Iktisyaf - Jurnal Ilmu Dakwah dan Tasawuf
Not a member yet
41 research outputs found
Sort by
Shuhbah Sebagai Komunikasi Terapeutik dalam Pembentukan Karakter
Shuhbah merupakan suatu kegiatan yang rutin dilakukan oleh ikhwan setiap malam jum`at dan jum`at pagi kepada Mursyid Thoriqoh Qoddiriyah Naqsabanddiyah Pondok Pesantren Suryalaya (TQN PP Suryalaya) Syeikh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul QS. yang berpusat di Pesantren Sirnarasa Ciceuri Desa Ciomas Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan: (1) untuk mengetahui bagaimana Shuhbah sebagai Komunikasi Terapeutik didalam pembentukan karakter; (2) untuk mengetahui Apa saja faktor pendukung dan penghambat pada pembentukan karakter Jama’ah Thoriqoh Qodiriyah Naqsabandiyah Pondok Pesantren Suryalaya di Pesantren Sirnarasa didalam Shuhbah. Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan teknik populasi dan sampel, sedangkan data dihasilkan melalui observasi, wawancara dan angket selanjutnya dianalisis dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Lokasi yang menjadi objek penelitian ini adalah di Pesantren Sirnarasa Dusun Ciceuri, Desa Ciomas, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis Jawa Barat. Hasil penelitian dapat simpulkan bahwa Shuhbah memiliki semua komponen didalam komunikasi terapeutik, dan shuhbah juga mampu membentuk karakter ikhwan jika ikhwan tersebut benar-benar memiliki keinginan untuk berubah. Adapun faktor pendukungnya adalah harus menjalankan tiga komponen shuhbah yakni istima, Ijtima, dan i`tiba. Dan faktor penghambatnya adalah tidak menjalankan benar-benar amaliyah yang telah dicontohkan Syeikh Mursyid
EFEKTIVITAS KONSELING KELOMPOK TERHADAP MOTIVASI BERHENTI MEMAKAI NARKOTIKA, PSIKOTROPIKA, DAN ZAT ADIKTIF
ABSTRAK
Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya komunitas Pendidikan NAPZA Tasikmalaya (Pentas) di Ciputri, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat yang terdiri dari anggota rehabilitasi rawat jalan dan korban Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA) yang sudah pulih dengan atas kesadaran dan kemauan tinggi untuk terhindar kembali dari penggunaan NAPZA. Metode penelitian menggunakan kombinasi antara kuantitatif dan kualitatif yang berlokasi di ciputri, singaparna tasikmalaya. Hasil dari penelitian ini terdapat peningkatan motivasi anggota komunitas pendidikan NAPZA untuk berhenti dalam menyalah gunakan NAPZA
PROFIL KETERAMPILAN ABAD 21 (21st CENTURY SOFT SKILLS) PADA MAHASISWA
ABSTRAK
Zaman sekarang mahasiswa lebih tergila – gila media sosial dari pada berdiskusi secara tatap muka. Hal ini menyebabkan rendahknya keterampilan berkomunikasi pada mahasiswa. Yang akan memicu permaslahan yang baru yang cukup kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil keterampilan abad 21 pada mahasiswa program studi komunikasi dan penyiaran islam STID Sirnarasa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, dengan jumlah populasi seluruh mahasiswa program studi kouminikasi dan penyiaran islam STID Sirnarasa. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik snowball berdasarkan data kualitatif. Sumber data berasal dari data obervsi, wawancara dan dokumentasi selain itu data diperoleh dari angket terbuka dengan parameter yang digunakan adalah keterampilan abad 21 (21st century soft skills) yang dikaitkan dengan program studi komunikasi dan penyiaran islam terdiri dari; berpikir kritis dan memecahkan masalah, kreatif dan inovasi, dan komunikasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam peneitian ini adalah teknik deskriptif. Hasil analisis data penelitian menunjukan bahwa profil keterampilan abad 21 (21st century soft skills) pada mahasiswa program studi komunikasi dan penyiaran islam STID Sirnarasa cukup baik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa mahasiswa program studi komunikasi dan penyiaran islam STID Sirnarasa mampu menghadapi tantangan abad ke 21 dan berdasarkan nilai visi dan misi yang ditanamkan oleh STID Sirnarasa
PESAN DAKWAH DALAM PROGRAM ACARA MUSLIM TRAVELERS NET TV
ABSTRAK
