E-journal Universitas Veteran Bangun Nusantara
Not a member yet
2863 research outputs found
Sort by
Analisis Tren Penggunaan Instrumen Penilaian Berbasis Digital: Systematic Literature Review (2020-2025)
The advancement of digital technology has brought significant changes in the world of education, including in the implementation of assessments in elementary schools. This study aims to analyze the trend of the use of digital-based assessment instruments at the elementary school level during the period 2020–2025, as well as to identify the challenges and needs for developing innovative and interactive instruments. The method used is a systematic literature review (SLR) by collecting and filtering 1179 articles from Google Scholar and Crossref, with inclusion criteria of only 9 relevant articles. The results of the study showed that the dominance of research was developmental (55.56%), followed by quantitative (22.22%), and no classroom action studies (PTK) were found. The trend shows an increase in the use of digital media such as Quizizz, Wordwall, Google Form, and Kahoot, but there is still a lack of HOTS assessment instruments that are interactive and in accordance with the characteristics of the material, especially in mathematics learning. The main challenges include low innovation in evaluation methods and limited use of digital media. In conclusion, the development of responsive, multimedia, and innovative digital instruments is needed to increase the effectiveness of assessment and student participation, supporting 21st century learning at the elementary level.
Kemajuan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam dunia penddikan, termasuk dalam pelaksanaan penilaian di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren penggunaan instrumen penilaian berbasis digital di tingkat sekolah dasar selama periode 2020–2025, serta mengidentifikasi tantangan dan kebutuhan pengembangan instrumen yang inovatif dan interaktif. Metode yang digunakan adalah systematic literature review (SLR) dengan mengumpulkan dan menyaring 1179 artikel dari Google Scholar dan Crossref, dengan kriteria inklusi hanya 9-artikel yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dominasi penelitian bersifat pengembangan (55, 56%), diikuti kuantitatif (22, 22%), dan tidak ditemukan studi tindakan kelas (PTK). Tren menunjukkan peningkatan penggunaan media digital seperti Quizizz, Wordwall, Google Form, dan Kahoot, namun masih terdapat kekurangan instrumen penilaian HOTS yang interaktif dan sesuai karakteristik materi, terutama dalam pembelajaran matematika. Tantangan utama meliputi rendahnya inovasi dalam metode evaluasi dan pemanfaatan media digital yang masih terbatas. Kesimpulan, diperlukan pengembangan instrumen digital yang responsif, multimedia, dan inovatif untuk meningkatkan efektivitas penilaian dan partisipasi siswa, mendukung pembelajaran abad ke-21 di tingkat dasar.
Kata kunci: Penilaian Digital, Pengembangan Instrumen, Sekolah dasa
The Application of the Spirit of Socio-Scientific Problem-Based Learning (SSIPBL) Model to Improve Learning Outcomes on the Respiratory System Material at Senior High School
This study aims to analyze the implementation of the SPIRIT model of problem-based biology learning (SSIPBL) on the respiratory system material at Muhammadiyah 1 Sragen High School in the 2024/2025 academic year and to determine whether this model can improve students' learning outcomes. The research type used is quantitative with an experimental design. Data collection was carried out through learning outcome tests, observations, and interviews. Based on the t-test results, a significance value (sig.) of 0.198 was obtained, which is greater than the 0.05 value, indicating that there is no significant difference between the experimental group using the SSIPBL model and the control group using conventional learning methods. Factors affecting the ineffectiveness of this model's implementation include teacher readiness, limited time, lack of student involvement, and inadequate infrastructure. The results of this study show that