USM Indonesia E-journal (Universitas Sari Mutiara)
Not a member yet
3657 research outputs found
Sort by
INDIKATOR PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT ORANG TUA DALAM PENCEGAHAN STUNTING DI KAMPUNG KB
Latar belakang: Stunting pada balita di Indonesia disebabkan oleh kekurangan gizi dan lingkungan yang tidak sehat. Perilaku hidup bersih dan tidak sehat seperti akses sanitasi dan praktik cuci tangan, penting dalam memberikan edukasi perilaku hidup bersih dan sehat kepada orang tua guna meningkatkan kesehatan keluarga dan mencegah stunting.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku hidup bersih dan sehat orang tua dengan kejadian stunting pada balita di Kampung KB.
Metode: Jenis penelitian ini deskriptif observasional dengan desain cross sectional. Adapun populasi dalam penelitian ini yaitu 208 balita dengan sampel 69 balita berisiko stunting di Kampung KB. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Variabel bebas meliputi ketersediaan jamban sehat, air bersih, praktik cuci tangan pakai sabun (CTPS), kondisi fisik rumah, dan riwayat penyakit infeksi. Variabel terikat yaitu kejadian stunting pada balita. Pengumpulan data melalui wawancara menggunakan kuesioner dan observasi ke rumah responden. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat.
Hasil: Ditemukan 27,5% balita mengalami stunting. 81,2% responden memiliki jamban kurang baik dan 73,9% tidak memenuhi syarat untuk sumber air MCK. Penerapan CTPS sebanyak 97,1%, sebanyak 26,1% rumah tidak memenuhi syarat dan 47,8% responden memiliki riwayat infeksi.
Kesimpulan: Sanitasi buruk dan penyakit infeksi berkontribusi pada stunting di Kampung KB, meskipun ibu sudah menerapkan CTPS dengan baik. Peningkatan akses sanitasi dan pendidikan kebersihan penting untuk menurunkan stunting, dengan penelitian lanjutan untuk intervensi yang lebih spesifi
Transformasi Komunikasi Pemasaran di Era Artificial Intelligence
The limitations of traditional advertising formats and the advent of the internet have driven a shift in the advertising industry toward the digital era, making modern advertising more effective and efficient. This transformation has also reshaped the landscape of marketing communication. Innovations in artificial intelligence (AI) play a critical role in facilitating marketing communication in the digital age, enabling companies to engage audiences in more personal and compelling ways. This study aims to explore the role of AI in enhancing the effectiveness of marketing communication compared to traditional methods. It employs a systematic literature review methodology guided by PRISMA protocols. The research focuses on analyzing academic literature and previous empirical studies on AI's role in content personalization, marketing efficiency, consumer behavior analysis, and its impact on customer engagement. The findings reveal that AI offers significant advantages over traditional methods, including improved content personalization, enhanced marketing efficiency, better consumer insights, increased customer engagement, and cost savings. However, challenges such as limited consumer understanding of AI and concerns over data privacy underscore the need for a more humanistic and transparent approach, emphasizing clear communication of AI's tangible benefits to consumers. Successful AI integration requires balancing human expertise with machine capabilities, aligning with broader business strategies, and addressing ethical considerations in its application
Penggunaan dan Kepuasan terhadap Video Pendek melalui Media Sosial TikTok: Systematic Literature Review
