eJournal Universitas Iskandarmuda
Not a member yet
532 research outputs found
Sort by
ANALISIS MUTU JELLY KULIT PISANG TERHADAP PENAMBAHAN GULA DAN ASAM SITRAT
Pisang (Musa acuminata) merupakan tanaman hortikultura yang mempunyai potensi produksi (buahpisang) cukup besar karena produksi pisang berlangsung tanpa mengenal musim. Pemanfaatanlimbah kulit pisang masih kurang maksimal. Karena itulah muncul ide pemanfaatan limbah kulitpisang untuk dijadikan sebagai produk olahan minuman jelly dari limbah kulit pisang. Tujuanpenelitian ini ialah untuk mengetahuai pengaruh penambahan gula dan asam sitrat terhadap mutujelly kulit pisang, untuk menentukan perlakuan terbaik dan pengaruh variabel pada pengolahan jellykulit pisang. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktoryaitu penambahan gula pasir (45%, 55% dan 65%), dengan penambahan asam sitrat (2%, 4% dan6%). Parameter yang dianalisis adalah Kadar Air, Kadar gula serta uji organoleptik (Aroma, Rasa,dan Tekstur). Perlakuan terbaik pada penelitian ini adalah perlakuan penambahan gula 65% danasam sitrat 2% (G3S1) dan syarat mutu secara umum kadar air pada jelly maks 22,00%, dengannilai kadar air pada perlakuan ini 21,67%, kadar gula sesuai dengan SNI min 20% pada penelitianini 22,90%, uji organoleptik nilai aroma 3,20, nilai rasa 2,87, dan tekstur 3,50%.Banana (Musa acuminata) is a horticultural plant that has a large enough production potential(banana fruit) because banana production takes place regardless of the season. Utilization of bananapeel waste is still not optimal. That's why the idea emerged to use banana peel waste to be used as aprocessed product for jelly drinks from banana peel waste. The purpose of this study was todetermine the effect of adding sugar and citric acid to the quality of banana peel jelly (MusaAcuminata), to determine the best treatment and the effect of variables on banana peel jellyprocessing. This study used a factorial completely randomized design (CRD) with 2 factors,namely the addition of granulated sugar (45%, 55% and 65%), with the addition of citric acid (2%,4% and 6%). Parameters analyzed were moisture content, sugar content and organoleptic tests(aroma, taste, and texture). The best treatment in this study was the addition of 65% sugar and 2%citric acid (G3S1) and the general quality requirement was that the water content in jelly was max22.00%, with the water content value in this treatment 21.67%, the sugar content according to Theminimum SNI of 20% in this study was 22.90%, the organoleptic test of the aroma value was 3.20,the taste value was 2.87, and the texture was 3.50%
PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWAMELALUI PENERAPAN PENDEKATAN METAKOGNITIF
The purpose of this study was to determine the improvement of problem solving skills by applying a metacognitive approach. This research method uses a quasi-experimental research design, with a pre-test post-test control group design. The research population was all students of class VIII, sampling using random sampling, so that class VIII.I was chosen as the experimental class, and class VIII.2 control class. Data was collected through pretest and posttest. Data processing using t test. the results of data processing obtained the value of t count = 9.98. with (dk) = 64, significant level = 0.05 and the table obtained t((0.95)(64))=1.66 meaning t count > t_table. Based on the hypothesis test, it was obtained that the average final test score of the experimental class students (VIII.1) was higher than the control class average (VIII.2). Thus the mathematical problem-solving ability of students who use a metacognitive approach is better than the problem-solving ability to use a conventional approach
Penelitian Kuat Tekan Beton Menggunakan Bahan Tambahan Cangkang Sawit Pada Pekerjaan Gorong-Gorong Di PT. Socfindo
