Open Journal System Universitas Mohammad Husni Thamrin

Open Journal System Universitas Mohammad Husni Thamrin
Not a member yet
    1589 research outputs found

    Gambaran Morfologi Sel Neutrofil Pada Pewarnaan Giemsa dengan Variasi Waktu Pada Larutan Pengencer Akuades

    No full text
    Giemsa staining is a microscopic staining technique that aims to identify the morphology of leukocyte cell types. One of the methods that uses giemsa staining is the method of examining peripheral blood smear preparations which aims to evaluate the calculation of leukocyte type. The dyeing quality of giemsa is greatly influenced by the type of diluent material, namely buffer and aquadest. This study aims to determine the morphological picture of neutrophil cells in giema staining with time variations in aquadest diluent solution. The method of this study was to take blood from adults aged 20-25 years and had no history of illness as many as 24 samples. It was divided into 2 dilution groups, namely pH buffer 6.8 and aquadest, where each dilution was divided into 4 groups, namely group 1 soaking the peripheral blood smear preparation for 10 minutes, group 2 soaking the peripheral blood smear preparation for 20 minutes, group 3 soaking the peripheral blood smear preparation for 30 minutes, group 4 soaking the peripheral blood smear preparation for 40 minutes. Then a qualitative analysis was carried out, namely by comparing the background of the preparation and the morphology of neutrophil cells microscopically in each group. The results of this study are that microscopically groups 1 and 2 have a clear preparation background, while in groups 3 and 4 the preparation background is dirty and there are neutrophil granules and morphology in groups 1 and 2 show dark blue neutropnhil cells, groups 3 and 4 show purple and bluish-purple neutrophil cells. The conclusion of this study is based on the background of the preparation, and the morphology of neutrophil cells, the group that has the best results is groups 1 and 2. Key words : Aquadest, eosinophil cells, eutrophil cells, Giemsa stainin

    Optimasi Metode Pemeriksaan HbA1c Secara Elektrokimia Berbasis Screen Printed Carbon Electrode

    No full text
    The quantification of HbA1c as an analyte used to monitor the success of diabetes treatment is generally examined in a laboratory with sophisticated technological equipment and professional staff. Point of care testing (POCT) is generally designed for practical examination at the patient's side. POCT HbA1c uses a screen-printed electrode (SPCE) reagent strip labeled with aptamer molecular imprinted polymer (MIP), boronate, or anti-HbA1c antibody and then quantified electrochemically. The linearity of the measurement works at a normal detection concentration of 5.5-8.5% but has not been tested at high critical concentrations. The purpose of this study was to optimize the electrochemical quantification method of HbA1c. The research procedure, SPCE was first activated with 0.1 M NaOH by cyclic voltammetry. Aptamer labeling (Fe3O4@MIPHbA1c) was carried out using the chronoamperometric technique and quantification was determined by the differential pulse voltammetry (DPV) technique. HbA1c stock of 6% and 10% in PBS pH 7.4 was used as normal and pathological concentration solution in accuracy and precision study (target quality CV <3%). The result, the average normal concentration of HbA1c was 5.9% ± 0.1%, CV=1.69% and pathological concentration was 10.4% ± 0.21%, CV=1.92%. The linearity test result of measurement ranged from 2%-15% R2=0.987. In conclusion, MIPHbA1c-activated SPCE showed optimal condition in HbA1c measurement in the normal and pathological range. Keywords: SPCE, HbA1c POCT, HbA1c Magnetit, HbA1c Aptame

    Upaya Peningkatan Kualitas Mutu Pendidikan Di Indonesia Melalui Kemerdekaan Belajar

