eJournal Universitas Iskandarmuda
Not a member yet
532 research outputs found
Sort by
Pengaruh Kualifikasi Kontraktor Terhadap Kualitas Proyek Menurut Permen PUPR No.7 Tahun 2019 di Kota Banda Aceh
Pembangunan adalah suatu rangkaian usaha secara terencana yang dilakukan oleh pemerintah untuk menciptakan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat. Dengan disahkannya peraturan Permen PUPR No. 7 Tahun 2019 ada beberapa faktor kualifikasi untuk pekerjaan konstruksi yang berpengaruh terhadap kualitas dalam sebuah pekerjaan konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor risiko yang mempengaruhu kualifikasi kontraktor terhadap kualitas proyek konstruksi di Kota Banda Aceh dan untuk menganalisis faktor-faktor risiko paling dominan terhadap berpengaruhnya kualifikasi kontraktor terhadap kualitas proyek konstruksi di Kota Banda Aceh. Responden pada penelitian ini adalah perusahaan kontraktor bidang konstruksi yang berdomisili dikota Banda Aceh dan Dinas-Dinas terkait yang berjumlah 35 orang responden. Faktor risiko yang diteliti adalah modal, sumber daya peralatan, sumber daya manusia, pengalaman perusahaan dan kualitas proyek konstruksi. Pengolahan data penelitian dilakukan dengan menggunakan uji validitas, uji reliabilitas dan analisis deskriptif. Dari hasil pengujian validitas diperoleh 6 indikator tidak valid maka dieliminasi dan selebihnya dinyatakan valid. Hasil uji reliabilitas diperoleh nilai rata-rata dari setiap variabel sebesar 0,913 ? 0,6, maka pada uji reliabilitas dikatakan sudah reliabel. Hasil analisis risiko menggunakan analisis deskriptif, diketahui bahwa urutan faktor yang sangat mempengaruhi kualitas proyek adalah pada variabel faktor modal kerja sebesar 7,80%, variabel faktor sumber peralatan sebesar 21,97%, variabel faktor sumber daya manusia dengan sebesar 19,34% dan variabel faktor pengalaman kerja sebesar 7,90%, dengan total pengaruh risiko terhadap keempat variabel sebesar 57,01%, selebihnya 42,99% dipengaruhi oleh variabel faktor lainnya yang tidak termasuk dalam penelitian ini. Sehingga didapat variabel yang paling dominan terhadap faktor yang mempengaruhi faktor-faktor kualifikasi kontraktor terhadap kualitas proyek konstruksi menurut Permen PUPR No.7 Tahun 2019 di Kota Banda Aceh adalah, variabel faktor sumber daya peralatan, variabel faktor sumber daya manusia dan variabel pengalaman kerja yang mempunyai pengaruh paling dominan.
Kata Kunci: Permen PUPR NO.7 Tahun 2019, SPSS, Kuesione
The Analisis Manajamen Kontruksi Proyek Pembangunan Gedung Puskesmas Kajeung Kecamatan Sungai Mas
Manajemen proyek adalah sebuah proses terpadu dimana individu-individu dari organisasi dilibatkan untuk memelihara, mengembangkan, mengendalikan, dan menjalankan program dengan efisien, efektif, dan tepat waktu. Ada 3 kegiatan dari fungsi dasar manajemen proyek yaitu perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian. Progres pekerjaan dapat mengalami keterlambatan atau sesuai dengan schedule dan juga bisa lebih cepat dari yang sudah direncanakan. Maka diperlukan manajemen proyek yang baik agar tercapai sesuai dengan perencanaan yang telah ditargetkan. Karena proses perencanaan sebuah proyek konstruksi adalah proses yang paling vital dalam suatu kegiatan proyek konstruksi, karena suatu perencanaan harus dapat mengantisipasi situasi proyek yang belum jelas dan penuh ketidakpastian. Oleh karena itu, pada periode atau tahapan selanjutnya, masih dibutuhkan penyempurnaan dan tindakan koreksi sesuai dengan perkembangan kondisi proyek. Tujuan utama dari perencanaan konstruksi adalah untuk memenuhi kriteria spesifikasi proyek yang ditentukan rencana kerja dan spesifikasi yang meliputi, mutu, dan waktu ditambah dengan terwujudnya keselamatan kerja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan 3 metode, yaitu metode Bar Chart, Kurva S dan Critical Path Method / Cpm. Pembangunan Gedung Puskesmas Kajeung memerlukan anggaran biaya sebesar Rp. 6.500.000.000,00 (Enam Milyar Lima Ratus Juta Rupiah) berdasarkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dengan menggunakan Analisa Harga Satuan dan Pekerjaan Kabupaten Aceh Barat 2021 dan SNI yang dihitung oleh pihak perencana proyek. Maka dari perhitungan bobot berdasarkan analisis Barchart dan Kurva S Pembangunan Gedung Puskesmas Kajeung dapat diselesaikan dengan waktu selama 175. Akan tetapi berdasarkan analisis penjadwalan CPM (Critical Path Method) Pembangunan Gedung Puskesmas Kajeung membutuhkan waktu 155 hari