Dakwah semakin berkembang dengan adanya Media komunikasi yang terus mengalami kemajuan. Pesan dakwah semakin banyak ragam dan kemasannya. Seperti halnya program acara Muslim Travelers NET TV, yaitu program traveling yang menyajikan pesan dakwah dan dikemas sesuai generasi millennial. Oleh karena itu di dalam penelitian ini mengkaji pesan dakwah pada program acara Muslim Travelers NET TV edisi Kota Jeju Korea Selatan dan pesan dakwah yang dominan. Metode penelitian menggunakan konten analisis yaitu menganalisis dialog atau percakapan dan pesan gambar yang terkandung dalm video tersebut. Hasilnya program acara Muslim Travelers NET TV perjalanan Kota Jeju Korea Selatan mengandung tiga unsur pesan dakwah akidah, akhlak dan syari’ah. Pesan akidah tergambarkan dengan ajakan menjaga keimanan, dan menunjukkan keyakinan
PERBANDINGAN MATERI CERAMAH KEAGAMAAN DALAM PENGAJIAN MINGGUAN
Beranjak dari kepribadian Masyarakat yang tidak sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Da’i kepada mad’u yang ada pada kitab suci Al-qur’an bahwa wawasan keagamaan kegiatan berbasis Mesjid seperti pengajian mingguan bisa merubah kepada perubahan akhlak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan materi ceramah keagamaan dalam dalam pengajian mingguan di Masjid Al-Istiqomah Ciomas dan Masjid Riyadhul Jannah Baros dari sudut pandang unsur-unsur dakwah sehingga akan terlihat perbedaan dari salah satu unsur unsur dakwah tersebut.Metode penelitian yang digunakan adalah dengan metode penelitian komparatif sejenis penelitian deskriptif yang ingin mencari jawaban secara mendasar tentang sebab-akibat, dengan menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinya ataupun munculnya suatu fenomena tertentu. atau jenis penelitian yang digunakan untuk membandingkan antara dua kelompok atau lebih dari suatu variabel tertentu.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terlihatnya perbandingan materi-materi ceramah yang di dalamnya terdapat rujukan-rujukan dan referensi yang di sampaikan oleh da’i kepada mad’u sehingga ada perbedaan dalam rujukan kitab yang di sampaikan didalam pengajian mingguan. Dalam pengajian mingguan yang signifkan dari segi Dai, dari banyaknya Ustadz yang mengisi pengajian mingguan di dusun baros, dan juga dari keilmuan Ustad dari segi akademis, juga dari mad’u antusias Masyarakat Dusun Baros mengikuti pengajian mingguan lebih banyak dari pada dusun Ciomas begitupun dari jadwal pengajian itu sendiri. Berdasarkan hasil penelitian tersebut penulis memberikan saran bahwa hendaknya selalu menjaga hubungan yang telah terjalin harmonis baik dengan ketua maupun dengan devisi-devisi yang lain, Mempertahankan citra baik yang sudah dimiliki dalam pandangan masyarakat, Menjaga dan mengimbangi pengaruh yang ada di kalangan, masyarakat, Mengikuti informasi-informasi yang berkembang berkaitan dengan pengajian
UPAYA BIMBINGAN PEMBINAAN KANTOR URUSAN AGAMA DALAM ANTISIPASI PERNIKAHAN TANPA MELALUI PENCATATAN KUA DI KECAMATAN PURWAHARJA KOTA BANJAR
Kebanyakan orang meyakini bahwa pernikahan tanpa melalui pencatatan KUA dianggap sah menurut hukum Islam apabila telah memenuhi rukun dan syarat-syaratnya, sekalipun pernikahan tersebut tidak dicatat di Kantor Urusan Agama (KUA). Akibat dari pemahaman tersebut timbullah dualism hukum yang ada di Negara Indonesia ini, yaitu disatu sisi perkawinan itu harus dicatatkan di Kantor Urusan Agama (KUA) dan disisi lain perkawinan tanpa dicatatpun tetap berlaku. Jika dilihat dari kenyataan yang ada, nikah dibawah tangan merupakan salah satu model perkawinan yang bermasalah dan cenderung mengutamakan kepentingan-kepentingan subjektif. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yaitu penelitian yang memuat gambaran secara sistematis, faktual dan akurat mengenai data berupa ucapan atau tulisan dan perilaku yang dapat diamati didapat untuk mengungkap mengenai peran KUA dalam meminimalisir nikah tanpa pencatatan di Kecamatan Purwaharja. Tempat ataupun wilayah yang akan dijadikan lokasi dalam penelitian ini adalah Kantor Urusan Agama Kecamatan Purwaharja Kota Banjar dengan waktu penelitian yang diperlukan kurang lebih selama tiga bulan yakni dari bulan April sampai Juni 2018. Berdasarkan hasil Pemeriksaan dan Pencatatan Nikah dan Rujuk dengan peristiwa Nikah di Kecamatan Purwaharja pada tahun 20017 sebanyak 202 pernikahan. Selanjutnya berdasarkan catatan Pengadilan Agama dari bulan Januari sampai bulan Desember tahun 2017 masyarakat yang melakukan nikah tanpa pencatatan KUA berdasarkan alamat domisili pemohon itsbat nikah dengan jumlah yang sangat lumayan besar yaitu 17 orang dengan 4 Desa/Kelurahan yang berada dibawah naungan Kecamatan Purwaharja. Upaya yang dilakukan Kantor Urusan Agama kecamatan Purwaharja dalam meminalisir pernikahan dibawah tangan adalah: Pertama, melakukan penyuluhan-penyuluhan Pencatatan Pernikahan dan Keluarga Bahagia yang dilakukan oleh Badan Penasehat, Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) di Kantor Urusan Agama kepada calon pengantin dan wali. Kedua, melakukan sosialisasi tentang pentingnya pencatatan pernikahan dan dampak buruknya terhadap keluarga, ibu dan anak melalui seminar-seminar dan pengajian-pengajian yang diadakan oleh Departemen Agama melalui perwakilannya di kecamatan yang diselenggarakan di masyarakat. Ketiga, Kantor Urusan Agama saling bekerjasama dengan rekan kerjanya yang berada di setiap desa yaitu P3N (Pembantu Pegawai Pencatat Nikah/ Amil Desa) bersama staff aparatur desa melakukan penyuluhan-penyuluhan setiap 2 Bulan sekali kepada masyarakat yang diselenggarakan di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan dan juga sering diselenggarakan di balai desa sesuai dengan kesepakatan yang telah disepakat
PROSES MEDIASI DALAM MENCEGAH TERJADINYA PERCERAIAN DI PENGADILAN AGAMA
Mediasi adalah proses penyelesaian sengketa melalui perundingan pihak ketiga (mediator) yang netral tidak memihak, tidak bekerja dengan pihak yang bersengketa, membantu yang bersengketa mencapai kesepakatan hasil negosiasi yang memuaskan. Salah satu sengketa yang terjadi yaitu perceraian, mediasi perceraian ialah suatu upaya yang dilakukan Pengadilan Agama untuk menekan tingginya angka perceraian. Tingginya angka perceraian di daerah kabupaten Ciamis merupakan suatu permasalahan yang sangat sulit di selesaikan dengan cara kekeluargaan. Untuk itulah perlu adanya mediasi sebagai upaya preventif dalam mencegah terjadinya perceraian. Penelitian ini, bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses mediasi perceraian dalam mencegah perceraian di Pengadilan Agama Kelas 1-A Ciamis Jawa Barat. Penelitian yang digunakan adalah metode analisis kualitatif yaitu apa yang dinyatakan oleh responden secara tertulis mupun lisan dan perilaku yang nyata diteliti sebagai sesuatu yang utuh.Hasil dari penelitian yang penulis lakukan di Pengadilan Agama Kelas 1A Tanjung karang ialah bahwa mediasi bukanlah sekedar formalitas saja yang harus dilalui dalam proses perceraian, akan tetapi dalam proses mediasi serta faktor pendukung dan penghambat yang mempengaruhi mediator dalam proses mediasi, Hakim Mediator bersungguh-sungguh mengupayakan pihak yang bersengketa baik suami ataupun istri yang ingin bercerai untuk bisa menyelesaikan masalah yang mereka hadapi melalui proses mediasi yang diatur dalam PERMA Nomor 1 Tahun 2016
PENGARUH METODE DZIKIR LAA ILAAHA ILLAALLAH TERHADAP AKHLAK SANTRI PUTRI BINAAN
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh metode dzikir Laa Ilaaha Illaallah terhadap akhlak santri putri binaan di Pondok Bustanul Arifat Selangor Malaysia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif deskriptif statistik. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan total sampling dengan jumlah sampel 64 orang. Metode ini digunakan untuk mendeteksi seberapa besar pengaruh pada suatu faktor yang berkaitan dengan satu atau lebih faktor lain berdasarkan pada koefisien korelasi. Data yang ingin diperoleh adalah tinggi rendahnya pengaruh antara variabel X (metode dzikir Laa ilaaha illaallah) terhadap variabel Y (akhlak santri binaan) di Pondok Bustanul Arifat Selangor Malaysia. Angka koefisien korelasi sebesar 0,70 menghasilkan kadar pengaruh metode dzikir Laa ilaaha illaallah terhadap akhlak santri putri binaan sebesar 29%. Ini berarti masih terdapat 71% dari faktor lain yang memberikan pengaruh terhadap akhlak para santri