e-Journal Institut Injil Indonesia
Not a member yet
    188 research outputs found

    KAJIAN TEOLOGIS TERHADAP STATUS PEREMPUAN DALAM PERJANJIAN BARU

    Full text link
    Allah menjadikan perempuan supaya menjadi penolong bagi seorang laki-laki bukan menjadi kenikmatan para lelaki. Sikap ajaran Yesus tentang Perempuan sangat berbeda dengan ajaran Yudaisme tentang Perempuan pada masa Yesus hidup di dunia. Ajaran Yudaisme didominasi oleh kaum laik-laki yang kurang menghormati kaum perempuan. Perbedaan antara laik-laki dan perempuan sedemikian besar sehingga perempuan tidak dapat bergabung dengan laki-laki setaraf dalam Pendidikan agama atau dalam ibadah. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pemahaman secara teologis mengenai status perempuan dalam Perjanjian Baru. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan penelitian literatur. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa perempuan diakui harkat dan martabatnya, bahkan perempuan menjadi rekan kerja Yesus di sepanjang pelayanan-Nya. Bahkan perempuan juga menjadi rekan kerja Rasul Paulus dalam pelayanannya, sehingga tidak dapat disangkal bahwa perempuan juga dapat mengambil peran dan kedudukan yang sangat penting di dalam gereja dengan porsi masing-masing. Dalam Perjanjian Baru bagi orang Yahudi perempuan adalah kaum yang lemah, sehingga tindakan mereka dibatasi, hak dan kewajiban serta peran mereka juga dikurangi bahkan tidak jarang perempuan juga diperbudak dan diperlakukan secara tidak adil. Tetapi Yesus Kristus hadir untuk membawa perubahan yang besar bagi kaum Marginal termasuk perempuan, yaitu pembebeasan dari belenggu dab sikap diskriminatif. Kini mereka diberikan hak dan kesempatan yang sama untuk melakukan hal-hal positif termasuk kesempatan untuk melayani Tuhan

    FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PENDETA PEREMPUAN MENJADI KORBAN KDRT DI KOTA KUPANG PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR: DARI PERPESPEKTIF GEREJA MASEHI INJILI DI TIMOR

    Full text link
    This study aims to determine the extent of the factors that cause female pastors to become victims of domestic violence and to what extent the Evangelical Christian Church in Timor has handled domestic violence experienced by female pastor, which can be used as a study and learning material in preventing and overcoming. Violence against female pastors. The method used in this research is qualitative research methods. The qualitative research approach was chosen because it emphasizes on phenomena/facts, the meaning of reasoning, certain situations (in certain contexts), or more research on matters related to the daily lives of women who are victims of domestic violence. From the results of the study, it was found that the factors causing domestic violence were due to jealousy from the husbands, as well as economic pressures. Causative factors also occur due to husbands who on average are drunkards and like to gamble, husbands who have less education than their wives, husbands who are hypersexual, husbands who experience psychological disorders, and also because wives are too busy with their service duties so that their husbands are feeling abandoned. The GMIT effort in this case carried out by UPP Pastoral as an extension of the MSH GMIT is considered not yet carrying out its mentoring function effectively to pastors who are victims of domestic violence. The victims felt that the services provided were still limited to providing advice without conducting any deepening of the problems experienced by the victims. For this reason, the functions of pastoral bodies in all spheres need to be optimized in a planned manner as a form of psychosocial support to prevent and break the chain of domestic violence. The research results also show that the church does not yet have a procedure or SOP that allows the recovery process for the victims to be carried out in a planned and systematic manner. The victims are also increasingly stressed because in addition to losing their income due to being withdrawn from their ministry as pastors, they also get negative stigma from their fellow pastors and congregations

    MODEL TEACHING SKILLS YESUS KRISTUS BERDASARKAN INJIL LUKAS BAGI PENGEMBANGAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DALAM PEMBANGUNAN ADVERSITY QUOTIENT DAN SPIRITUAL QUOTIENT PELAJAR DI SMP KRISTEN 1 HARAPAN DENPASAR-BALI

