eJournal Universitas Iskandarmuda
Not a member yet
532 research outputs found
Sort by
Indentifikasi Arsitektur Melayu Di Masjid Jami’ Indrapura Kabupaten Batu Bara
Arsitektur Melayu adalah gaya arsitektur tradisional yang umumnya ditemukan di wilayah yang didominasi oleh masyarakat Melayu, yang berasal dari rumpun bangsa Austronesia. Perkembangan Arsitektur Melayu di Indonesia tidak dapat dipisahkan dari pengaruh berbagai budaya yang ada di Nusantara. Sebagai bagian dari warisan budaya Melayu di bidang arsitektur, gaya ini dirancang dan dibangun dengan kreativitas serta keahlian estetika masyarakat Melayu. Arsitektur melayu banyak tersebar di provinsi sumatera utara, salah satu daerah di Provinsi Sumatera Utara yang memiliki bangunan berarsitektur Melayu adalah Kabupaten Batu Bara. Di kabupaten ini terdapat sebuah masjid peninggalan Kesultanan, yaitu Masjid Jami’ Indrapura, yang merupakan masjid pertama sekaligus tertua di daerah tersebut. Masjid ini didirikan pada tahun 1937 Masehi (1355 Hijriah). Arsitektur Melayu pada masjid ini mencerminkan perpaduan antara nilai-nilai lokal, ajaran Islam, dan pengaruh budaya.
Masjid-masjid Melayu sering dirancang dengan memperhatikan iklim tropis, mengutamakan ventilasi alami, dan menciptakan keharmonisan dengan lingkungan sekitar. Filosofi di balik arsitektur Melayu pada masjid mencerminkan kesederhanaan, keterhubungan spiritual, dan penghormatan terhadap budaya lokal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji aspek arsitektur Melayu pada bangunan Masjid Jami’ Indrapura di Kabupaten Batu Bara
Identifikasi Penerapan Arsitektur Eropa Klasik Pada Bangunan Balaikota Medan
Balaikota Lama Medan merupakan salah satu bangunan bersejarah di Kota Medan yang terletak pada jalan Balai Kota, Medan. Balaikota ini memiliki nilai sejarah dalam pembangunannya serta bentuk langgamnya yang berupa Arsitektur Eropa Klasik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan langgam arsitektur Eropa Klasik pada Balaikota Medan dengan menunjukkan pembentuk karakater arsitektur Eropa Klasik tersebut. Identifikasi pada Balaikota Medan dapat memberikan nilai edukasi mengenai langgam Arsitektur Eropa Klasik dan mengupayakan pelestarian pada Balaikota Medan tersebut. Penelitian ini mengidentifikasi bangunan melalui eksterior dan interior bangunan yang berupa dinding, pintu, jendela, kolom, atap, denah dan pola ruangan pada Balaikota Lama Medan. Metode penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Balaikota Lama Medan memiliki penerapan langgam arsitektur Eropa Klasik. Langgam tersebut lebih menonjol pada bentuk kolom, dinding, jendela, pintu, serta denah pada Balaikota Lama Medan
Improving Listening Skill Through Podcasts: The Students’ Perception
Students' limited understanding of classroom lessons or materials can hinder their English language development. Additionally, in Indonesia, students rarely have opportunities to practice English, and teachers often do not use effective methods or real-life resources for teaching listening. However, with recent technological advancements, English is increasingly becoming the second language of choice, as it is widely used in all technology-related fields. This research purposed to reveal the students’ perception to use podcasts in the classroom. A descriptive quantitative approach was used and a questionnaire was administered to thirty students of SMAN 2 Binjai participating in the questionnaire in order to fully investigate their points of view. The research result revealed that students' perspectives regarding the accessibility and novelty of podcasts. The majority (90%) expressed agreement with the implementation of podcasts at class. Similarly, 86.67% agreed with the ease of using podcasts anytime and anywhere. The use of podcasts demonstrated a positive impact on students' listening skills. These findings underscored the students’ perception in utilizing podcasts effectively. Students believed that podcasts could improve their listening and speaking skills. Students expressed that using podcasts was enjoyable because it allowed them to enhance their skills while also learning about topics that interested them. However, challenges in effectively using podcasts in the classroom emerged, highlighting the need for further exploration of optimal implementation strategies
Pengaruh Dosis Pupuk Fosfat dan Kalium terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogeae L.)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk fosfat dan kalium yang tepat bagi pertumbuhan dan hasil kacang tanah, serta nyata tidaknya interaksi antara kedua faktor tersebut.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola factorial 3 x 3 dengan 3 ulangan. Factor yang diteliti adalah dosis pupuk fosfat yang terdiri dari tiga taraf, yaitu: 50,75 dan 100 kg P2O5/ha. Faktor dosis pupuk kalium yang terdiri atas tiga taraf yaitu: 50,75 dan 100 kg K2O/ha. Dengan demikian terdapat 9 kombinasi perlakuan dan 27 satuan percobaan.
