GENIUS - Indonesian Journal of Early Childhood Education
Not a member yet
40 research outputs found
Sort by
The Development of Religious and Moral Values through Playing
This study aims to describe playing activities in the context of teaching religious and moral values in a kindergarten in Jember Regency, East Java Province, Indonesia. This type of research is descriptive and qualitative. The data collection techniques include interviews, observation, and documentation. Data analysis uses an interactive model through data reduction, presentation, and conclusion drawing. The method of checking the data's validity is through the source, technical, and time triangulation. This study's data sources were the board of teachers or educators and students aged 5 to 6 years in a kindergarten institution. This research focused on how educators develop religious and moral values ??through the play method using simple media, such as cards, balls, paper, and alphabet blocks.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas bermain dalam rangka penanaman nilai-nilai keagamaan dan nilai moral yang berlangsung di sebuah taman kanak-kanak di Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif melaluli reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu. Sumber data pada penelitian ini adalah dewan guru atau pendidik dan peserta didik berusia 5 sampai 6 tahun pada sebuah lembaga taman kanak-kanak. Penelitian ini difokuskan pada bagaimana cara pendidik mengembangkan nilai agama dan moral melalui metode bermain dengan memanfaatkan media sederhana, seperti kartu, bola, kertas, dan balok abjad
The Prophet Ibrahim's Parenting Style in the Quran
This study discusses the parenting of Prophet Ibrahim towards his children in the Qur'an, intending to provide explanations and examples that parents must imitate about how to nurture children today. The method used in this paper is the thematic method. In writing this research, the data collection technique that the author uses is through documents in the form of written works. This stage includes reading, understanding, and reviewing books through comments from commentators and writings related to the author's research. Because this method concerns the problem of the verses of the Quran, the verses discussed in this study are Surah Ash-Shaaffat verse 100, Surah Ibrahim verse 37, Surah al-Baqarah verse 132, surah Ibrahim verse 40, and surah Ash-Shaaffat verses 102-103. The results of this study indicate that Prophet Ibrahim's upbringing includes efforts to approach God by praying to be blessed with pious children, preparing a conducive environment, instilling monotheism in children from an early age, instilling personal piety in children, building good communication with children, as well as instilling the value of hard work.
Abstrak
Penelitian ini membahas tentang pola asuh Nabi Ibrahim terhadap anaknya di dalam Al-Quran dengan tujuan memberikan penjelasan dan contoh yang dapat diteladani oleh orang tua tentang bagaimana pola asuh anak yang Islami agar dapat melahirkan generasi yang baik, mandiri, percaya diri dan berakhlakul karimah sesuai yang diajarkan Al-Quran. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode kualitatif dengan analisis secara tematik. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan melalui dokumen dalam bentuk karya tulis. Hal ini dilakukan dengan cara membaca, memahami serta menelaah buku-buku, baik yang berupa tulisan dari para ahli tafsir maupun tulisan yang berhubungan dengan penelitian penulis. Karena metode ini menyangkut masalah ayat-ayat Al-Quran secara langsung, maka ayat-ayat yang secara khusus dibahas dalam penelitian ini adalah: surah Ash-Shaaffat ayat 100, surah Ibrahim ayat 37, surah al-Baqarah ayat 132, surah Ibrahim ayat 40, surah Ash-Shaaffat ayat 102-103, dan surah al-Baqarah ayat 127. Hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa pola asuh Nabi Ibrahim diwarnai oleh usaha pendekatan diri kepada Allah dengan berdoa dianugerahi anak yang saleh, menyiapkan lingkungan yang kondusif, menanamkan tauhid kepada anak sejak dini, menanamkan keshalehan personal kepada anak, membangun komunikasi yang baik dengan anak, serta menanamkan nilai kerja keras
Stimulating Early Children’s Knowledge about Shape Using the Geometry Board