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL IDETITAS TRIGONOMETRI BERDASARKAN KRITERIA WATSON
The purpose of this study was to identify students' mistakes in solving trigonometric identity questions by referring to Watson's criteria and to find out the factors that cause students to make mistakes in solving trigonometric identity questions. The method used is descriptive qualitative research. The results showed that of the eight types of Watson error criteria there was a student who made up to seven types of errors, one student made six mistakes, seven students made four mistakes and the rest made two to three mistakes. The most common errors made were the criteria for incorrect data, inappropriate procedures, missing data and lost conclusions. The factors that cause errors are students not mastering the basic concepts of trigonometric identities and are not willing to try hard to understand the basic concepts of trigonometric identities. Both of these factors are formed from the attitude of students who think that it is difficult to understand the basic concept of trigonometric identity
Tinjauan Lintasan Kritis Metode CPM Menggunakan Microsoft Project Pada Proyek Peningkatan Jalan Alue Keumuneng Kabupaten Aceh Barat
Pembangunan dan peningkatan konstruksi jalan di Aceh Barat dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Aceh Barat, salah satunya yaitu Jalan Alue Keumuneng yang berlokasi di Kecamatan Woyla. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menentukan lintasan kritis proyek Peningkatan Jalan Alue Keumuneng dan menghindari keterlambatan dan penundaan waktu pekerjaan. Metode Pengolahan dan analisis data dilakukan dengan metode CPM (critical path method) untuk mengetahui lintasan kritis dengan menggunakan software Microsoft Project 2013 untuk memudahkan proyek konstruksi. Hasil penelitian menunjukan kegiatan mobilisasi, penyiapan badan jalan, timbunan pilihan dari sumber galian, lapis pondasi agregat kelas A, lapis pondasi agregat kelas B, lapis resap pengikat-aspal emulsi, laston lapis antara (AC-BC), bahan anti pengelupasan, keselamatan dan kesehatan kerja dan demobilisasi berada pada jalur lintasan kritis, penundaan pada pekerjaan lintasan kritis dapat mempengaruhi penundaan dan keterlambatan keseluruhan proyek.
Kata kunci: CPM, network diagram, Alue Keumuneng, Aceh Bara
Kajian Pemeliharaan Trafo Distribusi Menggunakan Metode Codition Based Maintenance (CBM)
Transformator distribusi merupakan salah satu komponen utama pada suatu sistem distribusi tenaga listrik. Tanpa adanya distribusi transformator, konsumen tidak dapat menggunakan energi listrik secaxa langsung mengingat tegangan operasi dalam sistem distribusi yaiat 20 KV atau disebut jaringan tegangan menengah. Gangguan yang terjadi pada distibusi trafo akan mengakibatkan pemadaman dan terhambatnya penyaluran tenaga listrik terhadap konsumen sehingga pelayanan kebutuhan listrik akan terganggu. Untuk itu diperlukan pemeliharaan distribusi tranformator secara rutin dan terjadwal yang bertujuan untuk mencegah terjadinya kerusakan peralatan secara tiba-tiba, serta mempertahankan kerja peralatan yang optimum sesuai umur teknisnya, dan aman bagi manusia dan lingkungan, serta andal dalam sistem distribusi tenaga listrik. Salah satu penyebab gangguan dan kerusakan pada trafo antara lain, tegangan lebih akibat petir, overload dan beban tidak seimbang, loss contact pada terminal bushing, isolator pecah dan kegagalan isolasi minyak trafo, gangguan-gangguan ini menyebabkan kerusakan pada tranformator distribusi dan terhentinya aliran listrik kepada konsumen. Hal ini mendorong PT. PLN (Persero) UP3 Lhokseumawe khususnya ULP Lhokseumawe Kota untuk melaksanakan kegiatan assessment trafo sebagai upaya / langkah untuk mengetahui kondisi kesehatan Trafo Distribusi yang sedang beroperasi. Hasil data assesment di masukan ke trafo Form Monitoring Assesment sehingga didapatkan kondisi trafo yang dapat dibedakan menjadi 4 kondisi yaitu: Baik, Cukup, Kurang dan Buruk
