UMK Electronic Journal (Universitas Muhammadiyah Kupang)
Not a member yet
1135 research outputs found
Sort by
Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Berbantuan Media Kartu Bergambar Tema Panas Dan Perpindahannya Sub Tema Pengaruh Kalor Terhadap Kehidupan Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V MI Al Fitrah Oesapa Tahun Ajaran 2023/2024
Tujuan dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan model pembelajaran inkuiri berbantuan media kartu bergambar tema panas dan perpindahanya sub tema pengaruh kalor terhadap kehidupan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas V Mi Al Fitrah Oesapa Tahun Ajaran 2023/2024. Jenis penelitian ini di lakukan penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus dengan subjek penelitian peserta didik kelas V Mi Al Fitrah Oesapa dengan jumlah peserta didik 28 orang. Hasil penelitian pada siklus I memperoleh nilai rata-rata 58% dengan ketuntasan 42%. Hasil observasi aktivitas peserta didik di peroleh 45% dan hasil observasi aktivitas guru memperoleh presentase 51% dari hasil analisis menunjukan bahwa hasil belajar peserta didik di katakan masih di bawah standar, dilihat dari ketuntasan harus mencapai indikator keberhasilan 68%. Pada siklus II terjadi peningkatan hasil belajar peserta didik mengunakan model pembelajaran inkuiri berbantuan media kartu bergambar tema panas dan perpindahanya sub tema pengaruh kalor terhadap kehidupan mata pelajaran IPA dikatakan tuntas dan mencapai indikator ketuntasan 82% hasil observasi aktivitas peserta didik memperoleh presentase 89% sedangkan angket respon peserta didik memperoleh presentase 90% jadi penerapan model pembelajaran inkuiri berbantuan media kartu bergambar pada tema panas dan perpindahanya di kelas V Mi Al Fitrah Oesapa tahun ajaran 2023/202
Penerapan Model Pembelajaran Contekstual Teaching And Learning (CTL) Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Pada Tema A Makna Negara Kesatuan Republik Indonesia Siswa Kelas IV SD Negeri Bertingkat Naikoten Kupang Tahun Ajaran 2023/2024
Penelitian ini dilatarbelakangi masih rendahnya hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri Bertingkat Naikoten Kupang pada mata pelajaran PKn, dari hasil observasi prasiklus guru telah menggunakan model pembelajaran tetapi nilai siswa belum mencapai KKM 70. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dilakukan Penelitian Tindakan Kelas yanf bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa pada tema A makna negara kesatuan republik Indonesia kelas IV SD Negeri Bertingkat Naikoten Kupang melalui model pembelajaran Contekstual Teaching and Learning (CTL). Teknik penelitian tes pilihan ganda, observasi, dan dokumentasi. Pengumpulan data post-test dan pretest , lembar obsevasi, analisis data, data yang diperoleh baik data hasil observasi maupun data hasil tes, selanjutnya dolah dan dianalisis menggunakan Teknik deskriptif melalui perhitungan presentase. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata kelas yang di peroleh siswa sebelum penerapan model pembelajaran Contekstual Teaching and Learning (CTL), pada tahap pratindakan berdasarkan hasil observasi kemampuan berpikir kreatif sisea masih di bawah standar KKM 70. Pada hasil tes Siklus I rata-rata perolehan nilai siswa ialah 6,72%. Pada siklus II nilai rata-rata 8,06%. Hal ini mencapai kriteria ketuntasan yang sangat baik yang sudah mencapai indicator keberhasilan nilai rata-rata diatas KKM dari jumlah siswa 23 orang. Kesimpulan, bahwa model pembelajaran Contekstual Teaching and Learning (CTL) dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa pada tema A makna negara kesatuan republik Indonesia kelas IV SD Negeri Bertingkat Naikoten Kupang Tahun Ajaran 2023/2024
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DENGAN PEMANFAATAN PLATFORM MERDEKA MENGAJAR DI SEKOLAH DASAR