This study aims to describe the use of learning media products in the form of geometric boards to develop children's cognitive abilities aged 4-5 years. Using the geometric board as media, children can easily recognize geometric shapes such as triangles, rectangles, circles, semicircles, rectangles, and parallelograms. This type of research uses an approach with a descriptive analysis model. The data analysis stage uses the Miles and Huberman model, including compaction, data presentation, and concluding. In this study, the the researcher chose to conduct research in kindergarten. The informants observed were children aged between 4 to 5 years who were in early childhood education and their parents. To check the validity of the data, using the triangulation technique. The results of the study found that using the geometry board was very helpful for parents in introducing geometry to their children. The media is made of simple materials that are easy to find, so it is not difficult to make. Children also become more interested in learning and are willing to learn various shapes of objects.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang pemanfaatan produk media pembelajaran berupa papan geometri untuk mengembangkan kemampuan kognitif anak usia 4-5 tahun. Manfaat dari penggunaan media papan geometri ini agar anak dapat mengenal bentuk-bentuk geometri seperti bentuk segitiga, segi empat, lingkaran, setengah lingkaran, persegi panjang, dan jajaran genjang. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan model analisis deskriptif. Tahap analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi pemadatan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. dalam penelitian ini peneliti memilih untuk melakukan penelitian di taman kanak-kanak. Informan yang diamati adalah anak-anak berusia antara 4 sampai 5 tahun yang berada dalam masa pendidikan anak usia dini serta orang tuanya. Untuk mengecek keabsahan data, peneliti menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menemukan bahwa penggunaan papan geometri sangat membantu orang tua dalam mengenalkan geometri kepada anak-anak. Media terbuat dari bahan-bahan sederhana yang mudah ditemukan sehingga tidak sulit pembuatannya.anak-anak juga menjadi lebih tertarik belajar dan memiliki kemauan untuk mempelajari ragam bentuk benda
Teacher Strategies for Improving the Ability to Read the Qur'an in Early Childhood
This study aims to describe the teaching strategies used by teachers when learning the Qur'an in early childhood in a kindergarten in Pamekasan regency, East Java. What are the obstacles faced by teachers at the time of learning the Qur'an? How do teachers overcome the obstacles of teaching in early childhood? This study uses a descriptive qualitative approach, in which sources are obtained through interviews, observation, and documentation. As for the informant principal and class, the teacher checks the validity of the data through continuous observation, extending the observation, and triangulation. The study's results showed that: first, at the design stage, the teacher is required to make the RPPH. After that, the teacher checks the student's presence one by one, motivates children, and gives a stimulus to their students. Second is the implementation. There are some things that teachers and students must do before learning, such as reading prayers, reading short surah using the iqro' method, starting with taawudz, using fingers for the short length of a reading, reading with tahqiq, tartil, and tajweed. The third is the evaluation. The teacher does several ways, such as holding a test and giving a star symbol for appreciation. Based on the results of the study, it can be concluded that the strategy of teachers in improving the ability to read the Qur'an in early childhood is, using several stages the first, the design stage, the second stage of implementation, and the third stage of evaluation. These three stages are carried out in the learning process.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi mengajar yang digunakan guru pada saat pembelajaran Al-Qur’an pada anak usia dini di sebuah taman kanak-kanak di kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Apa saja kendala yang dihadapi oleh guru pada saat pembelajaran Al-Qur’an? Bagaimana cara guru dalam mengatasi kendala mengajarnya pada anak usia dini? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, di mana sumber yang diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun yang menjadi informan kepala sekolah dan guru kelas, untuk pengecekan keabsahan data melalui pengamatan terus-menerus, memperpanjang masa observasi dan triangulasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, pada tahap rancangan guru diwajibkan membuat RPPH setelah itu mengabsen satu persatu, dan memberi sebuah motivasi pada anak dan memberi sebuah ransangan pada anak didiknya. Kedua, pada ahap pelaksanaan yaitu ada beberapa yang harus guru laksanakan ketika tahap pelaksanaan yaitu membaca doa sebelum belajar, membaca surat-surat pendek, menggunakan metode iqro’, memulai dengan taawudz, menggunakan jari untuk panjang pendeknya suatu bacaan, membaca dengan tahqiq, membaca dengan tartil, membaca dengan menggunakan tajwid. Ketiga, pada tahap evaluasi guru melakukan beberapa cara, caranya adalah mengadakan tes dan pemberian simbol bintang. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa strategi guru dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an anak usia dini yaitu, menggunakan beberapa tahap yang pertama, tahap rancangan, yang kedua tahap pelaksanaan, yang ketiga tahap evaluasi. Ketiga tahap ini dilakukan dalam proses pembelajaran
The Effect of Demonstration Method on Problem Solving Ability of Early Childhood in Science Learning
