Directory of Scientific Journals Indonesian Society of Applied Science (ISAS)
Not a member yet
439 research outputs found
Sort by
Simulasi Angka Keamanan Menggunakan Metode Elemen Hingga Berdasarkan Nilai Kohesi (c) dan Sudut Geser Dalam
Expansive soil is a type of soil that can expand and shrink based on the moisture content. In Cisauk Subdistrict, Tangerang City, there are many damages to building structures and/ or roads caused by the expansive soil. This research is intended to identify the expansive soil, including its physical characteristics, in determining the cohesion (c) and internal shear angle (f) values using the UU (unconsolidated undrained) triaxial test. Test results indicated that the cohesion value was around 0.33 kg/cm² or 32.94 kN/m², and an internal shear angle of 20.51°. Both datasets were used to analyze slope stability modeling in defining the safety factor (SF) using PLAXIS software in 2D during rainy and dry seasons. Each condition was evaluated by the three slope variations, such as 20°, 40°, and 60°. Modeling results show that the (SF) would be higher on flatter slopes, and on the contrary, would decrease on steeper slopes. In addition, the (SF) would be higher during the dry season than the rainy season. The soil condition would be more saturated during the rainy season.Tanah ekspansif adalah jenis tanah yang memiliki kemampuan untuk mengembang dan menyusut tergantung pada kadar air yang dikandungnya. Di Kecamatan Cisauk, Kota Tangerang, banyak sekali kerusakan pada struktur bangunan dan/ atau jalan akibat tanah ekspansif. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tanah ekspansif termasuk karakteristik fisiknya dalam menentukan nilai kohesi (c) dan sudut geser dalam (f) dengan menggunakan uji triaksial UU (unconsolidated undrained). Hasil pengujian menunjukkan nilai kohesi sebesar 0,33 kg/cm² atau 32,94 kN/m² dan sudut geser dalam sebesar 20,51°. Kedua data ini digunakan untuk menganalisis stabilitas lereng dengan menggunakan perangkat lunak software PLAXIS, yang dilakukan dua kali untuk kondisi musim hujan dan kemarau. Setiap kondisi diuji pada tiga variasi kemiringan lereng, yaitu 20°, 40°, dan 60°. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa nilai faktor keamanan (FK) lebih tinggi pada lereng yang lebih landai dan menurun seiring dengan kemiringan yang curam. Selain itu, (FK) lebih tinggi pada musim kemarau dibandingkan musim hujan. Kondisi tanah akan menjadi kadar air akan menjadi lebih jenuh saat musim hujan
Perbandingan Kemampuan Menahan Beban Aksial Kolom Pendek Berlubang Dengan Variasi Jarak Sengkang
This study investigates the effect of stirrup spacing variation on the axial load capacity of short reinforced concrete columns with openings. The research focuses on square cross-section short columns measuring 12 cm × 12 cm × 45 cm, incorporating a pipe opening that reduces the cross-sectional area by 5.58%. The objective is to determine whether varying the stirrup spacing can enhance the axial compressive strength of perforated columns, which typically experience strength reduction due to the decreased cross-sectional area. The study was conducted experimentally in a laboratory using 20 MPa concrete, with longitudinal reinforcement of ø10 mm and stirrups of ø6 mm. Two types of columns were tested: solid columns (with 19 cm stirrup spacing) and perforated columns (with 8 cm stirrup spacing). Test results indicate that reducing stirrup spacing in perforated columns was not sufficiently effective to equal or surpass the axial strength of solid columns. The solid columns had an average axial compressive strength of 296.71 kN, while the perforated columns with 8 cm stirrup spacing showed a slightly lower strength of 288.92 kN, representing a decrease of 2.62%.Penelitian ini membahas pengaruh variasi jarak sengkang terhadap kemampuan kolom pendek berlubang dalam menahan beban aksial. Ruang lingkup penelitian difokuskan pada kolom pendek beton bertulang berpenampang persegi berukuran 12 cm × 12 cm × 45 cm dengan lubang pipa 5,58% dari luas penampang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah variasi jarak sengkang dapat meningkatkan kekuatan tekan aksial kolom berlubang yang kapasitasnya menurun akibat berkurangnya luas penampang. Penelitian dilakukan secara eksperimental di laboratorium menggunakan beton mutu 20 MPa, dengan tulangan utama ø10 mm dan sengkang ø6 mm. Dua jenis kolom diuji, yaitu kolom tanpa lubang (jarak sengkang 19 cm) dan kolom berlubang (jarak sengkang 8 cm). Hasil pengujian menunjukkan bahwa upaya penambahan variasi jarak sengkang pada kolom berlubang belum cukup efektif untuk membuat kekuatan aksial kolom berlubang sama atau melebihi kekuatan aksial kolom tanpa lubang dimana, kolom tanpa lubang memiliki kuat tekan rata-rata sebesar 296,71 kN, sementara kolom berlubang dengan variasi jarak sengkang 8 cm lebih kecil 2,62% yaitu sebesar 288,92 kN
