Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan)
Not a member yet
463 research outputs found
Sort by
Strategi dalam Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas XI SMA Negeri 2 Woja melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share
Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Pair-Share (TPS). Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua (2) siklus, Sampel yang digunakan dalam Penelitian ini yaitu Siswa Kelas XI IPA.3 SMAN 2 Woja Semester I Tahun Pelajaran 2020/2021 yang berjumlah 30 orang siswa. Tindakan dilakukan dalam 2 siklus dengan materi pelajaran meliputi pada siklus I tentang 7.4 Menguasai materi pelajaran pengaruh kalor terhadap zat dan pada siklus II tentang 8.1 Menguasai materi pelajaran hukum fluida statis. Data hasil penelitian berupa Aktivitas belajar siswa yang dikumpulkan dengan metode observasi yang menggunakan format observasi dan hasil belajar siswa dikumpulkan dengan menggunakan tes hasil belajar, berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan menunjukkan adanya peningkatan aktivitas dari skor rata-rata 1,80 dengan katagori kurang aktif pada siklus I menjadi katagori cukup aktif pada siklus II dengan skor rata-rata 2,01 . Untuk hasil belajar mengalami peningkatan dari sebelum penelitian dengan rata- rata 62,00 menjadi 66,93 pada siklus I dan73,25 pada siklus II dengan ketuntasan yang dicapai 65.67 % sebelum penelitian menjadi 77 % pada siklus I dan 87 % pada siklus II dari klasifikasi tuntas belum tuntas menjadi tuntas. 
Problem Kultural Peningkatan Mutu Pendidikan di Indonesia: Perspektif Total Quality Management
Ditengah kompetisi global yang kian ketat upaya peningkatan mutu pendidikan Indonesia menghadapi tantangan cukup berat. Tantangan dimaksud tidak hanya menyangkut aspek pendanaan dan sarana prasarana tapi juga hambatan budaya. Hambatan terakhir ini terutama berhubungan dengan sikap mental, budaya dan seperangkat system nilai yang dianut dan dimiliki masyarakat khususnya para pelaku pendidikan. Akibatnya, meski pemerintah sudah berupaya mengeluarkan sejumlah kebijakan yang propendidikan namun seringkali tidak menunjukkan korelasi positif dengan meningkatnya mutu pendidikan sebagaimana dalam kasus sertifikasi guru. Oleh karena itu, tulisan ini mencoba menawarkan perlunya pendekatan baru dalam upaya peningkatan mutu pendidikan yakni pendekatan Total Quality Management (TQM). Pendekatan ini diharapkan mampu mengatasi sebagian kendala kultural peningkatan mutu pendidikan di Indonesia
Strategi dalam meningkatkan Kemampuan Guru terhadap Pelaksanaan Penilaian Proses Pembelajaran Melalui Supervisi Klinis pada Guru SMK Negeri 1 Woja
Penelitian ini dilaksanakan di SMKN 1 Woja, Kabupaten Dompu dengan sasaran 10 orang Guru Kelas maupun Guru Matapelajaran, adapun tujuan dari penelitian ini yaitu meningkatkan kemampuan guru dalam melaksanakan penilaian proses pembelajaran melalui supervise Klinis pada SMKN 1 Woja, Kabupaten Dompu. Jenis Penelitian ini adalah penelitian tindakan sekolah (PTK). Penelitian dilakukan dengan dua siklus dan masing-masing siklus terdiri atas empat tahapan, yakni: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Indikator kinerja yang ditetapkan adalah: Guru berhasil dalam melaksanakan penilaian kelas bila guru sudah memenuhi kereteria memperoleh skor lebih atau sama dengan 77,8 (dengan kategori baik). Prosedur penelitian yang digunakan adalah prosedur siklus, dengan metode penelitian deskriptif kualitatif. Prosedur siklus merupakan prosedur pelaksanaan penelitian yang dilakukan dengan beberapa tahapan yang sama, dimana pada tahap selanjutnya dilakukan untuk memperbaiki tindakan pada tahap sebelumnya, Dari analisis diperoleh bahwa terjadi peningkatan kualitas pelaksanaan penilaian guru dari siklus I sebesar 65 dengan kategori cukup ke siklus II sebesar 84 dengan kategori baik, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa melalui kegiatan supervise Klinis dapat meningkatkan kemampuan guru SMKN 1 Woja Kab. Dompu Oleh karena itu dapat disarankan kepada pengawas atau peneliti yang lain bahwa strategi Supervisi Klinis dapat digunakan sebagai salah satu alternatif dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan penilaian proses pembelajaran oleh guru. 
