eJournal Universitas Iskandarmuda
Not a member yet
    532 research outputs found

    An Analysis of Code-Switching in The Indonesian Series ‘Kaget Nikah’

    No full text
    Code-switching is an exchange of two or more languages used by bilingualism or multilingualism in communicating to convey the content of the conversation easily. Nowadays, language switching is widely used among youth who master more than one language, so many trends in the millennial generation like to use language switches. Code-switching is a sociolinguistic phenomenon that occurs in bilingualism which refers to the alternation of two languages in conversation that aims to make it easier to understand the content of the conversation or for certain reasons. In this study, the writer selected two research subjects and selected all 10 episodes to be studied. This research aimed to discover what types of code-switching are found in the Indonesian series ‘Kaget Nikah’ and the types of code-switching frequently used in the series. The writer used a qualitative descriptive design with a content analysis approach. The writer descriptively analysed the phrases, sentences, English- Indonesia, and Indonesia-English words spoken by actors in the series. The instrument used to gather data is an observation sheet in the form of an observation checklist. The subjects of this study were two actors in the series. Therefore, Aurora Ribero and Kevin Julio. The results of the study showed that there were 147 code- switching data obtained, including tag switching as many as 52 (35.37%) data, inter- sentential switching as many as 32 (21.76%) data, and intra-sentential switching as many as 63 (42.85%) data. Based on these results, it can be concluded that the type that appears most often and is most dominantly used in this series is the intra- sentential switching type

    Studi Pemeliharaan Pemutus Tenaga (PMT) Pada Gardu Induk PT. PLN (Persero) UPT Banda Aceh

    No full text
    Gardu induk (GI) merupakan infrastruktur yang paling penting dalam penyediaan pasokan listrik. GI bertugas untuk mendistribusikan energi listrik dari sumber energi ke berbagai titik di wilayah Indonesia. Namun, untuk wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar peran tersebut dilakukan oleh GI UPT Banda Aceh agar dapat mendukung aktivitas ekonomi dan perkembangan sosial masyarakatnya. Oleh sebab itu, perlu dilakukan pemeliharaan terhadap semua komponen pendukung kinerja GI salah satunya yaitu pemutus tenaga (PMT). PMT adalah suatu peralatan yang memiliki fungsi untuk menghubungkan atau memutuskan aliran listrik baik dalam keadaan normal maupun dalam keadaan abnormal. Adapun pemeliharaan yang dilakukan terhadap PMT yaitu dengan cara melakukan pengukuran nilai tahanan isolasi, tahanan kontak, tahanan pentanahan, dan pengujian keserampakan kontak PMT. Studi ini bertujuan untuk menganalisis praktik pemeliharaan pemutus tenaga (PMT) pada Gardu Induk PT. PLN (Persero) UPT Banda Aceh. Metode penelitiannya yaitu dengan melakukan studi literatur dan survei lapangan dengan pendekatan observasional dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pemeliharaan PMT pada Bay A, B, dan C di Gardu Induk UPT Banda Aceh masih sangat layak dioperasikan. Nilai tahanan isolasi PMT di fasa R, S, dan T pada titik ukur atas–tanah dan titik ukur bawah–tanah di Bay A memiliki nilai yang sama baik pada tahun 2021 maupun 2022 sedangkan nilai tahanan isolasi pada titik ukur atas–bawah nilainya berbeda dan nilai tahanan isolasi pada PMT Bay B dan C dimana memiliki nilai yang bervariasi pada setiap titik ukurnya termasuk pada fasa R, S, dan T. Nilai tahanan kontak dan tahanan pentanahan dalam dua periode pemeliharaan masih di bawah batas yang diijinkan. Selanjutnya, nilai keserampakan kontak PMT pada Bay A relatif sama dengan Bay C yaitu 53,00 ms dan 55,00 ms (close) serta 29,00 ms dan 29,50 ms (open), Bay B yaitu 29,00 ms dan 29,50 ms (close) serta 22,50 ms dan 23,00 ms (open) dengan selisih nilai keserampakan kontak PMT pada masing-masing Bay yaitu 0,5 ms dan 2 ms

