Open Journal System Universitas Mohammad Husni Thamrin
Open Journal System Universitas Mohammad Husni ThamrinNot a member yet
1589 research outputs found
Sort by
Penggunaan Firewall Metode Access Control List Sebagai Blok Situs dan Fitering File Transfer Protocol pada PT Indoraya Makmur Abadi
PT Indoraya Makmur Abadi merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang telekomunikasi. Teknologi perangkat-perangkat jaringan yang dimiliki oleh perusahaan ini pun sangat mumpuni akan adaptasi perkembangan telekomunikasi yang sangat tinggi. PT Indoraya Makmur Abadi sudah terdapat sistem metode VLAN (Virtual Local Area Network) yang membagi beberapa logic jalur koneksi berdasarkan VLAN tersebut. VLAN ini digunakan untuk mengamankan data atau informasi dari satu bagian atau divisi terhadap bagian atau divisi lain agar tidak dapat discanning. Selain itu juga jika salah bagian terkena virus atau worm atau trojan atau lainnya, maka dengan adanya VLAN bagian atau divisi ini akan secara otomatis mengisolasi hanya bagian atau divisi tersebut saja yang terjangkit dan tidak akan menyebar ke bagian atau divisi lainnya. Untuk keamanan jaringan koneksi internet hirarki perangkat setelah modem langsung terhubung ke Router, ini merupakan sebuah metode pencegahan agar koneksi internet dapat lebih dimanajemen pada router. Didalam penelitian ini pembahasan mengenai permasalahan yang dihadapi oleh PT Indoraya Makmur Abadi berupa Tidak adanya blok situs konten dewasa yang diberlakukan diperusahaan, pemblokan ini berguna untuk mengefektifkan bandwidth dalam hal pemanfaatannya. Dan pembatasan akses koneksi pada client dengan memfilter data, agar data yang masuk dan keluar jaringan dapat dikenali dan dijamin keabsahannya pada saat koneksi ke FTP Server pada internet
Learning Management System (LMS) pada SMK 1 Barunawati Jakarta
Dalam era digital saat ini, perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan signifikan dalam sektor pendidikan, termasuk di lingkungan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Salah satu inovasi yang menjadi sorotan adalah penggunaan Learning Management System (LMS) yang mampu mendukung proses pembelajaran secara daring. Di SMK 1 Barunawati Jakarta, penerapan LMS diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran dan memfasilitasi interaksi antara guru dan siswa. Namun, masih terdapat berbagai tantangan dan permasalahan yang dihadapi dalam implementasinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Learning Management System (LMS) di SMK 1 Barunawati, Jakarta Barat, sebagai solusi terhadap masalah keterbatasan sistem pembelajaran tradisional yang masih manual dan kurang interaktif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan wawancara dan observasi terhadap guru dan siswa untuk mendapatkan pemahaman mendalam tentang efektivitas LMS dalam meningkatkan proses belajar mengajar. Temuan menunjukkan bahwa penerapan LMS berhasil meningkatkan aksesibilitas materi pembelajaran, mempermudah pemantauan kemajuan siswa, serta memperkuat kolaborasi antara guru dan orang tua. Siswa merasa lebih terlibat dalam pembelajaran, sementara guru dapat memberikan umpan balik secara real-time. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa LMS tidak hanya mengatasi kekurangan dalam sistem pembelajaran tradisional, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan di SMK 1 Barunawati. Penelitian ini memberikan gambaran yang jelas tentang potensi LMS dalam mendukung pembelajaran yang lebih efektif dan efisien, serta mendorong pengembangan sistem pembelajaran berbasis teknologi di sekolah-sekolah lain
Penerapan Model Triple Helix Bagi Pengembangan UMKM Halal Food Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk untuk dapat mengetahui penerapan model triple helix dalam pengembangan industri makanan halal Indonesia. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif berupa kajian pustaka. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari literatur, jurnal, karya ilmiah, laporan BPS dan beberapa Lembaga survey serta data-data terbaru yang berhubungan dengan tujuan penelitian. Dalam pengembangan UMKM Halal food terdapat berbagai macam permasalahan antara lain: permasalahan modal, permasalahan dalam sertifikasi halal, permasalahan sumber daya manusia, inovasi produk, teknologi, pengawasan, promosi, digitalisasi dan sinergi antar pihak yang terkait. Dalam pengembangan UMKM membutuhkan konsep Triple Helix untuk mengatasi permasalahan tersebut. Pengembangan UMKM Halal food dengan menerapkan model triple helix merupakan sinergi dan kerjasama antara pemerintah, akademisi dan bisnis dalam menjalankan