Jurnal Ilmiah Abdi Mas TPB Unram
Not a member yet
63 research outputs found
Sort by
PENINGKATAN NILAI EKONOMI MELON MELALUI PENGEMBANGAN PRODUK OLAHAN MELON UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN MASYARAKAT DI DESA GUMANTAR KECAMATAN KAYANGAN KABUPATEN LOMBOK UTARA
Desa Gumantar yang terletak di Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara mempunyai potensi hasil pertanian hortikultura yang besar dengan beragam jenis komoditas pertanian, salah satunya adalah melon. Selama ini masyarakat menjual sebagian besar buah melonnya dalam bentuk buah melon segar sehingga hasil yang diperoleh relatif rendah. Buah melon mempunyai peluang diolah lebih lanjut menjadi produk olahan pangan yang dapat memberikan nilai tambah sehingga penerimaan petani atau masyarakat dari usaha pengembangan komoditas melon ini menjadi meningkat. Oleh karena itu, perlu dilakukan kegiatan pelatihan pengolahan buah melon menjadi produk olahan bermutu dan bernilai ekonomi. Kegiatan pelatihan tersebut telah dilakukan sebagai rangkaian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat dosen Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri Universitas Mataram di Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara. Kelompok masyarakat yang terdiri atas ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) diberikan pelatihan tentang cara pengolahan buah melon dengan menerapkan prinsip cara pengolahan yang baik dan benar dalam rangka menghasilkan produk olahan yang bermutu dan aman serta memenuhi syarat standar nasional untuk pangan. Selain itu materi tentang pengemasan dan perijinan serta peluang pasar produk melon juga diberikan pada saat pelatihan sebagai upaya untuk menghasilkan produk yang berdaya saing sehingga dapat meningkatkan nilai tambah dan nilai ekonomi melon
INTRODUKSI TEKNOLOGI TEPAT GUNA TEKNIK FILTRASI PADA PEMBUATAN MINYAK KELAPA TRADISIONAL (MINYAK JELENG) DI DESA GONDANG KECAMATAN GANGGA KABUPATEN LOMBOK UTARA
Nusa Tenggara Barat (NTB) termasuk daerah penghasil buah kelapa yang potensial di Indonesia. Luas lahan produksi kelapa 59.387,09 ha dengan jumlah produksi sebesar 58.963,04 ton (BPS, 2018). Sebagian buah kelapa keadaan utuh dikirim keluar daerah dan sebagian lagi dimanfaatkan oleh masyarakat setempat untuk pembuatan minyak kelapa tradisional. Dikatakan tradisionl, karena proses pembuatan minyak dilakukan dengan tahapan sederhana yaitu pembuatan santan, pemanasan santan dan pemisahan minyak. Tujuan kegiatan ini adalah pelatihan teknologi tepat guna teknik filtrasi pada pembuatan minyak kelapa tradisional skala home idustries di Desa Gondang Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara. Metode kegiatan menggunakan metode Pendidikan Orang Dewasa (POD) atau Androgogi dengan menekankan partisipasi aktif dari peserta, kerja kelompok dan demonstrasi penerapan TTG teknik filtrasi pada pembuatan minyak kelapa tradisional skala home idustries. Pelaksanaan pelatihan di Desa Gondang Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara. Mekanisme pelaksanaan pelatihan meliputi ; acara pembukaan, penyampaian materi gambaran umum tentang tanaman kelapa dan pemanfaatan tanaman kelapa, tentang teknik pengolahan minyak kelapa dan pengemasan, praktek teknik filtrasi atau penyaringan minyak kelapa tradisional dan teknik pengemasan. Pada pelatihan teknik filtrasi atau penyaringan minyak kelapa tradisional absorben yang digunakan adalah batu zeolit. Pemanfaatan zeolit ini memberikan nilai tambah yang cukup besar, dibandingkan jika dimanfaatkan hanya sebagai bahan pengganti batu bata atau batako. Hasil penyaringan minyak kelapa tradisional dengan