Open Journal System Universitas Mohammad Husni Thamrin
Open Journal System Universitas Mohammad Husni ThamrinNot a member yet
1589 research outputs found
Sort by
Measuring the Dietary Diversity of Pregnant Women in the Warunggunung Community Health Center Work Area
Pregnancy is a critical period that requires optimal nutritional intake to support maternal health and fetal growth and development. Inadequate nutritional intake can lead to various health problems such as anemia, chronic energy deficiency (CED), low birth weight (LBW), impaired brain development, and the risk of other pregnancy complications. Unbalanced and low-diversity food consumption patterns can increase the risk of anemia, chronic energy deficiency, and other pregnancy complications. This study aims to describe the nutritional adequacy and dietary diversity of pregnant women in the Warunggunung Community Health Center working area based on the percentage of the Recommended Dietary Allowance (RDA). The study used a quantitative descriptive design with data collection through a Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) and intake analysis using NutriSurvey. The results showed that most micronutrients such as vitamin A, vitamin B complex, and vitamin C were met, while energy and magnesium sufficiency were still low in the majority of respondents. The distribution of dietary diversity showed that 54.7% of pregnant women were in the good category, while 45.3% had not achieved adequate dietary diversity. These findings underscore the importance of interventions to improve dietary patterns through nutrition education, increased access to nutritious food, and ongoing nutritional status monitoring. Efforts to improve the diet quality of pregnant women are essential to support maternal and fetal health and prevent the risk of pregnancy complications
Factors Related to Unsafe Behavior of East Jakarta City PPSU Officers
Occupational safety and health (K3) is a global issue that remains a serious concern, given the high number of workplace accidents and occupational diseases worldwide. Unsafe behavior is an action that carries risks and can threaten the safety of oneself or others, as well as risk causing accidents. Data from the BPJS Ketenagakerjaan (Employment Social Security Agency) shows a significant increase in the number of workplace accidents in October 2024, with 356,383 cases recorded. DKI Jakarta alone recorded 29,008 cases of workplace accidents. This study aims to determine the relationship between factors related to unsafe behavior among PPSU officers in East Jakarta City. This quantitative study involved 146 respondents of PPSU officers in East Jakarta City. Data were collected through questionnaires and will be analyzed univariately and bivariately using Chi-Square. The study was conducted in June-August 2025. The results showed a relationship between attitude (p=0.001), motivation (p=0.001), availability of PPE (p=0.003), length of service (p=0.048), supervision (p=0.000) and unsafe behavior. Variables not related to unsafe behavior were age (p=0.352), knowledge (p=0.843), education level (p=1.000), and training (p=0.300). PPSU officers are expected to increase awareness of the importance of PPE, report near misses and equipment damage, and receive supervision as a protective measure. Companies need to ensure adequate PPE and provide appreciation to increase employee motivation, thereby maintaining safety and performance
Factors Related to Work-Life Balance at PT. X in South Jakarta in 2025
The issue of work-life balance imbalance is a significant challenge in the modern workplace. The high prevalence of stress and depression among workers, particularly in DKI Jakarta, highlights the urgency of understanding the factors that influence work-life balance. This study aims to specifically analyze the factors affecting work-life balance at PT. X. This quantitative research, with a cross-sectional design, involved all 50 employees from the Benefit Service Reward section at PT. X in South Jakarta as the sample (total sampling). Data were collected through questionnaires and analyzed using the Chi-Square test to examine the relationship between the independent variables (personality, workload and working hours, and work flexibility) and the dependent variable (work-life balance). The research results show that the majority of respondents (64%) have a balanced work-life balance. There