Kumpulan Jurnal Universitas Madako
Not a member yet
744 research outputs found
Sort by
Fekunditas Stiphodon semoni Di Sungai Tuweley Kabupaten Tolitoli
Stiphodon semoni adalah kelompok ikan yang hidup di sungai dan dataran tinggi. Kegiatan eksploitasi yang tak terkontrol terhadap Stiphodon semoni ini menyebabkan perkembangan populasi tertekan dan kemampuan reproduksinya menurun. Mengingat ikan ini merupakan jenis ikan lokal, maka dikhawatirkan akan mengalami penurunan populasi apabila tidak segera dilestarikan. Untuk kepentingan itulah diperlukan suatu informasi dan data mengenai ikan Stiphodon semoni, salah satunya dari aspek biologi reproduksi. Tujuan penelitian untuk mengetahui fekunditas dan Indeks kematangan gonad pada induk betina Stiphodon semoni. Penelitian ini berlangsung selama 2 bulan. Pengambilan sampel dilakukan di sungai Tuweley, Kelurahan Tuweley Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli. Sampel dianalisis di Laboratorium Terpadu Universitas Madako Tolitoli. Hasil menunjukkan ikan Stiphodon semoni memiliki panjang tubuh yaitu 4,7-4,8 cm, kisaran bobot tubuh 0,56-0,6 g, bobot gonad adalah 0,041-0,044 gr, fekunditas adalah 1819–1926 butir dan pengukuran IKG adalah 7,32-7,33%. Stiphodon semoni adalah kelompok ikan yang hidup di sungai dan dataran tinggi. Kegiatan eksploitasi yang tak terkontrol terhadap Stiphodon semoni ini menyebabkan perkembangan populasi tertekan dan kemampuan reproduksinya menurun. Mengingat ikan ini merupakan jenis ikan lokal, maka dikhawatirkan akan mengalami penurunan populasi apabila tidak segera dilestarikan. Untuk kepentingan itulah diperlukan suatu informasi dan data mengenai ikan Stiphodon semoni, salah satunya dari aspek biologi reproduksi. Tujuan penelitian untuk mengetahui fekunditas dan Indeks kematangan gonad pada induk betina Stiphodon semoni. Penelitian ini berlangsung selama 2 bulan. Pengambilan sampel dilakukan di sungai Tuweley, Kelurahan Tuweley Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli. Sampel dianalisis di Laboratorium Terpadu Universitas Madako Tolitoli. Hasil menunjukkan ikan Stiphodon semoni memiliki panjang tubuh yaitu 4,7-4,8 cm, kisaran bobot tubuh 0,56-0,6 g, bobot gonad adalah 0,041-0,044 gr, fekunditas adalah 1819–1926 butir dan pengukuran IKG adalah 7,32-7,33%.
Strategi Guru Menggunakan Metode Diskusi Pada Siswa Kelas VII SMP Untuk Meningkatkan Pembelajaran PPKn Yang Efektif Dan Efisien
Penelitian ini dilatar belakangi oleh penerapan strategi guru dalam proses pembelajaran PPKn yang masih membutuhkan dasar penunjang. Tujuan penelitian ini adalah untuk a) menganalisis konsep strategi yang diterapkan oleh guru dalam pembelajaran PPKn., b) menemukan persoalan yang menghambat proses pengembangan karakter dalam pembelajaran PPKn. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode penelitian kualitatif dimana proses pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun interpretasi dari penelitian ini adalah a) strategi yang digunakan oleh guru dalam meningkatkan pembelajaran PPKn yaitu dengan menerapkan metode diskusi, yang masih perlu dibarengi dengan pemberian dasar penunjang kepada para siswa tentang sebuah konsep strategi pembelajaran yang digunakan dapat menunjang para siswa dalam melaksanakan pembelajaran berbasis masalah
Analisis Produksi Usahatani Kelapa Dalam (Cocos nucifera) Di Kecamatan Tolitoli Utara
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi besaran biaya total, penerimaan, dan pendapatan, serta perbandingan biaya/pendapatan di Kecamatan Tolitoli Utara. Studi ini dilakukan di Kecamatan Tolitoli Utara dari Oktober 2022 hingga Desember 2022. Jenis penelitian yang digunakan adalah survei kasus di Kecamatan Tolitoli Utara. Sampel diambil dari 4 desa (Lakuan Tolitoli, Timbolo, Binontoan, dan Gio). Sampel terdiri dari 30 petani, dan metode sampel acak sederhana digunakan untuk menentukan responden. Data primer dan sekunder adalah jenis data yang dikumpulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani kelapa di Kecamatan Tolitoli Utara rata-rata menghasilkan Rp1.810.323,33 per musim tanam, dengan penerimaan sebesar Rp2.893.333,33, sehingga mereka menghasilkan Rp1.083.010,00 pendapatan, dan usahatani tersebut layak untuk diusahakan berdasarkan rasio R/C sebesar 1,59 lebih dari 1.Kata Kunci :Kelapa Dalam, Analisis Usaha tani, R/C Rati
