USM Indonesia E-journal (Universitas Sari Mutiara)
Not a member yet
3657 research outputs found
Sort by
Penyuluhan Penerapan untuk Peningkatan Budaya K3 di tempat kerja di PT XYZ, Karang Ampel, Indramayu
Pentingnya penerapan Program peningkatan Budaya K3 di tempat kerja di PT XYZ, Karang Ampel, Indramayu”sudah seharusnya menjadi kebiasaan sehari-hari. Budaya K3 yang baik dapat membentuk perilaku pekerja terhadap keselamatan kerja yang diwujudkan melalui perilaku aman dalam melakukan pekerjaan, yang menjadi tantangan besar bagi seorang pemimpin keselamatan dalam membangun budaya K3 di tempat kerja, karena mereka harus mengubah kebiasaan banyak orang. Tidak dapat disangkal hingga kini aspek "kesehatan dan keselamatan kerja (K-3) belum mendapat perhatian serius di Indonesia. Kalaupun hal tersebut sering dibicarakan diberbagai seminar dan diskusi, umumnya tidak disertai dengan konsep implementasi yang jelas dan konkrit. Kenyataan ini tentu tidak akan menguntungkan bagi Indonesia di masa mendatang, sebab masalah tersebut sejak dua dekade silam sudah menjadi isu internasional yang serius, karena berkaitan erat dengan berbagai masalah lainnya yang kini mendapat sorotan dunia. . Pembinaan Peningkatan Budaya K3 di tempat kerja di PT XYZ, Karang Ampel, Indramayu”dapat dilakukan dalam bentuk program sebagai bentuk perwujudan pemberian pengalaman pengetahuan atau menciptakan suatu kondisi yang kondusif bagi individu, keluarga, kelompok dan masyarakat sekitar operasional PT.XYZ, untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku agar dapat menerapkan Budaya K3 tidak bisa dibentuk oleh satu individu, tetapi harus melibatkan semua orang yang ada di dalam organisasi atau perusahaan. Budaya keselamatan (Safety Culture) harus dilaksanakan oleh seluruh sumber daya yang ada, pada seluruh tingkatan dan tidak hanya berlaku untuk pekerja saja. Dari aspek penggunaan teknologi, misalnya perkembangan teknologi industri yang maju dengan pesat disatu sisi telah memberikan manfaat luar biasa bagi kehidupan ummat manusia. Namun disisi lain teknologi juga menebar beraneka ragam ancaman serius bagi kesehatan dan keselamatan masyarakat, terutama bagi para pekerja dan lingkungan sekitar lokasi industri. Potensi ancaman terhadap kesehatan dan keselamatan kerja tersebut ada yang "latent" ada pula yang "manifest." Begitu pula proses kemunculannya ada yang berlangsung gradual ada pula yang muncul spontan. Dari sudut konfigurasi ketenaga-kerjaan tampilnya "kelompok pekerja profesional" sebagai elemen vital bagi kelangsungan dan kemajuan perusahaan, mendorong perlunya perhatian serius terhadap kelompok pekerja, baik demi kelangsungan perusahaan maupun demi peningkatan produktivitas..Dalam industri modern, posisi pekerja profesional memang menjadi faktor penentu mati hidupnya perusahaan. Sementara mendidik pekerja menjadi profesional selain membutuhkan biaya tinggi juga waktu panjang. Karena itu demi menopang kehidupan danperkembangan perusahaan aspek kesehatan dan keselamatan kerja perlu perhatian serius agar kualitas para pekerja tidak mengalami degradasi. Metode pelaksanaan dilakukan dengan cara sosialisasi dan memberikan pendampingan pada pekerja secara langsung. Observasi langsung berdiskusi dengan pekerja Hasil dari pengabdian masyarakat ini sangat positif dalam meningkatkan Implementasi Budaya K3 (Budaya Keselamatan / Safety Culture), budaya K3 dibangun atas komitmen bersama, sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja (SMK3) yang mumpuni, dan persepsi bersama yang menekankan pentingnya K3, sehingga membentuk kebiasaan keselamatan kerja ( SafetyCulture)yang berkesinambungan
