Kumpulan Jurnal Universitas Madako
Not a member yet
744 research outputs found
Sort by
Analisis Usaha Pembenihan Ikan Mas Mina Jogja Istimewa (Najawa) dengan Sistem Pemijahan Alami
Najawa carp is one of the carp developed at BPTPB Cangkringan and has economic value. Market demand for Javanese carp is at the larval stage. This is the reason why fish spawning activities are routinely carried out to obtain larvae that are ready to be sold. Business analysis needs to be done to evaluate the feasibility of the najawa carp seeding business. The purpose of this study was to evaluate the feasibility of the najawa carp seeding business with a natural spawning system. The data taken were primary data, namely direct observation and secondary data obtained from interviews. Data analysis included investment costs, fixed costs, variable costs, total costs, R/C ratio, break event point, payback period, and cost of production. The results of the analysis showed a payback period value of 2.08, an R/C ratio value of 1.22, a BEP unit of 2,053,120.61, and a BEP price of 151,564,296.4. The najawa carp seeding business with a natural spawning system is feasible to be developed.Ikan mas najawa merupakan salah satu ikan mas yang dikembangakan di BPTPB Cangkringan dan bernilai ekonomis. Permintaan pasar dari ikan mas najawa yaitu pada stadia larva. Hal tersebut menjadi alasan kegiatan pemijahan ikan tersebut rutin dilakukan untuk mendapatkan larva yang siap dijual. Analisis usaha perlu dilakukan untuk mengevaluasi kelayakan usaha pembenihan ikan mas najawa. Tujuan penelitian ini mengevaluasi kelayakan usaha pembenihan ikan mas najawa dengan sistem pemijahan alami. Data yang diambil merupakan data primer yaitu observasi secara langsung dan didapatkan dari wawancara. Analisis data meliputi biaya investasi, biaya teteap, biaya variabel, biaya total, R/C ratio, break event point, payback period, dan harga pokok produksi. Hasil analisis menunjukan nilai payback period yaitu 2.08, nilai R/C ratio 1.22, BEP unit 2.053.120.61, dan BEP harga 151.564.296.4. Usaha kegiatan pembenihan ikan mas najawa dengan sistem pemijahan alami layak untuk dikembangkan
Penggunaan Batang Pisang Kepok (Musa paradisiaca formmatypica) Dengan Dosis Berbeda Dalam Meningkatkan Pertumbuhan Daphnia magna
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pertumbuhan D. magna dengan menggunakan batang pisang kepok dalam dosis berbeda. pelaksanaan penelitian ini berlangsung selama 19 hari mulai pada 21 Desembar 2022 – 8 Januari 2023 di Lab. Terpadu Universitas Madako Tolitoli. Perlakuan yang diujikan meliputi Perlakuan A: Pemberian batang pisang 50g, Perlakuan B: Pemberian batang pisang 75g, Perlakuan C: Pemberian batang pisang 100g. Setiap perlakuan di ulangi sebanyak 3 kali dan data dianalisis dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Berdasarkan hasil uji ragam ANOVA yang dilakukan pada kepadatan pakan alami jenis D. magna menunjukkan bahwa penggunaan dosis batang pisang kepok yang berbeda berpengaruh nyata antar perlakuan. Rata-rata kepadatan populasi pada perlakuan 50g batang pisang kepok (P1) menunjukkan populasi kepadatan yang rendah yaitu 102,22 individu, sedangkan populasi kepadatan tertinggi terdapat pada perlakuan 75g batang pisang kepok (P2) dengan yaitu 255,56/ind . Adapun pada perlakuan 100g batang pisang kepok (P3) yaitu 75,56/ind.Kata kunci : natural ingredients, nutrients, fish larvae    Â
Efektivitas Program Kerja Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Dalam Mencegah Kekerasan Dalam Rumah Tangga Di Kabupaten Tolitoli
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Efektivitas Program Kerja Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Dalam Mencegah Tindak Kekerasan Dalam Rumah Tangga Kabupaten Tolitoli. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori efektivitas program kerja oleh (Sariati et al., 2022) dengan empat indikator yaitu ketepatan sasaran program, sosialisasi program, tujuan program, dan pemantauan program. Hasil penelitian ini menunjukan Efektivitas Program Kerja Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Dalam Mencegah Tindak Kekerasan Dalam Rumah Tangga Kabupaten Tolitoli belum sepenuhnya maksimal dari empat indikator tersebut ada tiga yang belum terpenuhi 1).Ketepatan Sasaran Program sejauh ini sudah tepat yakni yang menjadi sasaran program yaitu tokoh-tokoh yang paham dan kritis, 2).Sosialisasi Program belum terpenuhi karena kurangnya pelaksanaan program yang dilakukan di setiap tahunya dikarenakan anggaran yang terbatas, 3).Tujuan Program yakni mengurangi tindak kekerasan terhadap perempuan akan tetapi yang terjadi dilapangan meningkatnya jumlah kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga disetiap tahunnya, 4). Pemantauan Program belum terpenuhi karena pemberian informasi terkendala di satuan tugas (satgas) yang di bentuk tidak berpartisipasi dalam tugas dan tanggung jawab yang diberikan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Efektivitas Program Kerja Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Dalam Mencegah Tindak Kekerasan Dalam Rumah Tangga Kabupaten Tolitoli. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori efektivitas program kerja oleh (Sariati et al., 2022) dengan empat indikator yaitu ketepatan sasaran program, sosialisasi program, tujuan program, dan pemantauan program. Hasil penelitian ini menunjukan Efektivitas Program Kerja Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Dalam Mencegah Tindak Kekerasan Dalam Rumah Tangga Kabupaten Tolitoli belum sepenuhnya maksimal dari empat indikator tersebut ada tiga yang belum terpenuhi 1).Ketepatan Sasaran Program sejauh ini sudah tepat yakni yang menjadi sasaran program yaitu tokoh-tokoh yang paham dan kritis, 2).Sosialisasi Program belum terpenuhi karena kurangnya pelaksanaan program yang dilakukan di setiap tahunya dikarenakan anggaran yang terbatas, 3).Tujuan Program yakni mengurangi tindak kekerasan terhadap perempuan akan tetapi yang terjadi dilapangan meningkatnya jumlah kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga disetiap tahunnya, 4). Pemantauan Program belum terpenuhi karena pemberian informasi terkendala di satuan tugas (satgas) yang di bentuk tidak berpartisipasi dalam tugas dan tanggung jawab yang diberikan
Manajemen Pemerintah Desa Dalam Pengelolaan Daya Tarik Wisata Alam Di Desa Lelean Nono Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa bagaimana manajemen pemerintah desa dalam pengelolaan kawasan objek wisata alam di Desa Lelean Nono Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Tekhnik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Penentuan informan menggunakan teknik purposive sehingga terpilih sebanyak 6 informan. Manajemen pemerintah desa dalam pengelolaan kawasan objek wisata alam di Desa Lelean Nono dikaji menggunakan teori George R Terry, 1958 (Sukarna, 2011:10) dengan 4 indikator yaitu Planning, Organizing, Actuating dan Controlling (PAOC). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen pemerintah desa dalam pengelolaan kawasan objek wisata alam di Desa Lelean Nono belum optimal menciptakan pengelolaan daya tarik wisata alam yang ada di desa. Kata Kunci : Manajemen; Pemerintah Desa; Wisata Alam
A correlation between students’ habit in watching english movie playing online mobile game, and vocabulary achievement of the eleventh grade of vocational high school 1 galang tolitoli
This study aims to find out whether there is a significant relationship between students\u27 English movie viewing habits and their vocabulary improvement. The purpose is to determine whether there is a significant relationship between online mobile game play and vocabulary success. To find out whether there is a significant relationship between students\u27 English movie watching, online gaming habits, and vocabulary improvement. This study is a quantitative research design. The sample consisted of ten 11th-grade students from a specially selected Vocational High School 1. Data was collected through questionnaires and tests. The results of this study show that there is no significant relationship between students\u27 English movie viewing habits and vocabulary acquisition. However, there is a very weak correlation based on the coefficient. Based on the coefficients, there is no significant correlation between online mobile game play and vocabulary success, although the correlation is very weak. There is no significant relationship between students\u27 English movie watching, online mobile gaming habits, and vocabulary achievement, but there is a weak correlation based on the coefficient.This study aims to find out whether there is a significant relationship between students\u27 English movie viewing habits and their vocabulary improvement. The purpose is to determine whether there is a significant relationship between online mobile game play and vocabulary success. To find out whether there is a significant relationship between students\u27 English movie watching, online gaming habits, and vocabulary improvement. This study is a quantitative research design. The sample consisted of ten 11th-grade students from a specially selected Vocational High School 1. Data was collected through questionnaires and tests. The results of this study show that there is no significant relationship between students\u27 English movie viewing habits and vocabulary acquisition. However, there is a very weak correlation based on the coefficient. Based on the coefficients, there is no significant correlation between online mobile game play and vocabulary success, although the correlation is very weak. There is no significant relationship between students\u27 English movie watching, online mobile gaming habits, and vocabulary achievement, but there is a weak correlation based on the coefficient
