Journal of Education Research
Not a member yet
1292 research outputs found
Sort by
Mengenal dan Mencegah Cyberbullying: Tantangan Dunia Digital
Cyberbullying merupakan Perundungan maya di platform digital yang bertujuan untuk menjatuhkan, mempermalukan, dan mengejek orang lain. Penelitian ini berfokus pada mengungkap fenomena cyberbullying di media sosial serta membahas terkait faktor, dampak, dan pencegahannya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam fenomena cyberbullying, mengeksplorasi faktor-faktor penyebabnya, menganalisis dampak yang dihasilkannya, serta mengidentifikasi strategi pencegahan yang efektif. Cyberbullying adalah tindakan perundungan yang dilakukan secara berulang dan disengaja, seperti mengejek, mengganggu, serta merendahkan target di media sosial. Tindakan ini dapat menimbulkan dampak serius bagi korban, termasuk kecemasan, depresi, dan bahkan risiko bunuh diri. Upaya mencegah tindakan bullying di media media sosial dapat memaksimalkan sikap etika berinternet, peran orang tua lebih intensif, pihak kepolisian rutin melakukan kegiatan sosialisasi dan penyuluhan anti bullying, dan organisasi sosial
Implementasi Kepemimpinan Progresif di SMA
Kunci keberhasilan pengelolaan dan pengembangan sekolah adalah kepala sekolah. Kepala sekolah harus memiliki tipe kepemimpinan progresif dalam mengelola dan mengembangkan sekolahnya. Kepala sekolah harus mampu berfikir cerdas sehingga memunculkan berbagai kreatifitas dan inovasi dalam pengembangan sekolah. Tujuan penelitian yaitu Mendeskripsikan implementasi kepemimpinan progresif kepala sekolah di SMA Negeri enam Surakarta; Mendeskripsikan tantangan yang dihadapi; Mendeskripsikan solusi pemecahan masalah. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diambil dari informan yaitu guru dan karyawan yang telah bekerja minimal lima tahun di SMA Negeri enam Surakarta sehingga mengenal Kepala Sekolah dengan baik. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitiannya yaitu: Implementasi kepemimpinan progresif pada kegiatan sekolah, meliputi penyusunan rencana kegiatan dan anggaran sekolah, penyusunan program sekolah, pemilihan Wakil Kepala Sekolah, pelatihan bebasis IT, Peningkatan Keprofesian Berkelanjutan, pembentukan Kombel tingkat sekolah, dan penggunaan e rapot, website sekolah, dan media sosial; Tantangannya yaitu resistensi terhadap perubahan, keterbatasan sumber daya, tekanan dari kurikulum yang padat dan tuntutan administratif, serta kurangnya kompetensi staf dan guru; Upaya mengatasi tantangan melalui berbagai strategi mencakup pendekatan inklusif, pemanfaatan sumber daya yang ada, peningkatan komunikasi, dan pengembangan kompetens
The Constructive Career Counseling pada Pengguna Narkoba dalam Proses Rehabilitasi: Bimbingan Karir
Individu dengan gangguan penyalahgunaan zat (S-AD) juga merupakan manusia yang membutuhkan pengembangan diri dan karir di masa depan. Pengembangan karir individu dengan GPZ belum sepenuhnya dipertimbangkan dalam perencanaan program rehabilitasi narkoba, meskipun secara keseluruhan program rehabilitasi sudah sangat baik. Pengukuran kemampuan perencanaan karir perlu diukur dengan kondisi individu penderita GPZ. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kemampuan perencanaan karir individu GPZ yang menjalani rehabilitasi narkoba. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Data variabel kemampuan perencanaan karir dikumpulkan pada subjek penelitian pada individu dengan GPZ. Data kuantitatif dikumpulkan melalui kuesioner kemampuan perencanaan karir dengan 32 pertanyaan, Konselor harus mampu mengembangkan sepuluh keterampilan perencanaan karir tentang cara mempelajari informasi, diskusi karir dengan orang dewasa, pelatihan yang berkaitan dengan pendidikan, pengetahuan tentang kondisi kerja, diskusi tantangan karir, merencanakan pekerjaan setelah program rehabilitasi, mengatur waktu luang, mengembangkan rasa percaya diri. selama rehabilitasi, serta keadaan diri saat bekerja tanpa obat-obatan terlarang. Meskipun keterampilan perencanaan karir rendah, konselor kecanduan mempunyai peran dalam perkembangan mereka, dengan sepuluh kemampuan ditemukan melalui konseling karir. Konseling karir sebagai konselor kecanduan berupaya membantu individu dengan GPZ mengembangkan potensinya
