Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan)
Not a member yet
463 research outputs found
Sort by
Dinamika Pengelolaan Pendidikan dalam Sistem Desentralistik
endahnya mutu dan kualitas pendidikan di daerah disebabkan oleh tidak seragamnya akses dan sistem pemerataan pendidikan sehingga menuntut adanya perbaikan dalam penataan harkat martabat dan derajat manusia. Secara umum ditemukan berbagai kelemahan dalam sentralisasi Pendidikan seperti: (1) Kemampuan pembiayaan pendidikan; (2) Kesenjangan mutu Pendidikan; (3) Effisiensi pengelolaan Pendidikan; (4) Pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan; (5) Penataan kelembagaan pendidikan; (6) Pembelajaran Muataan Lokal; (7) Peningkatan peran serta masyarakat; (8) Penataan kelembagaan pemerintah di bidang pendidikan. Gambaran masalah Pendidikan diatass di tuntut perubahan dalam rangka peningkatan kualitas Pendidikan yakni desentralisasi Pendidikan yang mampu mengelola Pendidikan secara mandiri, partisipatif, otonom dan pelibatan masyarakat dalam membangun dan mengembangkan Pendidikan
Kebijakan Desentralisasi Pendidikan dan Implementasinya dalam Pendidikan di Indonesia
Tujuan yang tersirat dalam desentralisasi pemerintahan daerah adalah kemandirian daerah untuk menjalankan pembangunan dalam beragam aspek. Hal ini sejalan dengan hakekat desentralisasi, yaitu penyerahan wewenang pemerintahan oleh Pemerintah Pusat kepada Daerah Otonom untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dalam ruang lingkup wilayahnya sendiri. Manajemen Pola baru manajemen pemerintahan tersebut memberikan ruang bagi keterlibatan masyarakat lokal (daerah) secara luas dan pengambilan keputusan yang dibuat oleh Pemerintah Derah dalam memberikan pelayanan publik yang kompetitif dan berkualitas kepada masyarakat menjadi lebih “membumi”. Dalam konteks desentralisasi pemerintahan tersebut, desentralisasi pendidikan mengandung upaya mendekatkan pengambilan keputusan pada kebutuhan stakeholders, sehingga di satu sisi pembangunan pendidikan lebih sesuai dengan kekhasan daerah, di sisi lain potensi masyarakat dapat lebih didayagunakan. Pada akhirnya desentralisasi pendidikan ini diharapkan akan meningkatkan mutu dan keunggulan sumberdaya manusia
Presidensi Indonesia G20 dan Pengaruhnya terhadap Trust dan Behavioral Intentions Wisatawan ke Destinasi Wisata di Bali (Studi Kasus pada Desa Wisata Penglipuran)
Kepemimpinan transpormasional memberikan dampak pada mutu suatu organisasi termasuk pendidikan. Kepemimpinan kepala sekolah dan kinerja guru memilki nilai yang besar bagi mutu sekolah. Salah satuna, terlihat pengaruh kepemimpinan transformasional kepala madrasah dan kinerja guru terhadap mutu madrasah di MIN 01 Dusun Curup. MIN 01 Dusun Curup Rejang Lebong ini mengalami transformasi pasca kepemimpinan kepala sekolah baru. Dari sekolah yang sepi peminat menjadi sekolah favorit yang banyak diminati. Transformasi ini menjadi sangat menarik untuk diteliti. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini bersifat kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru yang mengajar di MIN 01 Dusun Curup yang berjumlah 20 orang. Teknik pengambilan data menggunakan observasi, wawancara dan angket. Teknik analisis data menggunakan uji statistik yakni uji validitas, reliabilitas, normalitas dan multikolinearitas data. Adapun metode analisis data menggunakan analisis regresi sederhana dan berganda sekaligus. Skor tes Kepemimpinan Transformasional nilai t hitung 3.446 dengan probabilitas = 0.009 < 0.05 artinya ada pengaruh yang signifikan. Untuk variabel kinerja guru nilai t hitung 3.982 dengan probabilitas = 0.001 < 0.05 yang berarti ada pengaruh yang signifikan. Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah dan Kinerja Guru secara bersama-sama berpengaruh positif signifikan terhadap Mutu Pendidikan di MIN 01 Curup
Pengaruh Harga dan Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Konsumen pada Sicepat Ekspres Jagakarsa di Jakarta Selatan
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh harga dan kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen pada Sicepat Ekspres Di Jagakarsa Jakarta Selatan baik secara parsial maupun secara simultan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan rumus slovin dan diperoleh sampel dalam penelitian ini berjumlah 99 responden. Analisis data menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi, analisis koefisien korelasi, analisis koefisien determinasi dan uji hipotesis. Hasil penelitian ini adalah Harga berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen dengan persamaan regresi Y = 7,851 + 0,515X1, nilai korelasi sebesar 0,643 artinya kedua variabel memiliki tingkat hubungan yang kuat. Nilai koefisien determinasi sebesar 41,4%. Uji hipotesis diperoleh t hitung > t tabel atau (8,275 > 1,985). Dengan demikian H0 ditolak dan H1 diterima artinya terdapat pengaruh signifikan harga terhadap kepuasan konsmen. Kualitas pelayanan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen dengan persamaan regresi Y = 7,750 + 0,408X2 nilai korelasi sebesar 0,642 artinya kedua variabel memiliki tingkat hubungan yang kuat. Nilai koefisien determinasi sebesar 41,2%. Uji hipotesis diperoleh t hitung > t tabel atau (8,241 > 1,985). Dengan demikian H0 ditolak dan H2 diterima artinya terdapat pengaruh signifikan kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen. Harga dan kualitas pelayanan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen dengan persamaan regresi Y = 3,007 + 0,336X1 + 0,265X2. Nilai korelasi sebesar 0,733 artinya variabel bebas dengan variabel terikat memiliki tingkat hubungan yang kuat. Nilai koefisien determinasi sebesar 53,8% sedangkan sisanya sebesar 46,2% dipengaruhi faktor lain. Uji hipotesis diperoleh nilai F hitung > F tabel atau (55.891 > 2,700). Dengan demikian H0 ditolak dan H3 diterima. Artinya terdapat pengaruh signifikan secara simultan harga dan kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen
Efektivitas Media Animasi Audio Visual dalam Kuliah Daring Keterampilan Membaca
Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji efektifitas antara penggunaan media animasi audio visual dalam perkuliahan daring dengan model pembelajaran konvensional. Subjek penelitian ini terbagi menjadi dua kelompok, kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil belajar mahasiswa diuji menggunakan tes kognitif sumatif melalui uji analisis deskriptif. Hasil yang diperoleh dari kelompok eksperimen 88,84 dan kelompok kontrol 78,91. Dari perhitungan tersebut terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar mahasiswa yang menggunakan media pembelajaran dengan mahasiswa yang masih menggunakan model pembelajaran konvensional. Dari sini dapat ditarik kesimpulan bahwa media pembelajaran animasi audio visual efektif digunakan, khususnya pada mata kuliah membaca
Peran Guru Sebagai Fasilitator dalam Mengasah Penalaran Matematika Siswa SDN 29 Dompu Tahun Pembelajaran 2020/2021
Guru bertindak sebagai pendidik dan berperan sebagai fasilitator. Fasilitator berperan penting dalam proses pembelajaran. Dalam hal memfasilitasi guru harus tepat dan menarik. Penalaran matematika merupakan proses berpikir dalam menarik kesimpulan untuk mengetahui dan dapat memecahkan masalah, yang menjadi sasaran penelitian ini yaitu untuk mengetahui peran guru sebagai fasilitator dalam mengasah penalaran matematika siswa SD Negeri 29 Dompu Tahun Pembelajaran 2020/2021. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru dan peserta didik kelas IV SD Negeri 29 Dompu. Data dikumpulkan menggunakan teknik observasi dan teknik wawancara. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tugas guru sebagai fasilitator sangat penting untuk meningkatkan rasa percaya diri siswa. Peran guru sebagai fasilitator dalam pembelajaran matematika sangat berpengaruh dalam meningkatkan motivasi, menumbuhkan keingintahuan, dan meningkatkan minat belajar pada siswa terhadap penalaran matematika contoh 3+5=8, jadi siswa menalar bahwa angka ganjil jika dijumlahkan dengan angka ganjil yang berbeda maka menghasilkan angka genap
Entitas Aspektualitas Bahasa Daerah dan Pengintegrasiannya pada Matapelajaran Muatan Lokal di SMA
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk aspektulitas Bahasa Bima. Bentuk aspek tersebut meliputi aspektualitas inkoatif, perfektif, dan inseptif. Penelitian ini merupakan penelitian etnografi dengan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi terstruktur dan simak catat. Data diperoleh melalui informan yang bersifat insidental. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) bentuk aspektualitas inkoatif bahasa Bima ditandai dengan melekatnya partikel {-ra}, {-ni}, {-ta}, dan {-pu} pada verba dasar; (2) bentuk aspektualitas perfektif Bahasa Bima ditandai dengan melekatnya morfem afiks {ra-}, {-na}, {-ku}, {-mu}, {ra-ku}, {ra-na}, {ma-na}, dan {ma/ra-na} pada verba dasar; (3) bentuk aspektualitas inseptif ditandai dengan melekatnya morfem afiks {ndi-}, {ndi/ma-}, {na-}, {mu-}, {ku-}, {na-ku}, {na-ra}, {mu-ra}, {ndi-na}, {ndi-ku}, {ndi-mu}, dan {ndi/ma-na} pada verba dasar; (4) terdapat tingkat kesantunan sebagai penanda aspektualitas inkoatif Bahasa Bima dengan skala (2, 2,5, 3, dan 5); (5) terdapat aspektualitas yang berkategori aspektualitas nondeiktif pasif dan nondeiktif aktif pada aspektualitas perfektif dan inseptif; (6) terdapat partikel dan afiks yang produktif dan tidak produktif pada aspektualitas inkoatif, perfektif dan inseptif; aspektualitas inkoatif presentase produktifnya mencapai 50%, aspektualitas perfektif persentase produktif dan tidak produktifnya mulai 10% dan 30%, dan aspektualitas inseptif presentase produktif dan tidak produktifnya mulai 10%, 40%, dan 60%; (7) pembentukan aspektualitas Bahasa Bima ditandai dengan melekatnya partikel dan morfem afiks pada verba dasar artinya bahwa pembentukan aspektualits diawali dari proses morfologi