This research is motivated by the case has not developed the ability of early childhood problem solving, one of which occurred in a group in a kindergarten in Bandung. This is shown when the teacher asks students to perform and imitate a simple experiment in science learning, the average student directly asks for help to the teacher and does not try to think to solve the problem he faces. Therefore, the researchers tested the demonstration method in science learning on the ability of early childhood problem solving.The purpose of this study to determine: 1) the ability of problem solving in science learning by using the demonstration method. 2) the ability of problem solving in science learning by using exploration methods. 3) differences in problem solving skills in science learning between using demonstration methods by using environmental exploration methods in early childhood. This study uses a quantitative approach with quasi-experimental method, with the subject of this study consists of two classes of experimental class amounted to 12 students and control class amounted to 12 students. Data collection techniques using observation sheets and documentation. Based on the results of data analysis showed that the average value (mean) of experimental class using the demonstration method is 25.75, while the average value (mean) of control class using environmental exploration method is 25.17. In other words, the average value of the experimental class is greater than the average value of the control class. So it can be concluded that Ha is accepted and Ho is rejected, which means Ha : ?_a ?_b: there is a difference in the ability of problem solving in science learning between those who use the demonstration method and those who use the method of environmental exploration in early childhood.
Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kasus belum berkembangnya kemampuan problem solving anak usia dini yang salah satunya terjadi pada sebuah kelompok di suatu taman kanak-kanak di Kota Bandung. Hal ini ditunjukkan ketika guru meminta siswa untuk melakukan dan menirukan sebuah percobaan sederhana pada pembelajaran sains, rata-rata siswa langsung meminta bantuan kepada guru dan tidak berusaha berpikir untuk memecahkan masalah yang dihadapinya. Oleh sebab itu, peneliti menguji cobakan metode demonstrasi pada pembelajaran sains terhadap kemampuan problem solving anak usia dini.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: 1) Kemampuan problem solving pada pembelajaran sains dengan menggunakan metode demonstrasi. 2) Kemampuan problem solving pada pembelajaran sains dengan menggunakan metode eksplorasi. 3) Perbedaan kemampuan problem solving pada pembelajaran sains antara yang menggunakan metode demonstrasi dengan menggunakan metode eksplorasi lingkungan pada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen, dengan subjek penelitian ini terdiri dari dua kelas yakni kelas eksperimen berjumlah 12 siswa dan kelas kontrol berjumlah 12 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa nilai rata-rata (mean) kelas eksperimen dengan menggunakan metode demonstrasi yaitu 25,75, sedangkan nilai rata-rata (mean) kelas kontrol yang menggunakan metode eksplorasi lingkungan yaitu 25,17. Dengan kata lain, nilai rata-rata kelas eksperimen lebih besar dari pada nilai rata-rata kelas kontrol. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak yang berarti Ha : : Terdapat perbedaan kemampuan problem solving pada pembelajaran sains antara yang menggunakan metode demonstrasi dengan yang menggunakan metode eksplorasi lingkungan pada anak usia dini
Learning Clean and Healthy Lifestyle in Early Childhood through Hand Hygiene Dance
This research is motivated by the occurrence of a pandemic so that children are less active and their understanding of clean and healthy living habits, especially in washing hands, has not been carried out properly. In this study using a qualitative research approach where the type of research is descriptive qualitative. The purpose of this study was to find out how to inculcate clean and healthy living behavior through Hand Hygiene dance in TA Munajatul Khoir and find out teacher barriers in inculcating clean and healthy living behavior through learning Hand Hygiene dance in TA Munajatul Khoir. Data collection techniques used interview observation techniques. depth and documentation. The research subjects to be studied are parties in TA Munajatul Khoir, Kretek District, who have competence with this research, including school principals, teachers, staff and students at TA Munajatul Khoir kertek. This research uses trigulation research steps so that the research can check everything by comparing it with various sources of understanding, methods, or theories. The results showed that there were several stages in instilling clean and healthy living behavior in TA Munajatul Khoir, as well as an increase in the practice of washing hands after the children did hand hygiene dance lessons.
Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terjadinya pandemi sehingga anak kurang aktif bergerak serta pemahaman anak terhadap kebiasaan hidup bersih dan sehat khususnya dalam mencuci tangan belum terlaksana dengan baik. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dimana jenis penelitiannya adalah deskriptif kualitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penanaman perilaku hidup bersih dan sehat melalui tari Hand Hygiene di TA munajatul Khoir dan mengetahui hambatan guru dalam penanaman perilaku hidup bersih dan sehat Melalui pembelajaran tari Hand Hygiene di TA munajatul Khoir.Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi wawancara mendalam dan dokumentasi. Subjek penelitian yang akan diteliti adalah pihak-pihak yang ada di TA Munajatul Khoir Kecamatan Kretek, yang memiliki kompetensi dengan penelitian tersebut, diantaranya adalah kepala sekolah, guru-guru, staf, dan siswa-siswa di TA munajatul Khoir kertek. Pada penelitian ini menggunakan langkah-langkah penelitian trigulasi sehingga penelitian dapat merechek semua dengan jalan membandingkan dengan berbagai sumber pemahaman metode, atau teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa tahap dalam meanamkan perilaku hidup bersih dan sehat di TA Munajatul Khoir, serta adanya peningkatan praktik mencuci tangan setelah anak- anak melakukan pembelajaran tari hand hygiene
Speech Therapy to Overcome Language Disorders in Autistic Children
Some children with autism spectrum symptoms have impaired language skills, resulting in impaired communication skills. They tend to be challenging to develop according to their age, like other children, due to their limitations. But that doesn't mean there isn't anything we can't do. Continuous stimulation through speech and language skills therapy is one of the essential things they need to take so that they can reduce the disorders experienced by these children. This study focuses on describing the stimulation of language development in children with symptoms of autism disorders and knowing what activities can stimulate language skills in children with autism disorders. The approach used in this research is a descriptive qualitative approach. Data mining techniques included interviews and observations at a school for children with special needs. The results of this study indicate that the stimulation of language skills in children with autism disorders can be done with speech therapy to help them develop language skills.
Abstrak
Beberapa anak dengan gejala spektrum autisme mengalami gangguan kemampuan berbahasa yang mengakibatkan kemampuan komunikasinya terganggu. Ia cenderung sulit berkembang sesuai usianya seperti anak-anak lainnya disebabkan oleh keterbatasannya tersebut. Namun bukan berarti tidak ada hal yang bisa diupayakan. Stimulasi yang berkesinambungan melalui terapi kemampuan berbicara dan berbahasa merupakan salah satu hal penting yang perlu ditempuh agar gangguan yang dialami oleh anak-anak tersebut dapat berkurang. Tujuan penelitian ini berfokus untuk mendeskripsikan tentang stimulasi perkembangan bahasa pada anak dengan gejala gangguan autisme dan mengetahui kegiatan apa saja yang mampu menstimulasi kemampuan berbahasa pada anak dengan gangguan autisme. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik penggalian data yang dilakukan antara lain wawancara dan observasi pada sebuah sekolah anak berkebutuhan khusus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa stimulasi kemampuan berbahasa pada anak dengan gangguan autisme dapat dilakukan dengan terapi wicara untuk membantu mereka dalam mengembangkan kemampuan berbahasa
Teacher Strategies in Developing Early Childhood Gross Motor Skills in the New Normal Era
This study's purpose was to describe teachers' strategies in implementing gross motor development activities in children aged 5-6. The research method is a descriptive and qualitative approach—the data collection using interview techniques, observation, and documentation. The source data was obtained from the kindergarten class teacher. The results of this study indicate that kindergarten teachers prepare a variety of strategies that can be used in the implementation of the development of gross motor skills of children. It starts from designing a learning plan, designing activities according to the theme and sub-theme of learning, preparing media based on the selected theme by utilizing items around the house, and giving talks, demonstrations, and direct practice. In this method, the teacher explains the purpose of the activity first to the child and then practices it with the child. Based on the research results, it can be concluded that teachers become more creative in preparing materials and media.
