Rumah Jurnal ISNJ Bengkalis - Institut Syariah Negeri Junjungan Bengkalis
Not a member yet
519 research outputs found
Sort by
Keabsahan Putusan Badan Arbitrase Syariah Nasional Dalam Penyelesaian Sengketa Ekonomi Syariah Di Indonesia
The growth of Sharia Economic accelerating in the last three decades is also affecting the increase of potential disputes on sharia economic field. For the purposes of fast, effective and efficient dispute settlement, the disputing parties tend to prefer non-litigation dispute settlement through alternative dispute resolutions (ADR), one of which is through the National Sharia Arbitration Board. The results of this study showed that the authority of the National Sharia Arbitration Board on sharia economic dispute settlement is determined by whether or not the arbitration agreement, either before a dispute arises (Pactum Compromittendo) or after the dispute arises (Acta Compromise). Thereby, the legitimacy of the authority of the National Sharia Arbitration Board on Syariah economic dispute settlement, based on the principle of Pacta Sunt Servanda and Consensual Principles contained in the Civil Code. Further, registration and execution of the National Sharia Arbitration Board verdict should be carried out by the Religious Courts, including the cancellation of the legal action on the verdict. It is based on two factors: (1) the basic legality of absolute competence of the Religious Courts in the Islamic economic dispute resolution as set out in Article 49 of Regulation No. 3/2006 on the Religious Courts; and (2) the basic relevance of the substance of Islamic law which is implemented by the National Sharia Arbitration Board
Pengukuran Kesehatan Bank Syariah Berdasarkan Islamicity Performance Index
This research is motivated by the performance of Islamic banks in Pekanbaru as measured in terms of the Islamicity Performance Index. This research is field research, with qualitative descriptive methods. The sampling method uses simple random sampling. The number of respondents in this study amounted to 93 people. Data collection is done by means of observation, interviews, documentation and questionnaires. Based on strategic planning and Islamicity Performance Index using Islamic economic perspective in the form of financial ratios namely profit sharing ratio, zakat performance ratio, equitable distribution ratio, director employee welfare ratio, Islamic investment versus non-Islamic investment ratio and Islamic income versus non-Islamic income and more focused the zakat performance ratio shows that the financial performance of Bank Muamalat Indonesia is better than Bank Syariah Mandiri
Analisis Pengaruh Kesehatan Keuangan Bank Terhadap Kontribusi Sosial Bank Umum Syariah Indonesia
Pertumbuhan perbankan syariah pasca diterbitkannya Undang-undang Nomor 10 tahun 1998 sangat signifikan, yang sebelumnya hanya ada satu bank syariah yaitu BMI pada tahun 1992. Menjamurnya bank-bank syariah di tengah-tengah masyarakat muslim di Indonesia diharapkan mampu memberikan perubahan yang signifikan terhadap permasalahan yang melanda masyarakat Indonesia yaitu kemiskinan dan berbagai macam kesenjangan sosial lainnya. Dengan demikian, sebagai perbankan yang berbasis Islam, tentu seharusnya bank syariah memberikan keseimbangan antara prestasi bank syariah dalam hal ini diketahui melalui tingkat kesehatan bank syariah dengan kontribusi sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi kesehatan keuangan bank syariah, kondisi kontribusi sosial bank syariah dan menganalisis keterpengaruhan antara kesehatan keuangan bank syariah dengan kontribusi sosial bank syariah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif. Objek penelitian ini adalah 3 (tiga) bank umum syariah yaitu Bank Muamalat Indonesia (BMI), Bank Syariah Mandiri (BSM) dan Bank Mega Syariah Indonesia (BMSI). Periode penelitian ini selama 7 (tujuh) tahun dari tahun 2004 sampai 2010. Melalui analisis deskriptif diketahui bahwa secara umum kesehatan bank syariah dalam kondisi sehat dengan BMI mendapat nilai kredit tertinggi sebesar 97,14 selanjutnya BMSI dan BSM mendapat nilai kredit 89,31 dan 85,48. Sedangkan kontribusi sosial bank syariah secara umum dalam kondisi cukup baik, BSM mendapat nilai kredit tertinggi sebesar 71,85 selanjutnya BMSI dan BMI dengan masing-masing nilai kredit sebesar 68,35 dan 68,07. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi data panel dengan 3 (tiga) metode pendekatan yaitu Pooled Ordinary Least Squares (PLS), Fixed Effect Methode (FEM) dan Random Effect Methode (REM). Melalui pemilihan model dengan Chow Test dan Hausman Test dihasilkan model yang paling efektif adalah metode PLS. Berdasarkan metode PLS dilakukan uji t, diketahui bahwa variabel independen (kesehatan keuangan bank syariah) tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen (kontribusi sosial bank syariah) berdasarkan t-statistik 1,80 < t-tabel 2.09 pada tingkat signifikansi = 5%. Koefesien determinasi R2 menunjukkan bahwa variabel independen kesehatan keuangan bank syariah mampu menjelaskan variasi kontribusi sosial bank syariah sebesar 14% sisanya sebesar 86% dijelaskan oleh variabel lain (error term) yang tidak dimasukkan didalam persamaan model ini