Studi Rencana Penentuan Halte Sistem Angkutan Umum Massal Berbasis Jalan Pada Koridor 6 Di Kabupaten Bogor (Ciawi-Cisarua)
The mass public transportation system (SAUM) is one of the Bogor Regency Government\u27s efforts to alleviate existing traffic congestion and provide people with alternative transportation options. Based on the study, six main corridors have been identified for development, one of which is Corridor 6, specifically from Ciawi to Cisarua. The purpose of this study is to determine the number and location of bus stops to meet potential demand and estimate the potential demand from each stop point. The analytical method used is the analytical descriptive research method of the Ministry of Land Transportation\u27s equations. The results of the research that have been carried out have obtained 17 stopping points that can meet potential demand on the Corridor 6 route, with the locations of Ciawi Hospital Stop, Ciawi Gas Station Stop, Gadog Stop, Hermina Hospital Stop, Pasir Angin Stop, GPIB Nehemia Stop, Cibogo Gas Station Stop, SMK YMA Megamendung Stop, RM Ma Pirah Stop, Cimori Riverside Stop, Taman Wisata Matahari Stop, MAN 1 Cisarua Stop, Parama Hotel Stop, Cibulan Clinic Stop, Taman Safari Stop (RSPARU), Taman Safari 1 Stop, and SDN Cibeureum Stop. Sistem angkutan umum massal (SAUM) merupakan salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Bogor untuk mengatasi kemacetan lalu lintas yang ada dan memberikan pilihan bagi masyarakat untuk berpindah. Berdasarkan kajian telah diperoleh 6 Koridor utama yang akan dikembangkan, Salah satunya koridor 6 Ciawi – Cisarua. Tujuan dari penelitian ini adalah umtuk mendapatkan jumlah dan lokasi halte agar dapat memenuhi potensi demand serta mendapatkan potensi demand dari masing-masing titik pemberhentian. Metode analisa yang di gunakan adalah metode penelitian deskriptif analitis persamaan Departemen Perhubungan darat. Hasil penelitan yang telah dilakukan memperoleh 17 titik pemberhentian yang dapat memenuhi potensi demand pada rute koridor 6, dengan lokasi Halte RS Ciawi, Halte SPBU Ciawi, Halte Gadog, Halte RS Hermina, Halte Pasir Angin, Halte GPIB Nehemia, Halte SPBU Cibogo, Halte SMK YMA Megamendung, Halte RM Ma Pinah, Halte Cimori Reverside, Halte Taman Wisata Matahari, Halte MAN 1 Cisarua, Halte Parama Hotel, Halte Klinik Cibulan, Halte Taman Safari (RSPARU), Halte Taman Safari 1, dan Halte SDN Cibeureum
Analisis Daya Serap Air Paving Block Dengan Polyethylene Terephthlate Sebagai Pengganti Semen
Plastic waste is one of the main challenges faced by Indonesian society. Plastic drinking bottles are one of the largest sources of waste, and it is estimated that the total amount of plastic waste worldwide will reach 12,000 million tons by 2050. So there needs to be an effort to recycle the plastic. In this study, PET plastic was used as a substitute for cement in paving blocks. The purpose of this research is to evaluate whether paving blocks using a mixture of PET plastic and sand can meet the requirements of water absorption according to SNI 03-0691-1996 standard. The comparison between PET plastic and sand is 10%: 90%, 20% : 80%, 30% : 70%, 40% : 60%, 50% : 50%, with temperatures of 240°C, 260°C, 280°C. The absorption of paving blocks by utilizing Polyethylene Terephtalate (PET) plastic as a substitute for cement decreased as the PET plastic increased. The lowest absorption was found in the 30% variation at 280°C with a value of 0.18%. The 10% plastic variation at each different temperature obtained more than 10% absorption, where the results did not meet the quality of SNI 03-0691 (1996). While the addition of 20%, 30%, 40% and 50% plastic obtained a value below 1% which means it meets the quality of A in SNI 03-0691 (1996).Permasalahan sampah plastik menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia. Botol minum plastik merupakan salah satu sumber limbah terbesar dan diperkirakan jumlah total sampah plastik di seluruh dunia akan mencapai 12.000 juta ton pada tahun 2050. Sehingga perlu adanya upaya untuk mendaur ulang plastik tersebut. Dalam penelitian ini, plastik PET digunakan sebagai pengganti semen dalam paving block. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi apakah paving block yang menggunakan campuran plastik PET dan pasir dapat memenuhi persyaratan penyerapan air sesuai standar SNI 03-0691-1996. Perbandingan antara plastik PET dengan pasir yaitu 10% : 90%, 20% : 80%, 30% : 70%, 40% : 60%, 50% : 50%, dengan temperatur 240oC, 260oC, 280oC. Penyerapan paving block dengan memanfaatkan plastik Polyethylene Terephtalate (PET) sebagai pengganti semen mengalami penurunan seiring bertambahnya plastik PET. Penyerapan paling rendah terdapat pada variasi 30% temperatur dengan nilai 280oC dengan nilai 0,18%. Variasi plastik 10% pada setiap temperatur yang berbeda memperoleh penyerapan lebih dari 10% dimana hasil tersebut tidak memenuhi mutu SNI 03-0691 (1996). Sedangkan pada penambahan 20%, 30%, 40% dan 50% plastik memperoleh nilai dibawah dari 1% yang berarti memenuhi mutu A pada SNI 03-0691 (1996)
Perancangan Mesin Pengolah Sampah Plastik Jenis Polyehthylene Terephthalate (PET) Menjadi Biji Plastik Dengan Metode Ekstrusi
A plastic extrusion machine is a tool that can be used to process plastic waste into plastic pellets which can be reused to produce plastic products. Therefore, learning and applying these tools is useful for reprocessing plastic waste which is currently increasing. However, it is a shame that the tools currently on the market are relatively uneconomical for institutional scale processing, because the majority of tools on the market are intended for industrial scale. The output of this design produces a prototype tool with dimensions of 1005x350x830 mm and a capacity of 376 grams/hour. Maximum total energy consumption is less than 1 kW. The design of this plastic extrusion machine uses a screw conveyor, a 200Watt band heater and has 2 functions in 1 machine. The first function is to extrude chopped PET plastic and the second function is to cut the extrusion product so that the output of this machine is plastic pellets.Mesin ekstrusi plastik merupakan salah satu alat yang dapat dimanfaatkan untuk pengolahan limbah plastik menjadi biji plastik yang dapat digunakan kembali dalam menghasilkan produk berbahan plastik. Oleh karena itu, pembelajaran serta pengaplikasian terkait alat tersebut berguna untuk mengolah kembali sampah plastik yang saat ini sedang meningkat. Namu disayangkan alat-alat yang beredar di pasaran saat ini relatif tidak ekonomis untuk pengolahan skala institusi, dikarenakan mayoritas alat yang beredar di pasaran di tunjukan untuk skala industri. Hasil luaran dari perancangan ini menghasilkan prototipe alat dengan dimensi 1005x350x830 mm dan berkapasitas 376gram/jam. Total konsumsi energi maksimal kurang dari 1 kW. Rancangan mesin ekstrusi plastik ini menggunakan screw conveyor, band heater berdaya 200Watt dan memiliki 2 fungsi pada 1 mesin fungsi pertama ekstrusi cacahan plastik PET dan untuk fungsi kedua memotong hasil ekstrusi sehingga luaran dari mesin ini berupa biji plastik berbentuk pelet
Analisis Parkir Perumda Pasar Pakuan Jaya
The research aims to manage parking facilities so that there are no more vehicles parking in the area outside the Pakuan Jaya Market Perumda market; therefore, vehicles that park in the area outside the Pakuan Jaya Market Perumda market parking facility are placed in the Pakuan Jaya Market Perumda parking facility area so as not to reduce the road capacity. In this study, using the SRP method of characteristics (Volume, Accumulation, Duration, Turnover, Index), the performance management of paid parking is examined. Data collection was carried out by the survey method, with a time of 12 hours and running for sixteen days, with the data taken being the data of vehicle entry and exit hours to determine the characteristics of parking. The results of this study comprise the calculation of characteristics, including