Journal of Education Research
Not a member yet
1292 research outputs found
Sort by
Identifikasi Cerdas Apel Fuji dan Apel Hijau: Pendekatan K-Means Clustering untuk Segmentasi Buah
Dalam industri pertanian modern, mengidentifikasi jenis buah sangat penting untuk menjamin kualitas dan distribusi produk. Penelitian ini mengeksplorasi penerapan K-Means Clustering untuk segmentasi dan identifikasi Apel Fuji dan Apel Hijau menggunakan fitur dari citra buah. Proses dimulai dengan pengolahan citra, konversi dari RGB ke LBA, kemudian data hasil konversi dianalisis menggunakan K-Means Clustering. Selanjutnya dilakukan ekstraksi bentuk dan tekstur. Dari 20 gambar (10 apel Fuji dan 10 apel hijau), hasil menunjukkan bahwa 1 apel tidak teridentifikasi dengan benar, dengan akurasi mencapai 95%. Hal ini membuktikan bahwa metode K-Means Clustering cukup akurat dalam mengidentifikasi jenis apel
Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning dalam Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Kepedulian Lingkungan dan Pencegahan Polusi
Pembelajaran Kepedulian Lingkungan dan Pencegahan Polusi akan terasa membosankan jika hanya menggunakan metode ceramah yang umum digunakan pada pelajaran lainnya. Discovery Learning adalah suatu model pembelajaran dimana aktivitas atau kegiatan belajar menitikberatkan pada peserta didik dan kemampuan belajar dari peserta didik untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan mendorong siswa mencari jawaban sendiri. Tujuan dari penelitian ini untuk menerapkan model pembelajaran Discovery Learning dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar pada pembelajaran Kepedulian Lingkungan dan Pencegahan Polusi serta untuk mengetahui efektivitas penerapan pembelajaran Discovery Learning. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Lesson Study. Jenis penelitian yang dilakukan pada penelitian ini yaitu penelitian tindakan kelas. Peneliti memilih Cluster Random Sampling sebagai teknik sampling yang digunakan, Pengambilan sampel klaster (Cluster Random Sampling). Proses penerapan model pembelajaran discovery learning dilakukan melalui dua siklus yang meliputi tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan refleksi. Efektivitas penerapan model pembelajaran discovery learning terbukti meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik
Students' Scientific Literacy and Critical Thinking Skills: A Pre-Post Study on the Implementation of GI-MM
University-level learning is currently aimed at encouraging students to master high-level skills such as scientific literacy and critical thinking skills. This study aimed to determine the differences in scientific literacy and critical thinking among students before and after being taught using the Group Investigation-Mind Mapping (GI-MM) model. This quasi-experimental study used a one-group pretest-posttest design. The study population comprised of 55 students enrolled in a biochemistry course. Using the cluster random sampling technique, one class (19 students) was selected as the research sample. The instruments used in this study were multiple-choice written test questions to measure students' scientific literacy, and essay-type written test questions to measure students' critical thinking. Descriptive and inferential analyses were used for data analysis (paired t-test). The results showed that all indicators of students' scientific literacy improved after implementation of the GI-MM model, with an average increase of 40.04%. In addition, the mean pretest and posttest scores for the five indicators of students' critical thinking showed significant improvement after implementation of the GI-MM learning model, with an average increase of 61.43%. The paired t-test results reinforced the finding that there were significant differences in the students' scientific literacy and critical thinking skills before and after being taught using the GI-MM learning model
Transformation of Technology Literacy and Creative Thinking Skills of Prospective Biology Teachers through Interactive Microteaching
Higher education institutions play a crucial role in preparing biology teacher candidates to be proficient in technological advancements to meet the challenges of 21st-century learning. This study aimed to determine the differences in technology literacy and creative thinking skills among students before and after being taught using an interactive microteaching model that integrated technology and creativity. This quasi-experimental study used a one-group pretest-posttest design. The study population consisted of all the students enrolled in the microteaching course. Using the cluster random sampling technique, two classes (33 students) were selected as the research sample. The instruments used in this research were observation sheets that were used to measure students' technological literacy and creative thinking skills. Descriptive and inferential analyses were used for data analysis (paired t-test). The results showed that all observed indicators of technology literacy and creative thinking skills demonstrated significant improvements from pretest to post-test. Comparative test results using the paired t-test also confirmed that there were significant differences in the technology literacy variables and creative thinking skills among students before and after the implementation of the interactive microteaching model
Pelestarian Kaulinan Barudak melalui Kajian Nilai-Nilai Kearifan Lokal Permainan Pérépét Jéngkol
