USM Indonesia E-journal (Universitas Sari Mutiara)
Not a member yet
    3657 research outputs found

    AUDIT RISIKO KALIBRASI ALAT INFUS DAN SYRINGE MELALUI FAILURE MODE AND EFFECTS ANALYSIS

    Get PDF
    Latar belakang: Infusion pump dan syringe pump merupakan perangkat medis kritis yang digunakan untuk pemberian cairan atau obat secara presisi kepada pasien. Kalibrasi secara berkala sangat penting untuk memastikan keakuratan dan keselamatan penggunaan alat. Namun, di beberapa fasilitas kesehatan di Malaysia, proses kalibrasi belum sepenuhnya mengikuti standar internasional, yang dapat berdampak pada mutu pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien. Tujuan: untuk menganalisis permasalahan dalam proses kalibrasi infusion pump dan syringe pump menggunakan pendekatan Failure Mode and Effects Analysis (FMEA), serta memberikan rekomendasi perbaikan yang relevan untuk meningkatkan mutu kalibrasi dan keselamatan pasien. Metode:menggunakan desain deskriptif observasional melalui observasi lapangan di NIQ Engineering Sdn. Bhd., Malaysia, dan beberapa rumah sakit. Sampel terdiri dari 25 perangkat medis (15 infusion pump dan 10 syringe pump). Data dikumpulkan melalui pengukuran flow rate menggunakan Fluke IDA 4 Plus, uji oklusi, observasi lingkungan menggunakan thermohygrometer, serta wawancara teknisi. Analisis dilakukan dengan menghitung nilai Risk Priority Number (RPN) berdasarkan parameter Severity, Occurrence, dan Detection.. Hasil: menemukan beberapa permasalahan utama dalam proses kalibrasi, antara lain: penggunaan alat uji yang tidak tersertifikasi, penggunaan komponen tidak sesuai spesifikasi, ketiadaan SOP baku, serta kesalahan teknis oleh teknisi yang belum tersertifikasi. Nilai RPN tertinggi diperoleh pada kesalahan pengaturan alat uji (RPN = 270) dan penggunaan komponen tidak standar (RPN = 252). Kesimpulan: Penerapan standar ISO/IEC 17025, pelatihan teknisi yang berkelanjutan, audit independen, serta digitalisasi pencatatan kalibrasi sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas dan keamanan proses kalibrasi. Temuan ini memiliki implikasi penting dalam pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam upaya peningkatan keselamatan pasien, edukasi teknisi elektromedis, dan perbaikan mutu layanan rumah sakit secara menyeluruh

    FORMULASI SEDIAAN SABUN CAIR EKSTRAK ETANOL DAUN SAMBUNG NYAWA (Gynura procumbens) SEBAGAI ANTIJAMUR TERHADAP JAMUR Candida albicans

    Get PDF
    Latar belakang: Keanerakaman tanaman obat dindonesia menjadi potensi besar dalam bidang kesehatan dan industri farmasi salah satunya tanaman obat sambung nyawa (Gynura procumbens (Lour.) Merr.), termasuk tanaman perdu yang tersebar luas di negara Asia. Tanaman ini memiliki kandungan senyawa flavonoid, sterol tak jenuh, triterpenoid, polifenol, saponin, steroid, asam klorogenat, asam kafeat, asam vanilat, asam para kumarat, asam para hidroksi benzoate, dan minyak atsiri (Uthia, et al., 2020). Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah kombinasi ekstrak etanol daun sambung nyawa dan minyak zaitun dapat di formulasikan menjaadi sabun cair yang memenuhi standar dan memiliki aktifitas antijamuri terhadap bakteri  Candida albicans. Metode: ini merupakan penelitian eksperimental, dengan mengekstraksi menggunakan pelarut etanol  dan dibuat sediaan sabun cair dengan konsentrasi 2%, 4%, dan 6%. Sediaan dievaliasi  pH, viskositas, dan daya busa. Kemudian diuji Aktivitas antibakteri dengan metode difusi cakram. Hasil: Hasil evaluasi sediaan sesuai dengan SNI. Uji aktivitas antijamur sabun mandi cair ekstrak daun sambung nyawa terhadap jamur Candida albicans pada konsentrasi 2% menunjukkan diameter zona hambat 13,23 mm, konsentrasi 4% zona hambat 14,36 mm, konsentrasi 6% zona hambat 19,43 mm. Ekstrak daun sambung nyawa dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan sabun mandi cair yang memenuhi kriteria SNI serta memiliki aktivitas antijamur terhadap jamur Candida albicans Kesimpulan: Ekstrak etanol daun sambung nyawa (Gynura procumbens) dapat diformulasikan sebagai sediaan sabun mandi cair.Sediaan sabun mandi cair ekstrak etanol daun sambung nyawa(Gynura procumbens) memenuhi persyaratan evaluasi sediaan yang ditentukan. Sabun mandi cair ekstrak etanol daun sambung nyawa (Gynura procumbens) memiliki efektivitas antijamur Candida albicans. Dimana pada sediaan sabun mandi cair ekstrak etanol daun sambung nyawa yang memiliki aktivitas antijamur yang paling kuat pada Formulasi F3 ( konsentrasi 6%) zona hambat rata-rata sebesar 19,43 mm, mendekati kategori "kuat"

