USM Indonesia E-journal (Universitas Sari Mutiara)
Not a member yet
    3657 research outputs found

    MONITORING KELEMBABAN TANAH PADA TANAMAN MENGGUNAKAN SENSOR KELEMBABAN TANAH YL-69

    Get PDF
    Perkembangan teknologi sangat pesat, bahkan sudah memasukin ranah mikro. Mikrokontroler sudah menjadi hal yang wajar bagi masyarakat, kemudahan menggunakannya dan mendapatkannya menjadi nilai tambah bagi teknologi ini. Kegiatan dapat semakin dipermudah dengan adanya perkembangan teknologi untuk sistem pemantauan dan pengontrolan, salah satunya ialah dengan menggunakan mikrokontroler. Mikrokontroler dapat digunakan untuk memantau kondisi kelembaban tanah dengan bantuan sensor tanah YL-69. Sistem yang dibangun mikrokontroler dengan sensor dapat diarahkan menuju IoT dengan menggunakan server cloud ubidots. Data hasil dari sensor yaitu berupa nilai kelembaban tanah pada tanaman akan diproses oleh mikrokontroler yang kemudian dikirim ke server cloud tersebut. Dengan cara tersebut, data sensor dapat dilihat secara realtime dan dapat diakses dimanapan asalkan terhubung dengan internet

    TINGKAT PENGETAHUAN DAN STIGMA TENTANG PENYAKIT HIV/AIDS DI REMAJA SMA

    Get PDF
    Knowledge about HIV/AIDS is considered important in the formation of stigma because it plays a role in correcting the wrong perceptions circulating in society including information about people who are at high risk of contracting HIV/AIDS, prevention of HIV/AIDS transmission, transmission mechanisms and what intermediaries can transmit HIV/AIDS. Knowledge about HIV/AIDS can be increased through information sources such as the role of health workers, the role of school education and the role of information media. HIV/AIDS (Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immuno Deficiency Syndrome) stigma is part of the cognitive component of a person or community group that judges PLWHA (People with HIV/AIDS) negatively so that society takes a stance of rejection or discrimination against PLWHA. The stigma of PLWHA can be seen from the poor mindset of society that avoids sufferers due to excessive fear and unfair treatment of PLWHA. Lack of understanding of HIV/AIDS knowledge is the main cause of the formation of this stigma in society. Knowledge about HIV/AIDS (Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immuno Deficiency Syndrome) is one of the factors that play a role in the formation of stigma towards HIV/AIDS. This study aims to determine the relationship between the level of knowledge about HIV/AIDS and the stigma of HIV/AIDS in high school students. This study is a descriptive study. The measuring instrument used was a closed questionnaire to obtain data in the form of knowledge and stigma values ​​that have been categorized in 60 grade XI students of SMA Negeri 17 Medan. The results of the study found that the level of knowledge in the low category was owned by 10 students (16.7%), sufficient 9 students (15%), good 41 students (68.3%) and high stigma category was owned by 4 students (6.7%), moderate 32 students (53.3%), low 24 students (40%)

    PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN EXPERIENTAL MARKETING TERHADAP LOYALITAS WISATAWAN DI DANAU SIDIONI KECAMATAN RONGGUR NIHUTA KABUPATEN SAMOSIR (STUDI KASUS DANAU SIDIHONI)