perannya masing-masing. Peran dari pemerintah sebagai regulator yang membuat kebijakan serta fasilitator yang berperan dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. Selain itu ada peran akademisi atau perguruan tinggi sebagai komunitas intelektual yang berperan sebagai gudang gagasan / ide kreatif, melakukan penelitian dengan data yang up to date mengenai model pengembangan industri halal food, serta menyediakan teknologi tepat guna bagi para pelaku usaha serta melakukan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dapat melalui kegiatan pendampingan dan bimbingan teknis para pelaku usaha halal food dalam mengembangkan usahanya. Selanjutnya bisnis atau industry halal food berperan sebagai centre of excellence bagi pengembangan produk, Bussines coaching dan mentoring serta marketing, penyediaan ruang public untuk promosi melalui even, festival maupun digital marketing menuju UMKM Go-digital
Identifikasi Jamur Penyebab Tinea Kapitis Pada Anak-Anak
Indonesia is a tropical country with high humidity conditions which can create a good atmosphere for fungal growth. Therefore, fungal infections found in Indonesia are quite diverse, one of which is tinea capitis, an infection caused by dermatophyte fungi on the scalp and hair follicles. The most common causative agents are Tricophyton and Microsporum. Tinea capitis attacks pre-puberty children more often, this is thought to be because the sebaceous glands at pre-puberty are not yet perfect. Laboratory diagnosis of tinea capitis can be carried out using several methods, including microscopic examination with KOH as an initial screening test, fungal culture which is the gold standard, trichoscopy, and the use of a Wood's lamp. This research uses secondary data from a literature study conducted in previous research journals. Based on a review of research results from five related journals, 3 show that the fungal species Microsporum canis most often causes tinea capitis infections in children. Tinea capitis is more common in pre-pubertal children and males. Boys are more susceptible to tinea capitis infection than girls. From the results of this study, it can be concluded that Microsporum canis is the most dominant fungus that infects tinea capitis in pre-puberty children, especially boys. The most commonly used examination methods for tinea capitis are microscopic examination with KOH and fungal culture. Pre-puberty children are advised to always maintain personal hygiene, especially the scalp and hair.
Keywords: Children, Microsporum canis, Tinea capiti
Gambaran Hasil Pemeriksaan Hepatitis C Virus Viral Load Di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta
The Hepatitis C virus (Hepatitis C virus, HCV), which belongs to the Ribonucleic Acid (RNA) virus, belongs to the Flaviviridae family and the Hepacivirus genus. The entry of this virus will produce antibodies against HCV which can be measured through serological examination which indicates a history of infection. This study aims to determine the results of the HCV Viral load examination in Hepatitis C patients at Gatot Soebroto Army Hospital, Jakarta. This research was conducted descriptively using secondary data obtained from Medical Records and Clinical Pathology on the results of Viral load examinations on 225 patient data who underwent Viral load examinations. The results showed that 121 (53.8%) were detected and 104 (46.2%) were not detected. Based on the age category, high detectable Viral load results were found in the 36-45 year old age category (Lateadults) with a detected number of 27 (12%) patients, 46-55 years (Early elderly) detected 33 (14.7%) patients and age 65> (Elderly) was detected in 31 (13.8%) patients. However, in this study it was not known for sure the cause of HCV. The conclusion of this research is that Hepatitis C viral load examination is an indicator of treatment success
Keyword : Hepatitis C, Age category, Gender, Viral load Libraries
Pengaruh Pemberian Sari Kacang Hijau Terhadap Produksi Asi Ibu Menyusui Bayi Usia 0-6 Bulan di Desa Pejamben Wilayah Kerja Puskesmas Carita Kabupaten Pandeglang Tahun 2024
Latar belakang : Air Susu Ibu (ASI) merupakansumber nutrisi yang paling ideal dan makanan terbaikbagi bayi. ASI sebaiknya diberikan kepada bayisetidaknya hingga usia 6 bulan dan dapat diteruskanhingga usia 2 tahun. ASI mengandung zat pelindung, dan pemberian ASI eksklusif berarti hanyamemberikan ASI tanpa tambahan cairan lain sepertisusu, air, jus jeruk, dan sebagainya. Sari KacangHijau adalah minuman yang mengandunglaktagogum, yaitu zat yang dapat meningkatkan dan memperlancar produksi ASI.