Perubahan yang diamati adalah tinggi tanaman umur 15,30 dan 45 HST, jumlah polong bernas per rumpun, jumlah polong hampa per rumpun, berat polong kering per rumpun, berat 100 biji kering, berat biji kering per plot netto dan berat biji kering per hektar.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis pupuk fosfat berpengaruh nyata terhadap berat 100 biji kering tanaman kacang tanah, namun berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman umur 15, 30 dan 45 HST, jumlah polong bernas per rumpun, jumlah polong hampa per rumpun, berat polong kering per rumpun, berat biji kering per plot netto dan berat biji kering per hektar. Pertumbuhan dan hasil biji kering tanaman kacang tanah yang tertinggi cenderung diperoleh pada dosis pupuk fosfat 100 kg P2O5/ha.
Dosis pupuk kalium berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman umur 15, 30 dan 45 HST, jumlah polong bernas per rumpun, jumlah polong hampa per rumpun, berat polong kering per rumpun, berat 100 biji kering, berat biji kering per plot netto dan berat biji kering per hektar. Pertumbuhan dan hasil biji kering tanaman kacang tanah yang lebih baik cenderung diperoleh pada dosis pupuk kalium 75 kg K2O/ha.
Terdapat interaksi yang tidak nyata antara perlakuan dosis pupuk fosfat dengan dosis pupuk kalium terhadap semua perubahan pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah yang diamati
Pengaruh Dosis Sekam Bakar dan Pupuk Fosfat terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi antara dosis sekam bakar dan pupuk fosfat serta faktor mandiri dari kedua faktor tersebut terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Penelitian ini dilaksanakan di Gampong Lamseunong Cot Keueng, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar dari bulan Mei sampai dengan Juli 2023 dengan ketinggian tempat 7,5 m di atas permukaan laut (dpl). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 3x3 dengan 3 ulangan. Ada dua faktor yang diteliti yaitu : 1. dosis sekam bakar yang terdiri dari 3 taraf yaitu. S1 (100 g/polibag), S2 (200 g per polibag), dan S3 (300 g per polibag). 2. dosis pupuk fosfat yang terdiri dari 3 taraf yaitu P1 (1,42 g/polibag) P2 (2,84 g/polibag) dan P3 (4,26 g/polibag). Peubah yang diamati yaitu : tinggi tanaman tomat dan diameter batang umur 15, 30,dan 45 hari setelah tanam (hst), jumlah cabang produktif per tanaman pada umur 30 hst, jumlah buah dan berat buah pertanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi yang nyata antara dosis sekam bakar dan dosis pupuk fosfat terhadap tinggi tanaman tomat dan diameter batang umur 15, 30 dan 45 hst, jumlah cabang produktif, jumlah buah dan berat buah. Dosis sekam bakar berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman tomat umur 15 hst, berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman umur 30 dan 45 hst, diameter batang umur 15, 30, dan 45 hst, dan jumlah cabang produktif umur 30 hst, serta jumlah buah dan berat buah pertanaman. Dosis pupuk fosfat berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman tomat umur 15, 30, dan 45 hst dan jumlah cabang produktif umur 30 hst, berpengaruh tidak nyata terhadap diameter batang umur 15, 30, dan 45 hst, jumlah buah dan berat buah pertanaman
Respon Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Bawang Merah Akibat Berbagai Jarak Tanam Dan Dosis Pupuk Guano
