Open Journal System Universitas Mohammad Husni Thamrin
Open Journal System Universitas Mohammad Husni ThamrinNot a member yet
1589 research outputs found
Sort by
ANALISIS GAMBARAN JUMLAH LEUKOSIT, VIRAL LOAD DAN KEPATUHAN MINUM OBAT ARV PADA ORANG DENGAN HIV (ODHIV)
Abstrak  HIV atau Human Immunodeficiency Virus yang menginfeksi sel darah putih dapat menyebabkan turunnya kekebalan tubuh manusia. Akibat menurunnya kekebalan tubuh maka orang tersebut sangat mudah terkena berbagai penyakit opurtunistik. Kepatuhan meminum obat ARV menjadi faktor utama dalam mewujudkan keberhasilan terapi ARV. Pemeriksaan Viral Load merupakan standar pemeriksaan utama untuk memantau ODHIV yang sedang menjalani terapi ARV. Pemeriksaan leukosit menjadi salah satu pemeriksaan dasar yang dilakukan untuk melihat ada tidaknya infeksi oputunistik pada ODHIV. Tujuan Penelitian untuk mengetahui gambaran jumlah leukosit, viral load dan kepatuhan minum obat ARV. Metode penelitian adalah kuantitatif dengan jenis penelitian deskriftif analisis. Sampel penelitian berjumlah 30 ODHIV. Hasil pemeriksaan leukosit yang mengalami penurunan sebanyak 3 sampel yaitu 10%. Jumlah leukosit yang berada di nilai normal sebanyak 27 sampel yaitu 90%.Hasil data nilai viral load yang terdeteksi 18 sampel 60%, nilai viral load yang tidak terdeteksi 12 sampel 40%. Sampel yang tersupresi 29 orang 96,7% dan yang tidak tersupresi 1 3,3% orang. Jumlah ODHIV yang memiliki kepatuhan tinggi minum obat ARV sebanyak 24 orang yaitu 80%, yang memiliki kepatuhan sedang 5 orang 16,7% dan tingkat kepatuhan rendah 1 orang 3,3%. Keberhasilan virologis didapatkan pada 23 ODHIV dimana jumlah leukosit berada pada nilai normal, jumlah viral load tersupresi dan memiliki tingkat kepatuhan tinggi, 1 ODHIV mengalami penurunan jumlah leukosit, viral load tidak tersupresi dan memiliki tingkat kepatuhan rendah, 1 ODHIV berada pada keadaan kegagalan virologis dimana nilai viral load >400 copies/ML darah dan 5 ODHIV memiliki tingkat kepatuhan sedang sehingga nilai viral load masih terdeteksi. Kata kunci : ODHIV, Kepatuhan Minum Obat, Viral Load          Abstract   HIV or Human Immunodeficiency Virus, which infects white blood cells, can cause a decline in the human body's immunity. Due to the weakened immune system, individuals are highly susceptible to various opportunistic diseases. Adherence to ARV medication is a key factor in achieving successful ARV therapy. Viral Load testing is the primary standard examination for monitoring individuals with HIV undergoing ARV therapy. Leukocyte examination is one of the fundamental tests conducted to determine the presence of opportunistic infections in HIV patients. The research aim is to understand the leukocyte count, viral load, and adherence to ARV medication. The research method employed is quantitative, utilizing descriptive analytical research. The study sample consists of 30 individuals with HIV. The results show a decrease in leukocyte count in 3 samples, accounting for 10%. 27 samples, constituting 90%, exhibited leukocyte counts within the normal range. Regarding viral load data, 18 samples detected the virus, comprising 60%, while 12 samples, totaling 40%, did not detect the virus. 29 individuals, or 96.7% of the sample, achieved viral load suppression, while 1 person, or 3.3%, did not achieve suppression. Among the individuals with HIV, 24 individuals, or 80%, exhibited high adherence to ARV medication, 5 individuals, or 16.7%, showed moderate adherence, and 1 person, or 3.3%, displayed low adherence. Virological success was observed in 23 individuals with HIV, where leukocyte counts were within the normal range, viral load was suppressed, and they exhibited high adherence. One individual showed decreased leukocyte count, unsuppressed viral load, and low adherence, while another individual experienced virological failure, with a viral load >400 copies/ML of blood, and 5 individuals exhibited moderate adherence, leading to detectable viral loads." Keywords: ODHIV, medication adherence, Viral Loa
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan
Persoalan kesehatan yang kini tengah dihadapi oleh masyarakat dunia yang sedang diupayakan oleh WHO adalah stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi beberapa faktor yang dapat berpengaruh terhadap prevalensi stunting pada balita berusia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut pada tahun 2024. Penelitian ini memakai desain cross-sectional dan metode kuantitatif. Terdapat 103 balita dalam sampel yang memenuhi syarat untuk diikutsertakan. Kuesioner yang diberikan kepada responden digunakan untuk melakukan wawancara dalam rangka mengumpulkan data. Dengan menggunakan perangkat lunak statistik SPSS dan uji statistik Chi Square, analisis univariat dan bivariat adalah dua metode analisis data yang digunakan. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan 71,8 % balita di wilayah tersebut mengalami stunting dan terdapat hubungan usia ibu saat melahirkan p-value 0,029, tinggi badan ibu p-value 0,033,status gizi ibu berdasarkan LILA p- value 0,033, paritas ibu p-value 0,033, kunjungan ANC p-value 0,002, tingkat pendidikan ibu rendah p-value 0,000, pemberian ASI p-value 0,00, dan usia pertama pemberian MP-ASI 59 p-value 0,024 dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut tahun 2024. Untuk meningkatkan status gizi balita, utamanya stunting, maka harapannya dinas kesehatan dan instansi terkait dapat menyusun kebijakan atau mencari solusi. Selain itu, ibu hamil harus diberi edukasi saat kunjungan ke puskesmas, dan kader posyandu balita harus dilatih tentang dampak stunting sehingga mereka dapat menjadi lebih berpengetahuan dan mampu mendistribusikan informasi tentang pencegahan stunting
Perbandingan Kadar Hemoglobin Menggunakan POCT (Point Care Of Testing) dengan Alat Hematology Analyzer Pada Pasien Normal dan Anemia
Di laboratorium pemeriksaan hemoglobin merupakan salah satu pemeriksaan skrining, penggunaan alat bervariasi salah satunya adalah menggunakan POCT. Alasan penggunaan alat ini karena lebih efisien dibanding hematology analyzer, seperti pengerjaannya lebih mudah karena POCT biasanya bersifat portabel, sehingga bisa digunakan di berbagai lokasi tanpa perlu membawa sampel ke laboratorium pusat sehingga POCT bisa dijadikan alternatif pada kondisi tertentu. Alat POCT biasanya lebih murah untuk dibeli awalnya karena ukurannya yang kecil dan teknologi yang lebih sederhana. Tujuan penelitian ini membandingkan kadar hemoglobin yang diukur memakai alat Point of Care Testing (POCT) dan Hematology Analyzer pada pasien dengan kondisi normal, anemia sedang, dan anemia berat. Metode yang digunakan adalah penelitian komparatif dengan desain cross sectional. Besaran sampel digunakan dalam penelitian ini adalah 40 pasien dibagi secara proporsional menjadi 20 pasien dengan kadar hemoglobin normal, 10 pasien dengan anemia sedang dan 10 pasien dengan anemia berat. Hasil penelitian rerata kadar hemoglobin kategori normal pada POCT adalah 14,37 mg/dL, sedangkan pada hematology analyzer adalah 13,95 mg/dL. Rerata kadar hemoglobin kategori anemia sedang pada POCT adalah 9,45 mg/dL, sedangkan pada hematology analyzer adalah 8,77 mg/dL. Rerata kadar hemoglobin kategori anemia berat pada POCT adalah 6,42 mg/dL, sedangkan pada hematology analyzer adalah 5,82 mg/dL. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa hasil uji Independent t-test ketiga kategori didapat nilai p value >0,05 menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan pengukuran kadar hemoglobin menggunakan POCT dengan hematology analyzer.
Kata Kunci: Point of Care Testing, Hematology Analyzer, Anemi
Kesehatan Reproduksi Remaja Terkait Status Gizi, Aktifitas Fisik, Stres Dengan Siklus Menstruasi
Abstract
The menstrual cycle is an important indicator of women's reproductive health (Omidvar et al., 2018). According to the research conducted at SMA Negeri 6 Tangerang, a higher proportion of irregular menstrual cycles was found, amounting to 59.4%. The impacts of irregular menstruation include infertility, endometriosis, and psychological disorders (Ilmi & Selasmi, 2019). The current target of the researchers is adolescents because adolescent reproductive health, especially regarding the menstrual cycle, is necessary for reproductive health readiness in adulthood.
The research method used is descriptive quantitative with a cross-sectional approach. The research respondents are high school students. The purpose of this study is to determine adolescent reproductive health related to nutritional status, physical activity, and anxiety with the menstrual cycle in high school.