Indonesia salah satu negara terbesar terhadap potensi alam terutama kelapa sawit. Alasan utama masyarakat banyak menanam kelapa sawit dikarenakan buahnya yang diolah untuk dijadikan minyak makan. Seiring dengan diproduksi minyak kelapa sawit maka potensi limbah cangkak sawit semakin besar. Dari beberapa penelitiannya sudah di lakukan cangkang dijadikan salah satu material campuran beton. Tujuan dari penelitian ini sebagai studi pengaruh bahan tambah beton terhadap kuat tekan pada masing-masing varian antara beton normal dengan beton yang mengunakan bahan tambahan cangkang sawit. Pengujian ini mengunakan cetakan berukuran (15 x 15 x15 cm) dengan FAS 0,38 umur beton pada saat pengujian kuat tekan yaitu 7 dan juga 28 hari. Pada usia 28 hari umur kekuatan beton telah mencakup 100% menurut PBI 1979. Dan evaluasi dari hasil pengujian pada campuran beton normal usia 28 hari di dapat rerata terhadap kuat tekan yaitu 19,50 Mpa, pada pencampuran beton dengan penambahan 7% cangkang sawit dari berat semen dengan umur 28 hari di dapatkan kuat tekan senilai 19,58 MPa dan penambahan campuran cangkang sawit sebesar 12% dari berat semen dengan umur pengujian 28 hari di hasilkan kuat tekannya yaitu 19,60 Mpa. Dari evaluasi kuat tekan mengunakan bahan tambah cangkang sawit 7% dan 12% diperoleh kuat tekannya lebih dari pada kuat tekan normal. Untuk 7% penambahan cangkang sawit menghasilkan kuat tekan 0,08 Mpa dari nilai kuat tekan beton normal, sedangkan untuk 12% penambahan cangkang sawit menghasilakan kuat tekan 0,1 dari nilai kuat tekan beton normal
LINGKUNGAN KERJA DAN MOTIVASI TERHADAP KEPUASAN KERJA PEGAWAI SEKRETARIAT KOMISI INDEPENDEN PEMILIHAN (KIP) KABUPATEN PIDIE
The study aims to determine and analyze the work environment and motivation towards the job satisfaction of the Pidie Regency Election Commission (KIP) Secretariat. This study uses a qualitative approach to obtain an overview of the extent to which employee satisfaction is influenced by the work environment and work motivation at the Pidie District Election Commission (KIP) Secretariat. This research by obtaining data through in-depth interviews with a number of informants and field observations with the results of research analyzing the physical environment of offices with lighting indicators that have not been maximal especially lighting from outside, the roar of work that is not in accordance with existing standards, noise is not disturbed because it is far from the crowd, while air intake is adequate but not maximal. Pad work relations of employees where the results of research on relationships with colleagues and with superiors are good while work facilities are still inadequate or still need additions, especially transportation equipment. The comfort level of work, namely the workplace, is adequate but not maximalize, the work calm is good because the current election is safe and peaceful, while in job security there are still weaknesses, especially the safety of employees who are still not optimal. As for the results of research for work motivation, the results of intrinsic factor analysis where the work itself is maximal, while progress is still weak, especially in employee careers, the level of employee responsibility is still lacking especially in employee discipline in completing tasks assigned, while recognition is low because lack of employee promotion. On extrinsic factors where work unit policies are good, while salaries received as compensation for employees are already very good, while working conditions are still lacking especially employees there are no initiatives and alternatives and external conditions are uncertain conditions for implementing elections. Judging from employee job satisfaction related to work motivation work environment where the results of the analysis of the achievement of values that the employee education level is adequate but the education and training programs of employees in improving employee skills are still lacking, the average work experience of 10 years is good, in the dimensions the work situation that ordinary work is not challenging in a task, the opportunity for achievement is very weak, awarding is seen in the nature of the material (salary) while employee promotion is very less rare for PIDie Regency KIP employees.