e-journal STTAL (Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut)
Not a member yet
292 research outputs found
Sort by
Identifikasi Kejadian Banjir Rob Wilayah Surabaya Tahun 2021-2022: Identification of Tidal Flood Events in Surabaya Area in 2021-2022
Peningkatan bencana alam di Indonesia sangat mempengaruhi aktivitas warga sekitar, sehingga hal ini membuat warga harus mengevakuasi diri mereka masing-masing untuk mencegah dampak yang ditimbulkan oleh bencana tersebut. Salah satu-nya yaitu bencana banjir rob yang melanda wilayah Surabaya tahun 2021-2022. Tujuan penelitian yaitu mengetahui residu dari kejadian banjir rob wilayah dan mengetahui apakah banjir rob tidak hanya disebabkan oleh kenaikan muka air laut. Metode penelitian yaitu data kejadian banjir diambil dari media sosial sejak tahun 2021-2022 dan mengambil data dari website seperti data curah hujan, data kecepatan angin, dan data arah datangnya angin diambil menggunakan website (power.larc.nasa.gov), data observasi pasang surut air laut diambil menggunakan website (ioc-sealevelmonitoring.org), serta data prediksi pasang surut yang diambil melalui aplikasi WXTide32. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, terdapat 4 kejadian banjir rob yaitu terjadi pada bulan Mei, Juni, dan Juli. Penyebab terjadinya banjir rob yaitu adanya penurunan muka tanah sehingga ketika surut air laut maka terjadi banjir rob di wilayah tersebut. Selama periode banjir rob, kecepatan angin wilayah tersebut hanya memiliki dua kategori yaitu light air dan light breeze
Analisis Data Batimetri Perairan Dangkal Menggunakan Citra Satelit Spot-7 (Studi Kasus Perairan Teluk Sabang): Shallow Water Bathymetry Data Analysis Using Spot-7 Satellite Imagery (Case Study of Sabang Bay Waters)
PUSHIDROSAL adalah lembaga yang mengemban tugas untuk menyediakan peta laut yang digunakan untuk bernavigasi di laut. Penginderaan jauh memberikan solusi untuk melakukan updating peta pada area perairan dangkal secara efektif dan efisien. Tulisan ini membahas analisis data batimetri perairan dangkal menggunakan citra satelit SPOT-7, untuk mengetahui hasil ekstraksi nilai kedalaman pada perairan laut dangkal menggunakan metode Random Forest yang memasukkan 5 algoritma yaitu: LYZ, KNW, SMP, TNP, dan STR, serta mengetahui nilai akurasi jika dibandingkan dengan data lapangan. Hasil terbaik didapatkan melalui model algoritma STR dimana pada rentang kontur 0-2 meter RMSE; 0,51 masuk kriteria ketelitian orde khusus; 47,62%, pada rentang kontur 2,1-5 meter RMSE; 0,48 masuk kriteria ketelitian orde khusus; 53,23%, pada rentang kontur 5,1-10 meter RMSE; 0,81 masuk kriteria ketelitian orde khusus; 52,27%, pada rentang kontur 10,1-20 meter RMSE; 0,59 masuk kriteria ketelitian orde khusus; 54%. Hasil ekstraksi kedalaman dapat digunakan untuk pemetaan perairan dangkal dengan klasifikasi orde khusus pada kedalaman 0 meter sampai dengan 20 meter
Pembuatan Purwarupa Peta Contour Best Operation Depth Kapal Selam di Perairan Sangihe Talaud : Prototype of Contour Map of Best Operation Depth Submarine in Sangihe Talaud . Waters
Perairan Sangihe Talaud merupakan bagian dari Laut Sulawesi yang merupakan jalur yang menghubungkan Samudera Pasifik dengan Selat Makasar. Dari sudut yang lain laut Sulawesi tersebut merupakan Alur Laut yang biasa digunakan untuk kepentingan pelayaran Niaga atau Militer, Perairan Sangihe Talaud dapat dikategorikan sebagai perairan yang rawan dengan tindak kejahatan dilaut dan salah satu perairan di Indonesia yang rawan dengan masuknya kapal-kapal asing baik kapal-kapal permukaan maupun kapal-kapal bawah air. Dalam operasi Kapal Selam dibutuhkan data-data oseanografi fisik seperti temperatur, salinitas dan Kecepatan Suara, untuk menentukan dimana Kapal Selam tersebut mendapatkan posisi yang aman dari SONAR Kapal Permukaan ketika melaksanakan penyelaman. Sehingga dalam hal ini sangat dibutuhkan metode untuk membuat sebuah Peta yang dapat memudahkan Kapal Selam mendapatkan posisi aman tersebut. Dalam Pembuatan Peta ini menggunakan