Pembuatan Kebun Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Di Desa Watunggarandu, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara
Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan tanaman berkhasiat yang dikelola keluarga di lahan pekarangan rumah. TOGA bermanfaat dalam mengobati dan meningkatkan kesehatan dalam keluarga. Kegiatan penanaman obat keluarga ini bertujuan untuk memperkenalkan dan memberikan informasi kepada masyarakat tentang manfaat tanaman TOGA sebagai alternatif pengobatan mandiri dalam keluarga. Metode pengabdian masyarakat dimulai pada tanggal 8 Mei-11 Mei 2024 di Desa Watunggarandu melalui 3 tahap yaitu tahap perencenaan, tahap pelaksaan dan tahap evaluasi. Hasil kegiatan ini masyarakat sudah mampu memahami jenis tanaman TOGA beserta manfaatnya serta mampu memelihara dan menjaga kebersihan lingkungan kebun TOG
Karakteristik Morfologi Periophtalmus chrysospilos Di Area Hutan Mangrove Desa Lelean Nono Kabupaten Tolitoli
Ikan Gelodok atau Gelodok merupakan ikan famili Gobiidae yang beradaptasi dengan unik dan banyak menempati daerah kawasan mangrove, salah satunya di area mangrove pesisir pantai. Ikan gelodok mampu beradaptasi dengan dua habitat yang berbeda dan memiliki kemampuan melompat seperti amphibi sehingga dikenal dengan amphibious fish. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakter morfometrik dan meristik ikan gelodok (Periophtalmus chrysospilos) yang ada di area hutan mangrove Desa Lelean Nono Kabupaten Tolotoli. Penelitian ini di laksanakan selama 2 bulan. Pengambilan sampel di lakukan di Kawasan Hutan Mangrove Desa Lelean Nono, Kabupaten Tolitoli Sulawesi Tengah. Metode pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode purposive sampling dari lokasi yang telah di tentukan, pengambilan sampel ini dapat dilakukan dengan menggunakan perangkat tangkap seperti jaring, pukat atau alat lainnya. Sampel ikan gelodok yang telah di tangkap kemudian di amati dan di analisa pada bagian karakter morfometrik dan meristiknya.Ikan Gelodok atau mudskipper merupakan ikan famili Gobiidae yang beradaptasi dengan unik dan banyak menempati daerah kawasan mangrove, salah satunya di area mangrove pesisir pantai. Ikan gelodok mampu beradaptasi dengan dua habitat yang berbeda dan memiliki kemampuan melompat seperti amphibi sehingga dikenal dengan amphibious fish. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakter morfometrik dan meristik ikan gelodok (Periophtalmus chrysospilos) yang ada di area hutan mangrove Desa Lelean Nono Kabupaten Tolotoli. Penelitian ini di laksanakan pada bulan Maret-April 2024. Pengambilan sampel di lakukan di Kawasan Hutan Mangrove Desa Lelean Nono, Kabupaten Tolitoli Sulawesi Tengah. Metode pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode purposive sampling dari lokasi yang telah di tentukan, pengambilan sampel ini dapat dilakukan dengan menggunakan perangkat tangkap seperti jaring, pukat atau alat lainnya. Sampel ikan gelodok yang telah di tangkap kemudian di amati dan di analisa pada bagian karakter morfometrik dan meristiknya
PENERAPAN ARSITEKTUR VERNAKULAR PADA RANCANGAN MUSEUM SEJARAH DAN BUDAYA DI KABUPATEN TOLITOLI
This study aims to design the Tolitoli Regency History and Culture Museum with a vernacular architectural approach, which integrates local cultural elements into the building design. Through qualitative methods, data were collected through interviews, field observations, and literature studies on Tolitoli traditional architecture. The results of the study indicate that the application of local materials such as ironwood and bamboo, as well as the design of a gable roof and natural ventilation, creates a building that is sustainable and adaptive to local climate conditions. In addition, the integration of traditional carving motifs into the interior of the museum strengthens cultural identity and increases the educational value of the building. The museum is designed as a multifunctional social