Journal of Education Research
Not a member yet
1292 research outputs found
Sort by
Eksplorasi Pengalaman Mahasiswa Muslim dalam Menerapkan Nilai-nilai Islam di Kehidupan Kampus
Keberadaan mahasiswa Muslim di dunia kampus menjadi perhatian penting dalam pengembangan nilai-nilai Islam di lingkungan kampus. Mereka harus menyesuaikan diri dengan lingkungan kampus yang heterogen dan juga menghadapi berbagai perbedaan dan budaya yang tidak selalu sejalan dengan nilai-nilai Islam. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman mahasiswa Muslim dalam menerapkan nilai-nilai Islam di kehidupan kampus. Dengan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam bagi mahasiswa Muslim di Universitas Lancang Kuning. Temuan menunjukkan bahwa identitas agama memainkan peran sentral dalam kehidupan kampus mahasiswa Muslim, namun mereka juga dihadapkan pada berbagai tantangan dalam menerapkan nilai-nilai Islam. Dukungan dari komunitas dan pengajar serta relevansi nilai-nilai Islam dalam konteks akademik menjadi faktor penting dalam pengalaman mereka. Implikasi dari penelitian ini termasuk peningkatan kesadaran dan sensitivitas terhadap kebutuhan mahasiswa Muslim, pengembangan program dukungan yang lebih efektif, dan integrasi nilai-nilai Islam dalam kurikulum pendidikan tinggi
Tantangan Komunikasi dalam Negosiasi Bisnis Lintas Budaya
Penelitian ini mendalami tantangan komunikasi yang timbul dalam konteks negosiasi bisnis lintas budaya, sebuah aspek yang semakin penting dalam pendidikan global di era saat ini. Dengan meningkatnya integrasi global, interaksi bisnis lintas budaya tidak hanya menjadi umum tetapi juga semakin kompleks. Faktor-faktor seperti perbedaan budaya, bahasa, dan konteks sosial-politik memainkan peran penting dalam proses negosiasi tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana faktor-faktor tersebut memengaruhi komunikasi dalam konteks negosiasi bisnis lintas budaya dan implikasinya dalam konteks pendidikan. Metode studi literatur digunakan untuk menganalisis berbagai sumber informasi yang relevan, termasuk artikel, buku, dan jurnal ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman mendalam tentang perbedaan budaya, bahasa, dan konteks sosial-politik sangat penting dalam mencapai kesuksesan dalam negosiasi lintas budaya, yang juga relevan dalam konteks pendidikan global. Rekomendasi disarankan bagi lembaga pendidikan dan para profesional di bidang pendidikan untuk memberikan perhatian khusus terhadap pelatihan komunikasi lintas budaya serta menciptakan lingkungan belajar yang beragam budaya untuk meningkatkan efektivitas pendidikan lintas budaya
Pengaruh Kompetensi Tenaga Administrasi Sekolah dan Budaya Sekolah terhadap Layanan Sekolah
Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kompetensi tenaga administrasi sekolah dan budaya sekolah terhadap layanan sekolah. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif digunakan untuk meneliti pada sampel populasi. Populasi dalam penelitian ini sebanyak tiga ribu duaratus enam puluh tiga orang. Penentuan sampel dengan cluster random sampling pada empat SMP negeri di Kabupaten Magetan dan juga menggunakan rumus Slovin dengan jumlah sampel tiga ratus lima puluh tujuh. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Teknik analisis data analisis deskriptif dengan uji prasyarat menggunakan uji normalitas dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan kompetensi tenaga administrasi sekolah terhadap layanan sekolah. Pengaruh budaya sekolah terhadap layanan sekolah dapat dilihat dari perhitungan ada pengaruh budaya sekolah terhadap layanan sekolah. Pada perhitungan secara keseluruhan diperoleh adanya pengaruh signifikan kompetensi tas dan budaya sekolah terhadap layanan sekolah
Hubungan Supervisi Akademik, Pengalaman Mengajar, dan Kompetensi Profesional dengan Kinerja Guru
Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara supervisi akademik, pengalaman mengajar, kompetensi profesional terhadap kinerja guru, metode Penelitian ini termasuk dalam penelitian non eksperimen atau penelitian ex-post facto dengan pendekatan penelitian kuantitatif, sementara itu jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian korelasional. populasi penelitian pada seribu satu guru di Sekolah Menengah Pertama Negeri. Teknik Sampling yang digunakan ini menggunakan metode Cluster Random Sampling. Populasi dari Cluster merupakan sub populasi dari tolal populasi sehingga menjadi tiga ratus sembilan puluh sembilan responden. alat pengumpul data yang digunakan adalah non tes, yaitu berupa angket dan kuesioner. Hasil berdasarkan pengujian korelasi menunjukkan bahwa dilihat dari nilai signifikansi punya hubungan supervisi akademik terhadap kinerja guru, dan untuk korelasi antara pengalaman mengajar dengan kinerja guru menunjukkan ada hubungan berdasarkan dengan nilai signifikan, sedangan untuk kompetensi profesional berdasarkan nilai signifikansi ada hubungan, sehingga kesimpulan bisa di jelaskan dari hasil peneltian rata – rata dari variabel tersebut ada hubungan dengan kinerja guru
Implementasi Pola Asuh Orang Tua dalam Pembentukan Karakter Anak Sekolah Minggu Buddha di Vihara Theravada Buddha Sasana Kelapa Gading
Pola asuh merupakan salah satu komponen penting dalam pembentukan karakter anak. Dalam hal ini orang tua wajib memahami jenis pola asuh, karena hal ini menjadi faktor yang penting dalam pembentukan karakter anak. Implementasi pola asuh orang tua yang sesuai akan mempengaruhi pada tumbuh kembang anak baik secara mental dan sosialnya. Jika pola asuh yang digunakan orang tua tidak sesuai, maka hal tersebut juga akan berpengaruh terhadap perkembangan karakter anak yang mengarah pada pembentukkan karakter yang buruk. Oleh karenanya implementasi pola asuh orang tua dalam membentuk karakter anak harus disesuaikan dengan perkembangan zaman dan harus memahami karakter anak terlebih dahulu, karena anak memiliki karakter yang berbeda sehingga tidak semua jenis pola asuh dapat di implementasikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada orang tua di Vihara Theravada Buddha Sasana Kelapa Gading dalam mengimplementasikan pola asuh yang sesuai dalam upaya membentuk karakter positif pada diri anak yang berlandaskan pada nilai - nilai Buddhis. Pada penelitian ini, penulis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukan bahwa untuk membentuk karakter anak supaya memiliki kepribadian yang baik atau sesuai harapan orang tuanya, maka orang tua perlu memberikan kesempatan kepada anak untuk dapat bertanggung jawab terhadap apa yang telah dilakukan sehingga anak memiliki komitmen dan sebisa mungkin berusaha untuk dapat menyelesaikan permasalahannya
Peran PPKn sebagai pendidikan Multikultur dalam Meningkatkan Toleransi Siswa
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk lebih memahami peran pendidikan pancasila dan kewarganegaraan dalam mengembangkan toleransi siswa di sekolah menengah atas. Penelitian ini berfokus pada siswa kelas X SMA Negeri dua Klari. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif yang dikombinasikan dengan metode deskriptif. Guru pendidikan pancasila dan kewarganegaraan atau PPKn dan siswa kelas X berpartisipasi dalam penelitian ini. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dalam tiga tahap: reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PPKn memiliki peran besar dalam meningkatkan pemahaman dan sikap siswa tentang toleransi. Siswa mengembangkan kesadaran yang mendalam tentang pentingnya toleransi ketika menghadapi keragaman masyarakat dengan mempelajari cita-cita Pancasila seperti Bhinneka Tunggal Ika, Ketuhanan Yang Maha Esa, dan Persatuan Indonesia. Pendidikan multikultural melalui mata pelajaran PPKn merupakan teknik yang berhasil untuk menumbuhkan generasi yang toleran dan menghargai perbedaan masyarakat
Manajemen Kegiatan Ekstrakurikuler dalam Meningkatkan Prestasi Non Akademik Siswa di SMA Negeri 1 Aek Natas
Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan yang dilakukan di luar jam pelajaran dan bertujuan untuk memperluas pengetahuan dan kemampuan peserta didik. Kegiatan ekstrakurikuler memungkinkan siswa yang memiliki minat dan bakat untuk menunjukkan potensi mereka dan meningkatkan prestasi mereka. Siswa tidak hanya mendapat manfaat dari prestasi akademik mereka; mereka juga dapat memperoleh manfaat dari kemampuan mereka untuk berinteraksi dan bersosialisasi dengan orang lain. Prestasi di bidang non akademik dapat dicapai dengan manajemen eksrakurikuler yang baik. SMA Negeri satu Aek Natas memiliki banyak siswa yang berprestasi non akademik. Studi ini menggunakan metodologi deskriptif kualitatif. Wawancara, observasi, dan dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, untuk meningkatkan prestasi non akademik siswa di SMA Negeri satu Aek Natas, manajemen kegiatan ekstrakurikuler harus dilakukan dengan cara berikut : Perencanaan kegiatan ekstrakurikuler dibuat pada awal tahun ajaran. Kedua, kegiatan dilaksanakan setiap hari sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan; dan ketiga, evaluasi dilakukan dengan kehadiran guru pembina dan siswa. Setelah penerapan manajemen kegiatan ekstrakurikuler, prestasi non-akademik siswa telah meningkat dan terus meningkat setiap tahunnya. SMA Negeri satu Aek Natas dapat mencapai prestasi di tingkat kabupaten dan provinsi dengan manajemen ekstrakurikuler yang baik karena proses pendidikannya berjalan dengan baik dan lancar
Pengaruh Layanan Konseling Kelompok Menggunakan Teknik Role Playing dalam Mereduksi Perilaku Bullying pada Siswa
Perilaku bullying merupakan perilaku menyakiti orang lain secara berulang-ulang yang masih sering dilakukan oleh remaja. Padahal, di sisi lain ada banyak dampak negatif dari perilaku bullying baik jangka pendek ataupun jangka panjang. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh layanan konseling kelompok menggunakan teknik role playing dalam mereduksi perilaku bullying pada siswa. Metode penelitian menggunakan quasi eksperimen. Hasil mean skor pre-test kelompok eksperimen diperoleh sebesar 97,63 dan saat post-test menurun sebesar 70,13. Dari hasil uji paired sample t-test diperoleh bahwa mean penurunan kelompok eksperimen dengan perolehan sebesar 27,5 lebih besar dari mean penurunan kelompok kontrol yang hanya memperoleh sebesar 15,0. Pada uji hipotesis kelompok eksperimen menggunakan uji paired sample t-test diperoleh bahwa nilai Sig. (2-tailed) = 0.000 dimana nilai tersebut < 0.05. Jadi, hipotesis dalam penelitian ini Ha diterima. Artinya, pemberian layanan konseling kelompok menggunakan teknik role playing berpengaruh dalam mereduksi perilaku bullying siswa kelas VIII SMPN 10 Kota Serang
Analysis of Islamic Counselling and Learning Motivation: Keys to Successful Student Academic Achievement
Prestasi akademik pada siswa pendidikan agama Islam merupakan ukuran keberhasilan dalam proses pendidikan yang mencakup pencapaian hasil belajar siswa dalam konteks mata pelajaran agama Islam. Konsep diri akademik siswa memiliki peran penting dalam menentukan prestasi akademik mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki dampak layanan konseling Islami terhadap motivasi belajar dan prestasi akademik siswa pendidikan agama Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian eksperimen. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara statistik untuk menguji efektivitas konseling Islami dan motivasi belajar terhadap prestasi akademik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok siswa yang menerima layanan konseling Islami menunjukkan peningkatan signifikan dalam motivasi belajar dan prestasi akademik.Konseling Islami yang mengintegrasikan nilai-nilai agama terbukti efektif dalam membantu siswa pendidikan agama Islam meningkatkan kinerja akademik mereka.Simpulan penelitian ini adalah layanan konseling Islami efektif dalam meningkatkan motivasi belajar dan prestasi akademik siswa pendidikan agama Islam
Enhancing Teacher Professionalism through Character Education as an Effort to Combat Demoralization
Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi peran pendidikan karakter di LPTK dalam menciptakan guru profesional sesuai dengan Undang-Undang Guru dan Dosen. Penelitian ini juga mengidentifikasi karakteristik guru profesional dan nilai-nilai yang dapat ditanamkan melalui pendidikan karakter di LPTK. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka komprehensif dari artikel ilmiah, makalah penelitian, laporan pemerintah, dan kebijakan pendidikan. Temuan menunjukkan bahwa pendidikan karakter di LPTK dapat membentuk karakter guru profesional dengan menanamkan sikap dan nilai yang sesuai dengan standar kompetensi. Nilai-nilai penting yang ditemukan termasuk keimanan, keterbukaan, kejujuran, semangat belajar sepanjang hayat, disiplin, dan tanggung jawab. Kesimpulannya, pendidikan karakter di LPTK efektif dalam menciptakan guru yang kompeten secara akademik dan berkarakter baik, mampu menularkan nilai-nilai positif kepada peserta didik