E-journal Universitas Veteran Bangun Nusantara
Not a member yet
2863 research outputs found
Sort by
Korelasi antara Kesiapan Teknologi dengan Persepsi Kemudahan pada Pengguna Aplikasi Mobile JKN
The Mobile JKN application was developed to facilitate participants in accessing digital health services, but its utilization is still low due to limited user technological readiness. This study aims to analyze the correlation between technological readiness and perceived ease of use among Mobile JKN users at Prof. Dr. Soekandar Regional General Hospital, Mojokerto Regency in 2025. The study population was 3,094 users with a sample of 354 respondents selected through a purposive sampling technique. This study used a quantitative, correlative analytical design with a cross-sectional approach. The instrument was a questionnaire based on the Technology Readiness Index (TRI) and the Technology Acceptance Model (TAM). The results showed that most respondents had a moderate level of technological readiness and perceived ease of use, and there was a significant correlation between the two variables. The conclusion of this study is that the higher the technological readiness, the higher the perceived ease of use of Mobile JKN. Efforts to improve this can be done through socialization activities at least twice a month to strengthen participant digital literacy
Immersive Chemistry Learning with Augmented Reality: Exploring Students’ Needs on Visualizing Chemical Bonding
The digital transformation of education has opened broad opportunities for innovation, yet the use of advanced technologies such as Augmented Reality (AR) in chemistry learning remains limited, particularly in Indonesia. The present research examines high school students’ needs for AR-based instructional media on the abstract topic of chemical bonding. A descriptive quantitative approach was employed within the Analysis phase of the ADDIE instructional design model. Data were collected using a validated questionnaire administered to 51 eleventh-grade students from a senior high school in Surakarta, Indonesia. The results show that more than 84% of students experience difficulties in learning chemistry, with chemical bonding identified as the most challenging topic (88.2%), mainly due to limited visualization and the abstract nature of the content. Students also perceived the instructional media currently used in class as insufficiently engaging and not yet effective in helping them understand chemical bonding. Although 90.2% of students had never used AR in chemistry lessons, nearly 59% expressed strong interest in its implementation. This study offers an empirical mapping of students’ cognitive, media-related, and technological needs as a foundation for designing AR-based chemistry learning on chemical bonding. As far as we are aware, it is one of the first studies in the Indonesian context to conduct a structured needs analysis for AR integration specifically on chemical bonding within the ADDIE framework. At a practical level, the findings provide guidance for instructional designers and chemistry teachers regarding the urgency of developing immersive AR tools that bridge abstract chemical representations with spatial visualization while also enhancing student engagement in the digital era
Sejarah Lingkungan sebagai Konten Digital Edukatif: Strategi Pedagogis untuk Menumbuhkan Kesadaran Ekologis Siswa
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas sejarah lingkungansebagai konten digital edukatif dalam menumbuhkan kesadaran ekologis siswamelalui strategi pedagogis berbasis project-based learning dan digitalstorytelling di Kota Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan mixedmethods dengan desain sekuensial eksplanatori. Subjek penelitian melibatkansiswa kelas X dan XI SMA dengan teknik purposive sampling. Data kuantitatifdiperoleh melalui pretest dan posttest kesadaran ekologis, sedangkan datakualitatif dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis proyek digitalsiswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan kesadaranekologis siswa setelah implementasi pembelajaran, terutama pada dimensi sikapekologis, diikuti oleh pengetahuan dan perilaku. Pemanfaatan konten digitalberupa video dokumenter, arsip visual, dan peta interaktif sejarah lingkunganSurabaya terbukti meningkatkan keterlibatan belajar, kemampuan berpikir kritis,serta empati ekologis siswa. Strategi project-based learning berbasis digitalstorytelling mendorong siswa menjadi subjek aktif dalam merekonstruksi sejarahlingkungan wilayahnya. Meskipun terdapat hambatan berupa keterbatasanakses teknologi dan literasi digital, pembelajaran ini tetap menunjukkan dayatransformasi pedagogis yang kuat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasisejarah lingkungan dan teknologi digital merupakan pendekatan strategis untukmembangun kesadaran ekologis siswa secara reflektif, kritis, dan berkelanjutan.