    Perhitungan Jatuh Tegangan Pada Gardu Distribusi ULP Kota Fajar Aceh Selatan

    No full text
    Jatuh tegangan merupakan salah satu permasalahan yang terjadi pada saluran distribusi tenaga listrik akibat panjangnya penyulang pada tegangan menengah. Jika tegangan turun melebihi batas standar maka dapat menimbulkan kerugian baik bagi masyarakat maupun PLN. Tugas akhir ini adalah menganalisa/perhitungan jatuh tegangan yang terjadi pada Penyulang ULP Jambo Manyang Kota Fajar dengan melakukan perhitungan secara manual, selanjutnya disesuaikan dengan perhitungan jatuh tegangan yang diizinkan oleh PLN dan sesuai dengan SPLN yang mana jatuh tegangan tidak boleh melebihi +5% dan -10%. Penyulang ULP Jambo Manyang Kota Fajar merupakan penyulang Gardu Induk dari Subulussalam ke penyulang KLU 06 Ujung Batu yang panjang adalah 21,9 kms. Hasil dari analisa perhitungan jatuh tegangan (Drop Voltage) terbesar terjadi di phasa S jaringan sekunder trafo pada gardu distribusi KLU 06 – 046 dengan besar jatuh tegangan yaitu 15% disebabkan oleh resistansi panjang jaringan dan luas penampang juga disebabkan oleh faktor lain seperti ranting pohon yang merambat ke kawat penghantar serta overload

    Evaluasi Fungsi Ruang Masjid Berdasarkan Kaidah Ajaran Islam (Studi Kasus : Masjid Al-Ikhlas Simpang Lau Njahong Namu Ukur Selatan)

    No full text
    Masjid merupakan sebuah tempat yang identik dengan umat Islam dan dipergunakan sebagai tempat ibadah spiritualnya. Mengingat pentingnya masjid bagi umat Islam dapat dilihat dari sejarah dan perkembangannya mulai sejak zaman Nabi Muhammad Saw yang dimanfaatkan sebagai tempat beribadah, media dakwah serta kemaslahatan umat. Seiring berjalannya waktu, pada masa kini masjid sudah banyak mengalami perubahan paradigma. Hal ini terkait pada fungsi masjid itu sendiri yang cenderung sudah tidak sesuai dengan fungsi masjid pada zaman Nabi. Penelitian ini berfokus pada pembahasan pemanfaatan ruang pada masjid dengan melakukan penilaian secara langsung serta peninjauan terkait fungsi ruang luar maupun ruang dalam pada masjid. Dalam melakukan pencarian data dan analisanya, dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif - eksploratif. Hasil akhirnya berupa penjelasan lebih mendalam dan original terkait sejauh mana masjid Al-Ikhlas mengalami pergeseran fungsi jika dilihat berdasarkan masjid Nabawi yang menjadi acuan dan juga dinilai dari sudut pandang fungsi kompleks. Sehingga mendapatkan hasil bahwa masjid Al-Ikhlas belum sesuai dengan fungsi ruang dan juga fungsi berdasarkan kaidah ajaran Islam

    Pemilihan Pemilihan Supplier Produk Kontrasepsi di BPM Sri Wahyuni Menggunakan Metode TOPSIS

    No full text
    BPM Sri Wahyuni merupakan perusahaan yang bergelut dalam bidang jasa medis yang berada di Kabupaten Gresik. Berdasarkan pemantauan dan wawancara yang dilakukan oleh peneliti terdapat persoalan yakni pemilihan supplier alat kontrasepsi. BPM Sri Wahyuni menggunakan metode TOPSIS untuk menentukan supplier yang menjadi alternatif prioritas. Metode TOPSIS memiliki beberapa langkah yakni: menghitung matriks keputusan, menormalisasi matriks keputusan, menormalisasi matriks terbobot, mencari solusi ideal positif dan solusi ideal negatif, mencari jarak solusi ideal positif dan jarak solusi ideal negatif, mencari nilai preferensi. Penelitian ini memakai empat kriteria  yakni Kualitas, Harga, Pengiriman,Waktu Pembayaran. Alternatif supplier pada penelitian yakni PT. Tunggal Idaman Abadi, PT. DKT Indonesia serta PT. Bayer Indonesia. Penerapan perhitungan metode TOPSIS pada penelitian ini didapatkan nilai preferensi dari masing – masing supplier yakni PT. Tunggal Idaman Abadi sebesar 0,4 dan supplier PT. DKT Indonesia nilai preferensi sebesar 0,5 sedangkan skor preferensi supplier PT. Bayer Indonesia skor preferensi sebesar 0,1.  Berdasarkan perhitungan nilai preferensi yang alternatif prioritas yakni PT. DKT Indonesia dengan skor preferensi 0,5