data model Oseanografi yang divalidasi dengan data Survei Oseanografi Pushidrosal pada bulan Januari 2017. Dalam mencari posisi kedalaman terbaik (Best Operation Depth) tersebut berdasarkan dari hasil penghitungan dari kedalaman Lapisan Tercampur (Mixed Layer Depth), dalam penghitungan Lapisan Tercampur (Mixed Layer Depth) ini menggunakan gradien suhu 0,8° C. Setelah mendapatkan nilai dari Best Operation Depth (BD) data nilai kedalaman tersebut di overlaykan ke Peta Laut Indonesia No 483 dan dibuat kontur warna untuk memudahkan pengguna membaca Peta BD tersebut. Dari hasil pembuatan Peta Contour Best Operation Depth (BD) pada Peta Nomor 483 di wilayah perairan Sangihe Talaud, didapatkan 336 titik Stasiun Data CTD dengan hasil nilai kedalaman BD dengan rentang kedalaman BD terdangkal 66,15 meter dan kedalaman terdalam 110,09 meter
Studi Penentuan Catzoc Berdasarkan Kontrol Kualitas Data Batimetri dari Multibeam Echosounder (MBES) (Studi Kasus Pulau Bawean): Study of Catzoc Determination Based on Quality Control of Bathymetric Data from Multibeam Echosounder (MBES) (Bawean Island Case Study)
Dalam operasi SAR dan pencarian target, peta laut memiliki peran penting dalam memberikan informasi mengenai karakteristik dari fitur-fitur dasar laut. Informasi ini berguna dalam mapping objek dan pengambilan keputusan dalam menentukan metode SAR. Data utama dalam peta laut adalah data batimetri yang diperoleh dengan kontrol ketat melalui prosedur Quality Assurance (QA) dan Quality Control (QC). International Hydrographic Organization (IHO) menetapkan sebuah standar yakni Category Zones of Confidence (CATZOC) yang merepresentasikan kualitas dari survei batimetri. Penelitian ini menggunakan lajur silang sebagai data independen dalam pengujian kualitas data batimetri yang dibandingkan dengan lajur overlap dari Multibeam Echosounder (MBES). Pengujian dilaksanakan dengan 3 metode yakni 1. menguji lajur silang dan lajur utama yang bertampalan dengan lajur silang, 2. menguji 25 spot persilangan antara lajur utama dan lajur silang dan 3. menguji lajur overlap antar lajur utama di sepanjang lajur silang. Data hasil pengujian kualitas tersebut kemudian diuji kembali dengan metode analisis statistik untuk mengetahui sejauh mana data tersebut mampu mewakili kualitas data dari area survei. Hasil pengolahan menunjukkan bahwa lajur silang lebih efektif digunakan dalam pengujian data karena tidak terpengaruh oleh karakteristik dari lajur utama. Secara umum data yang diuji 97.57% CL memenuhi Orde Spesial dengan 99.84% CL memenuhi ZOC A1. Kemudian hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa data dari lajur silang mampu mewakili kualitas dari area penelitian. Pada pengujian terhadap area survei, hasil uji sampel menunjukkan bahwa kualitas dari area penelitian tidak dapat mewakili kualitas dari area survei, hal ini dikarenakan terbatasnya sampel yang ada (lajur silang) untuk menguji data lajur utama pada area survei
Pembuatan Purwarupa Alat Ukur Pasang Surut Sensor Pressure dengan Modul Pengiriman Data Nir Kabel Jarak Jauh (Long Range): Prototype of Pressure Sensore Tide Meansuring Equipment with Long Range Cable Nir Data Sending Module
Data pasang surut merupakan data yang sangat dibutuhkan dalam berbagai bidang, diantarannya bidang hidrografi, oseanografi, proyek rekayasa, perikanan, pariwisata dan penanggulangan bencana. Hal ini menimbulkan konsekuensi atas ketersediaan alat ukur pasang surut dalam skala besar, praktis, ekonomis, akurat dan akses data yang cepat. Dalam penelitian ini penulis bermaksud meningkatkan kemampuan prototype alat ukur pasang surut sensor Pressure yang sudah ada sehingga dapat memenuhi kebutuhan tersebut serta mewujudkan kemandirian teknologi dalam negeri. Upgrade tersebut dilaksanakan dengan menggunakan microcontroller Arduino UNO, sensor Pressure, serta menambahan perangkat telemetri menggunakan LORA (Long Range),Lora Sendiri adalah teknologi komunikasi data digital nir kabel yang dikembangkan oleh Cycleo dari Grenoble, Perancis dan dimiliki oleh Semtech pada tahun 2012. Lora menggunakan format modulasi menggunakan sub Giga Hertz pita frekuensi radio bebas lisensi, proses tersebut menghasilkan nilai frekuensi stabil,Nilai frekuensi Lora bervariasi berdasarkan wilayah, di mana frekuensi di Asia adalah 433 MHz, di Eropa frekuensi yang digunakan adalah 868 MHz, sedangkan di Amerika Utara frekuensi yang digunakan adalah 915 MHz