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas sejarah lingkungansebagai konten digital edukatif dalam menumbuhkan kesadaran ekologis siswamelalui strategi pedagogis berbasis project-based learning dan digitalstorytelling di Kota Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan mixedmethods dengan desain sekuensial eksplanatori. Subjek penelitian melibatkansiswa kelas X dan XI SMA dengan teknik purposive sampling. Data kuantitatifdiperoleh melalui pretest dan posttest kesadaran ekologis, sedangkan datakualitatif dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis proyek digitalsiswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan kesadaranekologis siswa setelah implementasi pembelajaran, terutama pada dimensi sikapekologis, diikuti oleh pengetahuan dan perilaku. Pemanfaatan konten digitalberupa video dokumenter, arsip visual, dan peta interaktif sejarah lingkunganSurabaya terbukti meningkatkan keterlibatan belajar, kemampuan berpikir kritis,serta empati ekologis siswa. Strategi project-based learning berbasis digitalstorytelling mendorong siswa menjadi subjek aktif dalam merekonstruksi sejarahlingkungan wilayahnya. Meskipun terdapat hambatan berupa keterbatasanakses teknologi dan literasi digital, pembelajaran ini tetap menunjukkan dayatransformasi pedagogis yang kuat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasisejarah lingkungan dan teknologi digital merupakan pendekatan strategis untukmembangun kesadaran ekologis siswa secara reflektif, kritis, dan berkelanjutan
Inovasi Media Pembelajaran Berbasis Komik untuk Menunjang Keterampilan dan Pemahaman Sejarah pada Mahasiswa
Penelitian ini berjudul Inovasi Media Pembelajaran Berbasis Komik untukMenunjang Ketrampilan dan Pemahaman Sejarah pada Mahasiswa. Mediapembelajaran dalam bentuk komik dianggap menarik untuk menunjangpembelajaran sejarah karena karakteristik komik yang penuh dengan gambargambar. Media pembelajaran komik tetap mengutamakan cerita sejarah yangberpedoman pada fakta-fakta sejarah yang sudah ada. Penelitian ini bertujuanuntuk mengungkap (1) Bagaimana mengembangkan media pembelajaran sejarahberbasis komik (2) Bagaimana meningkatkan ketrampilan mahasiswa dalammenghasilkan media pembelajaran berbasis komik (3) Bagaimana meningkatkanpemahaman mahasiswa tentang materi sejarah melalui media pembelajaranberbasis komik. Penelitian ini mengunakan metode kualitatif deskritif. Sumberdata terdiri atas sumber lisan berupa hasil wawancara, sumber tertulis berupabuku dan portofolio tugas mahasiswa. Pengambilan data dengan studi pustaka,observasi, dan wawancara. Validitas data menggunakan trianggulasi. Analisisdata dilakukan dengan cara analisis interaktif meliputi tiga tahapan, yakni reduksidata, penyajian data, dan penarikan simpulan. Penelitian ini menghasilkankesimpulan bahwa 1) Mahasiswa mampu mengembangkan media pembelajaransejarah dengan cara manual dan digital 2) Mahasiswa mampu meningkatkanketrampilan dalam pembuatan media belajar berbasis komik 3) Mahasiswamampu meningkatkan pemahamannya tentang kesejarahan melalui pembuatanmedia komikPenelitian ini berjudul Inovasi Media Pembelajaran Berbasis Komik untukMenunjang Ketrampilan dan Pemahaman Sejarah pada Mahasiswa. Mediapembelajaran dalam bentuk komik dianggap menarik untuk menunjangpembelajaran sejarah karena karakteristik komik yang penuh dengan gambargambar. Media pembelajaran komik tetap mengutamakan cerita sejarah yangberpedoman pada fakta-fakta sejarah yang sudah ada. Penelitian ini bertujuanuntuk mengungkap (1) Bagaimana mengembangkan media pembelajaran sejarahberbasis komik (2) Bagaimana meningkatkan ketrampilan mahasiswa dalammenghasilkan media pembelajaran berbasis komik (3) Bagaimana meningkatkanpemahaman mahasiswa tentang materi sejarah melalui media pembelajaranberbasis komik. Penelitian ini mengunakan metode kualitatif deskritif. Sumberdata terdiri atas sumber lisan berupa hasil wawancara, sumber tertulis berupabuku dan portofolio tugas mahasiswa. Pengambilan data dengan studi pustaka,observasi, dan wawancara. Validitas data menggunakan trianggulasi. Analisisdata dilakukan dengan cara analisis interaktif meliputi tiga tahapan, yakni reduksidata, penyajian data, dan penarikan simpulan. Penelitian ini menghasilkankesimpulan bahwa 1) Mahasiswa mampu mengembangkan media pembelajaransejarah dengan cara manual dan digital 2) Mahasiswa mampu meningkatkanketrampilan dalam pembuatan media belajar berbasis komik 3) Mahasiswamampu meningkatkan pemahamannya tentang kesejarahan melalui pembuatanmedia komi