the implementation of the SPIRIT SSIPBL model on the respiratory system material does not significantly improve students' learning outcomes. Therefore, it is recommended to improve supporting aspects, such as teacher training, better time management, and increasing student motivation and involvement in problem-based learning. Indicates that the implementation of the SPIRIT model of Socio-Scientific Problem-Based Learning (SSIPBL) can significantly improve students' learning outcomes on the respiratory system material senior High School for the. These results suggest that SSIPBL has the potential to enhance students' understanding through a problem-based approach that connects scientific phenomena with social issues, and its implementation in the field met expectations.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model SPIRIT pembelajaran IPA Biologi berbasis masalah (SSIPBL) pada materi sistem pernapasan di SMA Muhammadiyah 1 Sragen tahun ajaran 2024/2025 dan untuk mengetahui apakah model ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain eksperimen. Pengumpulan data dilakukan melalui tes hasil belajar, observasi, dan wawancara. Berdasarkan hasil uji t-test, diperoleh nilai signifikansi (sig.) sebesar 0.007 pada siklus I dan 0.006 pada siklus II, yang lebih besar dari nilai 0.05, yang menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen yang diterapkan dengan model SSIPBL dan kelompok kontrol yang menggunakan metode PBL. Faktor-faktor yang mempengaruhi keefektifan penerapan model ini antara lain kesiapan guru, ketersediaan waktu, keterlibatan siswa, dan infrastruktur yang memadai. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model SPIRIT SSIPBL pada materi sistem pernapasan dapat meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan
Nilai Budaya Tradisi Penarikan Pusaka Bedhah Bumi di Gunungkidul
The purpose of this study is to provide an in-depth explanation of the cultural values contained within the Bedhah Bumi heirloom retrieval tradition in Gunungkidul. This research also aims to contribute to the body of knowledge on culture, in order to ensure that Javanese culture—particularly traditions specific to certain areas—continues to be preserved. This study employs a qualitative research method. The research subject consists of the sole family that has inherited the leadership of the Bedhah Bumi heirloom retrieval tradition. The object of the research is the Bedhah Bumi heirloom retrieval tradition located in Kalurahan Gari, Kapanewon Wonosari, Gunungkidul Regency. Data were collected through observation and interviews. The collected data were then analyzed using a descriptive method. The validity of the data was ensured through theoretical validity, and its reliability was assessed through stability reliability. The results of this study reveal the cultural values embedded in the Bedhah Bumi heirloom retrieval tradition. The cultural values identified in this research include: the value of the relationship between humans and God, the value of the relationship between humans and nature, the value of the relationship between humans and society, the value of interpersonal relationships, and the value of the relationship between humans and themselves.Tujuan penelitian ini untuk memberi penjelasan mendalam tentang nilai-nilai budaya yang terkandung dalam tradisi penarikan pusaka Bedhah Bumi di Gunungkidul. Penelitian uni juga memberikan ilmu tentang kebudayaan, agar kebudayaan Jawa khususnya tradisi yang ada di tempat tertentu masih tetap dilestarikan.
Jenis penelitian yang digunakan mengunakan metode penelitian keualitatif. Subjek penelitian adalah satu-satunya keluarga yang menjadi pewaris pemimpin tradisi penarikan pusaka Bedhah Bumi. Objek penelitian merupakan tradisi penarikan pusaka Bedhah Bumi di Kalurahan Gari Kapanewon Wonosari Kabupaten Gunungkidul. Cara pengumpulan data dengan menggunakan metode observasi dan wawancara. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan cara deskriptif. Keabsahan data menggunakan cara validitas teori, dan reliabilitas menggunakan reliabilitas stabilitas.
