Journal of Education Research
Not a member yet
1292 research outputs found
Sort by
Analisis Kemampuan Literasi Matematis Dalam Menyelesaikan Soal AKM Ditinjau dari Kemampuan Kognitif Peserta Didik
Berdasarkan hasil PISA 2022, Indonesia sudah mengalami kenaikan posisi dibandingkan 2018. Salah satu bentuk usaha pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia yaitu dengan melaksanakan Assesmen Nasional yaitu termuat dalam AKM literasi dan numerasi. Peserta AKM diambil secara acak dengan jumlah yang berbeda untuk setiap jenjang pada satuan pendidikan. Sedangkan peserta didik memiliki kemampuan yang berbeda. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana kemampuan literasi matematis peserta didik dalam menyelesaikan soal AKM dengan kemampuan kognitif yang berbeda. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metodologi penelitian studi kasus. Instrumen penelitian adalah wawancara dan tes literasi matematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan kognitif peserta didik sangat berpengaruh dalam menyelesaikan permasalahan literasi matematis. Peserta didik dengan kemampuan kognitif level tinggi mampu menyelesaikan soal AKM lebih baik dibandingkan peserta didik dengan peserta didik dengan kemampuan kognitif sedang dan kemampuan kognitif renda
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VII SMPN 1 Lewolema
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dalam meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri 1 Lewolema dengan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode gabungan kuantitatif dan kualitatif dengan menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus tindakan. Berdasarkan hasil tindakan perbaikan pada siklus 1 dan 2 dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada aktivitas manusia dan pemenuhan kebutuhan dengan hasil penelitian yang diperoleh pada silkus 1 dimana hampir semua siswa mengalami peningkatan namun dari 20 siswa yang mencapai KKM sebanyak 15 siswa atau 75% siswa yang sudah tuntas dan 25% siswa yang belum tuntas dan pada siklus 2 dari 20 siswa mengalami peningkatan maksimal yakni sebanyak 100% sudah mencapai standar KKM yang ditetapkan di SMP Negeri 1 Lewolema
Pengaruh Kedisiplinan dan Motivasi Guru Terhadap Kinerja Guru SMP dan MTs
Kedisiplinan dan motivasi guru diharapkan dapat meningkatkan kinerja guru. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis: (1) pengaruh kedisiplinan guru terhadap kinerja guru, (2) pengaruh motivasi guru terhadap kinerja guru, (3) pengaruh secara simultan kedisiplinan dan motivasi guru terhadap kinerja guru. Populasi 209 orang, sampel sebanyak 131 orang. Uji instrumen yang digunakan adalah uji validitas dan reliabilitas. Uji prasyarat menggunakan uji normalitas, uji linearitas, uji homogenitas, dan uji heteroskedastisitas. Analisis data menggunakan uji regresi, dan uji t. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) kedisiplinan guru (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru (Y), terbukti dengan nilai Sig sebesar 0,000 < 0,05, thitung 8,620 > ttabel 1,978, dan besarnya pengaruh sebesar 76,5% dengan kategori kuat; (2) motivasi guru berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru, terbukti dengan nilai Sig 0,000 < 0,05, thitung 6,284 > ttabel 1,978, dan besarnya pengaruh sebesar 62,5% dengan kategori kuat; (3) kedisiplinan dan motivasi guru berpengaruh positif dan signifikan secara simultan terhadap kinerja guru, terbukti dengan nilai Fhitung 41,074 > Ftabel 3,070, tingkat signifikansi 0,000 < 0,05, dan besarnya pengaruh sebesar 71,4 % dengan kategori kuat
Komparatif Sistem Pendidikan Indonesia dan Singapura
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan sistem pendidikan Indonesia dan Singapura, dengan fokus pada kurikulum, reformasi pendidikan, dan permasalahan utama. Menggunakan metode studi pustaka, data dikumpulkan dari jurnal, buku, dan media daring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Singapura memiliki sistem pendidikan yang lebih terstruktur, berstandar tinggi, dan berorientasi pada inovasi teknologi, sementara Indonesia sedang berupaya meningkatkan fleksibilitas dan relevansi melalui Kurikulum Merdeka. Studi ini memberikan rekomendasi untuk pengembangan pendidikan di Indonesia melalui adopsi praktik terbaik dari Singapura