Perencanaan Sistem Penerangan Jalan Utama Gampong Naga Umbang
Pencahayaan yang baik merupakan pencahayaan yang mampu membuat mata nyaman, aman dan jelas dalam melihat objek-objek yang ada di areal atau wilayah tertentu sesuai dengan fungsi dan penggunaannya. Begitu juga dengan areal jalan di Gampong Naga Umbang yang memerlukan penerangan di bagian-bagian jalan utama pada malam hari yang berguna selain untuk memperindah suasana Gampong juga untuk meningkatkan kenyaman dan keamanan terhadap berbagai aktifitas masyarakat. Letak Gampong Naga Umbang yang berada sangat dekat dengan areal pengunungan juga masih banyak kebun atau tanah warga yang masih kosong disepanjang jalan utama sehingga dimungkinkan akan terjadinya banyak kasus kejahatan, kecelakaan, dan akan sangat berdampak buruk terhadap kehidupan sosial terutama pada malam hari. Oleh sebab itu, penerangan jalan utama Gampong Naga Umbang sangat dibutuhkan agar terhindar dari semua permasalahan tersebut. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendapatkan kuat intensitas cahaya, jumlah tiang lampu yang dibutuhkan dan daya yang dibutuhkan untuk penerangan jalan Gampong Naga Umbang. Metode yang digunakan adalah pendekatan matematis yang mengacu pada SNI 7391 : 2008. Hasilnya, jenis lampu yang cocok di gunakan untuk kebutuhan pencahayaan jalan Gampong Naga Umbang adalah jenis lampu SOX 135 Watt dengan lebar jalan 6 m dan total panjang jalan 2.710 m serta jumlah tiang lampu yang di butuhkan yaitu 62 buah. Intensitas cahaya lampu yang digunakan pada penerangan jalan utama Gampong Naga Umbang yaitu 1.440,3 cd dengan kuat penerangan di bawah tiang jalan berjumlah 14,4 lux, kuat penerangan di titik tengah jalan berjumlah 13,6 lux, dan kuat penerangan di ujung jalan berjumlah 11,4 lux. Daya yang dibutuhkan pada pencahayaan areal jalan utama Gampong Naga Umbang adalah sebesar 8.810,2 VA dengan kapasitas pangaman 50 Ampere
Analisa Perpindahan Panas Pada Atap Seng Berwarna Hitam Dengan Variasi Ruang Di Aceh Besar
Aceh Besar juga salah satu wilayah yang mengalami pemanasan global, yang mempunyai tingkat intensitas matahari lumayan tinggi. Pemanasan global merupakan hal yang sangat berpengaruh terhadap keyamanan thermal di suatu lingkungan pada wilayah Aceh Besar. Hal ini disebabkan oleh adanya efek rumah kaca yang terjadi akibat naiknya konsentrasi gas gas rumah kaca dalam atmofir. Kondisi ini juga disebabkan oleh jumlah tranfortasi, hasil pembakaran, dan juga berkurangnya jumlah tanaman sehingga temperatur yang terus meningkat. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian tentang studi penyerapan panas pada atap rumah seng yang bewarna hitam untuk mengetahui apa yang terjadi terhadap ruang. Metode penelitian ini dengan menghitung penyerapan panas (intensitas matahari) pada seng yang telah dilapisi warna hitam dengan ruang yang berbeda,tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ruang terhadap seng berwarna hitam dan panas yang diserap dengan ruang yang berbeda. Temperatur ruang tertinggi pada ruang yang kecil 54,1oC dan yang terendah pada ruang yang besar 47,5oC dari pengamatan suhu lingkungan terdapat temperatur paling tinggi pada jam 12:00 WIB. Temperatur ruang terjadi peningkatan tertinggi pada pukul 12:00 WIB pada seng berwarna hitam tersebut. Panas yang diserap di dalam ruang A adalah 2,1kilojoule atau setara dengan 2100 joule. Maka dari hasil perbedaan suhu ruang dari penelitian dan hasil dari penyerapan panasnya dapat dilihat perbedaan panas yang di serap terhadap ruang yang berbada
ANALISIS PERUBAHAN TALAK TIGA MENJADI TALAK SATU DALAM PUTUSAN NOMOR 0163/PDT.G/2016/MS.BNA