    Get PDF
    This research was conducted to determine the influence of service quality and experiential marketing on tourist loyalty in Danauu Sidihoni, Ronggur Nihuta District, Samosir Regency, partially and simultaneously. The research method used is a quantitative method. The population in this study were tourists who came to visit Lake Sidihoni, Ronggur Nihuta District, Samosir Regency and the sample for this study was 90 respondents. The results of the research after analysis show that in a partial test the variables of service quality and experiential marketing have a significant or positive influence on tourist loyalty in Lake Sidihoni, Ronggur Nihuta District, Samosir Regency. This is proven that H1 has a calculated t value of 4,651> 1.662 t table and a significance value of 0.000 < 0.05, so H1 is accepted and H0 is rejected. Meanwhile, H2 is proven by the calculated t value of 5,426 > 1.662 t table and a significance value of 0.000 < 0.05, so H2 is accepted and HO is rejected. The results of the research after analysis show that simultaneously the variables of Service Quality and Experiential Marketing are in Danauu Sidihoni, Ronggur Nihuta District, Samosir Regency. This is proven by the calculated f value of 225,285> 3.10 and a significance value of 0.000 < 0.05, then H1, H2 are accepted and H0 is rejected. Variations in the Tourist Loyalty variable are determined by the two independent variables, namely Service Quality and Experiential Marketing, amounting to 83%, while the remaining 17% is influenced by other variables not used in this research

    SOSIALISASI PEMANFAATAN INTERNET SEHAT UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN TENTANG BAHAYA CYBERBULLYING PADA SISWA DI SMK NEGERI 10 MEDAN

    Get PDF
    Perkembangan teknologi informasi yang pesat memberikan kemudahan dalam mengakses informasi dan berkomunikasi, namun juga menghadirkan tantangan berupa penyalahgunaan media digital, salah satunya adalah cyber bullying. Perundungan berbasis internet ini semakin marak di kalangan pelajar, termasuk siswa sekolah menengah atas, seiring meningkatnya penggunaan media sosial. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang pentingnya pemanfaatan internet secara sehat serta membekali mereka dengan pemahaman mengenai bentuk, dampak, dan pencegahan cyber bullying. Sosialisasi dilaksanakan di SMK Negeri 10 Medan melalui metode seminar, diskusi interaktif, dan studi kasus. Sebanyak 60 siswa dari kelas X dan XI terlibat dalam kegiatan ini. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata dari 58,3 menjadi 84,7, yang menandakan peningkatan pemahaman siswa terhadap materi yang diberikan. Kegiatan ini juga membangun kesadaran kritis siswa dalam menggunakan internet secara bijak dan bertanggung jawab. Diharapkan kegiatan semacam ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan diintegrasikan dalam program literasi digital sekolah

    KENALI BAHAYA JAMUR PADA ROTI: EDUKASI PENYIMPANAN MAKANAN YANG AMAN DI LINGKUNGAN SMA NEGERI 13 MEDAN

    Get PDF
    Roti merupakan salah satu makanan pokok alternatif yang banyak dikonsumsi masyarakat karena praktis dan memiliki kandungan karbohidrat yang cukup tinggi. Namun, roti termasuk makanan yang mudah rusak karena rentan terhadap pertumbuhan jamur, terutama jika disimpan dalam kondisi lingkungan yang kurang tepat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa SMA Negeri 13 Medan mengenai faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan jamur pada roti tawar, khususnya suhu dan lama penyimpanan, serta bahaya kesehatan yang ditimbulkan jika mengonsumsi roti yang telah terkontaminasi jamur. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah edukasi dan eksperimen sederhana. Roti disimpan dalam tiga kondisi suhu yang berbeda (suhu ruang, suhu dingin, dan suhu panas) dan diamati selama lima hari. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa suhu berperan penting dalam kecepatan pertumbuhan jamur; suhu hangat mempercepat, sementara suhu dingin memperlambat pertumbuhan jamur. Siswa juga diberi penyuluhan mengenai mikotoksin seperti aflatoksin yang dihasilkan oleh jamur Aspergillus sp. dan dampaknya terhadap kesehatan manusia. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman siswa, ditunjukkan oleh peningkatan skor dari pre-test ke post-test. Dengan demikian, kegiatan ini memberikan dampak positif dalam membentuk kesadaran siswa untuk lebih bijak dalam mengonsumsi makanan serta memahami pentingnya penyimpanan makanan yang baik dan benar