Penerapan Metode Pembelajaran Debat Aktif untuk Membangun Sikap Demokratis Siswa pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini meneliti penerapan metode debat aktif untuk membangun sikap demokratis siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila di SMAN 2 Boyolali. Penelitian dua siklus ini melibatkan siswa kelas XI-7 dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dan studi dokumen, yang dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian membuktikan keefektifan metode debat aktif. Rata-rata sikap demokratis siswa meningkat signifikan dari 50% pada pra-siklus menjadi 62,5% pada siklus pertama lalu 87,5% pada siklus 2, dengan indikator toleransi terhadap perbedaan mencapai 100%. Partisipasi siswa juga naik dari 68,75% menjadi 93,75%. Peningkatan ini didukung oleh pendekatan terstruktur, pengalaman belajar nyata, dan peran guru sebagai fasilitator. Tantangan seperti ketimpangan partisipasi dan manajemen waktu berhasil diatasi melalui pelatihan debat, pembagian peran, dan evaluasi berbasis umpan balik. Kesimpulannya, debat aktif efektif membentuk sikap demokratis ketika didukung perencanaan matang, topik kontekstual, dan lingkungan inklusif. Implikasinya, guru disarankan mengadopsi metode interaktif ini untuk menciptakan pembelajaran yang partisipatif. Penelitian lanjutan dapat mengembangkan modul debat berbasis isu lokal agar pendidikan demokrasi tidak hanya teoritis tetapi juga melatih keterampilan sosial siswa sebagai warga negara.
ReferensiAbdussamad, Z. (2021). Metode penelitian kualitatif. Syakir Media Press.
Arends, R. (2012). Learning to teach (9th ed.). McGraw-Hill.
Arends, R. (2015). Learning to teach (10th ed.). McGraw-Hill.
Bandura, A. (1986). Social foundations of thought and action: A social cognitive theory. Prentice-Hall.
Bernadetta, S., dkk. (2021). Action research in education: Theory and practice. Routledge.
Brookfield, S. D. (2017). Becoming a critically reflective teacher (2nd ed.). Jossey-Bass.
Dewey, J. (1916). Democracy and education: An introduction to the philosophy of education. Macmillan.
Hattie, J. (2009). *Visible learning: A synthesis of over 800 meta-analyses relating to achievement*. Routledge.
Johnson, D. W., & Johnson, R. T. (1999). Learning together and alone: Cooperative, competitive, and individualistic learning (5th ed.). Allyn & Bacon.
Johnson, D. W., & Johnson, R. T. (2014). Cooperative learning in the classroom. Interaction Book Company.Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2022). Panduan pembelajaran pendidikan Pancasila fase F. Kemendikbud.Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Pedoman implementasi kurikulum merdeka. Kemendikbudristek.
Lickona, T. (1991). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. Bantam.
Lie, A., dkk. (2020). Debate pedagogy in Asian contexts. Springer.
Majid, A., & Rochman, C. (2020). Pembelajaran interaktif: Teori dan praktik. Remaja Rosdakarya.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE.
Murdiyana, E. (2020). Validitas data penelitian kualitatif. Universitas Brawijaya Press.
Nurdin, E. S. (2022). Model debat aktif dalam pembelajaran. Prenadamedia Group.
Nussbaum, M. C. (2010). Not for profit: Why democracy needs the humanities. Princeton University Press.
Patton, M. Q. (2015). Qualitative research & evaluation methods (4th ed.). SAGE.
Putnam, R. D. (2000). Bowling alone: The collapse and revival of American community. Simon & Schuster.
Rosenberg, M. J. (2021). E-learning: Strategies for delivering knowledge in the digital age (2nd ed.). Pfeiffer.
Sapriya. (2012). Pendidikan kewarganegaraan: Konsep dan pembelajaran. Rosda.
Sapriya. (2019). Pendidikan nilai dalam pembelajaran PKn. Remaja Rosdakarya.
Slavin, R. E. (2014). Cooperative learning: Theory, research, and practice (3rd ed.). Pearson.
Suharsimi, A. (2006). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik (Edisi Revisi). Rineka Cipta.
Tomlinson, C. A. (2017). How to differentiate instruction in academically diverse classrooms (3rd ed.). ASCD.