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah akibat berbagai jarak tanam dan dosis pupuk guano serta interaksi kedua faktor tersebut. Penelitian dilaksanakan di Gampong Lambadeuk Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar dari Juni sampai Agustus 2023. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial 3x4 dengan tiga ulangan. Dua faktor yang diteliti, jarak tanam (20x15; 20x20; 20x25 cm ) dan dosis pupuk guano (0; 5; 10;15 ton/ha). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak tanam berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah daun per rumpun umur 20 dan 40 hst, berpengaruh nyata terhadap berat kering umbi per rumpun, namun berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah anakan per rumpun umur 20 dan 40 hst serta berat brangkasan basah per rumpun. Jarak tanam terbaik dijumpai pada perlakuan J2 = 20x20 cm. Dosis pupuk guano berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah anakan per rumpun umur 20 hst, berpengaruh nyata terhadap jumlah daun per rumpun umur 40 hst, dan berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman 40 hst, jumlah daun per rumpun 20 hst, jumlah anakan per rumpun 40 hst, dan berat brangksan basah serta berat kering umbi per rumpun. Dosis pupuk guano terbaik dijumpai pada perlakuan G2 = 10 ton/ha. Terdapat interaksi yang sangat nyata antara perlakuan berbagai jarak tanam dan dosis pupuk guano terhadap tnggi tanaman umur 20 hst dan interaksi nyata pada jumlah daun dan jumlah anakan per rumpun umur 20 hst. Interaksi terbaik dijumpai pada perlakuan J2 G2 yaitu jarak tanam 20x20 cm dan dosis pupuk guano 10 ton/ha
Analisis Perbandingan Respon Dinamis Pondasi Mesin Akibat Getaran Vertikal Dan Horizontal Mesin Pada Tanah Lunak–Sedang-Keras
Pondasi mesin merupakan elemen struktur yang digunakan untuk meneruskan beban dari mesin di atas pondasi ke dalam tanah. Selain memperhitungkan beban statis yang berasal dari berat mesin dan berat pondasi, perencanaan pondasi mesin juga harus memperhitungkan gaya dinamis yang dihasilkan oleh mesin. Pondasi jenis ini banyak digunakan untuk mesin industri, mesin bolak-balik, mesin rotasi, dan mesin lainnya. Dalam mendesain pondasi mesin, selain dapat menerima beban statis, pondasi mesin juga harus memenuhi persyaratan amplitudo dan frekuensi izin. Untuk menganalisis perbandingan respon dinamis yang terjadi pada saat mesin beroperasi pada kondisi tanah (lunak, sedang, dan keras), dimana memiliki pengaruh terhadap stabilitas pondasi tiang itu sendiri. Berdasarkan hal itu, diperlukan tiga parameter yaitu parameter tanah, mesin (berupa mesin pompa jenis submersible pumps), dan pondasi. Analisis yang digunakan pada pembahasan ini yaitu menggunakan metode analisis Novak. Dari hasil analisis yang didapatkan, Respon Dinamis berupa amplitudo yang paling besar terjadi pada tanah keras dengan getaran vertikal yaitu 3,545 x mm < amplitudo ijin yaitu 0,04 mm (mendekati batas ijin amplitudo) dan getaran horizontal sebesar 6,932 x mm < amplitudo ijin yaitu 0,07 mm. Selain itu, hasil beban dinamis yang diakibatkan saat mesin pompa beroperasi jauh lebih kecil dibandingkan dengan beban statis
Pengaruh Bukaan Terhadap Kenyamanaan Termal Masjid Al-Hikmah Cunda
Lhokseumawe merupakan daerah yang berada di pesisir dengan suhu rata-ratanya itu 33?C yang dapat dikategorikan dengan suhu temperatur tinggi sehingga mayoritas masjid di Lhokseumawe sudah menggunakan pendingin ruang buatan sebagai alat untuk mengontrol kenyamanan termal. Berbeda halnya dengan Masjid AL-Hikmah Cunda yang masih memanfaatkan alam sebagai pengontrol kenyamanan termal yaitu dengan menggunakan bukaan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dengan penggunaan bukaan alami saat ini masih memungkinkan dapat mengontrol kenyamanan termal di Kota hokseumawe. Metode penelitian ini ialah metode kualitatif yaitu dengan pengukuran secara langsung ke objek penelitian nya. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil sampelnya hanya di beberapa titik ruang shalat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bangunan yang masih memanfaatkan potensi alam untuk mengontrol kenyamanan termal itu sangat di pengaruhi oleh bukaan baik dari segi dimensi, orientasi dan tipe ventilasinya
