eJournal Universitas Iskandarmuda
Not a member yet
    532 research outputs found

    PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA MATERI JUAL BELI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK SD NEGERI LAMTEUNGOH ACEH BESAR

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah dengan penerapan model PBL dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas  III SD Negeri Lamteungoh Aceh Besar pada materi jual beli. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang menggambarkan suatu proses yang dinamis yang meliputi aspek perencanaan, tindakan, observasi, refleksi yang merupakan langkah-langkah yang berurutan dalam satu siklus ke siklus berikutnya. Dalam hal ini peneliti mendesain pelajaran dengan menggunakan model Problem Based Learning dengan jumlah sampel 20 orang. Penelitian ini terdiri dari dua siklus dengan hasil yang menunjukkan bahwa Penerapan model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi jual beli dimana tingkat ketuntasan hasil belajar siswa pada Pretes sebesar 70% dan pada Postest mengalami peningkatan yaitu 80%.  Jadi tingkat ketuntasan hasil belajar siswa dari siklus I dan siklus II terjadi peningkatan sebesar 10%, maka target yang diinginkan telah tercapai untuk ketuntasan hasil belajar siswa, karena pada akhir siklus telah mencapai sesuai target yang ditentukan yaitu 75%

    Evaluasi Purna Huni Perumahan Subsidi Bedasarkan Aspek Teknis (Studi Kasus: Perumahan Firya Mansion Bukit Panggoi Kota Lhokseumawe)

    No full text
    Keterbatasan kualitas hunian subsidi di Indonesia sering kali menjadi permasalahan yang mengemuka, terutama dalam hal ketidaksesuaian antara desain awal dengan kebutuhan aktual penghuni. Meskipun program perumahan subsidi telah membantu masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah, tantangan terkait aspek teknis, kenyamanan, dan keberlanjutan masih sering ditemukan. Evaluasi Purna Huni (EPH) adalah proses penilaian sistematis terhadap bangunan atau lingkungan terbangun setelah digunakan oleh penghuninya dalam jangka waktu tertentu untuk memahami sejauh mana bangunan tersebut memenuhi kebutuhan fungsional, estetika, dan keselamatan penghuni sesuai standar yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perubahan fisik dan fungsi bangunan pada Perumahan Subsidi Firya Mansion Bukit Panggoi di Lhokseumawe melalui pendekatan EPH. Fokus utama penelitian ini adalah menganalisis kesesuaian kondisi bangunan dengan standar Permen PU No. 534/KPTSN 2001 dari aspek teknis, termasuk struktur, ventilasi dan sanitasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan analisis dokumen untuk memahami fenomena perubahan yang terjadi serta persepsi penghuni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas rumah mengalami modifikasi signifikan, seperti penambahan ruang dan renovasi struktur, yang dipengaruhi oleh kebutuhan ekonomi dan sosial penghuni. Meskipun modifikasi tersebut meningkatkan tingkat kepuasan dan kualitas hidup penghuni, beberapa aspek teknis, seperti aksesibilitas dan keamanan, masih memerlukan perbaikan. Temuan ini menekankan pentingnya EPH sebagai alat untuk mengidentifikasi kesenjangan antara desain awal dan kebutuhan aktual penghuni, serta memberikan rekomendasi bagi peningkatan kualitas hunian di masa depan

    DAMPAK PANDEMI COVID 19 TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR DI SMAN 1 LHOONG KABUPATEN ACEH BESAR

    No full text
    Early 2020, humanity around the world was shaken by the Corona virus pandemic (Covid-19) which caused panic everywhere. Hundreds of thousands of people were infected and thousands more died. At SMAN 1 Lhoong is one of the focuses of research to determine the impact of the Covid-19 pandemic on the teaching and learning process. So with the emergence of the Corona virus phenomenon, one of the schools in Aceh Besar also participated in the online teaching and learning process. This online learning process began in April 2020. This study discusses the impact of the pandemic on the teaching and learning process at SMAN 1 Lhoong, Aceh Besar Regency. This research is a field research located in Gampong Cundien, Lhoong District, Aceh Besar Regency. The primary data comes from the field, both obtained through interviews, observations and documentation, and data using observation methods, qualitative descriptive methods and using data validity tests with triangulation. The results of this study are that the impact of the Covid-19 pandemic which affected the teaching and learning process at SMAN 1 Lhoong was able to run as well as possible over time, even though it was slightly disrupted