Tujuan : untuk mengetahui perbedaan produksi ASI pada ibu menyusui bayi 0-6 bulan sebelum dan sesudah meminum Sari Kacang Hijau di Desa Pejamben Wilayah kerja Puskesmas Carita KabupatenPandeglang Tahun 2024.
Metode : Penelitian ini adalah penelitian kuantitatifdengan metode eksperimen semu (quasi-experimental) menggunakan desain one group pretest-posttest.
Hasil : Berdasarkan uji Wilcoxon didapati p-velue = 0,002 < 0,05. Ini menunjukan Ha diterima, terdapatPengaruh Pemberian Sari Kacang Hijau TerhadapProduksi ASI Ibu Menyusui Bayi Usia 0-6 Bulan Di Desa Pejamben Wilayah kerja Puskesmas Carita Kabupaten Pandeglang Tahun 2024.
Kesimpulan: pemberian Sari Kacang Hijau sangat kuat pengaruhnya untuk memproduksi ASI pada ibumenyusui bayi 0-6 bulan.
Saran: menjadi salah satu pertimbangan bagiresponden untuk menjadikan sari kacang hijausebagai pilihan untuk menambah produksi ASI pada ibu menyusui.
Kata kunci: Sari Kacang Hijau, Produksi ASI
Hubungan Asupan Protein dan Lama Pengobatan dengan Indeks Massa Tubuh Pasien Tuberkulosis di Rumah Sakit Paru dr Ario Wirawan Salatiga
Penyakit tuberkulosis paru merupakan penyakit infeksi yang dapat memengaruhi indeks massa tubuh penderitanya. Pasien tuberkulosis paru seringkali mengalami penurunan status gizi yang disebabkan gangguan metabolisme akibat inflamasi dan respon imun. Selain itu dapat terjadi pula penurunan nafsu makan dan asupan makan termasuk protein yang disebabkan efek samping dari pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan protein dan lama pengobatan dengan indeks massa tubuh pasien tuberkulosis paru. Penelitian ini dilakukan dengan metode observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional study. Penelitian ini melibatkan 55 responden pasien tuberkulosis paru. Data yang diambil pada penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis menggunakan Uji Korelasi Rank Spearman dengan tujuan menguji korelasi antar variabel. Hasil dari penelitian ini menunjukan sebanyak 52,7% responden memiliki asupan protein yang kurang dan sebanyak 69,1% responden yang berada pada fase pengobatan lanjutan. Berdasarkan Uji Rank Spearman pada pengujian hubungan asupan protein dengan indeks massa tubuh, diperoleh hasil, yakni p = 0,005, yang berarti terdapat hubungan antara keduanya. Sementara itu, pada pengujian hubungan lama pengobatan dengan indeks massa tubuh diperoleh hasil p = 0,376 yang berarti tidak ada hubungan antar keduanya. Saran bagi Rumah Sakit Paru dr Ario Wirawan Salatiga diharapkan dapat memberikan konseling kepada pasien agar pasien lebih sadar mengenai pemenuhan kebutuhan zat gizi khususnya protein, serta saran bagi pasien diharapkan untuk meningkatkan konsumsi protein baik dari sumber protein hewani maupun nabati agar kebutuhan zat gizi tercukupi
Analisis Faktor-Faktor Risiko Kejadian Dismenore Primer Pada Remaja Putri di Negara Berkembang dan Asia Tenggara : Sistematik Literatur Review (SLR)
Latar Belakang: Dismenore primer merupakan masalah kesehatan yang umum dialami oleh remaja putri di berbagai belahan dunia, termasuk negara berkembang dan Asia Tenggara. Kondisi ini dapat memengaruhi kualitas hidup dan aktivitas sehari-hari mereka. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai faktor risiko yang berkontribusi terhadap kejadian dismenore primer pada remaja putri di negara berkembang dan Asia Tenggara berdasarkan studi-studi terkini. Metode: Kajian sistematik dilakukan dengan menggunakan pendekatan PICO dan menganalisis artikel-artikel yang relevan dari database elektronik seperti Science Direct, PubMed, Springer Link, Sage Pub, dan Google Scholar. Kriteria inklusi mencakup artikel berbahasa Inggris, full-text, dan dapat diakses secara gratis, dengan desain penelitian