    No full text
    Tujuan  dari   penulisan    artikel    ini  dijabarkan  menjadi  dua  tujuan,  yaitu:1)  Mendeskripsikan  strategi  peningkatan  mutu  pendidikan  melalui kemerdekaan belajar  2) Mendeskripsikan faktor penghambat dan pendukung strategi peningkatan mutu pendidikan melalui kemerdekaan belajar Pendidikan merupakan pilar penting bagi suatu negara untuk melahirkan generasi-generasi  penerus  bangsa yang  berkualitas. Yang  paling  dibutuhkan dalam menopang pertumbuhan dan perkembangan suatu negara adalah Sumber Daya Manusia yang berkualitas. Pendidikan menjadi jalan utama berdirinya suatu negara yang kokoh dan mampu mempertahankan kedaulatan negaranya. Oleh karena itu, pendidikan merupakan urgensi yang penting dalam membangun suatu bangsa. Pendidikan yang baik dapat dilihat dari tingkat mutu pendidikan yang ada didalamnya.Kemerdekaan  belajar  dalam suatu Pendidikan merupakan hal yang penting dalam proses berjalannya  pembelajaran  disekolah,  jika  suatu  sekolahtidak memiliki  kurikulum  dalam  pembelajaran  maka  tidak  akan  berjalan  sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. Penelitian ini memiliki kesimpulan 1) Strategi Peningkatan Mutu Pendidikan melalui kemerdekaan belajar terdapat perencanaan. Perencaan itu diantaranya analisis kebutuhan, penyusunan strategi, penyediaaan sarana dan prasarana, pembagian tugas. 2) Faktor Pendukung dan Penghambat Strategi Peningkatan Mutu Pendidikan melalui kemerdekaan belajar diantaranya ialah dari faktor sarana dan prasarana yang lengkap sehingga menunjang keterlaksanaan program dengan baik, lalu tenaga pendidik yang sudah memiliki sertifikasi dan berkompeten, lalu juga antusiasme dari peserta didik dalam emngikuti semua program yang dilaksanaan oleh sekolah. Adapun faktor penghambatnya diantaranya melalui kemerdekaan belajar adalah, kurang memanfaatkan kemajuan  tehnologi

    Penyuluhan Tentang Kandungan Bahan Kimia Obat Berbahaya pada Produk Kecantikan di SMK Analis Kesehatan Tunas Medika Jakarta Timur

    No full text
    Produk kecantikan khususnya kosmetik digunakan untuk mempercantik penampilan wajah. Pengguna kosmetiknya mayoritas wanita dan digunakan setiap hari dengan durasi sepanjang hari dalam tempo waktu yang lama. Untuk itu harus dipastikan bahwa kandungan dan jumlahnya harus memenuhi persyaratan. Meski sudah ada standar dan aturan untuk bahan kosmetik, masih ada produk yang menggunakan bahan kosmetik kimia obat berbahaya. Selain itu, ada pula produk kosmetik yang menggunakan bahan tertentu dalam jumlah berlebihan, melebihi batas yang masih diperbolehkan. Untuk kita perlu mewaspadai adanya bahan kosmetik berbahaya, terutama pada produk-produk yang berani menjanjikan hasil instan dan yang dijual dengan harga murah. Kandungan kosmetik tersebut tidak hanya dapat merusak kulit, tapi juga membahayakan kesehatan. Untuk mengatasi hal tersebut juga sebagai upaya dalam menyampaikan pengetahuan tentang cara memilih kosmetik yang aman maka dilakukan kegiatan pengabdian pada masyarakat bekerja sama dengan SMK Analis Kesehatan Tunas Medika Jakarta Timur berupa penyuluhan tentang kandungan bahan kimia obat berbahaya pada produk kecantikan di SMK Analis Kesehatan Tunas Medika Jakara Timur. Hasil kegiatan pengabdian kepada Masyarakat peserta akan lebih selektif memilih produk kecantikan tidak hanya tergiur dengan promosi/iklan, pengalaman/anjuran teman/keluarga, kemasan dan harga yang menarik (93,8%). Adapun luaran wajib hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yaitu published pada jurnal

    PEMANFAATAN LIMBAH CAIR TAHU SEBAGAI MEDIA ALTERNATIF PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia coli

