JURNAL Politik, Hukum, Pendidikan, Sosial dan Budaya
Not a member yet
    184 research outputs found

    MAKNA AHL AL-KITÂB DALAM PRESPEKTIF AL-QUR'AN (STUDI KOMPARATIF ATAS TAFSÎR AL-MANÂR DAN TAFSÎR AL-MISHBÂH̲)

    No full text
    Penjelasan mengenai Ahl al-Kitâb telah banyak dibahas dalam berbagai literatur keislaman terutama di dalam kitab-kitab tafsir. Namun seiring dengan berjalannya waktu, pemahaman ulama mengenai cakupan Ahl al-Kitâb kitab mulai mengalami perubahan para ulama sepakat bahwa mereka adalah Yahudi dan Nasrani. Namun mereka berbeda dalam hal cakupan makna Ahl al-Kitâb, sebagian mengatakan Ahl al-Kitâb adalah Yahudi dan Nasrani keturunan Bani Israil saja, sementara yang lain mengatakan bahwa Ahl al-Kitâb adalah Yahudi dan Nasrani kapan pun dan di manapun mereka berada. Pembahasan ini akan diteliti menggunakan metode maudhu’i, berupa riset kepustakaan, dengan analisis data deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, penulis mendapatkan pengungkapan kata Ahl al-Kitâb dalam al-Qur'an sebanyak 11 bentuk,. Mengenai makna Ahl al-Kitâb, Rasyid Ridha sepakat dengan jumhur ulama, hanya saja pendapatnya tentang cakupan Ahl al-Kitâb lebih luas dari ulama sebelumnya. Dalam Tafsir al-Manar, cakupan Ahl al-Kitâb tidak hanya sebatas Yahudi dan Nasrani, tetapi juga mencakup agama-agama lain seperti Majusi, Shabi'in, penyembah berhala di India, Cina dan siapa saja yang serupa dengan mereka. Menurutnya, semua agama tersebut bisa dimasukkan dalam cakupan ahli kitab karena pada awalnya semua agama menganut tauhid. Sedangkan Quraish Shihab dalam Tafsir al-Misbah memahami makna Ahl al-Kitâb adalah semua penganut agama Yahudi dan nasrani dimanapun, kapanpun dan dari keturunan siapapun. Dia memahami makna seperti itu karena berdasarkan al Quran yang hanya terbatas pada dua golongan saja yaitu Yahudi dan Nasran

    TRADISI PEMBACAAN LIMA SURAH PILIHAN DALAM RITUAL KASAMBU PADA MASYARAKAT MUNA (Studi Living Qur’an di Kel. Waimhorock Kec. Abepura Kota Jayapura)

    No full text
    This Study aims to discuss the tradition of reading five selected surahs in the Kasambu ritual in the Muna community (study living Qur’an in Waimhorock District, Abepura District, Jayapura City). This study uses a qualitative method with a sociological phenomenological approach. Primary data sources come from important documents owned by community institutions, as well as answer from related parties interviewed. While secondary sources come from various scientific references related to the discussion. There is a debate among Muslim scholars about the study of the living Qur’an, namely groups that support and groups that criticize the study of the living Qur’an. The groups that support the living Qur’an are Jalaluddin as-Suyuthi and Badruddin az-Zarkasyi. Meanwhile, groups that criticize the living Qur’an are Fazlur Rahman, Nasr Hamid Abu Zaid, and Farid Esack. In addition, one of the Indonesian figures who also criticized the Qur’an was Mun’im Sirry. The findings of this study indicate that the social and Qur'anic meaning of the tradition of reading the five selected surahs in the Kasambu ritual in the Muna community is a form of community effort or endeavor to gain the pleasure of Allah. Kasambu ritual in the Muna community is a form of community effort or effort to get the pleasure of Allah SWT. This is evidenced by the reading of selected surahs in the Qur'an such as surah al-Fâtiḫah, surah al-Qadr, surah al-Ikḫlâsh, surah al-Falaq and surah an-Nâs. Where from the reading of these suras, people believe and believe that Allah SWT will be pleased with everything they do and Allah SWT will always pour out His mercy and protect and protect them from interference from supernatural beings (syaithan) both from among others. jinn and from among humans, especially to mothers and prospective babies who are in the wom