space, acting as a center for cultural and community interaction. With a vernacular architectural approach, this museum not only functions as a place to preserve historical artifacts, but also as a symbol of dynamic and sustainable local identity. The results of this study are expected to be a model for the development of architecture that prioritizes sustainability and cultural preservation in other regions. Overall, this discussion underlines the importance of a vernacular architectural approach in the design of public buildings such as museums. In addition to producing aesthetic and functional designs, this approach is also able to create strong cultural ties, support environmental sustainability, and provide a positive impact on the tourism sector and the regional economy.Penelitian ini bertujuan merancang Museum Sejarah dan Kebudayaan Kabupaten Tolitoli dengan pendekatan arsitektur vernakular, yang mengintegrasikan elemen-elemen budaya lokal dalam desain bangunan. Melalui metode kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi lapangan, dan studi literatur mengenai arsitektur tradisional Tolitoli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan material lokal seperti kayu ulin dan bambu, serta desain atap model pelana dan ventilasi alami, menciptakan bangunan yang berkelanjutan dan adaptif terhadap kondisi iklim setempat. Selain itu, integrasi motif ukiran tradisional pada interior museum memperkuat identitas budaya dan meningkatkan nilai edukatif bangunan. Museum dirancang sebagai ruang sosial yang multifungsi, berperan sebagai pusat interaksi budaya dan komunitas. Dengan pendekatan arsitektur vernakular, museum ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelestarian artefak sejarah, tetapi juga sebagai simbol identitas lokal yang dinamis dan berkelanjutan. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi model untuk pengembangan arsitektur yang mengutamakan keberlanjutan dan pelestarian budaya di daerah-daerah lain. Secara keseluruhan, pembahasan ini menggarisbawahi pentingnya pendekatan arsitektur vernakular dalam perancangan bangunan publik seperti museum. Selain menghasilkan desain yang estetik dan fungsional, pendekatan ini juga mampu menciptakan ikatan budaya yang kuat, mendukung keberlanjutan lingkungan, serta memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi daerah
The correlation between metacognitive strategy and listening comprehension of seventh semester students at madako university
This study aimed to determine the significance of the relationship between metacognitive strategies and students\u27 listening comprehension skills. This research employed a quantitative correlational design. The samples consisted of 12 seventh-semester students selected through purposive sampling. The data were collected using a metacognitive strategy questionnaire and a listening comprehension test adopted from the TOEFL examination. The data were analyzed using the Pearson Product-Moment correlation technique with the SPSS v19 statistical program. The results of the analysis revealed that the sig. (2-tailed) The value was 0.944, which is greater than the significance level of 0.05, indicating no statistically significant correlation between the two variables. Furthermore, the correlation coefficient (r = 0.113) indicated a very weak relationship between metacognitive strategy use and listening comprehension. Based on these findings, the null hypothesis (H₀) was accepted, and the alternative hypothesis (Hₐ) was rejected. These results suggest that the use of metacognitive strategies alone may not directly influence students\u27 listening comprehension performance in this context. The findings imply that other factors—such as linguistic competence, vocabulary mastery, or the quality of listening instruction—may play a more dominant role. Therefore, it is recommended that future research involve a larger sample size and include additional variables to understand better the complex factors affecting listening comprehension.This study aimed to determine the significance of the relationship between metacognitive strategies and students\u27 listening