    Pengaruh Dosis Ampas Kopi dan Konsentrasi Pupuk Organik Cair terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kembang Kol

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis ampas kopi dan kosentrasi POC terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kembang kol serta interaksi antara kedua faktor tersebut, dilaksanakan di Gampong Lambaro Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar, dari Juli sampai September 2023.  Penelitian menggunakan Rancangan Acak kelompok (RAK) dengan 3 ulangan.  Ada 2 faktor yang diteliti yaitu dosis ampas kopi (0 g/polybag, 40 g/polibag, 80 g/polibag, 120 g/polibag) dan konsentrasi POC (4 ml/ liter air, 8 ml/ liter air, 12 ml/ liter air).  Hasil penelitian menunjukan bahwa dosis ampas kopi berpengaruh nyata terhadap jumlah daun pada umur 10 hst, namun berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman 10, 20 dan 30 hst, jumlah daun 20, 30 hst, bobot basah berangkasan per tanaman, dan bobot basah bunga per tanaman kembang  kol.  Konsentrasi pupuk organik cair berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun tanaman kembang  kol pada umur 10, 20 dan 30 hst, bobot basah berangkasan per tanaman, dan bobot basah bunga per tanaman kembang  kol.  Tidak terdapat interaksi yang nyata antara dosis ampas kopi dan konsentrasi pupuk organik cair &nbsp

    Analisis Sistem Pengaman Pada Gardu Ditribusi Penyulang BA-30 PT. PLN (Persero) Banda Aceh

    No full text
    Pertumbuhan penduduk yang terus meningkat membuat sistem distribusi pada Unit Layanan Pelanggan (ULP) Merduati Kota semakin bertambah disertai pertumbuhan pengguna energi listrik di wilayah tersebut. Gardu Hubung (GH) yang berada di wilayah kerja ULP Merduati Kota memiliki kapasitas transformator yang berbeda-beda mulai dari 50 kVA sampai dengan 1.250 kVA dan tegangan operasi pada sisi primer dan sisi sekunder transformator sebesar 20 kV/400 V. Berdasarkan data pembebanan yang direkap pada penyulang BA.30 terdapat beberapa GH atau transformator dengan pembebanan yang sudah melampui kapasitas maksimum transformator standar PLN sebesar 80 %. Kemudian pengaman tegangan rendah terdapat dalam PHB TR yaitu ada NH Fuse Breaker dan Pengaman lebur (Sekring) biasanya dipakai pelebur tabung tertutup (Tipe NH/NT Fuse). GH  tersebut meliputi (BAR 017-00, BAR 009-00 dan BAR 010-00) yang menjadi tujuan utama untuk mencari pengaman kapasitas transformator supaya dapat menjaga beban yang lebih dapat teratasi dengan baik. Oleh sebab itu perlu dilakukan metode untuk mengatasi beban lebih yang terjadi pada Gardu Distribusi  tersebut. Adapun metode yang digunakan yaitu dengan melakukan perhitungan matematis untuk sistem kapasitas pengaman pada ke-3 gardu tersebut. Hasilnya (BAR 017-00, BAR 009-00 dan BAR 010-00) memiliki kapasitas pengaman yang dapat mengurangi beban lebih (overload) yaitu diatas ±80 %. Dalam hal tersebut pada BAR 017-00 kapasitas pengaman yang dapat digunakan sebesar 59,98 A, maka NT Fuse yang dapat dipakai yaitu ukuran size 0 rating 35 A - 160 A.  Pada BAR 009-00 sebesar 66,78 A, maka NT Fuse yang dapat dipakai yaitu ukuran size 0 rating 35 A - 160 A.  Dan yang terakhir pada BAR 010-00 sebesar 117,63 A, maka NT Fuse yang dapat dipakai yaitu ukuran size 1 dengan rating 50 A - 250 A

    Identifikasi Karakteristik Arsitektur Kolonial pada Pendopo Bupati di Kabupaten Aceh Tamiang