Hasil dari penelitian ini menjelaskan nilai budaya yang terkandung dalam tradisi penarikan pusaka Bedhah Bumi. Nilai budaya yang dijelaskan dalam penelitian ini antara lain nilai budaya hubungan manusia dengan Tuhan, nilai budaya hubungan manusia dengan alam, nilai budaya hubungan manusia dengan masyarakat, nilai budyaa manusia dengan sesama, dan nilai budaya manusia dengan dirinya sendir
Determination of pH value and Vitamin C Levels in Spontaneous Fermented Kimchi and Pickles by Acid Lactic Bacteria
Fermentation is the process of chemical transformation in an organic substrate through the activity of enzymes produced by microorganisms. Food fermentation provides some nutritional benefits. It also helps to maintain and increase the nutritional value of food such as vitamin C. Vitamin C, which satisfies the nutritional needs of a balanced diet, is found in abundance in fruits and vegetables. However, there is currently no preservation method that can maintain the amounts of ascorbic acid that are initially found in fruits and vegetables. This study aims to determine the effect of Vitamin C on pickle and kimchi fermentation process on some vegetable (red chilli, cucumber, water pumpkin and chinese cabbage). The result of analysis showed red chili pickle and cucumber pickle with no salt addition have vitamin C of 42.50 ± 2.07 mg/100gr and 16.13 ± 1.06 mg/100gr, respectively, while with 2.5% salt addition has vitamin C of 29.30 ± 4.14 mg/100gr and 8.80 ± 0.70 mg/100gr, respectively. While water pumpkin kimchi and Chinese cabbage kimchi with no salt addition have vitamin C of 20.50 ± 1,65 mg/100gr and 20.50 ± 0.71 mg/100mg, while kimchi and Chinese cabbage with 2.5% salt addition have vitamin C of 25.81 ± 2,30 mg/100gr and 34.12 ± 1.48 mg/100gr, respectively. Therefore, it showed that the addition of salt ingredient on red chili and cucumber pickle might reduce the vitamin C levels, while it might increase the vitamin C levels of water pumpkin and Chinese cabbage kimchi.
Keywords: fermentation, kimchi, pickle, vegetable, vitamin
Effects of Different Local Commercial Feeds on the Performance of Layer Chickens at Zacky Farm, Blitar
This study assessed the Performance of layer chickens fed with different local commercial feeds at Zacky Farm. The research was conducted at Zacky Farm, Kanigoro District, Blitar Regency, from October 2024 to November 2024. An experimental research method was employed, with a Completely Randomized Design (CRD). Data analysis was performed using One-Way ANOVA, followed by Duncan's Multiple Range Test if significant differences were found. The study included four treatments: P1 (brand J commercial feed), P2 (brand D commercial feed), and P3 (brand S commercial feed). Each treatment had five replications, with five-layer chickens per replication, resulting in a total population of 75-layer chickens. The results showed significant differences (P<0.05) between treatments P1, P2, and P3 for Feed Conversion Ratio (FCR) and Feed Intake (FI), which were 2.25; 3.08; 2.23 and 116.99 g/chicken/day; 155.014 g/chicken/day; 114.52 g/chicken/day, respectively. However, no significant differences were observed (P>0,05) for Hen Day Production (HDP), which were 92.40%, 92.40%, and 91.80%. This study concludes that the best Performance was observed in treatment P3, with an FCR of 2.23, an FI of 114.52 g/chicken/day, and an HDP of 91.80%
Identification and Classification of Anthropogenic Landform in Parangtritis Hills Landscape
Human activities alter the Earth's morphology into anthropogenic landforms, both in urban and rural areas, including Desa Parangtritis. These interventions create new characteristics in the landscape, such as pseudourban formations on plains and morphological changes in hills, posing environmental risks if not managed properly. This study uses a comparative descriptive spatial analysis method, comparing variations between anthropogenic and natural landforms. Digital Elevation Model (DEM) data and orthophoto were utilized to delineate and identify anthropogenic landforms. The results indicate that the hillsides in Desa Parangtritis are divided into structural and solutional landforms, each with varying levels of human intervention. The