form, opportunities, and challenges
Islamic religious colleges in Indonesia were created with a foundation of scientific integration between general science and religious science. This is one of the differences between public universities and religious universities in Indonesia. This research aims to analyze how the application of the concept of scientific integration in Islamic religious universities in Indonesia and how the opportunities and challenges posed by the integration of science. This research uses a qualitative approach with descriptive qualitative research. This research involves the managers of quality assurance institutions in Islamic religious colleges as informants of this research. Determination of research informants was done by purposive random sampling technique. Data were collected by interview and documentation techniques. The data collected is qualitative data which is analyzed by data triangulation technique. The results of the study indicate that one application of the concept of scientific integration at Islamic religious universities in Indonesia is the scientific paradigm contained in the composition of the educational curriculum used. The curriculum is structured with a different paradigm from public universities. In addition, the results of the study also show that there are opportunities and challenges obtained by the application of this scientific integration. for students, as well as making it easier to train and equip students' skills. Furthermore, the challenges obtained are obstacles to lecture management both from the aspects of students, lecturers, and the bureaucracy of study programs at the institution
Assessing measurement quality of multidimensional classroom incivility scale in higher education
This study examined the reliability and validity of a measure of classroom incivility within an Indonesian context. Data were collected from 334 participants through two stages of online questionnaire distribution. The measurement quality was evaluated through seven stages of partial least squares confirmatory composite analysis (PLS-CCA). Our findings confirm the multidimensionality of classroom incivility (class disruption, disrespectful communication, integrity violation, and use of the cell phone). In addition, all sub-scales of classroom incivility were negatively related to civility and prosocial behavior, and no significant difference was found between male and female students. Higher education institutions in Indonesia can use this instrument as a supplementary tool to evaluate the level of classroom incivility. We also discuss its practical implications in educational settings in general and offer suggestions for future research on classroom incivility in non-Western countries
Pengaruh karakter dan kondisi ekonomi nasabah terhadap pembiayaan bermasalah :studi pada BMT Nurul Iman Madani Aek Nabara
Para pengusaha kecil dan menengah dan calon debitur yang bergerak di bidang bisnis menjadi sasaran pembiayaan yang dilakukan oleh Baitul Maal Wat Tamwil. Perbedaan dalam sifat atau karakter dan kondisi ekonomi nasabah menjadi salah satu penyebab terjadinya kredit macet atau pembiayaan bermasalah, dan tidak sedikit dari nasabah tersebut lari dari tanggung jawab mengembalikan pinjaman yang telah diberikan. Karakter merupakan sifat yang berkaitan dengan kejiwaan, akhlak kepribadian seseorang, yang menjadi pembeda satu dengan yang lainnya. Sementara Kondisi ekonomi dapat diartikan sebagai kondisi seseorang dapat menghasilkan keuangan untuk memenuhi kebutuhan pokok dan kebutuhan hidup lainnya, serta kemampuan untuk membayar pinjaman pembayaran. Non Performing Financing mengacu pada pembiayaan yang disebabkan oleh pelanggan tidak menempati waktu angsuran dan tidak memenuhi persyaratan kontrak. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel karakter dengan variabel pembiayaan bermasalah, sedangkan terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel kondisi ekonomi dengan variabel pembiayaan bermasalah. Variabel karakter dan variabel kondisi ekonomi memiliki pengaruh yang simultan terhadap pembiayaan bermasalah
Character building of cultural perspectives and implementation
This article contains the discourse on character building from a cultural perspective. Character building, which is generally only done through classroom education, is considered insufficient to instill awareness and moral action of students. Meanwhile, culture with all its value content, in theory, is more easily absorbed in everyday experience because culture is part of the experience itself. This article was written in order to offer a new perspective that is effective in instilling cultural values. Because so far the formation of cultural character only stops in the classroom. The research method used in this article is library research with a philosophical analysis approach. In this case, the education of cultural values is seen in the dynamics of character decline and the decline of culture after that dialogue between character values, society and cultural morals in order to find effective ways to implement character building. The results of this study confirm that the formation of character in a cultural perspective tends to make it easier for generations in a culture to read values and make it a continuous moral action because the formation offered by culture is not only in the realm of imagination and cognitive, even participation and cultural guidance present morals. in the experience of the individual in each generation of community groups