Penyuluhan Bahaya Perundungan bagi Para Pelajar Sekolah Dasar di SD Harapan Baru Medan
Perundungan adalah kata yang sudah tidak asing, bahkan sangat sering didengar melalui media yang ada, baik media masa, media cetak hingga media sosial. Persoalan perundungan di masyarakat bahkan di lingkungan pendidikan sudah pada tingkat yang sangat mengkhawatirkan. Bahkan persoalan perundungan ini sudah sampai ke tingkat sekolah dasar yang notabene adalah lingkungan para anak-anak untuk seharusnya nyaman dalam fase tumbuh kembangnya. Persoalan perundungan menjadi dasar dilaksanakannya Pengabdian Kepada Masyarakat dengan judul “Penyuluhan Bahaya Perundungan bagi Para Pelajar Sekolah Dasar di SD Harapan Baru Medan”. Dengan adanya kegiatan penyuluhan ini diharapkan muncul kesadaran akan bahaya penrundungan bagi para pelajar di SD Harapan Baru tersebut dan pada akhirnya memberi dampak perubahan perilaku para pelajar di kehidupan keseharian mereka
Senam Yoga Pada Ibu Hamil : Simulasi Metode Senam Yoga pada Ibu Hamil di Kelurahan Gedung Johor Medan
Salah satu perubahan psikologis pada trimester III adalah kecemasan karena proses persalinan yang semakin dekat. Kecemasan berlebih pada kehamilan dapat memicu kejadian aborsi, kelahiran prematur, berat bayi lahir rendah, cacat janin, retardasi pertumbuhan janin, serta depresi postpartum . Tiga dari lima ibu hamil trimester III yang ditemui mengalami kecemasan mendekati persalinan yaitu dengan adanya gangguan tidur. Pada ibu hamil Trimester III kecemasan semakin serius dan intensif seiring dengan mendekatnya proses kelahiran. Perasaan cemas dapat mengakibatkan ketegangan pada pikiran, fisik, otot panggul dan otot segmen bawah Rahim, ketegangan ini nantinya akan dapat menganggu pada saat proses persalinan. Kegiatan PkM ini dilaksanakan di Kelurahan Gedung Johor Kota Medan dan dilaksanakan pada tanggal 10 – 12 Januari 2024, dengan melibatkan tim dosen S1 Kebidanan Universitas Sari Mutiara dan Mahasiswa S1 Kebidanan Universitas Sari Mutiara Indonesia. Sasaran kegiatan PkM ini yaitu ibi-ibu hamil primigravida yang ada di Kelurahan Gedung Johor Kota Medan sejumlah 25 orang dan kader posyandu sejumlah 5 orang, beserta bidan desa ada 2 orang. Luaran yang dihasilkan dari kegiatan ini adalah peningkatan pemahaman ibu-ibu hamil, bidan dan kader posyandu tentang pentingnya senam yoga pada ibu hamil sebagai salah satu upaya mengurangi kecemasan dalam menghadapi persalinan
Pemanfaatan Media Powerpoint Beranimasi Materi Sistem Pencernaan Makanan Manusia Pada Siswa Smp Di Lembaga Osci Medan
Pendidikan sangat penting dalam perkembangan individu dan masyarakat, tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membantu dalam pengembangan berbagai aspek diri, termasuk keterampilan, sikap, dan nilai-nilai. Seiring perkembangan zaman, tuntutan hidup manusia memang semakin kompleks dan berubah dengan cepat. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif yang fokus pada pemahaman dan interpretasi makna peristiwa atau interaksi manusia dalam situasi tertentu. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 19-20 Oktober 2023 yang dilaksanakan di Lembaga OSCI Medan Pada siswa-siswa SMP yang berjumlah 25 siswa. Dari hasil validasi media, media dinyatakan layak yang berdasarkan kriteria dinyatakan layak dengan catatan adanya penambahan materi sistem pencernaan. Media pembelajaran powerpoint interaktif juga memiliki respon siswa cukup baik yang dilihat dari aspek strategi pembelajaran dan komunikasi visual mendapatkan masuk kedalam kriteria layak.. peneliti dapat memberikan saran kepada peneliti berikutnya untuk melakukan pengembangan media pembelajaran powerpoint interaktif ini pada materi biologi lainnya, khususnya materi yang membutuhkan media pembelajaran pendukung
Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan di Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Langkat
Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan bertujuan untuk memberikan pelatihan penyusunan laporan keuangan kepada anggota Kwartir Cabang Gerakan Pramuka langkat. Permasalahan yang dihadapi adalah Belum adanya laporan keuangan yang disajikan oleh peserta dalam mengelola usahanya menyebabkan sulit dalam menentukan posisi keuangan (aset, utang dan modal) serta laba rugi riil atas usaha yang dijalankan. Hasil dari kegiatan ini peserta dapat mengetahui dan memahami penyusunan laporan keuangan yang baik dan benar.Melalui pelatihan ini, peserta dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru tentang pembukuan sederhana yang dapat membantu mereka mengelola keuangan usaha mereka dengan lebih baik. Membuat laporan keuangan yang lebih teratur dan transparan, serta memonitor perkembangan teratur dan transparan, serta memonitor perkembangan usaha yang lebih efektif
Edukasi Kesehatan Pentingnya Sarapan Bagi Anak Sekolah di SD Negeri 173328 Kec. Pangasean Lintongnihuta, Kab. Humbahas
Sarapan pagi merupakan asupan makanan pertama yang masuk ke dalam tubuh setelah puasa saat tidur di malam hari. Saat sarapan, otak kembali mendapatkan asupan nutrisi. Sarapan yang sehat harus memenuhi sekurangnya seperempat dari kebutuhan nutrisi harian. Jadi, setidaknya menu sarapan pagi harus mengandung karbohodrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan serat, serta air yang cukup untuk membantu proses pencernaan, meningkatkan energi juga konsentrasi dan daya ingat. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan informasi kepada siswa tentang sarapan pagi sebelum berangkat ke sekolah agar pada saat proses pembelajaran siswa dapat berkonsentrasi penuh dalam menerima pelajaran yang ditujukan kepada siswa/i. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk pemberian edukasi kesehatan bagi siswa/i kelas V dan VI SD Negeri 173328 Kec. Pangasean Lintongnihuta, Kabupaten Humbahas dengan jumlah peserta yang hadir sebanyak 20 orang. Kegiatan dilaksanakan pada 10 November 2023. Hasil pre test sebelum edukasi kesehatan didapatkan bahwa tingkat pengetahuan pentingnya sarapan pagi mayoritas kurang yaitu sebanyak 90%, dan setelah diberikan edukasi kesehatan didapatkan bahwa tingkat pengetahuan pentingnya sarapan pagi mayoritas baik yaitu sebanyak 80%
Edukasi Perpajakan: Peningkatan Kesadaran dan Pemahaman Gen-Z Terkait Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) Bagi Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Universitas Sari Mutiara Indonesia
Pajak adalah iuran rakyat kepada kas negara berdasarkan undang-undang (yang dapat dipaksakan) dengan tidak mendapat jasa timbal balik yang langsung dapat ditunjukkan dan yang digunakan untuk membayar pengeluaran umum. Dalam (UU No. 36 Tahun 2008), salah satu objek pajak yang disebutkan yaitu penghasilan. Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) merupakan jumlah penghasilan tertentu yang tidak kena pajak. Hasil dari kegiatan ini adalah disaat pra sosialisasi 93% menyatakan belum mengetahui dan memahami dengan baik tentang Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP). Sedangkan 7% lainnya menyatakan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) dikarenakan sudah pernah mempelajari dan membaca literaturnya.. Selanjutnya pasca sosialisasi 100% peserta mengetahui dan memahami dengan baik tentang Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP). Peserta mulai memaknai pentingnya pengetahuan tentang Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) didalam suatu pekerjaa