is a significant relationship between personality and work-life balance (p-value = 0.000), where a "poor" personality increases the risk of imbalance by up to 15,000 times. A significant relationship was also found between workload and working hours with work-life balance (p-value = 0.019), with a 5,111 times greater risk of imbalance for employees with an "insufficient" workload. Work flexibility also has a significant relationship with work-life balance p-value = 0.000), where good flexibility increases the chances of a balanced work-life balance by up to 17.857 times. This study concludes that the factors of personality, workload and working hours, and work flexibility significantly affect the work-life balance of employees at PT. X. Based on these findings, it is recommended that the company enhance work flexibility policies, ensure a fair workload, and consider self-development programs to improve the personality aspects of employees. For future researchers, it is suggested to broaden the scope of research by adding more variables, a larger sample size, and more diverse research subjects
Studi Kombinasi: Perilaku Pekerja Pengguna Transportasi Massal Dalam Penanganan Masker Bekas Pakai di Jakarta
Latar belakang: Fenomena masker sudah berubah dari alat pelindung diri, kini menjadi gaya hidup. Pekerja pengguna transportasi massal di DKI Jakarta merupakan satu elemen masyarakat yang berperan terhadap terjadinya penanganan masker bekas yang tidak sesuai. Tujuan: Menganalisis perilaku pekerja pengguna transportasi massal dalam penanganan masker bekas pakai. Metode: Studi Mixed-Methods. Sampel adalah pengguna transportasi massal sebanyak 165 responden menggunakan metode Purposive Sampling. Instrument menggunakan Google Form. Hasil penelitian: Dari uji Chi Square, terdapat hubungan yang signifikan antara Sikap (p 0,000) dengan perilaku pekerja pengguna transportasi massal dalam penanganan masker bekas pakai. Hubungan tidak signifikan terlihat pada variabel pengetahuan dengan nilai (p 0,093). Uji regresi logistik berganda faktor risiko adalah Sikap setelah dikontrol pengetahuan, pendidikan dan ketersediaan tempat sampah (exp(B)=9,174). Hasil content analysis ditemukan dua hal yaitu perlunya regulasi yang mumpuni serta ketersediaan fasilitas yang sesuai. Rekomendasi: Agar sikap menjadi perbuatan nyata diperlukan faktor pendukung fasilitas dan pihak lain. Pemerintah lebih intensif dan gencar dalam sosialisasi, edukasi melalui sosial media serta pengadaan fasilitas tempat sampah tertutup di area umum, penguatan peraturan pengelolaan masker bekas pakai dan sanksi serta penegakan hukum yang jelas dan efektif, promosikan program daur ulang dan pada pekerja mengimplementasikan budaya K3. Peran aktif pihak swasta melaksanakan budaya K3 ditempat kerja akan meminimalkan resiko terjadinya sakit pada pekerja
Perbedaan Perawatan Tali Pusat Menggunakan Kolostrum Dan Kasa Kering Terhadap Lama Pelepasan Tali Pusat Di Wilayah Kerja UPT. Puskesmas Bestari Kota Medan
Kejadian infeksi bayi baru lahir di Indonesia berkisar antara 24% hingga 34%. Infeksi tali pusat merupakan penyebab kematian yang kedua setelah asfiksia. Perawatan tali pusat merupakan salah satu upaya untuk mencegah terjadinya infeksi bayi baru lahir. Perawatan tali pusat yang tidak baik mengakibatkan tali pusat menjadi lama lepas. Risiko bila tali pusat lama lepas adalah terjadinya infeksi tali pusat dan tetanus neonatorum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan perawatan tali pusat menggunakan kolostrum dan kassa kering terhadap lama pelepasan tali pusat di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Bestari Kota Medan. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain quasi eksperimental. Sampel dalam penelitian ini adalah 40 bayi yang dibedakan menjadi 2 kelompok yaitu 20 bayi menjadi kelompok bayi yang diberikan perawatan tali pusat dengan metode kolostrum dan 20 bayi yang diberikan metode perawatan tali pusat dengan metode kassa steril. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji mann-whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bayi yang diberikan perawatan tali pusat dengan metode kolostrum rata-rata lama hari pelepasan tali pusat selama 5,2 hari dan metode kasa kering rata-rata lama hari pelepasan tali pusat selama 6,4 hari. Ada perbedaan perawatan tali pusat menggunakan kolostrum dan kasa kering terhadap lama pelepasan tali pusat dengan nilai p-value 0,001 (p<0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah ada perbedaan perawatan tali pusat menggunakan kolostrum dan kassa kering terhadap lama pelepasan tali pusat di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Bestari Kota Medan. Diharapkan bagi ibu post partum untuk meningkatkan pengetahuannya dengan mendapatkan informasi mengenai cara perawatan tali pusat dengan mengoleskan ASI kolostrum dan selanjutnya dapat diaplikasi untuk memperoleh pelepasan tali pusat yang lebih cepat serta untuk mencegah infeksi yang dapat terjadi selama perawatan tali pusat