menggunakan zeolit sebagai absorben memberikan hasil yang cukup maksimal serta meningkatkan mutu dan kualitas minyak kelapa tradisional. Mutu dan kualitas minyak kelapa tradisional yang dihasilkan dengan ciri-ciri sifat fisik, kimia dan organoleptic, seperti warna lebih jernih (tidak kotor atau keruh), kadar air rendah (menyebabkan daya simpan lebih lama) serta aroma dan rasa dapat dipertahankan sebagai khas minyak kelapa tradisional. Kegiatan filtrasi minyak kelapa dilakukan dengan satu set alat filtrasi dengan urutan filter sebagai berikut: mulai dari ujung paling bawah dipasangkan kertas saring, selanjutnya kapas, kain kasa, batu zeolit, dan terakhir kawat saring
NILAI TAMBAH AGROINDUSTRI PENGOLAHAN KOMODITAS PANGAN UNGGULAN DI KECAMATAN SELAPARANG KOTA MATARAM
Kota Mataram merupakan salah satu sentra pemasaran produk-produk hasil usaha agroindustri. Kecamatan Selaparang merupakan salah satu kecamatan yang mampu menghasilkan produk hasil usaha agroindustri melalui pengolahan komoditas pangan unggulan. Tujuan dilaksanakannya pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk: (1) meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani tentang pentingnya nilai tambah komoditas unggulan; (2) menjalin kerjasama kemitraan antara petani dan pengusaha lokal dalam pemasaran hasil olahan komoditas pangan unggulan; dan (3) meningkatkan harga jual dan nilai tambah hasil olahan komoditas unggulan. Pelaksanaan menggunakan metode pendidikan orang dewasa (andragogy) yaitu merekontruksi pengetahuan dan pengalaman peserta secara sistematis agar memberikan manfaat praktis meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya. Pelaksanaan terdiri atas penyuluhan dan pendampingan. Materi penyuluhan adalah teknik pengolahan berbagai komoditas unggulan, teknik pengemasan produk dan pemasaran, sementara materi pendampingan adalah jalinan kerjasama kemitraan antara petani/pengusaha agroindustri dengan pengusaha lokal untuk mendapatkan jaminan bahwa produk yang dihasilkan memiliki kepastian tersedianya pembeli dengan harga yang lebih tinggi. Hasil kegiatan diperoleh nilai tambah agroindustri pengolahan komoditas pangan unggulan yang dilakukan di Kelurahan Rembiga Kecamatan Selaparang Kota Mataram, untuk produk tortila menghasilkan nilai tambah sebesar Rp 36.349/kg bahan baku (53,62%), produk rengginang menghasilkan nilai tambah sebesar Rp 32.330/kg bahan baku (50,07%), produk emping menghasilkan nilai tambah sebesar Rp 21.611/kg bahan baku (50,85%), produk kripik ubi kayu menghasilkan nilai tambah sebesar Rp 14.875/kg bahan baku (53,22%)
BIMBINGAN TEKNIS KULTUR MIKROALGA BAGI TEKNISI BALAI BENIH PERIKANAN KENDARI SULAWESI TENGGARA
Balai Benih Perikanan (BBP) Kendari merupakan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) di bawah koordinasi Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Tugas pokok UPTD BBP Kendari adalah melakukan usaha pembenihan ikan dan udang untuk supply di daerah Sultra dan sekitarnya. Pembenihan ikan dan udang lebih banyak mengalami kegagalan sehingga BBP Kendari tidak mampu melalukan supply benih ke pembudidaya. Akibatnya pembudidaya di Sultra membeli benih dari luar provinsi sehingga meningkatkan biaya produksi mereka dan menurunkan produktivitas usaha budidaya. Salah satu faktor utama yang menjadi alasan kegagalan BBP Kendari dalam produksi benih ikan dan udang adalah belum tersedianya kultur mikroalga atau phytoplankton yang berkelanjutan dalam panti pembenihannya (hatchery). Hal ini disebabkan oleh kurang memadainya skill dan pengetahuan staf dan teknisi hatchery BBP Kendari terkait kultur mikroalga sebagai pakan larva ikan dan udang. Oleh