In the ever-changing internet era, mobile media consumption has shifted significantly from text content to video content. Short video applications serve as a solution to fill fragmented free time, offering fast and easily accessible entertainment. These videos often have diverse content and can interact with each other across platforms, allowing users to engage more deeply and enjoy a more dynamic viewing experience. Since the advent of the Internet, uses and gratifications theory has also been applied to various types of digital platforms, for example, to help understand the role of E-WoM moderation and traditional media advertising in choosing fast food outlets. This study aims to analyze user motivations and satisfactions in using TikTok as a digital platform with uses and gratifications theory (UGT). This study uses the Systematic Literature Review method to obtain research data. The results of this study indicate that uses and gratifications theory (UGT) has a relationship with awareness and use of TikTok social media. There are several drives and motivations that each user has related to the use of TikTok social media, especially the FYP feature, namely entertainment, media for self-expression, escape from reality, and user loyalty to access certain content
Komunikasi Partisipatif Relawan Pemadam Kebakaran dalam Menanggulangi Kebakaran di Kota Bengkulu
Fire is a disaster that often occurs in Indonesia, one of the areas that has a fairly high fire rate is Bengkulu City. Therefore, this research is very relevant to find the right solution in improving coordination and quick response in handling fire disasters through community participatory communication in the Volunteer Fire Fighter program. This research aims to analyze how participatory communication is carried out by Firefighter Volunteers in dealing with fires in Bengkulu City. The focus of this research uses the concept of participatory communication which consists of four indicators, namely heteroglasia, dialogic, polyphony and carnival. Using a qualitative approach, this research involved in-depth interviews with several members of the Volunteer Fire Department and the Head of the Prevention Division of the Bengkulu City Fire and Rescue Service. The results of the research show that the participatory communication of the Bengkulu City Fire Brigade Volunteers has gone well, marked by the fulfillment of four important indicators of participatory communication, namely heteroglasia, dialogue, polyphony and carnival. The presence of Bengkulu City Volunteer Fire Fighters with good participatory communication has also increased the speed of response in handling fires. Apart from that, solid cooperation between members of the Volunteer Fire Department and the Government and the Bengkulu City Fire and Rescue Service also increases the effectiveness of fighting fires. This research concludes that participatory communication from Volunteer Firefighters has great potential in increasing the effectiveness of fire management in Bengkulu City, but needs to be supported by a better government role
Peran Ilmu Negara Dalam Membentuk Pemerintahan
Ilmu negara memiliki peran sentral dalam membentuk struktur dan sistem pemerintahan yang efektif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana ilmu negara membantu merancang pemerintahan yang berkeadilan, demokratis, dan responsif terhadap dinamika sosial dan politik. Dengan memanfaatkan teori-teori dasar ilmu negara, seperti teori kedaulatan, kontrak sosial, dan negara hukum, penelitian ini mengidentifikasi berbagai peran utama negara dalam membentuk dan mengelola pemerintahan. Dalam konteks Indonesia, peran ilmu negara juga krusial untuk merancang kebijakan yang mencerminkan nilai-nilai konstitusional dan hak-hak rakyat, Penelitian ini menggunakan metode analisis konseptual dan historis kami mengkaji karya-karya utama para filsuf politik yang mengembangkan teori pembentukan negara serta menelaah implementasi teori tersebut dalam pembentukan negara-negara modern. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ilmu negara berfungsi sebagai panduan teoritis dan praktis dalam menciptakan pemerintahan yang transparan, adil, dan efektif, dengan adanya penelitian ini maka Ilmu negara berperan penting dalam membentuk struktur dan sistem pemerintahan yang adil, efektif, dan demokratis. Melalui teori-teori dasar seperti kedaulatan, kontrak sosial, negara hukum, dan demokrasi, ilmu negara memberikan panduan untuk merancang pemerintahan yang transparan, berkeadilan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Penerapan prinsip-prinsip ilmu negara dalam kebijakan publik memastikan bahwa pemerintahan berjalan sesuai dengan nilai-nilai konstitusional dan hak-hak rakyat