kualitatif, RCT, cross-sectional, quasi-experimental, dan meta-analisis dari tahun 2014 hingga 2024. Peneliti menggunakan metode PRISMA dalam analisis data. Hasil: Dari analisis, teridentifikasi sepuluh artikel relevan membahas faktor-faktor risiko sebagai kontribusi utama terhadap kejadian dismenore primer: Faktor psikologis: Stres dan kecemasan (5 artikel), Faktor sosial: Dukungan sosial dan status ekonomi (4 artikel). Faktor fisik: Pola makan dan aktivitas fisik (3 artikel). Faktor lingkungan: Faktor lingkungan yang memengaruhi kesehatan (2 artikel). Faktor genetik dan hormonal: Penelitian menunjukkan adanya kontribusi faktor genetik dalam 3 artikel.. Hasil menunjukkan bahwa 60% remaja mengalami dismenore, dengan faktor-faktor emosional dan gaya hidup yang signifikan. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa faktor risiko dismenore primer sangat beragam dan dapat dipengaruhi oleh aspek psikologis, sosial, dan gaya hidup. Pendekatan holistik diperlukan untuk mengatasi masalah ini di kalangan remaja putri, termasuk pendidikan kesehatan dan dukungan emosiona
Hubungan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah Dan Pengetahuan Terhadap Kejadian Anemia Ibu Hamil di Rumah Sakit Melania Bogor
Anemia pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan serius yang dapat memengaruhi kesehatan ibu dan janin, dengan prevalensi mencapai 48,9% (Riskesdas 2018). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) dan tingkat pengetahuan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di RS Melania Bogor. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah responden sebanyak 30 ibu hamil. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan (p-value = 0,000) dan kepatuhan konsumsi TTD (p-value = 0,001) dengan kejadian anemia. Responden dengan tingkat pengetahuan yang kurang dan kepatuhan rendah cenderung mengalami anemia, meskipun pemberian TTD sudah dilakukan. Berdasarkan hal tersebut dapat diketahui bahwa pentingnya meningkatkan edukasi tentang manfaat TTD serta mendorong kepatuhan konsumsi melalui pendekatan yang lebih intensif dan berkelanjutan
Rancang Bangun Aplikasi Penjualan Ayam Geprek R3 Berbasis Web dengan Metode Waterfall
Pada era digital saat ini, aplikasi web telah menjadi alat yang penting dalam dunia bisnis. Permintaan akan layanan ayam geprek yang dijual secara online juga meningkat. Oleh karena itu, sangat penting untuk merancang dan membuat aplikasi yang efisien dan mudah digunakan untuk menjual ayam geprek melalui internet. Dalam konteks ini, penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan aplikasi penjualan ayam geprek berbasis web menggunakan metode waterfall. Metode waterfall dipilih karena sifatnya yang terstruktur dan linear, yang sesuai dengan kebutuhan pengembangan aplikasi ini. Penelitian ini mencakup tahap-tahap dari analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan aplikasi. Pada tahap perancangan digunakan Cascading Style Sheet (CSS) dalam Visual Studio Code untuk desain. Selanjutnya dibuat kode program dengan bahasa pemrograman PHP dan MYSQL, yang dituang ke dalam Visual Studio Code dengan XAMPP sebagai web server. Pada tahap pengujian, kode program diuji untuk memastikan kebenarannya. Metode Black box testing digunakan untuk menguji sistem e-commerce ini. Hal ini dilakukan untuk menemukan kesalahan dan memastikan bahwa masukan dan keluaran sesuai dengan yang diinginkan. Aplikasi yang dihasilkan memungkinkan pengguna untuk melakukan pemesanan ayam geprek secara online, melacak status pesanan, dan mengelola inventaris. Hasil pengujian menunjukkan bahwa aplikasi ini dapat beroperasi dengan baik dan memberikan pengalaman yang memuaskan bagi pengguna.Kata Kunci: Ayam Geprek,Website,Waterfal