Portal Jurnal Fakultas Agama Islam UMI
Not a member yet
291 research outputs found
Sort by
Kana Wa Akhwatuha dalam Surah Al-Maidah (Studi Analisis Sintaksis)
Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain kajian pustaka. Data yang dikaji berupa kana wa akhawatuha dalam Surah Al-Maidah. Instrumen penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah berupa kartu data. Teknik pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi. Hasil penelitian pada kana wa akhawatuha dalam Surah Al-Maidah (1) terdapat 43 kana wa akhawatuha yang terdiri atas 23 kana berupa fi’il madhi (verba perfektum), 6 kana berupa fi’il mudhari’ (verba imperfektum), dan 1 kana berupa fi’il amr (verba imperatif), 4 ashbaha berupa fi’il madhi (verba perfektum) dan 1 ashbaha berupa fi’il mudhari’ (verba imperfektum), 3 laisa berupa fi’il madhi (verba perfektum), 1 ma zala berupa fi’il mudhari’ (verba imperfektum), dan 3 ma dama berupa fi’il madhi (verba perfektum). (2) Ragam kana wa akhawatuha dari segi pengamalannya terdapat 39 fi’il yang mengamalkan tanpa syarat, 1 fi’il yang didahului la nafi, dan 1 fi’il yang beramal dengan syarat didahului ma mashdariyyah dhorfiyyah. Sedangkan dilihat berdasarkan ketashrifannya terdapat 36 fi’il kamilut tashrif, 1 fi’il naqishut tashrif dan 6 fi’il yang tidak dapat ketashrif dan dilihat berdasarkan butuh atau tidaknya pada khabar terdiri atas 42 fi’il naqish dan 1 fi’il tam. (3) Jenis isim kana wa akhawatuha dilihat dari segi makna, terdapat 3 isim zhahir dan 40 isim dhamir, jika dilihat berdasarkan bilangan, terdapat 16 isim mufrad, 1 isim tatsniah  dan 26 isim jama’ dan jika dilihat berdasarkan gender, terdapat 40 isim mudzakkar, 2 isim muannats dan 1 isim musytarak. Jenis khabar kana wa akhawatuha terdapat 17 khabar mufrad, 15 jumlah fi’liyyah, 10 jar majrur dan 1 yang tidak mempunyai khabar karena termasuk kana tam
PENDIDIKAN HUMANIS DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM
Pendidikan humanis merupakan sebuah proses penyadaran dan peningkatan terhadap harkat kemanusiaan serta potensi yang dimiliki manusia. Islam juga memandang bahwa pendidikan pada hakikatnya adalah mengangkat derajat manusia kembali ke fitrahnya, sebagai makhluk yang mulia dan bermartabat, mempunyai potensi fitrah yang cenderung pada kebenaran dan kebaikan (hanif), bebas, merdeka dan sadar akan eksistensinya
PELATIHAN DAI DAN LOMBA KULTUM DI SEKOLAH MADRASAH ALIYAH DDI JAWI-JAWI KELURAHAN BONE KECAMATAN SEGERI KABUPATEN PANGKEP
PKM ini merupakan salah satu wujud pengaplikasian Tri Darma Perguruan Tinggi, dibawah naungan LPkM. Program tersebut juga merupakan salah satu wujud kepedulian LPkM untuk meningkatkan sumber daya manusia khususnya siswa-siswa yang akan meyelesaikan pendidikan di sekolahnya, sehingga mereka memiliki kemampuan dan keterampilan (skill) khususnya dalam bidang dakwah. Siswa Madrasah Aliyah DDI Jawi-Jawi adalah obyek Program Kemitraan Masyarakat yang dipilih sebagai mitra dalam pengabdian ini dengan tujuan agar siswa memiliki keterampilan dan modal dasar untuk dapat menyampaikan dakwah kepada masyarakat yang membutuhkan. Mereka diharapkan mampu berdiri dihadapan orang banyak dalam rangka menyampaikan amar ma’ruf nahi mungkar. Jika mereka tidak mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, setidaknya mereka sudah memiliki modal untuk digunakan dalam memberikan pesan kebaikan melalui dakwahnya, seperti sudah mampu untuk berdakwah di tengah masyarakat. Selanjutnya, jika mereka melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi, diharapkan agar mereka sudah memiliki kemampuan dasar untuk tampil dan berani menyampaikan pesan-pesan kebaikan dan berdiri di depan khalayak ramai. Adapun metode yang digunakan adalah metode partisipatif yakni melibatkan mitra dalam segala bentuk kegiatan pelatihan, diskusi maupun praktek. Pelaksana kegiatan pelatihan ini adalah dosen Fakultas Agama Islam sekaligus menjadi pemateri pelatihan dan juri dalam lomba kultum. Lomba kultum yang diadakan setelah pelatihan adalah evaluasi kegiatan yang telah dilakukan. Sekolah DDI Jawi- Jawi sangat mengharapkan pelatihan yang berkelanjutan untuk siswa yang belum diikutkan pelatihan ini. Pelaksanaan pengabdian ini mendapatkan hambatan sekaligus tantangan bagi pengabdi yaitu copid 19 yang menyebabkan sulit mengatur waktu sesuai jadwal yang telah disepakati dan juga adanya larangan tatap muka disekolah. Namun akhirnya kegiatan pengabdian dapat berjalan lancar dan berjalan sesuai target yang direncanaka