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis lingkungan kerja dan motivasi terhadap kepuasan kerja pegawai Sekretariat Komisi Idenpenden Pemilihan (KIP) Kabupaten Pidie. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk memperoleh gambaran tentang sejauh mana kepuasan pegawai yang dipengaruhi oleh lingkungan kerja dan motivasi kerja pada Sekretariat Komisi Idenpenden Pemilihan (KIP) Kabupaten Pidie. Penelitian ini dengan memperoleh data melalui wawancara mendalam dengan sejumlah informan dan observasi dilapangan dengan hasil penelitian menganalisa lingkungan fisik kantor dengan indicator penerangan yang belum maksimal terutama pencahayaan dari luar, luas raung kerja yang belum sesuai dengan standar yang ada, kebisingan tidak terganggu karena jauh dari keramaian, sedangkan suhi udara sudah memadai namun belum maksimal. Pad ahubungan kerja pegawai dimana hasil penelitian hubungan dengan rekan kerja dan dengan atasan sudah baik sedangkan fasilits kerja masih belum memadai atau masih perlu penambahan terutama alat transportasi. Tingkat kenyamanan kerja yaitu tempat kerja sudah memadai tapi belum maksimal, pada ketenangan kerja sudah baik kerena pelaksanaan pemilu saat ini berlangsung aman dan damai, sedangkan pada keamanan kerja masih ada kelemahan terutama keselamatan kesehatan pegawai yang masih belum maksimal. Sedangkan untuk hasilpenelitian untuk motivasi kerja, hasil analisa factor intrinsic dimana terhadap pekerjaan itu sendiri sudah maksimal, sementara kemajuan masih lemah terutama pada karier pegawai, tingkat tanggungjawab pegawai masih kurang terutama pada disiplin pegawai dalam penyelesaian tugas-tugas yang diberikan, sedangkan pengakuan masih rendah karena kurangnya promosi pegawai. Pada factor ektrinsik dimana kebijakan unit kerja sudah baik, sementar gaji yang diterima sebagai kompensasi untuk pegawai sudah sangat baik, sedangkan kondisi kerja masih kurang terutama pegawai tidak ada iisiatif dan inivatif serta kondisi ekternal kondisi pelaksanaan pemilu yang tidak menentu. Dilihat dari kepuasan kerja pegawai yang berkaitan dengan lingkungan kerja motivasi kerja dimana hasil analisa pencapaian nilai bahwa tingkat pendidikan pegawai sudah memadai namun program pendidikan dan pelatihan pegawai dalam peningkatan kecakapan pegawai masih kurang, pengalaman kerja pegawai rata-rata 10 tahun sudah baik, sedngkan pada dimensi situasi pekerjaan bahwa pekerjaan biasa saja tidak menantang dalam suatu tugas, kesempatan untuk prestasi sangat lemah, pengahargaan dilihat pada sifat materi (gaji) sedangkan promosi pegawai sangat kurang malah langka bagi pegawai KIP Kabupaten Pidie
FUNGSI PENGAWASAN INSPEKTORAT DAERAH ATAS PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH DI KABUPATEN ACEH JAYA : (Studi Implementasi kebijakan Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pembinaan dan Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah)
As in the role of Supervision carried out by the Implementation of Supervision of the Regional Inspectorate on the implementation of Government in Aceh Jaya District, in the process of implementing a policy in implementation as Government Regulation Number 20 of 2001 concerning the guidance and supervision over the implementation of Regional Government where the supervision must be in accordance with What is expected by all components of Aceh Jaya District Government and the community in an inspectorate supervision in Aceh Jaya Regency, where in the implementation of the role of the Government of Aceh Jaya District is required in the implementation in the field, as in the process, in need of a regulation that is in the Government in The supervisory function of the Inspectorate on the implementation of the government in Aceh Jaya District, as