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan langkah-langkah, implementasi, dan hambatan dalam implementasi pembelajaran berdiferensiasi dengan pemanfaatan platform merdeka mengajar di SDN 34/I Teratai yang dilaksanakan pada semester ganjil tahun pelajaran 2023/2024. Penelitian ini dilakukan di SDN 34/I Teratai pada November hingga Desember 2023. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Setelah data dikumpulkan, data dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi sudah dijalankan dengan pemanfaatan platform merdeka mengajar sebagai sumber referensi. Pembelajaran berdiferensiasi berakar pada pemetaan kebutuhan belajar peserta didik. Pemetaan kebutuhan belajar peserta ini didapat melalui survei awal, pretes atau dikenal dengan istilah asesmen diagnostik. Selanjutnya, guru merancang pembelajaran bahasa Indonesia sesuai hasil pemetaan. Guru juga melakukan evaluasi dan refleksi. Namun, mendiferensiasi pembelajaran bukan berarti guru membuat materi yang berbeda-beda per satu peserta didik, mengajar dengan cara yang berbeda per satu peserta didik, apalagi membuat paket soal evaluasi yang berbeda-beda per satu peserta didik. Variasi atau diferensiasi ini memerlukan lebih banyak waktu untuk melakukannya dan waktu inilah yang sering menjadi hambatan guru. Selain itu, guru juga tidak bisa melaksanakan pembelajaran dengan membuka kelas di dalam PMM dikarenakan kurangnya kemampuan kecakapan digital peserta didik. Tetapi, pembelajaran berdiferensiasi sudah dilakukan dengan pemanfaatan platform merdeka mengajar sebagai sumber referensi, baik dari penerapan langkah-langkahnya sampai pada implementasinya dengan pemanfaatan PMM
ANALISIS KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIK SISWA SMP PADA MATERI SEGITIGA DAN SEGI EMPAT
This research aims to determine the form of students' mathematical reasoning abilities in mathematics learning at Muhammadiyah Kupang Middle School.
The research uses descriptive qualitative methods with subjects determined to be 6 children with high, medium and low abilities. on class VIII A level. The data collection techniques used in this research are tests, interviews and documentation. Test sheets and interview sheets. There are three stages of data analysis techniques, namely: Question instrument analysis, Data Clarification, Conclusion drawing, and data validity.
Based on the analysis, it was found that there are forms of learning difficulties mathematical reasoning students in learning mathematics (1) Difficulty in calculating squares and rectangles, triangle and quadrilateral theorems, Solving problems related to triangles and quadrilaterals, and Solving problems related to triangles so that it is difficult to work on problems. (2) Difficulty in distinguishing unit numbers, tens, hundreds and thousands, but this difficulty does not match what is experienced by students because there are students who can still work on the questions given and there are still students who still find it difficult to differentiate, (3) Weak ability to identify and solve math story problems, so that students find it difficult to do story problems. There is a fact that the self-confidence of Muhammadiyah Kupang Middle School students is quite positive, but there are still some students who still show an anxious, shy and nervous attitude when asked to answer questions from the teache
Peserta Didik dalam Perspektif Islam dan Barat: Sebuah Tinjauan Filosofis
Education has an important role in shaping the character and potential of learners, which is influenced by the philosophical views underlying each education system. In the Islamic perspective, learners are seen as beings with a pure fitrah and the potential to develop holistically, including spiritual, intellectual, and physical aspects. In contrast, in Western educational philosophy, especially since the Enlightenment era, learners are defined as autonomous and rational individuals, with an emphasis on freedom of thought and critical exploration. This research aims to conduct a philosophical analysis of the concept of learners in Islamic and Western perspectives, and explore the implications of these philosophical differences for the goals and methods of education. This research uses a qualitative approach with a literature study method, which involves a review of primary and secondary sources related to Islamic and Western educational views. The results show that despite fundamental differences in the orientation of education, both perspectives have the same goal, which is the optimal development of human potential. The conclusion of this study is that the synergy between the two approaches can offer a more holistic approach to education that is relevant to the challenges of the contemporary world
Penerapana Metode Problem Solving Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran Sosiologi