the maximum parking cumulation of 199 vehicles, which occurred on Friday, 12 April 2024 with a vehicle volume of 176 vehicles, and the maximum parking duration for At noon on the peak day, Thursday 4 April 2024, for sixteen days, the highest turnover of motorcycle parking at Perumda Pasar Pakuan Jaya Bogor City was observed at 30.03%. The maximum parking index reached 33.96%, indicating that the parking performance was relatively poor. However, the motorcycle parking capacity at Perumda Pasar Pakuan Jaya Kota Bogor was sufficient to meet the existing parking demand due to the capacity of the existing parking spaces. This was indicated by the parking index, which is less than 100%.Penelitian bertujuan untuk penanganan terhadap fasilitas parkir supaya tidak ada lagi kendaraan yang parkir di area luar pasar Perumda Pasar Pakuan Jaya, maka dari itu kendaraan yang parkir di area luar fasilitas parkir Perumda Pasar Pakuan Jaya di tempatkan di area fasilitas parkir pasar Perumda Pasar Pakuan Jaya agar tidak mengurangi kapasitas jalan yang seharusnya. Dalam penelitian ini menggunakan metode SRP karakteristik (Volume, Akumulasi, Durasi, Pergantian Turn Over, Indeks), dalam penelitian ini adalah pengelolaan kinerja parkir berbayar. Pengumpulan data dilakukan dengan metode survei dengan waktu selama 12 jam dan berjalan enam belas hari, dengan data yang diambil adalah data jam keluar masuk kendaraan untuk mengetahui karakteristik parkir tersebut. Hasil penelitian ini yaitu perhitungan karakteristik meliputi akumulasi kumulasi parkir maksimum sebesar 199 kendaraan yang terjadi pada hari jumat 12 April 2024 dengan volume kendaraan 176 kendaraan, durasi maksimum parkir selama 12:00 jam pada hari puncak yaitu hari kamis 4 april 2024, selama enam belas hari survei turn over parkir sepeda motor di Perumda Pasar Pakuan Jaya Kota Bogor tertinggi mencapai 30.03%. Indeks parkir maksimum mencapai 33.96% ini menunjukkan bahwa kinerja parkir cukup rendah. Kapasitas ruang parkir sepeda motor di Perumda Pasar Pakuan Jaya Kota Bogor dapat memenuhi kebutuhan parkir yang ada karena kapasitas ruang parkir yang ada, hal tersebut ditunjukan indeks parkir kurang dari angka 100%
Evaluasi Kinerja Struktur Gedung Rumah Sakit 6 Lantai dengan Analisis Pushover: Studi Kasus: Gedung Rumah Sakit Mulya Medika Samarinda
Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak pada pertemuan tiga lempeng tektonik aktif dunia, yang menjadikan pulau-pulau di Indonesia sebagai daerah dengan tingkat seismisitas yang tinggi, salah satunya Pulau Kalimantan. Banyaknya peristiwa gempa bumi yang pernah terjadi di Indonesia, dampak terburuk yang disebabkan adalah kerusakan bangunan struktur yang dapat memakan banyak korban jiwa. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi kinerja struktur bangunan untuk mengetahui tingkat kerusakan pada struktur saat terkena gempa. Penelitian ini dilakukan pada proyek Gedung Rumah Sakit Mulya Medika yang terletak di Kota Samarinda yang akan dievaluasi dengan FEMA 310 dengan pendekatannya menggunakan analisis pushover. Evaluasi kinerja struktur bangunan metode FEMA 310 dilakukan dengan 3 tahap, yaitu Tier 1, Tier 2 dan Tier 3. Pada penelitian ini hanya dilakukan 2 tahap evaluasi, yaitu Tier 2 menggunakan analisis dinamik linear respon spektrum dan analisis statik linear ekuivalen untuk menentukan nilai Demand Capacity Ratio (DCR), dan Tier 3 menggunakan analisis non-linear statik pushover. Konsep analisis pushover adalah mengaplikasikan beban dorong secara berangsur-angsur sampai tercapai keruntuhan pada struktur atau mencapai target perpindahan yang diharapkan, kemudian dapat ditentukan level kinerja struktur menurut FEMA 356. Dari hasil analisis tier 2 diperoleh nilai DCR seluruh balok dan kolom ≤ 2 dan telah memenuhi kriteria penerimaan berdasarkan FEMA 310. Hasil analisis tier 3 diperoleh level kinerja berdasarkan FEMA 356 termasuk dalam kategori Immediate Occupancy, yang berarti tidak ada kerusakan berat pada komponen struktural, kekuatan dan kekakuan gedung masih hampir sama dengan kondisi gedung sebelum dilanda gempa
Rasio Perbandingan Daya Dukung Tiang Pancang Tunggal dari Penyelidikan Tanah Terhadap PDA
Analisis Pengendalian Mutu Beton Ready Mix Pada Pekerjaan Pile Cap Menggunakan Statistical Quality Methods Control