Persepsi Ibu Hamil Tentang Mutu Pelayanan Kebidanan Sesuai Permenkes No. 21 Tahun 2021 Terhadap Minat Kunjungan Ulang ANC Pada Masa Pandemi Covid 19
Situasi Covid-19 memberikan banyak pembatasan pada hampir semua layanan rutin termasuk layanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir. Persentase kunjungan Antenatal Care sebanyak 42% dari sasaran ibu hamil pada tahun 2020 sebanyak 1426 orang, sedangkan menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 21 Tahun 2021 pasal 13 ayat 3 tentang standar pelayanan minimal di bidang kesehatan bahwa pelayanan kesehatan bagi ibu hamil harus memenuhi frekuensi kunjungan pemeriksaan Antenatal Care minimal 6 kali. Mutu pelayanan kebidanan merupakan pelayanan kebidanan yang diberikan dan berorientasi pada penerapan kode etik dan standar pelayanan kebidanan, serta kepuasan yang mengacu pada terselenggaranya seluruh persyaratan pelayanan kebidanan. Namun kenyataannya, banyak masyarakat yang lebih memilih layanan kesehatan lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan persepsi ibu hamil terhadap kualitas pelayanan obstetri dengan minat kunjungan ulang Antenatal Care pada masa pandemi Covid-19 di Puskesmas Sukatenang Tahun 2021. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. penelitian dengan metode Cross Sectional. Sampel yang digunakan adalah teknik Simple random sampling sebanyak 68 ibu hamil dengan menggunakan kuesioner. Analisis data bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara variabel reliabilitas (p value = 0,000), daya tanggap (p value = 0,019), jaminan (p value = 0,020), empati (p value = 0,020) dan bukti nyata (p value = 0,000) dengan minat untuk kembali mengunjungi ANC pada masa pandemi Covid-19 di Puskesmas Sukatenang. Diharapkan ibu hamil lebih termotivasi untuk melakukan kunjungan antenatal care di masa pandemi sesuai Permenkes Nomor 21 Tahun 2021
Hubungan Penggunaan Gurita Dengan Frekuensi Gumoh Pada Bayi 0-4 Minggu Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Jeumpa Kabupaten Bireun
Menurut laporan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tahun 2022 terdapat sekitar 70 persen bayi berumur di bawah 4 bulan mengalami gumoh dengan frekuensi minimal 1 kali sehari. Gumoh pada bayi dapat disebabkan karena berbagai hal salah satunya akibat dari pemakaian gurita yang membuat perut bayi tertekan sehingga menyebabkan keluarnya cairan yang berada di lambung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan gurita dengan frekuensi gumoh pada bayi usia 0-4 minggu di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Jeumpa Kabupaten Bireun. Penelitian ini berjenis kuantitatif dengan metode deskriptif korelasi menggunakan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi usia 0-4 minggu di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Jeumpa Kabupaten Bireun sebanyak 133 bayi dan sampel sebanyak 57 responden menggunakan teknik purposive sampling. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar bayi 0-4 minggu diberikan pemakaian gurita sebanyak 37 bayi (64,9%). Sebagian besar bayi 0-4 minggu mengalami frekuensi gumoh >4 kali dalam sehari sebanyak 31 bayi (54,4%). Ada hubungan penggunaan gurita dengan frekuensi gumoh pada bayi 0-4 minggu dengan nilai p-value 0,001 (p<0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan penggunaan gurita dengan frekuensi gumoh pada bayi usia 0-4 minggu di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Jeumpa Kabupaten Bireun. Diharapkan bagi para ibu untuk tidak menggunakan gurita pada bayi dengan tujuan untuk mengurangi kejadian gumoh pada bayi. Tetapi jika tetap harus memakaikan gurita karena tradisi maka bias menggunakan gurita kepada bayi secara longgar sehingga tidak akan menekan dinding perut bayi yang mengakibatkan gumoh
Efektivitas Buah Kurma terhadap Kadar Hemoglobin pada Ibu Hamil dengan Anemia di Puskesmas Karang Mulya Kabupaten Bekasi