    GERAKAN RUMAH SEHAT : KAMPANYE LINGKUNGAN BERSIH BEBAS DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI DESA SIONGGANG KECAMATAN BUNTU PANE TAHUN 2025

    Get PDF
    Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is one of the environmental-based diseases, namely a pathological condition in the form of abnormal function or morphology of an organ of the body caused by human interaction with everything around it that has the potential for disease. The environment greatly influences the incidence of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF), especially an environmental condition with poor sanitation (Arsyad et al., 2020).. Dengue Hemorrhagic Fever (DHF). For this reason, a clean house movement is needed to eradicate mosquito breeding places. This Community Service aims to increase public awareness of mosquito breeding places and reduce DHF cases. After participating in the Healthy Home Movement, it turned out that the community was enthusiastic about participating and there was an increase in knowledge from an average of 56 before and an average after counseling of 88 so that there was an increase of 32 points. In addition, the mutual cooperation participants were also very enthusiastic, as seen from various parties involved and even the village head provided the necessary equipment. For this reason, it is hoped that the community will be able to prevent the spread of Dengue Fever so that DHF cases decrease and the home environment is clean

    INOVASI PANGAN SEHAT DARI TUMBUHAN LOKAL PELATIHAN CEMILAN DAN MINUMAN INFUSED DI KLINIK PRATAMA MEDAN

    Get PDF
    Indonesia adalah negara megabiodiversitas dengan banyak tumbuhan pangan, termasuk biji-bijian, kacang-kacangan, umbi-umbian, dan buah-buahan tropis. Memenuhi kebutuhan gizi masyarakat dan mendukung kemandirian pangan nasional adalah potensi yang sangat strategis, tetapi belum dimanfaatkan dengan baik. Tujuan dari kegiatan penyuluhan ialah untuk memberikan pengetahuan dan pengarahan kepada masyarakat akan kebutuhan tumbuhan berupa sayuran dan buah dengan memanfaatkan bayam hijau dan ubi jalar ungu sebagai bahan utama, kegiatan ini berfokus pada pengembangan produk inovatif seperti cookies kaya serat, puding tinggi antioksidan, serta infused water sebagai alternatif minuman sehat.Metode pelatihan dalam mengkombinasikan demonstrasi pengolahan, penyampaian materi gizi, serta interaksi langsung dengan peserta untuk memastikan pemahaman yang komprehensif. Hasil evaluasi yang didapat dengan terlaksana nya pengabdian terhadap masyarakat menunjukkan bahwa pendekatan praktis ini efektif dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya pola makanan berbasis tumbuhan bernilai akan nilai gizi, sekaligus memperkenalkan teknik pengolahan yang mudah diaplikasikan di rumah tangga. Kegiatan ini tidak hanya memberikan solusi atas tantangan rendahnya konsumsi sayur di masyarakat, tetapi juga membuka peluang pengembangan usaha kecil berbasis bahan lokal. Rekomendasi pengabdiaan mencakup kebutuhan akan pendampingan berkelanjutan dan integrasi pengetahuan tradisional dengan inovas

    EDUKASI KESEHATAN PERTOLONGAN PERTAMA PADA PASIEN YANG MENGALAMI TERSEDAK

    Get PDF
    Tersedak merupakan suatu kondisi terjadinya sumbatan atau hambatan respirasi oleh benda asing yang menyempit pada saluran napas internal, termasuk faring, hipofaring, dan trakea. Penyempitan jalan napas bisa berakibat fatal jika itu mengarah pada gangguan serius oksigenasi dan ventilasi. Kondisi tersedak pada anak dapat menimbulkan situasi kegawatdaruratan respirasi yang jika tidak ditangani dengan segera dapat mengancam jiwa ataupun kecacatan. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan tentang bantuan hidup dasar dengan sasaran pelatihan yang ditujukan kepada masyarakat awam. Permasalahan mitra kegiatan ini adalah kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pertolongan pertama pada orang yang mengalami tersedak. Solusi untuk mengatasi masalah tersebut dengan melakukan edukasi kesehatan kepada masyarakat dengan jumlah peserta yang hadir sebanyak 20 orang. Kegiatan dilaksanakan pada 20 Mei 2025 dengan metode ceramah dan praktik pertolongan pada orang yang mengalami tersedak. Evaluasi dengan memberikan kuesioner pada saat pretest dan post test

    EDUKASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) BAGI KELUARGA WILAYAH DESA TANJUNG SARI, MEDAN SELAYANG SARI KOTA MEDAN

    Get PDF
    Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di lingkungan keluarga masih belum dimengerti oleh masyarakat karena masih kurangnya informasi yang diterima dan masih kurangnya fasilitas untuk melaksanakan program tersebut. Namun ada faktor lain juga seperti masalah ekonomi, keterbelakangan sosial dan pendidikan yang menjadi masalah dalam melaksanakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Permasalahan kesehatan di masyarakat seringkali muncul tanpa diketahui dan disadari penyebabnya. Hal ini terjadi karena masih rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan. Oleh karena itu edukasi ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan informasi terkait perilaku hidup bersih dan sehat khususnya pada Ibu Rumah Tangga dengan berpedoman pada indikator Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Tanjung Sari, Medan Selayang Kota Medan pada hari Sabtu, 12 Juli 2025 dan diikuti oleh ibu rumah tangga sebagai peserta sejumlah 17 orang. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu pemaparan materi menggunakan leaflet dan powerpoint untuk memberikan edukasi secara langsung kepada masyarakat di Desa Tanjung Sari. Hasil dari edukasi perilaku hidup bersih dan sehat ini dilakukan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat sehingga menjadikan masyarakat meningkatkan pengetahuan, kesadaran, kemauan dan kemampuan dalam menerapkan hidup bersih dan sehat serta masyarakat dapat berperan aktif dalam mewujudkan derajat kesehatan yang optimal

    ANALISIS FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU MEROKOK PADA REMAJA DI WILAYAH AWIRARANGAN KABUPATEN KUNINGAN

    Get PDF
    Latar belakang: Merokok menjadi tantangan kesehatan global, menyebabkan lebih dari 8 juta kematian setiap tahun, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Di Jawa Barat, prevalensi perokok remaja usia di atas 15 tahun mencapai 32,68% pada 2021, dan di Kabupaten Kuningan sebesar 12,69% untuk usia 15–24 tahun. Remaja umumnya mulai merokok karena pengaruh teman, rasa ingin tahu, dan untuk mengatasi stres, meskipun mereka menyadari dampak buruknya bagi kesehatan. Observasi di sebuah coffee shop di Kelurahan Awirarangan menunjukkan bahwa seluruh pengunjung yang rata-rata berjumlah 3.361 orang per bulan merupakan perokok. Tingginya angka ini mencerminkan perilaku merokok yang kuat di kalangan remaja dan dewasa muda. Melihat kondisi tersebut, peneliti terdorong untuk melakukan eksplorasi lebih lanjut mengenai berbagai faktor yang memengaruhi kebiasaan merokok di kalangan remaja. Tujuan: untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang berkontribusi terhadap perilaku merokok pada remaja. Metode: studi survei analitik yang menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Hasil: faktor pengetahuan merupakan faktor yang paling dominan memengaruhi perilaku merokok pada remaja, dengan persentase sebesar 88%. Sebaliknya, faktor yang memberikan pengaruh paling rendah adalah peran orang tua, dengan persentase 54%. Simpulan: bahwa berbagai faktor memengaruhi kebiasaan merokok remaja di Otaku Coffee & Roastery Awirarangan, Kabupaten Kuningan diantaranya faktor pengetahuan sebesar 88%, sedangkan persentase terendah yaitu faktor orang tua 54%

    3,513

    full texts

    3,657

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    USM Indonesia E-journal (Universitas Sari Mutiara)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