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh model teaching skills Yesus Kristus berdasarkan Injil Lukas bagi pengembangan kompetensi pedagogik guru bagi pembangunan adversity quotient dan spiritual quotient pelajar di SMP Kristen 1 Harapan Denpasar-Bali. Pembelajaran adalah suatu kegiatan yang dirancang oleh seorang guru atau pendidik untuk membantu siswa mengembangkan potensi dirinya serta mempelajari suatu nilai baru dalam suatu rangkaian sistem yang terkoordinasi dalam suatu proses pendidikan, yang biasanya ditentukan sebagai kompetensi keterampilan mengajar. Tercapainya tujuan kegiatan pendidikan atau pembelajaran erat kaitannya dengan profesionalisme dan kualitas guru, terutama kompetensi pedagogik guru dalam merencanakan dan mengelola pembelajaran. Berdasarkan model keterampilan mengajar Yesus Kristus, guru dapat mengembangkan kompetensi pedagogik guru untuk membangun adversity quotient dan spiritual quotient siswa. Penelitian ini secara khusus mengkaji kompetensi keterampilan teknis guru terhadap adversity quotient dan spiritual quotient siswa di SMP Kristen 1 Harapan Denpasar-Bali. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk merancang Keterampilan Mengajar guru berdasarkan Yesus Kristus menulis pada Injil Lukas telah menjadi bukti otentik keberhasilan pencapaian tujuan pembelajaran yang mengubah kehidupan, sebagai kompetensi metode penelitian guru digunakan kombinasi dari desain sekuensial eksplorasi. Hasil penelitian membuktikan bahwa model keterampilan mengajar Yesus Kristus berdasarkan Injil Lukas merupakan strategi yang tepat dan efektif untuk pengembangan kompetensi pedagogik guru dalam pengembangan adversity quotient dan spiritual quotient siswa di SMP Kristen 1 Harapan Denpasar-Bali

    YUDAISME IBU KEKRISTENAN: STUDI ANALISIS LITERATUR TERHADAP PENGAJARAN YUDAISME, PENGAJARAN YESUS DAN KITAB-KITAB YUDAISME

    Full text link
    Pengajaran Yudaisme sering dipandang sebelah mata, seolah-olah sebagai suatu pengajaran yang tidak memiliki nilai-nilai yang baik sama sekali. Sedangkan pengajaran Yesus yang hari ini dikenal sebagai kekristenan menganggap dirinya sebagai pengajaran yang jauh lebih mulia daripada pengajaran Yudaisme. Sikap yang seperti itu adalah sikap intoleran, bahkan sombong. Sikap seperti itu membutakan mata banyak orang Kristen sehingga mereka tidak menyadari bahwa sesungguhnya Yudaisme mewariskan banyak kebenaran yang menjadi fondasi yang kuat bagi kekristenan. Bahkan sesungguhnya yang diajarkan oleh Yesus adalah Yudaisme. Kitab-kitab Yudaismelah yang memberikan pengharapan kepada orang Kristen hari ini tentang akan datangnya hari kemenangan Allah. Di mana nantinya setelah kemenangan itu, orang Kristen akan tinggal bersama dengan Allah. Kitab-kitab mereka pula yang pada akhirnya akan memperkenalkan kepada orang Kristen bahwa Yesus adalah Mesias, Yang Diurapi, yang penuh dengan Roh dan kerajaanNya akan berlangsung selamanya. Kajian ini menjawab pertanyaan : “Apakah memang benar bahwa pengajaran Yudaisme pasti berbeda dengan pengajaran Yesus? Apa saja kitab-kitab Yudaisme dan ajaran apa yang diwariskan?