Pemahaman Bisnis Syariah Pada Pedagang Sembako di Pasar Niaga Daya Kota Makassar
Islam governs all human activity, including muamalah, by defining what is permissible (halal) and what is not permissible (haram) (haram). The business conducted in a sharia business must be founded on sharia. All existing laws and regulations are enforced to prevent businesspeople from being blessed with halal prosperity. This study aims to determine the understanding and implementation of sharia-compliant business on basic food traders in the Daya Niaga Market, Makassar City. The type of research used in this research is Field research, which produces descriptive data in the form of written or verbal data from informants and observed behavior. Interviews, observation, and documentation were employed as data analysis strategies in this study. The data was then analyzed utilizing qualitative descriptive methods. The results of this study provide information that the basic food traders at Pasar Niaga Daya Makassar understand sharia business in practice based on religious knowledge obtained from formal and non-formal education
Pernikahan Semarga Bagi Masyarakat Lamaholot dalam Perspektif Hukum Islam
In the customary law of Lamaholot concerning the prohibition of marriages that are patrilineal in nature or draw a lineage from the father, it is called "Kakan Noon Aring" (brother and sister). The purpose of this research is to find out the views of the Lamaholot community regarding family marriages in Lamahala Jaya Village and how the sanctions are given if they have violated the legal provisions in Lamahala Jaya Village in an Islamic view. The results of this study indicate that the majority of the Lamaholot community still strongly adheres to the customary law governing marriage, which can only be carried out if the couple is of a different ethnicity, clan or clan. In Islamic law, it is forbidden to marry a mother, daughter, sister, mother, father or mother, grandchildren, nieces, breast-feeding women and siblings, parents-in-law, step-daughter, son-in-law and marrying two women who are sisters at the same time so that it is clear that there is no prohibition on clan marriage in Islamic law is (mubah)
Komunikasi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah dalam Jaringan (DARING)
Tulisan ini mengulas tentang komunikasi pendidikan, khususnya bagi guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) Dalam Jaringan (Daring). Saat ini, pembelajaran sepenuhnya dilakukan melalui daring sehingga komunikasi yang dibangun oleh guru sangat menentukan keberhasilan pembelajaran. Hasil kajian ini menyimpulkan bahwa Guru sebagai salah satu komunikator dalam komunikasi sangat menentukan keberhasilan pembelajaran. Di tengah pandemik, komunikasi pendidikan sangat penting sebagai instrumen satu-satunya dalam pembelajaran daring. Dengan demikian, pembelajaran di tengah pandemik sangat ditentukan oleh pola komunikais guru dalam pembelajaran. Guru perlu memiliki kemampuan komunikasi yang mumpuni melalui pendalaman materi komunikasi pendidikan dengan mempelajari hakikat komunikasi pendidikan, guru perlu memahami fungsi dan unsur komunikasi pendidikan. Selain itu, sangat penting pula bagi guru memahami kedudukannya dalam konteks komunikasi pendidikan untuk memaksimalkan pembelajaran. Guru memainkan peran komunikasi secara efektif melalui banyak peran yang meliputi perannya sebagai pembicara, sebagai moderator dalam pembelajaran., sebagai pembimbing untuk menuntun siswa, dan berperan sebagai manajer karena guru menjadi pengelola atau organisator seluruh proses pembelajaran
Eksistensi Perkawinan Silariang dan Penyelesaiannya dalam Hukum Adat ditinjau dari Perspektif Hukum Islam