solutional landform falls under a "Slightly Modified Landscape" phase, while the structural landform has undergone significant anthropogenic intervention. Agrogenic land use dominates, with mixed gardens and fields as primary uses, while urbanogenic and traffic interventions are closely related to infrastructure development. The transformation of hills into anthropogenic landforms in Parangtritis reveals a strong human influence, not only forming pseudoterraces for agriculture but also altering land configuration through excavation and leveling, thus placing it in a "semi-natural landscape" phase. These interventions increase the risks of erosion and landslides and reduce infiltration capacity. The study demonstrates that landform changes due to anthropogenic intervention in the hills of Desa Parangtritis require careful conservation planning to protect the environment and minimize the negative impacts of human activities in the area.Aktivitas manusia mengubah morfologi bumi menjadi bentuklahan antropogenik, baik di wilayah urban maupun rural, termasuk Desa Parangtritis. Intervensi ini menciptakan karakteristik baru pada lanskap, seperti pseudourban di dataran dan perubahan morfologi di perbukitan, yang berisiko merusak lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini yaitu analisis spasial deskriptif komparatif dengan mengkomparasi variasi bentuklahan antropogenik dengan bentuklahan natural. Penelitian ini menggunakan data Digital Elevation Model (DEM) dan orthophoto untuk mendelineasi bentuklahan dan mengidentifikasi bentuklahan antropogenik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lereng perbukitan di Desa Parangtritis terbagi menjadi bentuklahan struktural dan solusional, yang masing-masing memiliki tingkat intervensi manusia yang berbeda. Pada bentuklahan solusional, masuk ke dalam fase Slightly Modified Landscape sedangkan bentuklahan struktural telah banyak mengalami intervensi antropogenik. Agrogenic dominan dengan kebun campur dan ladang sebagai penggunaan lahan utama, sementara intervensi urbanogenic dan traffic berhubungan erat dengan pembangunan infrastruktur. Perubahan perbukitan menjadi bentuklahan antropogenik di Parangtritis menunjukkan dominasi pengaruh manusia, yang tidak hanya membentuk pseudoterrace untuk pertanian, tetapi juga mengubah konfigurasi lahan melalui ekskavasi dan planasi, sehingga masuk ke dalam fase semi-natural landscape. Intervensi ini meningkatkan risiko erosi dan longsor serta mengurangi kapasitas infiltrasi. Studi ini menunjukkan bahwa perubahan bentuklahan akibat intervensi antropogenik di perbukitan Desa Parangtritis membutuhkan perencanaan konservasi yang baik untuk menjaga lingkungan dan meminimalkan dampak negatif dari aktivitas manusia di wilayah tersebut
Slum Upgrading in Cengkareng, West Jakarta
This research aims to evaluate the level of slum conditions in Cengkareng Subdistrict and identify suitable upgrading alternatives to address the situation. The assessment method used is scoring/weighting based on the Guidelines for PU Cipta Karya to measure the level of slum conditions, and the Analytic Hierarchy Process (AHP) method to determine slum upgrading. This strategy is based on best practices taken from the Book of CODI updates with a focus on Community Upgrading Projects published by the Community Organizations Development Institute in Thailand. The study results indicate that there are three levels of slum conditions in Cengkareng Subdistrict, namely, light, moderate, and severe slums. For alternative rejuvenation strategies, on-site upgrading is chosen for low and moderate slum levels, while on-site reblocking is selected for areas with a very severe slum condition
TRANSFORMASI PENDIDIKAN ERA ORDE BARU: KEBIJAKAN DAN REALITAS PELAKSANAANNYA (1967 – 1990)