Trilling, B., & Fadel, C. (2009). 21st century skills: Learning for life in our times. Jossey-Bass.
Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society: The development of higher psychological processes. Harvard University Press.
Zamroni. (2017). Dinamika pendidikan karakter. UNY Press
Peranan Karang Taruna dalam Mewujudkan Solidaritas Sosial Antar Warga
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peranan karang taruna dalam mewujudkan solidaritas sosial antar warga, kendala-kendala karang taruna dalam mewujudkan solidaritas sosial antar warga, dan solusi untuk mengatasi kendala-kendala karang taruna dalam mewujudkan solidaritas sosial antar warga di Jombor Permai. Metode penelitian yang di gunakan adalah kualitatif deskriptif. Subyek dalam penelitian ini adalah ketua karang taruna Permata, ketua RT dan 4 anggota karang taruna Permata. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode wawancara, metode observasi dan metode dokumentasi. Validitas data yang di gunakan adalah triangulasi data dan triangulasi metode. Analisis data yang digunakan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data (display data) dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dapat di simpulkan bahwa peranan karang taruna dalam mewujudkan solidaritas sosial anatar warga dapat terbentuk melalui berbagai kegiatan karang taruna di masyarakat, menurut penelitian ini terdapat 4 indikator yang di kemukan yaitu, setiap anggota mempunyai sikap percaya diri, hormat-menghormati antar satu anggota dengan yang lainnya, bertanggung jawab dalam kebaikan bersama antar anggota dan setiap anggota dapat memperhatikan kepentingan bersama antar satu dengan yang lainnya. Kendala-kendala karang taruna dalam mewujudkan solidaritas sosial antar warga adalah kurangnya partisipasi dalam setiap anggota kelompok, belum maksimalnya peran pemuda dalam progran karang taruna, dan terbatasnya kemampuan sumber daya manusia untuk mengembangkan organisasi karang taruna. Solusi untuk mengatasi kendala-kendala karang taruna dalam mewujudkan solidaritas sosial antar warga adalah pertama, diperlukan pendekatan yang strategis dan terintegrasi, kedua, mengadakan pelatihan kepemimpinan bagi pemuda dapat membantu mereka untuk memahami tanggung jawab dan peran mereka dalam organisasi, ketiga, mengadakan pelatihan rutin untuk anggota karang taruna.
Kata Kunci: Peranan, Karang Taruna, Solidaritas Sosial
ReferensiAfifah, N.P. dkk. (2021). Pendidikan Multikultural dalam Upaya Membangun Karakter Anak Bangsa. Jurnal Pendidikan Tambusai: 5(2), 123-135.
Durkheim, Emile. (1893). The Division of Labour in Society. New York: Free Press.Harahap, A.C. (2019). Character building pendidikan karakter Al-Irsyad. Jurnal Pendidikan Dan Konseling: 9(1), 1–11.
Lazuardi, A. (2022). Strategi Meningkatkan Keterlibatan Anggota dalam Organisasi Melalui Komunikasi Efektif. Jurnal Manajemen dan Organisasi: 14(1), 85-94.
Meuraksa, M.A dkk. (2020). Peranan Karang Taruna dalam Upaya Penyelenggaraan dan Pembangunan kesejahteraan Sosial Kecamatan Pamulang. Jurnal Ilmu Sosial, Pendidikan, dan Humaniora: 4 (1), 7-16.
Miftah, Thoha. (2012). Perilaku Organisasi Konsep Dasar dan Implikasinya. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.
Murtiningsih, I., Suyahman, Singgih, V., Hasanah, W.P. (2022). Pemberdayaan Pemuda dalam Pelaksanaan PPKM Mandiri di Desa Wirogunan pada Masa Pandemi Covid –19. Al-mabsut, 16(1), 45-53.
Nugroho, T. (2012). Peningkatan Kepemimpinan Pemuda Melalui Program Pelatihan di Organisasi Sosial. Jurnal Pengembangan Sosial: 8(1), 15-23.
Peraturan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 25 tahun 2019 tentang Karang Taruna.Permensos 77/HUK/2010 tentang Pedoman Dasar Karang Karuna
Putra, A. (2022). Interpretasi HAM dalam Ideologi Pancasila dan Implikasinya terhadap Persatuan dan Kesatuan di Indonesia. Jurnal HAM: 13(1), 1–14.
Sari, dkk. (2022). Peran Mentoring dalam Pengembangan Keterampilan Anggota Organisasi Sosial. Jurnal Pengembangan Organisasi: 12(2), 77–86.