The case of silariang, or elopement, in South Sulawesi is mainly in Kel. South Empoang, Kec. Binamu, and Kab. Jeneponto. From then until now, it still happens often. Silariang performers don't seem to care about the sanctions or threats they will face, even though they know that what they are doing can face badik (stabbing). For those who do silat, as long as love is turbulent in their hearts, they will face death. The main problem in this research is to examine the problems or problems regarding crossbreeding that often occurs in Kel, South Empoang, Kec., Binamu Kab., and Jeneponto. The purpose of this research is to find out the factors that cause cross-breeding marriages and how the traditional forms of settlement of cross-breeding cases in Kel, South Empoang, Kec., Binamu Kab., Jeneponto. Based on information obtained from various sources, the people of Jeneponto have three habits in resolving crossbreeding cases: 1) killing Silariang perpetrators; 2) assuming that Silariang perpetrators have died; and 3) waiting for Silariang perpetrators to return home well and peacefully. The first and second habits above are contrary to Islamic law, while the third habit is in line with or in accordance with Islamic la
METODE MENGHAFAL AL-QUR’AN DI PONDOK PESANTREN TAHFIDZUL QUR’AN AL-MUTTAQIN TAKI NIODE KOTA GORONTALO
Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan  metode apa yang dipakai dalam proses menghafal al-Qur’an di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an al-Muttaqin Taki Niode dan mendapatkan data dan informasi bagaimana aplikasi diterapkannya metode menghafal al-Qur’an di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an al-Muttaqin Taki Niode. Metode penelitian dalam penelitian yaitu kualitatif deskriptif dengan analisis data model Mile dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, metode yang dilakukan dalam pembelajaran tahfiz yaitu metode musyafahah dan takrir; Kedua, Teknik lain yang diterapkan di Pondok Pesantren al-Muttaqin Taki Niode adalah metode taqrir yang biasa dilakukan setiap satu semester. Metode taqrir adalah sistem metode mengulang hafalan berdasarkan banyaknya hafalan yang telah diperoleh santri
MEMAHAMI KEDUDUKAN NIKAHUL FASID DALAM HUKUM ISLAM
Tulisan ini mengulas tentang kedudukan nikahul fasid dalam hukum Islam. Secara konseptual, nikahul fasid merupakan salah satu kasus dalam hukum pernikahan dimana suatu pernikahan tidak memenuhi rukun dan syarat sah pernikahan secara utuh dalam syariat Islam. Hasil kajian ini menyimpulkan bahwa suatu pernikahan yang dilakukan harus memenuhi hukum Islam maupun sebagaimana dirumuskan dalam hukum negara. Di alam Islam, suatu pernikahan dikatakan sah apabila memenuhi rukun dan sayarat sahnya pernikahan. Oleh karena itu, pernikahan yang dilakukan dapat dikatakan tidak sah apabila salah satu rukun atau syaratnya tidak terpenuhi, sehingga dalam Islam terdapat istilah nikahul fasid yaitu pernikahan yang batal karena di antara rukun dan syarat pernikahan tidak terpenuhi
Konsep Distribusi dan Base Value Sistem Ekonomi Islam
This paper reviews the concept of distribution and the base value of the Islamic economic system. These two themes are interrelated discourses with one another. As understood, the Islamic economic system aspires to an economic order that is just and beneficial for human life. Therefore, distribution as one of the market instruments in the economic world must effectively take place in the corridor of positive and fair values. The results of the study in this paper concluded that; First, distribution in economic studies is a system of distributing goods and services from producers to consumers. This process is a stage that takes place to synchronize the stages of production of goods with sales. Distribution is an important aspect that determines the adequacy of goods needs in the community. Therefore, the balance can be maximized through the selection of distribution channels in an effective, fair and sustainable manner. Second, the Islamic economic system provides a basic value formulation that can be used as a benchmark in the distribution process. Thus, the distribution made must be in line with the basic value of ownership; the basic value of freedom; basic values of justice; basic value of balance; and the value of togethernes