Abstrak
Tujuan penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan strategi guru dalam pelaksanaan kegiatan pengembangan motorik kasar pada anak usia 5-6 tahun. Metode penelitian ialah metode dekriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, serta dokumentasi. Sumber data diperoleh dari guru kelas Taman Kanak-kanak. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa guru Taman Kanak-Kanak menyiapkan berbagai strategi yang bisa digunakan dalam pelaksanaan pengembangan keterampilan motorik kasar anak, yang dimulai dari membuat perencanaan pembelajaran, merancang kegiatan sesuai tema dan sub tema pembelajaran, menyiapkan media berdasarkan tema yang dipilih dengan memanfaatkan barang-barang di sekitar rumah, serta menggunakan metode pemberian tugas, demontrasi, dan praktek langsung. Dalam penerpan metode tersebut guru menjelaskan tujuan kegiatan terlebih dahulu kepada anak kemudian ikut mempraktikkannya bersama anak. Berdasarkan hasil hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa guru menjadi lebih kreatif dalam menyiapkan bahan dan media
The Use of Educational Puzzle Games for the Development of Cognitive Abilities of Children Aged 5-6 Years
Development in early childhood is the most critical thing in children's future growth, and child development will also determine when children grow up. One aspect of child development that is important to develop is the cognitive aspect. An exciting method is needed to stimulate the spatial abilities as well as fine motor skills of children. One of them is a Puzzle game. Children's cognitive development can increase optimally by playing a Puzzle game tool because they have to solve puzzles from Puzzle pieces to form the appropriate image pattern. This study was conducted using a qualitative approach, descriptive type, where the goal is to observe and understand the behavior of children or groups in certain situations without being known by the child to see if there are differences in the optimization of cognitive development between each child. Based on the results of research that has been done, Puzzle educational games can stimulate early childhood cognitive development. It is shown by the fact that most of the children observed could put the Puzzle pieces back together into a suitable shape. They can also coordinate eyes and hands in the process of joining Puzzle parts and identifying geometric shapes well.
Abstrak
Perkembangan pada masa anak-anak adalah hal yang paling penting pada pertumbuhan anak di masa mendatang, perkembangan anak juga akan menentukan saat anak beranjak dewasa. Salah satu aspek dalam perkembangan anak yang penting untuk dikembangkan ialah aspek kognitif. Untuk mengembangkannya diperlukan metode yang menarik dan mampu merangsang kemampuan spasial sekaligus keterampilan motorik anak dengan baik. Salah satunya ialah dengan permainan papan Puzzle. Dengan memainkan alat permainan Puzzle perkembangan kognitif anak dapat bertambah optimal, karena harus memecahkan masalah dari potongan-potongan Puzzle agar membentuk pola gambar yang sesuai. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif jenis deskriptif, di mana tujuannya ialah untuk mengamati dan memahami perilaku anak atau kelompok dalam situasi tertentu, tanpa diketahui oleh anak agar dapat melihat apakah ada perbedaan optimalisasi perkembangan kognitif antara masing-masing anak. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, bahwa permainan edukatif Puzzle mampu merangsang perkembangan kognitif anak usia dini. Hal ini ditunjukkan dengan fakta bahwa sebagian besar dari anak-anak yang diamati mampu menyatukan kembali potongan-potongan Puzzle tersebut menjadi bentuk yang sesuai. Mereka juga mampu mengkoordinasikan mata dan tangan dalam proses penyatuan bagian-bagian Puzzle serta mengidentifikasi bentuk geometri dengan baik
English Language Teaching at Kindergarten: What Happens in The Classroom
This study aims to describe the English teaching and learning process for young learners in kindergarten. It used the descriptive qualitative research method. An observation checklist and field notes were used as the instruments to collect the data. The observation covers aspects of language teaching activities such as the students’ role, the teacher’s role, classroom management strategy, approach, technique, materials, tasks, language used, teacher-student interaction, and students’ participation. This study suggested that the English teaching and learning process at Pertiwi Kindergarten can be considered sufficient. It has satisfactorily met 62% of the aspects measured. Some of the highlights of this study are that the TPR method and songs are highly recommended as teaching techniques. Moreover, understanding the characteristics of the young learners is very important for the success of the teaching and learning activities