    No full text
    Aceh Tamiang merupakan daerah perbatasan Provinsi Aceh dengan Sumatera Utara yang menjadikan Aceh Tamiang sebagai lintasan pelayaran jarak terdekat masuknya negara lain salah satunya pasukan Belanda. Masuknya pasukan Belanda ke Aceh Tamiang untuk menguasai tempat yang dianggap strategis sehingga dibangunnya bangunan untuk keperluan administrasi Kolonial Belanda seperti Eks Kantor Wedana masa Kolonial Belanda yang sekarang menjadi Pendopo Bupati Aceh Tamiang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik arsitektur kolonial pada Pendopo Bupati di Kabupaten Aceh Tamiang. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode dekriptif kualitatif. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa Pendopo Bupati memiliki karakteristik arsitektur kolonial Belanda yang dijadikan sebagai objek penelitian. Beberapa karakteristik arsitektur kolonial pada Pendopo Bupati terdapat pada bagian atap, dinding, pintu, jendela, lantai, tiang, tangga, warna, nok acroterie, geveltoppen, balustrade, ragam hias pada tubuh bangunan

    Perbandingan Nilai Waktu Dan Biaya Operasional Kendaraan Antara Pengguna Angkutan Pribadi Dan Angkutan Bus Damri

    No full text
    Fungsi utama dari angkutan umum adalah sebagai angkutan yang mengangkut pergerakan masyarakat untuk menjalankan aktivitas sehari hari. Adanya bus damri untuk mempermudah PNS Kota Langsa yang bekerja di pemerintahan Aceh Timur, dengan adanya bus damri yang mulai beroperasi melayani penumpang dari Tugu Simpang. Comodor-Aceh Timur tidak mempengaruhi layanan penumpang maupun pendapatan, faktor yang membuat penumpang tak beralih dari mereka adalah karena bus melayani dengan baik, dan tarif yang murah, disinilah peranan bus damri diperlukan untuk alternatif pemilihan moda transportasi yang ada di Tugu Simpang.Comodor. Salah satu cara untuk menghitung tarif bus yang sesuai maka diperlukannya suatu penelitian mengenai Biaya Operasional Kendaraan (BOK) berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM. 89 Tahun 2015 Tentang Mekanisme Penetapan Tarif dan Formula Perhitungan BOK. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui besarnya tarif angkutan antar kota bedasarkan biaya oprasional kendaraan. Untuk mengetahui perbandingan nilai waktu dan biaya antara pengguna mobil pribadi, sepeda motor, dan angkutan umum yang melakukan perjalanan dari Simpang Comodor menuju Aceh Timur. Besaran tarif berdasarkan Biaya Operasional Kendaraan (BOK) untuk angkutan bus damri sebesar Rp. 10.000

    Analisa “What If” Sebagai Metode Antisipasi Keterlambatan Durasi Proyek Pembangunan Gedung A Dinas Perumahan Rakyat Dan Kawasan Permukiman Banda Aceh

    No full text
    Proyek adalah suatu kegiatan investasi yang menggunakan faktor–faktor produksi untuk menghasilkan barang dan jasa tertentu yang dapat diharapkan dapat memperoleh keuntungan dalam suatu periode tertentu. Penjadwalan proyek merupakan salah satu elemen perencanaan yang memberikan informasi tentang jadwal perencanaan dan kemajuan dalam hal kinrja tenaga kerja, sumber daya biaya, peralatan, dan material serta rencana durasi proyek dan progress waktu dalam penyelesaian suatu proyek. Proyek Pembangunan Gedung A Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Aceh ini dilakukan oleh Dinas Permukiman Provinsi Aceh (Dinas Perkim) yang bertujuan sebagai suatu inovasi, bentukdukungan, dan sebagai bukti dalam merealisasikan gerakan bangunan ramah lingkungan (Go Green) di wilayah Aceh. Tujuan dalam penelitian ini adalah mendapatkan gambaran serta menentukan opsi dan metode pengurangan waktu kritis yang optimal pada item-item pekerjaan tersebut. Manfaat dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui keterlambatan pengerjaan dalam suatu proyek dan dapat memproyeksikannya. Ruang Lingkup masalah pada penelitian ini adalah sebagai berikut: Data yang digunakan yaitu dokumen; Rencana Anggaran Biaya (RAB), Penjadwalan, dan data Ketenaga kerjaan proyek tahap 1 (satu) tahun anggaran 2021. Metode Penelitian menggunakan metode CPM.Analisis data menggunakan metode analisa deskriptif. Analisa berarti data yang sudah ada diolah sedemikian rupa sehingga menghasilkan hasil akhir yang dapat disimpulkan.Hasil yang dicapai tidak ada keterlambatan pada pembangunan struktur dari durasi 90 hari pada time schedule setelah dilakukan penelitian mengunakan microsoft project terjadi pengurangan durasi menjadi 64 hari jadwal pelaksanaan pekerjaan pada kontrak pekerjaan sehingga hasil analisis tidak perlu dilakukan penambahan jam kerja dan tenaga kerja