    No full text
    Salah satu masalah kesehatan masyarakat dengan prevalensi tinggi di Indonesia yaitu diare. Banyaknya penyakit diare yang disebabkan oleh bakteri sehingga diperlukan media pertumbuhan untuk mencari bakteri penyebab penyakit dan mempelajari sifat-sifat bakteri lebih dalam. Melimpahnya sumber alam dan pemanfaatan limbah yang dapat digunakan sebagai media pertumbuhan mikroorganisme mendorong peneliti untuk membuat media alternatif. Limbah cair tahu merupakan salah satu bahan alami yang limbahnya belum dimanfaatkan secara optimal. Kandungan karbohidrat dan protein yang terdapat dalam limbah cair tahu sangat dibutuhkan untuk nutrisi mikroorganisme. Penelitian ini bertujuan mengetahui apakah limbah cair tahu dapat digunakan sebagai media alternatif pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Penelitian yang dilakukan adalah eksperimental menggunakan metode Total Plate Count (TPC) dengan konsentrasi 12,5%, 15%, dan 17,5%. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata jumlah koloni Escherichia coli pada media Nutrient Agar sebagai kontrol positif yaitu sebanyak 1,71x107 CFU/mL, sedangkan pada media alternatif limbah cair tahu konsentrasi 12,5% sebanyak 8,0x106 CFU/mL, konsentrasi 15% sebanyak 8,1x106 CFU/mL, dan konsentrasi 17,5% sebanyak 8,6x106 CFU/mL. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan, bahwa media alternatif limbah cair tahu dapat digunakan sebagai media pertumbuhan bakteri Escherichia coli

    Analisis Perilaku Pencegahan Infeksi Silang pada Dokter Gigi dalam Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut Selama Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di Sulawesi Tenggara

    No full text
    Latar belakang: Profesi gigi adalah salah satu profesi yang rentan mengalami infeksi silang dengan banyak penyakit menular karena seringnya terpapar air liur dan darah dalam pekerjaannya. Dari data Persatuan Dokter Gigi Indonesia 396 dokter gigi terpapar COVID-19. Tujuan : Untuk menganalisis perilaku pencegahan infeksi silang pada dokter gigi dalam pelayanan kesehatan gigi dan mulut selama masa adaptasi kebiasaan baru di Sulawesi Tenggara. Metode : Penelitian Observasional analitik dengan desain studi Cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh dokter gigi di Sulawesi Tenggara dengan 190 dokter gigi diambil sebagai sampel menggunakan metode Cluster Random Sampling. Hasil penelitian : Analisis dengan uji Chi Square, terdapat hubungan yang signifikan antara usia (p 0,025), masa kerja (p 0,022), ketersediaan APD (p 0,0001), ketersediaan fasilitas penunjang (p 0,0001), dan kondisi lingkungan kerja/tempat praktek (p 0,0001) dan hubungan yang tidak signifikan terlihat pada jenis kelamin (p 0,635) dan kecemasan dokter gigi (p 0,820) dengan perilaku pencegahan infeksi silang pada dokter gigi di Sulawesi Tenggara. Analisis regresi logistik berganda memperlihatkan faktor yang paling dominan dalam perilaku pencegahan infeksi silang adalah ketersediaan fasilitas penunjang. Rekomendasi : Pengelola K3 di fasyankes harus memiliki perencanaan program K3 yang dapat dimonitoring dan dievaluasi pelaksanaannya, serta perlu dilakukan pelaporan terkait hambatan dalam pelaksanaan program K3 di tempat kerja baik itu terkait dengan ketersediaanAPD, fasilitas penunjang maupun kondisi lingkungan kerj

    Faktor Yang Berhubungan Dengan Pratek Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) Pada Wanita Usia Subur (WUS) di Desa Nembol Wilayah Kerja Puskesmas Mandalawangi Tahun 2024