Peran Humas Dalam Meningkatkan Citra Pemasyarakatan Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Kabupaten Tolitoli
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran humas dalam meningkatkan citra di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tolitoli. Penelitian ini dilakukan selama dua bulan. Metode purposive digunakan untuk memilih 7 orang informan yang memiliki kapasitas untuk menjelaskan fokus penelitian. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 4 indikator (Ruslan, 2018) yang di analisa hanya indikator membentuk corporate image dapat dikatakan terpenuhi. Sebagai communicator, peran humas di Lapas Kelas IIB Tolitoli cukup efektif pada program “one day one news”, membina hubungan yang baik dengan berbagai instansi vertikal. Namun terdapat kendala dalam prosedur rilis berita yang dinilai terlalu panjang dan birokratis, serta belum memiliki SOP yang jelas. Membina relationship, komunikasi di Lapas Kelas IIB Tolitoli baik secara administratif maupun lisan dengan berbagai pemangku kepentingan telah berjalan sesuai prosedur yang ada. Namun, masih perlu dikembangkan kerjasama dengan industri guna memberikan kesempatan kerja bagi narapidana setelah mereka bebas. Peran sebagai back up management, humas memastikan informasi kunjungan dan kegiatan di Lapas Kelas IIB Tolitoli disampaikan dengan tepat dan prosedural. Proses pemberitaan melewati verifikasi berjenjang telah dilakukan dengan baik, namun dukungan sarana dan prasarana seperti drone, masih menjadi kendala. Selain itu, jumlah dan kualitas pelaksana humas belum optimal. Membentuk corporate image melalui program one day one news, humas Lapas Kelas IIB Tolitoli memastikan masyarakat terus memperoleh berita positif dari kegiatan pembinaan di dalam lapas. Pengelolaan informasi telah cermat dilakukan di media sosial, seperti facebook, instagram dan twitter serta kerjasama dengan media online lainnya.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran humas dalam meningkatkan citra di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tolitoli. Penelitian ini dilakukan selama dua bulan. Metode purposive digunakan untuk memilih 7 orang informan yang memiliki kapasitas untuk menjelaskan fokus penelitian. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 4 indikator (Ruslan, 2018) yang di analisa hanya indikator membentuk corporate image dapat dikatakan terpenuhi. Sebagai communicator, peran humas di Lapas Kelas IIB Tolitoli cukup efektif pada program One Day One News, membina hubungan yang baik dengan berbagai instansi vertikal. Namun terdapat kendala dalam prosedur rilis berita yang dinilai terlalu panjang dan birokratis, serta belum memiliki SOP yang jelas. Membina relationship, komunikasi di Lapas Kelas IIB Tolitoli baik secara administratif maupun lisan dengan berbagai pemangku kepentingan telah berjalan sesuai prosedur yang ada. Namun, masih perlu dikembangkan kerjasama dengan industri guna memberikan kesempatan kerja bagi narapidana setelah mereka bebas. Peran sebagai back up management, humas memastikan informasi kunjungan dan kegiatan di Lapas Kelas IIB Tolitoli disampaikan dengan tepat dan prosedural. Proses pemberitaan melewati verifikasi berjenjang telah dilakukan dengan baik, namun dukungan sarana dan prasarana seperti drone, masih menjadi kendala. Selain itu, jumlah dan kualitas pelaksana humas belum optimal. Membentuk corporate image melalui program One Day One News, humas Lapas Kelas IIB Tolitoli memastikan masyarakat terus memperoleh berita positif dari kegiatan pembinaan di dalam lapas. Pengelolaan informasi telah cermat dilakukan di media sosial, seperti facebook, instagram dan twitter serta kerjasama dengan media online lainnya
Kepemimpinan Kepala Desa Dalam Meningkatkan Partisipasi Masyarakat Di Desa Oyom Kecamatan Lampasio Kabupaten Tolitoli