    MODEL JEMAAT RUMAH BERDASARKAN SURAT FILIPI SEBAGAI STRATEGI MISI UNTUK MENUJU JEMAAT GKE SAMPIT YANG MISIONER

    Full text link
    Gereja ada karena misi. Sebagai gereja yang diutus, ia tidak melaksanakan misinya sendiri tetapi gereja berfungsi sebagai pelaksana misi Allah. Pernyataan ini menyiratkan bahwa gereja tidak dapat menyangkal tugas misionernya. Oleh karena itu, kesadaran dan pelaksanaan tugas misionaris harus menjadi prioritasnya. Dalam menjalankan tugas misioner ia tidak mementingkan dirinya sendiri tetapi ia ada untuk orang lain. Untuk menjadi jemaat misioner diperlukan pola pembinaan dan pelayanan yang strategis guna mempersiapkan anggota gereja agar mampu menjalankan misi Allah. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang lebih luas dan mendalam tentang Model Jemaat Rumah Berdasarkan Surat Paulus untuk Menuju Jemaat Gereja Kalimantan Evangelis Sampit yang Misioner. Tujuan penulisan disertasi ini adalah untuk menemukan model Jemaat Rumah dalam konteks Jemaat GKE Sampit sebagai strategi misi. Jemaat Rumah sebagai model pelayanan dengan persekutuan sosial yang dapat berfungsi sebagai pola yang fleksibel untuk memenuhi kebutuhan pelayanan secara pribadi serta mempersiapkan anggota gereja untuk melaksanakan tugas misioner. Jemaat Rumah juga dapat berfungsi sebagai sarana untuk membina mereka, tidak hanya untuk terlibat dalam pelayanan, tetapi terutama untuk memampukan mereka mengaktualisasikan imannya dalam kehidupan sehari-hari dan berfungsi sebagai gereja di dunia

    MAKNA BERBAHAGIALAH ORANG YANG TAKUT AKAN TUHAN MENURUT MAZMUR 128 DAN RELEVANSINYA BAGI KELUARGA KRISTEN DI GKT JEMAAT SINAI BATU

    Full text link
    Firman Tuhan adalah dasar, suatu petunjuk hidup bahkan tuntunan bagi keluarga Kristen dan Tuhan menghendaki agar dalam hidup mereka, kesalehannya mereka terbukti melalui respon kepada Tuhan, dan yang secara terus menerus mengikuti segala ketetapan dan perintah Allah, serta menempatkan dirinya di bawah otoritas Firman Tuhan, dan pada saat yang bersamaan ia hidup tidak bercela. Namun pada kenyataannya, keluarga Kristen sedang mengalami keadaan yang buruk, bahkan masalah-masalah keluarga yang terjadi pada zaman sekarang ini telah dinubuatkan sejak dahulu kala. Ada keluarga hancur karena tekanan keuangan, ada keluarga yang diporak-porandakan oleh gaya hidup seks bebas. Keluarga yang lain lagi sedang mendekati kehancuran karena kurangnya komunikasi, dan lain sebagainya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana keluarga Kristen masa kini memahami dan mengalami makna “berbahagialah orang yang takut akan Tuhan” sesuai Mazmur 128. Metode yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif melalui penelitian kepustakaan (Library Research) dan penelitian lapangan. Hasil penelitian yang diperoleh oleh adalah Takut akan Tuhan merupakan dasar hidup keluarga Kristen, baik dalam hubungan antara suami dan isteri maupun hubungan antara orangtua dan anak-anak. Keluarga yang berbahagia adalah keluarga yang takut akan Tuhan yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya

    SUBORDINASIONISME ALLAH TRITUNGGAL DALAM PENGAJARAN PLURALISME

    Full text link
    Subordinasionisme Allah Tritunggal Dalam Pengajaran Pluralisme. Artikel ini mengulas tentang salah satu ajaran dari sekian ajaran yang beragam tentang Allah Tritunggal, yakni subordinasionisme. Kemudian hari, ajaran subordinasionisme digunakan kalangan pluralis untuk menyokong pendapat mereka. Tujuan artikel ini adalah menganalisa ajaran tersebut.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian theologia filosofika dengan pendekatan apologetika. Pendekatan apologetika yang digunakan adalah dengan apologetika presuposisional. Subordinasionisme dalam Allah Tritunggal sebenarnya tidak ada. Perbedaan yang terlihat dalam Allah Tritunggal sebenarnya hanya menyangkut fungsi tiga pribadi Allah yang berbeda-beda dalam hubungan dengan ciptaan (opera ad extra). Konsep subordinasi yang dikemukakan kaum pluralis sebenarnya hanyalah upaya untuk “menganulir” ajaran Kristen bahwa Allah Tritunggal yang esa itu terdiri dari tiga pribadi (hypostasis), yakni Allah Bapa, Allah Anak (yaitu Yesus Kristus), dan Allah Roh Kudus. Karena apabila Yesus Kristus dapat dibuktikan bukan Allah, maka itu berarti ajaran pluralisme mengenai adanya kebenaran dalam semua agama adalah benar, dan sebaliknya ajaran Kristen (ortodoksi) keliru. Pluralisme bukan sekedar konsep sosiologis, melainkan lebih merupakan “doktrin” theologis yang didasarkan pada relativisme yang bersumber pada pandangan dunia atomis, maupun pandangan oseanis, sedangkan keunikan dan finalitas Kristus dianggap sebagai sebuah mitos yang perlu ditinggalkan

    MANAJEMEN KEUANGAN DALAM PERSPEKTIF IMAN KRISTEN BAGI LEMBAGA-LEMBAGA KRISTEN

    No full text
    Manajemen Keuangan Dalam Perspektf Iman Kristen adalah suatu kajian manajemen keuangan yang bersumber pada Alkitab sebagai firman Tuhan dan penting bagi suatu lembaga Kristen untuk menerapkannya. Lembaga Kristen adalah lembaga yang jarang menerapkan manajemen karena berbagai alasan: ketidakmengertian tentang manajemen, asumsi yang keliru, kurangnya fleksibilitas dalam penerapannya dan menganggapnya sebagai suatu ilmu pengetahuan sekuler dan tidak dapat diterapkan dalam suatu lembaga Kristen atau bahkan menganggapnya bertentangan dengan iman Kristen. Tujuan penulis adalah:  1) untuk memahami prinsip-prinsip Manajemen Keuangan dalam perspektif iman Kristen. 2) untuk mengetahui sejauhmana prinsip manajemen keuangan dalam perspektif iman Kristen diterapkan oleh Lembaga Kristen.  3) untuk mengetahui kendala-kendala penerapan prinsip manajemen keuangan dalam perspektif Iman Kristen sehingga dapat menolong Lembaga Kristen memiliki Manajemen Keuangan yang bertanggung jawab.  Metode Penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif menggunakan paradigma alamiah.  Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan telaah dokumen tertulis. Sebaliknya, analisis data menggunakan analisis domain, analisis taksonomi, analisis komponen dan analisis tema.  Hasil Penelitiannya adalah bahwa: 1) Manajemen Keuangan dalam Perspektif Iman Kristen kurang dipahami secara menyeluruh dan tidak secara khusus dapat mengaitkannya dengan manajemen keuangan sehingga menemui kesulitan dalam hal praktis implementasi dalam pelayanan.  2) Penerapan Prinsip Manajemen Keuangan Dalam Perspektif Iman Kristen sebagian besar belum dilakukan dan belum terorganisir dengan baik.  3) Lembaga-Lembaga Kristen secara umum menyadari tanggung jawab keuangan yang dipercayakan namun menemui banyak kendala, sebagai berikut:  a) Sumber daya manusia tidak dilatih khusus untuk mengelola dalam disiplin ilmu keuangan dan mengerjakannya dengan sikap yang benar. b) Lembaga Kristen kurang fokus melakukan manajemen keuangan karena kurangnya pemahaman mengenai manajemen keuangan dalam perspektif iman Kristen

    MODEL MISI RAMAH KEMANUSIAAN BAGI MARGINAL PEOPLE BERDASARKAN TEOLOGI MULTIKULTURAL DI LEMBAGA MISI “INTI TERANG SEMESTA” BATAM KEPULAUAN RIAU