    No full text
    Payudara adalah sel-sel yang tumbuh dan berkembang tanpa terkendali sehingga dapat menyebar diantara jaringan atau organ terdekat payudara atau kebagian tubuh lainnya. Penyakit kanker payudara dapat menyebabkan kematian, yang ditandai dengan benjolan atau penebalan pada payudara. Kanker payudara terjadi ketika sel-sel tumbuh secara abnormal di kelenjar susu pada payudara wanita usia subur. Mengetahui faktor yang mempengaruhi praktek pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) pada wanita usia subur (WUS) di desa Nembol, wilayah kerja Puskesmas Mandalawangi Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode analitik kuantitatif, dengan pendekatan cross sectional. Adapun variabel usia WUS, pendidikan WUS, dukungan keluarga dan tingkat pengetahuan WUS Berdasarkan uji Chi-Square test didapatkan hasil statistic pada variabel berdasarkan usia , terdapat 85,4% dengan kelompok usia resiko kecil (<35 tahun) dan 14,6% dengan usia resiko besar (35-49 tahun), berdasarkan tingkat pendidikan umumnya pada kategori pendidikan dasar (SD,SMP) 36,5%, pendidikan menengah (SMA) 36,5% dan tingkat pemdidikan pada jenjang perguruan tinggi sebesar 1%, berdasarkan dukungan keluarga, terdapat 97,4% tidak mendapatkan dukungan keluarga dan sisanya 2,6% mendapatkan dukungan keluarga, berdasarkan tingkat pengetahuan terhadap praktek pemeriksaan SADARI diperoleh data sekitar 69,3% tingkat pengetahuan kurang, 72,4% pengetahuan cukup, 8,3% pengetahuan baik. Didapatkan tidak ada hubungan yang signifikan antara usia dan pendidikan WUS dengan praktek pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) P value (>0,05), pengetahuan dan dukungan keluarga terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan , dukungan keluarga dengan praktek pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). P value (<0,05). Introduction: Breasts are cells that grow and develop uncontrollably so that they can spread between tissues or organs closest to the breast or to other parts of the body. Breast cancer can cause death, which is characterized by a lump or thickening in the breast. Breast cancer occurs when cells grow abnormally in the mammary glands in the breasts of women of childbearing age.Objective: To determine the factors that influence the practice of breast self-examination (SADARI) in women of childbearing age (WUS) in Nembol village, Mandalawangi Health Center working area in 2024. Method: This research uses quantitative analytical methods, with a cross sectional approach. The variables are WUS age, WUS education, WUS knowledge and family support. Results: Based on the Chi-Square test, statistical results were obtained on variables based on age, there were 85.4% with a low risk age group (<35 years) and 14.6% with a high risk age (35-49 years), based on general education level in the basic education category (SD, SMP) 36.5%, secondary education (SMA) 36.5% and education level at the tertiary level of 1%, based on family support, there were 97.4% who did not get family support and the remaining 2.6% received family support, based on the level of knowledge of SADARI examination practices, data was obtained about 69.3% of knowledge was lacking, 72.4% had sufficient knowledge, 8.3% had good knowledge. Conclusion: There was no significant relationship between the age and education of WUS with the practice of breast self-examination (SADARI) P value (>0.05), knowledge and family support there was a significant relationship between knowledge, family support with the practice of breast self-examination (SADARI). P value (<0.05)

    Pengaruh Edukasi Gizi menggunakan Media Leaflet terhadap Pengetahuan Gizi Seimbang pada Ibu Balita di Kelompok Bermain Al-Muttaqin Desa Ladan Kabupaten Kepulauan Anambas: Pengaruh Edukasi Gizi menggunakan Media Leaflet terhadap Pengetahuan Gizi Seimbang pada Ibu Balita di Kelompok Bermain Al-Muttaqin Desa Ladan Kabupaten Kepulauan Anambas

    No full text
    Balita termasuk pada kelompok usia yang sangat rentan mengalami permasalahan gizi. Pengetahuan ibu tentang gizi seimbang balita merupakan hal yang sangat penting agar pemenuhan asupan makanan dan zat gizi dapat tercukupi untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan balita. Salah satu cara efektif untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang gizi seimbang pada balita dapat melalui edukasi gizi menggunakan media leaflet. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penggunaan media leafletterhadap peningkatan pengetahuan gizi seimbang pada ibu balita di Kelompok Bermain Al-Muttaqin Desa Ladan Kabupaten Kepulauan Anambas. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment designdengan rancangan pre test and post test with control group design. Populasi penelitian ini adalah ibu balita di Kelompok Bermain Al-Muttaqin Desa Ladan. Pengambilan sampel menggunakan metode teknik simple random sampling berjumlah 56 responden. Analisis data univariat menggunakan uji statistik deskriptif dan analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon dan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian didapatkan pengaruh pemberian media leaflet terhadap peningkatan pengetahuan gizi seimbang pada ibu balita (P = 0,000). Tidak terdapat perbedaan rata-rata skor pengetahuan secara signifikan pada saat pre test (P = 0,540) dan terdapat perbedaan rata-rata skor pengetahuan secara signifikan pada saat post test (P = 0,001). Kesimpulan penelitian adalah media leaflet dapat meningkatkan pengetahuan gizi seimbang pada ibu balita. Saran bagi ibu balita diharapkan pengetahuan tentang gizi seimbang yang meningkat dapat mempertahankan pengetahuan dan mengubah sikap dalam kehidupan sehari-hari mengenai gizi seimbang pada balita usia 24 – 59 bulan