Peningkatan Motivasi dan Karakter WASAKA Menggunakan Model Problem Based Learning dan Think Pair and Share Terintegrasi STEM Muatan IPA
Permasalahan yang terdapat dalam penelitian ini adalah rendahnya motivasi belajar dan karakter WASAKA siswa pada pelajaran IPA. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan aktivitas guru, menganalisis motivasi, aktivitas, karakter WASAKA dan hasil belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas V semester genap SDN Telawang empat Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas guru Sembilan puluh tujuh persen sangat baik, hasil belajar emosional siswa terbudaya seratus persen, dan hasil belajar psikomotorik siswa Sembilan puluh tujuh persen sangat baik. Sembilan puluh persen keterlibatan siswa masuk dalam kelompok sangat aktif, dan serratus persen motivasi belajarnya masuk dalam kategori sangat tinggi. Disimpulkan bahwa motivasi dan karakter siswa kelas V WASAKA pada materi IPA dapat ditingkatkan dengan penerapan metodologi gabungan STEM PBL dan TPS
Pengembangan Media Pembelajaran Komik Digital Wuza (Wujud Zat dan Perubahannya) Berbasis Pixton untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas IV SD
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media komik digital IPAS yang layak dan efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa kelas IV di SD Kalikuning. Penelitian ini menggunakan model pengembangan 4D (Define, Design, Develop, Disseminate) dengan subjek uji coba lapangan sebanyak 18 siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan angket, serta dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Penelitian ini didorong oleh rendahnya motivasi belajar siswa yang cenderung pasif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa media komik digital IPAS sangat layak dan efektif digunakan. Validasi ahli materi memperoleh skor rata-rata 4,6 dan validasi ahli media memperoleh skor 4,5, keduanya dalam kategori sangat layak. Uji coba pada siswa memperoleh skor 96,60% dan pada guru 4,3, juga dalam kategori sangat layak. Tes pre-test dan post-test menunjukkan skor N-Gain rata-rata 0,74 (kategori efektif) dan peningkatan skor rata-rata 9,50, membuktikan peningkatan motivasi belajar siswa
Implementasi Komunitas Praktisi dalam Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru Bersertifikat Pendidik
Implementasi komunitas praktisi di Gugus Galaksi belum berjalan efektif saat ini maka penting untuk diidentifikasi penyebabnya dan dicari solusi yang sesuai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi Komunitas Praktisi dalam meningkatkan kompetensi profesional guru di Gugus Galaksi, antara lain meningkatkan (1) kolaborasi dan berbagi pengetahuan antar anggota komunitas (2) kualitas praktik dan kinerja anggota komunitas, (3) profesionalisme anggota komunitas. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Subyek penelitian ini adalah kepala sekolah dan guru yang berada di sekolah dasar di gugus Galaksi Kecamatan Jatinegara Kabupaten Tegal yang terdiri dari 10 sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kolaborasi dan berbagi pengetahuan antar anggota komunitas gugus Galaksi membawa banyak manfaat positif, baik bagi guru, siswa, maupun sekolah. Poin penting yang dapat disimpulkan antara lain meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru, meningkatkan kualitas pembelajaran, membangun komunitas profesional, meningkatkan motivasi guru dan meningkatkan hasil belajar siswa, (2) Kualitas praktik dan kinerja anggota komunitas gugus Galaksi mengalami peningkatan. Hal ini dipengaruhi beberapa faktor antara lain kompetensi guru yang baik dalam bidang pedagogi, materi pelajaran, dan keterampilan mengajar akan