The study results showed that the majority experienced irregular menstrual cycles, with 74 respondents (78.7%). The three variables studied, namely nutritional status, physical activity, and stress among high school students, showed no difference in proportion. This is because, during adolescence, the body adapts to hormonal changes during puberty, so the menstrual cycle still varies. This is considered normal. As age increases, the menstrual cycle will stabilize and become regular, especially after age 20 (Musmiah, 2018).
During data collection, it was found that respondents still did not understand how to calculate the menstrual cycle, so efforts are needed to increase knowledge and understanding of their menstrual cycles.
 
Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe group investigation (GI) terhadap hasil belajar pembelajaran IPA kelas III MI al ikhlas pondok gede
Berdasarkan pengamatan peneliti di sekolah MI Al – Ikhlas Pondok Gede yakni model dan metode pembelajaran tidak bervariasi masih berpusat pada guru, sehingga kegiatan belajar menjadi pasif dan belum optimalnya belajar siswa, masiih terbatasnya sarana dan prasarana sehingga kegiatan belajar menjadi tidak menyenangkan, tidak tercapainya nilai sesuai dengan KKM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe group investigation (GI) terhadap hasil belajar pembelajaran IPA kelas III MI Al – Ikhlas Pondok Gede dengan sampel sebanyak 60 peserta didik. Pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling. Metode yang digunakan ialah metode eksperimen dengan desain penelitian post test only control group desain. Pengumpulan data dilakukan dengan penskoran hasil belajar dan kemudian dianalisis dengan menggunakan uji-t, berdasarkan perhitungan uji-t diperoleh nilai thitung = 13,01 dan ttabel = 1,69 pada dk = 29 dan taraf signifikan 0,05 sehingga hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis kerja (H1) diterima. Dengan demikian, hasil penelitianl ini menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) dapat dijadikan salah satu pendekatan dalam mengembangkan hasil belajar pembelajaran IPA kelas III di MI Al – Ikhlas Pondok Ged
Upaya Meningkatkan Kreativitas Siswa Mata Pelajaran Seni Budaya dan Prakarya Dalam Materi Menganyam Menggunakan Metode Drill Kelas 2 SDN Dukuh 05 Pagi
Peneliti ini dibantu oleh banyak siswa kelas II SDN Dukuh 05 Pagi Jakarta Timur yang tidak memenuhi KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) dalam pembelajaran menganyam, dari hasil observasi prasiklus terdapat hanya beberapa siswa yang memenuhi nilai ketuntasan yang sudah di tetapkan atau dengan presentase 21% maka tujuan penelitian kelas ini bertujuan untuk meningkatkan kekreativitasan dalam menganyam pada siswa kelas II di SDN Dukuh 05 Pagi hasil observasi ini juga menunjukkan penyebab siswa tidak dapat memenuhi ketuntasan dikarenakan guru memakai metode pembelajaran ceramah maka karena itu perlu ada nya metode ini untuk menumbuhkan kekreativitasan siswa kerean penelitian ini memerlukan tindakkan kelas maka terdapat empar tahapan yang harus dilaksanakan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Tekni ini memerlukan pengumpelan data yang digunakan memalui wawancara, observasi, dokumentasi, tes, dan catatan lapangan, instrumen yang digunakan dengan menggunakan analisis deskriptif komparatif yaitu dengan membandingkan hasil pra siklus, hasil II dan siklus II
Peran Pesantren dalam Membentuk Karakter Kepemimpinan Santri Milenial
Manajemen dan kepemimpinan pondok pesantren memiliki ciri yang khas sesuai budaya dan nilai nilai religius keislaman. Fenomena masa modern ini perkembangan ilmu manajemen dan kepemimpinan semakin dinamis serta penggunaan teknologi semakin maju yang mempengaruhi kehidupan masyarakat. Konsekuensinya pendidikan di pondok pesantren perlu beradaptasi dengan kemajuan tersebut dengan tetap menjaga ciri khas dan karakteristik pondok pesantren. Sejak tahun 1952 pondok pesantren Al-Amien Prenduan sudah banyak berkontribusi mencetak generasi kader pemimpin mundzirul qoum dari para alumninya. Sesuai dengan misi dari pondok pesantren ini sendiri yakni mempersiapkan kader-kader ulama dan pemimpin umat (mundzirul qoum) yang muttafaqih fiddien yang memiliki kemauan dan kemampuan untuk melaksanakan dakwah ilal khair, ‘amar ma’ruf nahi munkar dan indzarul qoum. Penelitian ini akan membahas bagaimana sejarah dan eksistensi pesantren di Indonesia dalam membentuk kader pemimpin, khususnya peran yang dilakukan oleh PP. Al-Amien Prenduan. Dilakukan menggunakan penelitian kualitatif dengan tiga Teknik pengumpulan data wawancara, Observasi dan Dokumentasi.