Literature Review: Analisis Komparatif Algoritma CNN, KNN, dan SVM untuk Klasifikasi Penyakit Kelapa Sawit
Kelapa sawit adalah salah satu komoditas perkebunan yang populer di dunia dan di Indonesia, serta memiliki peran penting dalam subsektor perkebunan dalam meningkatkan perekonomian negara, akan tetapi penyakit pada tanaman kelapa sawit menghambat produksi optimal. Dengan tujuan untuk mendapatkan algoritma yang tepat untuk klasifikasi penyakit pada tanaman kelapa sawit, penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan melakukan perbandingan terhadap beberapa algoritma Convolutional Neural Network (CNN), K-Nearest Neighbor (KNN), dan Support Vector Machine (SVM) untuk meninjau literatur yang ada dengan memberikan analisis komprehensif. Hasil analisis menunjukkan bahwa algoritma yang paling populer dan paling efektif dengan tingkat akurasi diatas 90% adalah Convolutional Neural Network (CNN) dibandingkan K-Nearest Neighbor (KNN) dan Support Vector Machine (SVM). Metode yang banyak digunakan untuk pengujian keakuratan hasil adalah Confusion Matrix
Metode Mimicry Memorization dalam Pembelajaran Keterampilan Berbicara
Pembelajaran keterampilan berbicara (maharah kalam) dalam bahasa Arab sering menghadapi kendala akibat minimnya metode yang efektif dan sesuai dengan kebutuhan siswa pemula. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode Mimicry-Memorization dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa di MTsN 6 Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi analisis, melibatkan observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Teknik analisis data menggunakan metode Miles & Huberman, dimulai dari ruduksi, penyajian, hingga penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode mimicry memorization efektif dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa dan kemampuan berbicara mereka melalui latihan intensif imitasi dan penghafalan. Kesimpulannya, metode ini dapat diimplementasikan sebagai solusi praktis dalam pembelajaran bahasa Arab, khususnya bagi siswa pemula
Pengembangan Instrumen Pukulan Lob pada Olahraga Bulutangkis Usia 15-18 Tahun
Permasalahan dalam penelitian ini adalah pukulan lob bulutangkis siswa ekstrakurikuler masih kurang maksimal, sarana dan prasarana siswa pada saat praktek juga belum memadai, sehingga mempengaruhui pukulan lob bulutangkis siswa tersebut, tujuan penelitian ini untuk menciptakan terobosan terbaru dalam siswa ekstrakurikuler yang berprestasi yakni dengan melakukan pengembangan instrumen pukulan lob pada olahraga bulutangkis usia 15-18 tahun. Jenis penelitian pada penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (researce and development/R&D methode). Populasi pada penelitian ini berjumlah 30 orang, Teknik penarikan sampel adalah total sampling yang berjumlah 30 orang. Hasil validasi ahli materi yakni 100% katergori “sangat layak”, sedangkan hasil validasi ahli media yakni 98,55% kategori “sangat layak”, Hasil validitas tes korelasinya adalah 0,836 dengan besarnya kontribusi koefisien determinasinya adalah 69,89, sehingga dengan demikian dapat disimpulkan bahwa instrument tes pukulan lob pada olahraga bulutangkis usia 15-18 tahun tersebut sangat layak untuk digunakan. Kesimpulannya adalah tes tersebut sangat layak untuk digunakan instrument tes pukulan lob pada olahraga bulutangkis usia 15-18 tahu