    No full text
    Tujuan utama penelitian adalah mengerti secara komprehensif serta objektif pelayanan para hamba Tuhan yang melakukan model misi ramah kemanusiaan bagi marginal people berdasarkan Teologi Multikultural. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode naturalistik di Lembaga Misi ‘Inti Terang Semesta’ Batam Kepulauan Riau. Penelitian mengumpulkan data-data melalui observasi dengan melakukan wawancara, observasi, studi literatur dan rekaman. Data yang dianalisa dan diinterpretasi menunjukkan bahwa: (1) Misi Ramah kemanusiaan bagi marginal people yang terdiri dari multireligio dan multietnis seyogianya didasarkan pada Teologi Multikultural yang Alkitabiah; (2) Pelaksanaan misi ramah kemanusiaan telah menerapkan prinsip-prinsip Teologi Multikultural; (3) Model misi ramah kemanusiaan sangat tepat digunakan dalam pelayanan misi di Lembaga Misi ‘Inti Terang Semesta’ Batam Kepulauan Riau guna menjangkau marginal people yang terdiri dari multireligio dan multietnis. Hasil-hasil yang ada direkomendasikan kepada Lembaga misi ‘Inti Terang Semesta’ Batam Kepulauan Riau guna mengembangkan pelayanan misi yang menjangkau marginal people yang terdiri dari multireligio dan multietnis. Begitupun menjadi niscaya untuk memobilisasi serta mempersiapkan para pekerja misi yang memiliki panggilan misi menjangkau marginal people yang multi.

    UPAYA GEREJA DALAM PEMBINAAN USIA REMAJA YANG MELAKUKAN HUBUNGAN “FREE SEKS”

    Full text link
    Free Sex dan hamil pranikah menjadi potret buram kehidupan remaja saat ini di Indonesia. Seks bebas (free sex), hamil di luar nikah, aborsi, perkosaan, pelecehan seksual,  peredaran VCD porno, pornografi, dan pornoaksi merajalela di kalangan remaja saat ini. Hal ini pada satu sisi dapat merisaukan public pada umumnya, misalnya merisaukan lingkungan masyarakat, dunia pendidikan keluarga, sekolah bahkan pendidikan di gereja. Akan tetapi pada aspek lain terdapat orang-orang yang memiliki dorongan yang berangkat dari hati nuraninya sehingga memiliki kepedulian dan keberpihakan terhadap para remaja yang melakukan hubungan free sex. Tipikal yang demikian memiliki inisiatif sendiri untuk menolong orang-orang yang mengalami dan khususnya bagi remaja. Biasanya perihal yang dilakukan adalah berinisiasi untuk mengumpulkan mereka dan menyampaikan materi-materi yang berkaitan dengan free sex agar mengurangi lajunya pergerakan yang semakin dinamis dalam realiata yang ada. Pada umumnya Etika Kristen tidak membenarkan tentang hubungan seks bebas atau free sex, baik yang dilakukan oleh oknum-oknum yang berkeluarga, orang dewasa dalam hal ini yang belum menikah, ataupun oleh pemuda-pemudi bahkan remaja-remaja. Upaya Kristen dalam menangani kasus-kasus yang terjadi pada remaja tentu mengacu pada beberapa pola yang sesuai standar Alkitab. Pola-pola yang penulis maksudkan adalah upaya melalui tinjauan Alkitab tentang seksualitas, melalui pendidikan gereja, melalui pendidikan  keluarga, sekolah, melalui pendekatan kontribusi terhadap budaya, masyarakat, dan melalui kontribusi terhadap pemerintah setempat. Supaya elemen-elemen tersebut saling interdepedensi dalam mengatasi free sex yang belakangan ini marak terjadi di kalangan para remaja di Indonesia. Metode yang digunakan dalam kajian jurnal ini adalah metode deskiptif dengan pendekatan literatur dan fakta data sesuai yang berkorelasi dengan judul utama dan sub-sub judul.  Hasil yang ditemukan dalam kajian ini mencakup peran gereja tidak terbatas pada internal gereja melainkan berperan akif  juga di luar gereja khususnya peran dalam mengantisipasi lajunya free sex yang signifikan

    184

    full texts

    188

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Journal Institut Injil Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