comprehension skills. This research employed a quantitative correlational design. The samples consisted of 12 seventh-semester students selected through purposive sampling. The data were collected using a metacognitive strategy questionnaire and a listening comprehension test adopted from the TOEFL examination. The data were analyzed using the Pearson Product-Moment correlation technique with the SPSS v19 statistical program. The results of the analysis revealed that the sig. (2-tailed) The value was 0.944, which is greater than the significance level of 0.05, indicating no statistically significant correlation between the two variables. Furthermore, the correlation coefficient (r = 0.113) indicated a very weak relationship between metacognitive strategy use and listening comprehension. Based on these findings, the null hypothesis (H₀) was accepted, and the alternative hypothesis (Hₐ) was rejected. These results suggest that the use of metacognitive strategies alone may not directly influence students\u27 listening comprehension performance in this context. The findings imply that other factors—such as linguistic competence, vocabulary mastery, or the quality of listening instruction—may play a more dominant role. Therefore, it is recommended that future research involve a larger sample size and include additional variables to understand better the complex factors affecting listening comprehension
Kesetaraan Gender dalam Dunia Akademik dan Dampaknya Terhadap Kinerja Dosen: Studi di Universitas Madako Tolitoli
Peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi prioritas utama dalam pembangunan nasional, di mana pendidikan tinggi memegang peran krusial dalam mencetak lulusan berkualitas. Dalam konteks ini, dosen memiliki peran strategis sebagai agen utama pelaksana Tri Dharma Perguruan Tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kesetaraan gender terhadap kinerja dosen di Universitas Madako Tolitoli. Dengan pendekatan kuantitatif dan metode survei, data dikumpulkan dari 89 dosen melalui kuesioner, lalu dianalisis menggunakan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesetaraan gender berpengaruh signifikan terhadap kinerja dosen secara parsial, terutama dalam aspek pengajaran dan pengabdian kepada masyarakat. Namun, dalam bidang penelitian, ditemukan bahwa dosen laki-laki menunjukkan performa lebih tinggi dibandingkan perempuan, yang sebagian besar disebabkan oleh perbedaan jumlah serta karakteristik individu. Penelitian ini menegaskan bahwa penerapan kesetaraan gender yang efektif dapat menjadi faktor pendukung penting dalam pencapaian kinerja dosen yang optimal dan berkelanjutan di lingkungan perguruan tinggi.Peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi prioritas utama dalam pembangunan nasional, di mana pendidikan tinggi memegang peran krusial dalam mencetak lulusan berkualitas. Dalam konteks ini, dosen memiliki peran strategis sebagai agen utama pelaksana Tri Dharma Perguruan Tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kesetaraan gender terhadap kinerja dosen di Universitas Madako Tolitoli. Dengan pendekatan kuantitatif dan metode survei, data dikumpulkan dari 89 dosen melalui kuesioner, lalu dianalisis menggunakan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesetaraan gender berpengaruh signifikan terhadap kinerja dosen secara parsial, terutama dalam aspek pengajaran dan pengabdian kepada masyarakat. Namun, dalam bidang penelitian, ditemukan bahwa dosen laki-laki menunjukkan performa lebih tinggi dibandingkan perempuan, yang sebagian besar disebabkan oleh perbedaan jumlah serta karakteristik individu. Penelitian ini menegaskan bahwa penerapan kesetaraan gender yang efektif dapat menjadi faktor pendukung penting dalam pencapaian kinerja dosen yang optimal dan berkelanjutan di lingkungan perguruan tinggi
REDESAIN RUANG TERBUKA PUBLIK DI TOLITOLI (STUDI KASUS TAMAN KOTA GAUKAN MUHAMMAD BANTILAN)