Model Asesmen Kelulusan Fase B pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model asesmen kelulusan fase B pada mata pelajaran bahasa Indonesia di jenjang sekolah dasar, yang relevan dengan Kurikulum Merdeka. Fokus utama penelitian adalah menganalisis kebutuhan peserta didik dan guru, merancang model asesmen, serta membuktikan validitas instrumen tes berbasis model Rasch. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan ADDIE dengan lingkup Analisis, Desain, dan Pengembangan. Sampel penelitian melibatkan dua sekolah dasar dalam Gugus Jenderal Sudirman dengan 50 siswa kelas IV sebagai responden. Model asesmen yang dikembangkan dirancang untuk mengukur keterampilan berbahasa reseptif dan produktif, dengan validitas tes yang dievaluasi menggunakan pendekatan Rasch Model. Pendekatan ini dipilih karena kesederhanaannya dan kemampuannya dalam mengukur dimensi tunggal kemampuan secara akurat. Penelitian ini menghasilkan model asesmen kelulusan fase B yang komprehensif dan terstandarisasi, yang diharapkan dapat membantu guru dalam mengevaluasi ketercapaian pembelajaran peserta didik secara efektif, sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Indonesia sesuai dengan tuntutan Kurikulum Merdeka
Implementasi Model Pembelajaran Children Learning in Science (CLIS) Dalam Pembelajaran IPA Di Sekolah Dasar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi model pembelajaran Children Learning in Science di singkat dengan CLIS dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di Sekolah Dasar. Model pembelajaran ini dikembangkan dengan mempertimbangkan karakteristik perkembangan anak serta memfasilitasi proses pembelajaran yang interaktif dan partisipatif. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan melibatkan tiga belas siswa kelas V gugus dua puluh satu wilayah lima Kecamatan Lilirilau Kabupaten Soppeng sebagai partisipan. Data dikumpulkan melalui observasi dan evaluasi hasil belajar siswa. Analisis data dilakukan dengan pendekatan deskriptip kuantitatif untuk mendapatkan pemahaman mendalam tentang dampak implementasi model CLIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas siswa dan guru setiap pertemuan mengalami peningkatan aktivitas sehingga masuk dalam kategori tinggi. Rata-rata aktivitas belajar siswa setelah pelaksanaan model pembelajaran CLIS meningkat dan diklasifikasikan dalam kriteria aktivitas belajar yang tinggi, begitupun dengan hasil belajarnya yaitu dapat dilihat dari mean post test kelas eksperimen dengan mean pre test siswa. Terlihat rata-rata post test siswa lebih tinggi dibandingkan dengan nilai pre test siswa sebelum Implementasi model CLIS dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dampak positif CLIS dalam meningkatkan pemahaman dan keterlibatan siswa, dan pembelajaran lebih efektif
Epistemological Questions: Hubungan Akal, Penginderaan, Wahyu dan Intuisi Pada Pondasi Keilmuan Islam
Dalam kehidupan masyarakat modern seharusnya diperkuat upaya memperoleh kebenaran agama dan akal agar ada keseimbangan. Berpikir filsafat dan berpikir ilmiah tidak boleh dibuang dalam kehidupan masyarakat modern. Epistemology Islam bertujuan untuk memberikan ruang gerak bagi umat Muslim khususnya, agar bisa keluar dari belenggu pemahaman ilmu pengetahuan yang berdasarkan epistemologi Barat. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pustaka. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Sumber pengetahuan atau dengan kata lain alat atau cara untuk mendapatkan pengetahuan itu menurut para ahli filsafat bisa dibagi menjadi tiga cara; masing-masing disebut dengan Empirisme, Rasionalisme, dan Intuisi-Wahyu. Sedangkan menurut Alquran sumber pengetahuan itu ada indra dan atau akal serta hati. Islam tidak hanya menyebutkan pemberian Allah kepada manusia berupa indra atau akal, tetapi juga menganjurkan kita agar menggunakannya, sedang dengan hati Allah swt akan memberikan cahaya yang dengannya orangorang yang beriman dapat membedakan antara yang haq dan yang bathil. Akal adalah alat untuk berpikir dan berfilsafat yang bertujuan mencari kebenaran. Aktivitas akal merupakan daya yang luar biasa dalam mencari kebenaran yang merupakan objek pemikiran yang tidak pernah habis. Karena itu, akal tidak pernah puas terhadap sesuatu kebenaran yang diterimanya tanpa pembuktian secara rasional. Untuk memantapkan keimanan terhadap wahyu Allah serta untuk memberikan penjelasan terhadap mereka yang ragu, maka wahyu sangat membutuhkan peran serta akal untuk mengungkapkan kebenaran-kebenaran yang dibawa oleh wahy