    IMPROVEMENT OF PREGNANT WOMEN'S PERCEPTION ON STUNTING PREVENTION THROUGH ISLAMIC-BASED PRENATAL CLASSES

    Get PDF
    One of the causes of stunting is the nutritional deficiency of pregnant women. To prevent stunting, pregnant women must be educated about nutrition through prenatal classes. The purpose of this research is to determine the effectiveness of Islamic-based prenatal classes in improving pregnant women's perceptions of stunting prevention. This research is a quasi-experimental study on pregnant women in the Meuraxa District of Banda Aceh. Power analysis is used to determine the sample size, resulting in 64 pregnant women in the intervention group and 64 pregnant women in the control group. The intervention consists of an Islamic-based prenatal class conducted in five sessions, each lasting sixty minutes. The data collection instrument to understand pregnant women's perceptions of stunting prevention was developed by the researcher based on the Health Belief Model (HBM) theory. Data collection was conducted twice, namely before the intervention (pre-test) and after the intervention. (post test). Data analysis used descriptive statistics, namely frequency distribution and non-parametric statistics, namely the Wilcoxon Signed Rank Test and the Mann Whitney U Test to assess the difference in mean scores between the intervention group and the control group. The research results indicated that there are differences in perceptions of pregnant women between the intervention group and the control group regarding the prevention of stunting in children, namely perceptions of vulnerability (P-value = 0.048), perceptions of severity (P-value = 0.015), perceptions of benefits (P-value = 0.048), and perceptions of barriers (P-value = 0.002). Based on the results, the Islamic-based prenatal class program for pregnant women has proven effective in enhancing the perception of pregnant women in preventing stunting in their unborn children as early as possible

    PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI DALAM KESEHATAN REPRODUKSI PADA KEHAMILAN

    Get PDF
    Latar belakang: Pengetahuan ibu hamil yang rendah mengenai kesehatan reproduksi akan berakibat tidak mengetahui pentingnya kesehatan reproduksi pada kehamilan. Selama ini sistem informasi kurang dimanfaatkan dalam kesehatan reproduksi pada kehamilan. Sehingga informasi yang didapat simpang siur dan kurang tepat serta dapat berdampak pada janin yang dikandungnya. Perkembangan teknologi digital berpengaruh pada peningkatan kesehatan  reproduksi pada perempuan. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan mengenai sistem informasi kesehatan reproduksi pada kehamilan. Metode: Penelitian ini menggunakan tinjauan pustaka yang didasarkan pada penelusuran Google Scholar. Tulisan mengevaluasi hasil penelusuran yang memenuhi persyaratan dengan kriteria inklusi dan ekslusi yang ditentukan oleh penulis. Hasil: Hasil penelusuran literatur review menunjukkan bahwa perkembangan teknologi berupa sistem informasi berkemabang pesat untuk sekarang ini, Sistem informasi ini telah terintegrasi ke dalam beberapa aplikasi seluler yang melayani kebutuhan kesehatan reproduksi ibu hamil, dan dapat berfungsi sebagai media penyebaran informasi yang diperlukan untuk melengkapi sistem informasi kesehatan reproduksi untuk kehamilan secara lebih efisien serta berkelanjutan. Kesimpulan: Untuk membantu meningkatkan kualitas hidup generasi mendatang, perlu diterapkan sistem informasi kesehatan reproduksi di seluruh masyarakat selama kehamilan. Sistem ini akan mendidik ibu hamil, mengubah sikap dan perilaku mereka, dan mendorong mereka untuk lebih memperhatikan diri sendiri selama kehamilan sehingga mereka dapat memiliki bayi yang sehat