menghasilkan praktik dan kinerja yang lebih berkualitas, guru yang memiliki motivasi dan semangat yang tinggi untuk mengajar akan lebih aktif dan kreatif dalam menerapkan praktik-praktik terbaik dalam pembelajaran, (3) Profesionalisme anggota komunitas gugus Galaksi antara lain memiliki pengetahuan, keterampilan, dan etika yang mumpuni untuk mengajar secara efektif dan membantu siswa mencapai potensi terbaik, menjadi teladan bagi siswa dan membantu guru mengembangkan nilai-nilai moral dan karakter yang baik, dan menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan supportive bagi semua siswa
Pengaruh Supervisi Akademik Kepala Sekolah dan Kegiatan KKG terhadap Profesionalisme Guru Sekolah Dasar
Meningkatkan profesionalisme guru, kita dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan mempersiapkan generasi muda untuk masa depan yang lebih cerah. Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis pengaruh (1) supervisi kepala sekolah terhadap profesionalisme guru, (2) kegiatan KKG terhadap Profesionalisme guru (3) supervisi Kepala sekolah dan kegiatan KKG terhadap profesionalisme guru sekolah dasar di Kecamatan Jatinegara Kabupaten Tegal. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dimana penelitian berfokus pada data numerik yang dapat diukur dan dianalisis secara statistik. Penelitian kuantitatif adalah metode penelitian yang menggunakan data numerik untuk menjawab pertanyaan penelitian. Data ini dikumpulkan melalui survei. Metode survei adalah metode penelitian kuantitatif yang digunakan untuk mengumpulkan data dari sampel populasi yang besar. Data ini dikumpulkan melalui kuesioner, baik secara langsung, maupun online. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah dilakukan, dapat ditarik kesimpulan bahwa (1) Supervisi kepala sekolah memiliki pengaruh yang signifikan terhadap profesionalisme guru. Hasil survei menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan variabel independen X1 dengan variabel dependen karena nilai p-value uji t untuk X1 sebesar 0,00 lebih kecil dari 0,05 yang berarti bahwa supervisi akademik kepala sekolah diterima dengan baik oleh mayoritas guru. Hal ini menunjukkan bahwa supervisi akademik memiliki potensi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran siswa, (2) Kegiatan KKG memberikan pengaruh yang positif terhadap profesionalisme guru. Hasil survei menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara variabel independen X2 dengan variabel dependen karena nilai p-value uji t untuk X2 sebesar 0,00 lebih kecil dari 0,05. (3) Supervisi kepala sekolah dan kegiatan KKG merupakan dua elemen penting dalam meningkatkan profesionalisme guru. Hasil survei menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara variabel independen secara bersama-sama dengan variabel dependen karena nilai p-value uji F (Sig. F Change) sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05
Stimulasi Peningkatan Kemampuan Problem Solving pada Anak Usia 4-5 Tahun melaui Media Busy Jar
Problem solving merupakan bagian perkembangan kognitif untuk mengatasi permaslahaan dalam kehidupan manusia. Rendahnya kemampuan problem solving akan mempengaruhi kualitas kehidupan manusia termasuk anak-anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan problem solving melalui media busy jar pada anak usia. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas dengan model penelitian Kemmis dan Mc. Taggart. Penelitian dilakukan dengan dua siklus dan setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah 22 anak usia 4-5 tahun. Metode pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Peningkatan kemampuan problem solving dikatakan berhasil apabila presentase kemampuan problem solving anak mencapai target dari jumlah anak secara keseluruhan. Hal ini dibuktikan pada saat pra siklus tindakan kelas problem solving belum berkembang sesuai harapan, kemampuan problem solving mulai berkembang dengan baik pada siklus satu setelah diadakannya penelitian tindakan kelas kemampuan problem solving anak mengalami peningkatan pada setiap siklusnya. Hasil penelitian membuktikan bahawa media Busy Jar dapat meningkatkan kemampuan problem solving