Penelitian ini menganalisis penerapan Statistical Quality Methods Control (SQMC) dalam pengendalian mutu beton ready mix pada pekerjaan pile cap. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kesesuaian mutu beton dari komponen struktur yang digunakan dengan yang direncanakan serta menganalisis faktor-faktor yang mungkin menyebabkan mutu beton sesuai atau tidak dengan rencana. Metode penelitian yaitu dengan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimental. Studi ini akan dilakukan pada proyek Pembangunan Gedung Tower 3 Asrama Haji Indramayu yang menggunakan beton ready mix untuk pekerjaan pile cap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata slump beton adalah 11,10 cm, yang masih dalam batas spesifikasi 7,5-15 cm untuk pekerjaan plat, kolom, dan balok. Analisis kuat tekan beton pada umur 14 hari menunjukkan semua sampel memenuhi kriteria Oke dengan persentase kekuatan berkisar antara 91,894% hingga 98,276% dari kuat tekan rencana. Peta kendali X dan R untuk hasil uji kuat tekan 14 hari menunjukkan bahwa semua data berada dalam batas kendali, mengindikasikan proses pengecoran yang terkendali dengan baik. Pemilihan pengujian pada umur 14 hari memberikan gambaran yang lebih akurat tentang kekuatan akhir beton, memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih baik. Nilai standar deviasi dari hasil kuat lentur yang dikonversi menjadi kuat tekan adalah 0,906, mengindikasikan mutu pelaksanaan yang sangat baik untuk volume pekerjaan >3000 m3. Koefisien variasi sebesar 2,56% menunjukkan kategori pelaksanaan Terbaik. Metode SQMC efektif digunakan untuk pengendalian mutu beton siap pakai yang digunakan pada pekerjaan pile cap, dibuktikan dengan hasil pengujian yang konsisten berada dalam batas kendali
Implementasi BIM pada Struktur Gedung Laboratorium Terpadu Universitas Samudra Menggunakan Software Revit
This research applied three working methods, namely 3D modeling, quantity take-off (QTO), and bar bending schedule (BBS). The main objective of this research was to compare the calculation results of the conventional method with the Building Information Modeling (BIM) method in the construction of the Samudra University Integrated Laboratory Building. The implementation of BIM showed significant differences compared to the conventional approach, especially in 3D visual output and cost estimation (5D). The application of BIM facilitated more accurate 3D modeling and faster and more efficient cost estimation. In addition, BIM also improved the construction inspection process as it allowed the checking of work items without the need for manual inspection one by one. The QTO results using BIM (Revit Student Version) show a difference in calculation volume compared to the conventional method. In the concrete work, there had been a difference of 23.27 m³ or 2.08%, while in the screw reinforcement work, there had been a difference of 9,597.69 kg or 10.33%. For plain reinforcement, there had been a difference of 3,497.28 kg or 3.86%, and the total weight of reinforcement had been 13,094.96 kg or 7.14%.Penelitian ini mengaplikasikan tiga metode pengerjaan, yaitu pemodelan 3D, Quantity Take Off (QTO), dan Bar Bending Schedule (BBS). Tujuan utama penelitian ini adalah membandingkan hasil perhitungan metode konvensional dengan metode Building Information Modeling (BIM) dalam pembangunan Gedung Laboratorium Terpadu Universitas Samudra. Implementasi BIM menunjukkan perbedaan signifikan dibandingkan dengan pendekatan konvensional, terutama dalam output visual 3D dan estimasi biaya (5D). Penerapan BIM mempermudah pemodelan 3D yang lebih akurat serta estimasi biaya yang lebih cepat dan efisien. Selain itu, BIM juga meningkatkan proses inspeksi konstruksi karena memungkinkan pengecekan item pekerjaan tanpa perlu pemeriksaan manual satu per satu. Hasil QTO menggunakan BIM (Revit Student Version) menunjukkan perbedaan volume perhitungan dibandingkan dengan metode konvensional. Pada pekerjaan beton, terdapat selisih 23,27 m³ atau 2,08%, sedangkan pada pekerjaan tulangan ulir terdapat selisih 9.597,69 kg atau 10,33%, tulangan polos 3.497,28 kg atau 3,86%, dan total berat tulangan sebesar 13.094,96 kg atau 7,14%. Penerapan BIM memberikan keunggulan dalam akurasi, efisiensi waktu, dan kemudahan dalam pengawasan proyek konstruksi