binaan. Faktor-faktor tersebut adalah kapasitas dasar (IQ), motivasi, kematangan, kebiasaan, lingkungan, masyarakat dan teman pergaulan. Berdasarkan hasil perhitungan angka koefisien korelasi sebesar 0,70 termasuk kedalam kategori tinggi, karena berada pada rentang nilai 0,61 – 0,80. Oleh karena itu, hubungan antara variabel X dengan variabel Y berkorelasi tinggi. Hasil perhitungan uji hipotesis ternyata t hitung = 7,72 lebih besar daripada t tabel = 1,67. Dalam keadaan demikian, maka hipotesis alternatif (Ha) yang diajukan dapat diterima, dengan kata lain terdapat hubungan yang signifikan antara variabel X dengan variabel Y
BIMBINGAN KEAGAMAAN DALAM MEMBENTUK AKHLAKUL KARIMAH PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN
Memiliki akhlak yang mulia perlu melalui proses bimbingan. Bimbingan yaitu memberikan informasi berupa penyajian pengetahuan yang dapat digunakan untuk mengambill suatu keputusan atau memberi tahu akan sesuatu sambil memberikan nasehat. Membentuk akhlakul karimah dilakukan dengan cara mendidik, menanamkan dan membiasakan akhlak yang baik, sejak kecil sampai tumbuh dewasa, atau bahkan sampai di usia senja, dan sampai menjelang meninggal, sebagaimana perintah dalam menacari ilmu dimulai sejak dari ayunan sampai ke liang lahat. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif pendekatan kuantitatif, penelitian kualitatif menurut Uhar adalah prosedur yang menghasilkan data deskriptif yang berupa kata-kata tertulis ataupun secara lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Penelitian ini nmemiliki tujuan untuk memahami bimbingan keagamaan dalam membentuk akhlakul karimah pada anak usia 5-6 tahun di Raudathul Athfal Riyadhul Jannah Baros. Karena persentase yang diperoleh adalah sebesar 70,30% dan angka ini berada pada rentang persentase 50%-75%, maka dapatlah ditarik suatu kesimpulan bahwa bimbingan keagamaan dalam membentuk akhlakul karimah pada anak usia 5-6 tahun di lembaga RA Riyadhul Jannah Dusun Baros Desa Ciomas Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis tergolong kurang efektif
SHUHBAH SEBAGAI INTERAKSI KOMUNIKASI ANTARA MURID DAN MURSYID THORIQOH QODIRIYYAH NAQSYABANDIYYAH PONDOK PESANTREN SURYALAYA
Secara psikologis, manusia membutuhkan seorang motivator yang bisa memberinya semangat dalam berbagai hal, termasuk dalam beribadah kepada Allah SWT. Dalam tasawuf, motivator itu biasa disebut mursyid (pembimbing). Adapun seseorang yang mendalami tasawuf di bawah bimbingan mursyid disebut dengan murid. Dalam perjalanan ini, seorang murid akan menemukan berbagai hal yang perlu dikonsultasikan dengan orang yang lebih berpengalaman dan juga (mungkin) pernah mengalaminya. Proses interaksi antara murid dan mursyid disebut shuhbah. Peresmian hubungan antara murid dan mursyid ditandai dengan baiat atau talqin. Proses ini didasarkan pada Al Qur’an, hadits, serta ijma’ para ulama. Pentingnya shuhbah bagi murid di antaranya: relaksasi, problem solving (penyelesaian masalah), mahabbah fillah (cinta yang sejati kepada Allah swt.), mahabbah fi syaikh (cinta pada syekh), mahabbah fii ikhwan (cinta kepada saudara), ma’rifat (mengenal Allah swt.), musyahadah (penyaksian), istiqamah (teguh pendirian/selalu konsekuen), mujahadah (tekun/rajin/sungguh-sungguh). Ada pengaruh ruhani yang didapatkan, diantaranya ringan dalam menjalankan ibadah, terjadinya transfer ilmu, energi positif dan spiritual dari sang guru ke murid. Selain itu, ada pengaruh berkah yang diraih dari tatapan mursyid kepada murid. Seorang murid yang akan bersungguh-sungguh untuk berjalan bersama mursyidnya dalam rangka mengosongkan jiwa dari segala penyakit-penyakit dan menghiasinya dengan sifat-sifat terpuji, mutlak untuk shuhbah kepada mursyidnya. Murid harus duduk bersama mursyid, mendengarkan taujihad (nasehat) dari mursyid, lalu mengikuti segala arahan dan bimbingan dari mursyidnya. Ada beberapa motivasi murid melakukan shuhbah, di antaranya cinta kepada guru, problem solving, dan mengikuti ajakan seseorang. Dengan adanya interaksi yang intensif antara murid dan mursyid, mursyid memberikan pengaruh dengan member dan memompa semangat dalam beribadah kepada Allah swt