Hidrodinamika Laut Bali: The Hydrodynamics of Bali Sea
Laut Bali adalah suatu basin yang memiliki batimetri yang dalam. Basin tersebut terhubung dengan laut dan selat di sekitarnya. Kondisi unik dari hidrodinamika Laut Bali diobservasi menggunakan data sekunder dari CMEMS Marine Copernicus dan data batimetri GEBCO 30 arcminutes. Perangkat lunak Ocean data View digunakan untuk mengolah dan menganalisis suhu laut, arus, dan batimetri. Kondisi hidrodinamika arus dan suhu pada lapisan permukaan Laut Bali sangat dipengaruhi oleh sistem angin monsun. Kondisi hidrodinamika pada lapisan bawah permukaan (110 m) dipengaruhi oleh Arlindo dari Selat Makassar. Sedangkan gelombang laut dalam (internal wave) dari Samudera Hindia mempengaruhi laut Bali melalui penjalarannya pada kedalaman 200 m
Kajian Awal Perubahan Muka Air Sungai untuk Penentuan Datum Peta (Studi Kasus Sungai Musi Palembang): Preliminary Study of Changes in River Water Level for Determination of Map Datum (Case Study of the Musi River Palembang)
Pada pembuatan peta navigasi perairan sungai, besaran Datum Peta yang digunakan nilainya akan berbeda antara hulu dengan hilir. Datum peta merupakan hasil dari perhitungan tinggi muka air, dimana pada perairan sungai muka air selalu berubah menurut tempat dan waktunya. Perubahan muka air sungai dipengaruhi oleh faktor hidrologis dan karakteristik sepanjang daerah aliran sungai, dan juga faktor pasang surut dari laut.
Tugas akhir ini mengkaji pengaruh pasang surut laut terhadap tinggi level air sungai, dengan menggunakan metode Admiralty. Data yang digunakan adalah data dari empat stasiun perubahan muka air milik PT. Pelindo II Palembang periode waktu September 2009 sampai dengan Agustus 2010. Data tinggi muka air digunakan untuk mendapatkan perhitungan konstanta harmonik, Duduk tengah, nilai Konstanta pengurang (Zo) dan tipe perubahan muka air, dengan cara menampalkan grafik tiap stasiun.
Hasil perhitungan dengan acuan menggunakan konstanta harmonik menghasilkan nilai Duduk tengah rata-rata stasiun Boom Baru 322 cm, Selat Jaran 283 cm, Kampung Upang 310 cm dan Tanjung Buyut 250 cm diatas nol palem. Nilai Zo stasiun Boom Baru 40 cm, Selat Jaran 41 cm, Kampung Upang 41 cm dan Tanjung Buyut 138 cm. Tipe perubahan muka air di stasiun Boom Baru selalu harian tunggal dan di stasiun Tanjung Buyut selalu harian campuran condong tunggal, sedangkan di stasiun Selat Jaran dan Kampung Upang bervariasi. Tunggang air sesuai grafik semakin mengecil ke arah hulu hal ini sesuai dengan hasil hitungan Zo yang semakin mengecil ke arah hulu
Analisis Pengaruh Arus dan Angin Terhadap Olah Gerak Kapal pada Rencana Pintu Masuk Dermaga Pondokdayung (Studi Kasus Kapal Kelas Frosch): Analysis of the Effect of Currents and Winds on Vessel Movement at the Plan of the Entrance of the Pondok Paddle Pier (Case Study of the Frosch Class Ship)
Pembangunan dermaga Pondokdayung dengan struktur pemecah gelombangnya memiliki pengaruh terhadap pola arus yang terjadi di pintu masuk dermaga tersebut. Pola arus yang terjadi ditambah pola angin pada area tersebut akan mempengaruhi olah gerak kapal yang melintas masuk ke dalam dermaga.
Dalam penelitian ini disimulasikan melalui perangkat lunak pemodelan numerik ADCIRC 2DDI dengan antar muka program SMS 9.1, pembangunan pangkalan TNI AL Pondokdayung telah selesai dibangun lengkap dengan struktur pemecah gelombangnya. Pada titik tepat di depan pintu masuk dermaga diunduh data kecepatan dan arah arus selama 1 bulan. Data tersebut beserta data angin hasil survei Dishidros 2009, dimasukkan ke dalam rumusan untuk menghitung gaya arus dan gaya angin yang diterima kapal.
