Journal of Education Research
Not a member yet
1292 research outputs found
Sort by
Implementasi Platform Merdeka Mengajar dalam Pengembangan Kompetensi Guru: Systematic Literature Review
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah lanskap pendidikan, menuntut guru untuk tetap relevan dan inovatif. Platform Merdeka Mengajar (PMM) hadir sebagai salah satu solusi meningkatkan kompetensi guru untuk mengajar secara profesional dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis tentang fitur dan dampak PMM, mengidentifikasi tantangan penggunaan PMM, melihat kesenjangan PMM dalam literatur dan memberikan implikasi praktis dalam pemanfaatan PMM. Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review melalui teknik PRISMA. Hasil penelitian ini menemukan bahwa PMM menawarkan fasilitas untuk pengembangan profesionalisme guru, termasuk konten yang telah dikurasi, peluang pembelajaran kolaboratif dan panduan pembelajaran yang dipersonalisasi. Namun, tantangan seperti keterbatasan akses terhadap teknologi, beban kerja dan dukungan yang tidak memadai menghambat penggunaannya. Pembuat kebijakan harus berinvestasi dalam infrastruktur, menyediakan sumber daya yang memadai, membuat kebijakan yang mendukung penggunaan PMM dan memberi apresiasi berupa insentif bagi partisipasi guru. Pengembang platform harus mengumpulkan umpan balik untuk perbaikan platform yang berkelanjutan dengan memprioritaskan peningkatan pengalaman pengguna, mengatasi masalah teknis dan menyediakan dukungan teknis yang kua
Hubungan Self Esteem dan Self Control dengan Grief Mahasiswa Patah Hati
Mahasiswa merupakan usia remaja akhir mengembangkan perilaku seksual dengan menjalin hubungan romantis tetapi, beberapa hubungan berakhir dengan patah hati yang menyebabkan kehilangan dan kesedihan. Kurangnya harga diri dan pengendalian diri menjadi faktor penyebab terjadinya grief, sehingga berdampak pada kehidupan. Penggabungan tiga variabel menjadikan sebuah kebaruan untuk penelitian ini yang bertujuan memberikan pengetahuan baru tentang gambaran dan hubungan self esteem dan self control dengan grief mahasiswa patah hati. Pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasi, menggunakan pengambilan sampel dengan metode simple random sampling, penarikan sampel menggunakan rumus slovin dalam tingkat kesalahan 5% dengan jumlah populasi 2.564 dengan sampel sebanyak 346, untuk penelitian ini bertempat di Jurusan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat. Hasil yang diperoleh yaitu, gambaran self esteem, self control dan grief berada pada tingkat sedang dan didapatkan juga nilai signifikansi sebesar 0,001< 0,05 yang berarti terdapat hubungan antara self esteem dan self control dengan grief mahasiswa patah hati, jadi self esteem dan self control menjadi bagian penting untuk melindungi mahasiswa sebagai pencegah dampak emosional yang negatif
Efektivitas Metode Culturally Responsive Teaching (CRT) dalam Pembelajaran Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Taman Kanak-Kanak Kabupaten Bekasi
Penelitian ini melihat permasalahan bahwa pendidik masih kesulitan dalam melakukan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat pada anak sementara setiap lembaga diwajibkan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat karena adanya upaya dari pemerintah. Sehingga puskesmas dan kementrian kesehatan selalu mengkontrol dalam melakukan kegiatan. Culturally Responsive Teaching (CRT) merupakan pendekatan teoritis yang bertujuan membantu siswa menerima dan memperkuat identitas budayanya, serta meningkatkan prestasi belajar. Sementara dalam Pendidikan harus memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan sesuai dengan tingkat perkembangan anak usia dini namun pada saat observasi peneliti melihat dalam penerapan perilaku hidup bersih dan sehat belum