Pemberdayaan Konselor Sebaya untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Sikap dalam Mengkonsumsi Tablet Tambah Darah Pada Remaja Putri di SMA Al Ihsan Bekasi
Masalah Anemia di Kota Bekasi, khususnya di kalangan remaja dan ibu hamil, menjadi fokus serius. Data konsumsi tablet tambah darah (TTD) pada tahun 2017 menunjukkan bahwa hanya 3,8% ibu hamil yang mendapat lebih dari 90 tablet TTD. Sebanyak 79,9% memperoleh kurang dari 90 tablet, dan 5,9% tidak mendapatkan TTD sama sekali. Persentase remaja putri usia 12-18 tahun yang mendapatkan TTD pada tahun 2017 meningkat menjadi 15,1%. Meskipun program pemberian TTD kepada remaja putri di sekolah berjalan sejak 2015, belum ada data kepatuhan konsumsi TTD pada remaja putri di Kota Bekasi. Observasi awal di SMA AL IHSAN Bekasi menunjukkan bahwa dari 10 siswi yang diamati, 5 siswi tidak mengonsumsi TTD, 3 siswi mengonsumsinya namun tidak sampai habis, dan hanya 2 siswi yang mengonsumsinya secara penuh. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan konselor sebaya guna meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja putri terkait konsumsi TTD. Solusi yang diusulkan melibatkan pelatihan bagi konselor sebaya tentang manfaat TTD, sosialisasi tentang pentingnya konsumsi TTD kepada siswi SMA AL IHSAN, dan evaluasi melalui kuisioner untuk mengukur pengetahuan dan sikap remaja putri. Diharapkan upaya ini dapat meningkatkan kepatuhan konsumsi TTD dan mengatasi permasalahan anemia pada remaja putri di Kota Bekasi
Pelatihan Internet Marketing Bagi Siswa/I SMK KARYA MUDA
ABSTRACT Karya Muda Vocational School is a tourism vocational school located in the city of Depok. Graduate of. The background to this Community Service activity is that based on the results of the preliminary interviews that have been conducted, it is important to prepare students who have the abilities and skills to be ready to enter the competitive world of work so as to support the fulfillment of these competencies. However, the school is faced with the problem of limited knowledge and understanding of the latest internet marketing as a provision for finding work and independent entrepreneurship among students. Based on the above, this activity aims to provide information to vocational school students/students regarding easy and practical ways to apply internet marketing which can provide students with basic knowledge and skills as provisions for finding work and entrepreneurship. The targets of this service activity are students of Karya Muda Vocational School, Depok, West Java.The method used in this activity is a training/counseling method which includes basic internet marketing training carried out by students as preparation for finding work as well as taking advantage of business opportunities by utilizing information technology. Opportunities in the Digital Marketing sector include reducing numbers unemployment among teenagers and opening up wider opportunities and employment opportunities for teenagers/school age. Keywords: Community Service, Digital Marketing, Online Business
Peningkatan Keterampilan Pengelolaan Keuangan pada Siswa/Siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 6 Cibubur Jakarta Timur
Pengelolaan keuangan merupakan keterampilan penting yang harus dikuasai untuk memastikan stabilitas keuangan dan keberlanjutan di masa depan. Artikel ini membahas kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 6 Cibubur Jakarta Timur, dengan fokus pada peningkatan keterampilan pengelolaan keuangan bagi siswa/siswi. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang konsep pengelolaan keuangan yang sehat dan efektif kepada siswa/siswi MAN 6, serta membekali mereka dengan keterampilan praktis dalam mengelola dan merencanakan keuangan pribadi mereka. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan studi kasus untuk memperkuat pemahaman siswa/siswi tentang pentingnya pengelolaan keuangan yang baik. Selain itu, sesi praktik langsung dilakukan untuk memberikan pengalaman langsung dalam menyusun anggaran, mengelola pengeluaran, dan merencanakan investasi kecil. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pemahaman siswa/siswi MAN 6 tentang prinsip-prinsip pengelolaan keuangan, serta peningkatan keterampilan mereka dalam menerapkan konsep-konsep tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Implikasi dari kegiatan ini adalah peningkatan kesadaran akan pentingnya pengelolaan keuangan yang baik di kalangan siswa/siswi MAN 6, yang diharapkan akan membawa dampak positif dalam kehidupan finansial mereka di masa depan