Sriyanto. (2014). Badan Pengembangan dan Pembinaan Sosial. Jakarta: Gramedia pustaka.
Sugiyono. (2019). Metodologi Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Wenti (2020). Eksistensi Karang Taruna dalam Aktifitas Kepemudaan. Jurnal Pemerintahan Integratif: 7 (2) 45-56.
Wulandari, S. (2021). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Motivasi Pemuda dalam Partisipasi Program Karang Taruna. Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat: 9(2), 112-124.
Wuryan dan Syaifullah. (2008). Ilmu Kewarganegaraan (Civic). Bandung: Laboratorium Pendidikan Kewarganegaraan.Yuliana, R. (2022). Pengaruh Pendidikan dan Pelatihan terhadap Pengembangan Kapasitas Anggota Karang Taruna. Jurnal Pendidikan dan Pengembangan Masyarakat: 10(1), 85-97.
Yulianto, A., & Rachmat, T. (2022). Efektivitas Program Pelatihan dalam Meningkatkan Kompetensi Pengurus Organisasi Sosial. Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia: 18(1), 50–60
Analisis Penetapan Tarif Sewa Gedung Sikka Convention Center dan Kontribusinya dalam Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Sikka
This study aimed to analyze the determination of rental rates for the Sikka Convention Center (SCC) and its contribution to increasing the Local Own-Source quantitative with a descriptive approach. The property value was calculated using the Cost Approach, where the land value was obtained based on the Tax Object Sale Value (Nilai Jual Objek Pajak, NJOP) and the building value was calculated using the Income Capitalization Approach. The results showed that the property value of SCC consisted and of a constant land value and a building value that fluctuated according to annual rental income. SCC rental income experienced significant changes, peaking in 2022 and declining again in 2024. The actual contribution of SCC rental income to increasing PAD in Sikka Regency remained very small, with the highest achievement in 2022; however, it had not yet provided a significant overall impact. Meanwile, calculations pf contribution based on optimal potential showed higher values compared to the actual realization, although it was still considered low in enhancing PAD in Sikka Regency
Aktifitas Sosial Masyarakat Di Desa Kapita Dalam Mendukung Keberlanjutan Program Pengelolaan Hutan Kemasyarakatan
Community Forest Management (PHKM) is one of the social forestry programs aimed at improving community welfare while maintaining forest sustainability. The sustainability of this program is greatly influenced by the level of community participation. This study aims to analyze the sustainability level of the Community Forest Management (HKM) program based on community participation. The research was conducted in Kapita Village, Bangkala District, Jeneponto Regency, reviewed from social, economic, and ecological aspects from July 24, 2025 to August 31, 2025, using a mixed methods approach. Data were collected through structured interviews with questionnaires involving 134 respondents who were members of forest farmer groups, in-depth interviews, and field observations. The data were analyzed using descriptive statistics, sustainability index calculation, and qualitative triangulation to strengthen the findings. The results show that the social aspect achieved a sustainability index of 63.7% or a score of 3.64, the economic aspect obtained an average score of 3.50, and the ecological aspect reached 3.69, all categorized as moderately sustainable. The Combined Sustainability Index (CSI) of the three aspects was 3.61, placing the PHKM program in the moderately sustainable category. This study concludes that PHKM has had a positive impact on social and economic life as well as environmental conservation.Community Forest Management (PHKM) is one of the social forestry programs aimed at improving community welfare while maintaining forest sustainability. The sustainability of this program is greatly influenced by the level of community participation. This study aims to analyze the sustainability level of the Community Forest Management (HKM) program based on community participation. The research was conducted in Kapita Village, Bangkala District, Jeneponto Regency, reviewed from social, economic, and ecological aspects from July 24, 2025 to August 31, 2025, using a mixed methods approach. Data were collected through structured interviews with questionnaires involving 134 respondents who were members of forest farmer groups, in-depth interviews, and field observations. The data were analyzed using descriptive statistics, sustainability index calculation, and qualitative triangulation to strengthen the findings. The results show that the social aspect achieved a sustainability index of 63.7% or a score of 3.64, the economic aspect obtained an average score of 3.50, and the ecological aspect reached 3.69, all categorized as moderately sustainable. The Combined Sustainability Index (CSI) of the three aspects was 3.61, placing the PHKM program in the moderately sustainable category. This study concludes that PHKM has had a positive impact on social and economic life as well as environmental conservation