    Analisa Penambahan Waktu Kerja (Jam Lembur) Terhadap Biaya Pelaksanaan Proyek Dengan Metode Time Cost Trade Off (Study Kasus Gedung Badan Kepegawaian Aceh)

    No full text
    Waktu dan biaya adalah kunci keberhasilan proyek, ditunjukkan oleh penyelesaian cepat, biaya rendah, dan mutu terjaga. Sering terjadi ketidaksesuaian antara jadwal dan realisasi, yang menyebabkan keterlambatan. Keterlambatan proyek pembangunan gedung BKA Aceh perlu diantisipasi dengan percepatan dan mempertimbangkan biaya. Penelitian ini menganalisis dampak penambahan jam lembur terhadap biaya proyek. Fokusnya adalah mengoptimalkan waktu dan biaya konstruksi melalui metode time cost trade off. Analisa dimulai dengan menyusun jaringan kerja di Microsoft Office Project untuk mengidentifikasi lintasan kritis, lalu setiap kegiatan dianalisis menggunakan metode time cost trade off di Microsoft Excel. Penelitian ini memberikan panduan bagi pengelola proyek tentang penambahan waktu kerja dan hubungan waktu serta biaya dalam konstruksi. Hasilnya menunjukkan bahwa penambahan 2 jam lembur meningkatkan total biaya proyek menjadi Rp 15. Teks hanya berisi angka: "434.577". Biaya proyek menjadi Rp 883,32 dengan durasi 118 hari dan tambahan 4 jam lembur total biaya Rp 15. Teks tidak lengkap, hanya angka. Mohon berikan teks yang lebih jelas untuk saya bantu mempersingkat. Durasi proyek dipersingkat menjadi 83 hari. Percepatan dengan 4 jam lembur lebih efisien daripada 2 jam, meningkatkan efisiensi waktu 30,1% dengan biaya naik 2,86%. Rasio ini menunjukkan lembur 4 jam lebih efisien per unit biaya

    STRATEGI PENGELOLAAN LIMBAH INDUSTRI TAHU DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN SOSIAL MASYARAKAT DI GAMPONG BITAI KECAMATAN JAYA BARU KOTA BANDA ACEH

    No full text
    The community around the tofu industry in Gampong Bitai, Jaya Baru District, Banda Aceh City, still lacks knowledge and skills in processing tofu waste. In fact, good waste management not only reduces negative impacts on the environment, but also has the potential to improve local economic welfare. This study aims to describe the tofu industry waste processing strategy in improving community welfare, as well as identifying supporting and inhibiting factors. The method used is qualitative descriptive research, with data collection from informants directly. The results of the study show that the tofu industry has an important role in improving the social and economic conditions of the community. In addition to providing employment, this industry also contributes to increasing income and education of residents. Waste management strategies include recycling, clean production, community education, and maintenance of the Wastewater Treatment Plant (IPAL). Solid waste such as tofu dregs is processed into products such as crackers, which opens up new business opportunities and reduces unemployment. The positive impact of this industry can be seen from a cleaner environment, improved health, economic growth, and social harmony. Overall, the existence of the tofu industry has a significant impact on improving the standard of living of the Gampong Bitai communit

    146

    full texts

    532

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    eJournal Universitas Iskandarmuda
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