    HUKUMAN MATI DALAM TAFSÎR AL-MISHBÂH

    No full text
    Penelitian ini mengungkapkan bahwa hukuman mati dalam tafsir al-Qur’an adalah hukuman yang berkaitan dengan tiga jenis sanksi hukum yang berbeda, yaitu qishâsh, hudûd, dan ta'zir. Namun, al-Qur'an mengatur penerapan hukuman mati hanya untuk kasus-kasus tertentu, hukuman mati berlaku dalam kasus pembunuhan berencana (al-qatl al-‘amd), di mana seseorang dengan sengaja mengambil nyawa orang lain. Selain itu, hukuman mati juga diberlakukan dalam kasus perzinahan yang dilakukan oleh pihak yang sudah menikah (az-zina al-muhshan). hukuman mati juga dapat diberlakukan dalam kasus pemberontakan atau makar (bughat), yang mengancam stabilitas dan keamanan negara. dan kemurtadan, yaitu ketika seseorang keluar dari agama Islam karena menghina atau mempermainkan agama (ar-riddah). Menurut Muhammad Quraish Shihab, Sayyid Qutb, Wahbah Al-Zuḥaili, Sya’rawi, Abû Hanîfah dan Qurthubî dengan membunuh si terpidana sampai mati, maka setiap orang yang merencanakan pembunuhan akan berpikir seribu kali. Sebab yang paling berharga bagi manusia adalah hidupnya, dan yang paling ditakutinya adalah kematian. Sebaliknya jika tidak ada hukuman mati terhadap si pembunuh, maka tangannya akan semakin ringan untuk menganiaya dan membunuh. Sementara pendapat Negara  mengemukakan bahwa hukuman mati bertentangan dengan pasal 281 Ayat (4) UUD 1945 “Perlindungan, pemajuan, penegakan dan pemenuhan hak asasi manusia adalah tanggung jawab Negara terutama pemerintahan”. Sudah menjadi  pengetahuan di kalangan para ahli hukum bahwa Criminal Justice System is not infallible. Sistem peradilan pidana tidaklah sempurna. Peradilan pidana dapat saja keliru dalam menghukum orang-orang yang tidak bersalah. Polisi, jaksa penuntut hukum maupun hakim adalah juga manusia yang bisa saja keliru ketika menjalankan tugasnya. Berkaitan dengan hukuman mati bersifat irreversibel. Orang di eksekusi mati tidak dapat dihidupkan lagi walaupun di kemudian hari diketahui bahwa yang bersangkutan tidak bersalah. Dengan demikian, al-Qur'an mengatur hukuman mati sebagai sanksi hukum yang ketat dan terbatas, yang hanya diterapkan dalam kasus-kasus yang serius dan merusak masyarakat atau agama Isla

    IMPLEMENTASI METODE STEAMMI DALAM PENGEMBANGAN POTENSI PESERTA DIDIK DI TK AL-HAMIDIYAH DEPOK JAWA BARAT

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi metode STEAMMI di TK Al-Hamidiyah Depok Jawa Barat dan untuk menemukan pengembangan potensi peserta didik di TK Al-Hamidiyah Depok Jawa Barat. Hal ini didasari bahwa potensi setiap peserta didik dapat berkembang secara maksimal dalam proses pembelajaran, sangat penting bagi pendidik untuk memilih dan menerapkan metode pembelajaran yang sesuai. Metode yang efektif adalah yang tidak hanya berfokus pada pengembangan kompetensi akademik, tapi juga mampu mengakomodasi dan memfasilitasi pertumbuhan berbagai potensi lainnya yang dimiliki siswa, seperti minat, bakat, kemampuan kreatif, dan aspek kepribadian. Hal ini berarti pendekatan dalam pembelajaran harus dirancang untuk mengaktifkan partisipasi siswa secara penuh, serta memperhatikan dan menghargai keunikan potensi yang dimiliki oleh masing-masing individu. Penelitian ini telah berhasil mengidentifikasi dan menganalisis implementasi metode STEAMMI di TK Al-Hamidiyah Depok, Jawa Barat.  Hasilnya menunjukkan bahwa sekolah telah melaksanakan metode STEAMMI dengan baik, termasuk dalam mengintegrasikan Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics, Montessori dan Islamic dalam  kurikulum dan pembelajaran sehari-hari. Keberhasilan implementasi metode STEAMMI ini didukung oleh komitmen Kepala Sekolah, guru dan staf sekolah, dukungan dari orangtua peserta didik, serta pemilihan materi pembelajaran yang relevan dan menarik. Serta sarana dan fasilitas penunjang yang mendukung implementasi metode STEAMMI. Pendidik di TK Al Hamidiyah telah mengadaptasi metode STEAMMI dengan baik dalam pembelajaran sehari-har

    INTERNALISASI NILAI-NILAI MODERASI BERAGAMA DALAM PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN PESERTA DIDIK DI SMK NEGERI 69 JAKARTA

    No full text
    This research aims to determine the impact of internalizing the values of religious moderation on the attitudes, thought patterns and behavior of students at SMK Negeri 69 Jakarta. This is based on the achievements of years of tolerance that internalization efforts are very important for middle level teenagers, they are often unsure and easily influenced by wrong religious ideologies. This research uses a narrative qualitative approach, with the research object being students in grades X-XII for the 2023/2024 academic year. This research data comes from observation, direct interviews in the field, and through documentation study techniques. The findings of this research show 1. Internalization of moderation values through the role of the curriculum; 2. Hidden curriculum by integrating teaching and learning and extracurricular content; and 3. Instilling moderation values through the 5S program (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, dan Santun). Students at SMK Negeri 69 Jakarta initially did not have an understanding of the values of religious moderation and low personality, such as attitudes, thought patterns and behavior that were indifferent, selfish and ignorant. However, they have excellent potential to be developed through various educational processes in achieving national education goals in realizing the golden generation of 2045 as role models for moderate students

    PENYAKIT NABI AYUB DALAM AL-QUR’AN MENURUT IBNU KATSIR DAN AL-SAYYID MUHAMMAD BIN ‘ALAWI AL-MALIKI AL-HASANI (Studi Perbandingan Tafsîr al-Qurân al-‘Azhîm dan Jala’ al-Afhâm Syarh Aqîdah al-Awâm)

    No full text
    The focus of this research is to analyze the illness of the Prophet Job by comparing the opinions of Ibn Kathir and al-Sayyid Muhammad bin 'Alawi al-Maliki al-Hasani. This research is limited to the interpretation of the Prophet Ayub's illness carried out by Ibnu Kathir in Q.S. al-Anbiyâ'/21: 83 and Q.S. Shâd/38: 41-44, also the opinion of al-Sayyid Muhammad bin 'Alawi al-Maliki al-Hasani in the book Jala' Al-Afhâm Syarh 'Aqîdah al-'Awâm. The type of research used is library research using a comparative study research method between the opinions of Ibn Katsir and al-Sayyid Muhammad bin 'Alawi al-Maliki al-Hasani and supported by other secondary sources such as Tafsîr al-Azhâr and Tafsîr al-Marâgi . It was found in this research that in studying Ibn Kathir's interpretation of the Prophet Ayub's illness in Q.S. al-Anbiyâ'/21: 83 has slight differences with the interpretation of Q.S. Shâd/38: 41. In Q.S. al-Anbiyâ'/21: 83, as a result of the skin disease experienced by the Prophet Job, the flesh of the Prophet Job fell off until nothing remained except his nerves and bones. Then the Prophet Job's illness became very serious, namely the disease that befell him was leprosy which affected his entire body, so that not a single part of his body was safe from this disease, except for his heart and tongue which always recited the remembrance of Allah SWT. In Q.S. Shâd/38: 41, Ibn Kathir even exaggerated in describing the disease that affected the entire body of the Prophet Job so that not a single pore of his body was safe from the disease except only his heart. Meanwhile, al-Sayyid Muhammad bin 'Alawi al-Maliki al-Hasani in the book Jala' al-Afhâm Syarh Aqîdah al-Awwâm comments that the Prophet and Apostle only had mild skin ailments. Al-Maragi indicated that the skin diseases suffered such as eczema, itching, and the like were not contagious and could be cured with artesian water or sulfur wate

    IMPLEMENTASI BIMBINGAN KONSELING BERBASIS AL-QUR’AN DALAM PENINGKATAN DISIPLIN SISWA SMA TAMAN MADYA 5 CABANG RAWAMANGUN JAKARTA PUSAT

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Implementasi Bimbingan Konseling Berbasis Al-Qur’an Dalam Peningkatan Disiplin Siswa SMA Taman Madya 5 Cabang Rawamangun Jakarta Pusat. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, sedangkan sumber utama tesis ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Selanjutnya data yang beragam tersebut dianalisis melalui pendekatan model studi kasus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Pertama, Strategi implementasi bimbimgan konseling berbasis al– Qur’an, terdiri dari tiga tahapan yaitu: a) implementasi bimbingan konseling berbasis Al-Qur’an dilaksanakan dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi, b) nilai-nilai Al-Qur’an di terapkan dalam bimbingan konseling untuk memberikan kesadaran pada siswa bahwa segala sesuatu itu termasuk kesenangan, kesedihan dan keberhasilan adalah kehendak allah, c) kalimah-kailmah islami yang sering diberikan adalah rajin ibadah, berdoa, dan berzikir kepada Allah swt. Kedua, Pada prinsipnya pelaksanaan bimbingan konseling berbasis Al-Qur’an tidak mengalami kendala-kendala yang memberatkan siswa dalam menerima bimbingan konseling berbasis al-Qur’an. secara keseluruhan siswa tambah senang dengan nasehat-nasehat agama dari guru bimbingan konseling. Hal ini bisa dilihat dari perilaku siswa ketika ketemu guru selalu mengucapkan salam dan mencium tangan guru, tadarus al-Qur’an setiap pagi dengan penuh antusias dan tertip, dan berdo’a sebelum belajar dan setelah belajar. Ketiga, Bimbingan konseling berbasis al-Qur;an bagi siswa sangat bermanfaat. Isi dari bimbingan konseling berbasis al-Qur’an adalah nasehat-nasehat agama yang sangat diperlukan oleh siswa. Nasehat agama sangat mendukung kedisplinan siswa karena agama tidak bisa lepas dari kehidupan seorang muslim. Agama adalah panduan dan acuan dalam menjalani hidup untuk sukses dunia dan akherat. Tanpa agama manusia akan terombang ambing dalam berkehidupan di dunia. Maka diperlukan nilai-nilai agama untuk mengisi hati sanubari siswa untuk menopang perilaku yang baik. Bimbingan konseling sangat memperioritaskan bimbingan hati nurani dan mental. Sehingga dengan menyentuh hati nurani mereka bisa tersadarkan dari keterpurukan akhlak dan perilaku yang kurang baik (madzmumah

    KONSEP DASAR KEPEMIMPINAN DALAM ORGANISASI SECARA UMUM DAN ORGANISASI PENDIDIKAN

    No full text
    This journal discusses the fundamental concept of leadership in organizations in general and examines its application in the context of educational organizations. The research method used in this study is a literature review, involving data and information retrieval from various sources in the literature as research data sources. This research explores the role of leaders in achieving organizational goals, compares various leadership theories, and analyzes the impact of leadership on organizational performance and student learning outcomes. The research findings identify key factors that support effective leadership in an educational environment. This study provides valuable insights for educational practitioners and organizational leaders in understanding the vital role of leadership in achieving organizational succes

    INTEGRASI ILMU DALAM PERSPEKTIF AL-QUR'AN: KAJIAN ANALISIS AYAT- AYAT QAULIYAH DAN KAUNIYAH

    No full text
    Some contemporary Muslim communities still tend to be trapped in the dichotomy of knowledge. In fact, modern scientific advancements can enrich religious understanding, as evidenced by research in embryology, astronomy, or botany, which has proven to be in line with the Quranic descriptions of nature and the creation process. This study aims to describe the basic concepts of both types of verses, analyze their epistemological relationship, present concrete examples of integration, and explore their implications for the modern Islamic scholarly tradition. Methodologically, this research is a thematic-analytical study of Quranic verses related to revelation and natural phenomena. The results show that the dichotomy of knowledge (separating religious and general sciences) lacks theological justification. The integration between Ayat Qauliyah (revealed verses) and Ayat Kauniyah (natural signs) is found to be empirically aligned, such as in the study of embryology (QS. Al-Mu'minun: 14) and botany (QS. Al-Hijr: 22), where the explanations are proven consistent with modern scientific findings. The main implication of this integration is the formation of a holistic Islamic scientific paradigm, which is strategic for overcoming contemporary scientific fragmentation and ensuring that the development of science and technology is always aimed at the public interest (maslahah) and the strengthening of fait

    PENGELOLAAN PEMBELAJARAN TAHFIZH DENGAN ISYARAT HIJAIYAH DALAM PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGHAFAL AL-QUR’AN DI PONDOK PESANTREN TUNARUNGU DARUL ASHOM YOGYAKARTA

    No full text
    The management of Qur'an memorization (tahfizh) for deaf students requires a different approach compared to tahfizh education for regular students. Hearing impairment poses challenges in language acquisition and communication, making sign language an alternative method for tahfizh learning. This research aims to understand the management of tahfizh education for deaf students and the role of such management in enhancing the Qur'an memorization abilities of deaf students at Darul Ashom Deaf Boarding School in Yogyakarta. A qualitative approach was employed, focusing on planning, organizing, implementing, and evaluating the tahfizh learning process, as well as the function of management in improving the Qur'an memorization abilities of deaf students at Darul Ashom Deaf Boarding School in Yogyakarta. Data was collected through interviews, observations, and document analysi

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JURNAL Politik, Hukum, Pendidikan, Sosial dan Budaya
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