    DAMPAK PENERAPAN DUA BAHASA TERHADAP KEMAMPUAN BERBICARA ANAK USIA 2-4 TAHUN DI LINGKUNGAN MULTIKULTURAL

    Get PDF
    Penerapan dua bahasa di lingkungan multikultural telah menjadi fenomena yang menarik untuk diteliti, terutama terkait dengan kemampuan berbicara anak usia dini. Penelitian ini dilatar belakangi oleh semakin meningkatnya interaksi antarbudaya yang mengharuskan anak-anak mempelajari dua bahasa sejak usia dini. Namun, ada kekhawatiran bahwasanya penerapan dua bahasa ini dapat memengaruhi perkembangan bahasa anak terlebih pada kemampuan berbicara, baik secara positif maupun negatif. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis adanya dampak penerapan dua bahasa terhadap kemampuan berbicara anak usia 2-4 tahun dilingkungan multikultural. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan orang tua, serta dokumentasi perkembangan bahasa anak. Adapun subjek penelitian ini adalah 10 anak usia 2-4 tahun yang bertempat tinggal di lingkungan multikultural yang berada di kota besar di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan dua bahasa memiliki dampak positif terhadap kemampuan berbicara anak, seperti adanya peningkatan kosakata dan kemampuan berpikir kritis. Akan tetapi, juga terdapat beberapa anak yang mengalami keterlambatan berbicara akibat paparan bahasa yang tidak seimbang antara bahasa ibu (bahasa pertama anak) dengan bahasa kedua. Faktor lingkungan, keterlibatan orang tua, serta konsistensi dalam penggunaan kedua bahasa menjadi determinan utama dalam pengembangan kemampuan berbicara anak

    Sosialisasi Sadari Dalam Upaya Deteksi Dini Kanker Payudara Pada Wus Di Klinik Bidan Morina Neri Medan Krio

    Get PDF
    Kanker payudara merupakan jenis kanker yang paling sering didiagnosis di kalangan wanita dan penyebab kematian akibat kanker yang paling umum pada wanita. Di Indonesia kanker payudara merupakan kanker pertama paling banyak pada wanita. Tingginya kasus kanker payudara menjadi prioritas penanganan oleh pemerintah. Salah satu upaya pencegahan yang dilakukan untuk mengurangi tingginya insidens kanker payudara dan cara mengatasi supaya kasus tidak berkembang pada stadium lanjut yaitu dengan SADARI sebagai upaya deteksi dini kanker payudara. SADARI (Periksa Payudara Sendiri) adalah pemeriksaan payudara yang dilakukan sendiri dengan belajar melihat dan memeriksa perubahan payudaranya sendiri setiap bulan. Pemeriksaan ini merupakan salah satu deteksi dini kanker payudara yang efektif dilakukan secara teratur dan dapat dipantau apakah ada benjolan atau masalah lainnya sejak dari awal mulai dari ukuran kecil sehingga dapat segera diatasi dan pengobatannya pun bisa lebih efektif. Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mensosialisasikan SADARI (Periksa Payudara Sendiri) sebagai upaya deteksi dini kanker payudara kepada Wanita Usia Subur (WUS) yang memperoleh pelayanan di Klinik Bidan Praktek Mandiri Morina Neri Medan Krio Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang. Dengan adanya kegiatan sosialisasi SADARI dalam upaya deteksi kanker payudara dan demonstrasi 6 langkah-langkah SADARI dapat meningkatkan pengetahuan WUS tentang SADARI sehingga memengaruhi sikap dan perilaku WUS menyadari pentingnya SADARI dalam mencegah risiko kanker payudara serta menerapkannya dengan rutin setiap bulannya. Dengan rutin melakukan SADARI, wanita bisa terlindungi dari kanker payudara

    Edukasi Tentang Penyakit Tuberkulosis Dan Pemberian Informasi Obat Untuk Meningkatkan Pengetahuan Masyarakat Di UPT. Puskesmas Amplas

    Get PDF
    Indonesia merupakan salah satu negara dengan beban tuberkulosis tertinggi. Jumlah kasus baru tuberkulosis di Indonesia tahun 2018 diperkirakan berjumlah 845.000 kasus. Jumlah kematian akibat tuberkulosis diperkirakan sebanyak 93.000 kasus. Indonesia merupakan negara dengan peringkat tertinggi ketiga di dunia dalam jumlah kasus baru tuberkulosis. Pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan obat masih sangat terbatas. Obat harus selalu digunakan secara benar agar memberikan manfaat terapi yang optimal. Pengobatan tuberkulosis membutuhkan waktu yang cukup lama, yaitu selama 6 bulan dan kuman tuberkulosis berisiko menjadi resistan obat jika tidak menyelesaikan proses pengobatan sampai tuntas. Pengobatan untuk tuberkulosis resistan obat membutuhkan waktu jauh lebih lama daripada tuberkulosis biasa, yakni 2 tahun. Jika penyakit tuberkulosis tidak diobati sampai sembuh, maka 1 orang pasien tuberkulosis aktif dapat menularkan ke 10-15 orang pertahunnya. Tujuan dari program edukasi dan pemberian  informasi  obat  adalah  untuk  meningkatkan  pemahaman masyarakat  tentang penyakit tuberkulosis dan meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam penggunaan obat. Mahasiswa dan dosen dari Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker dan Program Studi Sarjana Farmasi Universitas Sari Mutiara Indonesia melaksanakan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat di UPT. Puskesmas Amplas tentang penyakit tuberkulosis dan penggunaan obat. Ini adalah salah satu kegiatan tridarma perguruan tinggi yang mengabdikan diri kepada masyarakat

