Sricommerce - Journal of Sriwijaya Community Service
Not a member yet
129 research outputs found
Sort by
Pemberdayaan Pelaku Usaha Mikro melalui Penguatan Motivasi dan Strategi Pengembangan Bisnis di Desa Burai Kabupaten Ogan Ilir
Tantangan yang dihadapi para pelaku usaha saat ini adalah mengembangkan bisnis sehingga bertumbuh dan sukses. Para pelaku usaha harus dapat mengenali dan menciptakan kesempatan-kesempatan bisnis. Agar dapat mengembangkan bisnis dengan maksimal, pelaku usaha memerlukan tingkat motivasi yang tinggi. Banyak masyarakat yang melakukan kegiatan bisnis hanya sekadarnya saja. Jika ada motivasi untuk mengembangkan bisnis, maka usaha yang dijalankan akan dapat memberikan lebih banyak keuntungan. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan pelaku usaha di Desa Burai Kabupaten Ogan Ilir mengenai pentingnya motivasi dalam pengembangan bisnis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan metode pembinaan pengetahuan dalam bentuk pelatihan kepada para pelaku usaha. Khalayak sasaran pada kegiatan ini adalah pelaku usaha di Desa Burai Kabupaten Ogan Ilir. Kegiatan ini terdiri dari tiga tahap, yaitu survey pra-kegiatan, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi kegiatan. Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat, dapat disimpulkan bahwa banyak pelaku usaha di Desa Burai Kabupaten Ogan Ilir yang masih melakukan kegiatan bisnis seadanya. Para pelaku usaha hanya fokus pada kegiatan produksi saja, sedangkan kegiatan distribusi mapun pemasarannya masih belum optimal dan dilakukan secara konvensional. Dengan demikian, masih diperlukannya pembinaan pengetahuan dalam bentuk pelatihan bagi para pelaku usaha di Desa Burai Kabupaten Ogan Ilir mengenai pengembangan bisnis dan motivasi untuk mengembangkan bisnis
Peningkatan Literasi Keuangan dan Praktik Pelaporan UMKM melalui Implementasi Aplikasi SIAPIK: Studi Kasus pada CV Elba Indo Kota Metro
Pelaporan keuangan yang transparan dan mudah dipahami merupakan suatu keharusan bagi semua jenis bisnis saat ini. Hal ini tidak dapat dipisahkan dari pelaporan finansial yang menampilkan kinerja entitas yang menjadi satu hal dasar terpenting dalam menunjang keputusan pemangku jabatan. Unit usaha yang berbentuk CV (Commanditaire Vennootschap) adalah salah satu entitas ekonomi sangat membutuhkan peran pelaporan laporan keuangan tahunan. Hal ini di karenakan regulasi dan SAK-ETAP yang relevan dengan perusahaan ini belum dipahami oleh banyak orang dan butuh adanya sosialisasi berkala. Kegiatan ini dijalankan menggunakan metode kualitatif. Metode ini memiliki tiga teknik pengumpulan data, yakni: wawancara kepada responden mitra, observasi ke lapangan, dan evaluasi dokumen mitra. Pengabdian di CV Elba Indo menunjukkan bahwa mitra merasa terbantu dalam lingkup proses menyusun laporan keuangan sesuai dengan standar akuntansi dengan aplikasi SIAPIK
Peningkatan Keterampilan Guru Sekolah Dasar dalam Penggunaan Microsoft Office dan Media Pembelajaran
Perkembangan teknologi digital menuntut guru untuk memiliki keterampilan dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran dan administrasi sekolah. Namun, sebagian besar guru di SD Negeri 14 Palembang masih menghadapi kendala dalam pemanfaatan aplikasi Microsoft Office dan media pembelajaran digital akibat keterbatasan pelatihan serta sarana pendukung. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan guru dalam menggunakan aplikasi Microsoft Office (Word, Excel, dan PowerPoint) serta media pembelajaran digital berbasis Canva. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) melalui tahapan analisis kebutuhan, pelatihan intensif, pendampingan, dan evaluasi. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan kompetensi guru dengan rata-rata kenaikan kemampuan sebesar 40 poin, dari 46% sebelum pelatihan menjadi 86% sesudah pelatihan. Sebanyak 80% guru mampu membuat RPP digital secara mandiri, dan 85% guru berhasil mengimplementasikan media pembelajaran digital di kelas. Umpan balik peserta menunjukkan bahwa pelatihan ini meningkatkan kepercayaan diri, efisiensi kerja, serta motivasi dalam memanfaatkan teknologi. Kegiatan ini menghasilkan komunitas guru digital di SD Negeri 14 Palembang yang siap mengembangkan inovasi pembelajaran berbasis teknologi secara berkelanjutan
Pendampingan Keberlanjutan Usaha sebagai Upaya Peningkatan Kesejahteraan Ekonomi Home Industry di Palembang
Home Industry di Kota Palembang berperan penting dalam perekonomian lokal melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat. Meskipun demikian, industri ini menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan modal, rendahnya pengetahuan manajemen, dan kurangnya akses pasar. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi program pengabdian kepada masyarakat yang dirancang untuk mendukung keberlanjutan usaha industri rumahan, khususnya sektor makanan dan minuman di Kota Palembang, melalui pendampingan yang memfokuskan pada peningkatan akses pasar, permodalan, dan pengetahuan manajemen. Metode yang digunakan dalam program ini adalah andragogi, dengan pendekatan ceramah, diskusi interaktif, dan tanya jawab. Hasil kuesioner pra-pelatihan dan post-pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai strategi keberlanjutan usaha, terutama dalam pengelolaan sumber daya dan pemasaran. Seluruh peserta pelatihan menunjukkan peningkatan kemampuan dalam menerapkan praktik bisnis yang berkelanjutan serta mengoptimalkan potensi usaha mereka. 
Developing Islamic Philanthropy Movement to Financing the Education of Migrant Worker Children Through Permai Learning Center Penang Malaysia
As a community educational institution, Permai Learning Center only relies on donors' kindness to continue the learning program. They are unlikely to collect monthly fees from parents because of condition. Using Participatory Action Research (PAR), this community service aims to build capacity for Permai management on the concept of financial independence and the foundation's endowment fund management plan. Also, assist and facilitate the Permai management in establishing LAZNAS to realize monetary independence for the foundation. The capacity-building process, including Focus Group discussion and training, was carried out collaboratively between facilitators from ISDEV USM, and IAIN Ponorogo. Through capacity-building, Permai changed the financial management funding from charity-based to LAZNAS-based. The evaluation results indicated that this community service increased the Permai social worker’s understanding of LAZNAS management as a new paradigm. Besides that, the community services were also successful in increasing Permai social workers understanding about collecting Zakat, Infaq, Shadaqah, and waqf fundraising perspectives, sharing of grant wakaf, and transparent and accountable Zakat, Infaq, Shadaqah, and Waqf reports. The community service team recommended that Permai management provide LAZNAS Permai. If LAZNAS Permai is running optimally, Permai will be able to design quality education programs independently for PMI children in Penang, Malaysia
Are Intercultural Situations a Problem? A Strenght and Self Readiness Provisioning in Penang, Malaysia
Population growth is very high and is not balanced with the availability of jobs, resulting in uncontrolled poverty. Until now, unemployment is still a crucial problem for the Indonesian government. With minimal levels of education and skills, these job seekers have to compete with each other. This condition ultimately became the trigger for mass labor mobilization between countries carried out by the government. To alleviate poverty, the government implemented a program to place Indonesian Migrant Workers (TKI) abroad. The government's role in this program is focused on aspects of training, protection and providing various conveniences to related parties, especially TKI and Indonesian Migrant Worker Placement Services Companies (PJTKI). The aim of this community service is to empower informal workers and learning sector facilitators by strengthening the individual potential of the Indonesian Community Association (PERMAI) Pulai Pinang with a differentiated learning approach that favors the informal sector workers themselves, as well as an effort to adapt the adjustment process to the work community which exists. In Malaysia, adjustment includes interest, strengthening one's potential, and individual readiness to achieve increased productivity results. The solution is to strengthen individuals and/or facilitators in differentiated learning with a learning pattern approach that focuses on increasing productivity levels, through several stages. Stage 1: Map and collect data on initial partner conditions; Stage 2, Socialization through discussions with partners regarding implementation preparations, implementation time, members involved and service topics at Partners; Stage 3: Training and empowerment of differentiated learning and learning pattern approaches that focus on increasing productivity levels; Stage 4: Assistance in implementing learning approaches to learning patterns that favor increasing productivity levels; Stage 5: monitor and evaluate all partner activities; Stage 6: Follow-up on program implementation
Pengembangan Usaha Lokal Industri melalui Permodalan Syariah
Usaha lokal industri yang mengusung tema kearifan lokal seperti usaha kerajinan songket yang dilakukan oleh masyarakat Muara Penimbung Ulu perlu didukung untuk berkembang dan bersaing di pasar nasional maupun internasional. Usaha dapat berkembang salah satunya didukung dengan modal usaha yang memenuhi kebutuhan bisnis. Modal yang umum digunakan oleh masyarakat bersumber dari pinjaman lembaga keuangan. Lembaga keuangan terdiri dari dua jenis yaitu konvensional dan syariah. Masyarakat Muara Penimbung Ulu masih memiliki literasi permodalan syariah yang cukup rendah. Berdasar kebutuhan tersebut, kegiatan pengabdian dengan outcome peningkatkan pemahaman permodalan syariah pada Desa Muara Penimbung Ulu dilakukan. Peningkatkan pemahaman permodalan syariah memberikan alternative bagi pelaku usaha lokal industri dalam melakukan kegiatan permodalan yang bebas dari riba. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan dua tahap yaitu analisis lapangan dan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah pelaku usaha lokal industri songket pada Desa Muara Penimbung Ulu dapat memahami mengenai permodalan syariah, akad yang digunakan untuk transaksi kerjasama dan investasi, perbedaan perbankan konvensional vs perbankan syariah
Peningkatan Literasi Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga di Desa Burai, Ogan Ilir
Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Burai, Ogan Ilir. Tema pengabdian kepada masyarakat ini adalah mengenai literasi keuangan dalam pengelolaan keuangan rumah tangga. Peserta kegiatan ini adalah warga Desa Burai, Ogan ilir yang berjumlah 25 Orang. Masyarakat kota Burai mayoritas berprofesi sebagai petani dan pedagang, dan status ekonominya tergolong rendah. Tingkat pendidikan rata-rata masyarakatnya sampai SMP. Berdasarkan hal tersebut, dipandang perlu untuk memberikan edukasi mengenai literasi keuangan. Edukasi dilakukan dengan metode presentasi dimana peserta mendengarkan materi kemudian melakukan diskusi dan sesi tanya jawab. Hasil edukasi menunjukkan bahwa warga desa Burai, Ogan ilir memiliki tingkat literasi yang rendah dalam pengelolaan keuangan rumah tangga. Hal ini dibuktikan dengan indikator seperti kepemilikan rekening bank, tabungan, pencatatan keuangan, dan perencanaan investasi
Nilai Tambah Barang Bekas untuk Menumbuhkan Ekonomi Kreatif Sejak Dini
Permasalahan yang terjadi berkaitan barang bekas yang menumpuk dan akhirnya menjadi sampah merupakan persoalan dalam pengabdian ini. Kegiatan pengabdian ini betujuan agar dapat membantu para fasilitator untuk mengembangkan ekonomi kreatif sejak dini di Sekolah Pinggiran Sriwijaya, meningkatkan manfaat dari barang bekas (nilai tambah) menjadi sesuatu yang bernilai guna, membantu menambah pendapatan dari pemanfaatan barang bekas tersebut. Model kegiatan permberdayaan masyarakat di Sekolah Pinggiran Sriwijaya adalah Pembinaan Keterampilan Ekonomi Kreatif yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat khusunya anak-anak di Sekolah Pinggiran Sriwijaya serta penginisiasian ekonomi kreatif sejak dini. Metodologi dilakukan dengan ceramah, diskusi serta experiental learning diiringi pembinaan dengan pendekatan partisipatif di mana melibatkan peran masyarakat secara langsung dalam berbagai proses dan pelaksanaan kegiatan. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian maka dapat disimpulkan tingkat kreativitas di kalangan Sekolah Pinggiran Sriwijaya sangat tinggi hal ini terlihat dari hasil karya anak-anak di sekolah tersebut sangat menarik dan kreatif dalam pemanfaatan pengolahan sampah menjadi sesuatu yang bernilai guna. Sejak dini sudah diajarkan mengenai ekonomi kreatif, meningkatkan dan menciptakan hasil kreatifitas dari barang bekas /sampah yang sederhana sehingga dapat menghasilkan nilai tambah dari suatu produk yang dihasilkan.
Pendampingan Penyusunan Laporan Keuangan CV. XXX di Kota Metro
Laporan keuangan yang transparan dan akuntabel menjadi tuntutan bagi semua bentuk perusahaan di era modern seperti sekarang. Hal ini tidak lepas dari salah satu dasar utama pengambilan keputusan oleh pihak manajemen adalah laporan keuangan yang menunjukkan hasil kinerja perusahaan. Perusahaan yang berbentuk Commanditaire Vennootschap (CV) sebagai salah satu unit usaha yang masih perlu pendampingan dalam pelaporan laporan keuangannya. Hal ini mengingat regulasi dan SAK-ETAP tentang perusahaan ini masih belum banyak dipahami oleh semua kalangan dan masih perlu disosialisasikan. Pengabdian dilakukan dengan pendekatan metode kualitatif. Ada tiga metode pengumpulan data dalam pengabdian ini, yakni; wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Dari hasil pendampingan dan penyusunan laporan keuangan, CV XXX terbantu dalam menyiapkan laporan keuangan yang sesuai Standar Akuntansi yang berlaku umum