The purpose of this study was to determine (1) the application of the problem-solving method to improve students' critical thinking in students' sociology learning and (2) the application of the problem-solving method to improve critical thinking skills. The data collection techniques were observation sheets, interviews, tests, and documentation. The data analysis techniques used were qualitative and quantitative data analysis. The results of the classroom action research from the pre-cycle, cycle I to cycle II showed that there was an increase in student learning outcomes in the sociology subject after the problem-solving method was applied to class XI L students of SMAN 5 Kupang. The conclusion is that the application of the problem-solving method to improve students' critical thinking skills in the sociology subject of class XI SMAN 5 Kupang. This was obtained from the results of the implementation of the action, which showed an increase in student learning outcomes in the sociology subject after the problem-solving method was applied. There was an increase in the presentation of learning outcomes totaling from the pre-cycle total score of 1,195 with an average score of 5.85%, Cycle I total score of 1,430 with an average of 6.65%, while cycle II total score of 1,805 with an average of 8.22%. This study shows that the researcher's success criteria have been achieved, namely 80% above the KKM 72
MENYUSUN LANGKAH PENDIDIKAN UNGGUL: MERESPONS KETERBATASAN AKSES INFORMATION TECHNOLOGY DALAM PENDIDIKAN PADA TINGKAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DI KOTA BENGKULU
ABSTRAK
Pendidikan di zaman digital membutuhkan kemampuan untuk memanfaatkan Teknologi Informasi (TI) dengan baik guna mendukung proses pembelajaran yang efisien. Namun, situasi di Kota Bengkulu menunjukkan bahwa keterbatasan akses terhadap TI masih menjadi permasalahan yang signifikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi langkah-langkah strategis dalam mengatasi kendala tersebut di konteks pendidikan SMP Kota Bengkulu. Melalui metode kajian kepustakaan, kajian ini melibatkan analisis mendalam terhadap literatur, jurnal ilmiah, dan sumber-sumber terpercaya lainnya yang relevan dengan topik keterbatasan akses IT pada tingkat sekolah menengah pertama di kota Bengkulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendati keterbatasan akses TI menjadi hambatan, terdapat beberapa langkah strategis yang bisa ditempuh untuk mengatasinya. Diantaranya adalah pengembangan kurikulum yang mengakomodasi keterbatasan teknologi, pelatihan bagi guru dalam mengoptimalkan sumber daya yang terbatas, kerjasama antar sekolah, dan pemanfaatan alternatif teknologi yang lebih terjangkau. Implikasi dari temuan ini adalah perlunya perhatian yang lebih serius terhadap pengembangan strategi pendidikan yang adaptif terhadap kebutuhan lokal, khususnya dalam menghadapi keterbatasan akses TI. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi para pemangku kepentingan di bidang pendidikan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di SMP Kota Bengkulu, serta dapat menjadi dasar bagi penelitian selanjutnya dengan konteks serupa.
Kata Kunci: Keterbatasan akses TI, pembelajaran adatif, strategi pendidikan.
ABSTRACT
Education in the digital age requires the ability to utilize Information Technology (IT) well to support an efficient learning process. However, the situation in Bengkulu City shows that limited access to IT is still a significant problem in improving the quality of education at the junior high school (SMP) level. This research aims to identify strategic steps in overcoming these obstacles in the context of junior high school education in Bengkulu City. Using the literature review method, this study involves an in-depth analysis of literature, scientific journals and other reliable sources relevant to the topic of limited IT access at the junior high school level in the city of Bengkulu. The research results show that although limited IT access is an obstacle, there are several strategic steps that can be taken to overcome it. Among them are curriculum development that accommodates technological limitations, training for teachers in optimizing limited resources, collaboration between schools, and the use of more affordable technological alternatives. The implication of these findings is the need for more serious attention to the development of educational strategies that are adaptive to local needs, especially in the face of limited IT access. It is hoped that this research can provide a significant contribution to stakeholders in the education sector to improve the quality of learning in Bengkulu City Middle Schools, and can become the basis for further research in a similar context