Pengembangan Media Pembelajaran Powerpoint Interaktif untuk Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru
Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menganalisis kebutuhan guru, peserta didik dan sekolah akan media pembelajaran PowerPoint Interaktif, (2) Membuat desain pengembangan. (3) Menguji kelayakan pengembangan, (4) Mengembangkan media pembelajaran PowerPoint Interaktif untuk meningkatkan kompetensi profesional guru. Peneltian ini menggunakan model penelitian Research and Development (R&D) dengan pendekatan kualitatif memungkinkan peneliti untuk menjelajahi persepsi dan pemahaman individu secara detail untuk mendapatkan pemahaman tentang pengembangan media pembelajaran PowerPoint Interaktif dan peningkatan kompetensi guru. Berdasarkan hasil penelitian dapat kesimpulan bahwa analisis kebutuhan guru akan media media pembelajaran PowerPoint Interaktif antara lain. (1) Analisis kebutuhan peserta didik, dan sekolah akan media pembelajaran PowerPoint Interaktif antara lain peserta didik membutuhkan media pembelajaran yang dapat memotivasi dan membantu membantu mereka memahami materi dengan lebih mudah serta membantu mereka mengembangkan keterampilan abad ke-21, seperti komunikasi, kolaborasi, dan pemecahan masalah. (2) Desain pengembangan media pembelajaran PowerPoint Interaktif untuk meningkatkan kompetensi profesional guru yaitu menentukan jenis media pembelajaran, membuat Storyboard yang membantu memvisualisasikan alur cerita, urutan materi, dan elemen-elemen penting dalam media pembelajaran, Membuat slide presentasi yang menarik dan interaktif untuk menarik perhatian siswa dan membantu memahami materi pelajaran dengan lebih mudah. (3) Kelayakan pengembangan media pembelajaran PowerPoint Interaktif terdiri dari 6 indikator yang divalidasi oleh ahli ahli media dengan hasil sebagai berikut: kesesuaian isi dengan tujuan pembelajaran: 83.33% (sangat layak), ketepatan dan kelengkapan materi:76.39% (layak), kejelasan penyampaian materi: 87.50% (sangat layak), kecocokan media dengan sasaran pengguna: 89.58% (sangat layak), kualitas media: 81.82%, (sangat layak) dan keefektifan media dalam membantu pembelajaran: 80.77% (sangat layak). (4) pengembangan media pembelajaran PowerPoint Interaktif untuk meningkatkan kompetensi profesional guru SD Negeri Sitail Kecamatan Jatinegara memperoleh hasil sebagai berikut: observasi guru kelas 1 skor 160 (87,4% amat baik), kelas 2 skor 160 (84,2% baik), kelas 3 skor 162 (85,3% baik), dan kelas 4 skor 165 (86,8% amat baik)
Pengaruh Media Gambar Interaktif terhadap Minat Belajar Siswa pada Pembelajaran IPA di Kelas IV SD
Minat sangat besar pengaruhnya terhadap hasil belajar, karena apabila bahan pelajaran yang dipelajari tidak sesuai dengan minat, siswa tidak akan belajar dengan baik sebab tidak menarik baginya. Dapat di simpulkan minat belajar adalah rasa lebih suka dan ketertarikan pada satu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Rendahnya Minat belajar siswa pada pembelajaran Ilmu pengetahuan alam disebabkan karena kurangnya penggunaan media pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Adapun tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengetahui pengaruh Media Gambar Interaktif Terhadap Minat Belajarr Siswa Pada Pembelajaran IPA di Kelas IV SD Bina Taruna Jaya Medan. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian kuantitatif model eksperiment dengan subjek yakni siswa kelas IV SD yang berjumlah 24 siswa. Hasil dalam penelitian ini menunjukan jika persentase Minat belajar siswa mengalami peningkatan pada setiap siklusnya yakni pada prasiklus 58,33% lalu pada siklus I adalah 75% dan 96% pada siklus II. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan Minat belajar mata Pelajaran IPA siswa kelas IV setelah menggunakan Media Gambar Interakti