Latar Belakang : Ibu hamil berisiko tinggi mengalami anemia. Anemia pada kehamilan bisa berdampak terhadap terganggunya proses kehamilan dan persalinan. Salah satu intervensi yang bisa mengatasi anemia yaitu dengan cara terapi nutrisi berupa konsumsi buah kurma.Tujuan Penelitian : Mengetahui efektivitas buah kurma terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia di Puskesmas Karang Mulya Kabupaten Bekasi Tahun 2024. Metode Penelitian : Rancangan penelitian menggunakan Quasy-eksperiment dengan one group pretest-postest with control. Populasi sebanyak 42 orang dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling dan didapatkan sampel sebanyak 15 orang kelompok buah kurma dan 15 orang kelompok kontrol. Analisa data berupa univariat dan bivariat menggunakan uji Mann Whitney. Hasil Penelitian : Karakteristik ibu hamil pada kelompok buah kurma paling banyak usia 20-35 tahun (86,6%), pendidikan SMP (53,3%), pekerjaan IRT (60%) dan paritas multipara (86,6%). Sedangkan ibu hamil pada kelonmpok kontrol paling banyak usia 20-35 tahun (80%), pendidikan SMP (53,3%), pekerjaan IRT (46,6%) dan paritas multipara (73,3%). Kadar hemoglobin sebelum pemberian buah kurma dengan mean 9,75 dan setelah pemberian buah kurma dengan mean 11,08. Kadar hemoglobin sebelum pemberian kelompok kontrol dengan mean 9,81 dan setelah kelompok kontrol dengan mean 9,89. Buah kurma efektif meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia dengan p-value 0,001 < 0,05. Kesimpulan : Buah kurma efektif meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia
Peran Keterlibatan Suami Melalui Pengetahuan, Jumlah Anak dan Dukungan dalam Keberhasilan Pemberian ASI Eksklusif
Exclusive breastfeeding during the first six months of an infant’s life offers significant benefits for both the infant and mother. However, the coverage of exclusive breastfeeding in Indonesia remains below the national target. This study aimed to analyze the relationship between husbands' knowledge level, number of children, and husbands' support with exclusive breastfeeding practices in the working area of Puskesmas Pasar Rebo, East Jakarta. A cross-sectional design was used involving 52 respondents selected through one-stage cluster sampling. Data were collected using a structured questionnaire and analyzed using the chi-square test. Results showed that only 32.7% of mothers practiced exclusive breastfeeding. As many as 59.6% of husbands had poor knowledge, and 65.4% of breastfeeding mothers did not receive adequate support from their husbands. There were significant relationships between husbands’ knowledge (p = 0.001), number of children (p = 0.002), and husbands’ support (p = 0.001) with exclusive breastfeeding practices. These findings highlight the crucial role of husbands in breastfeeding success. Therefore, family-based interventions that enhance husbands’ knowledge and involvement are essential to improve exclusive breastfeeding coverage and support the achievement of national child health goal
Peran Etos Kerja Pimpinan dan Gaya Kepemimpinan Berbasis Kewirausahaan terhadap Kemandirian Unit Usaha Pesantren Darunnajah
Peran etos kerja pimpinan dan gaya kepemimpinan berbasis kewirausahaan sangat penting dalam mencapai kemandirian unit usaha di Pondok Modern Darunnajah Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh etos kerja pimpinan dan gaya kepemimpinan berbasis kewirausahaan terhadap kemandirian unit usaha tersebut. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif di Jl. Ulujami Raya No. 86, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, DKI Jakarta, Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan etos kerja pimpinan yang konsisten dan gaya kepemimpinan berbasis kewirausahaan secara signifikan mempengaruhi kemandirian unit usaha. Tantangan yang diidentifikasi meliputi penerapan etos kerja yang tidak konsisten, kurangnya inspirasi dan komitmen dari pimpinan, tidak memadainya integrasi nilai-nilai religius dalam kewirausahaan, dan praktik manajemen yang tidak efektif. Untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan upaya berkelanjutan dalam pelatihan kepemimpinan, manajemen yang efektif, dan pendidikan kewirausahaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan etos kerja pimpinan dan gaya kepemimpinan berbasis kewirausahaan dapat menciptakan lingkungan bisnis yang lebih produktif, inovatif, dan mandiri di Pondok Modern Darunnajah