optimal yaitu adanya anak jajan sembarangan atau jajan di luar lingkungan sekolah, anak tidak mencuci tangan sebelum makan, anak tidak menyiran toilet setelah digunakan dan lain sebagainya. Berdasakan dari temuan tesebut peneliti tertarik melakukan penelitian Pengaruh Implementasi Metode Culturally Responsive Teaching (CRT) Dalam Pembelajaran Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Taman Kanak-Kanak Kabupaten Bekasi. Hasil penelitian dilihat dari Metode Culturally Responsive Teaching (CRT) dalam Pembelajaran Perilaku Hidup Bersih dan Sehat terdiri dari 4 indikator yaitu 1) Menjaga budaya kebersihan diri, 2) Membiasakan budaya makan makanan yang bergizi, 3) Membudayakan menggunaan jamban sehat, dan 4) Budaya olahraga dengan teratur
Transformasi Organisasi Pesantren: Dari Era Kolonial hingga Tantangan Globalisasi
Artikel ini mengkaji transformasi organisasi pesantren dari era kolonial hingga era globalisasi dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi pustaka. Fokus utama terletak pada sejarah lahirnya pesantren, konsep awal sebagai lembaga pendidikan Islam, peran strategisnya dalam pendidikan dan organisasi sosial, serta eksistensinya di tengah arus globalisasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa pesantren mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas tradisionalnya. Organisasi seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah menjadi contoh bagaimana pesantren berperan dalam membentuk sistem pendidikan Islam nasional yang moderat dan berdaya saing. Pesantren terbukti sebagai institusi pendidikan yang holistik, yang tidak hanya mengajarkan ilmu agama tetapi juga membina karakter, kepemimpinan, dan keterampilan hidup. Dengan demikian, pesantren memiliki kontribusi besar sebagai agen transformasi sosial dan spiritual dalam pembangunan peradaban Islam di Indonesia
Kajian Pengaruh Gender terhadap Kemampuan Pemahaman Mitigasi Bencana Gempa Bumi Peserta Didik di SMAK St.Yoseph Kalabahi
Kondisi peserta didik di SMAK St. Yoseph Kalabahi sangat beragam, baik dari segi latar belakang sosial-ekonomi, kemampuan akademik, maupun karakteristik individu lainnya. Tujuan penelitian: (1) Untuk mengetahui pengaruh gender terhadap kemampuan pemahaman mitigasi bencana pada peserta didik di SMA Katolik St. Yoseph kalabahi. (2) Untuk mengetahui strategi peningkatan kemampuan mitigasi bencana pada peserta didik di Sma Katolik St. Yoseph kalabahi. Metode penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan antara perempuan dan laki-laki dalam pemahaman mitigasi bencana. Perbedaan tersebut dapat dilihat pada hasil analisis data deskriptif pada skor rata-rata laki-laki dan perempuan dari analisis uji beda menggunakan independent sample test. (2) perlunya strategi untuk meningkatkan pemahaman mitigasi bencana gempa bumi pada peserta didik, khususnya peserta didik yang tinggal di wilayah rawan gempa bumi
Hubungan Interaksi Guru-Siswa dan Minat Belajar pada Mata Pelajaran Ekonomi
Interaksi guru-siswa yang baik penting bagi peningkatan minat belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan apakah terdapat hubungan yang signifikan antara interaksi guru-siswa dan minat belajar pada mata pelajaran Ekonomi di kelas X SMA Advent Unklab. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif-korelatif dan pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik convenience sampling sehingga terkumpul 78 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner tentang interaksi guru-siswa dan minat belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat interaksi guru-siswa selama pembelajaran berada pada kategori tinggi dengan nilai rata-rata 3,71. Sementara itu, minat belajar siswa juga berada pada kategori tinggi dengan nilai rata- rata 3,56. Analisis korelasi Pearson Correlation menunjukkan adanya hubungan yang positif dan signifikan antara interaksi guru dengan siswa dan minat belajar siswa p=,003>.05, dengan nilai korelasi r = 0,336. Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik interaksi antara guru dan siswa, semakin tinggi minat belajar siswa pada mata pelajaran Ekonomi. Diperlukan upaya pengembangan kemampuan guru dalam membangun komunikasi kelas yang efektif, baik lewat pelatihan maupun penambahan keterampilan secara mandiri, mengingat kontribusi positif yang dapat diberikan bagi peningkatan minat belajar siswa