Isu-Isu Pendidikan dalam Kampanye Pilkada Kabupaten Dompu 2015
Dalam konteks pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Kabupaten Dompu, masalah pendidikan menarik bukan hanya karena persoalan ini masih krusial, tapi juga fakta bahwa para calon memandang dunia pendidikan sebagai basis dukungan dan legitimasi politik cukup penting dalam setiap kampanye Pilkada di daerah tersebut. Tujuan jangka panjang yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah mendorong para pemangku kepentingan (stakeholders), khususnya pemerintah Kabupaten Dompu, agar menempatkan sektor pendidikan berada di arus utama dalam pembuatan kebijakan pembangunan di daerah. Penelitian ini juga dapat membantu para calon bupati Dompu yang akan datang dalam merumuskan tema kampanye, program maupun kebijakan pendidikan yang akan diusungnya. Sedangkan target khusus penelitian ini adalah diketahuinya politik atau kebijakan pendidikan dari masing-masing calon bupati Dompu, bentuk-bentuk kebijakan pendidikan yang akan dijalankan, seberapa penting isu pendidikan dalam tema-tema kampanye para calon, bagaimana mereka memandang isu pendidikan di antara isu-isu pembangunan lainnya, dan bagaimana cara mengeksekusi kebijakan pendidikan yang telah disusun jika terpilih nantinya. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan studi dokumen, sedangkan analisis data dilakukan secara deksriptif-kualitatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa selain belum menjadi isu utama dalam kampanye Pilkada, penyelesaian masalah pendidikan yang ditawarkan para calon juga masih bersifat parsial serta hanya mengandalkan pendekatan kesejahteraan
Pengaruh Jarak Awalan dalam Lompat Jauh terhadap Hasil Lompatan pada Siswa Putra Kelas IV
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk Mengetahui seberapa jauh jarak Pengaruh Jarak Awalan Dengan Lompat Terhadap Hasil Lompatan Pada Siswa Putra Kelas IVA SDN 1 Dompu tahun Pembelajaran2019/2020, kegunaannya : (1) Kegunaan teoritis yaitu untuk, informasi yang diperoleh dalam penelitian ini bermanfaat bagi ilmuan di bidang olahraga untuk dapat mengembangkan konsep dalam rangka meningkatkan prestasi olahraga terutama dalam cabang olaharaga Lompat Jauh . (2) Kegunaan Praktis Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan salah satu pertimbangan teoritis bagi para pemain dalam melakukan lompatan, dalam berolahraga dan dapat memberi sumbangan yang berharga bagi masyarakat, khususnya para pembina olahraga dalam upaya membantu dan membina para atlet lompat jauh. Populasi dalam penelitian ini adalah Siswa Putra Kelas IV SDN 1 Dompu tahun Pembelajaran2019/2020 yang berjumlah 12 orang siswa. Instrument yang digunakan untuk memperoleh data-data dalam penelitian ini adalah instrument tes, adapun tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan memberikan test perbuatan, pemberian test perbuatan ini berupa test lompat jauh dengan jarak awalan 20 m dan 30 m. Metode yang digunakan adalah untuk memperoleh data dalam penelitian ini yaitu: Metode dokumentasi dan tes perbuatan. Sedangkan analisa data menggunakan analisis stastistik dengan rumus t-test, dimana hasil t hitung lebih besar daripada t tabel yaitu 3,539 > 2,201 pada taraf signifikansi 5% dengan db (N-1)=11 Maka dapat disimpulkan bahwa dalam penelitian ini “Ada Pengaruh Jarak Awalan Dengan Lompat Terhadap Hasil Lompatan Pada Siswa Putra Kelas IVA SDN 1 Dompu tahun Pembelajaran2019/2020
Upaya Meminimalisir Kenakalan Siswa Melalui Identifikasi Sebab pada Kelas XI SMA Negeri Woja Kabupaten Dompu Tahun 2018/2019
Penelitian adalah penelitian tindakan kelas, dengan motode penelitian kualitatif. Lokasi penelitian terlaksana di SMA Negeri 1 Woja yaitu di Kelas XI. Pengambilan data dilakukan dengan observasi, dokumentasi, dan wawancara.Hasil penelitian adalah: 1) Upaya menumbuhkan harapan akan dampak baik jangka pendek dan panjang jika siswa bersikap baik, dekat dengan guru, serta mampu berkomunikasi dengan gaya yang memikat, serta mampu berprestasi, 2) Bimbingan cara mencari perhatian lawan jenis dan rekan sekolah dengan strategi komunikasi yang empatik dan bukan dengan cara pelanggaran norma kesusilaan, 3) Strategi bekerjasama dengan guru agama untuk menanamkan nilai-nilai religious dengan cara diskusi ringan antara siswa-guru (bukan menceramahi), 4) Mengkondisikan terpenuhinya kebutuhan eksistensi diri serta memberikan kesenangan, dengan mengaktifkan siswa pada organisasi-organisasi ekstrakurikuler yang disenangi seperti bidang olah raga, music, dan lainnya, 5) Memberikan bimbingan analisis dampak dari suatu tindakan buruk, dampak dari mengumbar hasrat biologis yang belum waktunya dipenuhi, dan dilanjutkan dengan bimbingan strategi mengalihkan perhatian dari kebutuhan biologis dengan kegiatan positif, 6) Memberikan bimbingan kepemimpinan untuk mendapatkan power kekuasaan, yang dengan penugasan pada siswa untuk masuk pada kelompok kegiatan positif seperti music, olah raga, atau lainnya, 7) Bimbingan kemandirian untuk mengatasi kebutuhan ekonomi., 8) Bimbingan resolusi konflik secara win-win solution (menang sama menang), 9) Tindakan tambahan dilakukan dengan melakukan sharing dengan pihak keluarga
Perbandingan Hasil Belajar Matematika Menggunakan Model Pembelajaran Means Ends Analysis (MEA) dengan Model Pembelajaran Konvensional Pokok Bahasan Dimensi Tiga
Penelitian dilakukan bertujuan untuk mengetahui adakah perbedaan dan hasil belajar mana yang baik antara hasil belajar siswa yang diajar dengan model pembelajaran Means Ends Analysis dengan model pembelajaran Konvensional pada pokok bahasan dimensi tiga. Penelitian ini dilakukan di MAN 1 Dompu pada bulan April 2020. Subjek penelitian adalah 59 siswa di dua kelas yaitu kelas X-1 dan kelas X-3. Penelitian ini manggunakan design eksperimental yaitu, satu kelas eksperimen belajar dengan menggunakan pembelajaran Means Ends Analysis dan satu kelas kontrol belajar dengan menggunakan model pembelajaran Konvensional. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah terdapat perbedaan hasil pre-test antara kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan nilai Z hitung < Z tabel yaitu -0,16 < 1.96. Dari hasil post-testnya terdapat perbedaan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan nilai – ttabel < thitung > ttabel yaitu -1,19 < 5,41 > 1,19. Tidak hanya hasil dari nilai pre-test dan post-test yang dihitung, tetapi juga hasil selisih dari nilai pre-test-post-test (nilai gain) menunjukan nilai gain kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol dengan nilai thitung ˃ t tabel yaitu 3,2 ˃ 1.67. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan antara hasil belajar siswa yang diajar dengan model pembelajaran Means Ends Analysis dengan hasil belajar siswa yang diajar dengan strategi ekspositori pada pokok bahasan dimensi tiga. Dan hasil belajar siswa yang diajar dengan model pembelajaran Means Ends Analysis menunjukan lebih baik dari pada hasil belajar siswa yang diajar dengan model pembelajaran konvensional. 