Analisis Strategi Pengembangan Usaha Mebel Samawa di Kandai 2 Kecamatan Woja
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis strategi pengembangan usaha yang tepat untuk diterapkan pada mebel samawa di kandai 2 kecamatan woja. Analisis data yang digunakan adalah Analisis SWOT yang dimana terdiri dari faktor internal dan faktor eksternal, adapun faktor internal terdiri dari kekuatan (strength) dan kelemahan (weakness) sedangkan faktor eksternal terdiri dari peluang (opportunities) dan kelemahan (threats) yang memiliki nilai tersendiri. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa faktor-faktor pengembangan usaha Mebel Samawa yang terdiri dari faktor internal dan faktor eksternal. adapun faktor internal memiliki total nilai sebesar 3,7 dengan skor kekuatan 2,4 dan skor kelemahan 1,3. Sedangkan untuk faktor eksternal memiliki total nilai sebesar 3,1 dengan skor peluang 1,6 dan skor ancaman 1,5. setelah melakukan analisis data dengan menggunakan tehknik analisis SWOT, maka dapat disimpulkan bahwa alternatif strategi yang digunakan untuk pengembangan usaha mebel Samawa yaitu dengan menggunakan strategi SO, dimana strategi tersebut berada pada kuadran I yang menunjukkan bahwa posisi tersebut sangat baik untuk perkembangan usaha mebel samawa kedepannya, Sehingga usaha Mebel samawa dapat menciptakan strategi yang menggunakan kekuatan yang dimiliki untuk memanfaatkan peluang yang ada untuk kebelangsungan jalannya usaha
Peran Guru dalam Pembelajaran Home visit di Masa Pandemi Covid-19 pada Siswa Sekolah Dasar
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan sumber data diperoleh dari data primer dan data sekunder yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran home visit di SD Negeri 25 Woja. Instrumen dalam penelitian ini berupa pedoman observasi, pedoman wawancara dan pedoman dokumentasi. Teknik pengumpulan data diperoleh dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data berupa pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dan verifikasi. Pengecekan keabsahan temuan di peroleh dari triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SD Negeri 25 Woja melaksanakan pembelajaran tatap muka berdasarkan Surat Edaran Bupati Dompu: Nomor 420/3495.UM/Dikbud tanggal 22 Juli 2020 tentang penyelenggaraan pembelajaran tatap muka pada zona hijau dan kuning di masa pandemi Covid-19 (kondisi khusus). Adapun pada pengimplementasian home visit terdapat tiga tahapan yaitu: a) tahap persiapan, b) tahap pelaksanaan, dibagi menjadi 2 yaitu: tahap pelaksanaan kegiatan awal dan kegiatan lanjutan, c) tahap monitoring dan evaluasi pembelajaran, Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: 1) pembelajaran home visit ini dilakukan berdasarkan instruksi Surat Edaran Bupati Dompu: Nomor 420/3495.UM/Dikbud tanggal 22 Juli 2020 tentang penyelenggaraan pembelajaran tatap muka pada zona hijau dan kuning di masa pandemi Covid-19 (kondisi khusus). 2) pelaksanaan home visit terdapat tiga tahap yaitu: a) tahap persiapan b) tahap pelaksanaan terbagi menjai dua yaitu: tahap pelaksanaan kegiatan awal dan tahap pelaksanaan kegiatan lanjutan. c) tahap monitoring dan evaluasi pembelajara
Pengembangan Game Edukasi Berbasis Flash Sebagai Sarana Belajar Siswa PAUD
Pengembangan adalah kegiatan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bertujuan memanfaatkan kaidah dan teori ilmu pengetahuan yang telah terbukti kebenarannyauntuk meningkatkan fungsi, manfaat, dan aplikasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah ada atau menghasilkan teknologi baru. Game Edukasi adalah salah satu jenis media yang digunakan untuk memberikan pengajaran, menambah pengetahuan penggunanya melalui suatu media unik dan menarik. Jenis ini biasanya ditujukan untuk anak- anak, maka permainan warna sangat diperlukan disini bukan tingkat kesulitan yang dipentingkan. Model pengembangan penelitian ini menggunakan ADDIE. Model ADDIE merupakan salah satu model desain pembelajaran sistematik. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, kusieoner (angket). Instumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman wawancara, lembar angket, lembar angket meliputi lembar validasi (ahli media), lembar validasi (ahli materi) dan. Berdasarkan hasil penelitian, validitas media 78% validitasi ahli materi 94%. Secara umum dapat disimpulkan bahwa pengembangan Game Edukasi berbasis flash sebagai sarana berlajar siswa PAUD layak digunakan