for the formulation of the problem in this study are (1) How the Inspectorate Supervision Function over the Implementation of Local Government in Aceh Jaya District (2) What actors are supporting and inhibiting the function of Supervision of Inspectorate on Government Implementation in Aceh Jaya Regency, with the objectives of research (1) To Analyze the Inspectorate Supervision Function on the Implementation of Aceh Jaya Regency Government, (2) To Know Supporting Factors and Inhibitors of Inspectorate Inspection Function On the Implementation of Local Government in Aceh Jaya Regency, using qualitative descriptive method in analyzing data, data obtained through interviews and data collection from research informants, and conclusion. As in the process of Observation and Documentation as well as interviews, in the Inspectorate function it is important to improve supervision in Aceh Jaya Regency Government as both Budget Supervision and Financial Auditor in Aceh Jaya District Government, where the role of Inspectorate Supervision in Monitoring Policy is very important. By then it can be concluded that the ability of Inpektorat in Better Supervision will get a better effect as well, though that does not mean there are no obstacles in implementing supervision Inspectorate in Aceh Jaya District
PENGARUH PEMBERIAN MULSA ORGANIK DAN DOSIS PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG TANAH
This study aims to determine the effect of suitable organic mulches and the right dose of NPK fertilizer on the growth and yield of peanut plants. This study used a 3 x 3 factorial randomized block design (RAK) with three replications, there were two factors studied, namely: 1. types of organic mulch (M) consisting of 3 types, namely: no mulch (M0), straw mulch rice : Rice Husk (1 : 1) (M1), Rice Straw Mulch : Rice Husk (2 : 1) (M2), and Rice Straw Mulch : Rice Husk (2 : 1) (M3), 2. Dosage of NPK fertilizer, consists of 3 levels, namely: 120 kg/ha (31.5 g/plot) (P1), 240 kg/ha (63.0 g/plot) (P2), and 360 kg/ha (94.5 g/plot) (P3). The results showed that the application of organic mulch with straw and rice husks had a significant effect on plant height and number of peanut leaves at the age of 15, 30 and 45 days after planting, the number of productive branches at 45 days after planting (dap), the number of pods and the weight of 100 peanuts. The dose of NPK fertilizer had a very significant effect on plant height and number of peanut leaves at the age of 15, 30 and 45 days after planting (dap), the number of productive branches at 45dap, the number of pods and the weight of 100 seeds of peanuts. However, there was no interaction between the application of organic mulch and the dose of NPK fertilizer on plant height, number of peanut leaves at the age of 15, 30 and 45 dap, number of productive branches at 45 dap, number of pods, and weight of 100 peanut seeds.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mulsa organik yang sesuai dan dosis pupuk NPK yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 3 x 3 dengan tiga ulangan, ada dua faktor yang diteliti,yaitu : 1. Jenis mulsa organik (M) yang terdiri dari 3 jenis, yaitu : tanpa mulsa, mulsa jerami padi : sekam padi (1 : 1), mulsa jerami padi : sekam padi (2 : 1), dan mulsa jerami padi : sekam padi (2 : 1), 2. Dosis pupuk NPK, terdiri dari 3 taraf, yaitu : 120 kg/ha (31,5 g/plot) , 240 kg/ha (63,0 g/plot), dan 360 kg/ha (94,5 g/plot). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian mulsa organik jerami dan sekam padi berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun kacang tanah pada umur 15, 30 dan 45 hst, jumlah cabang produktif pada 45 hari setelah tanam(hst), jumlah polong dan berat 100 butir biji kacang tanah. Dosis pupuk NPK berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun kacang tanah pada umur 15, 30 dan 45 hst, jumlah cabang produktif pada 45 hst, jumlah polong dan berat 100 butir biji kacang tanah, namun tidak terdapat interaksi antara pemberian mulsa organik dan dosis pupuk NPK terhadap tinggi tanaman, jumlah daun kacang tanah pada umur 15, 30 dan 45 hst, jumlah cabang produktif pada45 hst, jumlah polong, dan berat 100 butir biji kacang tana