    Manajemen Pembelajaran Berbasis Multiple Intelligences dalam Perspektif Islam

    No full text
    Tulisan ini dibuat untuk mendeskripsikan manajemen pembelajaran berbasis multiple intelligences dalam perspektif  agama islam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian  kepustakaan dengan mengumpulkan berbagai sumber-sumber tulisan dan referensi lainnya untuk mendapatkan  kesimpulan secara khusus. Agama islam telah mengatur semua urusan ummat manusia, dari hal terkecil sampai hal-hal yang besar, seperti manajemen didalam pembelajaran. Fakta ini bisa dibuktikan dengan membaca literatur baik yang ada didalam Al Qur’an, maupun sunah-sunnah Nabi yang mulia Muhammad ﷺ. Penelitian ini menjelaskan bahwa manajemen pembelajaran berbasis multiple intellegences atau biasa dikenal dengan kecerdasan majemuk, telah dibahas didalam agama islam sejak empat belas abad yang lalu. Tulisan ini juga menjelaskan seperti apa kecerdasan majemuk, serta memaparkan bukti-bukti bahwa manajemen telah dijelaskan didalam islam, sebelum teori-teori manajemen dari barat bermunculan. Kecerdasan majemuk merupakan kecerdasan yang dianugerahi oleh Allah kepada seluruh ummat manusia yang ada di dunia. Melalui  tulisan ini, diharapkan dapat membuka cakrawala ummat muslim tentang manajemen pembelajaran berbasis multiple intellegences dalam perspektif islam

    Pemberdayaan Pemulung Melalui Pemanfaatan Limbah Menjadi Nilai Ekonomi Guna Meningkatkan Kualitas Kesehatan

    No full text
    Pemulung di kota-kota besar Indonesia berperan penting dalam pengelolaan sampah dengan mengumpulkan dan mendaur ulang barang bekas, meskipun sering dianggap rendah oleh masyarakat. Melalui program pemberdayaan, potensi ekonomi aktivitas ini dapat dimaksimalkan, sekaligus meningkatkan kualitas hidup dan kesadaran kesehatan para pemulung. Pengabdian masyarakat di TPS Bintaro Jakarta Selatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan, nilai ekonomi, dan kesehatan pemulung melalui program "Pemberdayaan Pemulung melalui Pemanfaatan Limbah." Pengabdian masyarakat ini diadakan 30,8 KM dari STIKes Bhakti Pertiwi Indonesia, melibatkan 20 pemulung, dan mencakup lima tahap utama: sosialisasi, pelatihan pengelolaan sampah, edukasi kesehatan, pelatihan digital marketing, serta pendampingan dan evaluasi. Para pemulung belajar mengolah limbah menjadi produk bernilai ekonomi, menjaga kebersihan dan kesehatan pribadi, serta memanfaatkan teknologi digital untuk memasarkan produk. Hasilnya, peserta berhasil meningkatkan keterampilan, pendapatan, dan kesadaran kesehatan mereka. Kegiatan ini diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan, memberikan dampak positif bagi kesejahteraan pemulung dari segi ekonomi dan kesehatan

    0

    full texts

    1,589

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Open Journal System Universitas Mohammad Husni Thamrin is based in Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Journal System Universitas Mohammad Husni Thamrin? Access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard!