Journal of diversity in learning (JD)
Not a member yet
    72 research outputs found

    Analisis kreatif saluran pemasaran jamur tiram di kelurahan teratai

    Get PDF
    The large demand for oyster mushrooms in the market makes business actors have great hopes of obtaining large income from oyster mushroom cultivation such as Pondok Jamur Endan. The objectives of this study are as follows: to determine the marketing strategy for oyster mushroom products. To determine the marketing strategy for oyster mushroom products. This study was conducted in Pondok Jamur Endang, Teratai Village, Muara Bulian District. The results of the marketing analysis study showed that the oyster mushroom marketing channels in Pondok Jamur Endang have four channels, namely channel I, namely oyster mushroom marketing from farmers - end consumers, channel II, namely oyster mushroom marketing from farmers - retailers - end consumers, channel III, namely oyster mushroom marketing from farmers - intermediaries - retailers - end consumers, and channel IV, namely oyster mushroom marketing from farmers - wholesalers - intermediaries - retailers - end consumers.Besarnya permintaan jamur tiram dipasaran membuat pelaku usaha memiliki harapan yang besar untuk memperoleh pendapatan yang besar dari hasil budidaya jamur tiram seperti halnya Pondok Jamur Endan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: untuk mengetahui  strategi pemasaran produk jamur tiram. Mengetahui  strategi pemasaran produk jamur tiram. Penelitian ini dilakukan di Pondok Jamur Endang, Kelurahan Teratai Kecamatan Muara Bulian.Hasil dari penelitian analisis pemasaran menunjukan bahwa saluran pemasaran jamur tiram pada Pondok Jamur Endang terdapat empat saluran yaitu saluran I yakni pemasaran jamur tiram dari petani -  konsumen akhir, saluran II yakni pemasaran jamur tiram dari petani – pengecer – konsumen akhir, saluran III yakni pemasaran jamur tiram dari petani - perantara – pengecer – konsumen akhir, dan saluran IV yakni pemasaran jamur tiram dari petani – pedagang besar - perantara – pengecer – konsumen akhir

    Kajian faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usahatani karet

    Get PDF
    Analysis of Factors Affecting Rubber Farming Income in Mekar Jaya Village, Bajubang District. The objectives of this study are: (1) To determine the amount of rubber farming income in Mekar Jaya Village, Bajubang District (2) To determine the factors that affect rubber farming income. The study was conducted in April 2019. The sample taken in this study was 21 people. Based on the results of the study on income analysis that have been described previously, conclusions can be drawn. The conclusions are: (1) Rubber farming income. The income obtained by rubber farmers with a land area of ​​2.6 ha per farm earned an income of Rp. 37,372,666 / month and an average income per ha of Rp. 1,779,651 / month (2) The results of fertilizer cost data processing have a probability of 0.000, which indicates a positive influence of the production cost system on the income of rubber farmers. (3) Labor Testing. The results of labor data processing indicate a positive influence of the income system on rubber farmers. (4) Land Area Testing. The results of processing land area data show a positive influence of the income system and rubber farmers' income.Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Usahatani Karet di Desa Mekar Jaya Kecamatan Bajubang.Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui besarnya pendapatan usahatani karet di Desa Mekar Jaya Kecamatan Bajubang (2) Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usahatani karet. Penelitian dilakukan pada bulan April 2019. Sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 21 orang. Berdasarkan hasil penelitian tentang analisis pendapatan yang telah diuraikan sebelumnya, maka dapat ditarik simpulan. Adapun simpulannya adalah: (1) Pendapatan usahatani karet. Pendapatan yang diperoleh petani usahatani karet dengan luas lahan 2,6 ha per usahatani memperoleh pendapatan sebesar Rp. 37.372.666/bulan dan pendapatan rata-rata per ha sebesar Rp. 1.779.651/bulan (2) Hasil pengolahan data biaya pupuk memiliki probabilitas sebesar 0,000, hal ini menunjukkan adanya pengaruh positif antara sistem biaya produksi terhadap pendapatan petani karet. (3) Pengujian Tenaga Kerja. Hasil pengolahan data tenaga kerja menunjukkan adanya pengaruh positif antara sistem pendapatan terhadap petani karet. (4) Pengujian Luas Lahan. Hasil pengolahan data luas lahan menunjukkan adanya pengaruh positif antara sistem pendapatan terhadap pendapatan petani karet

    Development of learning media to improve writing skills with the theme of love for the homeland

    Get PDF
    Picture Series is a collection of images arranged sequentially according to the storyline. This study aims to develop a learning media for the Love Indonesia material to improve writing skills for Grade 5 elementary school students. This research applies the ADDIE development model, consisting of several stages: Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. This study produced a learning media assessed by two validators: a material expert, who gave a score of 92%, and a media expert, who gave a score of 94%, both of which fall under the "very feasible" category. The students’ responses were obtained through three stages of trials: the individual trial, which scored 95%; the small group trial, which scored 94%; and the large group trial, which scored 86% — all categorized as "very valid." These results indicate that the development of this picture series-based learning media is feasible to be implemented in classroom learning activities.Gambar Berseri adalah kumpulan gambar yang disusun secara berurutan sesuai alur cerita. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran pada materi cinta indonesia meningkatkan keterampilan menulis kelas V SD. Penelitian ini menggunakan model penelitian ADDIE dengan beberapa tahapan diantaranya Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation. Penelitian ini menciptakan sebuah media pembelajaran dengan penilaian dari dua validator yaitu ahli materi dengan nilai 92% dan ahli media dengan nilai 94% semuanya memenuhi kriteria “sangat layak”. Hasil penilaian respon siswa menggunakan 3 uji coba yaitu uji coba perorangan memperoleh nilai 95%. Uji coba kelompok kecil perolehan nilai 94%. Uji coba kelompok besar perolehan nilai 86% semuanya memenuhi kriteria “sangat valid”. Sehingga hal ini menunjukan bahwa pengembangan media pembelajaran gambar berseri ini layak untuk diimplementasikan dalam pembelajaran

    Implementasi nilai karakter kejujuran melalui permainan tradisional congklak pada hari tumpah budaya (HTB) di TK Kusuma Bangsa Keben Turi Lamongan

    No full text
    Honesty is a very important moral value in human life. Without honesty, relationships between individuals, families and communities can be damaged. Therefore, it is important to teach the value of honesty to children from an early age so that they grow into honest and responsible individuals through traditional games. This study aims to describe the implementation of character education through the traditional congklak game on the Hari Tumpah Budaya (HTB) at TK Kusuma Bangsa Keben Turi Lamongan. The method used in this research is a qualitative research method, with a descriptive research type. As for the determination of research subjects using purposive techniques, with data collection techniques using observation, interviews and documentation. While the data analysis uses descriptive analysis with the Miles and Hubberman models, namely data condensation, presentation and conclusions. To test the validity of the data using source and technique triangulation. The results of this study are that there is an application of honest character, namely honesty in relationships between children and honesty in self-acceptance. In addition, the research also identified the impacts, problems and solutions that arise in the implementation of honest character values through the traditional congklak game on the Hari Tumpah Budaya (HTB) at TK Kusuma Bangsa Keben Turi Lamongan.   Keywords: implementation, honesty, congklakKejujuran merupakan nilai moral yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Tanpa kejujuran, hubungan antar individu, keluarga, maupun masyarakat bisa rusak. Oleh karena itu, penting untuk mengajarkan nilai kejujuran kepada anak sejak dini agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang jujur dan bertanggung jawab melalui permainan tradisonal. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menggambarkan implementasi pendidikan karakter melalui permainan tradisional congklak pada hari tumpah budaya (HTB) di TK Kusuma Bangsa Keben Turi Lamongan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif, dengan jenis penelitian deskriptif. Adapun penentuan subyek penelitiannya menggunakan teknik pengumpulan datanya menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan analisis datanya menggunakan analisis deskriptif dengan model Miles dan Hubberman yaitu kondensasi data, penyajian dan kesimpulan. Untuk menguji keabsahaan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat penerapan karakter jujur yakni kejujuran dalam hubungan antar anak-anak dan kejujuran dalam menerima diri sendiri. Selain itu, penelitian juga mengidentifikasi dampak, masalah serta solusi yang muncul dalam implementasi nilai karakter jujur melalui permainan tradisonal congklak pada hari tumpah budaya (HTB) di TK Kusuma Bangsa Keben Turi Lamongan.   Kata Kunci: implementasi, jujur, congkla

    Examining the Types of Pronoun in Ancient ages

    Get PDF
     The pronoun is one of the independent words and is considered as a group of nouns and replaces nouns, prevents the repetition of nouns in words. Of course, the name that has already been mentioned in the word; Pronouns are divided into: personal or subject pronouns, sign pronouns, common pronouns, possessive pronouns, interrogative pronouns, important pronouns and pronouns. Personal pronouns in the ancient language did not have sex (male and female) and have three forms: singular, duplicate and plural. The pronoun is also used singular, duplicate and plural. The interrogative pronouns are who, what and which are and somehow come at the beginning of the sentence. Ambiguous pronouns are interrogative pronouns and have singular, masculine and Mont verb forms. The pronouns have different forms ta - ha, ha and fa, which are used for masculine, feminine and even. Possessive pronouns are used in different forms such as triple and triple gender, and common pronouns can also be utilized

    Studi kreatif: Pengaruh faktor produksi terhadap produksi kelapa sawit

    Get PDF
                                                                      Tujuan penelitian ini adalah : 1). untuk mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi tingkat produksi kelapa sawit di Kecamatan Bajubang Kabupaten Batanghari . Penelitian ini dilakukan dilakukan pada Kecamatan Bajubang sebagai wilayah studi dan Desa Petajen sebagai wilayah referensi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September  sampai dengan oktober 2021. Pada penelitian ini menggunakaan data yang telah dikumpulkan diteliti dan dianalisis dengan menggunakan metode analisis data kualitatif dan kuantitatif.  Analisis data kualitatif berupa karakteristik sosial ekonomi petani dilakukan melalui proses penyaringan data, pengkategorian/penggolangan dan penyimpulan. Dalam proses analisis data kualitatif, setiap interpretasi logis atas data akan dilengkapi dengan data-data kuantitatif sepanjang data tersebut dapat mendukung, mempertajam dan memperjelas interpretasi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data Hasil uji  t (parsial) nilai t tabel adalah 1,746 dengan tingkat signifikasi 0,05 (alfa 5%) diperoleh thitung untuk variabel luas lahan adalah sebesar 2,511 dan signifikasi sebesar 0,004 (sig < 0,05), t hitung untuk variabel modal adalah sebesar 4,412 dengan nilai signifikasdi sebesar 0,000 (Sig<0,05), thitung untuk variabel tenaga kerja adalah sebesart 3,102 dengan nilai signifikasi sebesar 0,001 (sig<0,05). Berdasarkan hasil uji t tersebut dapat disimpulkan bahwa luas lahan, modal dan tenaga kerja di Desa Petajen Kecamatan Bajubang secara parsial berpengaruh signifikan terhadap produksi kelapa sawit. Berdasarkan hasil uji F (uji serempak) diperoleh nilai Fhitung sebesar  18,733 atau lebih besar dari Ftabel yakni 3,24 maka dapat disimpulkan bahwa luas lahan, modal dan tenaga kerja serempak memiliki pengaruh terhadap produksi kelapa sawit. Koefisien determinasi atau Adjusted R Square adalah sebesar 0,737 hal ini berarti 73,7% dari variasi variabel produksi kelapa sawit yang dapat dijelaskan oleh variabel independen luas lahan, modal dan tenaga kerja

    Embedding religious character education through Karawitan in children

    Get PDF
    Religious character education prioritizes character building in children without neglecting the child's formal education. Elementary schools develop and nurture Karawitan to know how to instil and the impact of cultivating a religious character through the Karawitan itself. The type of research used in this study used a qualitative field study at SDN 4 Krebet, Jambon, Ponorogo. Data collection techniques using documentation, interviews, and observation. Data analysis uses data presentation, conclusion verification, and data reduction. In addition, data validity is carried out by extension, increasing accuracy in the research, extending observations, and triangulation. The cultivation of religious character at SDN 4 Krebet Jambon is instilled through songs (gendhing) or songs, wearing closed uniforms when playing karawitan, conveying material (history of musical instruments and vocals) from the walisongo era, and getting used to the krama language when playing karawitan. From cultivating the Karawitan above, students become accustomed to singing Islamic songs with all their hearts, wearing closed or Muslim clothing, knowing the history of various musical instruments and vocals in Karawitan and are accustomed to speaking krama when conversing in everyday life. The religious character through this Karawitan is inspired by the struggles of the walisongo who spread the Islamic religion through the skills of the land of Java, which are popular with the community. Besides being able to shape the religious character of students, Karawitan can also foster a sense of love for culture and love for the motherland

    Penerapan model pembelajaran problem based learning untuk meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar IPS

    No full text
    The purpose of this study was to find out whether the application of the Problem Based Learning learning model had an effect on increasing the social studies activity and achievement in class VII students of SMP Negeri I Glagah. The results showed that using the Problem Based Learning learning model had a positive impact on increasing activity and achievement. learning Social Sciences (IPS) in class VII students of SMP Negeri 2 Lamongan. Cycles 1 and 2 of the learning outcomes obtained by students show that cycle 1 can be seen that classically the learning completeness has increased, namely 68.75%, compared to the learning outcomes before the cycle, but still has not reached the specified classical completeness, which is 85% and the average value is 78 ,41. Cycle 2 can be seen that classically the learning completeness has been achieved because it is more than 85%, namely 87.50% and the average value is 82.91. Problem-based learning model, gradually students are able to increase their activeness in discussions and improve their problem-solving skills.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui mengetahui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning berpengaruh terhadap peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPS pada siswa kelas VII  SMP Negeri I Glagah .Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan melalui model pembelajaran Problem Based Learning memiliki dampak yang positif untuk peningkatan keaktifan dan prestasi belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) pada siswa kelas  VII SMP Negeri 2 Lamongan. Siklus 1 dan 2 hasil belajar yang diperoleh siswa menunjukkan bahwa siklus 1 dapat diketahui bahwa secara klasikal ketuntasan belajar sudah meningkat yaitu 68,75%, disbanding hasil belajar sebelum siklus, tetapi masih belum mencapai ketuntasan klasikal yang ditetapkan yaitu 85% dan nilai rata-rata78,41. Siklus 2 dapat diketahui bahwa secara klasikal ketuntasan belajar sudah sudah tercapai karena sudah lebih dari 85% yaitu 87,50% dan nilai rata-rata 82,91. Model pembelajaran berbasis masalah, secara bertahap siswa mampu meningkatkan keaktifan dalam berdiskusi dan meningkatkan kemampuan memecahkan masalah

    Desain teknologi pembelajaran untuk meningkatkan efektifitas dan hasil belajar

    No full text
    This study aims to find out how to use learning technology and learning outcomes and whether there is the use of technology as a learning medium to achieve effective learning outcomes. The type of research used is descriptive qualitative research. In this study, the focus of the research was the use of learning technology and learning outcomes in the Economic Education Study Program. The results of the study show that in the Economics Education Study Program, the use of learning technology has had a positive influence on lecturers in designing, implementing, and evaluating learning, but this has not fully had a positive effect on student learning gains. especially in the affective and psychomotor domains, while the influence of the use of learning technology has a positive impact on the cognitive domain of students.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang bagaimana pemanfaatan teknologi pembelajaran dan hasil belajar ada tidaknya pemanfaatan teknologi sebagai media pembelajaran untuk mencapai suatu hasil belajar yang efektif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini yang menjadi fokus penelitian adalah pemanfaatan teknologi pembelajaran dan hasil belajar di Prodi pendidikan ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Prodi pendidikan ekonomi bahwa pemanfaatan teknologi pembelajaran telah memberikan pengaruh positif terhadap para dosen dalam merancang, melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran akan tetapi hal itu belum sepenuhnya memberikan pengaruh positif terhadap perolehan hasil belajar peserta didik terutama dalam ranah afektif dan psikomotorik, sedangkan pengaruh pemanfaatan teknologi pembelajaran telah memberikan dampak yang positif dalam ranah kognitif mahasiswa

    Atribut Pengaruh atribut kreatif dalam dimensi kualitas pelayanan terhadap kepuasan mahasiswa

    No full text
    Kondisi persaingan penyelenggaraan pendidikan tinggi yang semakin kompetitif dan credible dibutuhkan peningkatan kualitas pelayanan untuk menggapai dan mempertahankan mahasiswa. Untuk meningkatkan kualitas pelayanan pada mahasiswa, perguruan tinggi perlu secara teratur mengukur kualitas pelayanan.  Pengukuran  kualitas pelayanan pendidikan tinggi sudut pandang mahasiswa, umumnya mengunakan metode SERVQUAL.  Metode penelitian kuantitatif, analisa data dilakukan dengan tekhnik analisis statistik deskriptif, jumlah  sample sebanyak 70 sample, dari hasil analisa uji validitas, uji reliabilitas dan analisisis regresi linier berganda ditemukan bahwa ada hubungan yang significant antara atribut kreatif dimensi kualitas pelayanan dengan kepuasan mahasiswa, baik secara sendiri-sendiri (parsial) maupun secara bersama-sama (simultan)

    55

    full texts

    72

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal of diversity in learning (JD)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