Analisis Hidrolika Daerah Aliran Sungai Krueng Teunom Dengan Program Software Hec-Ras
Krueng Teunom merupakan salah satu sungai di Provinsi Aceh dan pernah terjadi peritiwa banjir yang dialami oleh masyarakat Teunom. Kasus terakhir banjir di kawasan teunom terjadi pada bulan Juni tahun 2021. Banjir yang terjadi pada daerah ini disebabkan oleh curah hujan tinggi dengan durasi yang lama sehingga air sungai meluap dan menggenangi daerah sekitarnya. Maka diperlukan analisa hidrologi terhadap debit banjir yang terjadi di wilayah DAS tersebut serta perlu dianalisis hidrolika Krueng Teunom dengan program HEC-RAS sebagai upaya untuk mengetahui kapasitas alur dan profil muka air sungai terhadap banjir dan untuk mendapatkan alternatif pengendalian banjir. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kapasitas penampang sungai krueng Teunom mampu atau tidak mampu menampung debit banjir rencana dengan beberapa periode ulang tertentu. Berdasarkan hasil analisa yang telah dilakukan, dengan menggunakan metode hidograf satuan sintetik Nakayasu dapat diketahui debit banjir krueng Teunom, Periode Q2 tahun = 1370,87 m3/detik, Q5 tahun = 1865,07 m3/detik, Q10 tahun = 2429,751 m3/detik, Q25 tahun = 2956,67 m3/detik, Q50 tahun = 3085,17 m3/detik, dan Q100 tahun = 3546,95 m3/detik. Berdasarkan simulasi yang telah dilakukan menggunakan software HEC-RAS dengan nilai debit banjir tertinggi terjadi pada periode ulang 100 tahun dengan ketinggian limpasan banjir pada tebing sisi kiri 3,95 m dan tebing sisi kanan 3,65 m pada STA 17+000 di daerah Alue Krueng. Alue Krueng merupakan sebuah gampong yang terletak di kecamatan Teunom, Kabupaten Aceh Jaya. Untuk Mencegah Terjadinya Luapan banjir, maka sebaiknya dibuatkan dinding penahan atau tanggul di sepanjang pinggiran sungai dengan ketinggian di atas muka air banjir
The Analisa Biaya Operasional Alat Berat Pada Pekerjaan Timbunan
Alat berat yang dikenal di dalam ilmu teknik sipil adalah alat yang digunakan untuk membantu manusia dalam melakukan pekerjaan pembangunan suatu struktur. Alat berat merupakan salah satu faktor penting di dalam proyek, terutama proyek– proyek konstruksi dengan skala yang besar. Penggunaan alat berat pada pekerjaan konstruksi dapat mempermudah dan mempercepat pekerjaan hal itu sangat berpengaruh terhadap efektifitas biaya dan efesiensi waktu kerja, tujuannya adalah untuk mengetahui berapa biaya oprasional alat berat untuk per-jamnya dan untuk mengetahui solusi penanganan alat berat yang baik dan benar agar terhindar dari kerusakan alat berat yang fatal pada saat pekerjaan sedang dilakukan. penelitian ini dilakukan pada proyek Pembangunan Jalan Naseurehe – Lewak – Sibigo , Kecamaan Alafan. metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan cara observasi, wawancara, dokumentasi dan studi literature, dari perhitungan yang sudah dilakukan untuk biaya oprasional alat berat yaitu didapatkan, pada alat berat jenis excavator jumlah total biaya oprasioanalnya adalah Rp. 937.365, untuk Motor Greder Rp. 676.245, vibrator roller Rp. 603.145 sedangkan untuk water tanker truk didapatkan Rp. 473.531. dengan melihat hasil total untuk perhitungan biaya operasional alat berat dari masing-masing jenis alat berat tersebut, maka biaya oprasional terbesar terdapat pada jenis alat berat excavator,hal itu terjadi karena untuk pengoprerasian excavator sedikit lebih sulit dari pada alat- alat berat yang lain
Studi Pengaruh Pembebanan Lebih Pada Trafo Distribusi Di GH. Merduati Banda Aceh