Analisis Kebutuhan Pelatihan Berbasis Asesmen Partisipatif pada Kelompok Kerja Guru di Sekolah Dasar
Pelatihan-pelatihan yang selama ini diikuti kepala sekolah dan guru tidak berdasarkan kebutuhan kepala sekolah dan guru, terdapat ketidaksesuaian pelatihan-pelatihan yang selama ini diikuti Kepala Sekolah dan guru terhadap kebutuhan nyata mereka di sekolah. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis secara kuantitatif tentang kebutuhan pelatihan apa yang dibutuhkan Kepala Sekolah dan guru di sekolah dasar. Metode penelitian yang diadopsi metode deskriptif kuantitatif, dimana jumlah sampel terdiri atas 10 orang Kepala Sekolah tingkat sekolah dasar dan 12 orang guru kelas. Instrumen yang digunakan berupa lembar kebutuhan pelatihan Kepala Sekolah dan guru. Temuan penelitian menunjukan Kepala Sekolah dan guru kelas membutuhkan pelatihan tentang deep learning sebesar 27,22% dan pembentukan komunitas guru mata pelajaran bahasa Inggris di sekolah dasar sebesar 20,50%. Pelatihan terkait deep learning dan pembentukan komunitas guru mata pelajaran bahasa Inggris di sekolah dasar harus segera dilakukan melalui pengoptimalan kelompok kerja guru
Partisipasi Guru PAUD dalam Komunitas Belajar untuk Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan partisipasi guru PAUD dalam komunitas belajar sebagai strategi pengembangan keprofesian berkelanjutan di Kecamatan Banyuwangi. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus pada tiga lembaga PAUD. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas belajar menjadi wadah yang efektif bagi guru untuk berbagi praktik baik, meningkatkan kompetensi pedagogik, serta memperkuat kolaborasi profesional. Namun, terdapat kendala seperti rendahnya kemampuan teknologi informasi dan minimnya dukungan institusi. Penelitian ini menegaskan pentingnya keberlanjutan dan penguatan komunitas belajar melalui kebijakan yang mendukung serta adaptif terhadap kebutuhan guru
Integrasi ChatGPT dan Baamboozle untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep dan Motivasi Belajar Fisika
ASd
Fondasi Pendidikan dalam Al-Qur'an: Analisis Kritis Surat Al-Ikhlas Ayat 1-4 dan Relevansinya
Pendidikan dalam perspektif Al-Qur'an memiliki kedudukan penting dalam membentuk karakter, pemikiran, dan nilai-nilai spiritual umat Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep pendidikan berdasarkan Surat Al-Ikhlas ayat 1-4, yang menegaskan keesaan Allah sebagai dasar tauhid dan akidah yang kokoh bagi umat Islam. Melalui pendekatan tafsir dan analisis kritis, penelitian ini mengeksplorasi relevansi ayat-ayat tersebut terhadap prinsip-prinsip pendidikan Islam, termasuk pembentukan akhlak dan penanaman keyakinan yang kuat pada diri peserta didik. Ayat-ayat dalam Surat Al-Ikhlas mengajarkan keesaan, kesempurnaan, dan keunikan Allah, yang diimplementasikan dalam konsep pendidikan untuk membangun landasan spiritual yang tangguh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan tauhid yang berlandaskan pemahaman akan keesaan Allah mampu membentuk karakter siswa yang jujur, bertanggung jawab, dan memiliki integritas. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi dalam pengembangan kurikulum pendidikan Islam yang mengintegrasikan nilai-nilai tauhid sebagai dasar utama pembelajaran