Peran Orang tua dalam Membimbing Anak Usia Sekolah Dasar di Rumah pada Masa Pandemi Covid-19
Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana peran orang tua dalam membimbing anak usia sekolah dasar di rumah pada masa pandemi covid-19 di Desa Kareke Kecamatan Dompu Kabupaten Dompu. Penelitian ini mengunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data di lapangan mengunakan teknik observasi, wawancara,dan dokumentasi.Yang menjadi subjek penelitian ini terdiri dari kedua orang tua yang memiliki anak usia 6-12 tahun sebanyak 6 keluarga ,anak berjumlah 7 orang dan juga seorang guru yang bertempat tinggal di dusun Raba Desa Kareke Kecamatan Dompu Kabupaten Dompu.Penentuan subjek mengunakan purposive sampling, Analisis data digunakan secara deskriptif.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Peran orang tua dalam membimbing anak usia sekolah dasar di rumah pada masa pandemi covid-19 di Desa Kareke Kecamatan Dompu Kabupaten Dompu adalah telah dilaksanakan walau kurang maksimal seperti di sekolah.Semua dikarenakan banyak dari orang tua anak yang sibuk dengan pekerjaanya dan juga kurangnya pemahaman orangtua terhadap materi pembelajaran anak.Tetapi orang tua tetap memiliki rasa peduli pada pendidikan anak. Rata-rata baik dari narasumber yang lulusan SMA atau pasca sarjana, melakukan bimbingan di malam hari dengan pembelajaran sesuai kemampuan orangtua.Orang tua biasa membimbing maupun memotivasi anak dengan cara berbeda-beda. Terkadang ada yang memberi iming-iming hadiah, memberikan pujian, nasehat maupun ada yang memberikan hukuman, agar anak mau belajar selama berada di rumah
Pengaruh Explosive Power Otot Tungkai Terhadap Kemampuan Take off Lompat Jauh Mahasiswa Penjaskesrek
Telah dilakukan penelitian dengan menggunakan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Explosive power tungkai terhadap Kemmpuan Take Off dan lompat jauh pada Mahasiswa Penjaskesrek STKIP Yapis Dompu. Jenis penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan penelitian kuantitatif dengan metode korelasi regresi. Pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan di lapangan STKIP Yapis Dompu. Sedangkan waktu penelitian ini dilaksanakan pada bulan januari 2020. Teknik penarikan sampel menggunakan teknik purposive sampling, maka jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 24 orang. 1) Terdapat pengaruh Kemampuan Take off terhadap kemampuan Lompat jauh pada Mahasiswa Penjaskesrek STKIP Yapis Dompu, 2) Terdapat pengaruh Explosive power Otot tungkai terhadap kemampuan Lompat Jauh Mahsiswa Penjaskesrek STKIP Yapis Dompu 3) Terdapat pengaruh Explosive Power Otot Tungkai dan Kemampuan Take Off secara bersama-sama terhadap kemampuan Lompat jauh Mahsiswa Penjaskesrek STKIP Yapis Dompu.
Respon Guru Tentang Pelanggaran yang dilakukan Siswa (Studi Kasus di SDN 10 Pajo)
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan rancangan studi kasus fenomenologis. Analisis data yang digunakan yaitu analisis fenomenologis. Hasil penelitian terhadap respon guru SDN 10 Pajo tentang pelanggaran siswa yaitu: 1) Pelanggaran siswa adalah perilaku menyimpang yakni dengan melanggar peraturan sekolah, sehingga mengganggu suasana belajar dan merugikan individu lain; 2) Bentuk pelanggaran siswa dikategorikan menjadi 2, yaitu perilaku mengganggu dan pelanggaran serius siswa. 3) terdapat 6 penyebab pelanggaran siswa yaitu: kondisi fisik, kurangnya perhatian orang tua (pendidikan moral dan dukungan ekonomi), metode pembelajaran guru yang kurang bervariasi (monoton), bahasa yang sulit dipahami siswa, lingkungan negatif, dan materi pelajaran terlalu banyak; 4) Cara mengatasi pelanggaran siswa, yaitu: pemberian model bagi siswa, teguran verbal, sanksi fisik, perhatian khusus, memanipulasi pemberian tugas, memberikan aktivitas pengganti, memanipulasi lokasi tempat duduk, memberikan pemahaman khusus, memberikan kisi-kisi belajar, berkomunikasi dengan orang tua, memberikan peraturan, memberikan pilihan baik-buruk, pembiasan, memberikan pengalaman gagal, memberikan motivasi, berkomukasi secara pribadi dengan siswa, dan dikembalikan kepada orang tua