Perencanaan Rak Pemanggangan Kue Pizza Dengan Menggunakan Bahan Bakar Gas LPG Berkapasitas 10 Kg/Hari
Rak pemanggangan pizza dengan oven gas perlu direncanakan karena menggunakan oven listrik mempunyai kekurangan seperti adonan pizza yang tipis akan menjadi keras. Kekurangan ini harus dihilangkan agar dapat menghemat energi dan mendapatkan pizza yang lebih bagus. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis perencanaan rak pemanggangan dengan kapasitas 10 kg/hari dapat menghasilkan pizza yang matang secara merata dan sempurna, dan menghasilkan prototipe rak pemanggangan pizza dengan kapasitas 10 kg/hari dengan medium loyang 25 cm. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Tahapan proses perancangan rak pemanggang pizza dimulai dari proses survey lapangan, identifikasi masalah, perancangan fungsi dan struktur, konstruksi rak pemanggang dan pembakar pemanas air, serta pengujian rak pemanggang. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Pemanggang roti mempunyai ukuran panjang 79 cm, lebar 60 cm dan tinggi 93,2 cm, (2) Pemanggang menggunakan alat pembakar pemanas air yang dilengkapi dengan korek api otomatis, (3) Penggunaan pembakar pemanas air dapat membuat suhu menjadi lebih tinggi stabil dan api menyala dengan sempurna hingga suhu mencapai 200 °C, dan (4) Pizza lebih enak pada suhu 180 °C dan 12 meni
Analisis Penambahan Tenaga Kerja Menggunakan Metode Duration Cost Trade Off Pada Proyek Pembangunan Gedung Kantor Badan Kepegawaian Aceh
Proyek konstruksi merupakan rangkaian mekanisme pekerjaan yang sensitif karena setiap aspek saling mempengaruhi antara satu dengan yang lainnya. Proyek pembangunan gedung kantor BKA (Badan Kepegawaian Aceh) merupakan salah satu proyek konstruksi yang memiliki peran penting dalam pengembangan infrastruktur di Aceh, oleh karena itu, penambahan tenaga kerja menjadi salah satu alternatif untuk mempercepat proyek ini. Tujuan penelitian ini memberikan landasan yang kuat bagi manajer proyek dalam mengambil keputusan strategis terkait penambahan atau pengurangan tenaga kerja. Manfaat dari penelitian ini ialah dapat menjadi dasar bagi pengembangan praktik-praktik terbaik dalam manajemen proyek konstruksi yang melibatkan analisi penambahan tenaga kerja. Pada penelitian ini menggunakan perbandingan 2 jam lembur dan 4 jam lembur beserta 2 dan 4 orang penambahan tenaga kerja manakah yang lebih efisien menurut biaya dan waktu. Setelah data didapatkan, kemudian diolah dengan Software Microsoft Project untuk mendapatkan lintasan kritis pekerjaan. Lintasan kritis yang didapatkan akan menjadi fokus analisa dan diolah menggunakan Software Microsoft Excel. Berdasarkan hitungan dari setiap pekerjaan pada lintasan kritis maka didapatkan hasil bahwa setelah penambahan 2 jam durasi crashing 291,96 hari dengan biaya Rp 16.805.938.810, untuk penambahan 4 jam kerja didapatkan durasi crashing. 257,45 hari dengan biaya Rp 14.819.782.405. Penambahan 2 tenaga kerja didapatkan biaya Rp 8.579.874.024 dan untuk penambahan 4 tenaga kerja didapatkan biaya Rp 8.579.874.024. Berdasarkan penambahan jam lembur 2 dan 4 jam dengan penambahan 2 sampai 4 tenaga kerja yang paling efektif adalah penambahan 4 tenaga kerja dari waktu lembur 4 jam, karena menghasilkan biaya termurah sebesar Rp 8.579.874.024 dengan durasi sebesar 257,45 hari