In the New Order era in Indonesia (1967-1998), the government implemented various policies to improve the quality and access to education. However, there is a discrepancy between the policies announced and the reality of their implementation in the field. The main problems faced include unequal access to education, low quality of education, and lack of adequate educational facilities and infrastructure. This study aims to analyze the transformation of education in Indonesia during the New Order era, from 1967 to 1998. The main focus is on the education policies implemented by the government and the reality of their implementation in the field. This study also evaluates the impact of this policy on the quality of education and equal access to education for all levels of society. This research uses a qualitative approach method with literature review. Data was collected from various related journal sources, articles and books. The research results show that although there have been some achievements in terms of increasing access to education, many of the policies implemented have focused more on political control than improving the quality of education. The reality of policy implementation is often not in line with the initial objectives, resulting in various problems such as lack of facilities, low quality of teaching, and educational inequality. This research provides insight into the complexity of educational transformation in the New Order era and its implications for the development of education in Indonesia.ABSTRAK
Era Orde Baru di Indonesia (1967-1998), pemerintah mengimplementasikan berbagai kebijakan untuk meningkatkan kualitas dan akses pendidikan. Namun, terdapat ketidaksesuaian antara kebijakan yang dicanangkan dan realitas pelaksanaannya di lapangan. Masalah utama yang dihadapi meliputi ketimpangan akses pendidikan, kualitas pendidikan yang masih rendah, dan kurangnya sarana dan prasarana pendidikan yang memadai. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi pendidikan di Indonesia selama era Orde Baru, dari tahun 1967 hingga 1998. Fokus utama adalah pada kebijakan pendidikan yang diterapkan oleh pemerintah serta realitas pelaksanaannya di lapangan. Studi ini juga mengevaluasi dampak dari kebijakan tersebut terhadap kualitas pendidikan dan kesetaraan akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan kajian studi pustaka. Data dikumpulkan dari berbagai sumber jurnal, artikel, dan buku terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun ada beberapa pencapaian dalam hal peningkatan akses pendidikan, banyak kebijakan yang diterapkan lebih berfokus pada kontrol politik daripada peningkatan kualitas pendidikan. Realitas pelaksanaan kebijakan sering kali tidak sejalan dengan tujuan awal, menghasilkan berbagai permasalahan seperti kekurangan fasilitas, rendahnya kualitas pengajaran, dan ketimpangan pendidikan. Penelitian ini memberikan wawasan tentang kompleksitas transformasi pendidikan pada era Orde Baru dan implikasinya terhadap perkembangan pendidikan di Indonesi
Peninggalan Sarkofagus Di Desa Pangkungparuk, Seririt, Buleleng, Bali Dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah Di SMA
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui peninggalan sarkofagus di Desa Pangkungparuk, Seririt, Buleleng, Bali dan potensinya sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan tahap – tahap: Teknik Penentuan Lokasi Penelitian, penelitian ini berlokasi di Desa Pangkungparuk, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Teknik Penentuan Informan, yaitu purposive sampling dan snow ball, Teknik Pengumpulan Data, observasi, wawancara, studi dokumen. Teknik Keaslian Data, Teknik Analisis Data, Teknik validasi data, triangulasi metode dan triangulasi sumber, Menarik Kesimpulan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa : peninggalan sarkofagus masih ada hingga kini di Desa Pangkungparuk, karena peninggalan megalitik berupa sarkofagus masih dihormati dan dijaga dianggap sebagai media penguburan pada masa protosejarah dengan memiliki status sosial yang tinggi. Latar belakang dibuatnya sarkofagus sebagai media penguburan sekunder di Desa Pangkungparuk, karakteristik bekal kubur pada peninggalan sarkofagus. Terakhir Implementasi Peninggalan Sarkofagus di Desa Pangkungparuk sebagai sumber belajar sejarah di SMA dengan menggunakan metode PJBL, guru diharapkan dapat mengimplementasikan Peninggalan Sarkofagus di Desa Pangkungparuk ke dalam materi ajar agar dapat dijadikan sebagai pembelajaran sejarah lokal.Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui peninggalan sarkofagus di Desa Pangkungparuk, Seririt, Buleleng, Bali dan potensinya sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan tahap – tahap: Teknik Penentuan Lokasi Penelitian, penelitian ini berlokasi di Desa Pangkungparuk, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Teknik Penentuan Informan, yaitu purposive sampling dan snow ball, Teknik Pengumpulan Data, observasi, wawancara, studi dokumen. Teknik Keaslian Data, Teknik Analisis Data, Teknik validasi data, triangulasi metode dan triangulasi sumber, Menarik Kesimpulan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa : peninggalan sarkofagus masih ada hingga kini di Desa Pangkungparuk, karena peninggalan megalitik berupa sarkofagus masih dihormati dan dijaga dianggap sebagai media penguburan pada masa protosejarah dengan memiliki status sosial yang tinggi. Latar belakang dibuatnya sarkofagus sebagai media penguburan sekunder di Desa Pangkungparuk, karakteristik bekal kubur pada peninggalan sarkofagus. Terakhir Implementasi Peninggalan Sarkofagus di Desa Pangkungparuk sebagai sumber belajar sejarah di SMA dengan menggunakan metode PJBL, guru diharapkan dapat mengimplementasikan Peninggalan Sarkofagus di Desa Pangkungparuk ke dalam materi ajar agar dapat dijadikan sebagai pembelajaran sejarah lokal
E PENGEMBANGA BUKU TEKS BAHASA INDONESIA BAGI PENUTUR ASING (BIPA) BERMUATAN AHLUSUNAH WALJAMAAH
Tujuan penelitian ini meliputi (1) mendeskripsikan karakteristik kebutuhan buku teks BIPA yang bermuatan alhusunah waljamaah pada penutur asing tingkat pemula menurut persepsi penutur asing dan pengajar BIPA, (2) mengembangkan buku teks BIPA yang bermuatan alhusunah waljamaah pada penutur asing tingkat pemula, (3) menguji tingkat kevalidan buku teks BIPA yang bermuatan alhusunah waljamaah pada penutur asing tingkatpemula. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian pengembangan dari Gall et al yang terdapat empat langkah. yakni (1) studi pendahuluan, analisis kebutuhan, dan mengamati produk yang ada; (2) melakukan pengembangan produk, dan (3) menguji serta memvalidasi produk yang dikembangkan. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi literasi,,observasi, wawancara, dan analisis dokumen-dokumen. Teknik analisis data yang digunakan melalui T-tes hasil produk yang telah dikembangkan. Produk ini dibandingkan dengan produk sebelumnya yang sudah ada. Hasil buku teks BIPA yang bermuatan alhusunah waljamaah terdiri dari 9 tema, Yakni 1) perkenalan; 2) identitas diri; 3) ciri-ciri fisik; 4) keluarga; 5) aktivitas sehari-hari; 6) hobi; 7) komunikasi; 8) transportasi; dan 9) jual beli. Masing-masing sub tema yang ada di buku teks BIPA bermuatan alhusunah waljamaah. Hasil validasi diperoleh data-data yang membuktikan bahwa media yang sudah dikembangkan termasuk dalam kategori “baik”. Hal tersebut ditunjukkan dari hasil rata-rata validasi 4,01. Berdasarkan hasil validasi, media yang dihasilkan dapat/layak digunakan dalam pembelajaran BIPA.Abstrak
Tujuan penelitian ini meliputi (1) mendeskripsikan karakteristik kebutuhan buku teks BIPA yang bermuatan alhusunah waljamaah pada penutur asing tingkat pemula menurut persepsi penutur asing dan pengajar BIPA, (2) mengembangkan buku teks BIPA yang bermuatan alhusunah waljamaah pada penutur asing tingkat pemula, (3) menguji tingkat kevalidan buku teks BIPA yang bermuatan alhusunah waljamaah pada penutur asing tingkatpemula. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian pengembangan dari Gall et al yang terdapat empat langkah. yakni (1) studi pendahuluan, analisis kebutuhan, dan mengamati produk yang ada; (2) melakukan pengembangan produk, dan (3) menguji serta memvalidasi produk yang dikembangkan. Hasil buku teks BIPA yang bermuatan alhusunah waljamaah terdiri dari 9 tema, Yakni 1) perkenalan; 2) identitas diri; 3) ciri-ciri fisik; 4) keluarga; 5) aktivitas sehari-hari; 6) hobi; 7) komunikasi; 8) transportasi; dan 9) jual beli. Masing-masing sub tema yang ada di buku teks BIPA bermuatan alhusunah waljamaah. Hasil validasi diperoleh data-data yang membuktikan bahwa media yang sudah dikembangkan termasuk dalam kategori “baik”. Hal tersebut ditunjukkan dari hasil rata-rata validasi 4,01. Berdasarkan hasil validasi, media yang dihasilkan dapat/layak digunakan dalam pembelajaran BIPA.
Keywords: buku teks, BIPA, alhusunah waljamaa