Penyuluhan Hukum Tentang Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 Tentang Pendaftaran Tanah Oleh Aparat Desa Terhadap Tanah Adat Dalam Perspektif Hukum Perdata Di Kecamatan Medan Helvetia
Tanah adat adalah tanah yang sudah ada sejak zaman dulu dan diwariskan secara turun-temurun. Proses pindah milik tanah dengan cara jual-beli hanya memerlukan persetujuan dari kepala desa. Kemudian, dibuat surat jual-beli yang dicatat di kertas segel atau kwitansi untuk membuktikan keabsahan kepemilikan tanah adat. Dokumen ini sering disebut surat keterangan tanah oleh kepala desa, namun hal ini dapat menimbulkan masalah. Dalam pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah, menjadi langkah utama dalam penyelesaian masalah tanah adat dengan cara melepas tanah adat oleh masyarakat hukum adat. Dalam hukum perdata, tanah adat diatur dalam Pasal 3 Undang-Undang Pokok Agraria Nomor 5 Tahun 1960. Peran Kepala Desa dalam proses pendaftaran tanah diatur dalam Pasal 8 Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah
EFEK PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL DAUN PIRDOT (SAURAUIA VULCANI KORTH.) TERHADAP EKSPRESI GEN INTERLEUKIN 6 (IL-6) PADA JARINGAN ADIPOSA PUTIH TIKUS GALUR WISTAR YANG DIBERI DIET TINGGI LEMAK
Penumpukan lemak dalam tubuh manusia terbukti dapat meningkatkan Reactive Oxygen Species (ROS). Kondisi ini dipicu oleh produksi NADH dan FADH2 yang berlebihan. Tingkat ROS yang tinggi menyebabkan gangguan siklus sel dan kerusakan DNA. Jaringan adiposa merupakan salah satu tempat penyimpanan lemak yang telah banyak diteliti untuk menggambarkan berbagai risiko penyakit, terutama gangguan metabolik. Peningkatan ROS pada jaringan adiposa dapat meningkatkan risiko gangguan metabolik yang dapat dideteksi oleh IL-6 (interleukin 6). IL-6 berperan penting dalam regenerasi sel dan aktivitas antiinflamasi. Daun Pirdot (Saurauia vulcani korth.) mengandung berbagai bahan bioaktif seperti flavonoid, fenolik, aponin, tanin dan triterpenoid. Komponen-komponen ini diketahui memiliki aktivitas antiinflamasi dalam tubuh. Penelitian ini menggunakan metode true experimental post-test control group. Sampel terdiri dari 20 ekor tikus yang dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu Kn: kelompok tanpa perlakuan; Kp: kelompok yang diberi diet tinggi lemak; P1: kelompok yang diberi diet tinggi lemak dan ekstrak pirdot 100 mg dan, P2: kelompok yang diberi diet tinggi lemak dan ekstrak pirdot 200 mg. Ekspresi gen IL-6 dinilai menggunakan PCR realtime (RT-PCR) dan dihitung dengan Metode Livak 2^∆∆Ct. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan berat badan sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok tikus (p=0,000). Tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada nilai ekspresi gen IL-6 antar kelompok perlakuan. Terdapat ekspresi gen IL-6 lebih rendah pada kelompok tikus yang diberi diet tinggi lemak dengan ekstrak pirdot 100 mg (P1) dan 200 mg (P2) dibandingkan dengan kelompok kontrol (Kn)dan kelompok yang hanya diberi diet tinggi lemak saja (Kp)
TINGKAT KUALITAS PEMANTAPAN MUTU INTERNAL PRA ANALITIK PEMERIKSAAN HEMATOLOGI
Pemantapan mutu internal adalah aktivitas pengendalian dan pengawasan yang dilakukan oleh tiap- tiap laboratorium secara berulang-ulang supaya tidak terjadi atau meminimalisasi kejadian error sebagai akibatnya didapatkan hasil investigasi yang sempurna. Cakupan objek pemantapan mutu internal meliputi pra analitik, tahap analitik dan tahap pasca analitik. Pemeriksaan hematologi adalah prosedur yang digunakan untuk menilai komposisi dan kualitas darah untuk memastikan status pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kualitas pemantapan mutu internal tahap pra analitik pemeriksaan hematologi di laboratorium RSUD Budhi Asih. Jenis penelitian ini bersifat kuantitatif menggunakan rancangan cross sectional dan teknik purposive sampling. Populasi penelitian ini adalah ahli tenaga laboratorium medis RSUD Budhi Asih. Hasil tahap pra analitik penerimaan pasien dengan persentase 92,5% masuk kriteria sangat baik. Hasil tahap pra analitik pengambilan dan penanganan sampel dengan persentase 99% masuk kriteria sangat baik