Analisis Kinerja Perusahaan Menggunakan Balanced Scorecard : Studi Kasus pada PT Qirindo Tekhnik Mandiri Kota Jakarta Barat
This study aims to analyze the performance of PT Qirindo Tekhnik Mandiri by applying the Balanced Scorecard approach after the fire incident that disrupted business operations in early 2025. Balanced Scorecard was chosen because it provides a comprehensive measurement framework that evaluates performance through four perspectives: financial, customer, internal business process, and learning and growth. This research employed a descriptive method with both qualitative and quantitative approaches. Primary data were obtained through semi-structured interviews with the President Director, while secondary data were derived from financial statements from 2021 to 2024. The findings indicate that the company showed an improvement in financial performance in 2023, followed by a decline in 2024 due to operational disruption and increased costs. The fire incident also caused revenue decline and asset losses at the beginning of 2025, although the company succeeded in maintaining cash flow by implementing emergency funding strategies and cost adjustments. From the customer perspective, trust and loyalty remained stable due to transparent communication and service enhancements. Internal business processes demonstrated improvements in operational standards and the adoption of digital systems. In the learning and growth perspective, employee training and capacity strengthening activities were consistently carried out to support operational recovery. Overall, the Balanced Scorecard helped provide a clear performance evaluation and guide strategic recovery efforts post-crisis
Pengaruh Inovasi Produk Dan Harga Terhadap Keputusan Pembelian Femishion.id di Industri Kemeja Wanita Online
This study aims to analyze the influence of product innovation and price on consumer purchasing decisions at Femishion.id, an online fashion business specializing in women’s shirts marketed through e-commerce platforms such as Shopee, TikTok, and Instagram. The primary issue addressed in this research is the decline in active consumers and the increasing competition within the online fashion industry, which requires companies to enhance product innovation and adopt competitive pricing strategies. A quantitative research method was employed by distributing questionnaires to 69 respondents who had previously purchased products from Femishion.id. The research instruments were tested using validity tests, reliability tests, classical assumption tests, and multiple linear regression analysis to determine both partial and simultaneous effects of the variables. The results indicate that product innovation and price have a positive and significant effect on consumer purchasing decisions, both partially and simultaneously. Price emerges as the most dominant factor influencing consumer behavior. Overall, 71.7% of the variance in purchasing decisions is explained by the two variables. These findings highlight that the combination of trend-aligned product innovation and competitive pricing is crucial in shaping purchasing decisions within the online women’s fashion industry. In conclusion, Femishion.id needs to prioritize updating product designs and maintaining price strategies that align with consumer purchasing power to sustain its competitive advantage.Keputusan pembelian akan dianalisis dalam penelitian ini, khususnya mengenai sejauh mana keputusan tersebut dipengaruhi oleh inovasi produk dan strategi harga konsumen pada Femishion.id, sebuah bisnis fashion online yang berfokus pada penjualan kemeja wanita Tujuan utama riset ini adalah untuk mengukur dan menganalisis seberapa besar inovasi produk dan harga memengaruhi pilihan pembeli yang bertransaksi melalui platform e-commerce spesifik, yaitu Shopee, TikTok, dan Instagram. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah menurunnya konsumen aktif dan meningkatnya persaingan industri fashion online yang menuntut perusahaan untuk meningkatkan inovasi produk dan menerapkan strategi harga yang kompetitif. Pendekatan kuantitatif digunakan dalam studi ini, melibatkan 69 responden yang merupakan pelanggan Femishion.id. Setelah instrumen penelitian melewati uji validitas, reliabilitas, dan asumsi klasik, data dianalisis menggunakan regresi linear berganda untuk menilai pengaruh. Hasilnya menegaskan bahwa inovasi produk dan harga secara signifikan dan positif berkontribusi terhadap keputusan pembelian, baik secara individu (parsial) maupun bersama-sama (simultan). Variabel harga memiliki pengaruh dominan dibandingkan inovasi produk, dengan nilai koefisien lebih tinggi. Secara keseluruhan, 71,7% variasi Keputusan pembelian terpengaruh dan diuraikan oleh kedua variabel tersebut. Temuan ini menunjukkan kombinasi inovasi produk sesuai tren serta harga yang bersaing merupakan penentu kunci dalam keputusan pembelian pada industri fashion wanita online. Kesimpulannya, Femishion.id perlu memprioritaskan pembaruan desain produk dan memastikan strategi harga tetap relevan dengan daya beli konsumen agar mampu mempertahankan daya saing