Artikel ini berjudul pelestarian kaulinan barudak melalui kajian nilai-nilai kearifan lokal permainan pérépét jéngkol. Penelitian ini bertujuan untuk melestarikan kaulinan barudak melalui kajian nilai-nilai kearifan lokal permainan pérépét jéngkol. Kaulinan pérépét jéngkol merupakan permainan anak khas Jawa Barat yang memiliki nilai kearifan lokal (local genius). Paradigma yang dilakukan pada penelitian ini adalah paradigma kualitatif dengan menggunakan metode tinjauan literatur dan deskriptif berbasis fenomenologis. Temuan pada penelitian ini antara lain yaitu, struktur pada kakawihan pérépét jéngkol adalah AA, pelestarian kaulinan pérépét jéngkol dilakukan dengan culture knowledge, kaulinan pérépét jéngkol mengandung nilai kearifan lokal yang meliputi nilai agama, nilai pendidikan, nilai sosial, dan nilai hiburan
Inovasi Pembelajaran PAI: Penerapan Kecerdasan Buatan untuk Meningkatkan Motivasi Siswa
Penelitian ini mengkaji penerapan Kecerdasan Buatan (AI) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk meningkatkan motivasi siswa di era digital. Menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif melalui kajian literatur dan dokumentasi, penelitian ini menganalisis berbagai sumber terkait implementasi AI dalam pendidikan agama. Hasil penelitian mengungkapkan tiga temuan utama: pertama, AI meningkatkan motivasi melalui personalisasi pembelajaran dan akses ke sumber yang luas; kedua, AI dalam PAI dapat diimplementasikan melalui chatbot, sistem rekomendasi, dan platform pembelajaran adaptif; ketiga, tantangan implementasi mencakup infrastruktur teknologi dan kesiapan guru. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan strategi inovatif dalam pembelajaran PAI dengan memanfaatkan teknologi AI, sambil mempertahankan nilai-nilai spiritual dalam pendidikan agama Islam
Pengaruh Coaching Supervisi Akademik oleh Kepala Sekolah terhadap Pengelolaan Kelas dan Gaya Mengajar Guru di Sekolah Dasar: Studi Kuasi-Eksperimen
Kepala sekolah jarang melakukan coaching terhadap guru-guru yang dipimpinnya, terutama dalam hal kemampuan guru saat mengelola kelas dan gaya mengajar yang dilakukan guru di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh Coaching Supervisi Akademik (CSA) oleh kepala sekolah terhadap pengelolaan kelas dan gaya mengajar guru di sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah kuasi-eksperimen dengan 14 guru, yang dibagi menjadi kelompok eksperimen (7 guru) dan kelompok kontrol (7 guru). Hasil menunjukkan bahwa CSA memiliki pengaruh signifikan terhadap pengelolaan kelas dan gaya mengajar guru dengan peningkatan N-Gain sebesar 38,57% pada kelompok eksperimen dibandingkan 7,14% pada kelompok kontrol. Penelitian ini menegaskan pentingnya implementasi CSA dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar. Gaya mengajar guru yang tidak monoton membuat suasana kelas lebih hidup dan siswa jauh lebih bersemangat belajar. Siswa yang semangat belajar menunjukan hasil belajar kognitif, afektif, dan psikomotorik yang cenderung kearah positif.
Strategies in Building an Attitude of Independence in Students at Tadika Suria Permata
Penelitian ini menggunakan strategi penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek guru kelas dan siswa untuk mengetahui metode dan tantangan yang dihadapi oleh pengajar Pendidikan Agama Islam di Tadika Suria Permata dalam menumbuhkan sikap kemandirian pada siswanya. Metode pengumpulan data antara lain dengan melakukan wawancara dan observasi partisipan. Peneliti menggunakan metode wawancara ini untuk mempelajari pendekatan instruktur dalam membantu siswa menjadi pembelajar yang lebih mandiri, serta tantangan yang mereka hadapi selama proses tersebut. Analisis data penelitian terdiri dari tiga langkah: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis data menunjukkan bahwa setelah menggunakan strategi pembelajaran kontekstual, sejumlah siswa merasa lebih nyaman untuk mengambil inisiatif belajar sendiri. Dengan pendekatan kontekstual ini, anak-anak dapat belajar tentang hal-hal yang benar-benar penting bagi mereka dan mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang dunia. Pendekatan pembelajaran kontekstual dan strategi pemberian tanggung jawab digunakan oleh guru di Tadika Suria Permata. Siswa didorong untuk mengambil alih pembelajarannya sendiri dengan bertanggung jawab mengatur waktu sendiri, membuat jadwal belajar sendiri, dan menyelesaikan tugas secara mandiri
Desain Kurikulum PAI Berbasis Karakter: Integrasi Pengetahuan, Etika, dan Spiritualitas
Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) yang baik tidak hanya berkonsentrasi pada pembelajaran, tetapi juga membangun karakter siswa melalui integrasi pengetahuan, etika, dan spiritualitas. Penelitian ini menunjukkan bahwa kurikulum integratif dapat meningkatkan pemahaman agama siswa hingga 30% dan membangun karakter berbasis pengetahuan, etika, dan spiritualitas. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif yang menggunakan metode studi literatur dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum yang menggabungkan penguatan spiritual, kegiatan reflektif, dan pembelajaran berbasis nilai dapat meningkatkan pemahaman agama dan membentuk karakter yang lebih baik. Dengan demikian, desain kurikulum PAI yang integratif dapat menjadi solusi untuk masalah pendidikan karakter di era modern
Peran Hubungan Masyarakat (Humas) dan Citra Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai dalam Mensosialisasikan Penerimaan Mahasiswa Baru
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kehumasan dalam rangka meningkatkan citra positif perguruan tinggi di Kabupaten Kampar. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian meliputi Rektor dan Kepala Bagian Kehumasan. Pengumpulan data dilakukan melalui metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran kehumasan dalam meningkatkan citra positif perguruan tinggi di Kabupaten Kampar dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan, namun dalam pelaksanaannya, beberapa aspek masih belum dilakukan secara terstruktur. Hasil survei tahun 2023 menunjukkan bahwa hanya 45% masyarakat di Kabupaten Kampar yang mengetahui program-program unggulan dari perguruan tinggi lokal. Data ini menunjukkan pentingnya peran Humas dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dan membangun citra