Faktor-Faktor Yang mempengaruhi Pengangguran Dan Inflikasi Terhadap Indeks Pembangunan Di Indonesia
Pengangguran di Indonesia yang telah mencapai puluhan juta orang merupakan suatu masalah yang mendesak yang harus segera dipecahkan karena dampak pengangguran itu akan sangat berbahaya bagi tatanan kehidupan sosial adalah fakta bahwa berbagai kejahatan social seperti pencurian/penodongan/perampokan, pelacuran, jual beli anak, anak jalanan dan lain-lain merupakan dampak dari pengangguran. Di lihat dari dampaknya yang luas terhadap tatanan kehidupan sosial, pengangguran telah menjadi kuman penyakit sosial yang relatif cepat menyebar, berbahaya dan berisiko tinggi menghasilkan korban sosial yang pada gilirannya menurunkan kualitas sumber daya manusia, martabat dan harga diri manusia. Karena itulah maka melalui strategi komunikasi pembangunan, kebijakan-kebijakan jangka pendek dan jangka panjang yang realistis mutlak dilakukan agar angka pengangguran dapat ditekan/dikurangi. Dengan kebijakan yang langsung menyentuh permasalahan pengangguran, maka penyebab dari berbagai patologi sosial yang dialami masyarakat saat ini dapat dikurangi. Berbagai masalah sosial perkotaan yang meresahkan masyarakat saat ini berakar dari kesulitan hidup atau kesulitan ekonomi yang disebabkan oleh ketiadaan sumber hidup (pekerjaan). Oleh karena itu, pemerintah harus segera tanggap dan cepat dalam memecahkan permasalah pengangguran. Pemerintah harus meningkatkan pelatihan-pelatihan kepada masyarakat, dalam meningkatkan jiwa kewirausahaan, memperluas usaha kecil menengah, agar program yang dilakukan dapat menangulangi masaalah pengangguran
Sukuk Reduces Risk of Corruption and Theft of Funds
This paper aims to determine the importance of the structure of Sukuk through the creation of Special Purpose Vehicles (SPVs) provides better transparency thereby reducing corruption and wastage as productive assets must be put to work in order to generate rental incomes for investors, rather than disappearing into offshore banking centres or participating in deliberately overpriced projects. The paper relies on The 2014 report makes interesting reading with Denmark, New Zealand and Finland ranked as the least corrupt countries and unfortunately a host of OIC countries coming out towards the wrong side of index, with the notable exception of the UAE and Qatar which rank 25 and 26 respectively, better than the likes of France, Portugal and Poland. The results show that Corruption and abuse of state funds affect many countries and Organisation of Islamic Cooperation (OIC) countries are no exception. Corruption has a devastating impact for many reasons, one of which is whilst funds are siphoned off abroad, the debt remains on the countries balance sheet and accrues interest charges, compounding larger year after year. The results In addition to the traditional benefits of sukuk, such as diversifying an investor base and accessing investors who do not invest in interest-based bonds, a less discussed value add of sukuk is its structure, particularly the Ijara structure which to a greater deal over conventional bonds prevents the wastage of funds through corruption and theft. This paper is a pioneer study undertaking about Sukuk Reduces Risk of Corruption and Theft of Fund
Faktor-faktor Investasi Dalam Pandangan Islam
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor penting yang menjadi pertimbangan bagi umat Islam sebelum melakukan investasi untuk keuntungannya. Islam menganjurkan kepada umat untuk melakukan investasi. Namun harus sesuai dengan prinsip dan norma dalam Islam. Prinsip investasi syariah adalah semua bentuk muamalah boleh dilakukan sampai ada dalil yang melarangnya, yaitu apabila ditemukan kegiatan terlarang dalam suatu kegiatan bisnis, baik objek (produk) maupun proses kegitan usahanya yang mengandung unsur haram, gharar, maysir, riba, tadlis, talaqqi al-rukban, ghabn, ḍarar, rishwah, maksiat and zalim. Prinsip-prinsip tersebut juga meliputi jenis usaha dan transaksi yang harus mengikuti norma-norma yang berlaku. Artinya, pada jenis usaha, produk atau jasa yang diberikan serta cara pengelolaan bukan usaha yang dilarang oleh syari'at seperti usaha perjudian, perdagangan yang dilarang: bukan keuangan ribawi atau perbankan dan asuransi konvensional; bukan produsen distributor serta pedagang makanan dan minuman yang diharamkan; bukan usaha/perusahaan baik produsen maupun distributor yang menyediakan barang atau jasa yang bisa merusak moral dan bersifat mudarat. Begitu pula dengan jenis transaksinya harus dilakukan dengan prinsip sangat hati-hati. Maraknya kasus-kasus investasi bodong dengan kedok investasi menyadarkan kita, apa sebenarnya investasi dalam Islam. Pada tulisan ini mencoba untuk mengeksplornya faktor penting dalam melakukan investasi