Sosialisasi Kesadaran Hukum Tentang Hak Milik Atas Tanah Melalui Sistem Pendaftaran Tanah Pada Pemuda Pemudi Gereja GKPS Jl. Binjai KM 7
Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan bertujuan untuk memberikan sosialisasi kesadaran hukum tentang hak milik atas tanah melalui sistem pendaftaran tanah pada pemuda pemudi Gereja GKPS Jl. Binjai KM 7. Permasalahan yang dihadapi adalah dimana para peserta sebagian besar masih banyak tanah yang belum didaftarkan oleh pemiliknya, khususnya tanah yang berstatus hak milik tersebut. Pemilik tanah tersebut tidak mendaftarkan tanahnya dikarenakan biaya yang terlalu mahal untuk mendaftarkan tanahnya yang sebagian besar adalah masyarakat golongan ekonomi lemah. selain itu adanya anggapan bahwa proses birokrasi di Badan Pertanahan Nasional (BPN) itu sulit dan serta waktu pengeluran sertifikat menyita waktu, sehingga walaupun masyarakatnya ada keinginan untuk melakukan pendaftaran sertifikat atas tanah mereka, tetapi karena mereka tidak mengerti dan tidak paham dalam berurusan ke BPN, mereka mengurungkan niatnya dan membiarkan saja tanah mereka terus menerus tanpa sertifikat. Hasil dari kegiatan ini, peserta dapat mengetahui dan memahami sistem pendaftaran tanah yang baik dan benar.Meningkatnya kesadaran hukum dan pemahaman hukum peserta dalam memahami pentingnya hak milik atas tanah dan pentingya pendaftaran tanah, peserta yang tanahnya belum bersertifikat akan mengajukan permohonan pendaftaran tanah melalui Kantor BPN
Sosialisasi Mengenai Tindak Pidana Dalam Penyalahgunaan Obat-obatan Dalam Perspektif Hukum Kesehatan Di Lingkungan Masyarakat Melalui Program Kemitraan Masyarakat
Peningkatan perilaku peduli hukum dan Penegakan hukum memerlukan ketegasan aparat dan kesadaran masyarakat. Penegakan hukum akan menjamin kehidupan berbangsa dan bernegara yang aman. Masyarakat perlu kesadaran hukum yang tinggi sehingga mempunyai perilaku hukum yang tinggi. Provinsi Sumatera Utara merupakan salah satu provinsi yang mempunyai jumlah masyarakat yang cukup banyak. Obat dalam kehidupan masyarakat tentu tidak dapat dipisahkan, karena obat adalah faktor penting yang digunakan oleh manusia untuk menyembuhkan penyakit yang menyerang tubuh. Obat memiliki berbagai efek terhadap tubuh manusia yang mengonsumsinya, salah satunya adalah efek halusinasi dan kecanduan. Obat yang menimbulkan efek halusinasi ini kemudian dikonsumsi oleh orang-orang bukan untuk medikasi. Obat-obat yang dikonsumsi secara bebas tanpa aturan dokter ini adalah obat-obat yang bukan termasuk narkotika dan psikotropika. Dalam UndangUndang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan menyebutkan bagi mereka yang mengedarkan tanpa izin edar dan memproduksi tidak sesuai standar dapat dikenai pidana penjara dan denda. Namun bagi pecandu obat bukan untuk medikasi tidak dapat dipidana, namun hanya dapat menempuh rehabilitasi saja. Mengonsumsi obat untuk menyembuhkan penyakit adalah bentuk menjaga diri agar senantiasa sehat. Namun penyalahgunaan obat untuk kesenangan tentu tidak sesuai dengan Maqasid