    Perencanaan Rute Feeder Trans Koetaradja Pada Rute Simpang Rima – Ulee Lheue

    No full text
    Dengan adanya kebutuhan untuk perencanaan Angkutan pendukung utama dari Trans Koetaradja yang selama ini hanya melayani koridor utama. Namun kenyataannya Trans Koetaradja masih belum memadai dikarenakan banyak daerah tidak terlayani, jarak halte dengan perumahan masyarakat yang jauh, tidak adanya angkutan feeder di jalan perumahan penduduk, yang merupakan bentuk integrasi kegiatan sektor transportasi khususnya angkutan Pengumpan atau feeder. Integrasi ini diarahkan lebih kepada fasilitasi jasa layanan Angkutan Trans Koetaradja, sehingga diharapkan akan meningkatkan kenyamanan, kelancaran didaerah yang belum terpenuhi angkutan feeder. Adapun data primer yang digunakan adalah kondisi eksisting rencana rute feeder yang akan di lalui, data pengamatan TGL, kapasitas, kecepatan, survei manajemen angkutan umum pada bus uji coba yang dioperasionalkan dan survei kantong penumpang pada rencana rute feeder sebagai dasar menentukan lokasi Shelter, sedangkan data sekunder berupa peta tata guna lahan pada area yang dikaji. Hasil analisa dari data survei yang telah dilakukan adalah C = 2942,34 segmen 1, C = 3041,52 segmen 2, dan C = 2321,16 segmen 3. Volume lalu lintas pada segmen 1 adalah 302,3 smp/jam, 197,0 segmen 2 dan 187,7 pada segmen 3. Level Of Service (Los) pada 3 segmen adalah B. Kecepatan rata-rata pada ketiga ruas berkisar 40 – 43 km/jam. Load Factor pada bus uji coba Simpang Rima – Simpang Uleelheu adalah 6% perhari

    Analisis Pengaruh Pelebaran Jalan Terhadap Kapasitan Jalan ( Studi Kasus : Jalan Iskandar Muda, Desa Punge Jurong, Kec. Meuraxa Kota Banda Aceh)

    No full text
    Kota Banda Aceh adalah ibu kota provinsi Aceh yang menjadi pusat kegiatan ekonomi, politik, sosial dan budaya yang mengakibatkan banyaknya aktivitas kegiatan yang dilakukan sedangkan kapasitas dan kinerja jalan yang menampung arus kendaraan semakin terbatas khususnya di Jalan Iskandar Muda, desa Punge Jurong yang memiliki peran penting sebagai akses utama jalan raya yang menyebabkan kemacetan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perubahan kapasitas ruas jalan di Jalan Iskandar Muda dan faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas pelebaran jalan terhadap peningkatan kapasitas diarea tersebut. Metode yang digunakan adalah Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI 2023). Untuk mendapatkan gambaran tentang kecepatan arus bebas, kapasitas dan hambatan samping dilakukan pengambilan data primer dan sekunder. Hasil pengamatan geometrik Jalan Iskandar Muda desa Punge Jurong kecamatan Meuraxa kota Banda Aceh diketahui bertipe jalan empat lajur dua arah dengan lebar penampang melintang jalan adalah 15,00 m. Dengan lebar masing-masing jalur 7,50 m. Untuk ukuran bahu jalan yaitu sebesar 2,50 m. Volume lalu lintas puncak dari tiga hari pengamatan pada ruas jalan Iskandar Muda yaitu pada hari Minggu 12 Mei 2024 sebesar 1174 smp/jam dan hari Sabtu 11 Mei sebesar 1033 smp/jam serta hari Senin 06 Mei 2024 sebesar 1060 smp/jam. Hasil tersebut membuktikan bahwa untuk tingkat pelayanan tertinggi berdasarkan indicator derajat kejenuhan dapat digolongkan pada kelas B dengan derajat kejenuhan untuk jam puncak dari tiga hari pengamatan yaitu DS = 0,37. Pelebaran jalan tersebut memberikan pengaruh positif, yaitu meningkatkan kapasitas ruas jalan yang berarti melancarkan gerakan arus lalu lintas pada ruas jalan tersebut

    IKLIM KOMUNIKASI ORGANISASI DALAM MENINGKATKAN KINERJA PEGAWAI PADA BADAN KEPEGAWAIAN ACEH (BKA)