Can Sukuk Become a Primadonna In Indonesia? Judging From The Development of Sukuk In Several Countries
The purpose of this study was to find out how the history of sukuk and the development of sukuk growth in various countries. the development of sukuk can also be seen from the structure of the sukuk that is currently developing. The research method used by the author is the study of literature. The author collects scholarly journals and financial reports from various sources. This paper aims to find out how sukuk develop using the right sukuk structure so that sukuk can be an alternative in improving the country's economy. Research limitations/implications – The data analysis was restricted to two countries, but this could be extended. Alternative pricing benchmarks were suggested for sovereign sukuk but not for corporate sukuk. Ministries of Finance and Central Banks of Muslim countries should review their debt financing policies and explore the potential of sovereign sukuk. Little has been written previously on the use of musharakah partnership contracts for sukuk, and pricing issues have not hitherto been systematically investigated
Konsep Tolong Menolong Dalam Asuransi Syariah
Makalah tentang Konsep Tolong Menolong Dalam Asuransi Syariah adalah hasil dari pengamatan penulis terhadap asuransi jika dilihat dari sudut pandang Islam. Penulisan makalah ini untuk menjawab persoalan bagaimana konsep asuransi jika dipandang dari sudut pandang Islam. Data penulisan ini dihimpun melalui pembacaan literatur, dan artikel pendukung dari internet. Hasil selanjutnya dianalisis dengan pola pikir diskriptif untuk kemudian ditarik kesimpulan yang bersifat khusus dalam kaitannya dengan asuransi syariah. Dari kesimpulan yang telah diuraikan di atas, maka diharapkan setiap Umat Muslim pengguna lembaga asuransi untuk mampu membedakan antara asuransi konvensional dan asuransi syariah serta mampu untuk memahami konsep tolong menolong yang merupakan kelebihan dari asuransi syariah
Pelaksanaan BUMDes Di Desa Pangkalan Batang Kabupaten Bengkalis Ditinjau Menurut Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa
Persoalan yang Menarik untuk diteliti disini adalah BUMDes di Desa pangkalan batang Jaya Kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis, dimana pengurus BUMDes sudah dibentuk melalui tim seleksi yang ditunjuk oleh Kepala Desa Pangkalan Batang tetapi BUMDes sampai saat ini belum berjalan sebagaimana mestinya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa Mengenai Badan Usaha Milik Desa Di Desa Pangkalan Batang Kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis, Faktor-Faktor yang menghambat dan juga solusi. Hasil dari penelitian ini pelaksanaan pendirian BUMDes Pangkalan Batang sudah berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, akan tetapi masih ada persoalan yang terjadi yaitu belum optimalnya proses peleburan Unit Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED-SP) ke dalam BUMDes. Adapun Faktor-faktor yang mengahambat pelaksanaan BUMDes di Desa Pangkalan Batang Kabupaten Bengkalis diantaranya adalah Faktor yuridis, Faktor Sumber Daya Manusia yang berhenti kerja, faktor keuangan, Penggalian potensi Desa, Sosialisasi dan Faktor Belum Belum mau Meleburnya Program PAMSIMAS kedalam Unit BUMDes Pangkalan Batang Jaya dan Solusi Yang Dilakukan Untuk Mengefektifkan Pelaksanaan BUMDes Desa Pangkalan Batang Kabupaten Bengkalis adalah Perlunya mempercepat agenda sosialisi mengenai Peraturan Daerah Kabupaten Bengkalis Nomor: No 71 tahun 2017 Tentang Pedoman Penyertaan Modal Pemerintah Desa Ke BUMDes yang berasal dari dana Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED-SP), Perlunya Peran Kepala Desa, Direktur BUMDes, Perlunya Peran dari Pengawas BUMDes Pangkalan Batang Jaya terpilih dalam melakukan pengawasan, Perlunya Bimbingan secara berkesinambungan dari Pemerintah Kabupaten Bengkalis dalam mengoptimalkan BUMDes
Memahami Teks dan Konteks tentang Komunikasi Bisnis dan Hubungannya dengan Syariah
Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengkonstruksi prinsip-prinsip komunikasi bisnis dan beberapa prinsip yang menjadi landasan dalam melakukan komunikasi bisnis. Analisis yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah dengan menggunakan pendekatan deduktif. Penjelasan dari prinsip-prinsip komunikasi tersebut. Antara lain komunikasi interpersonal, organisasi dan lintas budaya serta yang lainnya