karena itu tim dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Halu Oleo mengadakan bimbingan teknis (bimtek) kultur mikroalga kepada para teknisi dan staf BBP Kendari sehingga mereka mampu untuk a) menguasai teknik sterilisasi alat dan media kultur mikroalga, b) mengidentifikasi jenis-jenis mikroalga untuk pakan alami ikan dan udang serta c) melakukan starter dan scale-up kultur mikroalga. Kegiatan pengabdian masyarakat dalam Program Kemitran Masyarakat (PKM) ini dalam bentuk bimtek kultur mikroalga telah dilaksanakan selama 1 bulan yaitu dari bulan Oktober-November 2018 sejak persiapan hingga seminar dan penyusunan laporan akhir. Peserta bimtek adalah sesuai target yaitu 12 orang staf dan teknisi BBP Kendari serta 3 mahasiswa BDP FPIK dan Bioteknologi FMIPA UHO, sehingga transfer teknologi dan skill telah berjalan secara optimal
TRAUMATIC HEALING BAGI ANAK-ANAK KORBAN BENCANA GEMPA BUMI DI LOMBOK NUSA TENGGARA BARAT
Setelah gempa bumi mengguncang Pulau Lombok pada tanggal 29 Juli 2018 dengan magnitude 6,4 SR masyarakat mengalami depresi dan trauma yang sangat dahsyat, sehingga membutuhkan traumatic healing yang diharapkan dapat menyembuhkan mental bagi korban bencana. Oleh karena itu, tujuan kegiatan ini adalah melakukan penanganan trauma (traumatic healing) bagi korban bencana khususnya anak-anak usia dini. Penanganan traumatic healing memiliki empat titik poin, yaitu fisik, emosional, intelektual, dan spiritual. Karena keempat titik poin tersebut merupakan prinsip keseimbangan dalam hidup manusia. Kegiatan yang lain adalah melakukan pembuatan teknologi hidroponik sebagai media untuk menanam sayur-sayuran di lokasi bencana. Metode yang digunakan untuk mencapai target tersebut adalah partisipatif. Metode ini berorientasi kepada upaya peran serta mitra secara langsung dalam berbagai proses kegiatan, mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan sampai dengan evaluasi kegiatan. Jenis kegiatan yang telah dilakukan, antara lain sosialisasi kegiatan kepada anggota kelompok mitra, melakukan pendampingan dan traumatic healing kepada anak-anak korban bencana gempa bumi, melakukan permainan-permainan yang atraktif dan menyenangkan, outbond, dan pemberian hadiah kepada anak-anak, melakukan sosialisasi pembuatan teknologi hidroponik sebagai media untuk menanam sayur-sayuran di lokasi bencana
PENGUATAN RUMAH TANGGA NELAYAN KECIL DALAM MENGAKSES MODAL UNTUK PENGEMBANGAN USAHA PERIKANAN TANGKAP DI DESA TANJUNG LUAR KABUPATEN LOMBOK TIMUR
Kehidupan nelayan kecil kerap dihadapkan berbagai persoalan rendahnya produktivitas, keterbatasan modal, keterbatasan teknologi, minimnya ketersediaan bahan bakar dan lain-lain. Kesulitan pada akses permodalan merupakan salah satu faktor yang membuat nelayan sulit berkembang baik kesejateraanya maupun untuk peningkatan produktivitasnya. Tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat adalah melakukan sosialisasi tentang peranan modal untuk kegiatan usaha produktif dan sosialisasi akses modal (kredit usaha mikro) bagi peningkatan skala usaha pada rumah tangga nelayan kecil di Desa Tanjung Luar. Metode kegiatan pengabdian menggunakan metode sosialisasi, dan metode Focuss Group Discussion (FGD)/Diskusi Kelompok Terarah, yaitu metode dalam pengumpulan data dan informasi mengenai masalah tertentu yang sangat spesifik melalui diskusi kelompok. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah meningkatnya pemahaman dan kesadaran nelayan di Desa Tanjung Luar akan pentingnya modal bagi kegiatan usaha serta tingginya minat rumah tangga nelayan untuk mengakses kredit mikro yang disediakan oleh lembaga keuangan perbankan.