Besarnya beban di suatu lokasi dapat berubah-ubah dari waktu ke waktu. Perubahan ini disebabkan oleh peningkatan pemakaian tenaga listrik oleh pelanggan dan juga dapat terjadi karena adanya penambahan pelanggan baru dilokasi tersebut. Akibat dari penambahan beban adalah beban yang ditanggung oleh sebuah trafo semakin besar. Untuk mencari fakto-faktor yang menyebabkan terjadinya pembebanan lebih pada trafo distribusi. Yang perlu dilakukan analisa dan perhitungan arus maksimal tansformator, daya pemakaian perjurusan, total daya pembebanan trafo, daya pemakaian (%), perhitungan toleransi pembebanan trafo distribusi yang diizinkan. Penelitian ini dilakukan di Lab Jurusan Teknik Elektro, Unida. Pengambilan data dilakukan di PT. PLN (Persero) Gardu Hubung (GH) Merduati Kecamatan Kutaraja, Banda Aceh. Pada trafo distribusi ULL 04 dan ULL 07. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah AVO meter. Berdasarkan hasil analisa dan perhitungan pada trafo distribusi ULL 04, daya beban total yang terpakai 55,7 kVA, daya beban total ini sudah melebihi daya terpasang sebesar 50 kVA, akan tetapi daya beban total pemakaian masih dibawah batas daya maksimal yang diizinkan, yaitu 57, 4 kVA. Sedangkan pada trafo distribusi ULL 07, daya beban total terpakai 116,6 kVA, daya beban total ini sudah melebihi beban trafo terpasang 100 kVA, daya beban total juga sudah melebihi batas maksimal yang diizinkan sebesar, yaitu 114,3 kVA. Sehingga transformator ULL 04 dan ULL 07 perlu dilakukan penambahan daya. daya beban total yang terpakai 55,7 kVA, daya beban total ini sudah melebihi daya terpasang sebesar 50 kVA, akan tetapi daya beban total pemakaian masih dibawah batas daya maksimal yang diizinkan, yaitu 57,4 kVA. Sedangkan pada trafo distribusi ULL 07, daya beban total terpakai 116,6 kVA, daya beban total ini sudah melebihi beban trafo terpasang 100 kVA, daya beban total juga sudah melebihi batas maksimal yang diizinkan sebesar, yaitu 114,3 kVA. Sehingga transformator ULL 04 dan ULL 07 perlu dilakukan penambahan daya. daya beban total yang terpakai 55,7 kVA, daya beban total ini sudah melebihi daya terpasang sebesar 50 kVA, akan tetapi daya beban total pemakaian masih dibawah batas daya maksimal yang diizinkan, yaitu 57,4 kVA. Sedangkan pada trafo distribusi ULL 07, daya beban total terpakai 116,6 kVA, daya beban total ini sudah melebihi beban trafo terpasang 100 kVA, daya beban total juga sudah melebihi batas maksimal yang diizinkan sebesar, yaitu 114,3 kVA. Sehingga transformator ULL 04 dan ULL 07 perlu dilakukan penambahan daya. daya beban total juga sudah melebihi batas maksimal yang diizinkan sebesar, yaitu 114,3 kVA. Sehingga transformator ULL 04 dan ULL 07 perlu dilakukan penambahan daya. daya beban total juga sudah melebihi batas maksimal yang diizinkan sebesar, yaitu 114,3 kVA. Sehingga transformator ULL 04 dan ULL 07 perlu dilakukan penambahan daya
Analisa Pengaruh Ketidakseimbangan Beban Pada Trafo Distribusi Penyulang Mibo Rayon Merduati
Ketidakseimbangan beban pada gardu distribusi suatu sistem distribusi tenaga listrik selalu terjadi, salah satunya pada kawasan Mibo di MB1 04-00, MB1 05-00 dan MB1 07-00. Terjadinya ketidakseimbangan tersebut menyebabkan losses (rugi-rugi) pada tiap fasa (R, S dan T) sehingga nilai efesiensi trafo akan semakin rendah. Jadi, semakin besar faktor ketidakseimbangan maka akan semakin besar arus netral yang muncul dan losses akibat arus netral yang mengalir ke tanah semakin besar pula. Dalam Penelitian ini, penulis menggunakan metode komponen simetris untuk menganalisa rugi-rugi pada saat pembebanan tidak seimbang. Hasilnya didapatkan bahwa persentase ketidakseimbangan beban sesuai dengan perhitungan pada trafo MB1 04-00 sebesar 21,66%, pada trafo MB1 05-00 sebesar 39,33% dan pada trafo MB1 07-00 sebesar 21%. Besarnya rugi-rugi akibat arus yang mengalir pada penghantar netral trafo berdasarkan perhitungan pada trafo MB1 04-00 sebesar 1,42%, pada trafo MB1 04-00 sebesar 1,79% dan pada trafo MB1 04-00 sebesar 1,54%. Serta besarnya rugi-rugi daya akibat arus netral yang mengalir ke tanah berdasarkan perhitungan pada trafo MB1 04-00 sebesar 1,76%, pada trafo MB1 05-00 sebesar 1,28% dan pada trafo MB1 07-00 sebesar 2,69%