    No full text
    Badan Kepegawaian Aceh (BKA) sebagai organisasi yang menyediakan pelayanan pegawai memiliki karakteristik yang tidak sama dengan organisasi lainnya. Adanya karakteristik tersebut menyebabkan iklim komunikasi organisasi yang ada di BKA berbeda dengan organisasi lain, terutama pegawai yang harus dilayani oleh BKA.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan komunikasi organisasi pada Badan Kepegawaian Aceh dan untuk mengetahui iklim komunikasi organisasi dalam meningkatkan kinerja pegawai Badan Kepegawaian Aceh. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan alat pengumpulan data utama berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan komunikasi organisasi pada Badan Kepegawaian Aceh dapat dilihat dari aspek komunikasi vertical sebagai komunikasi vertikal yang biasanya menggunakan kombinasi cara berkomunikasi (lisan, tertulis dan tayangan) yang memungkinkan terjadinya peyerapan informasi dengan lebih mudah dan jelas. Komunikasi horizontal sangat penting untuk koordinasi pekerjaan antara bagian-bagian dalam organisasi. Akan tetapi bagian-bagian itu sendiri mungkin menghalangi komunikasi horizontal. Komunikasi lintas saluran digunakan bila orang-orang yang berada di level atas di suatu organisasi adalah orang-orang yang memiliki keterampilan mendengar, mengumpulkan feedback dan dapat dipercaya. Iklim komunikasi organisasi dalam meningkatkan kinerja pegawai Badan Kepegawaian Aceh berhubungan dengan kejelasan tugas lebih sering mengalami perlakuan yang tidak menyenangkan dari pegawai yang kejelasan tugas  lebih tinggi. Kejelasan hasil terlihat pada organisasi Badan Kepegawaian Aceh (BKA) tidak terjadi perbedaan status dalam pelaksanaan tugas, karena pimpinan memperlakukan semua pegawai sama. Waktu yang dibutuhkan pegawai dalam menyelesaikan tugas dalam waktu yang tergolong cukup singkat

    karakteristik pola permukiman di pesisir pantai

    No full text
    Kawasan pantai merupakan daerah yang sangat menarik untuk ditata dan diolah menjadi suatu kawasan area terbuka (open space) atau dengan cara eksplorasi waterfront city, namun kenyataan yang terjadi justru kawasan pantai ini menjadi daya tarik tersendiri oleh para nelayan untuk mendirikan bangunan hunian / pemukiman dengan tujuan agar dekat dengan tempat mencari nafkah mereka. Bangunan yang terdapat pada area tepian pantai (pesisir) secara teori harus memiliki karakter tersendiri yang berbeda dengan karakter bangunan yang ada di daerah daratan. Perbedaan itu bisa diakibatkan oleh beberapa faktor, baik faktor internal (menyangkut pola hidup/perilaku masyarakat, budaya dan sebagainya) maupun faktor eksternal (menyangkut iklim, lokasi dan sebagainya).          Penelitian ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi jenis dan karakter bangunan yang ada di sepanjang pesisir Kampung Nelayan Kampung Jawa Lama Dusun Mutadhahuddin.          Lokasi penelitian dilakukan yakni di pesisir pantai, sepanjang pesisir Kampung Nelayan Kampung Jawa Lama Dusun Mutadhahuddin Kota Lhokseumawe, Kecamatan Banda Sakti. Pusat penelitian ini berada di kawasan permukiman (hunian) masyarakat. Karaktersitik hunian pesisir diteliti berdasarkan fisik bangunan dan perilaku masyarakat pesisir terhadap penarapan pada pola bermukim. Kata kunci : Waterfront city, Karakteristik hunian, Pola permukiman masyarakat pesisir            &nbsp

    Kajian Penerapan Langgam Arsitektur Timur Tengah Pada Masjid Haji Keuchik Leumiek Banda Aceh

    No full text
    Penerapan gaya arsitektur Timur Tengah merupakan sebuah pendekatan untuk menghasilkan estetika bangunan yang menonjolkan arsitektur Islam. Keberadaan Timur Tengah dianggap sebagai pusat peradaban Islam diseluruh dunia terutama pada tempat peribadatannya yaitu masjid, dengan karakteristik atau ciri-ciri bentuk masjid yang berasal dari perkembangannya. Masjid Haji Keuchik Leumiek yang berada di Kota Banda Aceh mendapat pengaruh karakteristik arsitektur Timur Tengah dan bagaimana penerapan langgam arsitektur Timur Tengah pada Masjid Haji Keuchik Leumiek menurut teori Sumalyo (2006) dengan berfokus pada karakteristik elemen-elemen masjid tersebut. Tujuan dilakukannya penelitian ini agar pembaca dapat mengetahui dan memahami kesesuaian dari penerapan langgam arsitektur Timur Tengah pada Masjid Haji Keuchik Leumiek. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui observasi, serta studi kepustakaan. Kajian yang dilakukan menyimpulkan bahwa Masjid Haji Keuchik Leumiek mengadopsi gaya arsitektur Timur Tengah, dapat dilihat dari elemen-elemen masjid yaitu: taman (sahn), kubah, menara, mihrab, mimbar, lengkungan dan ornamen dari aspek penggunaan air, penggunaan tanaman hijau, bentuk, dekorasi, fungsi, warna, ukuran dan penempatan

    146

    full texts

    532

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    eJournal Universitas Iskandarmuda
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