Kepemimpinan kepala desa adalah kemampuan untuk menggerakkan, mengarahkan, dan mempengaruhi masyarakat dalam menjalankan kegiatan pembangunan. Peran ini sangat penting untuk mendorong partisipasi dan kemandirian masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengkaji kepemimpinan Kepala Desa Oyom dalam meningkatkan partisipasi masyarakat, menggunakan metode kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan triangulasi terhadap delapan informan yang dipilih secara purposive. Penelitian dilaksanakan dari Juni hingga September 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari empat indikator kepemimpinan, dua indikator sudah terpenuhi dan dua lainnya belum. Sebagai katalisator, Kepala Desa Oyom belum berhasil menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya partisipasi, terlihat dari rendahnya tingkat keterlibatan warga. Sebagai fasilitator, kepala desa cukup berhasil memfasilitasi kegiatan masyarakat. Sebagai pemecah masalah, kepala desa mampu menyelesaikan persoalan desa melalui musyawarah. Namun, sebagai komunikator, komunikasi dengan masyarakat masih kurang optimal, terutama dalam menyosialisasikan program kerja.Kepemimpinan kepala desa adalah kemampuan untuk menggerakkan, mengarahkan, dan mempengaruhi masyarakat dalam menjalankan kegiatan pembangunan. Peran ini sangat penting untuk mendorong partisipasi dan kemandirian masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengkaji kepemimpinan Kepala Desa Oyom dalam meningkatkan partisipasi masyarakat, menggunakan metode kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan triangulasi terhadap delapan informan yang dipilih secara purposive. Penelitian dilaksanakan dari Juni hingga September 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari empat indikator kepemimpinan, dua indikator sudah terpenuhi dan dua lainnya belum. Sebagai katalisator, Kepala Desa Oyom belum berhasil menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya partisipasi, terlihat dari rendahnya tingkat keterlibatan warga. Sebagai fasilitator, kepala desa cukup berhasil memfasilitasi kegiatan masyarakat. Sebagai pemecah masalah, kepala desa mampu menyelesaikan persoalan desa melalui musyawarah. Namun, sebagai komunikator, komunikasi dengan masyarakat masih kurang optimal, terutama dalam menyosialisasikan program kerja
Implementasi Manajemen Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan terhadap Peningkatan Mutu Pendidikan
Pelaksanaan manajemen pendidik dan tenaga kependidikan pada tahapan rekrutmen, seleksi orientasi, pengangkatan dan penempatan, obseravasi dan evaluasi, serta pemberhentian sudah dilakukan, namun masih belum maksimal. Masih ada pendidik dan tenaga kependidikan yang tidak sesuai dengan kewenangannta atau keahliannya. Kompensasi yang diberikan belum mampu mensejaterahkan atau membantu mereka. Hal-hal yang perlu di perhatikan dan harus dilakukan untuk meningkatkan mutu melalui perencanaan dan seleksi sekolah yang baik, yaitu dengan memilah apa yang dibutuhkan sekolah, pengembangan dengan pelatihan, sertifikasi, pemantauan dan kompensasi yang adil untuk mempertahankan tenaga pendidik. Dengan demikian, peningkatan mutu melaui standar pendidik dan tenaga kependidikan dilaksanakan dengan mengoptimalkan peran pendidikan nasioanl yang berfungsi mengembangkan kemampuan, kedua membentuk karakter bangsa melalui pendidikan yang membutuhkan keteladanan dari pendidik dan tenaga kependidikan, ketiga pembinaan pendidik dan tenaga kependidikan dilakukan sejak dari LPTK
Studi kepustakaan tentang paradigma manajemen mutu edward deming dalam dunia pendidikan modern
Pendidikan merupakan suatu proses pembelajaran yang dilakukan bagi peserta didik agar memiliki pemahaman terhadap sesuatu dan menjadikan mereka pribadi yang kritis dalam berpikir dan bertindak. Pendidikan juga merupakan upaya penyadaran yang dilakukan secara sistematis dalam menciptakan suasana belajar mengajar agar peserta didik dapat mengembangkan potensi dirinya. Dengan pendidikan, seseorang dapat memiliki kecerdasan, akhlak mulia, kepribadian, kekuatan spiritual, serta keterampilan yang bermanfaat bagi dirinya dan masyarakat. Untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu diperlukan manajemen mutu yang terpadu sehingga mampu mengatur dengan baik penyelenggaraan pendidikan secara tertib, sistematis dan logis. Manajemen kualitas adalah sebuah fenomena. Budaya yang berkembang yang mendukung seni dan kerajinan memungkinkan pembeli untuk memilih barang dengan standar kualitas yang lebih tinggi dari barang biasa
Implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 di Kantor Kelurahan Baru Kabupaten Tolitoli
Tujuan penelitian ini untuk menganalisa implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Kedisiplinan Pegawai Negeri Sipil di Kantor Kelurahan Baru, Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teori yang digunakan adalah model implementasi kebijakan menurut George C. Edward III yang terdiri atas empat indikator: komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya indikator komunikasi yang terpenuhi secara optimal. Tiga indikator lainnya belum maksimal: sumber daya manusia dan sarana belum memadai, disposisi pegawai masih rendah, dan struktur birokrasi belum terorganisasi dengan baik. Hal ini menghambat tercapainya tujuan kebijakan secara efektif