    Pemberdayaan Masyarakat (Penanaman Pohon Di Das (Daerah Aliran Sungai) Betimus Dan Lahan Warga Terdampak Bencana Longsor Di Desa Sembahe Dan Tambunan

    Get PDF
     Beberapa waktu lalu tepatnya tanggal 27 November 2024 malam telah terjadinya longsor (landslide) disepanjang jalan utama Sembahe Sibolangit dan memakan korban jiwa dan materi, berupa kendaraan bermotor yang sedang melintas. Kejadian tersebut mengakibatkan jalan utama terputus selama 5 hari. Oleh pihak Pemda POLRI, kendaraan bermotor yang berniat menuju Berastagi Kab. Karo di anjurkan lewat jalan alternatif, salah satunya adalah jalan Sembahe-Bandar Baru melewati 6 dusun dan desa. Ironisnya dijalan alternatif juga terjadi longsor terutama di dusun Durin Tani di 3 titik. Disepanjang jalan alternatif tersebut, disisi kirinya yang mengalir sungai Betimus, paling tidak ada 5 daerah wisata alam, 3 diantaranya sudah dikelola secara modern, yang lainnya masih secara alami. Disisi kanannya adalah bukit-bukit lereng dengan kemiringan antara 50°-70° dan diusahai oleh pemiliknya yang sangat rawan longsor termasuk 3 titik longsor tersebut. Oleh karena itu Dosen USM Indonesia mengadakan giat pemberdayaan masyarakat antara lain sosialisasi tentang kesiapsiagaan menghadapi bencana, giat penanaman pohon di DAS Betimus dan lahan warga terdampak bencana longsor tersebut. Giat ini melibatkan warga setempat dalam wadah Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) Arih Ersada. Setelah dilaksanakan pemberdayaan masyarakat dengan sosialisasi dan penanaman pohon  maka  terbentuknya pemahaman terkait dengan kesiapsiagaan menghadapi bencana dan juga sikap positif untuk bisa bersinergi dalam menjaga kelsestarian alam dan menjaga pohon pohon disekitar sungai Betimus agar tidak ditebangi. Masyarakat semakin termotivasi untuk menanam pohon dengan bibit pohon yang diberikan karena selain efeknya untuk menngikat tanah maka masyarakat dapat mendapatkan hasil lainnya seperti buah buahan yang akan dihasilkan oleh pohon pohon tersebut pada waktunya

    Aktivitas Permainan Bola Kecil Untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Anak Usia Dini

    Get PDF
    Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik pada anak di SLB Markus Medan karena di sekolah ini anak-anak sangat aktif bergerak akan tetapi ruang kelas dan lapangan sekolah yang kurang luas membuat guru kesulitan untuk membuat kegiatan untuk anak, kemudian juga pembelajaran yang masih konvensional yang kurang menyentuh motorik secara langsung. Untuk itu, tim pengabdian kepada masyarakat dari Universitas Sari Mutiara Indonesia memutuskan untuk mencari lokasi yang cukup luas dan memadai serta merancang aktivitas permainan yang bermakna untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar pada anak. Aktivitas permainan tersebut adalah permainan memindahkan bola kecil yang dibagi menjadi dua kelompok. Metode yang digunakan demonstrasi dan praktek yang dilakukan langsung oleh anak-anak. Hasilnya semua anak-anak bergerak mengikuti permainan tersebut dengan senang dan energi (keaktifan) anak tersalurkan pada kegiatan tersebut. Dan dapat disimpulkan ada peningkatan kemampuan motorik kasar pada anak

    Sosialisasi Pemeliharaan Korektif pada Alat Infus Pump di Rumah Sakit

    Get PDF
    Infus pump merupakan alat medis yang sangat penting dalam dunia kesehatan, khususnya dalam pemberian terapi cairan dan obat secara presisi kepada pasien. Namun, kurangnya pemahaman tentang pemeliharaan korektif alat ini dapat menyebabkan kerusakan yang berdampak pada layanan kesehatan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mensosialisasikan pemeliharaan korektif pada alat infus pump di rumah sakit. Sosialisasi dilakukan melalui penyuluhan kepada tenaga medis dan teknisi rumah sakit mengenai cara perawatan serta perbaikan dasar alat infus pump. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang pemeliharaan korektif, sehingga dapat mengurangi risiko kerusakan alat serta meningkatkan efektivitas penggunaannya

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    USM Indonesia E-journal (Universitas Sari Mutiara)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