THE EFFECTIVENESS OF PEER GROUP COGNITIVE BEHAVIOR COUNSELING ON BODY IMAGE IMPROVEMENT IN FEMALE ADOLESCENT
Greater attention to appearance, clothing, grooming, hairstyle, and behavior is a phenomenon that occurs among adolescents. Adolescents believe that self-appearance is very important for social acceptance, especially acceptance from peers. Furthermore, adolescents want to always look attractive to others, especially peers. This phenomenon can cause body image disorder and low self-esteem especially among female adolescents. It is believed that group counseling can improve the body image of female adolescent to be more positive. This research aims to determine the effect of counseling methods with a cognitive behavioral approach on improving body image in female adolescent. This study used a quasi-experimental design. The sample was identified by using power analysis, the number of sample in this study was 128 female adolescents which included two groups namely intervention group and control group, composed of 64 respondents in each group. The data was collected by using the Body Appreciation Scale (BAS) questonnaire to measure body image variable. The Cognitive Behavior Group Counseling approach was used to provide counseling to the intervention group for six sessions. Body image measurements were carried out three times, namely before counseling, a week after counseling, and two weeks after counseling. The data analysis was carried out using a two-mean difference test. The result showed that cognitive behavior group counseling was effective in improving the body image of female adolescent to be more positive (p value = 0,000 < 0,05). It is concluded that cognitive behavior group counseling is an effective intervention to help female adolescent in building a positive body image
PENGALAMAN RELAWAN PERAWAT KREKI DALAM INOVASI SISTEM PENANGGULANGAN GAWAT DARURAT TERPADU (SPGDT) DI KOTA MEDAN TAHUN 2024
Komunitas Relawan Emergensi Kesehatan Indonesia (KREKI) merupakan komunitas relawan tanggap darurat kesehatan berbasis teknologi informasi. Tujuan KREKI adalah membantu program Sistem Tanggap Darurat Terpadu (SPGDT) dalam meningkatkan kualitas dan kecepatan pertolongan pertama bagi masyarakat dan orang terdekat dalam keadaan darurat dengan menggunakan aplikasi IT. Anggota KREKI meliputi tenaga kesehatan dan masyarakat umum (individu dan komunitas) yang peduli terhadap keadaan darurat kesehatan. KREKI didirikan di Jakarta, Indonesia, pada tanggal 5 Desember 2018, bertepatan dengan Hari Relawan Sedunia. KREKI dirancang untuk bekerja dengan program Sistem Tanggap Darurat Terpadu (SPGDT) untuk mempercepat dan meningkatkan pertolongan pertama darurat. Dalam situasi darurat, faktor yang paling penting adalah waktu. Kecelakaan, penyakit akibat gaya hidup tidak sehat, dan bencana alam merupakan contoh situasi darurat yang dapat ditangani oleh KREKI. Keadaan tersebut dapat terjadi pada siapa saja, kapan saja, dan di mana saja. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif eksploratif dengan pendekatan studi kasus. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat relawan yang termasuk kedalam komunitas KREKI di Kota Medan yaitu sebanyak 22 orang dan jumlah Perawat sebanyak 6 orang. Berdasarkan hasil uji Nvivo 12 Plus di dapatkan 4 tema yaitu penggunaan aplikasi kreki, pelaksanaan kreki, program dan pengembangan kreki dan sistem spgdt. Tema pertama memiliki 3 subtema, tema kedua memiliki 3 subtema, tema ketiga memiliki 3 subtema dan tema ke empat memiliki 2 subtema. Saran dapat mengembangkan riset keperawatan dimana data yang di temukan dalam penelitian ini dapat di gunakan sebagai masukan untuk penelitian selanjutnya