AsySyariah dan melanggar hukum Islam, karena dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah konsumsi khamr’ atau yang memabukkan hukumnya adalah haram. Faktor penyalahgunaan obat – obatan menjadi masalah di masyarakat. Oleh karena itu dilakukan sosialisasi mengenai tindak pidana dalam penyalahgunaan obat-obatan dalam perspektif hukum kesehatan di lingkungan masyarakat melalui program kemitraan masyarakat Pengendalian faktor manusia melalui peningkatan peduli hukum dan lingkungan sehingga manusia tidak melakukan pelanggaran hukum. Program Kemitraan Masyarakat Peduli Hukum merupakan salah satu cara meningkatkan perilaku peduli hukum dan lingkungan. Metode pelaksanaan kegiatan PKM ini melalui sosialisasi dan penyuluhan, demonstrasi dan pelatihan, dan pendampingan terhadap mitra yaitu masyarakat Desa Singa Kabupaten Karo meliputi para petani, ibu-ibu PKK dan karang taruna. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa aparat Desa Singa Kabupaten Karo dan masyarakat antusias mengikuti kegiatan ini. Kegiatan dilakukan di sela-sela kesibukan bekerja masyarakat Desa Singa Kabupaten Karo. Kegiatan dilakukan dengan pendekatan secara persuasif sehingga interaksi dengan masyarakat menjadi nyaman. Hal ini dilakukan agar transfer pengetahuan dan ketrampilan berjalan dengan baik. Berdasarkan hasil kuisioner sebelum dan sesudah kegiatan menunjukkan bahwa perilaku peduli hukum dan lingkungan masyarakat Desa Singa Kabupaten Karo meningkat. Kondisi ini sangat penting untuk menciptakan penegakan hukum dan kepedulian lingkungan untuk kehidupan manusia yang nyaman
FORMULASI SEDIAAN BODY SCRUB DARI EKSTRAK ETANOL KULIT JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia) SEBAGAI ANTI AGING
Body scrub merupakan sediaan farmasi berupa produk kecantikan yang berfungsi untuk mengahaluskan kulit tubuh dan mengangkat sel-sel kulit yang rusak dengan bantuan bahan scrub. Body scrub merupakan aktifitas menghilangkan kotoran, minyak atau kulit mati yang dilakukan dengan pijatan di seluruh badan. Hasilnya dapat terlihat langsung, kulit lebih halus, kencang, harum dan sehat bercahaya (Fauzi, A. R & Nurmalina, R., 2012). kulit jeruk nipis mampu menyeimbangkan kondisi kulit hal tersebut didasari karena adanya senyawa metabolit sekunder dari tanaman tersebut yakni flavonoid termasuk apigenin, hesperetin, kaempferol, nobiletin, quercetin, dan rutin, flavones, flavanon dan naringenin, triterpenoid, dan limonoid. Kandungan senyawa metabolit sekunder tersebut nyatanya mampu menjadikan limbah tersebut menjadi produk kosmetika. Limbah tanaman tersebut mampu dijadikan bahan baku pembuatan body scrub Pada penelitian (Isfianti, 2018). Tujuan peneltian ini adalah untuk mengetahui apakah ekstrak etanol kulit jeruk nipis diformulasikan menjadi body scrub akan mendapatkan hasil sebagai anti aging , dan menentukan konsentrasi ekstrak etanol kulit jeruk nipis sebagai anti aging kulit yang terbaik. Penelitian ini dibuat menjadi empat formula. Pertama tanpa penambahan ekstrak etanol kulit jeruk nipis F0 (0%), Kedua dengan penambahan ekstrak etanol kulit jeruk nipis F1 (3%), Ketiga dengan penambahan ekstrak etanol kulit jeruk nipis F2 (5%), Keempat dengan penambahan ekstrak etanol kulit jeruk nipis F3 (7%). Dari hasil penelitian ini mendapatkan hasil yang baik pada formulasi body scrub dengan penambahan ekstrak etanol kulit jeruk nipis sebanyak 7% (F3), dan dari hasil formulasi F3 (7%) juga yang paling banyak disukai oleh panelis untuk aroma dan warna body scrub ekstrak etanol kulit jeruk nipis