Gaukan Muhammad Bantilan City Park is located in the city center and functions as a place for social activities such as sports, recreation, socialization, and street vendor activities (PKL), in addition to its ecological function. Gaukan Muhammad Bantilan City Park is adjusted to the community\u27s needs, which can attract the interest of the people of Tolitoli Regency to reintroduce history without explaining the history and attracting local and foreign tourists to visit Tolitoli Regency. The purpose of the redesign is to meet the functional aspects of the needs of each user\u27s space. The qualitative research method uses a descriptive approach, assisted by primary and secondary data. Data analysis includes data display, data grouping, and data reduction. The results of the study stated that the Gaukan Muhammad Bantilan City Park, through elements of public space design, supporting facilities in the park, successful public open spaces, comfort and impression (comfort and image), security, cleanliness, vegetation, seating, lighting, access in and out, function and activity (use and activity), activity, usefulness, social ability (sociability), can provide comfort to users of public open spaces. Architecture must consider how space can be a place for active social interaction, functioning as a comfortable recreational space. Considering social, cultural, and economic factors, the design of public open spaces can strengthen local identity and create an environment that supports the welfare of the community as a whole.Taman Kota Gaukan Muhammad Bantilan terletak di pusat perkotaan dan berfungsi sebagai wadah aktifitas sosial masyarakat seperti olahraga, rekreasi, sosialisasi, dan aktivitas pedagang kaki lima (PKL), di samping dari fungsi ekologis yang di miliki. Taman Kota Gaukan Muhammad Bantilan di sesuikan atas kebutuhan masyarakat, dimana hal ini dapat menarik minat masyarakat masyarakat Kabupaten Tolitoli untuk memperkenalkan kembali sejarah tanpa menjelaskan sejarah tersebut, menarik wisatawan lokal, mancanegara untuk berkunjung ke Kabupaten Tolitoli. Tujuan redesain di lakukan untuk dapat memenuhi aspek-aspek fungsionalitas pada kebutuhan ruang-ruang tiap penggunanya. Metode penelitian yang di gunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan deskriftif, dibantu dengan data primer dan skunder. Analisi data menliputi display data, pengelompokan data dan reduksi data. Hasli penelitian menyebutkan bahwa Taman Kota Gaukan Muhammad Bantilan melalui elemen-elemen desain ruang pablik, fasilitas penunjang pada taman, ruang terbuka publik yang berhasil, kenyamanan dan kesan (comfort and image), keamanan, kebersihan, vegetasi, tempat duduk, lampu, akses masuk dan keluar, fungsi dan aktifitas (use and activity aktivitas), keaktifan, kegunaan, kemampuan sosial (sociability), mampu memberikan kenyamanan pada pengguna ruang terbuka publik. Arsitektur perlu memperhatikan bagaimana ruang bisa menjadi tempat interaksi sosial yang aktif, berfungsi sebagai ruang rekreasi yang nyaman. Memperhatikan faktor sosial, budaya, dan ekonomi, desain ruang terbuka publik dapat memperkuat identitas lokal dan menciptakan lingkungan yang mendukung kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan
Efektivitas Pelayanan BPJS Kesehatan dalam Meningkatkan Kepuasan Masyarakat di Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pelayanan BPJS Kesehatan di Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli, dalam meningkatkan kepuasan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan lokasi penelitian di Kantor BPJS Kesehatan Kecamatan Baolan selama periode 10 Januari hingga 10 Maret 2024. Informan dipilih melalui teknik purposive sampling, terdiri dari 3 pejabat BPJS, 4 staf layanan, dan 5 peserta JKN. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari enam indikator efektivitas menurut Ridwan dan Sudrajat, empat indikator yaitu prosedur pelayanan, biaya pelayanan, sarana dan prasarana, serta produk layanan telah terpenuhi dengan baik. Namun, dua indikator lainnya, yaitu waktu pelayanan dan kompetensi pegawai, masih memerlukan perbaikan signifikan. Oleh karena itu, disarankan agar BPJS Kesehatan Kecamatan Baolan menambah jumlah sumber daya manusia pada layanan front‐line dan meningkatkan program pelatihan serta sosialisasi untuk memperkuat kompetensi pegawai dalam memberikan pelayanan yang cepat dan informatif