Penelitian bertujuan mengkaji status talak yang telah dijatuhkan talak tiga di luar mahkamah menjadi talak satu yang diputuskan oleh hakim dalam putusan Nomor Banda Aceh nomor 0163/Pdt.G/2016/Ms.Bna. Hal ini dikarenakan dalam hukum Islam talak di luar pengadilan dianggap sah karena talak merupakan hak suami. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis prosedur perceraian menurut hukum di Indonesia dan pertimbangan hakim dalam putusan Nomor 0163/Pdt.G/2016/MS. 2016. Adapun penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dengan mengumpulkan data melalui penelitian library research (penelitian keperpustakaan). Jenis penelitian ini adalah yuridis normatif. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa menurut hukum positif Indonesia, perceraian harus dilakukan di depan pengadilan. Perceraian di luar pengadilan dianggap tidak sah. Pertimbangan hakim menjatuhkan dengan talak satu dalam putusan Nomor 0163/Pdt.G/2016/Ms.Bna karena majelis hakim menganggap talak di luar pengadilan tidak sah. Hal ini dikarenakan secara hukum nasional baik dalam UU Perkawinan dan KHI mengkehendaki agar perceraian dilakukan di depan Mahkamah. Oleh karenanya, talak yang dijatuhkan di luar Mahkamah dianggap tidak sah
Kajian Experimental Pengolahan Minyak Kelapa Gading Murni (Virgin Coconut Oil) Dengan Metode Pemanasan 60oC, 70 OC Dan 80oC
Minyak kelapa gading murni atau virgin coconut oil (VCO) merupakan modifikasi proses pembuatan minyak kelapa sehingga menghasilkan produk dengan kadar air dan kadar asam lemak bebas yang lebih rendah, berwarna bening berbau harum serta mempunyai daya simpan yang cukup lama yaitu 12 bulan. Dari segi ekonomi minyak kelapa gading murni mempunyai harga jual yang lebih tinggi dibanding minyak kelapa biasa yang diolah secara tradisional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan sistem pengolahan kelapa secara sederhana sehingga mendapatkan minyak kelapa gading murni (Virgin Coconut Oil) yang sesuai standar mutu SNI. Adapun metode pengujian untuk sistem pengolahan minyak kelapa gading murni atau VCO dengan proses pemanasan bertahap yang akan dilaksakan pada Sample A dengan pemanasan awal 1 jam 90 oC, 1 jam 80 oC, 1 jam 70 oC, dan pemanasan akhir selama 5 jam dengan temperatur 60 oC, pada Sample B dilakukan pemanasan langsung selama 6 jam dengan temperatur 70 oC, dan pada Sample C dilakukan pemanasan langsung selama 5 jam dengan temperatur 80 oC. Berikut hasil-hasil dari pengujian pada tiap Sample, Sample A yaitu memiliki Bau khas kelapa Segar dan Tidak Tengik, Rasa Normal Khas Minyak Kelapa, Air dan Senyawa yang Menguap 0.11 %, dan Kadar Asam Lemak Bebas 0.06 %, Sample B yaitu memiliki Bau khas kelapa Segar dan Tidak Tengik, Rasa Normal Khas Minyak Kelapa, Air dan Senyawa yang Menguap 0.11 %, dan Kadar Asam Lemak Bebas 0.22 %. Dan Sample C yaitu memiliki Bau khas kelapa Segar dan Tidak Tengik, Rasa Normal Khas Minyak Kelapa, Air dan Senyawa yang Menguap 0.09 %, dan Kadar Asam Lemak Bebas 0.07 %. Dari hasil pengujian BPSMB memenuhi SNI VCO 7381:2018
Kajian Perpindahan Panas Pada Solar Water Heater Dengan Sudut Kemiringan Kolektor 40°
Energi surya merupakan energi terbarukan yang berasal dari sinar dan panas matahari yang tidak polutif, dan bersifat kontinyu. Energi terbarukan di Indonesia sangat melimpah tetapi belum dimanfaatkan secara optimal. Energi panas matahari memiliki potensi yang mencapai 207,9 GW sementara pemanfaatannya hanya sekitar 78,5 MW. Salah satu pemanfaatan energi surya adalah penggunaan kolektor surya untuk mengumpulkan energi panas matahari. Solar water heater (pemanas air surya) merupakan alat untuk memanaskan air yang menggunakan radiasi matahari dengan cara menggubahnya menjadi energi panas. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian tentang perpindahan panas pada solar water heater, untuk mengetahui perpindahan panas yang terjadi pada kolektor pemanas air tenaga surya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perpindahan panas yang terjadi pada kolektor pemanas air tenaga surya dengan variasi jarak antar pipa tembaga serta mengetahui efisiensi perubahan panas yang terjadi. Metode penelitian ini mengkaji ruang penelitian dengan ukuran dimensi yang berbeda, Tipe A,B dan tipe C dan Penelitian dilakukan dengan membanding kan pipa seri dan paraler dan juga meliputi perbedaan sudut kemiringan dan ketebalan pasir besi terhadap panas yang dihasilkan. Dari ketiga variansi kolektor yang tipe A,B, dan C didapatkan hasil temperatur air tertinggi yaitu pada tipe A sebesar 49,8°C pada pukul 14:00 WIB.