Hasil simulasi dan penghitungan gaya angin dan gaya arus menunjukkan angin memiliki pengaruh lebih dominan dibandingkan dengan arus terhadap olah gerak kapal di pintu masuk dermaga. Besar pengaruh itu ditentukan oleh beberapa faktor, antara lain: kecepatan, sudut datang terhadap badan kapal dan luasan penampang kapal yang tertiup angin
Pemanfaatan Metode Fotogrametri Untuk Pengukuran Garis Pantai dan Identifikasi Objek-Objek Tematik dengan Menggunakan Wahana UAV (Unmanned Aerial Vehicle) (Studi Kasus Pengukuran Garis Pantai di Pangkalan TNI AL Pondok Dayung): Utilization of Photogrammetric Methods for Coastline Measurement and Identification of Thematic Objects by Using an Unmanned Aerial Vehicle (UAV) (Case Study of Coastline Measurement at the Indonesian Navy Base Pondok Dayung)
Metode Fotogrametri telah banyak digunakan dalam survei dan pemetaan. Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, metode fotogrametri saat ini berbasiskan pesawat tanpa awak atau yang lebih dikenal dengan UAV (Unmanned Aerial Vehicle). Kelebihan metode fotogrametri berbasiskan UAV untuk pengukuran garis pantai adalah memiliki resolusi spasial yang sangat tinggi dan dapat menjagkau daerah-daerah yang sulit dan berbahaya. Di samping itu juga dapat memberikan data foto udara terkini dengan sekala detail. Dalam penelitian ini membandingkan ketelitian horisontal antara hasil pengukuran garis pantai menggunakan metode fotogrametri berbasiskan UAV secara rektifikasi dengan GCP (Ground Control Point) maupun secara PPK (Post Processed Kinematic) dengan pengukuran garis pantai metode GNSS RTK (Real Time Kinematic). Hasil perhitungan ketelitian horisontal mengacu pada standar publikasi IHO S-44 tentang pengukuran garis pantai. Pemotretan dilakukan dengan ketinggian terbang 180 m, dengan tampalan depan dan samping 80%. Hasil perhitungan ketelitian horisontal foto udara terektifikasi 5 GCP, foto udara PPK dan foto udara PPK terektifikasi 1 GCP terhadap pengukuran garis pantai dengan metode GNSS RTK diperoleh nilai standar deviasi (σ) dan 95% selang kepercayaan (CI95%) masing-masing sebagai berikut: σ5gcp=10,989 cm dengan CI95% 16.8 cm < μ < 21.2 cm , σppk=26,066 cm dengan CI95% 26.5 cm < μ < 37 cm dan σppk1gcp=10,378 cm dengan CI95% 15.6 cm < μ < 19.8 cm. Kemudian terdapat 10 objek tematik berdasarkan Peta Laut Nomor 1 yang dapat diinterpretasi pada hasil orthomosaic foto udara
Studi Pengaruh Parameter Meteorologi Terhadap Variasi Pasang Surut di Perairan Perbatasan Sebatik Kalimantan Utara: Study of the Effect of Meteorological Parameters on Tidal Variations in the Sebatik Border Waters of North Kalimantan
Secara teori, variasi pasang surut utamanya disebabkan oleh gaya gravitasi bumi terhadap bulan dan bumi terhadap matahari. Namun, terdapat juga beberapa pengaruh eksternal lain selain dari faktor astronomis tersebut, salah satunya adalah pengaruh parameter meteorologi yang mengakibatkan terjadinya variasi pasang surut. Pada penelitian ini, penulis memiliki tujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh parameter meteorologi terhadap variasi pasang surut di perairan Sebatik, Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan data pasang surut prediksi dari Pushidrosal, data pasang surut realtime dan data meteorologi realtime dari stasiun telemetri Sebatik. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, penulis akan membandingkan data pasang surut realtime dengan pasang surut hasil prediksi di wilayah Sebatik, selanjutnya hasil perbandingan pasang surut tersebut akan dikorelasikan dengan data meteorologi realtime (angin dan curah hujan) di wilayah Sebatik. Adapun jenis korelasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan formulasi korelasi Pearson. Melalui penelitian ini, penulis memiliki tujuan untuk menghitung besarnya nilai korelasi variasi pasang surut terhadap angin dan nilai korelasi variasi pasang surut terhadap curah hujan. Tujuan lain dari penelitian ini adalah untuk mengetahui parameter meteorologi yang dominan terhadap variasi pasang surut di perairan Sebatik