PENDAMPINGAN PEMBIAYAAN PADA UNIT BISNIS AGROINDUSTRI MINYAK KELAPA DARA DI KABUPATEN LOMBOK UTARA
Tujuan dilaksanakannya pengabdian pada masyarakat ini adalah: mendampingi Anggota Kelompok Barisan Kemitraan PT Telkom dalam mendapatkan pembiayaan dengan biaya modal yang minimal dan pemanfaatannya secara efektif dan efisien. Pencapaian tujuan tersebut dilaksanakan pelatihan dan pendampingan pembiayaan pada anggota kelompok Barisan Kemitraan PT Telkom yang mengusahakan agroindustri minyak kelapa dara. Metode yang diterapkan adalah metode pelatihan dan pendidikan orang dewasa (andragogy). Pelaksanaan kegiatan meliputi pelatihan dan pendampingan pemenuhan persyaratan, pengusulan, penilaian kelayakan, dan pengalokasian pembiayaan. Hasil kegiatan pengabdian adalah: transfer teknologi melalui literasi teknologi dan pendampingan pembiayaan dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan pengolahan minyak kelapa dara, dan terbentuk unit bisnis agroindustri VCO, serta mengalokasikan pembiayaan terdiri atas modal investasi 53,8% dan modal kerja 46,2%; alokasi ini dinilai efektif dan efisien yang ditunjukkan oleh perolehan nilai tambah sebesar Rp 83.200/liter dengan ratio nilai tambah terhadap nilai output 54,75%, dan ratio nilai tambah terhadap biaya bahan baku 1,85
PEMBENTUKAN BANK SAMPAH UNTUK PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI DUSUN BANJARSARI TEGALBANG KECAMATAN PALANG KABUPATEN TUBAN
Dusun Banjarsari terletak di Desa Tegalbang Kecamatan Palang merupakan sebuah kecamatan di Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Berdasarkan data statistik tahun 2017, jumlah rumah tangga yang ada di kecamatan paling sebesar 19742 dengan perkiraan jumlah penduduk sebesar 98.710 jiwa. Sementara di desa Tegalbang jumlah penduduk diperkirakan sebanyak 4.395 jiwa dari 879 rumah tangga. Sementara itu berdasarkan luas lahan yang dimiliki oleh desa Tegalbang termasuk dusun Banjarsari masih sangat luas sehingga memungkinkan bertambahnya penduduk yang berasal dari luar desa Tegalbang. Sampah merupakan hal yang tak asing bagi semua orang. Baik secara sadar ataupun tidak sadar setiap hari kita menghasilkan berbagai macam jenis sampah. Sampah rumah tangga adalah salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh setiap orang. Masyarakat desa pada umumnya mempunyai kebiasaan membuang sampah dengan cara dibakar atau dibuang di sungai yang ada di wilayah mereka. Kebiasaan ini akan sangat merugikan baik untuk lingkungan maupun untuk kesehatan masyarakat desa tersebut. Munculnya polusi udara akibat pembakaran sampah atau terganggunya kebersihan lingkungan karena banyaknya sampah berserakan dapat mempengaruhi kesehatan dan kualitas hidup masyarakat. Solusi yang dapat ditawarkan adalah dengan membentuk bank sampah yang secara fungsional mempunyai dampak secara sosial maupun ekonomi bagi masyarakat. Bank sampah adalah tempat pemilahan dan pengumpulan sampah yang dapat didaur ulang dan/atau diguna ulang yang memiliki nilai ekonomi. Metode dalam pelaksanaan program diawali dengan sosialisasi kepada mitra sasaran yaitu dua kelompok PKK di dua RW yang berbeda. Setelah dilakukan sosialisasi kemudian dilakukan pembentukan bank sampah. Untuk menjamin berlangsungya kegiatan bank sampah, maka dilakukan pendampingan oleh tim selama jangka waktu tertentu. Hasil Pengabdia adalah telah dilaksanakan sosialisasi dan pelatihan pemanfaatan sampah rumah tangga menjadi barang yang bernilai ekonomi yterbentuk bank sampah “Mekar Jadi” di dusun Banjarsari Rt 02 Rw 04 Desa Tegalbang Kec. Palang.
PENERAPAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN TOMAT MENJADI PRODUK BERNILAI EKONOMI DI DESA GUMANTAR KABUPATEN LOMBOK UTARA
Manisan tomat kurma (tomakur) adalah satu solusi untuk meningkatkan harga tomat terutama pada saat panen raya, dengan teknologi yang sederhana dan peralatan yang mudah dan adanya dukungan pemerintah setempat diharapkan dapat mempercepat terwujudnya kemandirian pangan masyarakat terutama untuk meningkatkan kembali kehidupan ekonomi setelah bencana alam didaerah tersebut. Tomakur merupakan salah satu bentuk pengawetan produk pangan yang bersifat semi basah sehingga memiliki banyak keunggulan, selain bertekstur lunak dan plastis (mudah dibentuk), jenis pangan ini juga dapat langsung dikonsumsi tanpa dehidrasi dan dapat disimpan tanpa harus disterilisasi, pendinginan maupun pengeringan. Kondisi alam dan telah ditetapkannya desa Kayangan sebagai salah satu daerah tanggap bencana gempa bumi,maka produk ini sangat cocok diaplikasikan sebagai salah satu bentuk pangan darurat mengingat kandungan gula yang cukup tinggi sebagai sumber energi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat telah dilaksanakan dengan mengambil lokasi di DusunAmor-amor Desa Gumantar Kecamatan Kayangan dengan melibatkan ibu – ibu yang tergabung dalam Kelompok Perempuan Tani. Peserta diberikan penyuluhan tentang cara pengolahan pangan yang baik dalam menunjang kualitas manisan tomat kurma yang dihasilkan, penyuluhan tentang cara pengemasan yang baik, pelatihan singkat manajemen usaha ,penentuan harga jual produk serta praktek pengolahan tomat menjadi manisan tomat kurma. Hasil kegiatan dinilai positif dengan proses yang berlangsung secara efektif. Hasil evaluasi ini juga menunjukkan bahwa kegiatan serupa ini perlu dilakukan kembali dilokasi yang sama dengan memanfaatkan sumber-sumber lain dalam pembuatan manisan
PENDAMPINGAN DAN PEMBINAAN MANAJEMEN USAHA BAGI PENGUSAHA BAHAN BANGUNAN DI BATU RINGGIT SEKARBELA MATARAM
Pengelolaan dan penataan serta pengembangan ekonomi usaha kecil dimaksudkan untuk penggalian potensi-potensi kemandirian dan pengembangan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan dan pengembangan ekonomi strategis dalam pengelolaan Sumber Daya potensial secara adil dan berkelanjutan. Dengan harapan penguasaan, kontrol dan pengelolaan usaha akan lebih mandiri. Kegaiatan ini dilakukan pada kelompok maupun individu para pelaku usaha Bahan Bangunan di Batu Ringgit Sekarbela Mataram. Pelaksanaan kegiatan penyuluhan ini menggunakan metode ceramah, diskusi dan ramah tamah. Pada prinsipnya pengembangkan ekonomi strategis berbasis potensi lokal berdasarkan akar budaya/local, dan kearifan lokal masyarakat. Sehingga perlu menumbuh-kembangkan model-model pengembangan ekonomi berbasis rakyat kecil atas dasar keswadayaan dan kemandirian. Penguatan–penguatan institusi dan kelembagaan ekonomi masyarakat dalam rangka menumbuhkan sistem perekonomian kolektif dan penguatan permodalan secara swadaya dan mandiri menjadi sangat penting untuk dibangun. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang usaha yang mereka jalani, baik secara individu maupun berkelompok agar mereka menyadari perlunya mitra kerja serta kerja kelompok. Demikian juga halnya bagi para pelaku usaha bahan bangunan di Batu Ringgit Sekarbela Mataram. Dalam rangka pemecahan permasalahan yang mereka hadapi, pendekatan kemitraan (usaha bersama) adalah salah satu solusinya, disamping diberikan pengetahuan tentang manajemen usaha dan proses produksinya. Dengan demikian mereka diharapkan lebih baik dan mampu mengelola usahanya dengan baik agar lebih berkembang